Anda di halaman 1dari 22

SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIS DENTAL MATERIAL

DISUSUN OLEH:

Blok Dental Material

Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Prima


Medan
2018
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam konteks bahan kedokteran gigi terdapat beberapa macam struktur unsur,
antara lain sifat mekanis dan fisik. Pada makalah ini kami mengambil topik bahasan
mengenai sifat mekanis dan fisik aplikasi dental sebagai subjek kajian utama dan
penerapannya pada bidang kedokteran gigi massa kini. Sebagai wacana, akan di
jelaskan terlebih dahulu mengenai sifat mekanis dan fisik tersebut. Yang di maksud
dengan sifat mekanis secara umum adalah respon yang terukur, baik elastik (reversible/
dapat kemabali ke bentuk semula bila tekanan di lepaskan) dan plastis irreversibe atau
tidak dapat kembali kebentuk semula atau tidak elastik dari bahan bila terkena gaya
atau distribusi tekanan. Sedang sifat fisik adalah kelompok sifat mekanis yang nam,pak
paling sering dinyatakan dalam unit tekanan dan tegangan. Unit – unit tersebut
mewakili pengukuran perubahan bentuk elastik atau reversible, yaitu batas
kesetimbangan, daya lenting (resilience) dan modulus elastisitas, perubahan bentuk
plastis atau ireversible, misalnya presentasi (dalam persen) elongasi, gabungan
perubahan elastik dan plastis seperti kekakuan dan kekuatan luluh (yield strength).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja contoh dari sifat mekanis ?
2. Apa saja contoh dari sifat fisik ?
3. Bagaimana aplikasi dari sifat mekanis dan fisik dalam dental material ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui sifat mekanis dan fisik pada dental material kedokteran gigi.
2. Mengetahui material yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi.
3. Mengetahui fungsi dental material dalam bidang kedokteran gigi.
4. Mengetahui penerapan dari sifat mekanis dan fisik dalam material kedokteran gigi.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Mengetahui Sifat Fisik dan Mekanis pada Dental Material Kedokteran Gigi

Stress and Strain

Stress (tekanan) adalah gaya per unit daerah yang bekerja pada berjuta-juta atom atau

molekul pada bidang tertentu suatu bahan. Kecuali untuk keadaan melengkung tertentu, contoh

dengan empat titik tekukan dan bentuk tertentu dari obyek tidak seragam, tekanan umumnya

berkurang sebagai fungsi jarak dari daerah gaya atau tekanan yang diaplikasikan.

Suatu tekanan harus didefinisikan menurut jenis dan besarnya. Berdasarkan arah

aplikasi gaya, dapat diklasifikasikan 3 jenis tekanan “tekanan” tarikan, kompresi dan geser.

Keadaan tekanan kompleks yang dihasilkan oleh gaya melengkung atau mengungkit ada pada

tekanan melengkung.

TekananTarik

Tekanan tarik disebabkan oleh suatu benda yang cenderung meregangkan atau

memperpanjang suatu benda. Tekanan tarik selalu disertai dengan regangan tarik. Ada

beberapa tekanan tarik murni pada kedokteran gigi dan komponen-komponen tekanan tarik

dapat ditemukan bila struktur bersifat lentur meskipun beban kompresi di aplikasikan.

Tekanan Kompresi

Bila suatu benda ditempatkan dibawah beban yang cenderung menekan

ataumemendekkannya, ketahanan internal terhadap beban tersebut disebut tekanan kompresi.

Untuk menghitung tekanan tarik dan tekanan kompresi, gaya yang diaplikasikan dibagi dengan

potongan melintang tegak lurus dengan arah gaya.

TekananGeser
Suatu tekanan geser cenderung menahan pergeseran dari satu bagian suatu benda ke

yang lain. Tekanan geser dapat juga dihasilkan dengan gerak memutar atau memilin suatu

bahan.Misalnya bila suatu gaya diaplikasikannya sepanjang permukaan email gigi oleh suatu

instrument berujung tajam, sejajar terhadap pertemuan antara email dan braket ortodonsi,

braket tersebut bisa juga terlepas karena kegagalan tekanan geser dari bahan perekat resin.

