Anda di halaman 1dari 5

Aldrino Evorius Setiawan/4

Teddy Valentino Pranoto/21


Harapan di Ujung Pena
1.Analisislah cerpen tersebut berdasarkan kriteria berikut.

UNSUR ANALISIS
Tokoh Pak Hariadi,Ardi,Dina,Widia,Bu
Rahma,Santi,Rohmat,Andre.
Pesan 1.Kita tidak boleh menyerah pada tantangan
yang ada.
2.Kita harus setia menyelesaikan tanggung
jawab yang telah diberikan pada kita.
Komentar terhadap tokoh Pak Hariadi: Beliau seseorang kepala dinas
yang baik.
Ardi: Seseorang yang sangat tegas dalam
membimbing para kelompoknya.
Dina: Guru pembimbing murid yang baik.
Widia: Salah seorang murid di SD Bina
Bangsa.
Andre: Tokoh saya.
Bu Rahma: Guru yang mengajar disana.
Santi: Murid yang sopan dan baik hati
Rohmat: Salah seorang murid di SD Bina
Bangsa.
Tanggapan terhadap amanat dalam teks Kita harus menghargai jasa para pahlawan
yang telah gugur mendahului kita demi sebuah
Kemerdekaan.
2.Analisislah cerpen tersebut berdasarkan nilai didiknya.

UNSUR ANALISIS
Nilai budaya -
Nilai moral Jangan pelit berbagi ilmu pada orang lain.
Nilai pendidikan Jika kita memiliki ilmu, jangan lupa untuk
membagi ilmu tersebut kepada orang lain agar
orang tersebut bisa maju.
Nilai estetika Setiap tokoh memiliki perbedaan watak dan
sikap yang berbeda-beda, dan memiliki
penyampaian cerita yang jelas.

3.Jelaskan keunggulan cerpen tersebut.

Memiliki penyampaian cerita yang jelas, alur yang jelas dan penyampaian latar yang jelas
sehngga pembaca tidak bingung untuk membaca cerpen tersebut.

4.Analisislah bagian-bagian dalam tabel berikut.

BAGIAN ANALISIS
Pengenalan Hari itu tanggal 28 Febuari 2013 aku dan
kedua teman ku tengah mendapatkan tugas
untuk mengajar di suatu daerah yang cukup
terpencil. Awalnya kami bertiga merasa
keberatan ditempatkan di daerah tersebut,
bukan karena daerahnya yang jauh dan
terpencil tapi karena kemampuan kita bertiga
yang kami rasa belum cukup untuk mengajar.
Namun setelah kami renungkan bersama
akhirnya kami mau ditempatkan di daerah itu.
Konflik Mula-mula kami mencari anak-anak yang
masih memiliki keinginan untuk belajar.
Walau jalan kami tak selancar yang kami kira,
karena begitu banyak hambatan bagi kami
untuk menciptakan semua itu. Namun
semangat untuk memajukan desa Pelita Indah
ini lah yang membuat kami tak berhenti untuk
memberikan sedikit ilmu kami.
Klimaks/puncak masalah “Maaf sebelumnya pak, ada apakah gerangan
tujuan bapak kemari?” Tanya ku pada beliau.
“Oh iya, maksud kedatangan saya malam-
malam kemari karena saya ingin melihat
keadaan kalian sekaligus ingin menyampaikan
ini”, jelas pak Hariadi. “Apa ini pak?” Tanya
Dina penasaran. “Ini adalah surat perintah
pindah kalian bertiga”, jelas pak Hriadi.
“Apa!? Surat pindah pak?” Tanya ku dengan
sedikit kaget. “Iya surat pindah, memangnya
kenapa? Bukanya tugas kalian disini sudah
selesai?” kata pak Hariadi. “Surat pindah pak?”
Tanya Ardi dengan nada semangat. “Iya Ardi”,
jawab pak Hariadi.
Antiklimaks Apakah kalian tega melakukan itu semua?”
tanya ku pada Ardi dan Dina.
“kamu benar Ndre, merekalah yang selama ini
membuat kita berjuang dan bertahan di sini”
kata Dina. “Iya kasihan sekali mereka pasti
mereka akan sangat kehilangan apa bila kita
pergi meninggalkan mereka”, kata Ardi.
“Kalau begitu mulai sekarang aku memutuskan
untuk tinggal dan mengabdi di sekolah ini”,
kata ku dengan penuh semangat. “Kalau begitu
kami juga akan mengabdikan diri kami untuk
sekolah dan cita-cita mereka”.
penyelesaian “Begini sesuai waktu yang telah kita sepakati
bahwa kalian akan memberikan jawaban
tentang apa yang sudah saya tawarkan
beberapa waktu yang lalu”, Kata beliau pada
kami. “Sebelumnya Terima kasih atas tawaran
bapak beberapa waktu yang lalu, kami merasa
sangat terhormat atas tawaran bapak tapi kami
bertiga sudah sepakat untuk tetap tinggal dan
mengabdi di desa ini”, jawab ku. “Ow begitu?
Tidak apa-apa jika itu memang sudah menjadi
keputusan kalian saya tidak masalah, malah
saya akan mendukung kalian” jawab pak
Hariadi. “Terima kaish atas pengertian yang
bapak berikan kepada kami”, jawab ku.