Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PHATWAY LEUKIMIA PADA ANAK

Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah ( keperawatan Anak II)

Dosen Pembimbing : Ns, andi akifah sudirman M,Kep

OLEH KELOMPOK 3:

1. SITI NURHASANAH
2. MOH. APRIANTO S. DAI
3. FATMAWATI DJAFAR
4. PUTRI IRIYANI GOBEL
5. ALWI IBRAHIM

KELAS C

PRODI STUDI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO

T\A 2019-2020
1. Phatway leukimia pada anak

Mutasi gen genetik, faktor lingkungan

Kerusakan DNA ( pada sel-sel hematopoetik)

Proliferasi sel kanker, sel kanker bersaing dengan sel normal untuk

Mendapatkan nutrisi ( leukimia )

infiltrasi

Myelo blast belum matang sel norman digantikan dengan sel kanker infiltrasiekstra

depresi sum-sum tulang medular

eritrosit leukosit trombosit/ f. pembekuan pembesaran limpa,liver

anemia infeksi resiko perdarahan nodus limfe, dan tulang

suplai O2 kejaringan demam perdarahan nyeri tulang dan persendian

tidak adekuat
hipertermia Resiko Nyeri akut
Perfusi infeksi
Perifer
Tidak
efektif

2. Diagnosa
a. Perfusi perifer tidak efektif
b. Nyeri akut
c. Hipertermi
d. Resiko infeksi
3. Intervensi

no Diagnosa Standar luaran Intervensi


1. Perfusi perifer tidak efektif Setelah dilakukan Perawatan sirkulasi
tindakan perawatan Observasi
Definisi: selama 1 x 24 jam maka 1. Periksa sirkulasi
Penurunan sirkulasi darah perfusi perifer meningkat perifer ( mis. Nadi
pada level kapiler yang dengan kriteria hasil: perifer, edema,
dapat mengganggu 1. Denyut nadi pengisian kapiler,
metabolisme tubuh perifer meningkat warna, suhu,
2. Warna kulit pucat anklebrachial
Tanda mayor: menurun index)
1. Pengisian kapiler 3. Pengisian kapiler 2. Identifikasi faktor
>3 detik membaik resiko gangguan
2. Nadi kapiler 4. Akral membaik sirkulasi ( mis.
menurun atau tidak 5. Turgor kulit Diabetes, perokok,
teraba membaik orang tua,
3. Akral teraba dingin hipertensi dan
4. Warna kulit pucat kadar kolestrol
5. Turgor kulit tinggi )
menurun 3. Monitor panas,
kemerahan, nyeri,
atau bengkak pada
ekstremitas
Terapeutik
1. Hindari
pemasangan infus
atau pengambilan
darah di area
keterbatasan
perfusi
2. Hindari
pengukuran
tekanan darah pada
ekstremitas dengan
keterbatasan
perfusi
3. Hindari penekanan
dan pemasangan
tourniquet pada
area yang cidera
4. Lakukan
pencegahan infeksi
5. Lakukan perawatan
kaki dan kuku
6. Lakukan hidrasi
Edukasi
1. Anjurkan berhenti
merokok
2. Anjurkan
berolahraga rutin
3. Anjurkan
mengecek air
mandi untuk
menghindari kulit
terbakar
4. Anjurkan
menggunakan obat
penurun tekanan
darah, antikoagulan
dan penurun
kolestrol, jika perlu
5. Anjurkan minum
obat pengontrol
darah secara teratur
6. Anjurkan
menghindari
penggunaan obat
penyekat beta
7. Anjurkan
melakukan
perawatan kulit
yang tepat (mis.
Melembabkan kulit
kering pada kaki ).
8. Anjurkan program
rehabilitasi
veskuler
9. Ajarkan program
diet untuk
memperbaiki
sirkulasi ( mis.
Rendah lemak
jenuh, minyak ikan
omega 3).
10. Informasikan tanda
dan gejala darurat
yang harus di
laporkan ( mis.
Rasa sakit yang
tidak hilang saat
istirahat, luka tidak
sembuh, hulangnya
rasa )
2 Nyeri akut Setelah dilakukan Menejemen nyeri
tindakan keperawatan Observasi:
Definisi: selama 1 x 24 jam maka 1. identifikasi lokasi,
Pengalaman sensorik atau tingkat nyeri menurun karakteristik,
emosional yang berkaitan dengan kriteria hasil: durasi, frekuensi,
dengan kerusakan jaringan 1. keluhan nyeri kualitas, intensitas
aktual atau fungsional, menurun nyeri
dengan onset mendadak 2. meringis 2. identifikasi skala
atau lambata dan menurun nyeri
berintensitas ringan hingga 3. sikap protektif 3. identifikasi respond
berat yang berlangsung menurun nyeri non verbal
kurang dari 3 bulan. 4. gelisah menurun 4. identifikasi faktor
5. kesulitan tidur yang memperberat
Tanda mayor: menurun dan memperingan
1. Mengeluh nyeri 6. frekuensi nadi nyeri
2. Tampak meringis membaik 5. identifikasi
3. Bersikap protektif pengetahuan dan
4. Gelisah keyakinan tentang
5. Frekuensi nadi nyeri
meningkat 6. identifikasi
6. Sulit tidur pengeruh budaya
terhadap respond
Tanda minor: nyeri
1. Tekanan darah 7. identifikasi
meningkat pengaruh nyeri
2. Pola nafas berubah pada kualitas hidup
3. Nafsu makan 8. monitor
berubah keberhasilan terapi
4. Proses berpikir komplementer yang
terganggu sudh di berikan
5. Menarik diri 9. monitor efek
6. Berfokus pada diri samping
sendiri penggunaan
7. Diaforesis analgetik
terapeutik
1. berikan tehnik non
farmakologis untuk
mengurangi rasa
nyeri
2. kontrol lingkungan
yang memperberat
rasa nyeri
3. fasilitasi istirahat
dan tidur
4. pertimbangkan
jenis dan sumber
nyeri dalam
pempilihan strategi
meredakan nyeri
edukasi
1. jelaskan penyebab,
periode, dan
pemicu nyeri
2. jelaskan strategi
meredakan nyeri
3. anjurkan
memonitor nyeri
secara mandiri
4. anjurkan
menggunakan
analgetik secara
tepat
5. ajarkan tehnik
nonfarmakologis
untuk mengurangi
rasa nyeri
kolaborasi
1. kolaborasi
pemberian
analgetik, jika
perlu.
3. Hipertermi Setelah dilakukan Menejemen hipertermia
tindakan keperawatan 1 x Observasi
Definisi: 24 Jam maka 1. identifikasi
Suhu tubuh meningkat di termoregulasi membaik penyebab
atas rentang normal tubuh dengan kriteria hasil: hipertermia ( mis.
1. menggigil Dehidrasi, terpapar
Tanda mayor: menurun lingkungan panas,
1. suhu tubuh diatas 2. suhu tubuh penggunaan
nilai normal membaik inkubator)
3. suhu kulit 2. monitor suhu tubuh
tanda minor: membaik 3. monitor kadar
1. kulit merah elektrolit
2. kejang 4. monitor haluaran
3. takikardi urin
4. takipnea 5. monitor komplikasi
5. kulit terasa hangat akibat hipertermia

