Anda di halaman 1dari 35

End of Life Care Model

in Critical Cancer
(Pilot Project)
Dr. Kemala Rita Wahidi SKp,. Sp.Kep.Onk., ETN., MARS.
Ns. Nurma Mulya Sari SKep, Sp.Kep.Onk
Dharmais National Cancer Centre (DNCC)
Indonesian Oncology Nurses Association (IONA)
2nd IONA Conference
Bali , April, 20-21 2018
PENDAHULUAN.
Pasien yang sedang menghadapi kematian mempunyai
kebutuhan yang unik untuk pelayanan yang penuh hormat
dan kasih-sayang.
Perhatian terhadap kenyamanan dan martabat pasien
mengarahkan semua aspek pelayanan pada tahap akhir
kehidupan.
Agar dapat terlaksana, semua staf harus menyadari
kebutuhan unik pasien pada akhir kehidupannya.
(EoL: HPK.2.5)
PENGERTIAN
• Kondisi terminal (End of life) adalah suatu kondisi yang
disebabkan oleh cidera atau penyakit, dimana terjadi
kerusakan organ tubuh multiple yang dengan
pengetahuan dan tehnologi kesehatan terkini tak
mungkin lagi dapat dilakukan perbaikan, sehingga akan
menyebabkan kematian dalam rentang waktu yang
singkat. Pemberian terapi untuk memperpanjang /
mempertahankan hidup hanya akan berefek dan
memperlama proses penderitaan /sekarat pasien
• (Permenkes, No 37, tahun 2014)
Cancer Care Continuum
Definisi Palliative Care

—Palliative Care is an integrated system of


care that: improves the quality of life, by
providing pain and symptoms relief,
spiritual and psychosocial support from
diagnosis to the end of life and
bereavement
—(WHO 2005)
Continuum of Care

Death
Disease-Modifying Fase EoL
Treatment
Fase
Fase Perburu Hospice
Stabil kan
Palliative Care
Bereavement
Care Support

Terminal NCP, 2009


Phase of 6
Illness
(EoL)
Fase Perawatan Paliatif
• Fase stabil à semua symptom terkontrol
• Fase perburukanà fase yang ditandai kemunduran
kondisi umum dan munculnya masalah baru yang
sudah diperkirakan yang memerlukan rencana
tindakan baru namun bukan tindakan kegawat
daruratan.
• Fase terminal (EoL)à kematian diperkirakan akan
terjadi dalam hitungan hari, dengan memenuhi
kriteria ECOG 4 atau Karnofsky 20.

Tujuan Perawatan EoL
• Tujuan utama perawatan paliatif adalah
meningkatkan kualitas hidup, sedangkan tujuan
utama perawatan ujung akhir kehidupan adalah
meningkatkan kualitas ujung akhir kehidupan dan
kualitas meninggal dengan nyaman , damai, bebas
dari rasa nyeri, dihargai, dihormati, dan
terpenuhinya kebutuhan kehadiran orang yang
bermakna dalam kehidupan.
Kebutuhan EoL meliputi :
Ps yang sedang menghadapi kematian mempunyai kebutuhan
yang unik dan RS harus mendukung pemenuhannya (HPK 2.6) :
• Pengobatan terhadap gejala primer dan sekunder
• à Manajemen nyeri (HPK.2.5);
• à Pemenuhan Respon terhadap aspek psikologis, sosial,
emosional, agama dan budaya pasien dan keluarganya
(HPK.1.1; HPK.1.1.1 dan HPK.1.2)
• àSerta keterlibatannya dalam keputusan pelayanan.
• (PAP.7.1 dan HPK1.1)
Teori Peaceful End Of Life (Peol)
Dalam Asuhan Keperawatan Paliatif
• Teori keperawatan à dikembangkan oleh Cornelia M.Ruland
dan Shirley M. Moore tahun 1998,
• Paceful end of life à diartikan sebagai hidup dengan kedamaian
diujung akhir kehidupan.
• Teori peaceful end of life cocok diterapkan pada perawatan
paliatif, khususnya pada fase EoL. (fase Sakaratul maut / ujung
akhir kehidupan)
• Teori ini diterapkan tidak hanya pada klien tetapi juga kepada
anggota keluarga, sehingga klien dan keluarga sebagai support
system adalah titik sentral dalam teori ini
Penerapan Teori PEOL Dalam Perawatan EoL
• 1) Melakukan pengkajian, observasi, dan intervensi pada
perawatan nyeri
• 2) Meningkatkan kenyamanan pasien secara fisik,
• 3) Memperlakukan klien secara bermartabat, à menghargai, dan
empati sehingga klien merasakan bahwa dia dihargai dan
dihormati.
• 4) Membantu memenuhi kebutuhan spiritual à klien tetap
merasakan damai sampai akhir hayatnya .
• 5) Melibatkan orang-orang terdekat dalam proses pemberian
asuhan .
Model Intervensi Keperawatan Fase EoL
• Perawat Penanggung jawab pasien setiap shift
memperkenalkan diri
• Menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan
kepada pasien
• Menjelaskan program perawatan dan
perkembangan pasien setiap hari kepada keluarga
• Meningkatkan kenyamanan à menjaga
kebersihan pasien dan lingkungan
Model Intervensi Keperawatan ….
• Menjamin pasien bebas dari rasa nyerià
Farmakologik & non farmakologik
• Menghargai dan menghormati pasien dalam
pemberian asuhanà empati dan libatkan pasien dan
keluarga dalam pengambilan keputusan
• Support rasa damaià dukungan emosional dari
keluarga terdekat dan mengijinkan keluarga
membimbing pasien beribadah pada setiap waktu
sholat
• Libatkan orang yang bermakna dalam perawatan
pasien
Hubungan Lima Konsep Utama Teori Peaceful End Of Life
& Intervensi Keperawatan
Peaceful E0L

