Anda di halaman 1dari 15

1. UU No. 12 tahun 2013 ?

Tentang tenaga kerja warga asing.

2. PERPRES No.12 tahun 2013 ?


Tentang Jaminan kesehatan

3. Obat Kadaluarsa jauh dikasih tanda warna apa ? Putih,hijau,, biru, kuning,merah ?
Masa < 6bulan : kuning
Masa 6-12bulan : Merah
Masa >12bulan : Hijau

4. Fungsi kartu stok ?


 Kartu stok digunakan untuk mencatat mutasi obat (penerimaan, pengeluaran, hilang, rusak atau kadaluarsa).
 Tiap lembar kartu stok hanya diperuntukkan mencatat data mutasi 1 (satu) jenis obat yang berasal dari 1 (satu) sumber
anggaran.
 Tiap baris data hanya diperuntukkan mencatat 1 (satu) kejadian mutasi obat.
 Data pada kartu stok digunakan untuk menyusun laporan, perencanaan pengadaan distribusi dan sebagai pembanding
terhadap keadaan fisik obat dalam tempat penyimpanannya.

5. kepanjangan dan arti dari PC dan AC ?


PC : Poest Coenam (Setelah makan)
AC : Ante Coenam (Sebelum makan)

6. Dosis Lazim Bromhexin ?


Sirup 4 mg/5mL
Tablet 8 mg
Bagaimana dosis bromhexine untuk orang dewasa?
Tablet: 8 hingga 16 mg 3 kali sehari. Total dosis harian dapat mencapai 48 mg pada dewasa (untuk 7 hari).
Sirup: 2 x 5 ml untuk 3 kali sehari hingga 3 x 5 ml untuk 4 kali sehari.
Bagaimana dosis bromhexine untuk anak-anak?
Tablet: : 0.3 mg/kg/hari 8 jam untuk 7 hari kemudian 0.15 mg/kg/hari 8 jam;
Atau
 Anak 6-12 tahun: 4 mg 3 kali sehari
 Anak 2-6 tahun: 2 mg 3 kali sehari
 Anak dibawah 2 tahun: 1 mg 3 kali sehari
Sirup:
 Diatas 12 tahun: 2 x 5 ml 3 kali sehari hingga 3 x 5 ml 4 kali sehari
 5-12 tahun: 1 x 5 ml 4 kali sehari
 2-5 tahun: 1 x 5 ml 2 kali sehari

7. Penyimpanan obat FEFO dan FIFO ?


First In First Out (FIFO) adalah penyimpanan obat berdasarkan obat yang datang lebih dulu dan dikeluarkan lebih
dulu.
First Expired First Out (FEFO) adalah penyimpanan obat berdasarkan obat yang memiliki tanggal kadaluarsa lebih
cepat maka dikeluarkan lebih dulu

8. Cara menyimpan obat digudang pada umumnya berdasarkan apa ?


sistem atau tata cara penyimpanan obat yang diterapkan di Apotek, Instalasi Farmasi dan Gudang Farmasi diantaranya adalah :
1. FIFO dan FEFO
FIFO adalah kependekan dari First in first out yang artinya barang yang datang terlebih dahulu, dikeluarkan pertama.
Biasanya penyimpanan obat dengan menggunakan sistem FIFO ini digunakan untuk menyimpan obat tanpa memperhatikan
tanggal kadaluarsa.
Tetapi pada sistem FIFO ini memiliki kekurangan jika diterapkan dalam penyimpanan obat yaitu :
Jika obat yang datang belakangan EDnya (tanggal kadaluarsa) tinggal sebentar lagi atau lebih dekat waktu EDnya daripada
obat yang datang lebih dahulu maka obat yang ED tidak ketahuan sebelum sempat digunakan.
FEFO adalah kependekan dari first expiry first out yang artinya barang yang lebih dahulu kadaluarsa (ED), yang akan
dikeluarkan terlebih dahulu. Tempatkan obat dengan tanggal kadaluarsa yang lebih pendek di depan obat yang
berkadaluarsa lebih lama. Bila obat mempunyai tanggal kadaluarsa sama, tempatkan obat yang baru diterima di belakang
obat yang sudah berada di atas rak.
Penggabungan 2 sistem tersebut yaitu FIFO dan FEFO adalah hal yang paling ideal dilakukan.
Keuntungannya dengan menggabungkan ke dua sistem tersebut yaitu Obat-obat yang ada di penyimpanan tidak akan terbuang
karena kadaluarsa.