Tekanan geser dihitung dengan membagi gaya dengan daerah sejajar terhadap arah gaya.

Regangan dapat bersifat elastik atau plastik atau kombinasi keduanya.

1. Regangan elastik, dapat kembali ke bentuk semula ; regangan tersebut menghilang bila gaya

dibebaskan.

2. Regangan plastik, merupakan deformasi permanen suatu bahan yang tidak dapat kembali ke

bentuk semula bila gaya dibebaskan.

Bila suatu komponen protesa seperti lengan cengkeram pada gigi tiruan sebagian di

ubah bentuknya melampaui batas elastik masuk ke dalam region deformasi plastik hanya

regangan elastik yang dapt hilang ketika gaya dibebaskan. Jadi, bila dilakukan penyesuaian

dengan menekuk suatu kawat ortodonsi, tepi dari mahkota tiruan, atau cengkeram gigi tiruan

dan kemudian beban gaya dibebaskan, regangan plastis bersifat permanen, tetapi kawat tepi

mahkota tiruan atau cengkeram dapat melenting kembali batasan tertentu begitu terdapat

regangan elastis.

SIFAT MEKANIS BERDASARKAN PERUBAHAN ELASTIK

Ada beberapa sifat dan parameter mekanis penting yang mengukur sifat deformasi

elastik atau reversible bahan kedokteran gigi. Parameter tersebut adalah modulus elastik

(Modulus Young atau modulus elastisitas), modulus young dinamik (ditentukan dengan

mengukur kecepatan gelombang ultrasonik), modulus geser, fleksibilitas, resilien dan rasio
poisson. Sifat lain yang ditentukan dari tekanan pada ujung daerah elastik dari titik tekanan-

regangan dan pada awal daerah deformasi plastik( batas kesetimbangan, batas elastik dan

kekuatan luluh).

1. Modulus Elastik(Modulus Young atau Modulus Elastisitas)

Istilah modulus elastik menggambarkan kekerasan atau kekakuan relatif dari suatu

bahan,yang di ukur dengan lereng miring daerah elastic dari diagram tekanan-regangan.

2. Modulus Young Dinamis

Modulus elastik dapat di ukur dengan metode dinamis serta teknik statik yang telah

dibahas karena kecepatan suara melalui benda padat dapat di ukur dengan gelombang transuder

ultrasonik longitudinal dan transversal serta penerima yang tepat. Berdasarkan pada kecepatan

dan kepadatan suatu bahan, modulus elastik dan rasio poisson dapat ditentukan.

Metode penentuan modulus elastik dinamis tidak begitu sulit dibandingkan dengan uji

kompresi dan uji tarik konvensional tetapi nilai tersebut seringkali lebih tinggi dibandingkan

nilai yang diperoleh dari pengukuran statis.

3. Fleksibilitas

Ada keadaan yang membutuhkan regangan atau deformasi yang lebih besar pada

tekanan sedang atau kecil. Sebagai contoh, pada piranti ortodonsi sebuah pegas seringkali

dibengkokkan cukup jauh dibawah pengaruh tekanan kecil. Pada keadaan tersebut, struktur di

anggap fleksibel dan mempunyai sifat fleksibilitas. Fleksibilitas maksimal adalah regangan

yang terjadi ketika bahan ditekan sampai batas kesetimbangannya.

4. Resilien
Jarak antara atom-atom meningkat, energi internal meningkat. Sejauh tekanan tidak

lebih besar dibandingkan batas kesetimbangannya, energi ini disebut resilien. Istilah resilien

populernya dihubungkan dengan “kepegasan”, meskipun hal ini berkonotasi lebih luas lagi. (1)

5. Rasio Poisson

Bila suatu gaya tarik diaplikasikan pada benda , benda tersebut menjadi lebih panjang

dan lebih tipis. Sebaliknya gaya kompresi dapat membuat suatu benda lebih pendek tetapi lebih

tebal.Bila suatu tekanan tarik aksial, Sz pada daerah Z (sumbu panjang vertikal) dari suatu

system koordinasi tergak lurus xyz menghasilkan suatu regangan tarik elastik dan menyertai

kontraksi elastik pada arah x dan y, rasio dari Ix/ I2 atau Iy/Iz adalah sifat teknis suatu bahan

yang disebut Rasio Poisson (n).

