Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keperawatan maternitas merupakan pelayanan keperawatan profesional
yang ditujukan kepada wanita usia subur yang berkaitan dengan masa diluar
kehamilan, masa kehamilan, masa melahirkan, masa nifas sampai enam minggu,
dan bayi yang dilahirkan sampai berusia 40 hari beserta keluarganya. Pelayanan
berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan
psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. (CHS/KIKI,
1993)
Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik dengan selalu
menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya
berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya. Kegiatan yang
dilakukan meliputi kegiatan advokasi dan mendidik WUS dan melakukan
tindakan keperawatan dalam mengatasi masalah kehamilan persalinan dan nifas,
membantu dan mendeteksi penyimpangan-penyimpangan secara dini dari keadaan
normal selama kehamilan sampai persalinan dan masa diantara dua kehamilan,
memberikan konsultasi tentang perawatan kehamilan, pengaturan kehamilan,
membantu dalam proses persalinan dan menolong persalinan normal, merawat
wanita masa nifas dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari menuju kemandirian,
merujuk kepada tim kesehatan lain untuk kondisi-kondisi yang membutuhkan
penanganan lebih lanjut

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana issue dan trend keperawatan maternitas?
2. Bagaimana tanda, jenis dan klarifikasi issue dan trend keperawatan
maternitas?
3. Bagaimana cara penanggulangan issue dan trend keperawatan maternitas?

1.3 Tujuan

1
a. Terciptanya pengetahuan mahasiswa mengenai issue dan trend keperawatan
maternitas
b. Mahasiswa mampu mengenali dan menyebutkan berbagai tanda dan macam
macam klasifikasi dalam trend dan issue keperawatan maternitas
c. Turut berpartisipasi dalam penanggulangan trend dan issue keperawatan
maternitas

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Keperawatan Maternita
A. Pengertian
Keperawatan Maternitas merupakan persiapan persalinan serta kwalitas
pelayanan kesehatan yang dilakukan dan difokuskan kepada kebutuhan bio-fisik
dan psikososial dari klien, keluarga , dan bayi baru lahir. (May & Mahlmeister,
1990) .
Keperawatan Maternitas merupakan sub system dari pelayanan kesehatan
dimana perawat berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya untuk membantu
beradaptasi pada masa prenatal, intranatal, postnatal, dan masa interpartal.
(Auvenshine & Enriquez, 1990) http://maternitas/konsep-keperawatan-
maternitas.htmlKeperawatan Maternitas merupakan pelayanan professional
berkwalitas yang difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu
selama proses konsepsi / kehamilan, melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru
lahir dengan menekankan pada pendekatan keluarga sebagai sentra Pelayanan.
(Reede, 1997)

B. Tujuan (Klegman ME:Annual summary of vital.statistick,1992)


Tujuan keperawatan maternitas adalah:
a. Membantu wanita usia subur & keluarga dalam masalah produksi &
menghadapi kehamilan
b. Membantu PUS untuk memahami kehamilan, persalinan, & nifas adalah
normal.
c. Member dukungan agar ibu memandang kehamilan, persalinan, & nifas
adalah pengalaman positif & menyenamgkan.
d. Membantu mendeteksi penyimpangan secara dini.

C. Peran Perawat
1. Peran perawat dalam keperawatan maternitas menurut Reeder (1997):
a) Pelaksana

3
b) Pendidik
c) Konselor
d) Role model bagi para ibu
e) Role model bagi teman sejawat
f) Perumus masalah

2. Peran perawat dalam keperawatan maternitas menurut Old(1988), Bobak &


Jensen (1993):
a) Memberi pelayanan
b) Pendidik
c) Change Agent
d) Political Activist
e) Peneliti

D. Paradigma Keperawatan
Paradigma keperawatan merupakan suatu cara pandang dari profesi
keperawatan untuk melihat suatu kondisi dan fenomena yang terkait secara
langsung dengan aktifitas yang terjadi dalam profesi tersebut, paradigma
keperawatan pada keperawatan maternitas meliputi manusia, lingkungan, sehat,
dan keperawatan.
1. Manusia
Terdiri dari wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan
dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua
kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya
adalah anggota keluarga yang unik dan utuh, merupakan mahluk bio-psiko-
sosial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan
dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas
perkembangan wanita adalah pengalaman melahirkan danak yang dapat
merupakan krisis situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu
beradaptasi dengan baik.

