Anda di halaman 1dari 16

KODE ETIK KEPERAWATAN

Disusun Oleh :

Nama : Dessy Sri Puspita Sari


Kelas : 2B
NIM : 18.34071

Yayasan Wahana Bhakti Karya Husada

Akademi Keperawatan RSPAD Gatot Soebroto

Jakarta

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga tugas makalah yang berjudul “Etika Keperawatan” ini
dapat terselesaikan pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekeliruan dan kekurangan serta masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca yang bersifat konstruktif dan membangun demi kesempurnaan penyusunan
kedepannya.

Tugas makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa bantuan teman - teman
dari kelompok 4, arahan serta bimbingan dari berbagai pihak. Maka, dari itu izinkan kami
menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan
tugas ini.

Akhir kata semoga tugas ini dapat bermaanfaat bagi kita semua khususnya kami
penyusunnya.

Jakarta , 05 Agustus 2019


DAFTAR ISI

Table of Contents
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... 3
BAB I ...................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 4
A. Latar Belakang ...................................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah .................................................................................................................... 4
C. Tujuan ........................................................................................................................................ 4
BAB II..................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 5
A. Pengertian Kode Etik .................................................................................................................. 5
B. Tujuan Kode Etik Keperawatan .................................................................................................. 5
Kode Etik Keperawatan ...................................................................................................................... 6
D. Prinsip- prinsip Etika Keperawatan ....................................................................................... 8
E. Fungsi Kode Etik Keperawatan. Kode etik keperawatan yang berlaku ........................... 13
BAB III ................................................................................................................................................. 15
PENUTUP ............................................................................................................................................ 15
Kesimpulan ....................................................................................................................................... 15
Saran ................................................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 16
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut Wijono D.(1999), kode etik adalah asas dan nilai yang berhubungan
erat dengan moral sehingga bersifat normatif dan tidak empiris, sehingga penilaian
dari segi etika memerlukan tolok ukur.

Menurut PPNI (2003), Kode Etik Perawat adalah suatu pernyataan atau
keyakinan yang mengungkapkan kepedulian moral, nilai dan tujuan keperawatan.
Kode Etik Keperawatan adalah pernyataan standar profesional yang digunakan
sebagai pedoman perilaku perawat dan menjadi kerangka kerja untuk membuat
keputusan.Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan
tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang
perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik
dapat dihindarkan. Dengan adanya kode etik, diharapkan para profesional perawat
dapat memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pasien. Adanya kode etik akan
melindungi perbuatan yang tidak profesional. Kode etik keperawatan disusun oleh
organisasi profesi, dalam hal ini di Indonesia adalah Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI).

B. Rumusan Masalah

1. Apasajakah Kode etik keperawatan ?


2. Apasajakah tujuan kode etik keperawatan
3. Apasajakah prinsip-prinsip etika keperawatan?

C. Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah etika keperawatan


2. Untuk laporan diskusi kasus
3. Untuk mengetahui fungsi etika keperawatan
4. Agar dapat mengetahui dan memahami konsep dari etika keperawatan
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kode Etik

Menurut Wijono D.(1999), kode etik adalah asas dan nilai yang berhubungan
erat dengan moral sehingga bersifat normatif dan tidak empiris, sehingga penilaian
dari segi etika memerlukan tolok ukur.

Menurut PPNI (2003), Kode Etik Perawat adalah suatu pernyataan atau
keyakinan yang mengungkapkan kepedulian moral, nilai dan tujuan keperawatan.
Kode Etik Keperawatan adalah pernyataan standar profesional yang digunakan
sebagai pedoman perilaku perawat dan menjadi kerangka kerja untuk membuat
keputusan.Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan
tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang
perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik
dapat dihindarkan. Dengan adanya kode etik, diharapkan para profesional perawat
dapat memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pasien. Adanya kode etik akan
melindungi perbuatan yang tidak profesional. Kode etik keperawatan disusun oleh
organisasi profesi, dalam hal ini di Indonesia adalah Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI).

