Anda di halaman 1dari 8

Nerspedia, April 2018; 1(1): 93-100

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN


DIABETES MELITUS

(Studi Korelasi di RSUD Ulin Banjarmasin)

Rini Aprianti, Noor Diani, Herry Seyiawan

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat,


Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru, 70714

Email korespondensi: Riniaprianti9@gmail.com

ABSTRAK
Penatalaksanaan penyakit diabetes melitus dapat dilakukan dengan diet diabetes sehingga
tidak terjadi komplikasi vaskuler serta neuropatik. Tujuan penelitian untuk mengetahui
hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien diabetes melitus di RSUD Ulin
Banjarmasin. Rancangan Penelitian ini bersifat korelasional dengan menggunakan
pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dan
menggunakan teknik accidental sampling dengan responden 53 orang. Data diambil
menggunakan kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan kepatuhan
diet. Hasil menunjukan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet
pasien diabetes melitus di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai p value > α (0,106>0,05).
Kepatuhan diet merupakan peranan penting dalam melaksankan penatalaksanaan diabetes
melitus, apabila pasien diabetes melitus mampu melaksanakan kepatuhan diet dengan baik
maka diabetes melitus dapat mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kualitas
hidup pasien.

Kata kunci: diabetes melitus, dukungan keluarga, kepatuhan diet

ABSTRACT
Management of diabetes mellitus can be done with a diabetic diet so that no vascular and
neuropathic complications occur. The purpose of this study was to know the relationship of
family support to the adherence of diabetes mellitus diet at Ulin Hospital Banjarmasin.The
design of this study is correlational by using cross sectional approach. Sampling technique is
non probability sampling and use accidental sampling technique with 53 respondents. Data
were taken using HDFSS questionnaires (Hensarling Diabetes Family Support Scale) and
dietary adherence There was no association between family support and adherence to diet of
diabetes mellitus patients in RSUD Ulin Banjarmasin with p value> α (0,106> 0,05). Dietary
compliance is an important role in implementing diabetes mellitus management, if diabetes
mellitus patients are able to implement dietary compliance well then diabetes mellitus can
prevent the occurrence of complications and improve the quality of life of patients. Keywords:
Diabetes

Keywords: mellitus diabetis, dietary adherence, family support

93
PENDAHULUAN glukosa sendiri (PKGS) (9). Dalam
melaksanakan diet harus patuh dengan 3J
Diabetes melitus merupakan yaitu Jenis makanan, Jumlah makanan
sekumpulan yang muncul dikarenakan dan Jadwal makanan, pengelola diet yang
terjadinya peningkatan kadar gula darah buruk dapat mengakibatkan terjadinya
diakibatkan menurunnya produksi insulin penyulit menahun seperti pada mata,
yang signifikan disebabkan oleh resisten daerah ginjal, persyarafan dan akhirnya
terhadap insulin (1). Berdasarkan membahayakan keselamatan penderira
Riskesdas tahun 2013 dari keseluruhan diabetes melitus (10). Biasanya adanya
penduduk Indonesia sebanyak 250 jiwa hambatan saat melakukan diet diabetes
penderita diabetes (2). Pada tahun 2014 melitus yaitu rasa bosan dan pengelolaan
data global menunjukkan bahwa kejadian diet padahal sangat berperan dalam
d iabetes melitus meningkat menjadi 422 mencapai keberhasilan. Tatalaksana diet
juta orang (3). diabetes melitus sangat dipengaruhi dari
Keluarga mempunyai pengaruh dukungan keluarga (11).
terhadap sikap dan penerimaan
pendidikan kesehatan pasien diabetes METODE PENELITIAN
melitus bagaimana bersikap positi (4).
Dukungan yang diberikan seperti Rancangan penelitian ini
pemberian informasi, penghargaan, menggunakan “analisis korelasi” dengan
dukungan instrumental berupa menggunakan metode “cross sectiona”.
pertolongan praktis serta dukungan Dengan teknik pengambilan sampel non
emosional tempat pasien meluapkan probability sampling dengan jenis
semua permasalahannya sehingga merasa accidental sampling pada 53 responden
aman dan damai (5). di Poli Subspesialis Endokrin dan Poli
Pengelolaan dalam diabetes kaki Diabetik RSUD Ulin Banjarmasin
melitus bertujuan untuk mempertahankan mulai November-Desember 201.
hasil gula darah dalam kembali normal Instrumen Penelitian ini menggunakan
komplikasipun dapat dicegah atau kuesioner demografi dan HDFSS
dikurangi. Pengelolaan diabetes melitus (Hensarling Diabetes Family Support
dengan cara diet dengan memenuhi Scale) serta kepatuhan diet. Penelitian ini
kebutuhan energi, teteap telah dinyatakan layak etik oleh Komisi
mengoptimalkan berat bada sehinggan Etik Fakultas kedokteran UNLAM
teteap normal dengan cara yang aman dan dengan surat No.564/KEPK-FK
praktis (6). Edukasi merupakan UNLAM/EC/XII/2017.
pengarahan serta didikan terkait
pemikiran atau pengetahuan serta HASIL DAN PEMBAHASAN
keterampilan agar perilaku berubah dan Karakteristik Responden
dapat meningkatan pemahaman penderita
diabetes melitus (7). Latihan fisik yang Tabel 1 menunjukan dapat
teratur dapat menurunkan berat badan dikatakan bahwa usia terbanyak terdapat
dan memicu aktifnya produksi insulin (6). pada responden dengan kategori dewasa
Pengobatan medis bisa dilakukan dengan tengah yaitu usia 41-60 tahun (50,9%).
pemberian obat dan diteruskan dengan Hal ini dikarenkan berbagai
terapi obat agar gula darah bisa kembali perilaku yang sudah sangat sering
normal agar dipertahankan dalam rentang dilakukan dan sudah menjadi kebiasaan
normal (8). Monitoring (pemantauan) seperti halnya merokok, kurangnya rasa
perlunya yang harus dipantau yaitu ketertarikan untuk melakukan aktifitas
kendalikan glikemik, pemeriksaan kadar atau latihan fisik yang dapat
gula darah, dan pemantauan kadar mempengaruhi kesehatan seperti