2. Berdasarkan abjad
Penyimpanan obat berdasarkan abjad bertujuan untuk mempermudah pengambilan obat dan untuk penyimpanan berdasarkan
abjad ini juga harus berdasarkan bentuk sediaan.
Misal sediaan tablet kita urutkan dari huruf A (Amoxilin), B (Betametason), C (Ciproheptadin) dan seterusnya
3.Berdasarkan generik dan non generik
Obat generik dan non generik dipisahkan dan disusun berdasarkan abjad dan berdasarkan bentuk sediaan, hal tersebut untuk
memudahkan pengambilan obat baik yang generik maupun non generik terutama diera BPJS sekarang ini.
4. Berdasarkan kelas terapi obat
Obat ini dikelompokkan berdasarkan khasiat atau indikasi obat tersebut, misal golongan antibiotika dikelompokkan jadi satu
dengan golongan antibiotika, golongan analgetik-antipiretik dan lain sebagainya.
5. Berdasarkan bentuk sediaan
Dikarenakan ada macam-macam bentuk sediaan obat seperti yang sudah saya jelaskan diartikel sebelumnya maka sebaiknya
obat yang mempunyai kesamaan bentuk sedian di simpan secara bersamaan di atas rak.
Misal untuk obat oral di simpan dirak yang sama namun agar mudah penyimpanannya obat oral dengan sediaan tablet atau
kapsul bisa kita pisahkan dengan bentuk sediaan obat suspensi dll
6.Berdasarkan Stabilitas Obat
Dikarenakan obat-obat yang kita simpan bisa mengalami kerusakan karena stabilitas obatnya terganggu maka dalam
penyimpanan kita juga harus memperhatikan unsur-unsur kestabilan obat diantaranya :
 Suhu
Obat yang membutuhkan penyimpanan dengan suhu tertentu harus disimpan sesuai dengan instruksi yang sesuai dengan yang
tertulis pada label atau box obat.
Mis : untuk vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat C, jg untuk obat-obat supositoria dan pervaginam harus disimpan dalam suhu
yang sejuk (5-15° celsius, krn pada suhu tinggi, dapat membuat obat ini meleleh).
Obat-obatan tersebut jika tidak disimpan sesuai dengan persyaratan akan membentuk kristal dan kehilangan aktivitas obatnya
 Cahaya
Hampir semua obat kestabilannya akan terpengaruh oleh sinar cahaya, sehingga untuk obat-obat tersebut biasanya dikemas
dalam kemasan tahan cahaya disimpan dalam wadah gelap
Contoh : epinefrin inj, vit c inj, vit k inj, impugan inj
 Kelembaban
Karena Obat bersifat menghisap uap air udara sehingga menjadi lembab maka banyak obat dalam kemasan disertai pengering
(silica gel) agar tidak lembek . Contohnya obat dalam bentuk kapsul yang dalam kemasan seperti botol biasanya disertai dengan
silica gel agar tidak lembek dan lengket.
Untuk itulah tidak disarankan untuk mengeluarkan obat terutama dalam bentuk kapsul di telapak tangan dalam jangka waktu
yang lumayan lama karena ditakutkan obat tersebut bisa mengalami kerusakan
7. Berdasarkan Undang-Undang
Point terpenting pada penyimpanan obat ini adalah penyimpanan berdasarkan undang-undang yang berhubungan dengan
narkotika dan psikotropika.
Obat-obat yang termasuk dalam psikotropika dan narkotika harus disusun dan disimpan secara terpisah dengan obat-obat yang
lain dikarenakan ada pelaporan khusus yang harus kita serahkan ke dinas kesehatan setiap bulannya.
Obat narkotika disimpan pada almari narkotika yang terbuat dari kayu dengan ukuran 40x80x120

Contoh almari narkotika


Almari narkotika ini diberi kunci ganda dan diletakkan menempel pada lantai, begitu pula untuk lemari psikotropika juga harus
terkunci.
Nah untuk idealnya agar tujuan penyimpanan obat tercapai secara optimal maka kita harus menggabungkan beberapa tata cara
penyimpanan tersebut.

9. Ciri ciri emulsi dan suspensi ?


Emulsi : 2 fase terdiri minyak danair
Suspensi : partikel kecil padat yang terdispersi dalamlauratan cair

10. Corigent saporis dan coloris ?


Saporis : Zat tambahan rasa
Coloris : Zat tambahan Warna
Ordoris : Zat tambahan bau

11. Nawacita ?

i. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,
melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri
Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
ii. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan
terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi
dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.
iii. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
iv. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan
terpercaya.
v. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program
"Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia
Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung
deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.
vi. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan
bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
vii. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
viii. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan
mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti
pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi
pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
ix. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan
kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

12. Visi misi Kemenkes ?


Visi
Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan
Misi

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat
madani.
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan
berkeadilan
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan
4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik
13. Kepajangan BPJS ?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

14. Imunisasi yang diberikan bayi umur 2bulan ?


Di Indonesia ada 5 jenis imunisasi wajib untuk bayi, dan ini diberikan secara gratis di Posyandu. Jenis imunisasi ini adalah:
1. Hepatitis B : Vaksin ini diberikan saat bayi baru lahir, paling baik diberikan sebelum waktu 12 jam setelah bayi lahir. Vaksin
ini berfungsi untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak saat proses kelahiran.
2. Polio : Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berusia 6 bulan. Vaksin ini bisa diberikan pada saat lahir,
kemudian pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah lumpuh layu.
3. BCG : BCG hanya diberikan sebanyak 1 kali dan disarankan pemberiannya sebelum bayi berusia 3 bulan. Paling baik
diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin BCG ini berfungsi untuk mencegah kuman tuberkulosis yang dapat menyerang paru-
paru dan selaput otak, dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.
4. Campak : Vaksin campak diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Namun, vaksin campak kedua pada
usia 24 bulan tidak perlu lagi diberikan ketika anak sudah mendapatkan vaksin MMR pada usia 15 bulan. Vaksin ini diberikan
untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bahkan bisa menyerang
otak.
5. Pentavalen (DPT-HB-HiB) : Pentavalen merupakan vaksin gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB
(Hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu
difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada
usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

15. Tujuan Dasar KB :


Tujuan KB terbagi menjadi dua bagian, di antaranya:
1. Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang
menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya
pertambahan penduduk.
2. Tujuan khusus
 Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
 Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
 Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran.