terapeutik
1. sediakan
lingkungan yang
dingin
2. longgarkan atau
lepaskan pakaian
3. basahi dan kipasi
permukaan tubuh
4. berikan cairan oral
5. ganti linen setiap
hari atau lebih
sering jika
mengalami
hiperhidrosis (
keringat berlebih )
6. lakukan
pendinginan
eksternal ( mis.
Selimut hipotermia
dan kompres dingin
pada dahi, leher,
dada, abdomen,
aksila)
7. hindari pemberian
anti piretik atau
aspirin
8. berikan oksigen,
jika perlu
edukasi
1. anjurkan tirah
baring
kolaborasi
1. kolaborasi
pemberian cairan
dan elektrolit
intravena, jika
perlu

4. Resiko perdarahan Setelah dilakukan Pencegahan perdarahan


tindakan keperawatan 1 x Observasi
Definisi: 24 Jam maka tingkat 1. monitor tanda dan
Beresiko mengalami perdarahan menurun gejala perdarahan
kehilangan darah baik dengan kriteria hasil: 2. monitor nilai
internal ( terjadi di dalam 1. kelembapan hematokrit/
tubuh ) maupun eksternal membran mukosa hemoglobin
( terjadi hingga luar tubuh meningkat sebelum dan
) 2. kelembapan kulit setelah kehilangan
meningkat darah
Kondisi klinis terkait: 3. hemoptisis 3. monitor tanda-
1. aneurisma menurun tanda vital
2. koagulopati 4. hematemesis ortostatik
intraveskuler menurun 4. monitor koagulasi (
diseminata 5. hematuria mis. Prothrombin
3. sirosis hepatis menurun time (PT), partial
4. ulkus lambung 6. hemoglobin thromboplastin
5. varises membaik time (PTT),
6. trombositopenia 7. hematokrit fibrinogen,
7. ketuban pecah membaik degradasi fibrin
sebelum waktunya dan/atau platelet)
8. plasenta terapeutik
previa/abrupsio 1. pertahankan bed
9. atonia uterus rest selama
10. retensi plasenta perdarahan
11. tindakan 2. batasi tindakan
pembedahan invasif, jika perlu
12. kanker 3. gunakan kasur
13. trauma pencegah dikubitus
4. hindari pengukuran
suhu rektal
edukasi
1. jelaskan tanda dan
gejla perdarahan
2. anjurkan
menggunakan kaus
kaki saat ambulasi
3. anjurkan
meningkatkan
asupan cairan
untuk menghindari
kostipasi
4. anjurkan hindari
aspirin atau
antikoagulan
5. anjurkan
meningkatkan
asupan makanan
dan vitamin K
6. anjurkan segera
melapor jika terjadi
perdarahan
kolaborasi
1. kolaborasi
pemberian obat
pengontrol
perdarahan, jika
perlu
2. kolaborasi
pemberian produk
darah, jika perlu
3. kolaborasi
pemberian pelunak
tinja, jika perlu