Terbebas Adanya rasa Adanya kedekatan


Adanya
dari rasa dihargai Adanya dengan orang
rasa
nyeri dan rasa damai bermakna
nyaman
dihormati
Monitori Cegah,
ng dan monitoring Libatkan Libatkan orang yang
Berikan
berikan
adanya pasien bermakna dalam
rasa dukungan
penghila
dalam perawatan pasien
ketidaknya mengambil emosional
ng nyeri manan keputusan
Lakukan : fisik Perhatikan terhadap
Meditasi Bangkitkan
Rawat rasa percaya kekhawatiran,
Aqupressor Terapkan Fasilitasi pasien kedukaan dan
Distraksi intervensi diri
Guide istirahat, dengan pertanyaan
imagery
farmakologis relaksasasi empati,
Fasilitasi bantuan
Relaksasi dan non , kepuasan bermartabat orang lain/kel. Fasilitasi
Dll. farmakologis hati dan rasa yang peduli, kedekatan orang
hormat apabila diinginkan
bermakna
Tanda-tanda Klinis Menjelang Kematian
1. Kehilangan Tonus Otot, ditandai :
• Relaksasi otot muka à dagu menjadi turun.
• Kesulitan dalam berbicara, proses menelan dan
hilangnya reflek menelan.
• Penurunan kegiatan traktus gastrointestinal,
ditandai: nausea, muntah, perut kembung,
• Penurunan control spinkter urinari dan rectal.
• Gerakan tubuh terbatas.
Lanjutan….......
2. Kelambatan dalam Sirkulasi, ditandai :
• Kemunduran dalam sensasi.
• Cyanosis pada daerah ekstermitas.
• Kulit dingin, pertama kali pada
daerah kaki, kemudian tangan,
telinga dan hidung.
Lanjutan…...
3. Perubahan dalam tanda-tanda vital :
• Nadi lambat dan lemah.
• Tekanan darah turun.
• Pernapasan cepat, cepat, dangkal dan
tidak teratur.
4. Gangguan Sensorik : penglihatan kabur.
5.Gangguan penciuman dan perabaan.
Last 48 Hours Of Life: Symptoms
In A Series Of 200 Patients
N SYMPTOM % NO SYMPTOM %
O
1 moist (kulit lembab) 56 6 agitation 14
2 Noisy breathing (bising) 53 7 dyspnoe 14

3 Urinary Dysfunction: 8 nausea and 9


Incontinence 32
Retention 21 9 vomiting
10 Sweating (berkeringat)
4 Pain 51
11 Confusion (bingung)
5 restlesness 42
Tanda-tanda Klinis Saat Meninggal

• Pupil mata melebar.


• Tidak mampu untuk bergerak.
• Kehilangan reflek.
• Nadi cepat dan kecil.
• Pernapasan chyene-stoke dan ngorok.
• Tekanan darah sangat rendah.
• Mata tertutup atau agak terbuka.
Faktor-faktor Yang Perlu Dikaji:
1. Faktor fisik: àperubahan pada penglihatan, pendengaran, nutrisi,
cairan, eliminasi, kulit, tanda-tanda vital, mobilisasi, nyeri.
2. Faktor psikologisà ekspresi wajah yang ditunjukkan apakah
sedih, depresi, atau marah.
3. Faktor sosialàpasien cenderung menarik diri, mudah tersinggung,
tidak ingin berkomunikasi, dan sering bertanya tentang kondisi
penyakitnya
4. Faktor spiritualà bagaimana sikap pasien menghadapi saat-saat
terakhirnya. à mengharapkan kehadiran tokoh agama untuk
menemani disaat-saat terakhirnya.
Diagnosis Keperawatan
• Ansietas (ketakutan individu , • Gangguan / tidak efektifnya
keluarga ) Koping Individu
• Berduka yang behubungan dengan • Gangguan / tidak efektif
Koping Keluarga
penyakit terminal dan kematian yang
akan dihadapi, penurunan fungsi, • Gangguan pada pola
pengasuhan ( care giver )
perubahan konsep diri dan menarik
diri dari orang lain. • Risiko Ketidakberdayaan /
Keputusasaan
• Immobilitas fisik • Tidak cukup Support System
• Perubahan dalam perawatan di • Gangguan body image
rumah
Bagaimana Menjamin Asuhan EoL Dilaksanakan ??

