Anda di halaman 1dari 41

Makalah Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat

“Konsep Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi”

Disusun Oleh Kelompok 4Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Semester III


Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Tugas Mata KuliahDasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah gizi tidak terlepas dari masalah makanan karena masalah gizi timbul sebagai akibat
kekurangan atau kelebihan kandungan zat gizi dalam makanan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan
yang melebihi kecukupan gizi menimbulkan masalah gizi lebih, dan jika kekurangan pun akan terkena
berbagai penyakit defisiensi gizi. Dengan meningkatnya taraf hidup sebagian masyarakat yang
tinggal baik di perkotaan maupun di pedesaan akan memberikan perubahan pada gaya hidup.
Pemilihan makanan yang cenderung menyukai makanan siap santap dimana kandungan gizinya
tidak seimbang dan tidak mencukupi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan gizi dan gizi seimbang ?
2. Bagaimana konsep gizi seimbang ?
3. Apa yang dimaksud dengan angka kecukupan gizi ?
4. Bagaimana peran gizi dalam menciptakan masyarakat yang sehat ?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan gizi dan gizi seimbang.
2. Untuk mengetahui bagaimana konsep gizi seimbang.
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan angka kecukupan gizi.
4. Untuk mengetahui bagaimana peran gizi dalam menciptakan masyarakat yang sehat.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gizi
1. Pengertian Gizi dan Makanan
Gizi adalah suatu proses mekanisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolism dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam
hubungannya dengan keseharan optimal. Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab “ghidza”
berarti makanan. Di satu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan dan disisi lain dengan
tubuh manusia. Batasan klasik mengatakan bahwa ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari
nasib makanan sejak ditelan sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi serta di
eksekresikan sebagai sisa.
Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya,yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan,serta mengatur proses-proses
kehidupan.
Fungsi zat gizi di dalam tubuh adalah :
a. Memberi energi : Zat-zat gizi yang dapat memberikan enrgi adalah karbohidrat, lemak,dan
protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk
melakukan kegiatan atau aktivitas.
b. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh : Protein, mineral dan air adalah bagian dari
jaringan tubuh. Oleh karena itu diperlukan untuk membentuk sel-sel baru,memelihara dan
mengganti sel-sel yang rusak.
c. Mengatur proses tubuh : Protein, mineral, air dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses
tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya
memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai pangkal organisme yang
bersifat infektif dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-
unsur/ikatan kimia yang dapat di ubah menjadi zat gizi oleh tubuh,yang berguna bila
dimasukkan ke dalam tubuh.
Empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia adalah:
a. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan atau perkembangan serta mengganti jaringan
tubuh yang rusak.
b. Memperoleh energy guna melakukan kegiatan sehari-hari.
c. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air,mineral,dancairan tubuh
yang lain.
d. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.