16. UU yang mengatur tentang ABORSI ?


PP no 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi pasal 31

17. HKN tanggal berapa dan Tahun pertama kapan ?


Perayaan Hari Kesehatan Nasional pada 12 November pertama kali diperingati di tahun 1959

18. Tahap tahap cuci tangan yang benar ?

19. Hari Cuci tangan ?


15 Oktober 2008

20. Kelengkapan resep ?


adapun kelengkapan komponen resep yaitu:
1.nama, alamat, no.telpon dokter dan SIP/SIK dokter
2.kota dan tanggal penulisan resep (inscriptio)
3.tanda tangan R/ (invocatio)
4.nama obat dan jumlah obat (praescriptio)
5.cara pembuatan obat/bentuk obat yang akan dibuat (ordinatio)
6.aturan pakai obat (signatura)
7.nama pasien (umur dan alamatnya)
8.paraf dan tanda tangan dokter (subscriptio)

21. Program kerja Puskesmas ?


A. Program Pokok Puskesmas :
Program wajib yang telah standar dilakukan sesuai pengamatan dan pengalaman penulis, antara lain:
1. Promosi Kesehatan (Promkes)
 Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
 Sosialisasi Program Kesehatan
 Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
2. Pencegahan Penyakit Menular (P2M) :
 Surveilens Epidemiologi
 Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu Burung, ISPA, Diare, IMS (Infeksi Menular Seksual), Rabies
3. Program Pengobatan :
 Rawat Jalan Poli Umum
 Rawat Jalan Poli Gigi
 Unit Rawat Inap : Keperawatan, Kebidanan
 Unit Gawat Darurat (UGD)
 Puskesmas Keliling (Puskel)
4. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
 ANC (Antenatal Care) , PNC (Post Natal Care), KB (Keluarga Berencana),
 Persalinan, Rujukan Bumil Resti, Kemitraan Dukun
5. Upaya Peningkatan Gizi
 Penimbangan, Pelacakan Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi
6. Kesehatan Lingkungan :
 Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah), SAMI-JAGA (sumber air minum-jamban keluarga), TTU (tempat-
tempat umum), Institusi pemerintah
 Survey Jentik Nyamuk
7. Pencatatan dan Pelaporan :
 Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)
B. Program Tambahan/Penunjang Puskesmas :
Program penunjang ini biasanya dilaksanakan sebagai kegiatan tambahan, sesuai kemampuan sumber daya manusia dan
material puskesmas dalam melakukan pelayanan
1. Kesehatan Mata : pelacakan kasus, rujukan
2. Kesehatan Jiwa : pendataan kasus, rujukan kasus
3. Kesehatan Lansia (Lanjut Usia) : pemeriksaan, penjaringan
4. Kesehatan Reproduksi Remaja : penyuluhan, konseling
5. Kesehatan Sekolah : pembinaan sekolah sehat, pelatihan dokter kecil
6. Kesehatan Olahraga : senam kesegaran jasmani
(Disadur dan dirangkum kembali dari berbagai sumber pelayanan )
22. LPLPO kepanjangan dari ?
Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat
dipuskesmas dibuat tiap bulan oleh masing2 unit dan pemegang program,isinya pemkaian obat dalam sebulan dan
permintaan obat untuk bulan selanjutnya.

23. Yang tidak termasuk dalam LPLPO ? Stok awal,Stok akhir, Penerimaan, Pemakaian, atau Stok maksimal ?
STOK MAKSIMAL

24. Arti STOK OPTIMUM ?


Pemakaian obat dalam satu periode tertentu + stok Pengaman + waktu tunggu

25. Titik dimana harus order lagi disebut ? Stok awal, Stok akhir, Stok Maksimum atau Reorder poin ?
Reorder Poin

26. Upaya Pemerintah dalam mewujudkan pemberantasan NAPZA ?


Iklan NAPZA dan Konseling

27. Efek samping Narkotik dan Psikotropik ?


 Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai
merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan
kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, Barbiturat, Pensiklidin, Metaqualon, Benzodiazepin dan berbagai
turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
 Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain,
Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi
 Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan
berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu
di laboratorium seperti LSD (asam lisergid dietilamid), tetrahidrokanabinol (THC). Yang paling banyak dipakai adalah
marijuana atau ganja.

