Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KELENJAR GONAD

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI DAN SUMBER HORMON
B. PENGERTIAN GONAD
C. MEKANISME KERJA HORMON GONADOTROPIN
D. HORMON – HORMON GONAD
1. OVARIUM (Estrogen, Progestin, Hormon-hormon Ovarium lainnya, Kontrasepsi Oral)
2. TESTIS (ANDROGEN DAN TESTOTERON)
E. JENIS-JENIS PENGHAMBAT GONAD
3. ANTIANDROGEN
F. SISTEM HORMON MANUSIA
G. HUBUNGAN SISTEM HORMON DENGAN SISTEM SARAF
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “KELENJAR ENDOKRIN(GONAD)”
Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian Mineral Mikro atau yang lebih khususnya
membahas dampak kelebihan dan kekurangan mineral mikro serta proses penyerapan dan metabolismenya
dalam tubuh. .Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang mineral
mikro.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha
kita. Amin.
Krawang, 1 November 2012
Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

H
ormon berasal dari bahasa Yunani yang berarti merangsang. Hormon yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin langsung disekresikan ke dalam darah karena tidak memiliki saluran
sendiri.
Sistem kerja hormon berdasarkan mekanisme umpan balik. Artinya, kekurangan atau
kelebihan hormon tertentu dapat mempengaruhi produksi hormon yang lain. Hal ini disebut
homeostasis, yang berarti seimbang.
Di dalam tubuh manusia terdapat tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipotalamus,
hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar andrenal, pankreas, dan kelenjar gonad (ovarium atau
testis).
Ovarium mempunyai fungsi gamettogenik penting yang diintegrasikan dengan aktifitas
hormonalnya. Pada wanita , gonad relatif tenang selama masa pertumbuhan dan maturasi
yang cepat.pada pubertas, ovarium memulai suatu periode 30-40 tahun fungsi siklus yang di
sebut siklus haid karena masa perdarahan teratur yang merupakan manifestasinya yang jelas.
Ovarium ni kemudian gagal memberikan respon terhadap gonadotropin yang disekresikan
oleh kelenjar hipofise, dan berhentinya perdarahan siklik yang terjadi ini di sebut
“Menopause”.
Mekanismenya yang bertanggung jawab bagi mulai kerja fungsi ovarium pada masa
puberitas dianggap bsrasal dari saraf, karena gonad yang tidak matang dapaat dirangsang oleh
gonadotropin yang sudah ada didalam hipotalamus dan karena hipofise berespon terhadap
hormon penglepas gonadotropin hipotalamus, pusat maturasi seperti amgadala, didalam otak,
melepaskan penghambat sel eminensia mendiana hipotalamus, yang memungkinkan untuk
menghasilkan hormon penglepas gonadotropin (gonadotropin –releasing hormone, GnRH)
Pada pulsasi dengan frekuensi dan amplitudo yang tepat, yang merangsang pelepasan hormon
penglepasan hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone, FSH) dan luteinizing
hormone (LH).
Sintesis dan sekresi hormon hipofisis anterior selain dikontrol oleh hipotalamus,dipengaruhi
oleh banyak faktor obat yaitu hormon alamiah,analog dan disekantagonis hormon.hubungan
antara hipofisis anterior dengan jaringan ferifer yang dipengaruhi merupakan contoh
sempurnah mekanisme umpan balik.hormon hipofisis antrior mengatur sintesis dan sekresi
hormon dan zat-zat kimia di sel target;sebaliknya hormon yang disekresi tersebut mengatur
juga sekresi hipotalamus dan /atau hipofisis.konsep ini mendasari penggunaan hormon untuk
diagnosi dan terapi kelainan endokrin diklinik.interaksi berbagai hormon ini menjelaskan
mekanisme terjadinya efek samping beberapa jenis obat.
Hormon hippofisis anterior sangat esensial untuk pengaturan pertumbuhan dan
perkembangan, reproduksi, metabolisme dan respon terhadap stress.