2. Pengertian Gizi Seimbang


Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang
beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak
berlebihan dan tidak kekurangan.
Menu seimbang yaitu menu yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan jumlah
dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan
dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan
perkembangan. Peranan berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam piramida gizi
seimbang yang berbentuk kerucut. Populer dengan istilah “Tri Guna Makanan”.
a. Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan yang
digambarkan di dasar kerucut.
b. Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan bagian tengah
kerucut.
c. Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan,
digambarkan bagian atas kerucut.
Sejarah gizi seimbang bermula pada tahun 1992 saat diselenggarakan konggres gizi
internasional di Roma. Konggres tersebut membahas pentingnya gizi seimbang untuk
menghasilkan kualitas SDM yang handal. Hasilnya adalah rekomendasi untuk
semua negara menyusun PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang).
Sebenarnya di Indonesia, pada tahun 1950 pernah diperkenalkan pedoman 4 sehat 5
sempurna, yang kemudian setelah adanya konggres gizi internasional di Roma dikembangkan
PUGS pada tahun 1995. Slogan 4 sehat 5 sempurna merupakan bentuk implementasi PUGS
dan terdapat 13 pesan dalam PUGS.
B. Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) memuat 13 dasar yang dapat digunakan
masyarakat luas sebagai pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang
seimbang dan aman guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang
optimal. Ketiga belas pesan dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1. Makanlah Aneka Ragam Makanan
Tidak ada satu jenis pun bahan makanan yang mengandung semua zatgizi
yang diperlukan untuk pertumbuhan danpemeliharaan tubuh serta untuk perkembangan otak
dan produktivitas kerja, kecuali Air Susu Ibu (ASI) yang diciptakan sebagai makanan
sempurnah bagi bayi sehat umur 0-6 bulan. Sesudah umur 6 bulan seseorang harus
mengkonsumsi beranekaragam makanan yang zat-zat gizinya saling melengkapi.
Kekurangan zat gizi tertentu dalam suatu jenis bahan makanan dapat dilengkapi oleh
zat gizi yang sama yang terdapat dalam bahan makanan lain. Oleh sebab itu makanan yang
beranekaragam akan menjamin terpenuhinya kebutuhan zat energi/tenaga, zat pembangun,
dan zat pengatur seseorang.
2. Makanlah Makan yang Memenuhi Kecukupan Energi
Menu sehari-hari hendaknya cukup mengandung energi agar seseorang dapat
melakukan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolahraga, dan berinteraksi.
Kebutuhan energy dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber
karbohidrat, protein, dan lemak. Cukup tidaknya konsumsi energi sehari-hari seseorang dapat
dikdetahui dari normal tidaknya berat badan. Bagi anak-anak dibawah 5 tahun (balita), anak
sekolah, remaja, ibu hamil, berat badan normal dapat diketahui dari kartu menuju sehat
(KMS) sedangkan bagi orang dewasa dan usia lanjut dengan menghitung Indeks Massa
Tubuh (IM,T)
Rumus IMT sebagai berikut :
IMT =
Batas ambang IMT adalah sebagai berikut :
 Kurus : tingkat ringan IMT 17-18,4
tingkat berat IMT < 17,0
 Normal : IMT 18,5-25
 Gemuk : tingkat ringan IMT >25,0-27,0
tiikat berat IMT >27,0
Konsumsi energi melebihi kebutuhan secara berlanjut menyebabkan kegemukan.
Kegemukan merupakan faktor resiko berbagai penyakit degeneratif ,seperti penyakit tekanan
darah tinggi, jantung koroner, dan diabetes melitus. Sebaliknya, konsumsi energi kurang dari
kebutuhan secara lanjut menyebabkan berat badan kurang atau kurus yang dapat
menyebabkan rendahnya produktivitas kerja, menurunnya kemampuan belajar dan prestasi
olah raga, serta berkurangnya kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi.
3. Makanlah Makanan Sumber Karbohidrat Setengah dari Kebutuhan Sehari
Ada dua kelompok karbohidrat sederhana, yaitu karbohidrat kompleks dan
karbohidrat sederhana. Bahan makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian
(beras, jagung, dan gandum), umbi-umbian (ubi, singkong, dan talas), dan sagu. Sumber
karbohidrat sederhana adalah berbagai jenis gula, seperti gula pasir, gula enau, gula
kelapa, dan gula palma.
Sumber karbohidrat kompleks juga mengandung zat gizi selain karbohidrat dalam
jumlah berbeda-beda, seperti protein, lemak, mineral dan vitamin. Sumber karbohidrat
kompleks juga mengandung serat yang diperlukan untuk melancarkan pergerakan usus dan
buang air besar. Sedangkan sumber karbohidrat sederhana hanya mengandung
karbohidrat, sehingga dinamakan juga sumber energi “kosong”.
4. Batasilah Konsumsi Lemak dan Minyak sampai Seperempat dari Kebutuhan Energi
Sehari
Lemak dan minyak dalam makanan berguna untuk menghasilkan energi dalam
tubuh, membantu penyerapan dan pengangkutan vitamin-vitamin A,D,E,dan K ,serta
menambah lezatnya makanan.
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi 2004 menganjurkan konsumsi lemak dan
minyak berasal dari minyak nabati, seperti minyak kelapa, kelapa sawit, kacang
kedelai, kacang tanah dan jagung karena banyak mengandung asam lemak tidak jenuh jamak
dan trigliserida rantai menengah (medium chain triglyceride) yang berpengaruh baik terhadap
kesehatan. Proposrsi asam lemak jenuh dan asam lemak trans sebaiknya masing-masing
maksimal 88% dan 1% dari kebutuhan energi total. Di antara lauk hewani, ikan paling sedikit
mengandung lemak. Lemak ikan terutama mengandung asam lemak tidak jenuh ganda.
Mengonsumsi lemak secara berlebihan bisa menyebabkan kegemukan dan
penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit degenerative, seperti
tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner dan stroke, serta diabetes mellitus.
5. Gunakan Garam Beryodium
Menggunakan garam beryodium dalam memasak dapat mencegah timbulnya
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Gangguan ini banyak terjadi pada daerah-
daerah yang jauh dari laut dan pegunungan,karena tanahnya kurang mengandung yodium
yang bersumber dari laut.
Yodium merupakan bagian dari hormon toksin yang antara lain berperang mengontrol
percepatan pelepasan energi dari zat gizi yang menghasilkan energi, pemebentukan sel darah
merah,serta fungsi otot dan syaraf.menghambat kecerdasan otak anak serta pertumbuhan pada
anak-anak menyebabkan kekerdilan ( kretinisme ) dan dungu. Disamping itu terjadi bengkak
pada kelenjar tiroid, berat badan kurang dan mudah lelah. Umumnya akibat kekurangan
yodium dinamakan “Gondok” dan karena terdapat secara meluas di suatu daerah, dinamakan
“Gondok Endemik”.
Mengkonsumsi garam secara berlebihan juga dapat menyebabkan tekanan darah
tinggi yang menimbulkan sakit jantung dan stroke. Dianjurkan mengkonsumsi garam tidak
lebih dari 6 gram atau kurang lebih 1,5 sendok teh sehari.
6. Makanlah Makanan Sumber Besi
Kekurangan besi dapat menimbulkan Anemia Gizi Besi. Besi diperlukan untuk
pembentukan hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Hemoglobin
membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida
dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Di samping itu besi berperan
dalam metabolisme energi. Besi juga merupakan bagian dari sel-sel otak yang berperan
dalam transmisi saraf.
Anemia Gizi Besi dapat menyebabkan rendahnya kemampuan belajar dan
produktivitas kerja, serta menurunnya antibodi sehingga mudah terserang penyakit
infeksi. Sumber besi adalah hati, daging, ikan, kacang-kacangan, dan syuran daun hijau.
7. Berikan ASI Kepada Bayi Sampai Berumur 6 Bulan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. ASI mengandung semua
zat gizi dalam jumlah yang sesuai untuk proses tumbuh kembang bayi.
Pemberian ASI memungkinkan hubungan kejiwaan yang erat antara ibu dan bayi. Disamping
itu ASI mengandung zat-zat anti kekebalan. ASI yang keluar pada hari pertama disebut
“kolostrum”. Kolostrum lebih kental dan kekuning-kuningan yang mengandung zat anti
kekebalan dan vitamin A yang tinggi. ASI hendaknya merupakan makanan satu-satunya
untuk bayi hingga umur 6 bulan (ASI eksklusif).
8. Biasakan Makan Pagi
Manfaat makan pagi adalah untuk memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya
tahan tubuh, meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Kebiasaan makan pagi, membantu memenuhi kecukupan gizi sehari-hari. Sedangkan resiko
tidak membiasakan makan pagi adalah gangguan kesehatan yang berupa menurunnya kadar
gula darah. Susnan makanan pagi merupakan menu seimbang, yang terdiri atas sumber
energi, zat pembangun, dan zat pengatur
9. Minumlah Air Bersih yang Aman dan Cukup Jumlahnya
Air berfungsi sebgai zat pembangun dan zat pengatur, antara lain sebagai pelarut dan
alat angkut zat-zat gizi, katalisator sebagai reaksi biologis dalam sel, fasilitator
pertumbuhan, pengatur suhu, pelumas sendi-sendi tubuh, dan sebagai peredam
benturan. Rata-rata seseorang membutuhkan 8 gelas atau 2 liter air sehari. Kehilangan air
terlalu banyak dapat menyebabkan dehidrasi atau kekeringan. Hal ini merupakan resiko untuk
menderita penyakit ginjal.
10. Lakukan Kegiatan Fisik dan Olahraga secara Teratur
Kegiatan fisik dan olahraga yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi
dapat menyebabkan kegemukan atau berat badan berlebih, atau berat badan kurang atau
kurusan. Biasakanlah melakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur dan sesuai dengan
kebutuhan.
11. Hindarilah Minum Minuman Beralkohol
Mengkonsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan, mabuk, dan tidak
mampu mengendalikan diri. Alkohol mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat-zat
gizi yang lain. sebanyak 20% alkohol yang diminum dalam keadaan perut kosong dapat
mencapai sel otak dalam waktu satu menit, yang menyebabkan eouforia pada seseorang
setelah minum alkohol pada keadaan perut kosong.
Kemampuan alkohol melarutkan lipid ayang terdapat dalam membran sel
memungkinkan dengan cepat masuk kedalam sel-sel tubuh dan menghancurkan sel
tersebut. Alkohol dapat merusak organ-organ penting seperti hati dan otak, Alkohol dianggap
racun atau toksin bagi tubuh.
12. Makanlah Makanan yang Aman Bagi Kesehatan
Makanan yang aman bagi kesehatan adalah makanan yang tidak tercemar, tidak
mengandung mikroba dan bahan kimia berbahaya, serta diolah dengan cara yang benar
sehingga keadaan fisik dan gizinya tidak rusak. Agar makanan aman dikonsumsi, makanan
harus diperlakukan secara benar, sejak bahan makanan ditanam tau diternakkan, disimpan,
ditransportasikan, dipasarkan, diolah, hingga siap santap. Dalam pengelolahan, hendaknya
tidak diguanakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan atau bersifat racun, seperti
boraks dan formalin yang sering digunakan sebagai bahan pengawet, serta rhodamin B
dan methanil yellow sebagai bahan pewarna merah dan kuning. Makanan yang tidak aman
dapat menimbulkan keracunan yang bias berakhir dengan kematian.
13. Bacalah Label pada Makanan yang Dikemas
Peraturan perundang-undangan mnetapkan bahwa semua makanan yang
dikemas harus memiliki label yang memuat keterangan tentang isi, jenis dan jumlah bahan
yang digunakan, tanggal kadaluarsa, komposisi zat gizi yang dinyatakan dalam jumlah dan
sebagai persen Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan ( AKG ) untuk tiap takaran saji, serta
keterangan penting lainnya seperti kehalalan produk. Dengan demikian konsumen dapat
mengetahui kandungan gizi dan kelayakan makanan kemasan tersebut.