4
2. Lingkungan
Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
budaya dan social disamping pengaruh fisik Proses kehamilan danpersalinan
serta nifas akan melibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat. Proses
kelahiran merupakan permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam
keluarga yang sangat penting, sehingga pelayanan maternitas akan
mendorong interaksi yang positif dari orang tua, bayi dan angota keluarga
lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.

3. Sehat
Sehat adalah suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, bersifat dinamis
dimana perubahan-perubahan fisik dan psikososial mempengaruhi kesehatan
seseorang.setiap indivisu memeiliki hak untuk lahir sehat sehingga WUS
dan ibu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang
berkualitas.

4. Keperawatan ibu
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional yang
ditujukan kepada wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS)
berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara
dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta
keluarganya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam
melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan. Keperawatan ibu memberikan asuhan keperawatan
holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari
bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai
untuk dirinya.

E. Model Konsep

5
1. FCMC (Family Centered Maternity Care):
a. Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal orang tua.
b. Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan
nifas.
c. Mengikut sertakan keluarga dalam operasi.
d. Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
e. Menetapkan peraturan yang flexibel.
f. Menjalankan system kunjungan tidak ketat
g. Mengadakan kontrak dini bayi dan orang tua.
h. Menjalankan rooming-in (Ruang rawat gabung untuk ibu hamil).
i. Mengikut sertakan anak-anak dalam proses perawatan.
j. Melibatkan keluarga dalam perawatan NICU.

2. Tradisional Care
a. Memisahkan ibu dari keluarga selama proses persalinan.
b. Mmemindahkan klien: dari ruang penerimaan ke ruang persalinan.
c. Melarang ibu beraktifitas selama proses persalinan.
d. Melakukan tindakan rutin: episitomi, obat-obatan.
e. Tidak ada keluarga ikut dalam proses persalinan & operasi.
f. Kontak orang tua & anak kurang.
g. Pemberian susu bayi dibatasi.
h. Waktu berkunjung dibatasi.
i. Rooming-in dibatasi.
j. Tidak ada Follow-up ke rumah.
k. Kontrol postpartum rutin pada hari minggu ke enam.

3. Model Konsep “Self Care Orem” :


a. Penekanan pada aktifitas mandiri kemudian mencapai kesejahteraan
ibu & bayi.
b. Pada Maternal: mampu mandiri dalam perawatan diri.
c. Melihat dari kemampuan.

6
d. Berdasarkan kondisi

4. Model Konsep “Adaptasi” :


a. Mempunyai kemampuan adaptasi dalam rangka mencapai kebutuhan.
b. Manusia selalu konstan berinteraksi dengan lingkungan (selalu
berubah).
c. Maternal sepanjang proses konsepsi sampai postpartum terjadi
perubahan fisik, psikologis, dan social.

F. Pendekatan Pelayanan Keperawatan Dalam Keperawatan Maternitas Yaitu:


a. Holistik
b. Penghargaan terhadap pasien
c. Peningkatan kemampuan pasien kemandirian
d. Pemanfaatan dan peningkatan sumber daya yang di perlukan
e. Proses keperawatan
f. Berpusat kepada family=FCMC(Family centered maternity care)
g. Caring siap dengan klien, menghargai, system nilai , memenuhi kebutuhan
dasar klien, penyuluhan konseling kesehatan

2.2 Trend Keperawatan Maternitas


Pada masyarakat yang menuju ke arah moderen, terjadi peningkatan
kesempatan untuk meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, peningkatan
pendapatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hukum dan
menjadikan masyarakat lebih kritis.Kondisi itu berpengaruh kepada pelayanan
kesehatan dimana masyarakat yang kritis menghendaki pelayanan yang bermutu
dan diberikan oleh tenaga yang profesional. Keadaan ini memberikan implikasi
bahwa tenaga kesehatan khususnya keperawatan dapat memenuhi standart global
internasional dalam memberikan pelayanan kesehatan/keperawatan, memiliki
kemampuan professional, kemampuan intelektual dan teknik serta peka terhadap
aspek social budaya, memiliki wawasan yang luas dan menguasi perkembangan