94
menyebabkan obesitas sehingga perilaku cenderung labih banyak didapatkan
ini meningkatkan terjadinya diabetes. Hal dibandingkan responden laki-laki
ini juga ditunjukan seiring bertambahnya terhadap penyakit diabetes melitus. Hal
usia maka terjadi penurunan fungsi ini dikarenakan aktivitas laki-laki lebih
fisiologis yang mengakibatkan besar dibandingkan perempuan, seperti
pengelolaan glukosa dalam tubuh kurang halnya dalam berolahraga sehingga
maksimal sehingga terjadi peningkatan proses pembakaran lemak cenderung
kadar gula darah diatas rentang normal lebih banyak pada laki-laki dibandingkan
tersebut serta adanya riwayat obesitas, perempuan. Oleh sebab itu sudah jelas
dan adanya faktor keturunan (6). bahwa lemak pada perempuan lebih
banyak dan itu merupakan salah satu
Tabel1.Distribusi Frekuensi Berdasarkan faktor resiko DM.
Usia Responden di RSUD Ulin Faktor yang mempengaruhi
Banjarmasin Bulan Desember Tahun hambatan perempuan melakukan
2017 (n=53) aktivitas olahraga adalah karena
Karakteristik % perempuan kurang memahami manfaat
n
Responden olahraga dibandingkan laki-laki dan
anjuran dalam melakukan olahraga lebih
Usia (tahun)
ditekankan pada olahraga berat, dimana
18-40 3 5,7% perempuan kurang berani untuk
melakukannya (12). Sedangkan jumlah
41-60 27 50,9% lemak pada laki-laki berada dalam
rentang 15-20% dibandingkan
>60 23 43,4% perempuan 20-25%. Sehingga kadar lipid
(lemak darah) pada perempuan lebih
Total 53 100% tinggi dibandingkan kadar lipid (lemak
darah) pada laki-laki (13).Seperti pada
penelitian yang telah dilakukan Purba
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan (2008) yang menunjukan bahwa
Jenis Kelamin Responden di RSUD frekuensi jenis kelamin perempuan
Ulin Banjarmasin Bulan Desember cenderung lebih besar (14).
Tahun 2017 (n=53)
Karakteristik % Tabel 3Distribusi Frekuensi Berdasarkan
n
Responden Pendidikan Responden di RSUD
Jenis Kelamin Ulin Banjarmasin Bulan Desember
Tahun 2017 (n=53)
Laki-laki 21 39,6% Karakteristi
k n %
Perempuan 32 60,4%
Responden
Total 100% Pendidikan
53
Tidak 1 1,9%
Tamat
Tabel 2 menunjukan Berdasarkan
hasil penelitian tentang karakterisitik SD 11 20,8%%
jenis kelamin pada tabel 2, menunjukan SMP 5 9,4%
bahwa responden perempuan sebanyak
32 orang (60,4%) sedangkan laki-laki SMU 24 45,3%
sebanyak 21 orang (39,6%). Hal ini dapat
dilihat bahwa jenis kelamin perempuan

