Anda di halaman 1dari 6

FISIOLOGI TUMBUHAN

TRANSPIRASI

Dosen Pengajar : Dr. Rahmi Susanti, M.Si.

Nama anggota :

1. Ayu Tania (06091381621047)

1. Wiwik Lestari (06091181621002)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG


1.FUNGSI TRANSPIRASI BAGI TUMBUHAN

Transpirasi penting bagi tumbuhan karena berperan dalam membantu meningkatkan air
dan garam mineral , mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembuluh xylem,
menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal dan sebagai salah satu cara
untuk menjaga stabilitas suhu tubuh tumbuhan dengan cara melepas kelebihan panas dari tubuh.

Pengangkutan unsur hara tetap dapat berlangsung jika transpirasi tidak terjadi. Akan
tetapi, laju pengangkutan terbukti akan berlangsung lebih cepat jika transpirasi berlangsung
secara optimum. Transpirasi jelas merupakan suatu proses pendinginan, pada siang hari radiasi
matahari yang diserap daun akan meningkatkan suhu daun. Jika transpirasi berlangsung maka
peningkatan suhu daun ini dapat dihindari.

2. PERBEDAAN TRANSPIRASI DAN GUTASI

Dalam aktivitas hidupnya, sejumlah besar air dikeluarkan oleh tumbuhan dalam bentuk
uap air ke atmosfir. Pengeluaran air oleh tumbuhan dalam bentuk uap ini, prosesnya disebut
transpirasi. Transpirasi dilakukan oleh tumbuhan melalui stomata, kutikula, dan lentisel.
Berdasarkan atas sarana yang digunakan untuk melaksanakan transpirasi tersebut dikenal dengan
istilah transpirasi stomta, transpirasi kutikula, dan transpirasi lentisel.

Di samping mengeluarkan air dalam bentuk uap, tumbuhan dapat pula mengeluarkan air
dalam bentuk tetesan air yang prosesnya disebut gutasi dengan melalui alat yang disebut
hidatoda, yaitu suatu lubang yanng terdapat pada ujung urat daun yang sering kita jumpai pada
spesies tumbuhan tertentu.

Organ tumbuhan yang paling utama dalam melaksanakan proses ini adalah daun, karena
pada daun lah kita dapat menjumpai stomata paling banyak.

Transpirasi penting bagi tumbuhan, karena berperan dalam hal membatu meningkatkan
laju angkutan air dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan
panas dari tubuh, dan mengatur turgor optimum di dalam sel.
3. SYARAT TERJADINYA TRASNPIRASI

Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil ke rongga antar sel yang
ada dalam daun. Rongga antar sel jaringan bunga karang merupakan rongga yang besar, sehingga
dapat menampung air lebih banyak. Sel-sel yang menguapkan airnya ke rongga antar sel, tentu
akan mengalami kekurangan air sehingga potensialnya akan menurun. Kekurangan ini akan diisi
oleh air yang berasal dari xylem tulang daun, yang selanjutnya tulang daun akan menerima dari
batang dan batang akan menerima dari akar. Agar supaya transpirasi dapat berjalan, maka
stomata pada epidermis tadi tetap membuka. Apabila membuka maka akan ada penghubung
antara rongga antar sel dan atmosfir. Kalau tekanan uap air di atmosfir lebih rendah dari rongga
antar sel, maka uap air akan keluar ke atmosfir dan prosesnya disebut transpirasi.

Jadi syarat utama berlangsungnya transpirasi adalah adanya penguapan air di dalam daun
dan terbukanya stomata.

4. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TRANSPIRASI

1. Radiasi Cahaya

Radiasi cahaya mempengaruhi membukanya stomata, sehingga dengan terbukanya sto,ata


pada siang hari, transpirasi akan berjalan dengan lancer.

2. Kelembaban

Kelembaban udara sangat mempengaruhi laju transpirasi. Kelembaban menunjukan


banyak sedikitnya uap air di udara yang biasanya dinyatakan dengan kelembaban relative. Makin
banyak uap air di udara akan makin kecil perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan
udara, akan makin lambat laju transpirasi. Sebaliknya apabila tekanan uap air di udara makin
rendah atau kelembaban relatifnya makin kecil akan makin besar perbedaan uap air di rongga
daub dengan uap air dan transpirasi akan berjalan lebih cepat.

