Anda di halaman 1dari 35

PENGARUH KOMPETENSI SDM, PEMANFAATAN TEKNOLOGI

INFORMASI, DAN PENGENDALIAN INTERN TERHADAP


KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
(Studi Empiris Pada SKPD Kab. Limapuluh Kota)

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan sebagai Salah satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang

OLEH :
RIEDY RIANDANI
2009/13024

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017

1
3
ABSTRAK

Riedy Riandani (13024 / 2009). Pengaruh Kompetensi SDM, Pemanfaatan Teknologi


Informasi, dan Pengendalian Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan Daerah
(Studi Empiris pada Instansi Pemerintah Kab. Lima Puluh Kota)

Pembimbing 1 : Henri Agustin, SE, MSc. Ak


Pembimbing 2 : Halmawati,SE,M.Si

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh


Kompetensi SDM, Pemanfaatan teknologi informasi, dan Pengendalian intern terhadap
Kualitas laporan keuangan daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPD yang
ada pada Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu sebanyak 30 SKPD. Penelitian ini menggunakan
kuesioner untuk mengumpulkan data dari 49 responden. Metode statistik analisis data yang
digunakan regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 16.0 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi SDM berpengaruh positif
terhadap kualitas laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh
terhadap kualitas laporan keuangan dan pengendalian intern berpengaruh positif terhadap
kualitas laporan keuangan.
Kata Kunci : Kompetensi SDM, Pemanfaatan TI, Pengendalian Intern, Kualitas
Laporan Keuangan

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence about influence of human resource
quality, information technology utilization, and the internal controling, on local government
financial reports . The population in this study is all SKPD in Lima Puluh Kota regency as
many as 30 SKPD. This study used questionnaire to collect data from 49 respondents.
Statistical methods for data analysis is multiple regression analysis SPSS version 16.0 for
windows.
The results of this study indicate that the human resource quality has positive effect
on the local government financial reports. information technology utilization doesn’t have an
effect on local government financial reports and the internal controling has positive effecton
the local government financial reports.
Keywords : human resource quality , information technology utilization , internal controling ,
local government financial reports

4
1. PENDAHULUAN Karakteristik kualitatif merupakan ukuran-
ukuran normatif sebuah laporan keuangan
Pelaporan keuangan pemerintah di yang harus diwujudkan dalam informasi
Indonesia merupakan sesuatu hal yang akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuan
menarik untuk dikaji, mengingat semakin dari laporan keuangan yang
menguatnya tuntutan akuntabilitas atas dihasilkan.Sebagaimana yang disebutkan
lembaga lembaga publik, baik di pusat dalam kerangka konseptual akuntansi
maupun daerah. Salamun (2007) pemerintah (PP No.24 tahun 2005 yang
menyatakan bahwa tuntutan yang semakin telah direvisi menjadi PPNo.71 tahun 2010)
besar terhadap akuntabilitas publik menim karakteristik laporan keuangan antara
bulkan implikasi bagi manajemen lain:relevan, andal, dapat dibandingkan, dan
pemerintahan (sektor publik) untuk dapat dipahami. Jika informasi yang
memberikan informasi yang lebih baik terdapat di dalam Laporan Keuangan
kepada publik, salah satunya ialah laporan Pemerintah Daerah memenuhi kriteria
keuangan karakteristik kualitatif, berarti pemerintah
Laporan keuangan merupakan daerah telah mampu mewujudkan
bagian dari pelaporan keuangan.Laporan transparansi dan akuntabilitas dalam
keuangan disusun untuk menyediakan pengelolaan keuangan daerah.
informasi yang relevan mengenai posisi Adapun komponen komponen yang
keuangan dan seluruh transaksi yang terdapat dalam laporan keuangan yang saat
dilakukan oleh suatu entitas pelaporan ini berbasis akrual terdiri dari : (1) Laporan
selama satu periode pelaporan. Laporan realisasi anggaran (2) Laporan perubahan
keuangan terutama digunakan untuk saldo anggaran lebih (3) laporan
membandingkan realisasi (pendapatan, operasional (4) Laporan perubahan ekuitas
belanja, transfer, dan pembiayaan) dengan (5) Neraca (6) Laporan arus kas (7)
anggaran yang telah ditetapkan, menilai Catatan atas laporan keuangan. UU No 17
kondisikeuangan,mengevaluasi efektivitas tahun 2003 tentang keuangan negara
dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan khususnya pasal 32 mengamanatkan
membantu menentukan ketaatannya bahwa bentuk dan isi laporan
terhadap peraturan perundang-undangan. pertanggungjawaban pelaksanaan
Pelaporan keuangan tidak hanya meliputi APBN/APBD berupa laporan keuangan
komponen laporan keuangan, tetapi juga yang disusun dan disajikan sesuai dengan
meliputi laporan-laporan lain yang Standar Akuntansi Pemerintahan.
diperlukan. Laporan KeuanganPemerintah
Laporan keuangan yang ideal adalah Daerah (LKPD) kabupaten/kota setiap
laporan keuangan yang memenuhi tahunnya mendapat penilaian berupa Opini
karakteristik kualitatif dan juga bisa dari Badan Pengawas Keuangan
dipertanggung jawabkan kinerja (BPK).Ketika BPK memberikan Opini
keuangannya kepada publik, karena laporan Wajar Tanpa Pengecualian(WTP)
keuangan yang dihasilkan nantinya akan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah
dimanfaatkan bagi seluruh entitas sebagai Daerah (LKPD), artinya dapat dikatakan
pedoman dalam membuat kebijakan- bahwa laporan keuangan suatu entitas
kebijakan dan keputusan dalam pemerintah daerah tersebut disajikan dan
penyelenggaraan pemerintahan. diungkapkan secara wajar dan berkualitas.

3
Terdapat empat opini yang diberikan (Muzahid, 2014).Berdasarkan data
pemeriksa yaitu, diperoleh informasi yang menunjukan opini
OpiniWajarTanpaPengecualian(WTP), audit laporan keuangan pemerintah daerah
Opini Wajar Dengan Pengecualian Kabupaten Lima Puluh Kota terlihat pad
(WDP),Opini Tidak Wajar (TP), dan tabel 1
Pernyataan Menolak memberi Opini atau Tabel: Hasil Evaluasi Opini Audit
Tidak Memberi Pendapat (TMP). Laporan Keuangan Pemerintah
Motivasi penelitian ini dilakukan Kabupaten 50 Kota Tahun 2010 – 2015
karena diantaraLaporan Keuangan
Tahun Opini Audit
Pemerintah Daerah kabupaten/kota
tersebut, pemerintah kabupaten Lima 2010 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
Puluh kota merupakan salah satu 2011 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
pemerintah daerah yang hingga tahun2015 2012 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
2013 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
masih belum bisa memperoleh opini WTP
2014 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
(www.bpk.go.id). Pemerintah kabupaten
2015 Wajar dengan Pengecualian (WDP)
Lima Puluh kota bertahan dengan opini
Sumber: www.bpk.go.id
WDP yang diperolehnya untuk 5 tahun
Kepala Perwakilan BPK RI Prov.
terakhir. Hal ini terjadi karena masih
Sumbar menyampaikan hasil pemeriksaan
lemahnya kemampuan SDM dan
dari pemerintah daerah Kabupaten Lima
pengendalian internal Pada organisasi
Puluh Kota mendapat OPINI BPK berupa
pemerintahan saat ini, lemahnya
WDP ( wajar dengan pengecualian), hal ini
kemampuan SDM tidak hanya diakibatkan
menunjukkan adanya beberapa
oleh kelemahan pengelolaan keuangan
permasalahan yang perlu mendapat
daerah sektor administrasi dan birokrasi
perhatian Pimpinan DPRD, Kepala Daerah,
dan akibat keterbatasan dukungan sumber
dan Inspektur Kabupaten/Kota, yaitu, hasil
daya manusia saja, akan tetapi juga ada
Pemeriksaan atas Manajemen Aset Tahun
kelemahan law enforcement, yaitu
Anggaran 2014 dan Semester I 2015 pada
kepatuhan terhadap peraturan, aturan,
Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota,
prosedur serta perencanaan yang telah
masih menunjukkan beberapa kelemahan
ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah,
antara lain, (1) Terdapat Aset yang dicatat
termasuk penyajian transaksi dan laporan
sebagai BMD, namun belum didukung
keuangan yang jujur agar informasi yang
bukti kepemilikan, (2) Aset Tetap dicatat
dihasilkan laporan keuangan tidak hanya
ganda dan diantaranya dicatat dengan nilai
dapat dipahami dan dimengerti oleh
perolehan yang berbeda, dan (3) Pencatatan
pemakai, namun juga bermanfaat dan dapat
dokumen alih fungsi barang milik daerah
dipercaya oleh pemakai itu sendiri.
tidak dilengkapi dengan persetujuan kepala
Setiap unit kerja (Satker)
daerah dan belum diterbitkan keputusan
kementrian atau lembaga dituntut untuk
Kepala Daerah tentang penetapan status
meningkatkan pengendalian internal
penggunaan barang milik daerah, (4)
mereka dalam mempertanggungjawabkan
Pencatatan pinjam pakai barang milik
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta
pemerintah daerah belum sesuai ketentuan
pengelolaan sumber daya dengan
dan Pengamanan aset dan barang milik
didasarkan pada perncanaan strategis yang
telah ditetapkan oleh masing-masing satker