95
Perguruan 12 22,6% penyakit yang sangat membutuhkan
Tinggi biaya, sehingga apabila dalam
penghasilan yang rendah pasien tidak
Total 53 100%
dapat melakukan pengobatan dan
pemeriksaan secara, sedangkan pasien
dengan diabetes melitus itu sendiri sangat
Berdasarkan hasil penelitian memerlukan adanya pengobatan secara
karakteristik pendidikan sesuia dengan rutin ke pelayanan kesehatan untuk
tabel 3, menunjukan bahwa paling memantau kondisi penyakitnyanya.
banyak responden berpendidikan SMU Sejalan dengan penelitian Diani
yaitu sebanyak 24 orang (45,3%). Dilihat (2013) yang menyatakan lebih banyak
dari hasil tersebut terdapat pendidikan berpenghasilan diatas upahminimum
rendah lebih banyak menderita diabetes regioal (UMR) yang sebanyak 81 orang
melitus hal itu terjadi dikarenakan dan dibawah upah minimum regional
mereka tidak memperhatikan dalam (UMR) sebanyak 25 orang. Sependapat
kesehatan, orang yang dengan pendidikan juga dengan penelitian Sa’dah (2016)
rendah cenderung kurang memiliki yaitu sebanyak 25 orang (52,1%) dengan
kesadaran dalam menjaga dirinya. berenghasilan tinggi dan 23 orang
Begitu pula sebaliknya seseorang (47,9%) dengan berpenghasilan rendah.
yang pendidikannya lebih baik akan lebih Berbeda dengan penelitian Soleman
matang dalam proses perubahan pada (2015) yaitu lebih banyak yang
dirinya, sehingga lebih mudah dalam berpenghasilan dibawah UMR yaitu
menerima pengaruh dari luar yang 60,6% (16).
bersifat positif, dan objektif lebih
semakin terbuka dengan salah satunya Tabel 5Distribusi Frekuensi Berdasarkan
mengenai informasi tentang kesehatan Tipe Keluarga Responden di RSUD
(15). Ulin Banjarmasin Bulan Desember
Tahun 2017 (n=53)
Tabel 4Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik %
n
Sosial Ekonomi Responden di RSUD Responden
Ulin Banjarmasin Bulan Desember Tipe keluarga
Tahun 2017 (n=53)
Karakteristik % Keluarga 47 88,7%
n
Responden Inti
Sosial Ekonomi Keluarga 4 7,5%
Besar
<Rp.2.258.000 28 52,8% Lain-lain 2 3,8%
≥Rp.2.258.000 25 47,2% Total 53 100%
Total 53 100%
Berdarkan hasil penelitian
Berdasarkan hasil penelitian karakteristik tipe keluarga pada tabel 5,
karakteristik sosial ekonomi pada tabel 4, dari 53 responden, paling banyak terdapat
dikaitkan dengan penghasilan perbulan pada responden dengan keluarga inti
yang diperoleh pasien diabetes melitus yaitu sebanyak 47 orang (88,7%).
menunjuka bahwa responden terbanyak Dengan adanya ikatan keluarga yang
yang penghasilannya <Rp.2.258.000 paling terdekat dengan pasien, dapat lebih
sebanyak 28 orang (52,8%). Diabetes mudah dalam segala pendekatan
melitus itu sendiri adalah salah satu psikologis maupun fisiologis seperti