SIFAT KELENTURAN

Kekuatan adalah tekanan yang dapat menyebabkan fraktur atau sejumlah deformasi

plastik tertentu.Kekuatan suatu bahan dapat digambarkan dengan satu atau lebih sifat berikut:

1. Batas Kesetimbangan, tekanan yang bila melebihi nilai tersebut tidak lagi seimbangdengan

regangan.

2. Batas Elastik, tekanan maksimal yang dapat ditahan suatu bahan sebelum bahan tersebut

mengalami deformasi plastik.

3. Kekuatan luluh atau bahan tekanan , tekanan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu

regangan plastik tertentu.

4. Kekuatan tarik puncak, kekuatan geser, kekuatan kompresi dan kekuatan fleksural, masing-

masing adalah ukuran tekanan yang diperlukan untuk mematahkan bahan.

Kekuatan bukanlah suatu ukuran dari daya tarik atau antar atom, melainkan suatu ukuran gaya
antar-atom bersama-sama pada keseluruhan kawat, silinder, implant, mahkota tiruan, pajak

atau struktur apapun yang terkena tekanan.

SIFAT MEKANIS STRUKTUR GIGI

Banyak sifat mekanik dari struktur gigi manusia yang telah di ukur, tetapi nilai yang

dilaporkan bervariasi dari satu penelitian ke penelitian lain. Tidak diragukan lagi perbedaan

tersebut adalah akibat masalah teknis yang berhubungan dengan persiapan dan pengujian

contoh bahan yang cukup kecil, yang pada beberapa situasi mempunyai panjang kurang dari1

mm.

Sifat tarik struktur gigi juga di ukur. Dentin dianggap lebih kuat terhadap tarikan(50

mPa) dibandingkan email(10 mPa). Meskipun kekuatan kompresi email dan dentin dapat

dibandingkan, batas kesetimbangan dan modulus elastisitas email lebih tinggi dibandingkan

nilai yang sama untuk dentin. semakin tinggi modulus elastisitas semakin rendah resiliensi dari

email dibandingkan dengan dentin.

SIFAT MEKANIK LAINNYA

1. Kekerasan

Kekerasan didefinisikan sebagai banyaknya energi deformasi plastik atau elastik yang

diperlukan untuk mematahkan suatu bahan dan merupakan ukuran dari ketahanan terhadap

fraktur . Kekerasan bergantung pada kekuatan dan kelenturan. Semakin tinggi kekuatan dan

semakin tinggi kelenturan, semakin besar kekerasan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa suatu

bahan keras umumnya kuat, meskipun suatu bahan yang kuat belum tentu keras.

2. Fraktur kekerasan
Kekuatan suatu bahan lentur seperti logam emas dan beberapa komposit bermanfaat

dalam menentukan tekanan maksimal yang dapat ditahan oleh suatu restorasi yang terbuat dari

bahan tersebut sebelum menjadi deformasi plastis atau fraktur. Untuk bahan rapuh seperti

keramik, kedokteran gigi, nilai kekuatan terbatas dalam desain protesa keramik.

3. Kerapuhan

Kerapuhan adalah ketidakmampuan relatif dari suatu bahan untuk menahan deformasi

plastik sebelum bahan tersebut menjadi patah. Misalnya, amalgam, keramik dan komposit

adalah rapuh pada temperature mulut(5°-55°C). Bahan tersebut menahan sedikit atau tidak

sama sekali regangan plastic sebelum patah. Dengan kata lain, suatu bahan rapuh patah pada

atau dekat batas kesetimbangan. (1)

2.2 SIFAT FISIK

Sifat fisik didasarkan pada mekanika, akustika, optic, termodinamika, kelistrikan,

magnet, radiasi, struktur atom atau gejala nuklir. Corak, nila, kroma, serta translusensi

(kebeningan) adalah sifat fisik yang berdasarkan pada dalil optic, yaitu ilmu yang berhubungan

dengan fenomena cahaya, visi dan penglihatan. Kekerasan juga merupakan sifat yang

seringkali digunakan untuk memperkirakan ketahanan dari suatu bahan dan kemampuannya

untuk mengikis struktur gigi lawannya. (1)