B. Tujuan Kode Etik Keperawatan

Menurut anda, apa sebenarnya tujuan dari kode etik keperawatan? Kode etik
Bertujuan untuk memberikan alasan/dasar terhadap keputusan yang menyangkut
masalah Etika dengan menggunakan model-model moralitas yang konsekuen dan
absolut.
Menurut Hasyim, dkk, pada dasarnya, tujuan kode etik keperawatan adalah
upaya agar Perawat, dalam menjalankan setiap tugas dan fungsinya, dapat menghargai
dan Menghormati martabat manusia. Tujuan kode etik keperawatan tersebut adalah
sebagai Berikut:
1. Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat, klien atau pasien,
teman Sebaya, masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi keperawatan
maupun Dengan profesi lain di luar profesi keperawatan.
2. Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang dilakukan oleh praktisi
Keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan
tugasnya
3. Untuk mendukung profesi perawat yang dalam Menjalankan tugasnya
diperlakukan secara tidak adil oleh Institusi maupun masyarakat
4. Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum Pendidikan keperawatan agar dapat
menghasilkan lulusan Yang berorientasi pada sikap profesional keperawatan
5. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Pengguna jasa pelayanan
keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas
praktek keperawatan.
C. Kode Etik Keperawatan
Saat ini, kita akan membahas terlebih dahulu tentang Kode Etik Keperawatan di
Indonesia dan di dunia.
1. Kode Etik Keperawatan di Indonesia (PPNI)
Sekarang, kita akan langsung membahas pada pokok-pokok etiknya yaitu:
a. Perawat dan Klien
Sebagai seorang perawat tentunya kita akan menghadapi pasien dengan
berbagai suku dan ras serta dengan segala keunikannya. Ada pasien kulit
hitam, pasien kulit putih, beragama Kristen, beragama Islam, tua, muda ,
kaya, miskin, wangi, bau, diam, cerewet dan masih banyak segala
keunikan pasien yang bisa ditemui saat perawat merawat pasiennya.
Perawat tidak bisa memilih hanya mau merawat pasien yang muda saja,
atau pasien yang kaya saja, atau pasien yang bersih saja, atau yang
pendiam saja. Perawat harus selalu siap sedia melayani pasien dengan
segala keunikannya dan penuh kasih.
Berikut ini hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam menjaga hubungan
antara perawat dan klien
a) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat
dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin,
aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Artinya
perawat tidak pandang bulu dalam melayani pasiennya.
b) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya,
adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.
c) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang
membutuhkan asuhan keperawatan.
d) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki
sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika
diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.

b. Perawat dan Praktek


Menurut anda bagaimana rasanya jika anda dirawat oleh perawat yang
tidak terampil, jika ditanya oleh pasien tentang perkembangan penyakit
selalu mengelak dan tidak mampu menjawab? Tentunya sebagai pasien
tidak akan merasa puas dan tidak mau dirawat oleh perawat seperti itu.
Sebagai seorang Perawat tentunya kita harus selalu berupaya
meningkatkan kemampuan diri sebagai perawat agar mampu memberikan
yang terbaik bagi pasien.Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan
sebagai seorang perawat terhadap praktek keperawatan.
a) Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang
keperawatan melalui belajar terus-menerus.
b) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan
serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
c) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang
akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang
bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan
delegasi kepada orang lain
d) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

c. Perawat dan Masyarakat


Anda, sebagai perawat kita pun adalah bagian dari masyarakat artinya
kita bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di sekitar kita. Kita bisa
menjadi pemrakarsa untuk kegiatan-kegiatan di masyarakat yang
mendukung upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
misalnya memberikan penyuluhan-penyuluhan kesehatan, pelaksanaan
Posyandu Lansia, Pelaksanaan Posyandu Balita, melakukan Pelatihan
Kader kesehatan dan sebagainya. Berikut ini adalah hal yang yang perlu
anda perhatikan dalam meningkatkan hubungan anda sebagai perawat
dengan masyarakat. Perawat mengemban tanggung jawab bersama
masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam
memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

d. Perawat dan Teman Sejawat


Coba anda bayangkan, jika suatu waktu, teman dinas anda tidak masuk
kerja dan tidak memberitahu anda. Anda dibiarkan bekerja sendiri tanpa
ada sedikit informasi pun tentang ketidakhadiran teman anda. Tentunya
anda akan jengkel karena beban tugas menjadi lebih berat ditambah
dengan tidak ada kabar berita. Hal seperti ini seringkali terjadi dan bukan
satu-satunya contoh yang bisa merusak hubungan anda dengan teman
sejawat.Untuk itu anda perlu memperhatikan bagaimana anda harus
menjaga hubungan baik dengan teman sejawat demi kepentingan pasien.
Hal-hal di bawah ini harus menjadi perhatian anda agar hubungan dengan
teman sejawat tetap harmonis:
a) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat
maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara
keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan
pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
b) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan
ilegal.

e. Perawat dan Profesi


Sebagai profesi, perawat tentunya perlu meningkatkan ilmu
pengetahuan dan ketrampilannya dengan menempuh pendidikan yang
lebih tinggi.Perawat harus selalu ter-update dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi terkini di bidang keperawatan.Perawat juga
harus selalu berupaya untuk mengembangkan profesi dengan berfokus
pada peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Perawat mempunyai
peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan
keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan
pendidikan keperawatan
a) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi
keperawatan
b) Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun
dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan
keperawatan yang bermutu tinggi.