28. Dalam lemari terkunci dan ditempat khusus itu obat apa ?
Narkotika dan psikotropika

29. Label “KOCOK TERLEBIH DAHULU” diberikan jika obatnya berbentuk ?


Suspensi dan emulsi

30. Tentang IMUNISASI :


Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan
pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.
Bayi yang baru lahir memang sudah memiliki antibodi alami yang disebut kekebalan pasif. Antibodi tersebut didapatkan dari
ibunya saat bayi masih di dalam kandungan. Akan tetapi, kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja.
Setelah itu, bayi akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit.
Imunisasi bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, dengan membentuk antibodi dalam
kadar tertentu. Agar antibodi tersebut terbentuk, seseorang harus diberikan vaksin sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwa l
imunisasi tergantung jenis penyakit yang hendak dicegah. Sejumlah vaksin cukup diberikan satu kali, tetapi ada juga yang harus
diberikan beberapa kali, dan diulang pada usia tertentu. Vaksin dapat diberikan dengan cara disuntik atau tetes mulut.
Imunisasi Rutin Lengkap di Indonesia
Kini, konsep imunisasi di Indonesia diubah dari imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin
lengkap terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan, dengan rincian sebagai berikut:
Imunisasi dasar
 Usia 0 bulan: 1 dosis hepatitis B
 Usia 1 bulan: 1 dosis BCG dan polio
 Usia 2 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
 Usia 3 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
 Usia 4 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio
 Usia 9 bulan: 1 dosis campak/MR
Imunisasi lanjutan
 Usia 18-24 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR
 Kelas 1 SD/sederajat: 1 dosis campak dan DT
 Kelas 2 dan 5 SD/sederajat: 1 dosis Td
31. Vaksin yang tidak boleh beku ?
Hapatitis B, DPT-HB-Hib,IPV,DT,TD
Jika suhu panas vaksin yang mudah rusak : Vaksin Polio,BCG dan Campak

32. Obat High Alert ?


Obat yang perlu kewaspadaan tinggi (mgs04, Kcl, Psiko, Narko, Insulin, Kemo, Infus Parental)

33. Yang termasuk Good Distribution Practice ?


GDP
GDP masih menjadi hal yang baru di Indonesia untuk diterapkan didalam aktifitas logistik sehari-hari. Standar penanganan
logistik tertinggi ini masih belum banyak difahami oleh pegiat dan pekerja di logistik.

Secara khusus GDP diterapkan didalam industri farmasi/obat-obatan dengan nama lokal yaitu CDOB (Cara Distribusi Obat yang
Baik) dan dikontrol secara langsung oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Namun ternyata tidak ada yang salah
saat prinsip-prinsip GDP ini diterapkan disemua jenis industri selain industri farmasi.

Good Distribution Practice atau GDP adalah sistem jaminan kualitas yang berhubungan dengan persyaratan :
– pengadaan,
– penerimaan,
– penyimpanan dan
– pengiriman obatobatan

Dengan menerapkan klausul-klausu GDP didalam logistik yang dijalankan, maka akan diperoleh komitmen yang jelas terhadap
tujuan pencapaian kepuasan pelanggan yang diakomodasikan pada pelayanan penanganan barang dengan sempurna dan
pengiriman yang terjamin serta adanya pengembangan-pengembangan yang berkelanjutan terhadap system operasional logistik
yang dijalankan.

Komponen GDP terdiri dari 20 klausul yang dikontrol secara langsung oleh WHO dan edisi terakhir yang dipublikasikan adalah
edisi tahun 2006. 17 diantaranya yang terpenting yang mencakup organisasi aktifitas logistic.

Komponen-komponen GDP :
1. Organization and management
2. Personnel
3. Quality management
4. Warehousing and storage
5. Vehicles and equipment
6. Containers and container labelling
7. Dispatch
8. Transportation and products in transit
9. Documentation
10. Repackaging and relabelling
11. Complaints
12. Recalls
13. Rejected and returned products
14. Counterfeit pharmaceutical products
15. Importation
16. Contract activities
17. Self inspection

34. Yang dimaksud dengan Skrinning Farmasetik didalam resep ?


Skrining resep dilakukan oleh apoteker setelah menerima resep dari dokter, sebelum melakukan penyiapan obat. Apoterker
melakukan skrining resep meliputi :
1. Persyaratan Administratif dalam skrining resep.
Persyaratan administratif yang wajib atau harus ada dalam resep yang diberikan oleh dokter antara lain :
- Nama, SIP, dan alamat dokter penulis resep
- Tanggal penulisan resep
- Tanda tangan/paraf dokter penulis resep
- Nama, alamat, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien
- Cara pemakaian yang jelas dari obat yang ditulis dalam resep
- Informasi lainnya.
2. Kesesuaian Farmasetik dalam skrining resep meliputi :
- Bentuk sediaan obat
- Dosis obat
- Potensi obat
- Stabilitas obat
- Inkompaktibilitas obat
- Cata dan lama pemberian obat
3, Pertimbangan klinis dalam skrining resep meliputi : adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah
obat dan lain-lain). Jika ada keraguan terhadap resep hendaknya dikonsultasikan kepada dokter penulis resep dengan
memberikan pertimbangan dan alternatif seperlunya bila perlu menggunakan persetujuan setelah pemberitahuan

35. Lambang obat ?


36. Tujuan Dasar KB :
Tujuan KB terbagi menjadi dua bagian, di antaranya:
1. Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang
menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya
pertambahan penduduk.
2. Tujuan khusus
 Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
 Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
 Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran.