Abrasi dan Ketahanan Abrasi

Kekerasan seringkali digunakan sebagai suaatu petunjuk dari kemampuan suatu bahan

menahan abrasi atau pengikisan.Namun,abrasi merupakan mekanisme kompleks pada

linhkungan mulut yang mencakup interaksi anatara sejumlah faktor.Untuk alasan ini,peran

kekerasan sebagai suatu prediktor ketahanan abrasi adalah terbatas.Keterandalan pengujian in


vitro terhadap ketahanan abrasi juga dilakukan bersamaan dengan digunakannnya pengujian

in vivo terhadap ketahanan abrasi.Ada beberapa faktor utama lain yang dapat menyebabkan

pengaruh keausan permukaan email yang berkontak dengan bahan dan terdapat pula pengikisan

email gigi yang berlebihan oleh mahkota keramik lawannya cenderung terjadi pada pasien

dengan tekanan gigit yang kuat dan permukaan keramik yang kasar.Meskipun klinisi tidak

dapat mengendalikan tekanan gigit seorang pasien,mereka dapat memoles permukaan keramik

yang aus untuk mengurangi tingkat keausan email yang destruktif.

Kekentalan

Suatu cairan tidak dapat menahan tekanan geser 9gaya geser per unit daerah

geser),kebanyakan cairan bila dibuat bergerak menahan gaya beban yang membuatnya

bergerak.Ketahanan untuk bergerak disebut viskositas atau kekentalan dan dikendalikan oleh

gaya friksi internal dalam cairan.Kekentalan adalah ukuran konsistensi suatu cairan

besertaketidakmampuannya untuk mengalir.Cairan dengan kekentalan tinggi mengalir lambat

karena vaskositasnya yang tinggi.Sebagai contoh,suatu cairan berada pada ruang diantara 2

lempeng metal,lempeng bawah tidak dapat bergerak dan lempeng atas digerakkan dengan

kecepatan(V) tertentu,Suatu gaya (F)diperlukan untuk mengatasi tarikan yang dihasilkan oleh

friksi(viskositas)dari cairan.

Struktur dan Relaksasi Tekanan

Setelah suatu senyawa diubah bentuk secara permanen,akan ada tekanan internal yang

terjebak.Sebagai contoh,dalam suatu senyawa kristal,atom-atom dalam pola ruang geometrik

berubah tempat,dan sistem tersebut tidak dalam keseimbangan.Hal yang sama berlaku untuk

sistem amorf ,yaitu beberapa molekul menjadi terlalu berdekatan dan yang lain terlalu

berjauhan setelaah senyawa tersebut diubah bentuknya secara permanent.


Creep dan Aliran

Para ahli teknik yang merancang struktur-struktur untuk menahan tekanan dan

temperatur tinggi harus menghadapi sifat reologi (aliran)dari bahan padat.Bila suatu logam

dipanaskan pada temperatur mendekati titik leburnya dan dipajankan terhadap tekanan

konstan,geseran yang dihasilkan akan meningkat sebanding dengan fungsi waktu.Creep

didefinisikan sebagai geseran plastik yang bergantung waktu dari suatu bahan dibawah muatan

statis atau tekanan konstan.Aliran digunakan dalam diskusi sifat reologi dari cairan dan

sekarang diterapkan pada bahan amorf.

Warna dan Persepsi Warna

Bagian selanjutnya membahas sifat-sifat yang diperlukan agar suatu bahan dapat

merestorasi fungsi dari jaringan asli yang rusak atau hilang.Tujuan lain dari perawatan gigi

yang juga penting dalah merestorasi warna dan penampilan gigi asli.Pertimbangan eestetik

dalam kedokteran gigi restoratif dan prostetik dianggap menduduki prioritas tinggi.Cahaya

adalah radiasi elektromagnetik yang dapat terdeteksi oleh mata manusia.Mata sensitif terhadap

panjang gelombang lebih kurang 400(ungu)sampai 700nm(merah gelap).Intensitas cahaya

yang dipantulkan dan kombinasi intensitas panjang gelombang yang ada pada pancaran cahaya

menentukan sifat penampilan.Agar suatru obek dapat dilihat,obyek harus memantulkan atau

meneruskan cahaya yang diterimanya dari sumber diluar.


