Anda di halaman 1dari 2

MARS LANGITAN

Langitan pesantren yang luar biasa


Semboyanmu begitu mulia
‫المحافظة على القديم الصالح (واألخذ بالجديد‬
))‫األصلح (مرتين‬
Dari sebuah surau kecil sederhana
Ajarkan ilmu pada sanak tetangga
Buah kegigihan Kiai Nur Mulia
Berdirilah pondok tercinta
Delapan belas lima dua (1852)

Lalu Kiai Sholeh pun mengasuhnya


Putra kedua, sembilan bersaudara
Berbekal ilmu dari tanah Anbiya’
Mendidik dengan penuh cinta
Menghasilkan para Ulama
K. Kholil, K. Hasyim, K. Wahhab Hasbullah
K. Syamsyul, K. Shiddiq dan masih banyak yang lainnya

Dalam masa kepengasuhan ketiga


Putra menantu melanjutkan Ayahanda
Namun pondok tergenang air bencana
K. Khozin pun terpaksa
Memindahkan pondok tercinta

Kemudian Kiai penuh kharisma


Mengasuh pondok sejak usia muda
Dengan tetap mejaga tradisi lama
Berdiri Falahiyah kita
K. Abdul Hadi yang takwa
Beliau masyhur keistiqomahannya
Bermunajat dalam gulita
Bangunkan santri saat fajar menyapa
Tawadlu’nya tiada tara

Lalu mantan Ro’is Amm pondok tercinta


Kembangkankan pondok bersama ponakannya
Melanjutkan kepengasuhan Kakaknya
Mbah Mat Marzuqi panggilannya
Pejuang Nahdlatul ‘Ulama’

Setelah Sang Paman meninggal dunia


K. Abdulloh Faqih mengasuhnya
Langitan dalam masa keemasannya
Menjadi pondok yang ternama
Terkenal seluruh dunia
Beliau masyhur kesederhanaannya
Disegani para ‘Ulama’
Panutan agama dan pusaka bangsa
Abuya pun memuliakannya

Hingga kini Langitan tetap berjaya


Lanjutkan perjuangan Pengasuh lama
Berpegang pada semboyan mulia
Lahirkan pejuang agama
Oleh para Kiai kita
K. Munif, K. Ubaidillah, Yai Ali, Yai Muhammad
Yai Abdulloh, K. Abdurrohman generasi Pengasuh mulia