C. Angka Kecukupan Gizi


1. Pengertian Angka Kecukupan Gizi
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) atau Recommended Dietary
Allowances (RDA) adalah taraf konsumsi zat-zat gizi esensial, yang berdasarkan pengetahuan
ilmiah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir semua orang sehat. Angka
kecukupan gizi berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary requirements). Angka
kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi minimal yang dibutuhkan seseorang untuk
mempertahankan status gizi adekuat.
Angka kecukupan gizi (AKG) merupakan nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi
yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut
kelompok umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis, seperti kehamilan dan menyusui.
2. Angka Kebutuhan Gizi yang Dianjurkan
AKG yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing-masing
kelompok umur, gender, dan aktivitas fisik. Dalam penggunaannya, bila kelompok penduduk
yang dihadapi mempunyai rata-rata berat badan yang berbeda dengan patokan yang
digunakan, maka perlu dilakukan penyesuaian. Bila berat badan kelompok penduduk tersebut
dinilai terlalu kurus, AKG dihitung berdasarkan berat badan idealnya. Angka Kecukupan
Gizi (AKG) yang dianjurkan tidak digunakan untuk perorangan.
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan digunakan untuk maksud-maksud sebagai
berikut:
a. Merencanakan dan menyediakan suplai pangan untuk penduduk atau kelompok penduduk.
Untuk itu perlu diketahui pola pangan dan distribusi penduduk. Karena AKG yang dianjurkan
adalah angka kecukupan pada tingkat faali, maka dalam merancang produksi pangan perlu
diperhitungkan kehilangan pangan yang terjadi pada tiap tahap perlakuan pascapanen
b. Menginterpretasikan data konsumsi makanan perorangan ataupun kelompok. Dalam hal ini
perlu diperhatikan bahwa dalam penetapan AKG digunakan patokan berat badan tertentu,
misalnya pria dewasa 62 kg dan wanita dewasa 54 kg. Bila hasil survei menunjukan bahwa
rata-rata berat badan menyimpang dari patokan berat badan yang digunakan, perlu dilakukan
penyesuaian terhadap angka kecukupan. Demikian pula penyelesaian angka kecukupan perlu
dilakukan bila nilai asam amino dan nilai kecernaan hidangan berbeda dengan nilai yang
digunakan dalam penetapan AKG yang dianjurkan. Penyesuaian perlu juga dilakukan dalam
hal kecukupan energi dan vitamin yang berkaitan dengan penggunaan energi kelompok
sebenarnya.
c. Perencanaan pemberian makanan di industri, seperti rumah sakit, sekolah,
industri/perkantoran, asrama, panti asuhan, panti jompo dan lembaga kemasyarakatan. Juga
dalam hal ini perlu diperhatikan berat badan rata-rata, aktivitas yang dilakukan dan untuk
rumah sakit kecukupan gizi untuk penyembuhan. Institusi yang tidak menyediakan makanan
lengkap sehari perlu memperhatikan proporsi AKG yang perlu dipenuhi melalui penyediaan
makanan.
d. Menetapkan standar bantuan pangan, misalnya untuk keadaan darurat: membantu para
transmigrasi dan penduduk yang terkena bencana alam serta memberi makanan tambahan
untuk balita, anak sekolah, dan ibu hamil. Pertimbangan yang dikemukakan pada butir 2
perlu diperhatikan.
e. Menilai kecukupan persediaan pangan nasional
f. Merencanakan program penyuluhan gizi.
g. Mengembangkan produk pangan baru di industri.
h. Menetapkan pedoman untuk keperluan labeling gizi pangan. Biasanya dicantumkan proporsi
AKG yang dapat dipenuhi oleh satu porsi pangan tersebut.

Standar konsumsi gizi dapat dilihat dari komponen berikut :


a. EAR (Estimated Average Requirement)
Rata-rata kecukupan zat gizi yang diperoleh dari rata-rata kebutuhan gizi berdasarkan hasil
penelitian terhadap sejumlah orang sehat. Rata-rata kecukupan zat gizi ini bila diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari mencukupi kecukupan 50% populasi sehat.
b. RDA (Recommended Dietary Allowance)
Angka kecukupan gizi yang bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan memenuhi
kebutuhan gizi 97.5% populasi sehat. RDA= EAR+2SD.
c. AI (Adequate Intake)
Angka yang menggambarkan kecukupan gizi berdasarkan asupan gizi orang sehat.
Digunakan bila belum cukup kajian kebutuhan atau kecukupan zat gizi tertentu pada populasi
tertentu.
d. UL (Tolerable Upper Intake Level)
Angka tertinggi dari suatu anjuran kecukupan gizi yang bila dikonsumsi dalam jumlah
tersebut setiap hari tidsk menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan.

3. Menentukan Kebutuhan Faali


Sedapat mungkin, AKG ditetapkan dengan terlebih dahulu menerapkan kebutuhan
faali rat-rata tubuh terhadap zat gizi yang sudah diserap/distribusi. Nilai ini kemudian
disesuaikan dengan faktor kehilangan karena penyerapan tidak sempurna dan untuk
menampung variasi kebutuhan antar individu dan ketersediaan faali zat gizi antar sumber
bahan pangan. Dengan demikian, dalam AKG sudah dimasukkan faktor keamanan untuk zat
gizi, yang berkaitan dengan pengetahuan tentang zat gizi bersangkutan, ketersediaan faalinya,
dan variasi antar penduduk.
Kebutahan bayi dan anak merupakan kebutuhan zat gizi yang memungkinkan
pertumbuhan dan perkembangan yang memuaskan, sedangkan untuk orang dewasa
merupakan jumlah yang dibutuhkan untuk memelihara berat badan normal dan mencegah
deplesi zat gizi dari tubuh yang diperkirakan melalui penelitian keseimbangan, serta
pemeliharaan konsentrasi normal zat gizi didalam darah dan jaringan tubuh. Untuk zat-zat
gizi tertentu, kebutuhan mungkin pula didasarkan atas jumlah yang diperlukan baik untuk
mencegah ketidakmampuan tubuh melakukan suatu fungsi khusus, maupun untuk mencegah
timbulnya tanda-tanda defisiensi khusus, yaitu jumlah yang mingkin sanagat berbeda dengan
kebutuhan guna mempertahankan simpanan tubuh. Dengan demikian, penetapan kebutuhan
untuk setiap zat gizi berbeda sesuai kriteria yang dipilih.
Langkah pertama dalam menyusun kecukupan gizi adalah menetapkan kebutuhan
faali rata-rata penduduk yang sehat dan mewakili tiap golongan umur dan gender menurut
kriteria yang telah diterapkan. Untuk itu, perlu diketahui perbedaan-perbedaan didalam tiap
golongan yang memungkinkan perkiraan jumlah yang perlu ditambahkan pada kebutuhan
rata-rata untuk memenuhi kebutuhan sesungguhnya semua orang sehat. Eksperimen demikian
pada manusia sangat mahal dan perlu waktu serta sering tidak dapat dilakukan karena alasan
estis. Oleh sebab itu, pemikiran kebutuhan dan variasinya sering dilakukan atas dasar
informasi yang terbatas.
Bila kebutuhan penduduk mengikuti distribusi normal, penambahan dua standar baru
(SB) terhadap kebutuhan rata-rataakan memenuhi kebutuhan sebagai besar (97,5%) populasi.
Dengan kemungkinan ada pengecualian tentang kebutuhan protein, hanya sedikit bukti yang
menunjukkan bahwa kebutuhan zat-zat gizi berdistribusi normal. Oleh karena itu, tiap zat gizi
diperlukan tersendiri guna memperhitungkan perubahan didalam suatu populasi.
Kecukupan untuk energi ditetapkan dengan cara berbeda dari pada kecukupan untuk
zat-zat gizi lain. AKG untuk energi mencerminkan rata-rata kebutuhan tiap kelompok
penduduk. Kebutuhan energi berbeda tiap perorangan. Tambahan kecukupan untuk
memenuhi variasi ini kurang tepat, karena untuk jangka waktu lama kelebihan ini akan
menimbulkan obesitas pada seseorang yang mempunyai kebutuhan rata-rata.
Angka kecukupan untuk protein dan zat-zat lain dinyatakan sebagai taraf suapan
terjamin (safe level of intake), yaitu rata-rata kebutuhan +2,5 standar baku yang memenuhi
atau melebihi kebutuhan hampir semua individu (97,5%) dalam kelompok bersangkutan.
Perkiraan demikian, memperhitungkan perbedaan kebutuhan individu didalam kelompok.
Bila semua orang mengonsumsi protein atau zat-zat gizi lain pada nilai yang sama atau
sedikit lebih besardari konsumsi yang dianggap aman, sedikit kemungkinan bahwa seseorang
mengkonsumsi jumlah yang tidak cukup. Jumlah yang sedikit lebih banyak ini tidak akan
menimbulkan akibat merugikan.
4. Cara Memenuhi AKG
Karena masih kurangnya pengetahuan, AKG belum dapat ditetapkan untuk semua zat
gizi yang sudah diketahui. Akan tetapi AKG untuk zat-zat gizi yang sudah ditetapkan dapat
dijadikan pedoman, sehingga menu dapat bervariasi memenuhi AKG untuk zat-zat gizi
tersebut diharapkan cukup pula dalam zat-zat gizi lainnya. Oleh sebab itu, dianjurkan agar
menu sehari-hari terdiri atas bahan pangan bervariasi yang diperoleh dari berbagai golongan
bahan pangan (bukan dari suplementasi atau fortifikasi), dan supaya diperhitungkan pula
kemungkinan kehilangan zat-zat gizi selama pengolahan makanan. Di Indonesia pola menu
seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedomam Umum Gizi Seimbang
(PUGS). Dalam menyusun menu, selain AKG perlu pula pertimbangan aspek akseptabilitas
makanan yang disajikan, karean sealain sebagai sumber zat-zat gizi, makanan juga
mempunyai nilai sosial dan emosional.
5. Dasar Perhitungan AKG di Indonesia
Dasar perhitungan AKG di Indonesia dilakukan dengan cara:
a. Menetapkan berat badan patokan untuk berbagai golongan penduduk
Data diperoleh dari hasil pengumpulan data oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan
Gizi, Departemen Kesehatan. Sifatnya masih terbatas pada beberapa kelompok dengan
keadaan gizi optimal dan aktivitas sedang. Pada tabel berikut menunjukkan berat badan
patokan untuk Indonesia dibandingkan dengan yang dianjurkan WHO dan yang digunakan
Amerika Serikat (AS).
Tabel 1.1 Berat badan patokan di Indonesia, anjuran WHO dan di Amerika (AS)
Golongan umur Indonesia WHO AS
0-6 bulan 5,5 - 6
7-12 bulan 8,0 - 9
1-3 tahun 12,0 16 13
4-6 tahun 18,0 - 20
7-9 tahun 24,0 25 28
Pria
10-12 tahun 30 35 45
13-15 tahun 45 48 66
16-19 tahun 56 64 72
20-49 tahun 62 65 79
>50 tahun 62 65 77
Wanita
10-12 tahun 35 37 46
13-15 tahun 46 48 55
16-19 tahun 50 55 63
20-49 tahun 54 55 65
>50 tahun 54 55 65