4
daerah pada pemerintah daerah yang belum Desiana wati (2014) juga
optimal. berpendapat sama Sumber daya manusia
Beberapa permasalahan yang terjadi (SDM) adalah faktor penting demi
di Kabupaten Lima Puluh Kota diatas terciptanya laporan keuangan yang
membuktikan bahwa masih lemahnya berkualitas. Desiana wati dkk juga
kompetensi SDM dan pengendalian intern menjelaskan bahwa keberhasilan suatu
yang dilakukan oleh pemerintah selama ini entitas bukan hanya dipengaruhi oleh
dan merugikan pemerintah daerah, faktor sumber daya manusia yang dimilikinya
pemanfaatan TI yang kurang baik dalam melainkan kompetensi sumber daya
pencatatan laporan keuangan manusia yang dimilikinya.Kompetensi
berkemungkinan juga ikut mempengaruhi merupakan dasar seseorang untuk mencapai
hasil laporan keuangan pemerintah yang kinerja tinggi dalam menyelesaikan
diharapkan berkualitas dan mampu untuk kinerjanya.Sumber daya manusia yang
dipertanggungjawabkan oleh pemerintah memiliki kompetensi baik akan dapat
daerah Lima Puluh Kota.Kabupaten Lima menyelesaikan pekerjaanya secara
Puluh Kota merupakan Kabupaten di efisien,efektif,dan ekonomis. Dalam hal ini
Sumatera Barat yang sampai saat ini pekerjaan yang dihasilkan akan dapat
memiliki prestasi yang kurang baik dalam mencegah terjadinya pemborosan waktu
pengelolaan laporan keuangan pemerintah serta tenaga,
daerah. Kabupaten tersebut mendapat Dengan adanya kompetensi sumber
predikat hasil audit dari auditor internal daya manusia maka waktu pembuatan
nasional berupa wajar dengan pengecualian laporan keuangan akan dapat dihemat. Hal
(WDP). Jika dilihat dari opini audit, status ini dapat terjadi jika SDM yang
wajar dengan pengecualian belum menjadi dimanfaatkan telah didukung dengan latar
yang terbaik, dan masih perlu ditingkatkan belakang pendidikan akuntansi yang diakui,
oleh pemerintah, dan kompetensi SDM sering mengikuti pendidikan dan pelatihan,
yang baik dan berkualitas sebagai elemen dan mempunyai pengalaman di bidang
penting dalam penyusunan laporan keuangan. Sehingga untuk menerapkan
keuangan juga mempengaruhi hasil opini sistem akuntansi, sumber daya manusia
laporan keuangan yang akan diaudit oleh (SDM) tersebut akan mampu memahami
BPK nantinya. logika akuntansi dengan baik. Kegagalan
Penelitian yang hampir sama pernah sumber daya manusia Pemerintah Daerah
dilakukan oleh Emilda (2014), Dalam dalam memahami dan menerapkan logika
pengujian hipotesis membuktikan akuntansi akan berdampak pada kekeliruan
kompentensi SDM berpengaruh terhadap laporan keuangan yang dibuat dan
kualitas laporan keuangan Pemerintah Kab. ketidaksesuaian laporan dengan standar
Lima Puluh Kota.Menurut Hervesi (2005 yang telah ditetapkan pemerintah.Begitu
dalam Indriasari 2008) Kompetensi adalah pula dengan penelitian yang dilakukan oleh
ciri seseorang yang dapat dilihat dari, Aulia Rahman (2012) menjelaskan bahwa
keterampilan Pengetahuan, dan kompetensi, pelatihan dan pendidikan
kemampuan yang dimilikinya dalam hal secara simultan berpengaruh terhadap
menyelesaikan tugas-tugas yang kualitas laporan pertanggung jawaban
dibebankan kepadanya. laporan keuangan satuan Dekosentrasi
satuan kerja Pemerintah Aceh.

5
Faktor lain yang juga ikut tersebut menunjukan bahwa volume
mempengaruhi baik buruknya kualitas transaksi keuangan pemerintah juga
laporan keuangan adalah dukungan menunjukan kuantitas yang semakin besar,
pemanfaatan teknologi informasi.Menurut semakin kompleks dan rumit.
Jogiyanto (1995) teknologi merupakan alat Komputer telah menggantikan
yang digunakan individual dalam teknologi manual dengan melakukan
penyelesaian tugas mereka, dalam konteks pemrosesan atas data yang jumlahnya
sistem informasi, teknologi terkait dengan sangat besar, ataupun menjalankan
sistem komputer (perangkat keras, pekerjaan yang sangat kompleks.Komputer
perangkat lunak, data) dan penggunaan jasa juga dapat bekerja sangat konsisten serta
pendukung (training) yang memberikan reliable (dapat dipercaya) dalam waktu
panduan penggunaan dalam menyelesaikan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan
tugas. kemampuan manusia.
Dukungan penggunaan teknologi Hal terakhir yang mungkin
informasi ini juga membantu mempercepat mempengaruhi kualitas laporan keuangan
proses penyampaian dan pemahaman adalah pengendalian intern pemerintah itu
informasi, khususnya dalam mengantisipasi sendiri.Dalam PP No 8 Tahun 2006,
intensitas perubahan-perubahan peraturan Pengendalian Intern adalah suatu proses
pemerintah tentang pengelolaan keuangan yang dipengaruhi oleh manajemen yang
pemerintah daerah yang sering terjadi. diciptakan untuk memberikan keyakinan
Meskipun adanya perubahan laporan yang memadaidalam pencapaian
keuangan yang sebelumnya Cash Basis efektivitas, efisiensi, ketaatanterhadap
menjadi akrual basis. Pemerintah peraturan perundang-undangan yang
seharusnya menjadikan ini berlaku, dan keandalan penyajian laporan
sebagaitantangan agar dapat meningkatkan keuangan pemerintah.
kualitas laporan keuangan pemerintah Pada Tahun 2008, Pemerintah
daerah itu sendiri. mengeluarkan Peraturan Pemerintah
Kewajiban pemanfaatan teknologi Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem
informasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Pengendalian intern Pemerintah (SPIP).
Daerah telah diatur dalam Peraturan Dalam PP tersebut menyebutkan bahwa
Pemerintah No. 56 Tahun 2005 tentang tujuan SPIP yaitu untuk memberikan
Sistem Informasi Keuangan Daerah tentang keyakinan yang memadai bagi tercapainya
Informasi Keuangan Daerah yang beberapa hal berikut (1) Efektivitas dan
menggantikan PP No.11 tahun 2001 efisiensi pencapaian tujuan
tentang informasi keuangan daerah. penyelenggaraan pemerintahan Negara, (2)
Sedangkan menurut Widjajanto (2001) Keandalan dalam Laporan Keuangan. (3)
secara umum manfaat yang ditawarkan Pengamanan aset Negara, dan (4) Ketaatan
oleh suatu teknologi informasi antara lain terhadap peraturan perundang-undangan.
kecepatan pemrosesan data-data transaksi Pengendalian intern merupakan
yang dari tahun ke tahun semakin besar suatu cara untuk mengarahkan,
serta kualitas data yang kian semakin mengawasi, dan mengukur sumberdaya
kompleks dan rumit dikarenakan semakin suatu organisasi,serta berperan penting
meningkatnya total volume APBN/D dari dalam pencegahan dan pendeteksian
tahun ke tahun. Dari sisi akuntansi hal adanya kesalahan dan penyalahgunaan
6
terutama dalam penyusunan laporan tidak, teori keagenan ini telah dipraktikkan,
keuangan. Pengendalian intern terdiri atas termasuk pemerintahan daerah di Indonesia
kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam mewujudkan tranparansi akun-
dalam mencapai sasaran dan menjamin tabilitas publik.
atau menyediakan informasi keuangan Menurut Mardiasmo (2004),
yang andal,serta menjamin ditaatinya akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak
hukum dan peraturan yang berlaku. pemegang amanah (agensi/ Pemerintah)
Berdasarkan penjelasan diatas, untuk memberikan pertanggung jawaban,
Penelitian ini penting dilakukan untuk menyajikan, melaporkan, dan
mengetahui sejauh mana kualitasin mengungkapkan segala aktivitas dan
formasi yang dihasilkan oleh Pemerintah kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya
daerah KabupatenLima Puluh Kota oleh kepada pihak pemberi amanah (principal/
sebab itu peneliti melakukan penelitian Masyarakat) yang memiliki hak untuk
pada salah satu kabupaten di provinsi meminta pertanggung jawaban tersebut.
Sumtera Barat tesebut, sehingga penelitian Akuntabilitas publik terdiri atas 2
ini diberi judul: “Pengaruh Kompetensi macam,yaitu : 1) pertanggung jawaban atas
Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan pengelolaan dana kepada otoritas yang
Teknologi Informasi, Dan Pengendalian lebih tinggi (akuntabilitas vertical), dan 2)
Intern Terhadap Kualitas Laporan pertanggung jawaban kepada masyarakat
Keuangan Pemerintah Daerah (Studi luas (akuntabilitas horizontal).
Empiris Pada Skpd Kab. Limapuluh Masalah keagenan muncul ketika
Kota)” eksekutif cenderung memaksimalkan self
interest-nya yang dimulai dari proses
II. Kajian Teori, Kerangka Konseptual penganggaran, pembuatan keputusan,
dan Hipotesis sampai dengan menyajikan laporan
keuangan yang sewajar-wajarnya untuk
1. Teori keagenan (Agency Theory)
memperlihatkan bahwa kinerja mereka
Teori keagenan (Agency theory)
selama ini telah baik, selain itu juga untuk
merupakan basis teori yang mendasari
mengamankan posisinya di mata legislatif
praktik bisnis perusahaan yang dipakai
dan rakyat. Teori keagenan juga
selama ini. Teori tersebut berakar dari
menyatakan bahwa agen bersikap oportunis
sinergi teori ekonomi, teori keputusan,
dan cenderung tidak menyukai
sosiologi, dan teori organisasi. Prinsip
risiko.Tanggung jawab yang ditunjukkan
utama teori ini menyatakan adanya
pemerintah daerah sebagai pihak eksekutif
hubungan kerja antara pihak yang memberi
tidak hanya berupa penyajian laporan
wewenang (prinsipal) yaitu investor dengan
keuangan yang lengkap dan wajar, tetapi
pihak yang menerima wewenang (agensi)
juga bagaimana mereka mampu membuka
yaitu manajer, dalam bentuk kontrak kerja
akses untuk para pengguna laporan
sama yang disebut ”nexus of
keuangan. Sehingga tujuan pemerintah
contract”.Implikasi penerapan teori ini
dalam mewujudkan tranparansi dan
dapat menimbulkan perilaku efisiensi atau
akuntabilitas baik di lembaga pusat
perilaku opportunistik bagi si Agen. Pada
khusunya daerah akan dapat terwujud.
organisasi publik khususnya di
pemerintahan daerah secara sadar atau