Hormon-hormon yang di hasilkan oleh hipofisis anterior dapat di klasifikasikan menjadi 3
kelompok. Kelopmpok pertama berupa hormon somatropika yang meliputi hormon
pertumbuhan (GH= Samatotoprin), prolaktin (PRL),Laktogen plasenta (PL). Kelompok ke
dua berbentuk glikoprotein yaitu pirotropin (TSH): Lutinizing Hormon (LH,) hormon folikel
(FSH, Gonadotropin) berperan dalam pertumbuhan.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan definisi dan sumber dari hormon?
2. Jelaskan definisi dari Gonad?
3. Jelaskan mekanisme kerja dari hormon gonadotropin?
4. Sebutkan dan jelaskan Hormon – Hormon Gonad?
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis penghambat gonad?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dan sumber dari hormon.
2. Untuk mengetahui definisi dari Gonad.
3. Untuk mengetahui mekanisme kerja dari hormon gonadotropin.
4. Untuk mengetahui Hormon – Hormon Gonad.
5. Untuk mengetahui jenis-jenis penghambat gonad.

BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI DAN SUMBER HORMON

H
ormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang masuk ke dalam
peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan target secara spesifik. Jaringan yang
dipengaruhi umumnya terletak jauh dari empat hormon tersebut dihasilkan, misalnya hormon
pemacu folikel (FSH, follicle stimimulati ormone ) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
anterior hanya merangsang jaringan tertentu di ovarium. Dalam hal hormon pertumbuahn
lebih dari satu organ menjadi terget sebab hormon pertumbuahan mempengaruhi sebagai
jenis jaringan dalam badan. Jaringan target suatu hormon sangat spesifik karena sel-selnya
mempunyai reseptor untuk hormon tersebut.
Sumber hormon alami adalah ternak sapi, babi dan biri-biri. Tetapi beberapa hormon
demikian khas sifatnya sehingga yang berasal dari binatang tidak efektif pada manusia
misalnya hormon pertumbuahan, FSH dan LH9 (luteinizing hormone). Hormon yang berasal
dari hewan dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Saat ini uintuk menghasilkan hormon alami dipakai cara rekayasa genetika. Melalui rekayasa
genetika, DNA mikroba dapat di arahkan untuk memproduksi rangkayan asam amino yang
urutnya sesui hormon manusia yang diinginkan. Dengan cara ini dapat dibuat hormon alami
dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat. Hormon hasil rekayasa genetika tidak
menimbulkan reaksi imunologi karena sama dengan hormon manusia asli. cara ini sangat
membantu pengadaan hormon yang dialam ini jumlahnya sangat sedikit misalnya hormon
pertumbuhan.
B. PENGERTIAN GONAD
Kelenjar kelamin disebut pula dengan gonad. Meskipun fungsi utamanya adalah
memproduksi sel-sel kelamin, namun kelenjar kelamin juga memproduksi hormon. Kelenjar
kelamin laki-laki terdapat pada testis, sementara kelenjar kelamin perempuan berada pada
ovarium.
Gonad (hormon kelamin) merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin
hormon (GtH) yang disekresikan kelenjar pituitari .Hipofisis mengsilkan 2 jenis
gonadotropin yang mengatur fungsi alat reproduksi yaitu hormon pemacu folikel
(FSH=folicle stimulating hormone dan LH= lutenizing hormone). Pada setiap spesies tertentu
hipofisis penting selama kehamilan, sedangkan umumnya kehamilan dapat berjalan tanpa
hipofisis.
Gonadotropin hipofisis adalah hormon glikoprotein (peptida) dan hanya efektif bila diberikan
dalam bentuk suntikan. Kadar gonadotropin dalam urin dapat diukur radioimmunoasay,
berdasarkan antibodi spesifik terhadap gugus yang membeda-bedakan dengan masing-masing
hormon hipofisis.
Di dalam testis terdapat sel Leydig yang
menghasilkan hormone
testosteron atauandrogen. Hormon testosteron
sangat berpengaruh terhadap proses
spermatogenesis (proses pembentukan sperma)
dan pertumbuhan sekunder pada laki-laki.