b. Menggunakan rujukan WHO, FAO dan Amerika Serikat


AKG disusun berdasarkan rujukan dari WHO, FAO, dan AKG Amerika Serikat yang
disesuaikan dengan ukuran tubuh orang indonesia. AKG beberapa zat gizi mikro diambil
langsung dari AKG Amerika Serikat karena pengaruh keragaman berat badan tidak
bermakna.

AKG yang ditetapkan pada Widyakarya Pangan dan Gizi Nasional tahun 1998
meliputu zat-zat gizi sebagai berikit; energi (kkal), protein (g), vitamin A (RE), vitamin D
(mg), vitamin E (µg), vitamin K (mg), tiamin (mg), riboflavin (mg), niasin (mg), vitamin B12
(µg), piridoksin (mg), vitamin C (mg), kalsium (mg), fosfor (mg), besi (mg), seng (µg),
iodium (mg), dan selenim (µg).
AKG disusun berdasarkan kelompok umur, gender, dan tambahan untuk ibu hamil dan
ibu menyusui. Daftar AKG lengkap dapat dilihat pada tabel 1.2 (lampiran). Untuk melihat
angka kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan air yang di anjurkan untuk
orang Indonesia dalam sehari dapat dilihat pada tabel 1.3 (lampiran).
6. Cara Mengukur Angka Kecukupan Gizi
Angka kecukupan gizi (AKG) setiap individu akan berbeda sesuai dengan kondisi
masing-masing. Untuk mengukur AKG bagi orang dewasa secara cepat, kebutuhan
kalori/energi dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Jenis kelamin Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Ringan Sedang Berat
Laki-laki 1,56 × BMR 1,76 × BMR 2,10 × BMR
Perempuan 1,55 × BMR 1,70 × BMR 2,00 × BMR

Prinsip untuk menentukan angka kecukupan energi didasarkan pada pengeluaran


energi dimana komponen Basal Metabolic Rate merupakan komponen utama. Nilai BMR
ditentukan oleh berat dan susunan tubuh serta umur dan jenis kelamin. Secara sederhana nilai
BMR dapat ditaksir dengan menggunakan rumus regresi linier sebagai berikut.

Rumus untuk menaksirkan nilai BMR


Kelompok umur (tahun) BMR (kkal/hari)
Laki-laki Perempuan
0-3 60,9 BB+54 61,0 B +51
3-10 22,7 BB+495 22,5 B +499
10-18 17,5 BB+651 12,2 B +746
18-30 15,3 BB+679 14,7 B+496
30-60 11,6 BB+879 8,7 B+829
>60 13,5 BB+487 10,5 B+596

Keterangan :
BB = berat badan (dapat digunakan actual weight atau BB ideal/normal tergantung tujuan)
Dengan komposisi makanan sehari 60% dari sumber karbohidrat, 20% dari protein
dan 20% dari lemak. Kecukupan protein yang dianjurkan adalah 0,8 gram/kgBB/hari.
Konsumsi protein yang berlebih dapat membebani fungsi ginjal. Pada kondisi tertentu, seperti
gizi buruk atau masa penyembuhan konsumsi protein dapat ditingkatkan antara 1,2 – 1,8
gram/kgBB/hari.
Dianjurkan memenuhi kebutuhan protein dari protein nabati dan hewani dengan
perbandingan 3:1. Widya Karya Pangan dan Gizi VI tahun 1998, menetapkan AKG bagi
orang dewasa secara nasional berdasarkan kebutuhan energi/kalori dari protein, sebagai
berikut:
Indikator tingkat Konsumsi tingkat Persediaan
Energi 2.150 K Kalori 2.500 K Kalori
Protein 46,2 gram 55 gram
(9 gram protein ikan, 6 gram protein hewani lain dan 40 gram protein nabati)
AKG diatas bila kita jabarkan menurut takaran konsumsi makanan sehari pada orang
dewasa umur 20-59 tahun, yaitu: nasi/pengganti 4-5 piring, lauk hewani 3-4 potong, lauk
nabati 2-4 potong, sayuran 1½-2 mangkok dan buah-buahan 2-3 potong. Dengan catatan
dalam keadaan berat badan ideal.
Berikut adalah prinsip menyusun menu seimbang :
a. Bahan makanan mempunyai tiga fungsi bagi seseorang, yaitu fungsi biologi, psikologi dan
sosial.
b. Makanan dapat dikelompokkan menjadi lima golongan, yaitu makanan pokok, lauk pauk,
sayur-sayuran, buah dan susu.
c. Pemilihan bahan makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : keadaan psikologis,
pendidikan, pendapatan, sosial budaya dan geografi.
d. Dalam memilih bahan makanan perlu memperhatikan jenis dan tanda kerusakan bahan
makanan serta ciri-ciri bahan makanan yang baik.
e. Pengertian menu seimbang adalah susunan hidangan berbagai macam makanan yang
mengandung energi dan zat gizi secara cukup, baik jenis maupun jumlahnya.
f. Manfaat yang diperoleh dari menyusun menu seimbang adalah kebutuhan zat gizi dapat
terpenuhi, dapat memilih bahan makanan yang baik, dan sesuai keadaan sosial, ekonomi dan
budaya, mengurangi kehilangan zat gizi selama penyiapan makanan, serta mengurangi
kebosanan akan menu makanan.
g. Dalam merencanakan menu seimbang perlu memperhatikan berbagai faktor,
yaitu: kecukupan zat gizi, pemilihan bahan makanan yang baik dan sesuai, serta
menyelenggarakan makanan.
h. Proses yang harus dilakukan dalam menyusun menu adalah menentukan kecukupan gizi,
menentukan hidangan, penentuan pemilihan bahan makanan, serta pengolahan bahan
makanan.