2. Mengetahui Dental Material dalam Bidang Kedokteran Gigi

Penelitian Ilmu Biomaterial dalam Bidang Kedokteran Gigi

 Resin Akrilik

Gigitiruan rahang atas dan bawah dengan basis terbuat dari resin akrilik. Hasil penelitian

yang dapat menyebutkan bahwa resin akrilik bersifat mematikan atau berbahaya bagi manusia.

Hal ini bukan berarti bahwa bahan tersebut seratus persen aman bagi manusia. Pada dasarnya

monomer metil metakrilat sebagai komponen utama dalam resin akrilik mudah mengalami

pelepasan dan hal ini yang menjadi penyebab utama timbulnya alergi pada beberapa orang

(Pfeiffer danRosenbauer, 2004). Selain itu, monomer metil metakrilat mudah sekali menguap

dan uapnya bersifat toksik (Wesley dan Bronsko, 2003). Penelitian yang dilakukan dengan

menggunakan monomer metil metakrilat pada biakan sel tikus menunjukkan bahan tersebut

dapat menghambat terjadinya sintesa ATP di dalam mitochondria yang dapat berlanjut pada

kematian sel (Bereznowski, 2004).(2)

 Resin Komposit
Resin komposit pertama kali diperkenalkan oleh Bowen pada tahun 1962.2-4 Resin

komposit mempunyai warna yang hampir menyerupai warna gigi asli, memiliki nilai estetis

dan biokompatibilitas yang tinggi.5,6 Akan tetapi, resin komposit mempunyai kelemahan yaitu

adanya penyusutan pada saat polimerisasi yang menyebabkan terbentuknya celah (gap) antara

dinding kavitas dan resin komposit yang dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran mikro. (3)

Davidson et al. cit Rosin et al. menyatakan bahwa tekanan kontraksi resin komposit selama

polimerisasi akan menghasilkan kekuatan yang bersaing dengan kekuatan perlekatan, sehingga

dapat mengganggu perlekatan terhadap dinding kavitas, hal ini merupakan salah satu penyebab

utama terjadinya kerusakan tepi. Petrovic et al. juga menyatakan bahwa kontraksi polimerisasi

menyebabkan perubahan volume resin komposit, yang berperan penting dalam menentukan

celah (gap) antara kavitas dan restorasi serta microleakage yang terbentuk. (3)

Unterbrink cit Attar et al. menyatakan bahwa resin komposit flowable diindikasikan untuk

merestorasi lesi karies klas V dikarenakan sifat bahan yang mudah beradaptasi dengan dinding

kavitas dan mudah menggunakannya.7,13 Akan tetapi, restorasi resin komposit pada karies servikal

sering mengalami kegagalan. Menurut Kaplan et al. cit Chimello et al., adaptasi marginal pada

kavitas klas V menjadi lebih sulit karena sedikit atau tidak adanya enamel pada tepi servikal,

sehingga restorasi berkontak dengan sementum atau dentin. Hal ini akan mengurangi kekuatan

perlekatan karena kekuatan perlekatan resin komposit terhadap permukaan dentin lebih lemah

dibandingkan dengan perlekatan resin komposit terhadap permukaan enamel.10 Selain itu, adanya

cairan sulkus gingival juga merupakan salah satu penyebab kegagalan restorasi resin komposit pada

daerah servikal. (3)

 Dental Amalgam
Amalgam merupakan campuran dari dua atau beberapa logam (alloy) yang salah satunya

adalah merkuri. Kata amalgam juga didefenisikan untuk menggambarkan kombinasi atau

campuran dari beberapa bahan seperti merkuri, perak, timah, tembaga, dan lainnya. (4)

Amalgam dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis yaitu : (4)

1. Berdasarkan jumlah metal alloy, yaitu: (4)

a. Alloy binary, contohnya : silver-tin

b. Alloy tertinary, contohnya : silver-tin-copper

c. Alloy quartenary, contohnya : silver-tin-copper-indium

2. Berdasarkan ukuran alloy, yaitu: (4)

a. Microcut, dengan ukuran 10 – 30 μm.

b. Macrocut, dengan ukuran lebih besar dari 30 μm.

