Anda di halaman 1dari 7

TELAAH KASUS

PULPEKTOMI DEVITAL GIGI 74 DENGAN


DIAGNOSA PULPITIS IRREVERSIBLE

Oleh :
Rezy Kurnia
1210342029

Dosen Pembimbing :
drg. Sri Ramayanti Sp. KGA, M.DSc

DEPARTEMEN PEDODONSIA
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PENDIDIKAN
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
Telaah Kasus
Pulpektomi Devital Gigi 74

Nama : Rezy Kurnia


No. BP : 1210342029
Preseptor : Drg. Sri Ramayanti, MDSc., Sp.KGA
Tanda tangan :

A. Data Pasien
No Kartu :0
Nama : Cerio Adrian Hadinata
Umur : 7 Tahun 2 Bulan
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Jati Rumah Gadang
Telepon : 082170386352

B. Pemeriksaan Subjektif
1. Chief Complain
Pasien datang dengan keluhan gigi belakang kiri bawah berlubang dan sakit
2. Present Illness
Pasien merasakan giginya berlubang dan sakit sejak 1 tahun lalu. Ada riwayat sakit
spontan. Terakhir sakit ± 3 bulan lalu. Tidak ada riwayat bengkak dan belum
pernah diobati sebelumnya
3. Post Dental History
Pasien suda pernah ke dokter gigi. Terakhir ± 6 bulan lalu untuk mengobati gigi
yang sakit. Pasien menyikat gigi 2 x sehari (pagi dan malam). Gigi susu pasien
yang telah goyang biasanya tanggal sendiri atau dicabut sendiri oleh pasien.
4. Post Medical History
Pasien tidak pernah dirawat dirumah sakit dan tidak sedang mendapatkan
perawatan dari dokter. Pasien tidak dicurigai memiliki riwayat penyakit sistemik.
Pasien tidak mengkonsumsi obat jangka panjang. Tidak ada riwayat alergi obat dan
makanan.

1
5. Family History
Ayah : tidak dicurigai memiliki penyakit sistemik
Ibu : tidak dicurigai memiliki penyakit sistemik
6. Social History
Pasien seorang pelajar kelas 1 SD. Tinggal bersama kakek dan nenek.

C. Pemeriksan Objektif
Elemen gigi : karies profunda pada gigi 74 (site 2 size 3)
Perkusi : (-)
Palpasi : (-)
Termal : (-)

Foto Klinis

Gigi 74 (tampak oklusal)

D. Pemeriksaan Radiografi

2
Interpretasi Gambaran Radiografi
Berdasarkan hasil rontgen terlihat bahwa pada gigi 74 terdapat:
1) Terlihat gambaran radiolusen pada bagian distal yang sudah mencapai kamar pulpa
2) Tidak ada terjadi resorpsi interna pada akar gigi
3) Gigi permanen pengganti belum terbentuk sempurna.

E. Diagnosa
Pulpitis Irreversible gigi 74

F. Rencana perawatan
1) Pulpektomi devital
2) Restorasi paska endodontik : restorasi SSC

G. Prognosis
Baik. Tidak terdapat fraktur horizontal maupun vertikal pada akar gigi. Pasien
kooperatif untuk datang berulang dan oral hygiene pasien baik.

H. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan untuk pulpektomi devital :
Diagnostic set
Handpiece Plastis instrument
Bur set Semen Spatula
Endoblock dan endobox Spuit irigasi
Jarum Miller Glasslab
Jarum Ekstirpasi Nerbeken
K-File Bite block
Lentulo
Bahan yang digunakan untuk pulpektomi devital:
Cotton roll ChKM
Cotton pellet Caviton
Chorhexidine diglukonat 2% Fletcher
GIC Lining Paper point
Aquadest GIC restoratif
Bahan devital

3
I. Tahapan pekerjaan
1. Pemeriksaan dan Pengisian Status
1) Anamnesa dan pengisian status
2) Pemeriksaan klinis : Perkusi (-), Palpasi (-), termal (-)
3) Jaringan karies dibersihkan dengan menggunakan excavator
4) Foto intraoral keadaan gigi sebelum perawatan
5) Pengambilan foto rontgen diagnosis

2. Kunjungan I
Sebelum dilakukan tindakan perawatan, dilakukan perhitungan panjang kerja terlebih
dahulu berdasarkan rumus :
Panjang gigi pada rontgen x panjang mahkota klinis
Panjang gigi sebenarnya =
Panjang mahkota pada foto rontgen