7
2. Laporan Keuangan b. Menyediakan informasi mengenai
kesesuaian cara memperoleh sumber
a. Pengertian Laporan Keuangan
daya
Laporan keuangan merupakan ekonomi dan alokasinya dengan
bentuk pertanggung jawaban kepengelolaan anggaran yang ditetapkan dalam
atas kepengurusan sumber daya ekonomi peraturan
yang dimiliki oleh suatu entitas. Laporan perundang-undangan.
keuangan yang diterbitkan harus disusun c. Menyediakan informasi mengenai
berdasarkan standar akuntansi yang berlaku jumlah sumber daya ekonomi yang
umum agar laporan keuangan tersebut digunakan dalam kegiatan entitas
dapat dibandingkan dengan laporan pelaporan serta hasil-hasil yang telah
keuangan periode sebelumnya atau dicapai.
dibandingkan dengan laporan keuangan d. Menyediakan informasi mengenai
entitas lain. bagaimana entitas pelaporan menda-
Menurut PP 71 tahun 2010 tentang nai seluruh kegiatannya dan
Standar Akuntansi Pemerintahan, laporan mencukupi kebutuhan kasnya.
keuangan disusun untuk menyediakan e. Menyediakan informasi mengenai
informasi yang relevan mengenai posisi posisi keuangan dan kondisi entitas
keuangan dan seluruh transaksi yang pelaporan berkaitan dengan sumber-
dilakukan oleh suatu entitas pelaporan sumber penerimaannya, baik jangka
selama satu periode pelaporan. pendek maupun jangka panjang,
termasuk yang berasal dari pungutan
b. Tujuan Laporan keuangan pajak dan pinjaman.
Tujuan umum laporan keuangan f. Menyediakan informasi mengenai
adalah meberikan informai mengenai posisi perubahan posisi keuangan entitas
keuangan, kinerja, dan aru kas suatu entitas pelaporan, apakah mengalami
yang berguna bagi sejumlah besar pemakai kenaikan atau penurunan, sebagai
untuk membuat dan mengevaluasi akibat kegiatan yang dilakukan
keputusan mengenai alokai sumber daya selama periode pelaporan.
yang dipakai suatu entita dalam
aktivitasnya guna mencapai tujuan. C. Kualitas Laporan Keuangan
Adapun Tujuan penyusunan laporan
Kualitas merupakan suatu
keuangan pada PP No.71 Tahun 2010
penilaian terhadap output pusat
paragraph 23 disebutkan bahwa, laporan
pertanggung jawaban atas suatu hal, baik
keuangan bertujuan untuk menyajikan
itu dilihat dari segi yang berwujud seperti
informasi yang berguna dalam pengambilan
barang maupun segi yang tidak berwujud,
keputusan dan menunjukkan akuntabilitas
seperti suatu kegiatan. Laporan keuangan
entitas pelaporan atas sumber daya yang
yang berkualitas menunjukkan bahwa
dipercayakan kepadanya, dengan cara:
Kepala Daerah bertanggung jawab sesuai
a. Menyediakan informasi mengenai dengan wewenang yang dilimpahkan
kecukupan penerimaan periode kepadanya dalam pelaksanaan tanggung
berjalan untuk membiayai seluruh jawab mengelola organisasi.
pengeluaran.

8
Adapun laporan keuangan dapat menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih
dikatakan sudah berkualitas jika bisa baik daripada kebijakan akuntansi yang
memenuhi beberapa syarat karakteristik- sekarang diterapkan, perubahan tersebut
karakteristik kualitas sesuai PP No.71 diungkapkan pada periode terjadinya
Tahun 2010, yaitu: perubahan.
1. Relevan 3. Dapat Dipahami
Laporan keuangan biasanya Informasi yang disajikan dalam
dikatakan relevan apabila informasi yang laporan keuangan dapat dipahami oleh
termuat didalamnya dapat mempengaruhi pengguna dan dinyatakan dalam bentuk
keputusan pengguna dengan membantu serta istilah yang disesuaikan dengan batas
mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu pemahaman para pengguna Untuk itu,
atau masa kini dan memprediksi masa pengguna diasumsikan memiliki penge-
depan serta menegaskan atau mengoreksi tahuan yang memadai atas kegiatan dan
hasil evaluasi mereka dimasa lalu. Dengan lingkungan operasi entitas pelaporan, serta
demikian informasi laporan keuangan yang adanya kemauan pengguna untuk
relevan dapat dihubungkan dengan maksud mempelajari informasi yang dimaksud.
penggunaannya.
2. Andal 3. Kompetensi Sumber Daya Manusia
Laporan keuangan dapat dikatakan a. Pengertian Kompetensi
andal apabila informasi–informasi yang Menurut Peraturan Menteri Dalam
terdapat di dalam laporan keuangan bebas Negeri Republik Indonesia tahun 2013
dari pengertian yang menyesatkan dan pasal 1 tentang kompetensi, kompetensi
adalah kemampuan dan karakteristik yang
kesalahan material, menyajikan setiap fakta
secara, jujur, serta dapat diverifikasi. dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil
Informasi mungkin relevan, tetapi jika berupa pengetahuan, keterampilan, dan
hakikat atau penyajiannya tidak dapat sikap perilaku yang diperlukan dalam
diandalkan maka penggunaan informasi pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga
tersebut secara potensial dapat menyesat- Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat
kan. melaksanakan tugasnya secara profesional,
2. Dapat Dibandingkan efektif dan efisien.Peraturan Pemerintah
(PP) No. 23 Tahun 2004, tentang Badan
Informasi yang termuat dalam
Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
laporan keuangan akan lebih berguna jika
dapat dibandingkan dengan laporan menjelaskan tentang sertifikasi kompetensi
kerja sebagai suatu proses pemberian
keuangan periode sebelumnya atau laporan
sertifikat kompetensi yang dilakukan secara
keuangan entitas pelaporan lain pada
sistimatis dan objektif melalui uji
umumnya. Perbandingan dapat dilakukan
secara internal dan eksternal. Perbandingan kompetensi yang mengacu kepada standar
kompetensi kerja nasional Indonesia dan
secara internal dapat dilakukan bila suatu
atau Internasional
entitas menerapkan kebijakan akuntansi
Spencer dan Spencer (1993)
yang sama dari tahun ketahun.
Perbandingan secara eksternal dapat menunjukan bahwa kompetensi adalah
dilakukan bila entitas yang diperbanding- karakteristik dasar seseorang yang terdiri
dari knowledge, skill, attitude yang ada
kan menerapkan kebijakan akuntansi yang
hubungan sebab akibatnya dengan prestasi
sama. Apabila entitas pemerintah akan

9
kerja yang luar biasa atau dengan efektifitas komputer (mainframe, mini, micro),
kerja. perangkat lunak (software), database,
Keputusan Kepala Badan Kepega- jaringan (internet,intranet), electronic
waian Negara nomor 46 A Tahun 2003 commerce, dan jenis lainnya yang
ditentukan bahwa kompetensi adalah berhubungan dengan teknologi (Wilkinson
kemampuan dan karakteristik yang dimiliki et al., 2000 dalam Arfianti, 2011).
oleh seorang pegawai negeri sipil berupa Menurut Widyaningrum (2010)
pengetahuan, keahlian, sikap dan perilaku Pemanfaatan teknologi informasi
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas mencakup adanya :
dan jabatanya. 1. Pengolahan data, pengolahan informasi,
1. Pengetahuan (knowledge) yaitu fakta sistem manajemen dan proses kerja
dan angka dibalik aspek-aspek teknis secara elektronik, dan
2. Keahlian/keterampilan (Skills), yaitu 2. Pemanfaatan kemajuan teknologi
kemampuan untuk menunjukan tugas informasi agar pelayanan publik dapat
pada tingkat criteria yang dapat diakses secara mudah dan murah oleh
diterima secara terus menerus, dengan masyarakat.
kegiatan yang paling sedikit. Menurut Jurnali dan Supomo (2002)
3. Sikap (attitude), yaitu yang ditunjukan dalam Harifan (2009), pemanfaatan
kepada atasan atau orang lain bahwa teknologi informasi adalah tingkat integrasi
yang bersangkutan mampu berada teknologi informasi pada pelaksanaan
dalam lingkungan kerjanya. tugas-tugas akuntansi yang terdiri dari:
b. Kompetensi SDM keuangan
1. Bagian ekonomi/keuangan memiliki
pemerintah daerah
Pengelolaan keuangan merupakan komputer yang cukup untuk
salah satu yang berkaitan langsung dengan melaksanakan tugas.
keuangan organisasi baik dalam mencatat, 2. Jaringan internet telah terpasang di unit
menyusun, mengelola, maupun menghasil- kerja.
kan laporan keuangan.Adapun kompetensi 3. Jaringan komputer telah dimanfaatkan
yang harus dimiliki oleh seorang akuntan sebagai penghubung antar unitkerja
pemerintah daerah dalam melaksakan tugas dalam pengiriman data dan informasi
dan fungsinya tersebut yaitu dengan yang dibutuhkan.
mengacu kepada standar kompetensi 4. Proses akuntansi sejak awal transaksi
lulusan akuntansi yang telah ditetapkan hingga pembuatan laporan keuangan
oleh IFAC (International Federation Of dilakukan secara komputerisasi.
Accountants), yakni IES (International 5. Pengolahan data transaksi keuangan
Education Standars), daalam hal ini IES 2, menggunakan software sesuai dengan
IES 3, IES 4 yang mencakup dimensi peraturan perundangundangan.
knowledge, skills, attitude 6. Laporan akuntansi dan manajerial
dihasilkan dari sistem yang terintegrasi.
4. Pemanfaatan Teknologi Informasi 7. Adanya jadwal pemeliharaan peralatan
secara teratur.
Pemanfaatan teknologi informasi 8. Peralatan yang usang/rusak di data dan
tidak hanya meliputi perangkat keras dan diperbaiki tepat pada waktunya.
perangkat lunak saja namun juga meliputi :