3. Berdasarkan bentuk partikel alloy, yaitu : (4)

a. Alloy lathe-cut. Alloy ini memiliki bentuk yang tidak teratur.

b. Alloy spherical dibentuk melalui proses atomisasi. Dimana cairan alloy diatomisasi

menjadi tetesan logam yang berbentuk bulat kecil. Alloy ini tidak berbentuk bulat

sempurna tetapi dapat juga berbentuk persegi, tergantung pada teknik atomisasi dan

pemadatan yang digunakan.


c. Alloy spheroidal. Alloy spheroidal juga dibentuk melaui proses atomisasi.

3. Mengetahui Fungsi Dental Material dalam Bidang Kedokteran Gigi

Komposisi dan fungsi unsur – unsur dental amalgam

Komposisi bahan restorasi dental amalgam terdiri dari perak, timah, tembaga,

merkuri, platinum, dan seng. Unsur – unsur kandungan bahan restorasi amalgam tersebut

memiliki fungsinya masing – masing, dimana sebagian diantaranya akan saling mengatasi

kelemahan yang ditimbulkan logam lain, jika logam tersebut dikombinasikan dengan

perbandingan yang tepat. Pada Tabel 1 dapat dilihat komposisi persentase berat kandungan

alloy amalgam. (4)

Tabel 1. KOMPOSISI DARI ALLOY AMALGAM (4)

Alloy Persentase Berat

Silver 65 (minimum)

Tin 29 (maximum)

Copper 6 (maximum)

Zinc 2 (maximum)

Mercury 3 (maximum)

Fungsi unsur – unsur kandungan bahan restorasi terdiri atas : (4)


1. Silver

a. Memutihkan alloy

b. Menurunkan creep

c. Meningkatkan strength

d. Meningkatkan setting ekspansion

e. Meningkatkan resistensi terhadap tarnis. (4)

2. Tin

a. Mengurangi strength dan hardness

b. Menngendalikan reaksi antara perak dan merkuri. Tanpa timah reaksi akan terlalu cepat

terjadi dan setting ekspansi tidak dapat ditoleransi.

c. Meningkatkan kontraksi

d. Mengurangi resistensi terhadap tarnis dan korosi. (4)

3. Copper

a. Meningkatkan ekspansi saat pengerasan

b. Meningkatkan strength dan hardness. (4)

4. Zinc

a. Zinc dapat menyebabkan terjadinya suatu ekspansi yang tertunda bila campuran

amalgam terkontaminasi oleh cairan selama proses pemanipulasiannya. (4)


b. Dalam jumlah kecil, tidak dapat mempengaruhi reaksi pengerasan dan sifat – sifat

amalgam. Zinc berperan sebagai pembersih ataupun deoxidizer selama proses pembuatannya,

sehingga dapat mencegah oksidasi dari unsur – unsur penting seperti silver, copper ataupun tin.

Alloy yang dibuat tanpa zinc akan menjadi lebih rapuh, sedangkan amalgam yang dibuat dengan

penambahan zinc akan menjadi kurang palstis. (4)

5. Merkuri

Dalam beberapa merek, sejumlah kecil merkuri (sampai 3%) ditambahkan kedalam alloy.

Campuran yang terbentuk disebut dengan alloy pre-amalgamasi yang dapat menghasilkan reaksi

yang lebih cepat. (4)

6. Palladium

a. Mengeraskan alloy

b. Memutihkan alloy (4)

7. Platinum

a. Mengeraskan alloy

b. Meningkatkan resistensi terhadap korosi (4)

Pemakaian Dental Amalgam

Beberapa kegunaan bahan restorasi dental amalgam adalah sebagai berikut :

a. Sebagai bahan restorasi permanen pada kavitas klas I, klas II, dan klas V dimana faktor estetis

bukanlah suatu hal yang penting.


b. Dapat dikombinasikan dengan pin retentif untuk menempatkan mahkota.

c. Dipergunakan dalam pembuatan die.

d. Sebagai bahan pengisian saluran akar retrograde.

e. Dilihat dari segi biokompatibilitasnya, amalgam memiliki adaptasi yang cukup baik pada

jaringan di rongga mulut terutama email dari gigi tersebut.