D. Kode Etik Keperawatan Internasional (International Council of Nurses, 1973)


ICN (International Council of Nurses) merupakan organisasi profesional
wanita pertama di dunia, didirikan pada tanggal 1 Juli 1899, yang dimotori oleh Mrs
Bedford Fenwick.ICN merupakan federasi perhimpunan perawat internasional di
seluruh dunia. Tujuan pendirian ICN adalah memperkokoh silaturahmi para perawat
di seluruh dunia, memberi kesempatan bertemu bagi perawat di seluruh dunia untuk
membicarakan berbagai masalah tentang keperawatan, menjunjung tinggi peraturan
dalam ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan pendidikan keperawatan
berdasarkan kode etik profesi keperawatan. Kode etik keperawatan menurut ICN
(1973) menegaskan bahwa keperawatan bersifat universal.Keperawatan menjunjung
tinggi hak asasi manusia.Kode etik keperawatan yang dirumuskan oleh ICN diadopsi
oleh kode etik keperawatan hampir seluruh negara di dunia.
Berikut adalah rumusannya:
1. Perawat melaksanakan pelayanan dengan menghargai hakikat manusia dan
keunikan klien, tidak membedakan sosial ekonomi, keadaan pribadi, atau
hakikat masalah kesehatan
2. Perawat menyelamatkan hak klien dengan memelihara hak klien
3. Perawat menyelamatkan klien atau masyarakat bila asuhan dan keamanan
kesehatan klien dijamah oleh orang yang tidak berwenang, tidak sesuai etik,
atau tidak resmi
4. Perawat bertanggung jawab atas kegiatan dan pertimbangan keperawatan
kepada seseorang
5. Perawat membina kompetensi keperawatan
6. Perawat menggunakan pertimbangan akan kualifikasi kompetensi orang yang
akan diminta konsultasi atau diberi tanggung jawab dan menerima delegasi
tugas
7. Perawat turut serta dalam usaha profesi untuk mengadakan dan membina
keadaan tugas tenaga kerja yang memungkinkan untuk mencapai kualitas
keperawatan yang tinggi
8. Perawat turut serta dalam kegiatan pengembangan profesi ilmu pengetahuan
9. Perawat turut serta dalam usaha profesi untuk melindungi umum dari
informasi yang salah dan penyajian yang salah untuk memelihara integrasi
keperawatan
10. Perawat berkolaborasi dengan anggota profesi kesehatan dan warga lain dalam
meningkatkan usaha nasional dan masyarakat untuk memperoleh kebutuhan
kesehatan masyarakat.

E. Prinsip- prinsip Etika Keperawatan

Prinsip bahwa dasar kode etik adalah menghargai hak dan martabat manusia,
tidak akan pernah berubah. Prinsip ini juga diterapkan baik dalam bidang pendidikan
maupun pekerjaan. Juga dalam hak-haknya memperoleh pelayanan kesehatan
(Suhami,2010).
` Kode etik penting dalam sistem pelayanan kesehatan dan dalam praktik
keperawatan menurut Kozier & Erb (1990) dalam Suhaemi, (2010):
1. Etika akan menunjukkan standar profesi untuk kegiatan keperawatan. Standar ini
akan melindungi perawat dan pasien
2. Kode etik menjadi alat untuk menyusun standar praktik profesional, memperbaiki,
dan memelihara standar tersebut
3. Kode etik adalah pedoman resmi untuk tindakan profesional, akan diikuti orang-
orang dalam profesi dan harus diterima sebagai nilai pribadi bagi anggota
profesional
4. Kode etik memberi kerangka pikir kepada anggota profesi untuk membuat
keputusan dalam situasi keperawatan
Prinsip moral mempunyai peran yang penting dalam menentukan perilaku
yang etis dan dalam pemecahan masalah etik. Prinsip moral merupakan standar
umum dalam melakukan sesuatu sehingga membentuk suatu sistem etik.Prinsip
moral berfungsi untuk membuat secara spesifik apakah suatu tindakan dilarang,
diperlukan, atau diizinkan dalam suatu keadaan.Terdapat tiga prinsip moral yang
sering digunakan dalam diskusi moral, yaitu autonomy, non-maleficience, dan
justice (Johnstone, 1989 dalam buku Suhaemi, 2010).
1. Otonomi