96
halnya memperhatikan kebutuhan membantu pasien DM agar bisa
makan,minum dan lain-lain sehingga meningkatkan keyakinan mampunya dia
dengan adanya dukungan dari keluarga melakukan perawatan diri atau kesehatan.
inti dengan berada dakam lingkungan Serta perasaan tenang yang muncul
keluarga yang dekat dan dilihat dari disebabkan dukungan baik penghargaan,
anggota keluarganya akan dapat emosional, instrumental dan informasi
menyebabkan persaan aman dan nyaman berasal drai keluarga.
sehingga meningkatkan motivasi dalam Dasar fungsi adalah efektif,
diri sendiri dalam perawatan diri. sebagai fungsi keluarga agar saling
Dukungan Keluarga sosial bia menerima dan mendukung, mengasuh
berasal dari keluarga inti, keluarga inti dan memberikan cinta kasih serta dalam
sendiri adalah keluarga yang tingggal pemenuhan kebutuhan psikososial, fungsi
dalam satu rumah, terpisah sanak sosialisai dan status sosial , sebagai
keluarga lainnya yang terdiri dari orang fungsi dalam memberikan fasilitas
tua (17). sosialisasi anggota keluargany, fungsi
Tabel 6 Distribusi Frekuensi Karakteristik repsoduktif, dalam hal kontinuitas
Dukungan Keluarga Responden di keluarganya selama kelangsungan hidup
RSUD Ulin Banjarmasin Bulan dimasyarakat, dan ekonomi, dalam hal
Desember Tahun 2017 (n=53) memfasilitasi kebutuhan yang ckup serta
Dukungan SD fungsi perawatan kesehatan untuk
n %
Keluarga memfasilitasi dalam fisik seperti rumah,
Baik 50 94,3% 0,233 dan cek kesehatan (17). Sependapat
Kurang 3 5,7% dengan penelitian Aini Yusra (2010)
adanya peningkatan kepada responden
Total 53 100% sari dukungan keluarga dan meningkat
menjadi 0,345 (35%) (18).
Berdasarkan hasil penelitian pada
tabel 6, tentang karakteristik dukungan Tabel 7 Distribusi Frekuensi Karakteristik
keluarga dapat dilihat lebih banyak Kepatuhan Diet Responden di RSUD
didapatkan pada dukungan keluarga baik Ulin Banjarmasin Bulan Desember
Tahun 2017 (n=53)
yaitu sebanyak 50 reponden (94,3%).
Kepatuhan
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner n % SD
Diet
dukungan keluarga dapat dilihat bahwa
responden menyatakan keluarganya Patuh 42 79,2%
dapat menerima dengan kondisinya yang
menderita diabetes melitus, hal ini Tidak 11 20,8% 0,049
dibuktikan dari semua pertanyaan yang
mengarah pada pernyataan tersebut Total 53 100%
menunjukan nilai yang paling tinggi.
sebaliknya nilai terendah didapatkan dari
pernyataan yang mengarah bahwa Berdasarkan hasil analisis data
keluarga tidak begitu mendukung melalui uji statistik dengan metode uji
responden dalam hal olahraga. Dari hasil korelasi Fisher Exact menunjukan bahwa
ini dapat ditarik kesimpulan kebanyakan dukungan keluarga dengan kepatuhan
keluarga pasien diabetes melitus dapat diet di RSUD Ulin Banjarmasin dengan
menerima kondisi padaien yang hasil signifikan 0,106 yang berarti p value
menderita diabetes melitus namun dalam > α = 0,05, keputsannya adalah H0
hal olahraga responden kurang diterima dan H1 tidak diterima artinya
mendapatkan dukungan keluarganya, tidak ada hubungan atau korelasi antara
Adanya dukungan keluarga begitu variabel (dukungan keluarga) dengan