7
Iptek. .Menyadari peran profesi keperawatan yang masih rendah dalam dunia
kesehatan akan berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi
tercapainya tujuan kesehatan, maka solusi yang harus ditempuh dalam
keperawatan maternitas ditahun 2010 adalah:
A. Mengembangkan Pendidikan Keperawatan
Sistem pendidikan tinggi keperawatan sangat penting dalam
pengembangan perawatan professional, pengembangan teknologi
keperawatan, pembinaan profesi dan pendidikan keperawatan
berkelanjutan.Akademi Keperawatan merupakan pendidikan keperawatan
yang menghasilkan tenaga perawatan professional dibidang
keperawatan.Sampai saat ini jenjang ini masih terus ditata dalam hal SDM
pengajar, lahan praktik dan sarana serta prasarana penunjang pendidikan.

B. Menetapkan Sytem Pelayanan keperawatan Profesional


Depertemen Kesehatan RI sampai saat ini sedang menyusun registrasi,
lisensi dan sertifikasi praktik keperawatan.Selain itu semua penerapan model
praktik keperawatan professional dalam memberikan asuhan keperawatan
harus segera di lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen/klien.

C. Menyempurnakan Organisasi Keperawatan


Organisasi profesi keperawatan memerlukan suatu perubahan cepat dan
dinamis serta kemampuan mengakomodasi setiap kepentingan individu
menjadi kepentingan organisasi dan mengintegrasikannya menjadi
serangkaian kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya. Restrukturisasi
organisasi keperawatan merupakan pilihan tepat guna menciptakan suatu
organisasi profesi yang mandiri dan mampu menghidupi anggotanya melalui
upaya jaminan kualitas kinerja dan harapan akan masa depan yang lebih baik
serta meningkat.

D. Peran Perawat
Peran perawat dalam keperawatan maternitas menurut Reeder (1997):

8
1) Pelaksana
Perawat yang bekerja member asuhan keperawatan di tempat pelayanan
kesehatan.
2) Pendidik
Pendidik disini dapat sebagai dosen bagi pasien maupun perawat
memberikan pendidikan kepada klien.
3) Konselor
Perawat sebagai seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan
konseling kepada klien, konselor bertanggung jawab memberikan
layanan dan konseling
4) Role Mode Bagi Teman Sejawat
Panutan sesama perawat atau saling bekerja sama antar paerawat.
5) Perumus Masalah
Mengetahui masalah-masalah yang muncul pada pasien dan merumuskan
masalah tersebut.
6) Ahli Perawat
Perawat harus ahli dalam melaksanakan tugas keperawatan.

E. Paradigma keperawatan Maternitas (Dasar Kep,Profesional H. Zaidin Ali)


1. Manusia
a) Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi interpersonal dan kebutuhan
dasar hidup yang
b) Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang lain yang mampu
memenuhi kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.
c) Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku serta berdasarkan
pengalaman masa lalu.
d) Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan diri dan
upaya mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tak terpenuhi.
2. Lingkungan
Lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh
terhadap penyakit.

9
3. Sehat
Merupakan symbol perkembangan kepribadian dan yang berlangsung secara
terus-menerus menuju kehidupan yang kreatif.

4. Keperawatan Maternitas
a) Keperawatan maternitas merupakan suatu instrumen pendidikan yang
memfasilitasi kebutuhan ibu hamil, persalinan, masa nifas, bayi baru
lahir
b) Aktivitas keperawatan maternitas diserahkan untuk ibu hamil,dan bayi
mencapai kesehatan yang optimal
c) Fokus aktivitas keperawatan maternitas adalah masalah yang
mencerminkan ruang lingkup aktivitas keperawatan dan kemandarian
dlam proses diagnosis,tindakan ( terapi ) ,pendidikan riset
5. Tujuan Keperawatan Maternitas
a) Membantu klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam
mempersiapkan diri untuk kehamilan.
b) Memberi dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai
pengalaman yang positif dan menyenangkan
c) Memahami social budaya klien.
d) Membantu mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada klien
6. Model Konsep Keperawatan Maternitas.
a) Melaksanakan kelas untuk pendidikan prenatal untuk orang tua
b) Mengikut serta keluarga dalam perawatan kehamilan, persalinan, dan
nifas.
c) Mengikut sertakan keluarga dalam operasi
d) Mengatur kamar bersalin sepeti suasana rumah.
e) Menjalankan system kunjungan tidak ketat.
f) Pemulangan secepat mungkin.
g) Karakteristik
 Fokus kebutuhan dasar
 Pendekatan keluarga