Otonomi berasal dari bahasa Latin, yaitu autos, yang berarti sendiri dan
nomos, artinya aturan.Otonomi berarti kemampuan untuk menentukan sendiri
atau mengatur diri sendiri.Menghargai otonomi berarti menghargai manusia
sebagai sebagai seseorang yang mempunyai harga diri dan martabat yang
mampu menentukan sesuatu bagi dirinya.Prinsip otonomi sangat penting dalam
keperawatan.Perawat harus menghargai harkat dan martabat manusia sebagai
individu yang dapat memutuskan hal yang terbaik bagi dirinya. Perawat harus
melibatkan klien untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan yang
berhubungan dengan asuhan keperawatan klien tersebut.

Beberapa tindakan yang tidak memperhatikan otonomi adalah :

1. Melakukan sesuatu bagi klien tanpa mereka diberitahu sebelumnya


2. Melakukan sesuatu tanpa memberi informasi relevan yang penting diketahui
klien dalam membuat suatu pilihan
3. Memberitahukan klien bahwa keadaanya baik, padahal terdapat gangguan
atau penyimpangan
4. Tidak memberikan informasi yang lengkap walaupun klien menghendaki
informasi tersebut
5. Memaksa klien memberi informasi tentang hal-hal yang mereka sudah tidak
bersedia menjelaskannya

Perawat yang menghargai manusia dalam penerapan otonomi,


termasuk juga menghargai profesi lain dalam lingkup tugas perawat,
misalnya dokter, ahli farmasi, dan sebagainya.
2. Non-maleficience
Non-maleficience berarti tidak melukai atau tidak menimbulkan
bahaya/cedera bagi orang lain. Johnson (1989) dalam buku Suhaemi (2010)
menyatakan bahwa prinsip untuk tidak melukai orang lain berbeda dan lebih
keras daripada prinsip untuk melakukan yang baik.
Beneficience merupakan prinsip untuk melakukan yang baik dan tidak
merugikan orang lailn.Contoh : seorang klien yang mempunyai kepercayaan
bahwa pemberian transfusi darah bertentangan dengan keyakinannya,
mengalami pendarahan hebat akibat penyakit hati yang kronis. Sebelum
kondisi klien bertambah berat, klien sudah memberikan pernyataan tertulis
kepada dokter bahwa ia tidak mau dilakukan transfuse darah. Pada suatu saat,
ketika kondisi klien bertambah buruk dan terjadi pendarahan hebat, dokter
seharusnya mengintruksikan untuk memberikan transfusi darah.Dalam hal ini,
akhirnya transfusi darah tidak diberikan karena prinsip beneficience, walaupun
sebenarnya pada saat yang bersamaan terjadi penyalahgunaan prinsip
maleficienc.

3. Keadilan
Keadilan (justice) merupakan prinsip moral berlaku adil untuk semua
individu. Tindakan yang dilakukan untuk semua orang sama. Tindakan yang
sama tidak selalu identic, tetapi dalam hal ini persamaan mempunyai
kontribusi yang relative sama untuk kebaikan kehidupan seseorang. Dalam
aplikasinya, prinsip moral ini tidak berdiri sendiri, tetapi bersifat
komplementer sehingga kadang-kadang menimbulkan masalah dalam berbagai
situasi.
Hubungan perawat-klien.Kontak yang terus-menerus antara perawat
dengan klien membutuhkan suatu hubungan perawat-klien yang spesiifik,
yang dibina atas dasar saling percaya.Hubungan yang spesifik ini merupakan
dasar dalam etika keperawatan. Hubungan perawat klien didasarkan pada
penghargaan atas harkat dan martabak manusia, penumbuhan rasa saling
percaya, cara pemecahan masalah, dan kolaborasi. Dalam hubungan perawat-
klien, perawat dapat berfungsi sebagai narasumber dalam memberi informasi
yang relevan dengan masalah klien.Perawat juga dapat berfungsi sebagai
konselor, yaitu ketika klien menjelaskan perasaannya dan hal-hal yang
berkaitan dengan keadaan sakitnya.
Disamping itu, perawat juga dapat berfungsi sebagai pengganti orang
tua, saudara kandung, atau orang yang paling dekat dengan klien sehingga
memungkinkan klien mengeksplorasi perasaanya sesuai dengan sifat
hubungan tersebut. Fungsi lain yang dilaksanakan perawat adalah sebagai
seorang ahli yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi
masalah dalam kebutuhan kllien. Pada proses hubungan perawat-klien, klien
mengutarakan masalahnya dalam rangka mendapatkan pertolongan, artinya
klien mempercayakan dirinya terhadap asuhan keperawatan yang diberikan,
untuk ini perawat mempunyai kewajiban menghargai kepercayaan klien
dengan memberikan asuhan secara kompeten, melindungi harkat dan martabat
klien, dan menjaga kerahasian klien. Hubungan ini memerlukan perlakuan
yang adil dan penghargaan atats hak dan kewajiban kedua belah pihak.
Dalam hubungan saling percaya terdapat kewajiban untuk mengatakan
kebenaran dan kewajiban untuk tidak menipu. Perawat diharapkan berinteraksi
dengan klien dengan cara selalu mengatakan yang sebenarya. Kepercayaan ini
dibutuhkan klien dalam menghadapi keadaan sakitnya dan hal ini sangat
penting dalam menjamin kolaborasi perawat-klien yang optimal.Hubungan
perawat-klien ini menjadi dasar dalam peran perawat sebagai pembela klien.
Menurut Dalami (2010), prinsip-prinsip etika keperawatan adalah sebagai
berikut:

a. Otonomy (Autonomy)
Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu
berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri.Orang dewasa
dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri,memilih dan
memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang
lain.Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang,atau
dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara
rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu
yang menuntut pembedaan diri. Praktik profesional merefleksikan otonomi
saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang
perawatan dirinya.
b. Berbuat Baik (Beneficience)
Beneficience berarti,hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan,
memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan
kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang
lain. Terkadang dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara
prinsip ini dengan otonomi.
c. Keadilan (Justice)
Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapainya sesuatu yang sama dan
adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral,legal,dan
kemanusiaan.Nilai ini Direfleksikan dalam praktik profesional ketika
perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum,standar praktik dan
keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
d. Tidak Merugikan (Non Maleficienci)
Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan
psikologis selama perawat memberikan asuhan keperawatan pada klien
dan keluarga.
e. Kejujuran (Veracity)
Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran.Nilai diperlukan oleh
pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap
klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity
berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan
kebenaran.Informasi harus ada agar menjadi akurat,komprehensif,dan
objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang
ada,dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani
perawatan.Walaupun demikian,terdapat beberapa argumen mengatakan
adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan
prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik
bahwa “doctors know best” sebab individu memiliki otonomi,mereka
memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya.
Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.
f. Menepati Janji (Fidelity)
Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan
komitmennya terhadap orang lain.Perawat setia pada komitmennya dan
menepati janji serta menyimpan rahasia klien.Ketaatan,kesetiaan,adalah
kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmennya yang
dibuatnya. Kesetiaan,menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode
etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah
untuk meningkatkan kesehatan,mencegah penyakit,memulihkan
kesehatan,dan meminimalkan penderitaan.
g. Kerahasian (Confidentiality)
Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus
dijaga privasi klien.Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan
kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak
ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan
oleh klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga
tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.
h. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang
profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa
terkecuali.

F. Fungsi Kode Etik Keperawatan. Kode etik keperawatan yang berlaku


berfungsi sebagai landasan bagi status profesional dengan cara sebagai berikut :

 kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan


memahami dan menerima kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan
kepada perawat oleh masyarakat.
 kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin
hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal.
 kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus
dipatuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator,
perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat,
dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan
masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan.
 kode etika perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Etika profesi keperawatan adalah filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang
mendasari pelaksanaan praktik keperawatan. Etika profesi keperawatan adalah milik dan
dilaksanakan oleh semua anggota profesi keperawatan, yaitu perawat.

Secara umum tujuan etika profesi keperawatan adalah menciptakan dan


mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat, kepercayaan diantara sesama perawat,
dan kepercayaan masyarakat kepada profesi keperawatan.

Saran

Sebagai seorang calon perawat, hendaknya dapat memahami konsep dari etika
keperawatan agar dapat mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan
praktik keperawatan nantinya.
DAFTAR PUSTAKA

Nisya, R. 2013. Prinsip-prinsip Dasar Keperawatan. Jakarta: Dunia Cerdas

https://www.academia.edu/29532590/Makalah_etika_keperawatan

Anda mungkin juga menyukai