Pertumbuhan sekunder pada anak laki-laki
ditandai dengan suara menjadi besar, bahu dan
dada bertambah bidang, dan tumbuh rambut pada
bagian tubuh tertentu misalnya kumis, janggut,
cambang, ketiak, dan sekitar kemaluan.
Sementara itu, hormon
estrogen danprogesteron disekresikan oleh
ovarium. Estrogen dihasilkan oleh folikel de Graff
dan dirangsang oleh hormon FSH. Hormon
estrogen berfungsi saat pembentukan kelamin
sekunder wanita, seperti bahu mulai berisi,
tumbuhnya payudara, pinggul menjadi lebar, dan
rambut mulai tumbuh di ketiak dan kemaluan. Di
samping itu, hormon enstrogen juga membantu dalam pembentukan lapisan endometrium.
Bagi wanita, hormon progesteron berfungsi menjaga penebalan endometrium, menghambat
produksi hormon FSH, dan memperlan-car produksi laktogen (susu). Hormon ini dihasilkan
oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH.
FSH pada wanita menyebabkan perkembangan folikel primer menjadi folikel graaf. Di
bawah pengaruh LH, folikel yang telah berkembang mensekresi estrogen dan progesteron.
LH menyebabkan terjadinya ovulasi dan juga mempengaruhi korpus luteum untuk
mensekresi estrogen dan progesteron. Proses terakhir dikenal sebagai aktivitas laktogenik,
yang pada beberapa spesies berada dibawah pengaruh proklatin. Sedangkan FSH pada pria
berfungsi menjamin terjadinya spermatogenesis, antara lain dengan mempertahankan fungsi
tubulus seminiferus, LH merangsang sel leydig mensekresi testoteron.
C. MEKANISME KERJA HORMON GONADOTROPIN
Mekanisme kerja hormon tropik adenohipofisis misalnya hormon Gonadotropin(hormon
kelamin) merupakan mekanisme kerja hormon pada taraf selular tergantung jenis hormonnya,
mengikuti salah satu mekanisme berikut:
Hormon berinteraksi dengan reseptornya mengakibatkan perangsangan atau penghambatan
mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP ,selanjutnya siklik AMP berfungsi
sebagai mediator intrasel untuk hormon tersebut dan seluruh sistem ini berfungsi sebagai
suatu mekanisme spesifik sehingga efek spesifik suatu hormon dapat terjadi.
Siklik AMP mempengaruhi berbagai proses dalam sel,dan efek akhirnya bergantung dari
kapasitas serta fungsi dari sel tersebut.siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim-enzim
protein kinase yang terlibat dalam proses fosforilasi pada sintesis protein dalam sel.siklik
AMP mempengaruhi kecepatan proses ini.metabolisme siklik AMP menjadi 5,AMP
dikatalisis oleh enzim fosfodiesterase yang spesifik.dengan demikian zat-zat yang
menghambat enzim fosfodiesterase dapat menyebabkan timbulnya efek mirip hormon.
D. HORMON – HORMON GONAD
1. OVARIUM (Estrogen, Progestin, Hormon-hormon Ovarium lainnya,
Kontrasepsi Oral)

O
varium mempunyai fungsi gametogenik penting yang di integrasikan dengan aktivitas
hormionalnya. Pada wanita, gonad relatif tenang selama masa pertumbuhan dan maturasi
yang cepat. Pada masa puberitas, ovarium memulai suatu periode 30-40 tahun fungsi siklus
yang disebut siklus haid karena masa pendarahan teratur yang merupakan manifestasinya
yang paling jelas. Ovarium ini kemudian memberikan respon terhadap gonadotropin yang
disektresikan oleh kelenjar hipofise, dan berhentinya perdarahan siklik yang terjadi ini di
sebut menopause.