10
 Tindakan khusus dengan peran perawat
 Terjadi Interaksi
 Kerja dalam tim

7. Tatanan Pelayanan
Tatanan dalam keperawatan maternitas yaitu:
a) Rumah Sakit
b) Puskesmas
c) Rumah Bersalin
d) Komunitas
e) Polindes

2.3 Trend dan Issue Keperawatan Maternitas


A. Masalah
1. Penyebab angka kematian bayi masih tinggi
Kematian pada bayi disebabkan oleh penyakit menular seperti radang
paru-paru, diare dan malaria, Penyakit yang merenggut paling banyak korban
jiwa adalah radang paru-paru 18 persen, atau sebanyak 1,58 juta anak diare
(15 persen, 1,34 juta) dan malaria 8 persen, 0.73 juta anak
2. Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi
3. Penyebab angka kelahiran bayi masih tinggi adalah pelayanan kesehatan yang
semakin
4. meningkat, kurangnya pengetahuan masyarakat progam KB
5. Angka Kematian Ibu (AKI)
6. Angka Kematian Ibu (AKI) tiap tahun atau dua ibu tiap jam meninggal oleh
sebab yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan nifas (Depkes
RI,Dirjen Binkesmas, 2004)
Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas faktor-
factor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosio-
ekonomi. Penyebab komplikasi obstetrik langsung telah banyak diketahui dan

11
dapat ditangani, meskipun pencegahannya terbukti sulit.Perdarahan sebagai
penyebab kematian ibu terdiri atas perdarahan antepartum dan perdarahan
postpartum. Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat darurat yang
kejadiannya masih banyak dari semua persalinan, penyebabnya antara lain
plasenta previa, solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas sumbernya
(Chalik TMA, 1997).
Secara sempit, risiko obstetrik diartikan sebagai probabilitas kematian
dari seorang perempuan atau ibu apabila ia hamil. Indikator yang lebih
kompleks adalah adalah risiko seumur hidup (lifetime risk) yang mengukur
probabilitas kematian perempuan atau ibu sebagai akibat kehamilan dan
persalinan yang dialaminya selama hidup.Bila istilah pertama hanya
mencantumkan kehamilan maka yang kedua mempunyai dimensi yang lebih
lebar yaitu kemampuan dan jumlah fertilitas Tingginya kematian ibu sebagian
besar disebabkan oleh timbulnya penyulit persalinan yang tidak dapat segera
dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih mampu.Keterlambatan merujuk
disebabkan berbagai faktor seperti masalah keuangan, transportasi dsb.
(Depkes RI, Dirjen Yanmedik, 2005
7. Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat
menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak
seksual..Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah
kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3
juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini.Hampir seluruh PMS
dapat diobati.Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah
menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain,
seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang
disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan. Beberapa dari infeksi
tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat
mematikan. Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan
gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian.
Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit

12
Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan.
Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan
penting untuk dilakukan..

B. Penemuan Teknologi Terbaru


1. Alat Kontrasepsi Implan Terbaru
UGM berhasil menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB
generasi ke tiga yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontresepsi ini bias
bertahan hingga 7 tahun di badingkan implant saat ini yang ber umur 5 tahun.
Penemuan ini hasil dari penelitian dari jurusan Farmatologi dan Toksikologi
UGM.( WWW.KOMPAS.COM)

2.Water Brith
Proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air,
manfaaatnya ibu akan merasakan lebih relaks karena semua otot yang
berkaitan dengan proses persalinan menjadi lebih elastic. Metode ini juga
akan mempermudah proses mengejar sehingga rasa nyeri selama persalinan
tidak terlalu dirasakan, di dalam air proses proses pembukaan jalan lahir akan
lebih cepat. (http://id.wikepidia.org/wiki/persalinan_di_air

3. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D


Alat USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang
berkemampuan menampilkan gambar 3 dan 4 dimensi di teknologi ini janin
dapat terlihat utuh dan jelas seperti layaknya bayi yang sesungguhnya (
DrJudi Januadi Endjun S.pog
Alat USG ini bahkan dapat memperlihatkan seluruh tubuh bayi berikut
gerak- geriknya teknologi 3 dan 4 dimensimenjadi pelengkap bila di duga
janin dalam keadaan tidak normal dan perlu di cari kelainan bawaannya