D. Gizi di Indonesia
Pada saat ini, Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang
dan masalah gizi lebih. Masalah gizi kurang pada umumnya disebabkan oleh kemiskinan,
kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan (sanitasi), kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan, dan adanya daerah
miskin gizi (iodium). Sebaliknya masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada
lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu
seimbang, dan kesehatan.
1. Masalah Gizi Kurang
Keberhasilan pemerintah dalam peningkatan produksi pangan dalam Pembangunan
Jangka Panjang Tahap I (PJP I) disertai dengan perbaikan distribusi pangan, perbaikan
ekonomi, dan peningkatan daya beli masyarakat telah banyak memperbaiki keadaan gizi
masyarakat. Namun, 4 masalah gizi kurang yang dikenal sejak pelita 1, hingga sekarang
masih ada walaupun dalam taraf jauh berkurang. Upaya penanggulangan masalah kurang gizi
yang di lakukan secara terpadu antara lain:
a. Upaya pemenuhan persediaan pangan nasional terutama melalui peningkatan produksi
beraneka ragam pangan.
b. Peningkatan usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) yang di arahkan pada pemberdayaan
keluarga untuk meningkatkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
c. Peningkatan upaya gizi terpadu dan sistem rujukan di mulai dari tingkat pos pelayanan
terpadu (posyandu).
d. Peningkatan upaya keamanan pangan dan gizi melalui sistem kewaspadaan pangan dan gizi
(SKPG).
e. Meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi di bidang pangan dan gizi masyarakat.
f. Meningkatkan teknologi pangan untuk mengembangkan berbagai produk pangan yang
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat luas.
g. Interfensi langsung kepada sasaran melalui pemberian makanan tambahan (PMT).
h. Peningkatan kesehatan lingkungan.
i. Upaya portifikasi bahan pangan dengan vitamin A, yodium dan zat besi.
j. Upaya pengawasan makanan dan minuman.
k. Upaya penelitian dan pengembangan pangan dan gizi.

2. Masalah Gizi Lebih


Masalah gizi lebih baru muncul dipermukaan pada tahun-tahun terahir PJP1, yaitu
pada awal tahun 1990an. Peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat tertentu,
terutama diperkotaan menyebabkan perubahan dalam gaya hidup, terutama dalam pola
makan. Pola makan tradisional yang tadinya tinggi karbohidrat, tinggi serat kasar, dan rendah
lemak berupa ke pola makan baru yang rendah karbohidrat, rendah serat kasar, dan tinggi
lemak sehingga menggeser mutu makanan kearah tidak seimbang. Perubahan pola makan ini
di percepat oleh makin kuatnya arus budaya makanan asing yang disebabkan oleh kemajuan
teknologi, informasi, dan globalisasi ekonomi.
Masalah gizi lebih disebabkan oleh kebanyakan masukan energi dibandingkan dengan
keluaran energi. Penanggulangannya adalah dengan menyeimbangkan masukan dan keluaran
energi melalui pengurangan makanan dan penambahan latihan fikik atau olahraga serta
menghindari tekanan hidup atau stress. Penyeimbangan masukan energi dilakukan dengan
membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak serta menghindari konsumsi alkohol. Untuk itu
diperlukan upaya penyuluhan kemasyarakat luas. Disamping itu, diperlukan peningkatan
teknologi pengolahan makanan tradisional indonesia siap santap, sehingga makanan
tradisional yang lebih sehat ini disajikan dengan cara dan kemasan yang dapat menyaingi
cara penyajian dan kemasan makanan barat.

3. Kurang Energi Protein (KEP)


Kurang energi protein (KEP) disebabkan oleh kekurangan makan sumber energi
secara umum dan kekurangan sumber protein. Pada anak-anak, KEP dapat menghambat
pertumbuhan, rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi dan mengakibatkan
rendahnya tingkat kecerdasan.
Pada orang dewasa, KEP menurunkan produktifitas kerja dan derajat kesehatan
sehingga menyebabkan rentan terhadap penyakit. Status gizi balita diklasifikasikan dalam
gizi buruk, gizi kurang dan gizi baik. KEP berat pada orang dewasa yang disebabkan oleh
kelaparan, pada saat ini sudah tidak terdapat lagi. KEP berat pada orang dewasa dikenal
sebagai honger oedeem. KEP pada saat ini terutama terdapat pada anak balita.
4. Anemia (Penyakit Kurang Darah)
Penyakit ini terjadi karena konsumsi zat besi pada tubuh tidak seimbang atau kurang
dari kebutuhan tubuh. Zat besi merupakan mikro elemen yang esensisl bagi tubuh, sangat
diperlukan dalam pembentukan darah yakni dalam hemoglobin. Kekurangan zat besi pada
umumnya menyababkan pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya
kebugaran tubuh, menurunnya kemampuan kerja, menurunnya kekebalan tubuh dan
gangguan penyembuhan luka.
5. Penyakit Gondok Endemik
Zat iodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh karena merupakan komponen
dari hormone thyroxsin. Zat iodim ini dikonsentrasikan dalam kelenjar gondok (glandula
thyroidea) yang dipergunakan dalam sintesis hormon thyroxsin. Kekurangan zat iodium
berakibat kondisi hypothyroidisme dan tubuh mencoba untuk mengkompensasi dengan
menambah jaringan gondok. Akhirnya terjadi hypertrophi (membesarnya kelenjar tiroid),
yang kemudian disebut penyakit gondok. Penyakit gondok di Indonesia merupakan endemik
terutama di daerah terpencil seperti di pegunungan, yang air minumnya kekurangan zat
iodium. Oleh sebab itu, penyakit kekurangan iodium ini disebut gondok endemik. Untuk
penanggulangan penyakit akibat kekurangan iodium dapat dilakukan melalui program
iodiumisasi, yaitu dengan menyadiakan garam dapur yang diperkaya dengan iodium.
6. Zerophthalmia (Defisiensi Vitamin A)
Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin A dalam tubuh. Gejala-
gejala penyakit ini adalah kekeringan epithel biji mata dan kornea, karana glandula
lacrimalis menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata bergerak.
Fungsi mata berkurang menjadi hemeralopia atau nictalpia, yang oleh orang awam disebut
buta senja atau buta ayam, yaitu tidak sanggup melihat pada cahaya remang-remang. Pada
stadium lanjut dapat menimbulkan kebutaan. Fungsi vitamin A yakni : berfungsi dalam
proses melihat, proses metabolisme, dan proses reproduksi.
E. Indonesia Sehat 2020
1. Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh
semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya
manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (SPPN) mengamanatkan bahwa setiap kementerian perlu menyusun Rencana
Strategis (Renstra) yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN). Dengan telah ditetapkannya RPJMN 2015-2019 maka Kementerian Kesehatan
menyusun Renstra Tahun 2015-2019. Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen
perencanaan yang bersifat indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan yang
akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan
perencanaan tahunan.
Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat 2020 dengan
sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui melalui upaya kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan.
Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah :

1) Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak

2) Meningkatnya pengendalian penyakit

3) Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal
dan perbatasan
4) Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan
SJSN Kesehatan

5) Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin

6) Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat,
penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.
1) Pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam
pembangunan, penguatan promotif preventif dan pemberdayaan masyarakat.
2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan
kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan,
menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan.
3) Sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi perluasan sasaran
dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

2. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat

Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi masalah
kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius. Dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014, perbaikan status gizi masyarakat merupakan
salah satu prioritas dengan menurunkan prevalensi balita gizi kurang (underweight) menjadi 15% dan prevalensi
balita pendek (stunting) menjadi 32% pada tahun 2014.

Hasil Riskesdas dari tahun 2007 ke tahun 2013 menunjukkan fakta yang memprihatinkan
dimana underweight meningkat dari 18,4% menjadi 19,6%, stunting juga meningkat dari 36,8% menjadi 37,2%,
sementara wasting (kurus) menurun dari 13,6% menjadi 12,1%. Riskesdas 2010 dan 2013 menunjukkan bahwa
kelahiran dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) <2500 gram menurun dari 11,1% menjadi
10,2%. Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kemiskinan dan pola asuh tidak
tepat, yang mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal, mudah sakit dan berdaya saing
rendah, sehingga bisa terjebak dalam kemiskinan.