• Penelitian : Penerapan EoL Care


• Struktur (Input)
• Proses
• Out Put & Out Come
Judul Penelitian

• “Efektivitas Pelatihan Manajemen


Perawatan EoL Bagi Perawat Ruang
Rawat Intensif RS Kanker
“Dharmais”.
Latar Belakang
• Tim perawatan kesehatan di Ruang rawat Intensif dalam
memberikan asuhan keperawatan secara tradisional menekankan
pada menstabilkan tanda vital pasien dan menghilangkannya gejala
fisiologis, tapi tidak pernah memperhatikan kebutuhan
psikososiospiritual pasien.
• Belum adanya panduan, modul-modul dalam memberikan asuhan
mengenai psikososiospiritual kepada pasien di Ruang Rawat Intensif.
Disamping itu Perawat ruang rawat Intensif, selama ini belum
pernah mendapatkan pelatihan tentang psikososio spiritual pasien
kritis.
• Dari dokumen keperawatan didapatkan pelaksanaan intervensi
pemberian edukasi pasien tentang psikososio spiritual hanya
dilaksanakan 20%. Dan belum dilakukan manjemen perawatan EoL
Tujuan Penelitian
• Mengidentifikasi pengaruh Pelatihan Manajemen
Perawatan EoL terhadap peningkatan kompetensi
perawat
• Mengidentifikasi pengaruh karakteristik perawat (umur,
tingkat pendidikan masa kerja) terhadap peningkatan
kompetensi.
• Mengidentifikasi pengaruh peningkatan kompetensi
perawat dalam Manajemen Perawatan EoL terhadap
peningkatan kepuasan keluarga .
Tujuan Penelitian ….

• Mengidentifikasi pengaruh karakteristik perawat


(umur, tingkat pendidikan masa kerja) terhadap
peningkatan kepuasan keluarga.
• Mengidentifikasi pengaruh karakteristik keluarga
(umur, tingkat pendidikan) terhadap tingkat
kepuasan perawatan EoL
• Tersusunnya modul perawatan Eol di ruang ICU
Manfaat Hasil Penelitian

1. Manfaat bagi Rumah Sakit


• Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat
sebagai masukan dalam menyusun standar / pedoman
perawatan psikhososios[piritual bagi pasien EoL di
ICU,
• Memberikan masukan bagi manajemen RS Kanker
“Dharmais” dalam penyusunan kebijakan, strategi
dan pengembangan manajemen pelayanan ICU kanker,
• Sebagai dasar dalam penyusunan clinical pathway
sistem pelayanan yang berorientasi pelanggan.
Manfaat Bagi Institusi Pendidikan

• Studi ini akan menghasilkan konsep baru


dalam perawatan paliatif terkait dengan
manajemen perawatan EoL yang merupakan
bagian dalam upaya peningkatan kualitas
hidup dan kualitas meninggal pasien kanker.
Kerangka Konsep Penelitian

Pelatihan 1.Peningkatan
Manajemen kompetensi
Perawatan EoL perawat:
a.Knowledge
b. Skill
c. Attitude
Perawat 2. Peningkatan
ICU/HCU Confounding variable: Kepuasan
a. Usia perawat & Kel Keluarga
b. Tingkat pendidikan
perawat & Kel
c. Pengalaman perawat
Metode Penelitian

• Desain penelitian : kuasi eksperimen, pre and post


intervention
• Jumlah sampel : total sampling
• Waktu : Januari – Juni 2018
• Tempat : Ruang ICU / HCU RSKD
Prosedur Penelitian
Tahap 1 :
a. Menyusun Instrumen penelitian
b. Melakukan iji validitas & reliabilitas
c. Melakukan uji coba instrument
Tahap 2:
a. Pengambilan data kompetensi perawat sebelum
dilakukan intervensi
b. Pengambilan data kepuasan keluarga sebelum
intervensi
Prosedur Penelitian…

Tahap 3 :
• Melakukan pelatihan manajemen perawatan EoL
pada responden penelitian yaitu perawat
Tahap 4:
a. Pengambilan data kompetensi perawat setelah
dilakukan intervensi
b. Pengambilan data kepuasan keluarga setelah
intervensi
Hasil Penelitian
• Penelitian sedang berjalan
• Gambaran secara umum terjadi peningkatan
kompetensi perawat terhadap pelatihan yang
dilaksanakan dan peningkatan kepuasan
keluarga terhadap intervensi perawatan EoL
yang dilakukan oleh perawat
Penutup
• Pada saat pasien dinyatakan kondisi EoL à
Manajemen perawatan EoL segera dimulai oleh
perawat.à tindakan untuk intervensi fisiologis mulai
berkurangà psikhososiospiritual ditingkatkan.à
Penerapan Konsep PEOL
• Diharapkan hasil penelitian yang didapatkan dapat
menjadi pedoman dalam penyusunan SOP / standar
perawatan EoL di RSKD.
Sekian, Terima Kasih…

•Questions?????