37. UU yang mengatur tentang ABORSI ?


PP no 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi pasal 31

38. UU tentang Ijin Alkes ?


Permenkes no 1190/menkes/per/vii/2010 tentang ijin edar alkes
Permenkes no 62 th 2017 tentang ijin edar alkes

39. Luminal obat apa ?


Luminal : Phenobarbital adalah obat dengan fungsi untuk mengendalikan kejang-kejang

40. Tetraciklin yang ED menyebabkan apa ? Sindrom apa ?


 Tetrasiklin yang sudah kadaluarsa dapat mengalami degradasi
 dapat menimbulkan sindroma fanconi,asidosis,aminoasiduria, glukosuria disertai mual dan muntah
 Kelainan ini reversibel menghilang setelah 1bulan dihentikan
 Pada neonatus menimbulkan peninggian tekanan intrakranial.

41. Antikolvan aman untuk anak ?


Asam Valproat
Luminal buat anak 3-5mg/kg bb/hari

42. Suhu insulin berapa ?


Simpan insulin dalam kulkas dengan suhu antara 2-8 derajat celsius

42. Jika ada penawaran bonus di akhir tahun, Sales A dan Sales B datang menawarkan Produk A berupa vitamin dan si B berupa
kosmetik. Sebagai AA, apa yang anda lakukan ?
Pilih A untuk dijual lagi

43. Harga Jual Pedagang Besar Farmasi singkatannya apa ? Harga Netto Apotek singkatannya apa ?
HJP(Harga jual produsen ) merupakan harga yang dijual produsen ke distributor apakah itu PBF atau apotek
HNA(Harga Netto Apotek) adalah harga obat yang dibeli apotek daru distributor
HET (Harga Eceran Tertinggi) harga yang tertinggi yang ditetapkan pemerintah dalam menjual suatu obat dan apotek tidak
boleh HJAnya melebih HET, biasanya adalah obat generik berlogo sementara obat generik bermerk harga terlampau tinggi
HJA( Harga Jual Apotek) adalah Harga Jual Apotek, harga yang ditawarkan kepada konsumen setelah diperhitungkan HNA,
PPN 10% dan Mark Up.
44. Hitung dosis menggunakan BB ?
N = bb anak

45. Obat yang termasuk LIFE SAVING ?


Obat-obat Life Saving
1.Meylon
Golongan/Kelas Terapi : Antidotum dan Obat Lain untuk Keracunan
Indikasi : Mengatasi overdosis obat tertentu seperti antidepresan trisiklik dan aspirin
Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian :
Intravena : Pada keracunan aspirin, natrium bikarbonat (1,26 %) diberikan untuk memperbaiki ekskresi
Farmakologi : Natrium bikarbonat merupakan zat pengalkali yang memberikan ion bikarbonat. Bikarbonat merupakan
Stabilitas Penyimpanan : Natrium bikarbonat stabil di udara kering, namun di udara lembab terurai secara lambat menjadi
natrium
2. ADRENALIN (Epinefrin HCl)
Sediaan steril yang akan dibuat adalah injeksi adrenalin secara intramuskular, dimana zat yang digunakan adalah epinefrin.
Kegunaan dari epinefrin adalah untuk mengembalikan kondisi fisiologis dari gejala darurat (seperti edema laryngeal,
bronkospasme, dan hipotensi), dan dapat juga di kaitkan dengan reaksi hipersensitivitas seperti anafilaksis dan angioedema.
Tetapi disini yang dibahas adalah efeknya sebagai obat yang dapat mengatasi syok anafilaktik, yang mana memerlukan terapi
sesegara mungkin dibanding kondisi lainnya.
3. ANTI ALERGI (Diphenhidramin HCl
Diphenhidramin HCl termasuk antihistamin golongan etanolamin yang mempunyai khasiat antara lain dapat berefek sebagai
antihistamin yaitu dapat mengatasi reaksi alergi, berefek sedatif yang dapat menguntungkan bagi pasien yang dirawat di Rumah
Sakit ataupun pasien yang perlu banyak tidur, berefek sebagai antikolinergik dan juga antiemetik. Disamping itu diphenhidramin
HCl dapat mengatasi paralisis agitans, mengurangi rigiditas dan memperbaiki kelainan pergerakan.
Setelah pemberian oral atau parenteral, diphenhidramin HCl diabsorpsi secara baik. Untuk mengatasi reaksi alergi, maka
diharapkan obat tersebut langsung dapat memberikan efek sehingga rasa gatal, sakit, bercak merah, dan udem dapat langsung
diatasi. Untuk dapat memberikan efek yang cepat biasanya diphenhidramin HCl diberikan secara parenteral/injeksi. Injeksi
diphenhidramin HCl dapat diberikan secara intravena maupun intramuskular.
4.SEDATIVA, DEPRESAN SSP (Phenobarbital/Luminal)
Hipnotik-sedatif merupakan golongan obat depresan susunan saraf pusat (SSP) yang relatif, mulai dari yang ringan yaitu
menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga yang berat yaitu hilangnya kesadaran, keadaan anastesi, koma dan mati,
tergantung dosis. Pada dosis terapi obat sedatif menekan aktivitas, menurunkan respon terhadap perangsangan emosi dan
menenangkan. Obat hipnotik menyebabkan kantuk dan mempermudah tidur serta mempertahankan tidur yang menyerupai tidur
fisiolgis.
Phenobarbital berefek sebagai sedatifa namun karena sifatnya yang sangat sukar larut dalam air maka dipilih Phenobarbital Na
yang sangat mudah larut dalam air (air sebagai pelarut). Memiliki masa kerja 10-16 jam, dimana 90% dari dosis diekskresikan
menjadi p-hidroksi. Aktivitasnya lebih kuat dari barbital. (Diktat Kimia Medisinal 3)
Phenobarbital merupakan obat golongan hipnotika-sedatif, sehingga dapat menimbulkan efek depresi pada susunan saraf pusat.
Dengan diberikan dalam bentuk injeksi, maka efeknya akan lebih cepat tercapai karena langsung masuk ke dalam aliran darah
dan langsung mencapai reseptor. Phenobarbital dibuat dalam sediaan injeksi dalam vial yang diberikan secara parenteral. Pada
umumnya pemberian secara parenteral dilakukan bila dinginkan kerja obat yang cepat seperti pada keadaan gawat, bila pasien
tidak dapat diajak kerjasama dengan baik selama pengobatan, tidak sadar atau tidak tahan menerima pengobatan melalui oral
atau bila obat ini sendiri tidak efektif dengan cara pemberian oral.
5. Metil Prednisolon Na Suksinat
Kortisol dan analog sintetiknya dapat mencegah atau menekan timbulnya gejala inflamasi akibat radiasi, infeksi, zat kimia,
mekanik dan alergen. Gejala ini umumnya berupa : kemerahan, rasa sakit dan panas, serta pembengkakan di daerah radang.
Secara mikroskopik obat ini kecuali menghambat fenomena inflamasi dini
46. Obat yag termasuk OTC ?
Obat OTC (Over the Counter) atau yang dikenal juga dengan sebutan obat bebas, adalah jenis obat-obatan yang boleh
digunakan tanpa menggunakan resep dokter. Jenis obat-obatan ini biasanya mudah ditemukan di toko obat atau apotik bahkan di
warung.
Beberapa jenis contoh obat bebas yang mudah kita temukan di pasaran antara lain seperti :
 Minyak Kayu Putih
 Paracetamol
 Promag
 Biogesic
 Multivitamin Syrup
 Vitacimin Tablet Hisap
 Rivanol Oplosing
 Panadol Tablet
 Vitamin C Tablet
 Remasal, dll