Seribu hari pertama kehidupan seorang anak adalah masa kritis yang menentukan masa depannya, dan
pada periode itu anak Indonesia menghadapi gangguan pertumbuhan yang serius. Yang menjadi masalah, lewat
dari 1000 hari, dampak buruk kekurangan gizi sangat sulit diobati. Untuk mengatasi stunting, masyarakat perlu
dididik untuk memahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

Secara aktif turut serta dalam komitmen global (SUN-Scalling Up Nutrition) dalam
menurunkan stunting, maka Indonesia fokus kepada 1000 hari pertama kehidupan (terhitung sejak konsepsi
hingga anak berusia 2 tahun) dalam menyelesaikan masalah stunting secara terintergrasi karena masalah gizi
tidak hanya dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja (intervensi spesifik) tetapi juga oleh sektor di luar
kesehatan (intervensi sensitif). Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang
Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gizi adalah suatu proses mekanisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolism dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) memuat 13 dasar yang dapat digunakan
masyarakat luas sebagai pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang
seimbang dan aman guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang
optimal. Angka kecukupan gizi (AKG) merupakan nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi
yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut
kelompok umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis, seperti kehamilan dan menyusui.

B. Saran
Demikian makalah ini kami buat sebagai tugas dari mata kuliah Dasar Ilmu Gizi
Kesehatan Masyarakat, diharapkan makalah ini dapat menjadi acuan pembuatan makalah
tentang “Konsep Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi” selanjutnya dan makalah ini
dapat mempermudah mahasiswa ataupun lulusan Kesehatan Masyarakat untuk dapat
memberikan pemahaman mengenai konsep gizi seimbang kesehatan kepada masyarakat agar
angka kecukupan gizi dapat terpenuhi dan terhindar dari dampak kekurangan maupun
kelebihan gizi.
Hanya sebatas ini kemampuan yang dapat kami tuangkan dalam makalah ini, kritik
dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan
penulisan makalah ini dikemudian hari. Semoga makalah ini dapat berguna dan memberi
manfaat bagi yang lain.
Terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2001. “Prinsip Dasar Ilmu Gizi”. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier, Sunita. Dkk. 2011. “Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan”. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Notoadmojo, Soekidjo. 2011. “Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni”. Jakarta : Rineka Cipta.
Proverawati, Atikah dan Erna Kusuma Wati. 2011. ”Ilmu Gizi untuk Keperawatan dan Gizi
Kesehatan”. Yogyakarta : Nuha Medika.
MAKALAH

“GIZI MAKRO DAN GIZI MIKRO”

Disusun Oleh :
Nama : Sitti Fatimang
NIM : 13.514
Kelas : 1B

AKBID PRIMA SENGKANG


2013/2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah
sehingga, tugas ini dapat diselesaikan tanpa suatu halangan yang amat berarti. Tanpa
pertolongannya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan tugas makalah ini dengan
baik.

Tugas ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Gizi Makro dan Gizi
Mikro”, yang disajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Gizi yang
telah membimbing dan memberikan kesempatan kepada penyusun sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan bantuan dan dukungannya dalam pembuatan makalah ini
Penyusun menyadari bahwa makalah ini kurang dari sempurna, untuk itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran, baik dari dosen pembimbing maupun teman-teman atau pembaca
agar makalah ini dapat lebih sempurna..

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca, dan
semoga dengan adanya tugas ini Allah SWT senantiasa meridhoinya dan akhirnya membawa hikmah
untuk semuanya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sengkang, April 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... i

DAFTAR
ISI............................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar
Belakang............................................................................................................. 1

B. Rumusan
Masalah........................................................................................................ 2

C.
Tujuan........................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Gizi Makro dan Gizi
Mikro........................................................................ 3

B. Macam-macam Gizi Makro dan Gizi


Mikro................................................................. 3

C. Penyakit Akibat Kekurangan dan Kelebihan Gizi Makro dan Gizi


Mikro.................. 21

D. Contoh Kasus Kekurangan Gizi di


Indonesia.............................................................. 24

BAB III PENUTUP

A.
Kesimpulan.................................................................................................................. 28

B.
Saran............................................................................................................................. 29

DAFTAR
PUSTAKA................................................................................................................ iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal
melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat
yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari
organ – organ serta menghasilkan energi.

Zat gizi (nutrient) adalah bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh untuk hidup, tumbuh,
bergerak dan menjaga kesehatannya, dan sumber bahan-bahan kimia itu berasal dari makanan. Zat
gizi merupakan unsur yang terkandung dalam makanan yang memberikan manfaat
bagi kesehatan manusia. Masing-masing bahan makanan yang dikonsumsi memiliki kandungan gizi
yang berbeda. Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda
antara makanan yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang
terkandung dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi. Jumlah zat gizi yang
dikenal saat ini sebanyak 45 jenis, dan dikelompokkan menjadi zat gizi makro dan mikro.

Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada banyak komponen terkait, termasuk sumber
daya manusianya. Sumber daya manusia yang berkualitas ditentukan oleh kemampuan fisik dan
intelegensia yang optimal, dan hal ini erat kaitannya dengan kecukupan gizi yang dimulai sejak masa
janin sampai dewasa.

Dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan itulah, maka dalam makalah ini akan
dibahas tentang gizi makro dan gizi mikro yang terdapat dalam berbagai bahan pangan (makanan
dan minuman) yang dikonsumsi sehari-hari.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud gizi makro dan gizi mikro?

2. Apa saja macam-macam gizi makro dan gizi mikro?

3. Apa saja contoh penyakit akibat kekurangan dan kelebihan gizi makro dan gizi mikro?

4. Bagaimana contoh kasus kekurangan gizi di Indonesia?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui yang dimaksud gizi makro dan gizi mikro.

2. Untuk mengetahui macam-macam gizi makro dan gizi mikro.

3. Untuk mengetahui contoh penyakit akibat kekurangan gizi makro dan gizi mikro.

4. Untuk mengetahui contoh kasus kekurangan gizi di Indonesia.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Gizi Makro dan Gizi Mikro

Gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram. zar gizi
makro dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar untuk menjalankan fungsinya dalam tubuh. Zat-
zat gizi makro terdiri dari zat gizi yang dapat menghasilkan kalori atau energi. Zat – zat gizi yang
termasuk ke dalam golongan zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak, dan protein.

Gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi ada
dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi
mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

B. Macam-macam Gizi Makro Dan Gizi Mikro

 Gizi Makro

a). Karbohidrat

Secara umum karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon,
Hidrogen dan Oksigen. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan
sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan
yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia. Walaupun jumlah kalori yang
dihasilkan hanya 4 kalori dari 1 gram karbohidrat, namun bila dibanding protein dan lemak,
karbohidrat merupakan sumber kalori yang lebih mudah didapat. Tinggi rendahnya aktifitas
seseorang, maka akan berbeda kebutuhan karbohidratnya. Bagi orang dewasa yang bekerja tidak
terlalu berat, kebutuhan tubuh rata-rata akan karbohidrat antara 8 sampai 10 gram untuk
tiap kilogram berat badan setiap hari. Disamping itu beberapa golongan karbohidrat mengandung
serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan.

 Fungsi karbohidrat

1. Karbohidrat merupakan sumber energi tubuh dan sumber utama bahan bakar untuk otak, otot
rangka selama latihan, eritrosit, leukosit dan medulla renal.

2. Cadangan tenaga bagi tubuh.

3. Melancarkan sistem pencernaan dan membantu pengeluran feses, karbohidrat membantu


pengeluaran feses dengan cara peristaltik usus.