Mekanisme yang bertanggung jawab bagi mula kerja fungsi ovarium pada masa puberitas
dianggap berasal dari saraf, karena gonad yang tidak matang dapat dirangsang oleh
gonadotropi yang sudah ada di dalam hipotalamus dan karena hipofise berespon terhadap
hormon penglepas gonadotropin hipotalamus.
 ESTROGEN
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting
untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri
perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut
kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan
endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk
penetrasi sperma.
Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium secara
primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi
hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta. Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan
perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita. Fungsi lainnya sebagai
berikut :
- Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
- Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
- Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
- Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
- Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan /
regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos /
osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.
 · PROGESTERONE
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone mempertahankan ketebalan
endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon
HCG.
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di
kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada
endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang
optimal jika terjadi implantasi.
 GONADOTROPIN RELEASING HORMONE
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan
merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen
tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH
akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
 FSH (FOLIKEL STIMULATING HORMONE) DAN LH (LUTEINIZING
HORMONE)
Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat
rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang
matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan
dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.
 HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta).
Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000
mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali
sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-
hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi
imunologik.
Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya
kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).
2. TESTIS (ANDROGEN DAN TESTOTERON)
 ANDROGEN DAN TESTOTERON
Pada manusia, androgen terpenting yang disekresikan oleh testis adalah testoteron. Jalur
sintesis testoteron didalam testis mirip dengan yang telah digambarkan didalam ovarium dan
adrenal.
Pada laki-laki, setiap hari dihasilkan sekitar 8 mg testoteron. Kira-kira 95 persen diproduksi
oleh sel leydig dan hanya 5 persen olh adrenal. Testis juga mensekresikan dalam jumlah
sedikit androgen kuat lainnya, dihidrotestoteron. Juga androstenedion dan
dehidropiandrosteron, yang merupakan androgen lemah. Pregnenolon dan progesteron serta
turunanya 17-hidrisilasi juga dilepaskan dalam jumlah kecil. Kadar testoteron dalam plasma
pada laki-laki kira-kira 0,6 /dl setelah puberitas dan tidak tampak bervariasi secara bermakna
sesuai umur.
E. JENIS-JENIS PENGHAMBAT GONAD
Penghambat gonad merupakan suatu senyawa atau jenis obat yang digunakan untuk
menghambat hormon kelamin.meliputi:
1. 1. ANTI ESTROGEN
Antiestrogen adalah senyawa yang mampu meniadakan sebagian atau seluruh
kerja dari estrogen. Adapun jenis antiestrogen meliputi:
 KLONIFEN
Klonifen suatu antiestrogen bersifat antagonis murni pada semua jaringan. Pada jaringan
klonifen terikat pada ligand/ dinding tockhet akan menghambat aktifitas glikoprotein dari
beberapa penelitian telah terbukti bahwa klonifen dapat meningkatkan amplitido sekresi LH
dan FSH tanpa mempengaruhi sekresinya yang umumnya bersifat pulsatif. Ini menandakan
bahwa klonifen bekerja pada hipofisis anterior untuk menghambat umpan balik terhadap
sekresi gonadotropin. Karena preparat ini di indikasikan untuk infertilitas wanita. Pada pria
pernah di gunakan juga tetapi, penggunaan klinik untuk infertilitas pria masih membutuhkan
banyak uji klinik.
Pemberian klonifen sitrat oral akan segera di absorbsi pada saluran cerna, metabolismenya di
hepar masa paruhnya panjang serkitar 5-7 hari.
Dosis untuk infertilitas wanita adalah 1-2 kali 50 mg di mulai pada hari ke 5 perdarahan haid
selama 7 hari.
Efek samping yang sering timbul pada pemakaian jangka panjang kista ovarium, rasa
kembung, mual, muntah, gangguan penglihatan, dan sakit kepala.
Efek samping akan menghilang bila pemakaian di hentikan. Efek samping yang timbul pada
pria yaitu mual, sakit kepala, gangguan penglihatan, dan gangguan tubulus seminiferus.