97
variabel (kepatuhan diet). Hal yang dapat Berdasarkan hasil analisis data
bepengaruh mungkin terjadi terjadi melalui uji statistik dengan metode uji
karena faktor lingkungan seperti adanya korelasi Fisher Exact tabel 8 menunjukan
posyando, maka lebih mudah dalam bahwa pada diet di RSUD Ulin
mengakses informasi, dan juga pelayanan Banjarmasin dengan hasil signifikan
komunitas dengan melalui penyuluhan, 0,106 yang berarti p value > α = 0,05,
selebaran ataupun lainnya, hal itu tentu keputsannya adalah H0 diterima dan H1
dapat mempengaruhi terhadap bagaimana ditolak yang berarti tidak ada hubungan
penderita bersikap yang nantinya atau korelasi antara variabel bebas
mempengaruhi kepatuhan penderita. (dukungan keluarga) dengan variabel
Kebutuhan karbohirat yang terikat (kepatuhan diet). Hal yang dapat
dianjurkan sebesar 45-65% dari bepengaruh mungkin terjadi terjadi
kebutuhan energi total (19). Kepatuhan karena faktor lingkungan seperti adanya
dari perawatan pasien sangat memerlukan posyando, maka lebih mudah dalam
keikutsertaani aktif dari pasien sendiri mengakses informasi, dan juga pelayanan
hingga tahap perawatan medis yang telah komunitas dengan melalui penyuluhan,
ditetapkan ssesuai dengan sistem selebaran ataupun lainnya, hal itu tentu
manajemen perawatan sehingga dapat mempengaruhi terhadap bagaimana
kepatuhan merupakan salah satu faktor penderita bersikap yang nantinya
yang berkontribusi pada kesuksesan dan mempengaruhi kepatuhan penderita.
kegagalan terapi (20). Sejalan dengan Notoatmojo (2007) dalam Bidari
penelitian Diana Novita Sari (2015) pada (2010) menjelaskan bahwa seseorang
44 orang responden yang dalam kategori yang lama dalam menderita diabetes akan
patuh lebih banyak yaitu 27 orang membentuk kemandirian kesadaran akan
(61,4%) sedangkan 17 orang (38,6%) manajemen diabetes melitus yang dijalani
dalam kategori tidak patuh (21). seperti manajemen diet diabetes mellitus.
Penelitian Sulistyarini & Susanti (2013) Seseorang yang dalam tahap adaptasi
juga menyebutkan bahwa berdasarkan tersebut, telah memiliki motivasi dan niat
hasil dari 25 responden sebagian besar di dalam dirinya yang tanpa dipengaruhi
yang patuh terhadap diit yaitu sebanyak oleh adanya dukungan keluarga (23).
20 responden (80%), dan 5 responden Selain itu, Niven (2002) mengutarakan
tidak patuh (20%) (22). bahwa faktor eksternal sperti keluarga
yang dapat mempengaruhi bagaimana
Tabel 8 Hubungan Dukungan Keluarga baiknya manajemen diet seseorang,
dengan Kepatuhan Diet Diabetes sehinggga jika keyakinan dan sikap
Mellitus Di RSUD Ulin positif telah dimiliki oleh responden,
Banjarmasin Bulan Desember 2017 maka dukungan keluarga tidak lagi
(n=53) menjadi dalam faktor yang dominan(24).
Kepatuhan Diet Disamping itu faktor lain juga dapat
mempengaruhi penderita diabetes
Patuh Tidak melitus, yaitu faktor lingkungan yang
Variabel
(%) (%) dengan adanya posyando, lebih mudah
dalam mengakses informasi, seperti
Baik 9(41,2) adanya pelayanan komunitas melalui
41(82,0)
Dukungan (%) penyuluhan, selebaran ataupun lainnya,
Keluarga Kurang 2(13,9) hal tersebut dapat tentu sangat dapat
1(33,3%)
(%) mempengaruhi terhadap bagaimana
P value 0,106 penderita bersikap yang nantinya
mempengaruhi kepatuhan penderita (25).

98
PENUTUP pasien piabetes melitus tipe 2, Jurnal
penelitian Husada Mahakam
Kesimpulan dalam penelitian ini 2014;389-442.
adalah karakteristik responden sebagian
besar berusia 41-60 tahun sebanyak 5. Susanti ML, Sulistyarini T.
50,9%, berjenis kelamin perempuan Dukungan keluarga meningkatkan
sebanyak 60,4%, dengan latar belakang
kepatuhan diet pasien diabetes
SMU sebanyak 45,3%, dalam
penghasilan dibawah UMR sebanyak mellitus Di Ruang Rawat Inap RS.
52,8%, dengan kategori tipe keluarga Baptis kediri, Jurnal 2013;6( 1)
terbanyak adalah keluarga inti sebanyak
88,7%. Sebagian besar responden 6. Smeltzer SC, Bare BG, Hinkle JL,
penderita DM memiliki dukungan Cheever KH. Brunner & suddarth's:
keluarga baik yaitu sebanyak 94,3%, Textbook of Medical-Surgical
sebagian besar responden berperilaku th
Nursing 12 ed. Philadelphia:
patuh dalam melaksanakan diet DM yaitu Lippincott Williams & Wilkins;2010
sebanyak 79,2%. Ttidak ada hubungan
antara dukungan keluarga dengan 7. Soegondo S. Prinsip dan strategi
kepatuhan diet pasien DM di RSUD Ulin edukasi diabetes. Jakarta:EGC 2015;
Banjarmasin dengan p value sebesar 239
0,106.
Disarankan bagi penelitian 8. Saraswati, S. Diet sehat. Yogyakarta:
selanjutnya dapat menggunakan
A+Plus Book 2009
penelitian ini sebagai bahan
pertimbangan dan referensi untuk 9. Soegondo S. Buku ajar ilmu penyakit
melakukan penelitian dengan
dalam: Farmakoterapi pada
memberikan edukasi terkait pengelolaan
penyakit DM. Sebaiknya peneliti pengendalian glikemia diabetes
selanjutnya dapat mengontrol variabel melitus Tipe 2. Pusat Penerbitan
pengganggu yang mempengaruhi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
dukungan keluarga dan perilaku diet Fakultas Kedokteran Universitas
pasien. Indonesia: Jakarta; 2006