10
Penggunaan teknologi informasi (cost and benefit), sumber daya manusia,
yang tepat akan bisa mendukung kejelasan criteria pengukuran efektivitas
terwujudnya laporan keuangan yang dan perkembangan teknologi informasi
berkualitas. Penelitian yang dilakukan serta dilakukan secara komperhensif.
Mustafa (2011) memberikan bukti adanya Menurut Peraturan Pemerintah
pengaruh pemanfaatan teknologi informasi No.60 Tahun 2008 bahwa unsur sistem
terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pengendalian intern dalam Peraturan
pada laporan keuangan. Pemanfaatan Pemerintah ini mengacu pada unsur Sistem
teknologi informasi juga akan sangat Pengendalian Intern yang telah dipraktikan
membantu mempercepat proses pengolahan dilingkungan pemerintah di berbagai
data transaksi dan penyajian laporan Negara, yang meliputi :
keuangan pemerintah sehingga laporan
keuangan tersebut tidak kehilangan nilai 1. Lingkungan Pengendalian
informasi salah satunya yaitu ketepat- Lingkungan pengendalian menggam-
waktuan. barkan keseluruhan sikap organisasi yang
memengaruhi kesadaran dan tindakan
3. Pengendalian Intern personel organisasi mengenai
pengendalian.
Menurut I Gusti Agung Rai (2008), 2. Penilaian Risiko
pengendalian internadalah kebijakan dan Menurut Indra (2011) untuk tujuan
prosedur yang dirancang untuk pelaporan keuangan adalah proses
memberikan keyakinan yang memadai bagi identifikasi, analisis, dan pengelolaan risiko
manajemen bahwa organisasi mencapai entitas yang berkaitan dengan penyusunan
tujuan dan sasarannya. laporan keuangan sesuai dengan prinsip
Menurut Peraturan Pemerintah No. akuntansi yang berlaku umum. Diawali
60 Tahun 2008 Sistem Pengendalian dengan penetapan maksud dan tujuan
Internadalah proses yang integral pada instansi Pemerintah yang jelas dan
tindakandan kegiatan yang dilakukan konsisten baik pada tingkat
secara terusmenerus oleh pimpinan dan kegiatan.Selanjutnya Instansi Pemerintah
seluruh pegawaiuntuk memberikan mengidentifikasi secara efisien dan efektif
keyakinan memadai atas tercapainya tujuan risiko yang dapat menghambat pencapaian
organisasi melalui kegiatan yang efektif tujuan tersebut, baik yang bersumber dari
dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, dalam maupun luar instansi.
pengamanan aset negara dan ketaatan 3. Kegiatan Pengendalian
terhadap peraturan perundang-undangan. Menurut Indra (2011), aktivitas
pengendalian adalah kebijakan dan
a. Unsur-unsur Sistem Pengendalian
prosedur yang dibuat untuk memastikan
Intern
Unsur-unsur sistem pengendalian pelaksanaan petunjuk yang dibuat oleh
intern berfungsi sebagai pedoman manajemen.kebijakan dan prosedur yang
penyelenggaraan dan tolak ukur pengujian dibangun oleh manajemen untuk mencapai
efektivitas penyelenggaraan sistem tujuan laporan keuangan yang obyektif,
pengendalian intern.Pengembangan unsur 4. Informasi dan Komunikasi
sistem pengendalian intern perlu Menurut Indra (2011) Kebijakandan
mempertimbangkan aspek biaya manfaat prosedur pengendalian yang berkaitan

11
dengan sistem akuntansi adalah kebijakan dan Nahartyo (2008), Roviyantie (2011),
dan prosedur atas transaksi yang Zuliarti (2012), Ruri (2013), dan Hendrick
dilaksanakan untuk mencegah terjadinya (2014).
salah saji potensial terhadap pernyataan Penelitian Indriasari dan Nahartyo
manajemen dalam laporan keuangan. (2008) menunjukkan hubungan nilai
Instansi pemerintah harus memiliki informasi pelaporan keuangan pemda,
informasi yang relevan dan dapat sumber daya manusia, pemanfaatan
diandalkan baik informasi keuangan teknologi informasi, pengendalian intern
maupun non keuangan, yaitu informasi akuntansi. Kesimpulannya adalah bahwa
yang berhubungan dengan peristiwa pemanfaatan teknologi informasi dan
peristiwa eksternal dan internal, yang pengendalian intern berpengaruh positif
menyediakan dan memanfaatkan berbagai terhadap keterandalan informasi pelaporan
bentuk dan sarana komunikasi serta keuangan pemerintah daerah akan tetapi
mengelola, mengembangkan dan kapasitas sumber daya manusia
memperbarui sistem informasi secara terus berpengaruh negatif.
menerus.
5. Pemantauan Penelitian Roviyantie (2011)
Menurut Indra (2011), Proses menunjukkan bahwa sumber daya manusia
penilaian kualitas kinerja diukur dari berpengaruh positif terhadap informasi
struktur pengendalian internal sepanjang pelaporan keuangan. Sejalan dengan
waktu dan dilaksanakan melalui Roviyantie (2011), Penelitian Ruri (2013)
pemantauan berkelanjutan, evaluasi juga mengatakan terdapat hubungan yang
terpisah, dan tindak lanjut rekomendasi positif antara sumber daya manusia dengan
hasil audit dan review lainnya. Pemantauan kualitas laporan keuangan pemerintah
berkelanjutan diselenggarakan melalui daerah. Sedangkan Hendrick (2014)
kegiatan pengelolaan rutin, supervisi, berpendapat bahwa pemanfaataan teknologi
pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan informasi berpengaruh positif signifikan
lain yang terkait dalam pelaksanakan tugas. terhadap nilai informasi laporan keuangan.
Evaluasi terpisah diselenggarakan melalui Sedangkan penelitian Emilda
penilaian sendiri, review, dan pengujian (2014) menunjukan Kompetensi SDM
efektivitas sistem pengendalian intern yang berpengaruh positif signifikan terhadap
dapat dilakukan oleh aparat pengawasan kualitas laporan keuangan, dan
intern pemerintah atau pihak eksternal menggunakan faktor lain sebagai penguji
pemerintah. Tindak lanjut rekomendasi yaitu penerapan sistem akuntansi keuangan
hasil audit dan review lainnya harus segera daerah yang tidak berpengaruh positif
diselesaikan dan dilaksanakan sesuai signifikan, meskipun studi empiris sama
dengan mekanisme penyelesaian dengan peneliti yaitu di Kabupaten
rekomendasi hasil audit dan review lainnya Limapuluh Kota.
yang ditetapkan.
B. Kerangka Konseptual
A. Penelitian Terdahulu
Kerangka konseptual dimaksudkan
Penelitian-penelitian mengenai sebagai konsep untuk menjelaskan
kualitas laporan keuangan yang terfokus mengungkapkan keterkaitan antara variabel
pada sektor publik diantaranya Indriasari
12
yang akan diteliti berdasarkan latar III. METODE PENELITIAN
belakang dari kajian-kajian teori yang telah
dikemukakan di atas. Penelitian ini A. Jenis Penelitian
bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak Penelitian ini merupakan penelitian
adanya pengaruh hubungan antara variable kausatif. Penelitian kausatif berguna untuk
terikat, yaitu kualitas laporan keuangan menganalisis pengaruh antara satu variabel
dengan variabel bebas yaitu sumber daya dengan variabel lainnya. Penelitian ini
manusia, Pemanfaatan teknologi informasi, bertujuan untuk melihat seberapa jauh
dan sistem pengendalian intern pemerintah. variabel bebas mempengaruhi variabel
terikat (Husein, 2005). Jadi, penelitian ini
Adapun kerangka konseptual bertujuan untuk melihat seberapa besar
penelitian ini digambarkan pada model pengaruh kompetensi SDM, Pemanfaatan
berikut ini: teknologi informasi pengendalian internal
terhadap kualitas laporan keuangan daerah
Kompetensi pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
sumber
Dayamanusia (X1) B. Populasi dan Sampel Penelitian
H1 Populasi adalah sekelompok orang,
kejadian atau segala sesuatu yang
Pemanfaatan Kualitas laporan
H2 mempunyai karakteristik tertentu. Populasi
Teknologi keuangan
Informasi (X2) Pemerintah (Y)
dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD yang ada di
Kabupaten berjumlah 30 SKPD yang terdiri
H3
dari Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan, dan
Pengendalian
InternPemerintah Inspektorat Penelitian ini menggunakan
(X3) totalsampling. Responden dalam penelitian
ini adalah Kasubag bagian
ekonomi/keuangan dan staf bagian
ekonomi/keuangan pada setiap SKPD,
C. Hipotesis
dengan total responden 60 orang dengan 2
Berdasarkan uraian latar belakang,
orang pada setiap masing-masing SKPD
kajian teori dan kerangka konseptual yang
telah dibuat, maka didapat hipotesis sebagai yang berjumlah 30 SKPD. Alasan
berikut : pemilihan responden adalah karena
H1 : Kompetensi sumber daya manusia kasubag bagian ekonomi/keuangan
berpengaruh positif terhadap kualitas berwenang dalam mengambil keputusan
laporan keuangan pemerintah daerah terkait laporan keuangan dan staf bagian
ekonomi/keuangansebagai elemen penting
H2: Pemanfaatan teknologi informasi dalam menghasilkan laporan keuangan
berpengaruh positif terhadap kualitas pemerintah, karena terlibat langsung dalam
laporan keuangan pemerintah daerah penyusunan laporan keuangan dan sangat
memahami kegiatan pemrosesan laporan
H3: Sistem pengendalian intern
keuangan.
berpengaruh positif terhadap kualitas
laporan keuangan pemerintah daerah