4. Mengoptimalkan fungsi protein.

5. Mengatur metabolisme lemak.

6. Karbohidrat sebagai pemanis alami.

 Sumber karbohidrat

1. Beras merah

Kandungan tinggi seratnya yang membuat nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat
yang baik dan sehat. Beras merah juga bisa mengurangi kolesterol jahat “LDL” tanpa mengurangi
kolesterol baik “HDL”. Makan dua porsi atau lebih beras merah juga mengurangi resiko diabetes.

2. Ubi jalar

Ubi jalar adalah sumber karbohidrat yang sehat untuk penderita sakit maag, diabetes,
masalah berat badan dan radang sendi. Ubi jalar juga kaya akan beta-karoten yang merupakan
antoiksidan yang banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau.

3. Kentang, singkong, sagu, gandum, jagung, dll.

 Pengelompokan karbohidrat
1. Monosakarida : Glukosa, galaktosa, fruktosa (gula termanis
yang
terdapat dalam madu dan buah-buahan
bersama glukosa).

2. Disakarida : Maltosa (monosakarida ditambah dengan air),


sukrosa (dikenal dengan gula pasir),
laktosa (komponen utama yang terdapat pada
air susu ibu dan susu sapi).
3. Polisakarida : Amilum/tepung, glikogen , inulin (pati pada

akar/umbi tumbuhan tertentu), dekstrin, selulosa (serat tumbuhan), khitin, glikosaminoglikan


(penyusun jaringan misalnya tulang, elastin, kolagen), glikoprotein (terdapat di cairan tubuh dan
jaringan).

b). Protein

Sumber energi dari protein adalah 4 kkal/g. Bentuk protein yang paling sederhana adalah
asam amino esensial yang diperlukan tubuh namun tubuh tidak mampu mensintesis. Sedangkan,
asam amino non esensial adalah asam amino yang diperlukan tubuh dan dapat di produksi oleh
tubuh.

 Fungsi Protein

Ada delapan kategori fungsi protein yang terdiri atas :

1. Membangun jaringan tubuh yang baru

Protein dibutuhkan untuk anabolisme karena unsur gizi ini merupakan konstituen semua sel
dan jaringan tubuh .

2. Memperbaiki jaringan tubuh

Katabolisme yang terus berlangsung pada semua protein tubuh memerlukan resintesis protein
yang baru dari asam-asam amino.

3. Menghasilkan senyawa esensial

Asam amino dan protein merupakan konstituen hormone, enzim dan secret tubuh lainnnya.

4. Mengatur tekanan osmotik

Protein plasma (albumin) menjaga keberadaan air dalam plasma darah dan demikian akan
mempertahankan volume darah serta mencegah penimbunan cairan dalam jaringan (edema) atau
rongga tubuh (asites, hidrotorak , dll).
5. Mengatur keseimbangan cairan elektrolit dan asam - basa.

6. Menghasilkan pertahanan tubuh.

7. Anti body seperti immunoglobulin.

8. Menghasilkan mekanisme transportasi

Protein dapat melarutkan zat lemak untuk diangkut dalam darah, misalnya lipoprotein yang
membawa kolesterol.

9. Menghasilkan energi

Setelah nitrogen dikeluarkan, kerangka karbonnya dapat dioksidasi untuk memberikan empat
kkal/gr protein. (Hartono Andry. 2004 )

10. Menghasilakn protein yang baru dan menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme
yang normal dan proses pengausan yang normal.

 Sumber protein

Dalam kualifikasi protein berdasarkan sumbernya, telah kita ketahui protein hewani dan
protein nabati. Sumber protein hewani dapat berbentuk daging, hati, dan Susu. Ikan, kerang-
kerangan dan jenis udang merupakan kelompok sumber protein yang baik, karena mengandung
sedikit lemak, tetapi ada yang alergi terhadap beberapa jenis sumber protein hasil laut ini. Ayam
dan jenis burung lain serta telurnya juga merupakan sumber protein hewani yang berkualitas baik,
harus diperhatikan bahwa telur bagian kuningnya mengandung banyak kolesterol, sehingga baiknya
ditinggalkan pada diet rendah kolesterol. (Sediaoetama Achmad Djaeni.2000).

Adapun sumber protein nabati antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, oncom, emping,
dll. Kacang polong atau ercis adalah salah satu sumber protein nabati yang populer di sekitar kita.
Setiap 100 gram kacang polong rebus mengandung 8 gram protein, sehingga merupakan sumber
protein nabati yang baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein kita sehari-hari. Selain
itu, kacang polong memiliki skor asam amino yang tinggi yaitu 102, di mana skor asam amino yang
tinggi menunjukkan bahwa kacang polong mengandung protein dengan asam amino yang lengkap,
yang artinya protein dalam kacang polong merupakan protein berkualitas tinggi.

 Jenis – jenis protein

Berdasarkan fungsinya, protein dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

1. Protein lengkap (complete protein )

Berfungsi untuk pertumbuhan, penggantian hubungan yang rusak dan aus, dan untuk
keperluan lain seperti, pembentukan enzim, hormone, antibody, serta energi jika dperlukan. Telur
dan susu merupakan contoh protein lengkap yang mengandung asam amino esensial dengan jumlah
yang mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan.
2. Protein setengah lengkap ( half-complete protein )

Juga memiliki semua fungsi diatas diatas kecuali fungsi untuk pertumbuhan karena asam-
asam amino yang dikandungnya tidak cukup bagi permbentukan jaringan tubuh yang baru. Contoh
nya adalah makanan sumber protein hewani lainnya diluar telur dan susu seperti daging, ikan, serta
ayam.

3. Protein tidak lengkap (incomplete protein)

Umumnya merupakan jenis-jenis makanan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan


dan biji-bijian atau sereal. Jenis protein ini tidak dapat digunakan untuk pertumbuhan dan
penggantian jaringan rusak atau aus, karena jenis-jenis asam amino asam esensialnya tidak
lengkap.

Karena itu, makanan yang proteinnya tergolong tidak lengkap harus saling dikombinasikan
untuk memberikan semua asam amino esensial yang diperlukan bagi pertumbuhan dan pengantian
rusak atau aus. Contohnya beras yang kurang mengandung asam amino lisin dapat digabungkan
dengan kedelai yang kurang mengandung metionin. (Sediaoetama Achmad Djaeni. 2000 )

c). Lemak

Lemak merupakan nutrisi yang paling berkalori, yaitu 9 kkal/g. Lemak tersusun dari karbon,
hidrogen dan oksigen. Terbentuk dari 95% asam lemak & gliserol. Lemak merupakan
sumber energi selain karbohidrat dan protein. Dengan adanya kelebihan konsumsi lemak yang
tersimpan sebagai cadangan energi, maka jika seseorang berada dalam kondisi kekurangan kalori,
maka lemak merupakan cadangan pertama yang akan digunakan untuk mendapatkan energi setelah
protein. Oleh karena itu, dengan adanya cadangan lemak, maka penggunaan protein sebagai energi
akan dapat dihemat. Namun, hal ini tentu saja hanya bersifat sementara.

Lemak cadangan ini terutama disimpan di bawah kulit, di sekitar otot. Selain itu, terdapat
pula simpanan lemak di sekitar jantung, paru-paru, ginjal dan organ tubuh lainnya. Kumpulan lemak
disekitar ginjal ini mempunyai kegunaan khusus, yaitu untuk menjaga agar ginjal tidak mudah
berpindah tempat. Cadangan lemak seperti ini tidak digunakan sebagai cadangan kalori, kecuali
dalam keadaan yang benar-benar memaksa. Lemak dasar tersusun atas trigliserida dan asam lemak.
Asam lemak dibagi 2 yaitu :

1. Asam lemak jenuh, contohnya : lemak hewan.

2. Asam lemak tak jenuh, contohnya : lemak sayuran.

 Fungsi lemak

Fungsi lipida antara lain (soendoro, 1981) :

1. Penyimpan energi dan transport.


2. Struktur membran.

3. Kulit pelindung, komponen dinding sel.

4. Penyampai kimia.

Selain itu ada beberapa referensi peran lipid dalam sistem makhluk hidup adalah sebagai
berikut (Toha, 2005) :

1. Komponen struktur membrane

Semua membran sel termasuk mielin mengandung lapisan lipid ganda. Fungsi membran
diantaranya adalah sebagai barier permeabel.

