Anda di halaman 1dari 4

KAIN SONGKET

SUMATERA SELATAN

Disusun Oleh :
1. Akmal Alhafidzh 4. Karmelita Audiana
2. Aninditha Ivana 5. M. Aldi Wijaya
3. Ferdinand Dzakki 6. Nurul Putri

SMP NEGERI 2 CILEUNGSI


TAHUN 2020
Batik Malang

Sebelumnya batik malang dikerjakan dengan teknik cap dengan alasan karena faktor

tingkat kerumitan dalam pembuatannya, namun seiring dengan perkembangan jaman dan

disadarinya bahwa batik malang merupakan warisan seni budaya Nusantara maka

pemerintah setempat kembali menggiatkan para perajin batik untuk kembali pada patron

awalnya yaitu dikerjakan kembali dengan tangan seperti dalam proses pembuatan batik

tulis. Perlu diketahui juga bahwa beberapa motif batik malang memiliki hak paten atas

motif batik malang yang tercipta sehingga tidak sembarangan orang boleh memperbanyak.

Salah satu sentra perajin Batik Malang yang populer terletak di Desa Druju di Kecamatan

Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. teknik pembuatan batik Druju sangat berbeda

dari batik manapun. Pada umumnya batik dibuat lembaran, selanjutnya baru dijahit menjadi

model baju batik kekinian. Berbeda dengan motif batik Druju, cara mengimplementasikan

ke dalam baju batik dengan menyambung bagian depan dan bagian belakang sebab

ditorehkan setelah kain batik dijahit menjadi busana. Batik druju sangat identik dengan

warna hitam yang lebih pekat dari jenis batik manapun. Motif batik malang yang berasal

dari desa Druju ini telah menghasilkan lebih dari lima ratus motif batik dan hampir setiap

bulan tercipta motif-motif baru yang selalu bersinergi dengan alam seperti hewan dan

tumbuhan. Salah satu motif andalan dari batik malang desa Druju yakni motif batik seribu

mimpi.

Sentra batik malang yang lain berada di Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen Kota

Malang, Jawa Timur.


Batik Malang sampai sekarang belum begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia

secara keseluruhan namun pemerintah selalu mengupayakan penggalian motif batik

Malang terbaru bersama organisasi terkait lainnya dengan mengadakan pagelaran busana

maupun pagelaran budaya untuk mengunggah khasanah budaya serta untuk lebih mem

populer kan batik malang.

Batik malang diproduksi antar daerah.

Latar Belakang Batik Malang

Jejak sejarah batik malang tidak ada yang mengungkap secara eksplisit tentang awal mula

kemunculan batik serta budaya Batik Malang, namun jika kita merujuk pada berbagai

macam kegiatan upacara tradisional pada abad ke XIX, akan banyak ditemui para pria dan

wanita menggunakan medhang koro (hiasan kepala; udeng atau sewek) dengan motif batik

sidomukti. Jika kita cermati bersama, bisa jadi kegiatan membatik ini merupakan budaya

yang ditularkan oleh kerajaan mataram kuno saat menguasai kerajaan singosari pada tahun

1222 M.

Batik malang atau juga biasa disebut Batik Malangan mempunyai tiga ciri utama yaitu,

motif dasaran atau latar dari kain batik malang berupa motif batik dari Candi Badut

(peninggalan kerajaan Kanjuruhan 760 M).

motif isen-isen berupa gambar Tugu Malang sebagai motif utama yang disanding oleh

rambut singa berwarna putih sebagai lambang Kabupaten Malang.

motif hias batik malang berupa bagian boket (hiasan pinggiran kain batik) untuk tumpal

(isen-isen pada pinggiran kain) yang berisi tiga buah sulur-sulur bunga (seringkali bunga

teratai) yang membentuk pola rantai.


Makna Batik Malang

Seperti umumnya batik tradisional, masing-masing motif Batik Malang juga mengandung

makna filosofis yang mendalam. Sebagai misal adalah motif batik Malang Kucecwara. Di

dalamnya ada mahkota raja Gajayana, raja yang membawa kerajaan Gajayana menuju

puncak kejayaan. Harapannya, agar Batik Malangan mampu berjaya seperti halnya

kejayaan yang diraih Kerajaan Gajayana di masa lalu.

Motif Tugu Malang melambangkan kekuasaan teritorial, gambaran tentang keperkasaan

dan ketegaran. Motif rumbai singa sebagai simbol kebudayaan masyarakat Malang yang

berjiwa pemberani, penuh semangat dan pantang menyerah. Motif bunga teratai

melambangkan anugerah keindahan dan kesuburan alam. Selanjutnya ada motif arca dari

Candi Singosari, salah satu aset budaya Malang.

Selebihnya, ada motif sulur-sulur yang bermakna perkembangan hidup yang tak abadi

sehingga mengingatkan bahwa kematian adalah suatu hal yang pasti. Sulur-sulur yang

bersambung dimaknai bahwa akan selalu ada generasi penerus yang melanjutkan

kehidupan. Satu lagi adalah isen-isen belah ketupat yang diambil dari relief Candi Badut.

Maknanya bahwa manusia pasti memiliki kelemahan.

Tujuan Pembuatan Batik Malang

- Untuk mengembangkan produksi khas malang

- Melestarikan kebudayaan daerah

- Meningkatkan perekonomian pengrajin batik