3. Suhu
Suhu tumbuhan pada umunya tidak berbeda banyaknya dengan lingkungan, kenaikan
suhu udara akan mempengaruhu kelembaban relatifnya. Meningkatnya suhu pada siang hari,
biasanya menyebabkan kelembaban relatif uadara menjadi makin rendah, sehingga akan
menyebabkan perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan udara menjadi semakin
besar dan laju tranpirasinya meningkat.

4. Angin

Angin adalah suatu perpindahan massa udara dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam
perpindahan massa udara ini angin akan membawa massa uap air yang berada di sekitar
tumbuhan, sehingga dapat menurunkan tekanan uapair di sekitar daun dan dapat mengakibatkan
meningkatkan laju transpirasi. Apabila angin bertiup terlalu kencang dapat mengakibatkan
keluarnya uap air melebihi kemampuan daun untuk menggantikannya dengan air yang berasal
dari tanah, sehingga dalam waktu yang lama akan kekurangan air. Turgor sel akan menurun
termasuk turgor sel penutup dan akhirnya stomata akan tertutup.

5. Keadaan air tanah

Laju transpirasi sangat bergantung pada ketersediaan air dalam tanah, karena setiap air
yang hilang dalam proses transpirasi harus dapat segera diganti kembali, yang pada dasarnya
berasal dari dalam tanah, berkurangnya air di dalam tanah akan menyebabkan berkurangnya
pengaliran air ke daun dan hal ini dapat mengahambat laju transpirasi .

5. MEKANISME MEMBUKA DAN MENUTUP STOMATA

Stomata menjadi jalan untuk difusi uap air gas-gas lainnya dari daun ke atmosfir atau
sebaliknya. Pada dasarnya stomata akan membuka apabila turgor sel penutup tinggi dan akan
membuka apabila turgor sel penutup menjadi rendah. Pengaruh turgor terhadap membuka dan
menutup stomata ini dimungkinkan oleh struktur stomata yang khas.

Pada saat turgor sel penutup tinggi, maka dinding sel penutup yang berhadapan pada
celah stomata tertarik ke belakang, sehingga celah menjadi terbuka. Naiknya turgor ini
disebabkan adanya air yang mengalir dari sel tetangga masuk ke sel penutup , sehingga sel
tetangga mengalami kekurangan air dan selnya sedikit mengerut, akan menarik sel penutup ke
belakang. Sebaliknya pada saat turgor sel penutup turun, yang disebabkan oleh kembalinya air
dari sel penutup ke sel tenangga akan mengembang dan mendorong sel penutup kedepan
sehingga akhirnya stomata tertutup. Di samping itu dinding sel penutup yang berhadapan di
bagian elastis.

Jadi membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh keadaan turgor sel. Stomata
terbuka pada saat turgor sel penutup tinggi dan akan menutup pada waku turgornya rendah.
Perubahan turgor sel penutup ini dipengaruhi oleh keadaan cairan sel penutup. Turgor menjadi
tinggi apabila ada air yang masuk ke dalam sel penutup, potensial air pada sel penutup lebih
rendah dari sel-sel sekitarnya dan sebaliknya turgor menjadi rendah jika air dari sel penutup
keluar ke sel-sel sekitarnya. Perubahan nilai potensial osmotic di dalam sel penutup
menyebabkan perubahan kimia yang terjadi di dalam sel penutup tersebut.

6.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEMBUKA DAN MENUTUP STOMATA

1. KARBON DIOKSIDA (CO2)

Tekanan parsial CO2 yang rendah dalam daun akan menyebabkan pH sel menjadi tinggi.
Pada pH yang tinggi (6-7) akan merangsang penguraian pati menjadi gul, sehingga stomata
terbuka.

1. CAHAYA

Dengan adanya cahaya maka fotosintesis akan berjalan sehingga CO2 dalam daun akan
berkurang dan stomata terbuka.

2. WATER STRESS

Apabila tumbuhan menderitaa kekurangan air, maka potensial air pada daun akan turun,
termasuk sel penutupnya sehingga stomata akan tertutup.

3. SUHU
Naiknya suhu akan meningkatkan laju respirasi sehingga kadar CO2 dalam daun akan
meningkat, pH akan turun dan stomata tertutup.

4. ANGIN

Angin berpengaruh terhadap membuka dan menutupnya stomata secara tidak lanngsung.
Dalam keadaan angin yang tertiup kencang, mengeluarkan air melalui trasnpirasi
seringkali melebihi kemamppuan tumbuhan untuk menggantinya, akibatnya daun dapat
mengalami kekurangan air sehingga turgoornya turun dan stomata akan tertutup.