13
C. Jenis dan Sumber Data. E. Teknik Pengumpulan Data
Jenis data dalam penelitian
Teknik pengumpulan data
ini adalah data subjektif. Sumber
yang digunakan dalam penelitian ini
data dalam penelitian ini adalah data
yaitu dengan menggunakan
primer. Data primer adalah sumber
kuesioner untuk mendapatkan data
data yang diperoleh secara langsung
primer. Kuesioner adalah daftar
dari sumber asli (tidak melalui media
pertanyaan terstruktur yang diajukan
perantara). Atau dengan kata lain
pada responden. Kuesioner diberikan
penelitian ini dilakukan dengan
kepada staf bagian ekonomi/
metode survey. Metode survey
keuangan di SKPD tersebut.
merupakan metode pengumpulan
Kuesioner akan langsung diantarkan
data primer yang diperoleh secara
ke SKPD yang ada di Instansi
langsung dari sumber aslinya,
Pemerintah Kabupaten Limapuluh
dengan mengguna-kan pertanyaan
Kota. Langkah ini digunakan untuk
lisan atau tertulis.
mengantisipasi rendahnya respon
D. Instrumen Penelitian dari responden dalam mengisi
Instrumen yang digunakan kuesioner. Setelah itu, kuesioner
adalah kuesioner. Kuesioner terdiri akan dikumpulkan kembali dengan
dari sejumlah pertanyaan yang menjemputnya secara langsung.
menggunakan skala likert dengan
F. Variabel Penelitian
lima alternatif jawaban :
Variabel adalah apapun yang
Tabel . Skala Pengukuran dapat membedakan atau membawa
variasi pada suatu nilai
(Sekaran,2006). Dalam penelitian
Sifat Pertanyaan
ini, peneliti menggunakan dua
Skala Likert Positif ( +) Negatif (-) macam variabel penelitian.

Sangat Setuju 5 1 1. Variabel terikat (Dependent


(SS) Variable)
Variabel terikat (dependent
Setuju (S) 4 2
variable) merupakan variabel yang
Kurang Setuju menjadi perhatian utama peneliti
3 3
(KS) (Sekaran, 2006).Variabel dependent
Tidak Setuju
yang digunakan dalam penelitian ini
2 4 adalah kualitas laporan keuangan
(TS)
pemerintah daerah.
Sangat Tidak
1 5
Setuju (STS)

40
2. Variabel bebas (Independent stabil dari waktu ke waktu Untuk uji
Variable) reliabilitas dgunakan rumus
Variabel independen adalah cronbach’s alpha, jika nilai
variable yang mempengaruhi cronbach’s alpha lebih besar ari 0,6
variabel terikat secara positif atau maka instrumen katakan reliabel.
negatif (Sekaran,2006). Variabel
bebas pada penelitian ini ada 3 H. Uji Asumsi Klasik
sebagai berikut : Uji asumsi klasik digunakan
apabila suatu penelitian
a. Kompetensi SDM (X1) menggunakan metode Regresi
b. Pemanfaatan Teknologi Informasi Berganda. Menurut Sekaran (2006),
(X2) analisis berganda dilakukan untuk
c. Sistem Pengendalian Intern menguji pengaruh dari beberapa
Pemerintah (X3) variabel bebas terhadap variabel
terikat. Data yang akan diolah
G. Uji Validitas dan Reliabilitas dengan regresi berganda dibantu oleh
1. Uji validitas SPSS, harus memenuhi asumsi -
Uji validitas digunakan untuk asumsi tertentu agar model regresi
mengukur sah atau valid tidaknya tidak bias.
suatu kuesioner. Suatu kuesioner Terdapat asumsi dasar yang
dikatakan valid jika pernyataan pada harus dipenuhi oleh model regresi
kuesioner mampu mengunkapkan agar tidak terjadi respon bias. yaitu:
sesuatu yang akan diukur oleh
1. Uji Normalitas Residual
kuesioner tersebut (Ghozali, 2007). Pengujian Normalitas
Jika r hitung < r tabel maka Residual dapat digunakan untuk
nomor item tersebut tidak valid dan menguji apakah data berdistribusi
jika r hitung > r tabel maka item tersebut normal. Data yang baik adalah data
dinyatakan valid dan dapat yang mempunyai pola distribusi
digunakan untuk analisis selanjutnya. normal. Uji normalitas dapat
2. Uji Reliabilitas dilakukan dengan motode
Setelah dilakukan pengujian Kolmogrov Smirnov, dengan melihat
validitas, selanjutnya akan dilaku- nilai signifikan pada 0,05. Jika nilai
kan pengujian reliabilitas, yang signifikan yang dihasilkan > 0,05
tujuannya adalah untuk mengetahui maka berdistribusi normal.
sejauh mana hasil pengukuran tetap
konsisten, jika dilakukan pengukuran 2. Uji Heteroskedastisitas
dua kali atau lebih. Instrumen Untuk menguji apakah dalam
dikatakan reliabel (andal) jika sebuah model regresi terjadi
jawaban seseorang terhadap ketidaksamaan varians dari residual
pertanyaan adalah konsisten atau atas pengamatan ke pengamatan lain.

41
Untuk mendeteksi adanya heteros- b) Menghitung Nilai Jawaban
kedastisitas dapat menggunakan uji a) Menghitung frekuensi dari
gletser. Dalam uji ini, apabila jawaban yang diberikan
hasilnya sig > 0,05, maka tidak oleh responden atas setiap
terdapat gejala heterokedastisitas. item pertanyaan yang
Model yang baik adalah tidak terjadi diajukan.
heteroskedastisitas. b) Menghitung rata rata skor
total item dengan
3. Uji Multikoliniaritas menggunakan rumus :
Sebelum melakukan analisis
data dengan menggunakan Regresi
Berganda, maka dilakukan uji
Multikoleniaritas. Multikolinearitas dimana:
adalah situasi adanya korelasi
variabel -variabel bebas diantara satu SS = Sangat Setuju
dengan yang lainnya, maka salah
S = Setuju
satu variabel bebas tersebut di
eliminir. Untuk menguji adanya R = Ragu-ragu
multikolienaritas, dapat dilihat
memalui varians inflation factor TS = Tidak Setuju
(VIF) < 10 dan tolerance > 0,1.
STS = Sangat Tidak Setuju
I. Model dan Teknik Analisis c) Menghitung nilai rerata jawaban
Data responden dimana
Dari data yang telah
dikumpulkan, maka akan diolah
dengan menggunakan analisis regresi
berganda dengan menggunakan
SPSS. Alat yang digunakan untuk Dimana :
melihat pengaruh beberapa variabel Xi = Skor total
independen terhadap variabel n = jumlah responden
dependen.
1. Teknik Analisis d) Menghitung nilai TCR masing
a. Analisis Deskriptif masing kategori jawaban dari
a) Verifikasi Data deskriptif variabel.
Verifikasi data yaitu
memeriksa kembali kuesioner yang TCR=
telah diisi oleh responden untuk
memastikan apakah semua Dimana:
pertanyaan sudah dijawab lengkap TCR = Tingkat Capaian Responden
oleh responden.

42
Rs = Rata - rata Skor jawaban F = Uji F
responden R2 = Koefisien Determinan
n = Nilai Skor Jawaban K = Jumlah Variabel Bebas
Nilai persentase dimasukkan ke n = Jumlah Sampel
dalam kriteria sebagai berikut:
1) Interval jawaban responden 76- c) Koefisien Determinasi
100% kategori jawaban baik Koefisien determinasi
2) Interval jawaban responden 56- (coefficient of determination /R-
75% kategori jawabann cukup squared) adalah ukuran
baik yang menunjukkan berapa banyak
3) Interval jawaban responden < variasi dalam data dapat dijelaskan
56% kategori jawaban kurang oleh model regresi yang
baik. dibangun.Koefisien determinasi (R2)
pada intinya mengukur seberapa jauh
b) Uji Model (Uji F) kemampuan model dalam
Data yang telah dikumpulkan menerangkan variansi variabel
dalam penelitian ini dianalisis dependen. Nilai koefien determinasi
dengan menggunakan regresi adalah nol atau satu. Nilai adjusted
berganda karena penelitian ini R2 yang kecil berarti
menggunakan lebih dari satu variabel kemampuanvariabel independen
bebas dan satu variabel terikat. α dalam menjelaskan variasi variabel
yang digunakan dalam penelitian ini dependen sangat terbatas. Menurut
adalah 0,05. Uji F dilakukan untuk Ghozali (2012) jika dalam pengujian
menguji apakah secara serentak nilai adjusted R2 negatif, maka nilai
variabel dependen mampu adjusted R2 di anggap nol.
menjelaskan variabel independen
secara baik atau untuk menguji d) Uji Hipotesis (uji T)
apakah model yang digunakan telah 1) Jika tingkat signifikannya < α =
fix atau tidak. Patokan yang 0,05 dan koefisiennya positif,
digunakan dalam pengujian ini maka hipotesis nol (H0) ditolak,
adalah membandingkan nilai sig yang berarti tersedia bukti cukup
yang diperoleh dengan derajat untuk menerima hipotesis
signifikasi pada level α = 0,05. alternatif H1 dan H2, dengan
Apabila nilai sig yang diperoleh demikian dapat dikatakan sistem
lebih kecil dari derajat signifikasi pengukuran kinerja dan
maka model yang digunakan sudah kompensasi berpengaruh
fii. Rumus yang digunakan adalah: terhadap kinerja manajerial.
2) Jika tingkat signifikan > α = 0,05
F=
dan koefisiennya negatif, maka
Keterangan: hipotesis nol (H0) diterima dan