Panjang gigi : mesial : mm


Distal : mm
Panjang kerja = panjang gigi sebenarnya untuk mencegah terjadinya perforasi
foramen apikal dan merusak benih gigi permanen dikurangi 1 mm
Panjang kerja : mesial : mm
Distal : mm

1. Isolasi daerah kerja


2. Ekskavasi jaringan karies dan lakukan devitalisasi dengan bahan devitec.
3. Tutup dengan kaviton.

3. Kunjungan II
1. Setelah satu minggu, buka bahan devitec dan lakukan pemeriksaan vitalitas gigi.
Apabila gigi sudah non vital lakukan preparasi
2. Preparasi kamar pulpa
a. Outline form, akses preparasi dari oklusal dengan menggunakan bur bulat
b. Buang semua jaringan karies dan email yang tidak didukung dentin
c. Buka kamar pulpa dan buang atap kamar pulpa dengan bur bulat
d. Haluskan dinding kavitas dengan bur silindris
e. Buang isi kamar pulpa dengan ekscavator

4
f. Cari orifis dengan jarum miller (smooth broach) sekaligus untuk mengetahui
arah dan keadaan saluran akar
g. Semua tahapan preparasi kamar pulpa akan mempengaruhi preparasi pada
saluran akar. Irigasi sesering mungkin dengan chlorheksidine.
h. Preparasi kamar pulpa selesai.
3. Preparasi saluran akar
a. Pasang stoper sesuai panjang kerja
b. Gunakan jarum ekstirpasi untuk mengeluarkan isi pulpa dari kamar pulpa dan
saluran akar dengan diputar 360 derajat kemudian ditarik keluar.
c. Irigasi sesering mungkin setiap pergantian alat dengan clorheksidin. Jangan
menyemprotkan udara kedalam kavitas karena akan mendorong debris ke arah
apeks
d. Preparasi saluran akar dengan file. Mulai dari file terbesar yang dapat masuk
dan sesuai dengan panjang kerja, serta diakhiri dengan 1 atau 2 nomor
diatasnya. Pada gigi desidui, preparasi dilakukan hanya untuk mengangkat
jaringan pulpa dan menghaluskan dinding saluran akar, bukan memperluas
saluran akar.
e. Irigasi dengan clorheksidin, keringkan dengan cotton pellet dan paper point
4. Sterilisasi saluran akar
a. Pastikan kavitas dan saluran akar telah benar-benar kering
b. Basahi cotton pellet yang ukurannya kira-kira 1/3 kamar pulpa dengan ChKM,
keringkan dengan cotton roll, karena yang diperlukan hanya uap ChKM
c. Letakan cotton pellet pada kamar pulpa, tutup dengan kapas kering
d. Tutup dengan tambalan sementara
e. Cek oklusi dengan articulating paper

4. Kunjungan III
1. Bongkar tambalan sementara
2. Keluarkan kapas kering dan cotton pellet
3. Periksa apakah dari kavitas ada tercium bau busuk, ada atau tidaknya lendir dan
darah, dengan memasukkan paper point kedalam kavitas. Jika hal tersebut tidak
ada menandakan bahwa saluran akar sudah bersih dan steril dan dapat dilakukan
obturasi. Jika belum periksa kembali saluran akar dan lakukan sterilisasi dengan
ChKM
5
4. Lakukan obturasi dengan fletcher dan eugenol (1:1) yang langsung dimasukan
kedalam saluran akar dengan menggunakan lentulo, lakukan obturasi hingga orifis
sampai pada 1/3 kamar pulpa
5. Tutup dengan gic lining dan caviton
6. Cek oklusi dengan articulating paper
7. Lakukan foto rontgen untuk melihat hasil obturasi

5. Kunjungan IV
1. Cek hasil obturasi sudah hermetis melalui rontgen foto
2. Tanyakan apakah ada keluhan dari pasien, lakukan tes perkusi, palpasi
3. Jika tidak ada keluhan, bongkar tambalan sementara
4. Lakukan build up dengan gic restoratif

6. Kunjungan Ke V
1. Kunjungan keempat dilakukan 1 minggu setelah obturasi.
2. Cek kembali perkusi.
3. Lakukan rontgen foto kembali sebagai rontgen kontrol
4. Lakukan restorasi akhir dengan stainless steel crown