Mekanisme kerja Klomifen yaitu menyebabkan bertambahnya pembebasan hormon GnRH
dengan mempengaruhi umpan balik estrogen pada hipotalamus dan hipofisis akibat blokade
reseptor sehingga LH/FSH yang dibutuhkan untuk menstimulasi pematangan ovarium tinggi
terus. Nama dagang: Profertil, Provula, Ofertil,dll.
 TAMOKSIFEN
Preparat ini merupakan golongan trifeniletilen yang berasal dari inti stilden seperti dietil
stilbestrol. Tamoksifen berefek anti – estogenik di kelenjar mamae dan agonis estrogen
ditulan dan endometrium. Tamoksifen mengantagonis estrogen di reseptor jaringan. Pada
wanita premenopause yang sehat dapat menurunkan kadar prolaktin mungkin karena
meniadakan efek hambatan estrogen terhadap prolaktin di hipofisis.
Di klinik di gunakan sebagai terapi ajupan kanker mamae stadiuym awal atau lanjut.
Efek samping antara lain mual, trombosis, dan dapat meningkatkan resiko kanker
endometrium.
Tamoksifen berpengaruh pada Pertumbuhan payudara normal dirangsang oleh
estrogen,sehingga pada kanker payudara. Peningkatan/penurunan estrogen dapat memicu
terjadinya kanker payudara. Mekanisme kerja Tamoksifen (Obat Antiestrogen) adalah
bersaing untuk mengikat reseptor estrogen dan digunakan untuk pengobatan kanker
payudara yang telah lanjut pada wanita pasca menopause, Indikasi : pengobatan kanker
payudara.
 RALOKSIFEN
Raloksifen merupakan hormon nonsteroid yang bekerja sebagai agonis dan antagonis. Variasi
efek ini di duga karena adanya variasi reseptor estrogen dan jumlahnya di jaringan yang
berbeda bersifat antagonis estrogen di jaringan uterus dan kelenjar mamae karena adanya
rantai samping.
Efek samping penggunaan obat ini, gangguan saluran cerna, hipersensifitas, dan
gangguan reaksi kulit.
1. 2. ANTIPROGESTIN
Fungsi progestin adalah dalam perkembangan sekresi endometrium, sehingga dapat
menampung implantasi embrio yang baru terbentuk. Dan fungsi untuk mengurangi kontraksi.
Macam-macam antiprogestin;
 MIFERISTON
Miferiston adalah salah satu obat antiprogesti (antagonis progestin) dengan aktivitas agonis
parsial. Kegunaan miferiston untuk kontrasepsi sebulan sekali selama fase pertengahan luteal
siklus haid jika progesteron normal tinggi. Dan digunakan pada abortus tidak lengkap
sehingga jika diberikan pada awal kehamilan menyebabkan abortus.
Selain itu efek samping miferiston adalah perdarahan uterus dan abortus tak lengkap sehingga
diberikan misoprostol oral setelah pemberian dosis tunggal oral
mifepriston, efektif mengakhiri kehamilan.
Mekanisme kerja Miferiston adalah memblokir reseptor progestin sehingga progestin tidak
dapat melaksanakan fungsinya dalam perkembangan endometrium dan mengurangi kontraksi
uterus.(lihat 6.5) Jadi Miferiston dapat menghambat perkambangan endometrium dan
meningkatkan kontraksi uterus.
3. ANTIANDROGEN
Antiandrogen menghambat kerja hormonal laki-Laki dengan mempengaruhi sintesa androgen
atau menghambat reseptornya.misalnya, pada dosis tinggi, antifungal, ketokonazol
menghambat beberapa enzim sitokrom P-450 yang terlibat dalam sintesa steroid. Finasterid
sepeti steroid yang baru2 ini disetujui untuk pengobatan hipertrofi prostat jinak (BPH)
menghambat 5-α-reduktase mengakibatkan pegurangan ukuran prostat. Selain itu siproteron
untuk pengobatan hirsutisme pada perempuan dan flutamid untuk karsinoma prostat pada
pria.

Anda mungkin juga menyukai