43
dapat dikatakan sistem saja, 1 kuesioner tidak diisi dengan
pengukuran kinerja dan lengkap, dengan demikian kuesioner
Kompensasi tidak berpengaruh yang dapat diolah adalah 49
terhadap pengukuran kinerja kuesioner. Gambaran penyebaran
manajerial. dan pengembalian kuesioner dapat
3) Jika tingkat signifikannya < α = dilihat pada tabel 5.
0,05 tetapi koefisiennya negatif, Tabel 5
maka hipotesis nol (H0) diterima Penyebaran dan Pengembalian
dan Hipotesis alternatif H1 dan Kuesioner
H2 ditolak, dengan demikian Keterangan Jumlah
dapat dikatakan bahwa sistem
pengukuran kinerja dan Jumlah kuesioner yang 60
kompensasi tidak berpengaruh disebar
terhadap kinerja manajerial.
Jumlah kuesioner yang 50
kembali
IV. HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN Jumlah kuesioner yang 49
diisi lengkap dan dapat
diolah
A. GambaranUmum Objek
Penelitian Respon Rate 81,67%

Jumlah populasi sasaran atau Sumber: Data primer yang diolah


sampel pada penelitian ini adalah
tiga puluh Satuan Kerja Perangkat Berdasarkan Tabel 5 diatas,
Daerah (SKPD) yang ada di terlihat bahwa responden mengisi
Kabupaten Limapuluh Kota. Setiap dan mengembalikan kuesioner
sampel masing-masing terdiri dari dengan respon rate sebesar 81,67%.
dua responden. Dari tiga puluh Kuesioner diantarkan dan dijemput
sampel tersebut, disebarkan langsung kepada responden
sebanyak 60 kuesioner. Sebanyak 5 penelitian.
SKPD menolak untuk mengisi
B. Demografi Responden
kuesiner dengan alasan kesibukan.
1. Karakteristik Responden
Sehingga kuesioner yang dapat
Dari hasil penelitian yang
disebarkan hanya 50 buah untuk 25
dilakukan, dapat diketahui beberapa
SKPD. Hingga batas akhir pe-
karakteristik responden yang menjadi
ngumpulan data, kuesioner yang
sampel dalam penelitian ini.
diterima kembali sebanyak 50
Karakteristik responden tersebut
kuesioner. Terdapat 10 kuesioner
disajikan dalam tabel table berikut :
merupakan kuisoner yang kosong
karena dalam SKPD tersebut hanya
bisa mengisi satu atau dua kuesioner

44
a. Berdasarkan Jenjang c. Berdasarkan Usia
Pendidikan Berdasarkan kuesioner yang
Berdasarkan kuesioner yang dikumpulkan, diperoleh data me-
dikumpulkan, diperoleh data me- ngenai usia responden. Proporsi
ngenai latar belakang pendidikan responden berdasarkan usia dapat
responden. Proporsi responden dilihat pada tabel berikut :
berdasarkan jenjang pendidikan
formal dapat dilihat pada tabel No. Usia Jumlah Presentase
berikut :
1 20- 30 5 10,20%

N Pendidikan Jumlah Persent Tahun


o terakhir ase 2 30- 40 19 38,78%
1 SLTA 9 18,37%
Tahun
2 Diploma III 7 14,29% 3 40- 50 14 28,57%

3 Strata I 29 59,18% Tahun


4 >50 11 22,45%
4 Starata II 4 8,16%
Tahun
Jumlah 49 100% Jumlah 49 100%

Sumber : Data primer yang diolah Sumber : Data primer yang diolah

b. Berdasarkan Lama Pengalaman C. Deskripsi Hasil Penelitian


Kerja Adapun total capaian
Berdasarkan kuesioner yang responden yang diperoleh tergambar
dikumpulkan, diperoleh data tentang dalam table berikut :
lama bekerja responden, proporsinya
dapat dilihat pada tabel berikut : Instrumen
TCR Kategori
Variabel
Kualitas laporan Sangat
No Lamanya Jumlah Persentase 84,73%
keuangan (Y) Baik
Kompetensi SDM
1 1 - 5 tahun 9 18,37% 73,18% Baik
(X1)
Pemanfaatan
2 6 - 10 26 53,06%
Teknologi 63,80% Baik
tahun Informasi(X2)
Sistem
3 > 10 tahun 14 28,57% Sangat
Pengendalian 87,51%
Baik
Intern (X3)
Jumlah 49 100 %

Sumber : Data primer yang diolah

45
D. Pembahasan pelatihan dan juga pengalaman yang
1. Pengaruh Kompetensi SDM memadai. Menurut Widyaningrum
Terhadap Kualitas Laporan (2010) Kondisi sub bagian
Keuangan akuntansi/tata usaha keuangan yang
Berdasarkan analisis statistik sudah mendukung dan juga
dalam penelitian ini ditemukan diimbangi dengan mengikutsertakan
bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu pegawai dalam pelatihan-pelatihan
Kompetensi SDM mempunyai yang berhubungan dengan akuntansi
pengaruh positif terhadap kualitas dan pengelolaan keuangan daerah
laporan keuangan. Ini berarti bahwa sangat membantu dalam
hubungan kompetensi SDM searah meningkatkan baik buruknya kualitas
dengan kualitas laporan keuangan. suatu laporan keuangan. SDM yang
Dapat diartikan bahwa semakin dapat dikatakan baik sebagai
tinggi kompetensi SDM yang penyelenggara aparatur negara
dimiliki satker (satuan kerja) ditandai dari sikap dan perilakunya
Subbagian ekonomi/keuangan, maka yang penuh dengan kesetiaan dan
akan meningkatkan kualitas laporan ketaatan kepada Negara, bermoral
keuangan yang akan mereka hasilkan dan bermental baik, profesional,
sebagai petugas penyusun laporan sadar akan tanggung jawabnya
keuangan. sebagai pelayan publik dan mampu
Variabel kompetensi SDM beradaptasi terhadap perubahan
(X1) memiliki nilai koefesiensi peraturan perundang-undangan yang
regresi sebesar 0,330. Hal ini berlaku.
mengindikasikan bahwa jika Hasil temuan yang sejalan
kompetensi SDM meningkat satu dengan penelitian yang dilakukan
satuan, maka Kualitas Laporan oleh peneliti, yaitu penelitian yang
Keuangan akan meningkat sebesar dilakukan oleh Emilda (2014) dan
0,330. Ini berarti variabel Rovieyanti (2011), dimana
kompentensi SDM berpengaruh kompetensi SDM berpengaruh
positif dan signifikan terhadap positif terhadap kualitas laporan
kualitas laporan keuangan. keuangan. Jika kompetensi sumber
Hasil penelitian peneliti juga daya manusia dilaksanakan dengan
sejalan dengan teori yang baik, maka kualitas laporan
dikemukakan oleh Mcleod (2003) keuangan daerah akan meningkat,
faktor internal yang mempengaruhi sehingga laporan keuangan yang
kualitas laporan keuangan sebagai baik dapat memenuhi karakteristik
informasi akuntansi antara lain kualitatif laporan keuangan.
adalah tersedianya sumber daya Hasil penelitian yang berbeda
manusia yang baik dan berkualitas dengan penelitian yang dilakukan
dalam hal memiliki pendidikan, dan oleh peneliti adalah penelitian

46
Indriasari dan Nahartyo (2008) memiliki pengaruh positif terhadap
tentang Pengaruh Kapasitas Sumber kualitas laporan keuangan
daya Manusia, Pemanfaatan pemerintah daerah. Hasil penelitian
Teknologi Informasi, Dan ini sejalan dengan penelitian Seno
Pengendalian Intern Akuntansi (2013) dan Pramudiarta (2015),
Terhadap Nilai Informasi Pelaporan dimana pemanfaatan teknologi
Keuangan Pemerintah Daerah informasi juga tidak mempunyai
Kabupaten Indragiri, yang pengaruh terhadap kualitas laporan
menunjukkan bahwa kapasitas keuangan.
sumber daya manusia tidak Hasil penelitian ini sesuai
memberikan pengaruh terhadap nilai dengan teori yang dikemukakan oleh
informasi pelaporan keuangan Wilkinson (2000), dimana sistem
daerah. Ketidaksignifikanan ini informasi akuntansi dalam
disebabkan kondisi kualitas sumber melaksanakan aktivitas memerlukan
daya manusia di subbagian elemen yang spesifik yang bervariasi
akuntansi/tata usaha keuangan yang tergantung pada tingkat otomatisasi
belum mendukung. Dari hasil sistem informasi akuntansi tersebut.
penelitian diperoleh informasi bahwa Hal ini berarti jika tingkat
sumber daya manusia di subbagian kecanggihan dan pemanfaatan TI
akuntansi/tata usaha keuangan yang akan tidak berpengaruh jika nilai
ada diakui masih sangat kurang dari pemanfaatan dan kecanggihan TI
sisi jumlah maupun kualifikasinya yang digunakan juga rendah. Dengan
pada Kabupaten Indragiri. demikian masih diperlukan adanya
seperangkat alat berupa elemen
2. Pengaruh Pemanfaatan TI software yang lain untuk memenuhi
Terhadap Kualitas Laporan karakteristik kualitatif pelaporan
Keuangan keuangan pemerintah daerah.
Berdasarkan analisis statistik Namun hasil penelitian ini
dalam penelitian ini ditemukan menunjukan hasil yang tidak
bahwa hipotesis kedua (H2) yaitu signifikan. Hasil tersebut
pemanfaatan teknologi informasi TI mengindikasikan bahwa
tidak memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan teknologi informasi
kualitas laporan keuangan keuangan daerah masih mengalami
dikarenakan memiliki nilai sig. 0,721 hambatan karena peralatan dan
> 0,05. Ini berarti bahwa software pendukung yang masih
pemanfaatan TI tidak memiliki sering mengalami kendala sehingga
hubungan yang searah dengan membutuhkan waktu perbaikan yang
kualitas laporan keuangan. Hal ini cukup lama dan berdampak pada
juga berarti bahwa hasil penelitian jadwal waktu pelaporan yang
tidak sesuai dengan hipotesis yang mengalami penyesuaian atau
menyatakan bahwa pemanfaatan TI

