Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

Glukosa darah berasal dari absorpsi pencernaan makanan dan pembebasan


glukosa dari persediaan glikogen sel. Tingkat glukosa darah akan turun apabila
laju penyerapan oleh jaringan untuk metabolisme atau disimpan lebih tinggi
daripada laju penambahan. Penyerapan glukosa oleh sel-sel distimulus oleh
insulin, yang disekresikan oleh sel beta dari pulau-pulau Langerhans. Glukosa
berpindah dari plasma ke sel-sel karena konsentrasi glukosa dalam plasma lebih
tinggi daripada dalam sel. Di dalam sel, glukosa dikonversi menjadi glukosa 6
fosfat yang ditahan dalam sel sebagai hasil daripada pengurangan permeabilitas
membrane oleh pengaruh kelompok fosfat. Insulin meningkatkan masuknya
glukosa ke dalam sel dengan meningkatkan laju transport terbantu dari glukosa
melintasi membran sel. Begitu glukosa telah masuk sel, segera difosforilasi untuk
menjaganya tanpa control (Soewolo, 2000).

Insulin adalah hormon yang mengendalikan gula darah. Tubuh menyerap


mayoritas karohidrat sebagai glukosa (gula darah). Dengan meningkatnya gula
darah setelah makan, pankreas melepaskan insulin yang membantu membawa
gula darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai bahan bakar atau disimpan
sebagai lemak apabila kelebihan. Orang-orang yang punya kelebihan berat badan
atau mereka yang tidak berolahraga seringkali menderita resistensi insulin.
Konsekuensinya, tingkat gula darah meningkat di atas normal (Anonimous, 2011).

Diabetes mellitus adalah penyakit yang paling menonjol yang disebabkan


oleh gagalnya pengaturan gula darah. Meskipun disebut "gula darah", selain
glukosa, kita juga menemukan jenis-jenis gula lainnya, seperti fruktosa dan
galaktosa. Namun demikian, hanya tingkatan glukosa yang diatur melalui insulin
dan leptin (American Diabetes Association, 2006).

Pada praktikum ini dilakukan penghitungan kadar gula dalam darah


menggunakan alat glukometer menggunakan glukostrip. Pengukuran gula darah
dilakukan setelah berpuasa selama 8 jam dan 2 jam setelah makan. Sebelum itu
dipilih sebanyak 8 praktikan yang harus melakukan puasa 8 jam sebelum
pengukuran, 2 praktikan tanpa puasa, dan 4 mencit. Pada 8 praktikan yang
melakukan puasa tersebut masing-masing laki-laki dan perempuan berpasangan
akan memakan makanan yang berbeda setelah pengukuran pertama. Pasangan
pertama akan memakan nasi campur dan es teh manis, pasangan kedua roti manis
dan teh kotak manis, pasangan ke tiga roti tawar dan aqua, pasangan ke empat
biskuit diabetamil dan aqua. Pada 2 praktikan yang sebelumnya tidak melakukan
pusasa tidak diberi perlakuan apapun. Pada 4 mencit masing-masing jantan betina
yang pertama akan diberi susu coklat manis dan pasangan ke dua akan diberi
diabetasol.
Langkah kerja perhitungan gula pada darah adalah pertama ujung jari yang
akan dibersihkan dengan alkohol 70%. Kemudian jari ditusuk menggunakan
lancet tegak lurus. Darah dimasukkan ke dalam strip. Lalu strip dimasukkan
kedalam glukometer dan dibaca berapa kadar gulanya. Untuk pengukuran kadar
gula setelah 2 jam perlakuan juga dilakukan sepereti pada langkah diatas

Hasil perhitungan kadar gula pada darah praktikan yang melakukan puasa
selama 8 jam adalah pada pasangan pertama Rendi (♂) 86 mg/dl dan pada Annida
(♀) 76 mg/dl, pada pasangan kedua Wahyu (♂) 81 mg/dl dan pada Jihan (♀) 64
mg/dl, pasangan ketiga Lazuardi (♂) 80 mg/dl dan Sulis (♀) 76 mg/dl, pasangan
keempat Faraz (♂) 75 mg/dl dan Uswatun (♀) 81 mg/dl. Pada 2 praktikan yang
tidak melakukan puasa diperoleh Bruni (♀) 81 mg/dl dan Lillah (♀) 70 mg/dl.
Sedangkan pada 4 mencit di peroleh hasil mencit 1 (♂) 118 mg/dl, mencit 1 (♀)
96 mg/dl, mencit 2 (♂) 107 mg/dl, dan mencit 2 (♀) 132 mg/dl.

Selanjutnya adalah hasil yang diperoleh setelah diberi perlakuan masing-


masing yang telah ditentukan di awal adalah diperoleh kadar gula pada darah
sebagai berikut, pada 8 praktikan yang telah berpuasa pasangan pertama Rendi
(♂) 149 mg/dl dan pada Annida (♀) 158 mg/dl, pada pasangan kedua Wahyu (♂)
148 mg/dl dan pada Jihan (♀) 124 mg/dl, pasangan ketiga Lazuardi (♂) 145 mg/dl
dan Sulis (♀) 137 mg/dl, pasangan keempat Faraz (♂) 89 mg/dl dan Uswatun (♀)
105 mg/dl. Pada 2 praktikan yang tidak melakukan puasa diperoleh Bruni (♀) 85
mg/dl dan Lillah (♀) 88 mg/dl. Sedangkan pada 4 mencit di peroleh hasil mencit 1
(♂) 158 mg/dl, mencit 1 (♀) 143 mg/dl, mencit 2 (♂) 173 mg/dl, dan mencit 2 (♀)
165 mg/dl.

Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau


konsentrasi tetap, yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml darah (Lestari et al . 2013).
Glukosa darah ini dapat bertambah setelah kita makan makanan sumber
karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan
kembali pada keadaan semula. Hepar mempertahankan glukosa dengan
glikogenolisis dan glukoneogenesis, dibawah kontrol hormonal (glukagon atau
kalau turunnya drastis menjadi epinefrin). Apabila glukosa darah turun, glukagon
dilepas pankreas,glukagon akan mengaktifkan adenilil siklase, enzim ini akan
mengkatalisis pembentukan cAMP dari ATP, cAMP akan mengaktifkan cAMP
dependent protein kinase, yang selanjutnya akan mengubah fosforilase kinase b a
(dengan fosforilasi membutuhkan ATP). Fosforilase kinase a akan mengaktifkan
fosforilase (fosforilase fosforilase-P). Selanjutnya fosforilase yang aktif memecah
glikogen menghasilkan G 1P. Bersama dgn enzim glukantransferase dan
debrancing enzim glikogen akan dipecah semuanya.

Sedangkan pada praktikan yang kadar glukosa dalam darahnya melebihi


batas normal yaitu ≥ 110 mg/dl, Kondisi glukosa darah yang lebih tinggi daripada
normal disebut hiperglikemia. Hiperglikemia adalah keadaan dimana kadar gula
darah melonjak atau berlebihan, yang akhirnya akan menjadi penyakit yang
disebut Diabetes Melitus (DM) yaitu suatu kelainan yang terjadi akibat tubuh
kekurangan hormone insulin, akibatnya glukosa tetap beredar di dalam aliran
darah dan sukar menembus dinding sel. Diabetes mellitus atau yang lebih dikenal
dengan kencing manis merupakan penyakit yang timbul karena suatu gangguan
dari pankreas, yaitu organ tubuh yang biasa menghasilkan insulin dan sangat
berperan dalam metabolisme glukosa bagi sel tubuh. Seseorang yang terkena
diabetes mellitus selalu ditandai oleh naiknya kadar gula darah (hiperglikemia)
dan tingginya kadar gula dalam urine (Achjadi 2003). Pada orang yang menderita
diabetes mellitus atau kencing manis, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130
mg per 100 ml darah (Poedjiadi, 1994).
Terdapat dua jenis penyakit diabetes melitus yaitu diabetes melitus tipe 1
(insulin-dependent diabetes mellitus) yaitu kondisi defisiensi produksi insulin oleh
pankreas. Kondisi ini hanya bisa diobati dengan pemberian insulin. Diabetes
melitus tipe 2 (non-insulin-dependent diabetes mellitus) yang terjadi akibat
ketidakmampuan tubuh untuk berespons dengan wajar terhadap aktivitas insulin
yang dihasilkan pankreas (resistensi insulin), sehingga tidak tercapai kadar
glukosa yang normal dalam darah (Suryohudoyo 1996). Hiperglikemia biasanya
disebabkan oleh stress, infeksi, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Hiperglikemia
ditandai dengan poliuria, polidipsi, dan poliphagia, serta kelelahan yang parah dan
pandangan yang kabur. Penyebab belum pasti tetapi sering dihubungkan dengan
kurangnya insulin dan faktor predisposisi yaitu genetic, umur, dan obesitas.
Sedangkan kadar glukosa darah yang lebih rendah daripada normal disebut
hipoglikemia. Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah dapat terjadi karena
ketidak seimbangan antara makanan yang dimakan, aktivitas fisik dan obat-obatan
yang digunakan. Sindrom hipoglikemia ditandai dengan gejala klinis antara lain
penderita merasa pusing, lemas, gemetar, pandangan menjadi kabur dan gelap,
berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang sampai hilang
kesadaran (syok hipoglikemia).
DAFTAR PUSTAKA

Achjadi K. 2003. Penyakit Gangguan Metabolisme. Bogor : IPB Press.

Anonim. January 2006 Diabetes Car2006. "Standards of Medical Care-Table 6


and Table 7, Correlation between A1C level and Mean Plasma Glucose Levels on
Multiple Testing over 2-3 monthsStandar Pelayanan Kesehatan Korelasi antara
tingkat A1C dan Rata-rata Tingkat Glukosa Plasma. 2006. American Diabetes
Association.

Lestari DD, Purwanto DS, Kaligis SHM. 2013. Gambaran kadar glukosa
darah puasa pada mahasiswa angkatan 2011 fakultas kedokteran
universitas samratulangi dengan indeks massa tubuh 18,5- 22,9 kg/m2. Jurnal e
Biomedik . 1 (2): 991-994.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : UI Press.

Soewolo, dkk. 2000. Fisiologi Hewan. Jakarta: Pengembangan Guru Sekolah


Menengah

Suryohudoyo P & Purnomo SU. 1996. Dasar Molekuler Diabetes Mellitus (DM), Naskah
Lengkap Surabaya Diabetes Update-I : 71-73.