KEPUSTAKAAN 10. Suprihatin PJS. Pola diit tepat


jumlah, jadwal, dan jenis terhadap
1. Suyono S. Patofisiologi diabetes kadar gula darah pasien diabetes
melitus. Jakarta: EGC 2015;12 melitus tipe 2. Jurnal STIKES.
2012;5(1)
2. Kemenkes RI. Kementrian
11. Brunner & Suddart. Buku ajar
Kesehatan RI, Kemenkes: Jakarta.
keperawatan medikal bedah.
3. Word Health Organization, Diabetes Jakarta:EGC 2002;2(8)
mellitus : global report of a WHO
study group, Geneva: World Health 12. Hasbi M. Analisa faktor yang
Organization; 2016 berhubungan dengan kepatuhan
4. Ismansyah, Ernawati R. Hubungan penderita diabetes melitus dalam
dukungan keluarga dengan melakukan olahraga di Wilayah
kepatuhan diet diabetes melitus pada Kerja Puskesma Praya Lombok

99
Tengah, Tesis, Depok: Universitas 19. Almatsier S. Penuntun diet. PT
Indonesia Fakultas Ilmu Gramedia Pustaka Utama: Jakarta;
Keperawatan Universitas 2005
Indonesia;2012
20. American Diabetes Associaton.
13. Jelantik GMG. Hubungan faktor Diagnosis and classification of
resiko umur, jenis kelamin, diabetes melitus. Diabetes Care:
kegemukan dan hipertensi dengan 2010;33:562-599
kejadian diabetes melitus tipe 2 di
wilayah kerja Puskesmas Mataram. 21. Sari DN. Hubungan kepatuhan diet
Jurnal Kesehatan. Denpasar. Media dengan kualitas hidup pada penderita
diabetes melitus di RSUD Dr.
Bina Ilmiah.2014;8(1)
Prigadi Medan, Universitas
14. Purba, Isabellah, Candra. Sumatera Utara; 2015
Pengalaman ketidakpatuhan pasien
terhadap penatalaksanaan DM. 22. Niven. Psikologi kesehatan.
Universitas Indonesia dalam Jakarta:EGC ; 2002
Respiratory Universitas Sumatera
23. Notoatmodjo S. Pendidikan dan ilmu
Utara;2008
perilaku. PT Rineka Cipta:
15. Notoatmodjo . Pendidikan dan ilmu Jakarta;2003
perilaku. PT Rineka Cipta:
Jakarta;2003 24. Niven. Psikologi kesehatan.
Jakarta:EGC; 2002
16. Nwekanto CH, Nandy B, & Nwanko
25. Rahayu D. Hubungan tingkkat
BO. Factor influencing diabetes
pengetahuan tentang diet dengan
management outcome among perilaku kepatuhan melaksanakan
patients attending goverment health diet pada pasien diabetes mellitus.
facilities in South East, Nigeria. Journal Universitas Muhammadiyah
Internasionational Journal of Malang.2014;4(1);11-17
Tropical Medicienc; 2010

17. Friedman MM, Bowden VR, Jones


EG. Buku ajar keperawatan
keluarga: Riset, teori, dan praktik.
Jakarta:EGC; 2010

18. Yusra A. Hubungan antara dukungan


keluarga dengan kualitas hidup
pasien diabetes melitus tipe 2 di
poliklinik penyakit dalam rumah
sakit umum pusat fatmawati jakarta.
Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia;2010

100