47. Obat Golongan OKT ?


OKT(Psikotropika-UU No. 5/ 1997) : Zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif
melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Psikotropika gol I
Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai
potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh:Brolamfetamine (DOB)
Psikotropika gol II
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/ atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi kuat, mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amfetamina, Sekobarbital
Psikotropika gol III
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/ atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi sedang, mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amobarbital, Pentobarbital
Psikotropika gol IV
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/ atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan, mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Bromazepam, Klordiasepoksida , Diazepam,
Meprobamat, Klokzazolon, Nitrazepam

48. UU tentang Narkotika?


UU No. 22 tahun 1997 (1 September 1997) : Suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

49. Tentang CERDIK ?


CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat
dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Jika CERDIK dijalankan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko
terkena kanker.

50. Aspek SDGS Tahun ini keberapa ?


Sidang Umum PBB tanggal 25 September 2015 di New York, secara resmi mengesahkan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan/TPB (SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global.
• Sekurangnya 193 kepala negara hadir, termasuk Indonesia.
• Mulai tahun 2016, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2015–2030 secara resmi menggantikan Tujuan Pembangunan
Millennium (MDGs) 2000–2015.
•SDGs berisi 17 tujuan dan 169 sasaran pembangunan yang diharapkan dapat menjawab ketertinggalan pembangunan negara–
negara di seluruh dunia, baik di negara maju dan negara berkembang
SDGs merupakan singkatan dari "Sustainable Development Goals" atau dalam bahasa indonesia diartikan sebagai "Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan".
SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia
pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. Agenda SDGs hingga 2030 terdiri dari 17 Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan atau tujuan Global, yang akan menjadi tuntunan kebijakan dan pendanaan untuk 15 tahun ke depan, terdiri dari:

1. Tanpa kemiskinan : Pengentasan segala bentuk kemiskinan di semua tempat.


2. Tanpa kelaparan : Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan
pertanian yang berkelanjutan.
3. Kehidupan sehat dan sejahtera : Menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
4. Pendidikan berkualitas : Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan
belajar seumur hidup bagi semua orang
5. Kesetaraan gender : Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan.
6. Air bersih dan sanitasi layak : Menjamin akses atas air dan sanitasi untuk semua.
7. Energi bersih dan terjangkau : Memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan
modern untuk semua.
8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi : Mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif,
lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua.
9. Industri, inovasi dan infrastruktur : Membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan
mendorong inovasi.
10. Berkurangnya kesenjangan : Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
11. Kota dan komunitas berkelanjutan : Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.
12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab : Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
13. Penanganan perubahan iklim : Mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
14. Ekosistem laut : Pelindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
15. Ekosistem daratan : Mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan
merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati.
16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh : Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif
17. Kemitraan untuk mencapai tujuan : Menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan
51. SDGs kesehatan ?
Goals (Tujuan) dan Target SDGs Kesehatan
Keempat goals tersebut berada pada posisi goals 2, 3, 5 dan 6 dengan target-targetnya (19 Target) sebagai berikut:
Goals Kedua: Nol Kelaparan (Gizi Kesehatan Masyarakat).
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang
berkelanjutan [2 target kesehatan], yaitu:
 Pada tahun 2030, mengakhiri kelaparan dan menjamin akses pangan yang aman, bergizi, dan mencukupi bagi semua
orang, khususnya masyarakat miskin dan rentan termasuk bayi, di sepanjang tahun.
 Pada tahun 2030, mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk mencapai target internasional 2025 untuk penurunan
stunting dan wasting pada balita dan mengatasi kebutuhan gizi remaja perempuan, wanita hamil dan menyusui, serta
lansia.
Goals Ketiga: Kesehatan yang Baik (Sistem Kesehatan Nasional)
Menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia [13 Target, 4
Diantaranya MoI], yaitu:
 3.1. Pada 2030, mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup;
 3.2. Pada 2030, mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan seluruh negara berusaha menurunkan
Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH;
 3.3. Pada 2030, mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria dan penyakit tropis yang terabaikan, serta memerangi
hepatitis, penyakit bersumber air dan penyakit menular lainnya;
 3.4. Pada 2030, mengurangi sepertiga kematian prematur akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan
perawatan, serta mendorong kesehatan dan kesejahteraan mental;
 3.5. Memperkuat pencegahan dan perawatan penyalahgunaan zat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan alkohol yang
membahayakan;
 3.6. Pada 2020, mengurangi setengah jumlah global kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas;
 3.7. Pada 2030, menjamin akses semesta kepada pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk Keluarga
Berencana (KB), informasi dan edukasi, serta integrasi kesehatan reproduksi ke dalam strategi dan program nasional;
 3.8. Mencapai universal health coverage, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses kepada pelayanan kesehatan
dasar berkualitas dan akses kepada obat-obatan dan vaksin dasar yang aman, efektif, dan berkualitas bagi semua orang;
 3.9 Pada 2030, mengurangi secara substansial kematian dan kesakitan akibat senyawa berbahaya serta kontaminasi dan
polusi udara, air, dan tanah.
Means of Implementation:
 3.a. Memperkuat implementasi FCTC WHO di seluruh negara, sesuai keperluan;
 3.b. Mendukung penelitian dan pengembangan vaksin dan obat penyakit menular maupun tidak menular yang
memengaruhi terutama negara-negara berkembang, menyediakan akses kepada obat dan vaksin dasar yang terjangkau,
sesuai Doha Declaration tentang TRIPS Agreement and Public Health, yang menegaskan hak negara berkembang untuk
menggunakan secara penuh ketentuan-ketentuan dalam Kesepakatan atas Aspek-Aspek terkait Perdagangan pada Hak
Properti Intelektual terkait keleluasaan untuk melindungi kesehatan masyarakat, dan, pada khususnya, menyediakan
akses obat bagi semua orang;
 3.c. Secara substansial meningkatkan pembiayaan kesehatan serta rekrutmen, pengembangan, pelatihan, dan retensi
tenaga kesehatan di negara-negara berkembang, terutama negara-negara tertinggal dan negara bagian pulau kecil yang
sedang berkembang;
 3.d. Memperkuat kapasitas seluruh negara, khususnya negara-negara berkembang dalam hal peringatan dini, penurunan
risiko serta pengelolaan risiko kesehatan nasional dan global.
Goals Kelima: Kesetaraan Gender (Akses Kespro, KB)
Menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan [2 Target Kesehatan], yaitu:
 5.3. Menghilangkan segala bentuk praktik berbahaya, seperti pernikahan anak-anak, usia dini dan terpaksa, serta sunat
perempuan;
 5.6. Menjamin akses semesta kepada kesehatan seksual dan reproduksi serta hak-hak reproduksi;
Goals Keenam: Air Bersih dan Sanitasi
Menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang [2 Target Kesehatan],
yaitu:
 6.1. Mencapai akses air minum aman yang universal dan merata;
6.2 Mencapai akses sanitasi dan higiene yang cukup dan merata bagi semua orang serta mengakhiri defekasi terbuka,
memberi perhatian khusus pada kebutuhan perempuan dan wanita serta orang-orang yang berada pada situasi rentan.

52. Upaya Pemerintah dalam mewujudkan Sanitasi Air Bersih ?


Mencapai akses air minum aman yang universal dan merata;
Mencapai akses sanitasi dan higiene yang cukup dan merata bagi semua orang serta mengakhiri defekasi terbuka, memberi
perhatian khusus pada kebutuhan perempuan dan wanita serta orang-orang yang berada pada situasi rentan.