Fungsi Resin Komposit

Kegunaan utama resin komposit adalah sebagai bahan restorasi baik pada gigi anterior

maupun posterior. Selain itu juga digunakan sebagai pit dan fisur sealant, serta sebagai luting

composite (misalnya untuk luting keramik dan restorasi komposit indirect). Dan dapat juga

digunakan sebagai mahkota dan jembatan sementara.(3)

4. Mengetahui Penerapan Sifat Fisik dan Sifat Mekanis Dental Material

a. Penerapan Dental Material dalam Penggunaan pada Gigi Tiruan

Gigi tiruan lengkap dapat didefinisikan sebagai protesa gigi lepasan yang dimaksudkan

untuk menggantikan permukaan pengunyahan dan struktur-struktur yang menyertainya dari

suatu lengkung gigi rahang atas dan rahang bawah. Protesa tersebut terdiri dari gigi-gigi tiruan

yang dilekatkan pada basis protesa. Basis protesa memperoleh dukungan melalui kontak yang

erat dengan jaringan mulut dibawahnya. (5)

Meskipun basis protesa individual dapat dibuat dari logam atau campuran logam,

kebanyakan basis protesa dibuat menggunakan polimer. Polimer tersebut dipilih berdasarkan
keberadaannya, kestabilan dimensi, karakteristik penanganan, warna, dan kekompakan dengan

jaringan mulut. Selain itu harus dapat juga memperbaiki ketepatan dan kestabilan dimensi dari

protesa gigi lengkap. (5)

b. Penerapan Dental Material dalam Penggunaan pada Protesa

Resin akrilik adalah resin termoplastis, merupakan persenyawaan kompon non metalik

yang dibuat secara sintetis dari bahan-bahan organik. Resin ini dapat dibentuk selama masih

dalam keadaan plastis dan mengeras apabila dipanaskan karena tejadi reaksi polimerisasi adisi

antara polimer dan monomer. Berdasarkan polimerisasinya, resin akrilik dibedakan menjadi

tiga, yaitu Heat Cured Acrylic, Self Cured Acrylic dan Light Cured Acrylic Resin, yang akan

dipakai dalam penelitian ini adalah Heat Cured Acrylic atau Resin Akrilik Polimerisasi panas.

(5)

Sejak pertengahan tahun 1940-an, kebanyakan basis protesa dibuat dengan

menggunakan resin poli(metal metakrilat). Resin-resin tersebut merupakan plastik lentur yang

dibentuk dengan menggabungkan molekul-molekul metal metakrilat multipel. Poli(metal

metakrilat) murni adalah tidak berwarna, transparan dan padat. Untuk mempermudah

penggunaannya dalam kedokteran gigi, polimer diwarnai untuk mendapatkan warna dan

derajat kebeningan. Warna serta sifat optik tetap stabil di bawah kondisi mulut yang normal;

dan sifat-sifat fisiknya telah terbukti sesuai untuk aplikasi kedokteran gigi. (5)
Satu keuntungan poli(metal metakrilat) sebagai bahan basis protesa adalah relatif

mudah pengerjaannya. Bahan basis protesa poli(metal metakrilat) biasanya dikemas dalam

sistem bubuk-cairan. Cairan mengandung metal metakrilat tidak terpolimer dan bubuk

mengandung resin poli(metal metakrilat) pra-polimerisasi dalam bentuk butir-butir kecil. Bila

cairan dan bubuk diaduk dengan proporsi yang tepat, diperoleh massa yang dapat dibentuk.