13
seperti bibir sumbing, kelaina pada jantung dan sebagainya. Secara lebih
detail kelebihan USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin dapat
terbaca secara lebih akurat, karena teknologi ini dikembangkan untuk
meningkatkan ketepatan diagnosa. (http://www.mail-archive.com/milis-
nakita@news.gramedia-majalah.com/msgo4183.html )

4. Pil Kabe Terbaru


Pil KB dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang
memberikan perlindungan kontrasepsi yang dapat diandalkan, dengan
berbagai manfaat tambahan dalam suatu kombinasi yang unik Pil Kb
dengan dorspirenone adalah pil yang membuat seseorang merasa lebih
nyaman.Mengandung progestin baru dorspirenone yaitu homon yang sangat
menyerupai progesteron salah satu hormon dalam tubuh.Dorspirenone
mempunyai profil farmakologis yang sangat mirip dengan progesteron
alami dengan karateristik memiliki efekantimineralokortoid dan
antiandrogenik tidak memiliki aktifitas ekstrogenik, androgenik,
glukortikoid dengan sifat antineralokortikoid.Pil KB dengan dorspirenone
dapat memberikan manfaat tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan,
mengurangi gejala kembung, Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid,
dan mengatur keluarnya darah haid, tidak menaikan tekanan darah dengan
androgennya.Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan manfaat
tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan mempercantik rambut dan kulit.

5. Robot Di gunakan Mengobati Orang Sakit


Diagnostik ini robot akan menggunakan penelitian global untuk
memberikan pendapat ahli, beberapa dokter yang akan berani untuk
diabaikan. Pelatihan medis akan beralih dari apa yang orang tahu, untuk
mendapatkan data yang akurat yang robot bisa membuat keputusan, dan
menyediakan “high-touch” dukungan emosional. Ahli bedah akan selalu

14
berada pada premium, bersama-sama dengan tangan-on wali yang akan
semakin berbasis masyarakat, dengan kualifikasi yang sangat khusus.
Operasi remote akan menjadi bagian rutin setiap pusat spesialis rutin. Batas
antara dokter dan perawat akan terus kabur sebagai perawat berwenang
untuk membuat lebih banyak keputusan. htm )

C. Mengenal Lebih Dalam Alat Kontrasepsi


1. Kontrasepsi Mekanik
a. Alat Kontrasepsi dalam Rahim/AKDR/IUD lebih dikenal dengan nama
spiral. Berbentuk alat kecil dan banyak macamnya. Ada yang terbuat dari
plastik seperti bentuk huruf S (Lippes Loop). Ada pula yang terbuat dari
logam tembaga berbentuk seperti angka tujuh (Copper Seven) dan mirip
huruf T (Copper T). Selain itu, ada berbentuk sepatu kuda (Multiload).
“Yang paling terkenal Copper T dan Multiload. Kontrasepsi tersebut jadi
pilihan karena kenyamanannya. Modifikasi terbaru Copper T, yaitu Nova
T memiliki keunggulan lebih lembut,” jelas Andon.
Alat kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter dengan
bantuan alat. Benda asing dalam rahim ini akan menimbulkan reaksi yang
dapat mencegah bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim.
Alat ini bisa bertahan dalam rahim selama 2-5 tahun, tergantung jenisnya
dan dapat dibuka sebelum waktunya jika Anda ingin hamil lagi.

b. Spermisida
Kontrasepsi ini merupakan senyawa kimia yang dapat
melumpuhkan sampai membunuh sperma. Bentuknya bisa busa, jeli,
krim, tablet vagina, tablet, atau aerosol. Cara pemakaiannya, sebelum
melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam
vagina.Setelah kira-kira 5-10 menit hubungan seksual dapat dilakukan.

15
Penggunaan spermisida ini kurang efektif bila tidak dikombinasi dengan
alat lain, seperti kondom atau diafragma. “Dari 100 pasangan dalam
setahun, ada 3 wanita yang hamil.Tapi karena sering salah dalam
pemakaiannya, bisa terjadi sampai 30 kehamilan,” jelas
Andon.Diakuinya, banyak wanita merasa tak nyaman menggunakan
spermasida.“Keluhannya, tidak enak dan timbul alergi,” ujar Andon
kemudian.Selain itu, pemakaiannya agak merepotkan menjelang
hubungan senggama.Pasangan pun sulit mencapai kepuasan.

2. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi ini menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi
estrogen dan progesteron.Penggunaan kontrasepsi ini dilakukan dalam bentuk
pil, suntikan, atau susuk. Pada prinsipnya, mekanisme kerja hormon
progesteron adalah mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur,
mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat
lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil
konsepsi, saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat
bertemunya sperma dan sel telur.Kontrasepsi Hormonal Meliputi
a) Pil Atau KB
Pil bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping,
dan meminimalkan keluhan.Sebagian besar wanita dapat menerima
kontrasepsi ini tanpa kesulitan. Di Indonesia, jenis ini menduduki jumlah
kedua terbanyak dipakai setelah suntikan. Pil ini tersedia dalam berbagai
variasi.Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula
kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen.Cara
menggunakannya, diminum setiap hari secara teratur. Ada dua cara
meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Untuk sistem 28, pil
diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet
plasebo).Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus, kemudian

16
dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi.Jadi,
dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial).
Sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen
menyebabkan mudah tersinggung, tegang, berat badan bertambah,
menimbulkan nyeri kepala, perdarahan banyak saat menstruasi,
Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara
tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang
senggama kering Penggunaan pil secara teratur dan dalam waktu panjang
dapat menekan fungsi ovarium. Kerugian lainnya, mungkin berat badan
bertambah, juga rasa mual sampai muntah, pusing, mudah lupa, dan ada
bercak di kulit wajah seperti vlek hitam.Juga dapat mempengaruhi fungsi
hati dan ginjal.Kecuali itu, kandungan hormon estrogen dapat
mengganggu produksi ASI.Keuntungannya, pil ini dapat meningkatkan
libido, sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis.Haid menjadi
teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah
haid.Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7
wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan
keperawatan profesional yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur
(WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara
dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya,
berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan
psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan
pendekatan proses keperawatan. Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat
maka setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Keperawatan ibu menyakini bahwa peristiwa kelahiran merupakan proses fisik
dan psikis yang normal serta membutuhkan adaptasi fisik dan psikososial dari
individu dan keluarga. Keluarga perlu didukung untuk memandang kehamilan
sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan.Upaya mempertahankan
kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan partisipasi aktif dari
keluarganya.Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan
keluarga, dapat mengakibatkan krisis situasi selama anggota keluarga tidak
merupakan satu keluarga yang utuh. Proses kelahiran merupakan permulaan
bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting. Pelayanan
keperawatan ibu akan mendorong interaksi positif dari orang tua, bayi dan
angggota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.
Sikap, nilai dan perilaku setiap individu dipengaruhi oleh budaya dan social
ekonomi dari calon ibu sehingga ibu serta individu yang dilahirkan akan
dipengaruhi oleh budaya yang diwarisi. Dalam memberikan asuhan keperawatan
diperlukan kebijakan umum kesehatan (terintegrasi) yang mengatur praktek,
SOP/standar operasi prosedur, etik dan profesionalisme, keamanan, kerahasiaan
pasien dan jaminan informasi yang diberikan.Perawat memiliki komitmen
menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan pasien
sesuai kode etik keperawatan.Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik
dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan

18
keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya. Perawat
mengadakan interaksi dengan klien untuk mengkaji masalah kesehatan dan
sumber-sumber yang ada pada klien, keluarga dan masyarakat; merencanakan dan
melaksanakan tindakan untuk mengatasi masalah-maslah klien, keluarga dan
masyarakat; serta memberikan dukungan pada potensi yang dimiliki klien dengan
tindakan keperawatan yang tepat. Keberhasilan penerapan asuhan keperawatan
memerlukan kerjasama tim yang terdiri dari pasien, keluarga, petugas kesehatan
dan masyarakat.

19
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Zaidin. 2002. Dasar- Dasar Keperawatan, Profesional. Widya Medika :
Jakarta.
Deitra Leonard Lowdermik, dkk. 1999. Maternity Nursing, fifth edition. St.Louis:
Mosby.
Emily Slone McKinney, dkk. 2000. Maternal-Child Nursing. W.B.Saunders
Company

20