53. Strategi pemberantasan narkotika :


dibutuhkan penanganan khusus agar narkotika tidak berkembang. Strategi khusus tersebut, yaitu penanganan utuh
antara 'suplly reduction' dan 'demand reduction'.
Suplly Reduction, yaitu memutus mata rantai pemasok narkoba dari mulai produsen sampai dengan jaringannnya.
Sementara Demand Reduction, yaitu memutus mata rantai para pengguna narkoba.
54. Besaran iuran BPJS dari upah ? Pilihan 4%,3%,2%,1%,5%
– 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja
– 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta

55. Berapa Dosis Amoksilin 500mg yang diberikan untukpasien usia 70 tahun apabila dosis dewasa amox 500mg ? Pilgan
400mg,450mg,500mg,600mg,650mg ?

56. Demam tinggi dan nyeri panggul adalah karakteristik ISK apa ? Pilgan ISK bawah, Pyelonephritis, Cystitis?
ISK bawah.............ISK bawah, gejala yang timbul meliputi:
 Nyeri saat buang air keci
 Frekuensi buang air kecil meningkat, namun jumlah urine sedikit.
 Tidak bisa menahan rasa ingin buang air kecil.
 Kandung kemih terasa masih penuh, meski sudah buang air kecil.
 Nyeri di perut bagian bawah.
 Nyeri pada panggul (pada wanita) atau di bagian rektum (pada pria).
 Bau urine sangat menyengat.
 Warna urine keruh.
 Terdapat darah dalam urine (hematuria).
 Lemas.

57. Obat penghambat absobsi kolestrol ?

58. Permenkes RI no 1799 th 2010 tentang apa ?


Tentang Industri Farmasi dan Perubahan

59. Interaksi Cimetidine dengan

60. Pemerintah fokus terhadap penyakit menular ? Pilgan cacar,Amoebiasis,malaria,filariasis, leptospirosis?

61. pemeriksaan pada sirosis hati ? Pilgan serum kreatinin,prothrombin,hematrocrit,?

62. Imunisasi yang dilakukan secara bersamaan ? Pilgan POLIO dan DPT,DPT dan BCG .....?
PENTABIO (POLIO dan DPT)

63. Obat generik adalah ?


jenis obat yang memiliki kesamaan dengan obat yang bermerek baik dari sisi kegunaan maupun formulanya. Kesamaan lainnya
mencakup kekuatan, dosis, kualitas, dan keamanan produk bagi pemakainya. Meski memiliki kesamaan, obat generik dijual
dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan obat bermerek.

64. Aturan pakai furosemid ?


1x1

65. Pasien hamil dengan bronkitis terapi erythromycin ? Antibiotk sesuai tidak ?

66. DPL kepanjangannya ? contohnya ?


Dagang Psiko Lisensi , Psiko

67. DRP kepanjangannya ?


Drug Related Problem (DRP) atau masalah terkait obat adalah bagian dari asuhan kefarmasian (pharmaceutical care) yang
menggambarkan suatu keadaan, dimana profesional kesehatan (apoteker) menilai adanya ketidaksesuaian pengobatan dalam
mencapai terapi yang sesungguhnya (Hepler, 2003)
Ada 8 jenis Drug Related Problem, yaitu :
1. Indikasi yang tidak ditangani (Untreated Indication)
Ada indikasi penyakit/keluhan pasien yang belum ditangani dalam resep tersebut, misalnya pasien mengeluh nyeri di
persendian, sedang dalam resep tersebut tidak ada obat untuk mengatasi masalah nyeri tersebut.
2. Pilihan Obat yang Kurang Tepat (Improper Drug Selection)
Pemilihan obat dalam resep kurang tepat (salah obat) dan beresiko, misalnya pasien demam dikasih antibiotik
rifampisin, ini jelas pemilihan bat salah. atau obat yang dipilih memiliki kontraindikasi atau perhatian (caution)
terhadap pasien.
3. Penggunaan Obat Tanpa Indikasi (Drug Use Without Indication)
Obat yang ada dalam resep, tidak sesuai dengan indikasi keluhan penyakit pasien.
4. Dosis Terlalu Kecil (Sub-Therapeutic Dosage)
Dosis obat yang diberikan dalam dosis tersebut terlalu kecil, sehingga efek terapi tidak memadai untuk mengobati
penyakit pasien.
5. Dosis Terlalu Besar (Over Dosage)
Dosis yang diberikan dalam resep terlalu besar, diatas dosis maksimum, hal ini dapat berakibat fatal.
6. Reaksi Obat Yang Tidak Dikehendaki (Adverse Drug Reactions)
Obat yang diberikan memberikan efek samping yang memberatkan kondisi pasien, misalnya captopril menyebabkan
batuk yang mengganggu (efek samping ini tidak selalu terjadi, karena sensitifitas setiap orang berbeda-beda).
7. Interaksi Obat (Drug Interactions)
Obat-obatan dalam resep saling berinteraksi seperti warfarin dan vitamin K bersifat antagonis, atau obat dengan
makanan semisal susu dan tetrasiklin membentuk khelat/kompleks yang tidak bisa diabsorpsi.
8. Gagal Menerima Obat (Failure to receive medication)
Obat tidak diterima pasien bisa disebabkan tidak mempunyai kemampuan ekonomi, atau tidak percaya dan tidak mau
mengkonsumsi obat-obatan. atau bisa juga disebabkan obat tidak tersedia di apotek sehingga pasien tidak dapat
memperoleh obat.

67. Obat golongan psiko yang menyebabkan gigi kuning ?