47
mengalami kemunduran dan ini penyusunan pelaporan keuangan
berimplikasi pada ketidaktepatan organisasi telah memafaatkan
pelaporan keuangan pemerintah berbagai softwere yang dapat
daerah sebagai karakteristik kualitatif digunakan untuk menyusun laporan
laporan keuangan itu sendiri. Hal ini keuangan. Penggunaan softwere
dapat dilihat dari tabel ditribusi akuntansi tersebut dapat berdampak
frekuensi pemanfaatan TI (X2), nilai pada peningkatan kualitas tertutama
total capaian responden (TCR) yang berkaitan dengan akurasi dan
terendah terdapat pada item nomor 8 kecepatan.
yaitu dengan nilai TCR sebesar Sesuai dengan Peraturan
69,39%, hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Nomor 60 tahun 2008
masih terdapat beberapa peralatan pasal 59 ayat 2 dan Inpres Nomor 4
yang rusak dan usang tidak didata Tahun 2011, Badan Pengawasan
dan diperbaiki tepat pada waktunya Keuangan dan Pembangunan
sehingga menimbulkan beberapa (BPKP), dalam hal ini Deputi
hambatan bagi aparatur penyusun Pengawasan Bidang
laporan keuangan dalam Penyelenggaraan Keuangan Daerah,
meningkatkan kualitas laporan memandang perlu untuk
keuangan Pemda di Kabupaten Lima memfasilitasi teknologi Pemerintah
Puluh Kota. Peneliti juga berasumsi Daerah dalam mempersiapkan
ada keterbatasan teknologi yang aparatnya menghadapi perubahan,
dimiliki serta keterbatasan mendorong pelaksanaan tata kelola
kemampuan sumber daya manusia keuangan daerah sesuai dengan
yang tidak dapat mengoptimalkan peraturan yang berlaku, efisien,
peran teknologi informasi dalam efektif, transparan, akuntabel, dan
proses akuntansi dikarenakan auditabel. Hal ini penting guna
dominan responden berusia diatas 40 meningkatkan kualitas Laporan
dan >50 tahun sebesar 51,02% (dapat Keuangan pemerintah daerah guna
dilihat pada tabel 8 diatas), dimana mengimbangi tuntutan akuntabilitas
pada usia kategori berikut responden baik di lembaga pusat maupun
cenderung sulit beradaptasi dengan daerah.
perkembangan teknologi yang terus
berkembang pesat saat ini. 3. Pengaruh Sistem Pengendalian
Hussein (2005) menyatakan Intern terhadap Kualitas
bahwa perkembangan berbagai laporan keuangan
macam teknologi informasi terutama Berdasarkan analisis statistik
komputer dan internet membuat dalam penelitian ini ditemukan
pergeseran tata cara pelayanan bahwa hipotesis ketiga (H3) yaitu
publik menjadi sistem online yang sistem pengendalian intern
terkomputerisasi. Dalam hal mempunyai pengaruh positif
terhadap kualitas laporan keuangan.

48
Ini berarti bahwa hubungan SPI memiliki prosedur yang efektif untuk
searah dengan kualitas laporan memantau hasil kewenangan dan
keuangan, semakin tinggi sistem tanggung jawab yang didelegasikan,
pengendalian intern maka akan (3) Dalam meningkatkan penilaian
meningkatkan kualitas laporan resiko, Instansi Pemerintah memiliki
keuangan yang dihasilkan. mekanisme untuk mengantisipasi,
Variabel pengendalian intern mengidentifikasi, dan bereaksi
(X3) memiliki nilai koefisiensi terhadap risiko yang diakibatkan
regresi sebesar 0,247. Hal ini oleh perubahan-perubahan dalam
menunjukkan bahwa jika pemerintahan, ekonomi, industri,
pengendalian intern meningkat satu peraturan, operasional atau kondisi
satuan, maka kualitas laporan lain yang dapat mempengaruhi
keuangan akan meningkat sebesar tercapainya maksud dan tujuan
0,247. Ini berarti variabel Instansi Pemerintah secara
pengendalian intern memiliki keseluruhan atau maksud dan tujuan
pengaruh positif dan signifikan suatu kegiatan (4) Organisasi
terhadap kualitas laporan keuangan. Perangkat Daerah (OPD) harus
Hasil penelitian sesuai meningkatkan informasi dan
dengan teori yang dikemukakan oleh komunikasi dengan menggunakan
Arens (2008:370), Pengendalian berbagai bentuk komunikasi yang
intern pemerintah merupakan suatu sesuai dengan kebutuhannya (5)
cara untuk mengarahkan, mengawasi mengelola, mengembangkan, dan
dan mengukur sumber daya suatu memperbaiki sistem informasinya
organisasi, dan juga memiliki peran dalam upaya meningkatkan
penting dalam pencegahan dan komunikasi secara
pendeteksian penggelapan (fraud) berkesinambungan.
serta melindungi sumber daya Untuk dapat meningkatkan
organisasi. Salah satu tujuan umum kualitas laporan keuangan
manajemen dalam merancang sistem Pemerintah daerah, pemerintah
pengendalian intern pemerintah yang daerah harus senantiasa
efektif adalah agar laporan keuangan meningkatkan kegiatan pengendalian
reliabel. dengan mempertimbangkan
Adapun terdapat beberapa pelimpah tugas secara sistematik ke
langkah taktis untuk meningkatkan sejumlah orang untuk memberikan
pengendalian intern menurut Tuti keyakinan adanya checks and
(2014), yaitu (1) Organisasi balances. Sebaiknya aparat
Perangkat Daerah (OPD) harus pengawasan (Inspektorat Daerah)
meningkatkan lingkungan hendaknya lebih efektif dalam
pengendalian dengan memperhatikan melakukan pembinaan seperti
komitmen terhadap kompetensi, (2) melakukan kontrol secara rutin pada

49
SKPD pada lingkungan terhadap kualitas laporan
Pemerintahan. keuangan di daerah Kabupaten
Penelitian ini juga sejalan Lima Puluh Kota
dengan yang dilakukan oleh Zuliarti 2. Pemanfaatan teknologi
(2012) dan Nurillah (2014), hasil informasi tidak berpengaruh
penelitian menunjukkan bahwa signifikan terhadap kualitas
pengendalian intern berpengaruh laporan keuangan daerah di
terhadap kualitas laporan keuangan. kabupaten Lima Puluh Kota.
Hal ini mengindikasikan bahwa 3. Sistem pengendalian intern
semakin baik pengendalian intern berpengaruh signifikan positif
suatu instansi maka akan semakin terhadap kualitas laporan
meningkat pula kualitas laporan keuangan di pemerintahan
keuangan yang dihasilkan. Dengan kabupaten Lima Puluh Kota.
kata lain sistem pengendalian intern B. Keterbatasan Penelitian
yang yang dapat dikatakan baik ialah Meskipun peneliti telah
SPI yang mampu menekan, berusaha merancang dan
mencegah, mengurangi kekeliruan mengembangkan penelitian ini
(tidak sengaja) dan ketidakberesan sedemikian rupa, namun masih
(sengaja) segala kesalahan dalam terdapat beberapa keterbatasan dalam
penyusunan laporan keuangan dan penelitian ini, antara lain:
penyelenggaraan aparatur pemerin- 1. Pada penelitian ini menunjukkan
tah negara. Berdasarkan data bahwa uji Adjusted R2 sebesar
distribusi frekuensi SPI dapat dilihat 49,20%. berarti bahwa
tingkat capaian responden sebesar kontribusi variabel dependen
87,51% yang berarti TCR berada terhadap variable independen
pada kategori sangat baik, ini hanya sebesar 49,20%. Dengan
menandakan secara keseluruhan kata lain masih terdapat variabel
responden menjawab setuju bahwa lain yang memiliki konstribusi
pengendalian intern berpengaruh yang lebih besar lagi untuk
terhadap baik buruknya kualitas kualitas laporan keuangan.
laporan keuangan pemerintah daerah. 2. Keterbatasan waktu yang
digunakan untuk mengumpulkan
data menghambat peneliti untuk
V. KESIMPULAN DAN SARAN melakukan uji coba kolekting
A. Kesimpulan data kuesioner guna
Berdasarkan hasil penelitian
memperbesar atau menambah
dan pengujian hipotesis yang telah
jumlah sampel atau obyek
dilakukan, maka hasil penelitian
penelitian yang digunakan dan
dapat disimpulkan sebagai berikut :
untuk memperluas lingkup
1. Kompetensi SDM memiliki
penelitian.
pengaruh signifikan positif

50
C. Saran didata secepat mungkin.
Berdasarkan pembahasan dan Sehingga kegiatan pembuatan
kesimpulan diatas, maka peneliti laporan keuangan tidak
menyarankan bahwa: terganggu oleh peralatan yang
1. Bagi peneliti selanjutnya, agar rusak tersebut. maka laporan
mengambil sampel yang lebih keuangan SKPD dapat
banyak dan menambah variabel- dihasilkan tepat waktu.
variabel penelitian lain dalam 3. Dalam penelitian ini masih
penelitian ini. Misalnya untuk terdapat kelemahan yaitu ada
variabel dependen seperti beberapa responden yang
pengawasan keuangan daerah, mengisi kuesioner penelitian
Good coperate governance yang tidak sesuai dengan kondisi
(GCG), kejelasan tujuan, yang sesungguhnya sehingga
penerapan sistem akuntansi data yang diperoleh belum tentu
pemerintahan (SAP) dan untuk mengambarkan keadaan yang
variabel independen seperti sebenarnya, maka untuk
ketepatwaktuan, umpan balik penelitian selanjutnya sebaiknya
(feedback value) atau peneliti mengembangkan item
keterandalan pelaporan laporan perrnyataan kuesioner kepada
keuangan. responden dengan pernyataan
2. Pemanfaatan teknologi yang memiliki tingkat validitas
informasi keuangan daerah dan reliabilitas lebih tinggi.
masih mengalami hambatan 4. Pada penelitian selanjutnya
karena peralatan dan software sebaiknya waktu yang
pendukung yang masih sering digunakan untuk mengumpulkan
mengalami kendala sehingga data, proses penelitian
membutuhkan waktu perbaikan diperpanjang agar peneliti
yang cukup lama dan berdampak memiliki waktu untuk uji coba
pada jadwal waktu pelaporan dan kolekting data kuesioner
yang mengalami penyesuaian
atau mengalami kemunduran
dan ini berimplikasi pada
ketidaktepatan pelaporan
keuangan pemerintah daerah
sebagai karakteristik kualitatif
laporan keuangan itu sendiri.
Agar pemanfaatan teknologi
informasi dapat terlaksana
dengan efektif, sebaiknya
peralatan yang usang/rusak