Kemudian bahan dimasukkan ke dalam mould (rongga cetakan) dari bentuk yang diinginkan

serta dipolimerisasi. Setelah proses polimerisasi selesai, hasil protesa dikeluarkan dan

dipersiapkan untuk dipasangkan pada pasien. (5)

c. Penerapan Penggunaan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Resin akrilik polimerisasi panas adalah resin jenis poli(metil) metakrilat yang

polimerisasinya dengan pemanasan. Energi termal yang diperlukan untuk polimerisasi bahan-

bahan tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan pemanasan air atau iradiasi gelombang

mikro. Resin akrilik polimerisasi panas dengan pemanasan air dilakukan dengan dua cara, yaitu

pemanasan air menggunakan kompor atau waterbath. (5)

Syarat-syarat yang dibutuhkan resin akrilik, yaitu:

a. Tidak toxis dan tidak mengiritasi.


b. Tidak terpengaruh cairan rongga mulut.
c. Mempunyai modulus elastisitas tinggi sehingga cukup kaku pada bagian yang tipis.
d. Mempunyai limit proporsionalitas yang tinggi, sehingga jika terkena stress tidak mudah
mengalami perubahan bentuk yang permanen.
e. Mempunyai kekuatan impak tinggi, sehingga tidak mudah patah atau pecah jika
terbentur atau terjatuh.
f. Mempunyai fatigue strength (ketahanan) yang tinggi, sehingga akrilik dapat dipakai
sebagai bahan restorasi yang tahan lama.
g. Keras dan memiliki daya tahan yang baik terhadap abrasi.
h. Estetis cukup baik, hendaknya transparan atau translusen dan mudah di pigmen. Warna
yang diperoleh hendaknya tidak luntur.
i. Radio-Opacity, memungkinkan bahan untuk dideteksi dengan sinar-X apabila tertelan.
j. Mudah direparasi jika patah.

k. Mempunyai densitas rendah untuk memudahkan retensinya di dalam mulut.


l. Mudah dibersihkan. (5)

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

a. Pada sifat fisik dan mekanis dental material dipengaruhi oleh adanya stress dan strain

yang akan menimbulkan beberapa aplikasi gaya seperti adanya compressive, tensile

dan shear. Ketiganya memiliki pengaruh besar terhadap kerja suatu benda yang

menimbulkan suatu oerubahan ditunjang dengan adanya suatu sifat mekanik : tekanan,

modulus young dan dinamis serta elastic, kekerasan, kekuatan dan juga kekentalan dan

juga adanya sifat fisik yang berperan dari sifat bahan dan warna bahan yang digunakan.

b. Pada penggunaan bahan-bahan material sangat bervariasi, dimana bahan-bahan

tersebut memiliki peranan ditiap-tiap kebutuhan yang berbeda. Tekukan dan bentukan

suatu benda ditunjang dengan adanya keberhasilan dari seseorang mendesign dengan

baik campyran bahan-bahan tersebut.


c. Fungsi bahan-bahan dental juga sangat bervariasi, tergantung dengan komposisi yang

ada di bahan-bahan tersebut, sehingga komposisi dari bahan tersebut akan memberikan

manfaat banyak pada kesesuaian pemakaiannya sendiri.

d. Penerapan sifat fisik dan mekanis bahan dental memiliki macam-macam penggunaan

sesuai keadaan yang berlaku. Seperti misalnya penggunanan gigi tiruan diterapkan

dengan pengaplikasian dari bahan resin akrilik, penggunaan untuk bahan tambalan

diterapkan penggunaan resin komposit serta amalgam dan protesa yang digunakan pada

gigi tiruan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Philips. Buku Ajar Kedokteran Gigi 10 th ed. Jakarta. EGC, 2003: 27-39.

2. Siswomihardjo, W. Peran Ilmu Biomaterial Bagi Umat Manusia. Suatu Pendekatan


Rekayasa Biomedik. Tesis. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta. 2008. Hal : 3-10.

3. Chapter I-pdf-bab I pendahuluan. Resin Komposit. Kegunaan Utama Resin Komposit.


[internet] 2008. [cited 2013 May 2007] available from : http://usu.ac.id.

4. Chapter II-pdf-bab II pembahasan. Dental Amalgam. Pengertian Dental Amalgam.


[internet] 2008. [cited 2013 May 28] available from : http://usu.ac.id.
5. Chapter III-pdf-bab II tinjauan pustaka. Penggunaan Bahan-bahan Dental Sifat Fisik
dan Mekanis. [internet] 2009. [cited 2013 May 28] available from : http://usu.ac.id.

Anda mungkin juga menyukai