51
DAFTAR PUSTAKA Husein Umar, 2005. Metode
Penelitian. Jakarta : Salemba
Arfianti, Dita. 2011. Analisis faktor- Empat diakses
faktor yang mempengaruhi nilai I Gusti Agung Rai. 2008. Audit
informasipelaporan keuangan Kinerja Pada Sektor Publik.
pemerintah daerah (Studi pada Jakarta : Salemba
satuan kerja perangkat daerah di Empat.
kabupaten batang). Skripsi
Fakultas Ekonomi Universitas Ihsanti, Emilda, 2014. Pengaruh
Diponegoro Semarang. Komnpetensi Sumber Daya
Manusia Dan Penerapan Sistem
Bastian,Indra. 2006.AkuntansiSektor Akuntansi Keuangan Daerah
Publik SuatuPengantar. Jakarta: Terhadap Kualitas Laporan
Erlangga Keuangan Daerah :Skripsi FE
e-journal unp.ac.id.
Desiana wati, Kadek dkk, 2014.
Pengaruh Kompetensi SDM, Ikatan Akuntan Indonesia. 2001.
Penerapan SAP, Dan Sistem Standar Profesional Akuntan
Akuntansi Keuangan Daerah Publik. Jakarta:
Terhadap Kualitas Laporan Salemba Empat.
Keuangan Daerah : e-journal S1
ak Universitas Pendidikan Indriasari, Desi, 2008. Pengaruh
Ganesha. Volume 2 No 1. Kapasitas sumber Daya
Manusia, Pemanfaatan
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Teknologi Informasi, dan
Analisis Multivariate dengan Pengendalian Intern Akuntansi
program SPSS. Badan Penerbit terhadap Nilai Informasi
Universitas Dipenogoro. Pelaporan Keuangan
Semarang. Pemerintah : Simposium
Nasional Akuntansi XI.
Harifan Handriko. 2009. Pengaruh
Pontianak
Kapasitas Sumberdaya Manusia,
Pemanfaatan Teknologi Jurnali, teddy & Bambang Supomo.
informasi, dan Pengendalian 2002. Pengaruh Faktor kesesuai
Intern Akuntans terhadap Nilai tugas teknologi dan
Informasi Pelaporan Keuangan pemanfaatan TI terhadap
Pemerintah, Padang. Skripsi kinerja akuntan public.jurnal
Program S1, Universitas Negeri riset akuntansi Indonesia. Vol 5
Padang (Tidak Dipublikasikan) No. 2. Hal 214-228

52
Mcleod, Raymond, George Schell. Ketepatwaktuan Pelaporan
2004. Management Information Keuangan Pemerintah Daerah
System. 9h edition. New Jersey. Dengan Variabel Intervening
Prentice Hall Inc Pengendalian Intern
Akuntansi.Jurnal SNA X111.
Muzahid, Muhklisul, 2014. UniversitasSebelas Maret
Pengaruh Tingkat Pendidikan, Surakarta.
Kualitas Pelatihan, Dan Lama
Pengalaman Kerja Pegawai Wilkinson,Joseph W.,et.al. 2000.
Terhadap Kualitas Laporan Accounting Information system.
Keuangan Satuan Kerja Fourth Edition. New York: John
Perangkat Daerah (SKPD) di wiley & Sons.
Kab. Aceh Utara : Skripsi Unri.
BPK RI Perwakilan Propinsi
Mardiasmo, 2002. Akuntansi Sektor Provinsi Sumatera Barat »
Publik Edisi Pertama. Penyerahan LHP Manajemen
Yogyakarta : Penerbit Andi. Aset Kab. Lima Puluh Kota dan
Kota Sawahlunto. html (http://
Roviyantie, Devi. 2011. Pengaruh padang.bpk.go.id/?p=5506)
Kompetensi Sumber Daya
Manusia Dan Penerapan Sistem Republik Indonesia Peraturan
Akuntansi Keuangan Daerah Pemerintah Nomor 71 Tahun
Terhadap Kualitas Laporan 2010, Tentang Standar
Keuangan Daerah. Skripsi. Akuntansi Pemerintah. Melalui
Universitas Siliwangi. (www.google.com)[22/04/2016]
.
Spencer, Peter M., & Signe M. ------Peraturan Menteri dalam Negeri
Spencer. (1993). Competence at Republik Indonesia tahun 2013
Work “Models for Superior pasal 1 (www.google.com)
Performance”. New York: [22/04/2016.]
JhonWiley & Sons Inc. ------Peraturan Pemerintah (PP) No.
23 Tahun 2004 (BNSP)
Uma Sekaran, 2006. Research (www.google.com)[22/04/2016.
Methods For Business. Edisi 4. ------Peraturan Pemerintah Nomor 8
Buku 1. Jakarta: Salemba Tahun 2006,(www.google.com)
Empat. [22/04/2016.]
------PeraturanPemerintahNomor 60
Winidyaningrum, Celviana, 2010.
Tahun2008(SPIP)(www.google.
Pengaruh Sumber Daya
com) [22/04/2016].
Manusia Dan Peman-faatan
Teknologi Informasi Terhadap
Keterandalan Dan

53
LAMPIRAN. HASIL OLAH DATA SPSS

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

1. KOMPETENSI SDM

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 49 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 49 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.873 9

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

VAR00001 33.27 15.991 .626 .861

VAR00002 32.61 16.034 .774 .844

VAR00003 32.12 17.985 .592 .862

VAR00004 32.22 18.928 .384 .878

VAR00005 32.55 16.544 .731 .849

VAR00006 32.35 17.023 .691 .853

VAR00007 32.71 16.833 .724 .850

VAR00008 32.27 19.282 .301 .884

VAR00009 32.63 16.362 .700 .851

54
2. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 49 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 49 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.716 8

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

VAR00001 27.7959 12.082 .420 .686

VAR00002 28.0204 10.229 .567 .648

VAR00003 27.8163 11.945 .376 .695

VAR00004 27.5102 13.130 .299 .708

VAR00005 27.6939 12.967 .308 .706

VAR00006 27.7347 13.366 .257 .714

VAR00007 28.2857 10.583 .535 .657

VAR00008 28.4286 10.833 .468 .675

41
3. PENGENDALIAN INTERN

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 49 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 49 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.875 11

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

VAR00001 39.0204 34.645 .262 .881

VAR00002 39.5918 31.205 .424 .877

VAR00003 39.8367 30.098 .707 .857

VAR00004 40.2449 29.480 .671 .858

VAR00005 40.3469 28.731 .765 .851

VAR00006 39.7347 29.699 .684 .857

VAR00007 39.7551 30.480 .715 .857

VAR00008 39.6939 28.717 .687 .857

VAR00009 39.5918 31.288 .479 .871

VAR00010 40.0612 29.642 .673 .858

VAR00011 39.6735 32.558 .346 .880

42
4. KUALITAS LAPORAN KEUANGAN

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 49 100.0


a
Excluded 0 .0

Total 49 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the


procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

.764 10

Item-Total Statistics

Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted

VAR00001 37.8367 14.181 .326 .756

VAR00002 37.7347 13.491 .561 .733

VAR00003 38.4490 13.003 .371 .754

VAR00004 38.2041 12.291 .564 .724

VAR00005 37.8367 13.139 .507 .734

VAR00006 38.2041 13.082 .590 .726

VAR00007 37.8571 13.667 .542 .736

VAR00008 37.9388 13.684 .452 .743

VAR00009 38.8367 12.764 .358 .760

VAR00010 38.4082 13.247 .268 .776

43
STATISTIK DESKRIPTIF

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Y 49 35 50 42.37 3.993

X1 49 25 45 36.59 4.632

X2 49 20 40 31.90 3.864

X3 49 26 55 43.76 6.047

Valid N (listwise) 49

UJI ASUMSI KLASIK

1. UJI NORMALITAS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized
Residual

N 49
a
Normal Parameters Mean .0000000

Std. Deviation 2.75491462

Most Extreme Differences Absolute .126

Positive .078

Negative -.126

Kolmogorov-Smirnov Z .885

Asymp. Sig. (2-tailed) .413

a. Test distribution is Normal.

2. UJI HETEROSKEDATISITAS

a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

44
1 (Constant) 5.020 2.097 2.394 .021

X1 .018 .068 .052 .260 .796

X2 -.130 .076 -.320 -1.713 .094

X3 .017 .055 .064 .303 .763


a. Dependent Variable: RES2

3. UJI MULTIKOLINEARITAS

a
Coefficients

Collinearity Statistics

Model Tolerance VIF

1 (Constant)

X1 .515 1.942

X2 .592 1.690

X3 .463 2.158

a. Dependent Variable: Y

UJI MODEL
1. UJI F STATISTIK

b
ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.


a
1 Regression 401.089 3 133.696 16.515 .000

Residual 364.299 45 8.096

Total 765.388 48

a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

b. Dependent Variable: Y

45
2. UJI ADJUSTED R

Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .724 .524 .492 2.845

a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1

3. UJI T STATISTIK
a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 17.896 3.808 4.699 .000

X1 .330 .124 .383 2.675 .010

X2 .050 .138 .048 .360 .721

X3 .247 .100 .374 2.472 .017

a. Dependent Variable: Y

46