2. Lapisan pelindung pada beberapa jasad

Fungsi membran yang sebagian besar mengandung lipid seperti barier permeabel untuk
mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air yang berlebihan.

3. Bentuk energi cadangan.

4. Untuk aktivitas enzim seperti fosfolipid dalam darah, koenzim A, dan sebagainya.

5. Hormon dan pelarut vitamin.

6. Insulasi Barier untuk menghindari panas, tekanan listrik dan fisik.

 Sumber Lemak

Berdasarkan asalnya,sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Lemak yang berasal daari tumbuhan (disebut lemak Nabati). Beberapa bahan yang mengandung
lemak nabati adalah kelapa, kemiri, zaitun, kacang tanah, mentega, kedelai, dll.

2. Lemak yang berasal dari hewan (disebut lemak hewani). Beberapa bahan yang mengandung lemak
hewani adalah daging, keju, susu, ikan segar, telur, dll.

 Klasifikasi lemak

1. Asam Lemak Jenuh

Terdapat dalam mentega (lemak nabati), minyak paus (spermaceti), kayu manis, biji kelapa
sawit, minyak kelapa, salam, pala, biji-bijian.
2. Asam Lemak Tak Jenuh

Terdapat pada minyak jagung, kacang tanah, biji kapas, kedelai, minyak biji rami, minyak
kacang tanah, minyak ikan.

 Gizi Mikro

a). Vitamin

Istilah vitamine atau vitamin pada mulanya dikenalkan oleh seorang ahli kimia Polandia yang
bernama Funk. Vitamin merupakan suatu molekul organik yang sangat diperlukan tubuh untuk
proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh
manusia dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan yang
dikonsumsi. Terkecuali pada vitamin D, yang dapat dibentuk dalam kulit jika kulit mendapat sinar
matahari. Ada 2 jenis vitamin :

1). Vitamin larut lemak  Vitamin A, D, E, dan K (disimpan dalam tubuh).

 Vitamin A (retinol , retinal, asam retinoat).

Retinal adalah komponen dari fotoreseptor (sel-sel saraf yang peka terhadap cahaya) dalam
retina mata. Bentuk lain dari vitamin A (asam retinoat) yang berperan dalam menjaga kesehatan
kulit, lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih. Sumber vitamin A antara lain susu
murni, Telur, Sayuran berdaun hijau, buah-buahan, minyak ikan dan hati. Pada umumnya sayuran
dan buah-buahan yang berwarna banyak mengandung karotin. Ada hubungan langsung antara
derajat kehijauan sayuran dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar
karotennya, sedang daun-daun yang pucat seperti selada dan kol, labu siam, miskin akan karoten.

Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kemampuan tubuh menyerap karoten yang
berasal dari sayuran hanya 33 – 58% atau rata-rata 50%. Tidak semua karoten yang terserap
tersebut dapat diubah menjadi vitamin A.

 Fungsi vitamin A bagi tubuh

1. Sebagai bahan untuk membuat rodopsin yang diperlukan dalam proses penglihatan.

2. Untuk pemeliharaan jaringan pelapis.

3. Untuk membantu proses pertumbuhan tubuh.

4. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan epitel (menjaga integritas retina).

5. Sebagai fungsi imun.

 Vitamin D

Tidak seperti halnya vitamin-vitamin lain, vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia
dan hewan dalam bentuk vitamin D2. laju sintesis vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar
matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Agar tubuh tidak kekurangan vitamin D,
maka dianjurkan untuk selalu memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan, terutama di pagi hari
Dikenal 4 macam vitamin D, yaitu vitamin D2, D3, D6, dan D4. Vitamin D1 tidak ada. Vitamin D2
terdapat di dalam tumbuhtumbuhan dan disebut kalsiferol, sedangkan vitamin D3 terdapat didalam
tubuh hewan tekenal dengan nama ergosterol yang apabila terkena sinr matahari ( sinar ultra violet )
akan berubah menjadi vitamin D aktif.

Peranan vitamin D sangat penting bagi metabolisme kalsium dan fosfor. Dengan adanya
vitamin D, absorpsi kalsium oleh alat pencernaan akan diperbaiki, Kalsium dan fosfor dari tulang
dimobilisasi.

Vitamin D dari makanan yang dikonsumsi diserap bersama-sama lemak dan masuk ke dalam
saluran darah melalui dinding usus kecil jejunum dan ileum dan diangkut ke dalam chylomicron
melalui sirkulasi limpa. Sumber vitamin D antara lain, cahaya matahari, susu, margarine, telur, dan
minyak ikan.

 Fungsi vitamin D bagi tubuh

1. Mengatur metabolisme garam dapur.

2. Menggiatkan penyerapan gram kapur dan garam fosfor.

3. Mengatur pembentukan garam fosfor dalam tubuh yang digunakan untuk pengerasan tulang.

Kebutuhan akan vitamin D, terutama bagi penduduk negara-negara beriklim tropis tidak bisa
dipastikan karena tubuh secara tidak lansung dapat membuat vitamin D sendiri.

Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat
tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Karena itu konsumsi vitamin D tidak begitu
penting dalam pemenuhan kebutuhan vitamin D secara keseluruhan.

 Vitamin E (Tokoferol)

Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini terdapat dalam bagian
makanan yang berminyak. Vitamin E didalam tubuh hanya dapat dicerna oleh empedu, di hati
karena tidak larut dalam air. Vitamin E banyak tersedia dalam minyak yang dihasilkan dari biji-bijian,
seperti : minyak kacang, minyak kulit gandum, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Selain
itu, vitamin E juga terdapat pada sayuran hijau, sereal, hati, kuning telur, lemak susu, kacang-
kacangan dan mentega.

Vitamin E ialah salah satu abtioksidan yang penting dalam pencegahan kanker dan penyakit
kardiovaskular. Vitamin E mudah rusak oleh panas yang terlalu tinggi (proses memasak) dan oksidasi
(terpapar oksigen). Sumber dari vitamin yang terbaik adalah makanan segar, mentah, atau makanan
yang belum diproses.

 Vitamin K
Vitamin K disebut juga vitamin koagulasi. Vitamin K penting dalam pembekuan darah, karena
vitamin ini mempengaruhi pembentukan protrombin dalam hati.

 Vitamin K bertugas :

1. Menjaga konsistensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan.

2. Berperan penting dalam pembentukkan tulang dan ginjal.

 Vitamin K terdapat dalam 3 bentuk :

1. Vitamin K1 (phylloquinone)  ditemukan dan dihasilkan oleh timbuhan.

2. Vitamin K2 (menaquinone)  dihasikan oleh bakteri yang menguntungkan dalam sisitem


pencernaan.

3. Vitamin K3 (menadione)  vitamin buatan bagi yang tidak mampu menyerap dari makanan.

Seluruh vitamin K dalam tubuh diproses dalam liver (hati). Menurut standar RDA
(Recommended Dietary Allowance), kebutuhan vitamin k tergantung dari BB. Untuk orang dewasa, 1
mikrogram setiap hari per kg BB. Mengonsumsi sejumlah kecil vitamin K akan mengakibatkan patah
tulang dan osteoporosis, penyempitan arteri atau pembuluh nadi. Sumber terbesar vitamin K
(vitamin K1) adalah hati, sayur-sayuran hijau, seperti kangkung dan lobak swiss, brokoli, kubis, taoge,
bayam, dan kembang kol. Vitamin K tahan panas, tetapi mudah rusak oleh radiasi, asam, dan alkali.

2). Vitamin larut air  Vitamin C dan vitamin B kompleks (tidak dapat disimpan dalam tubuh).

 Vitamin C

Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas,
cahaya, enzim dan logam. Vitamin C atau asam askorbat lebih terkenal perannya dalam menjaga
dan memperkuat imunitas terhadap infeksi, produksi kolagen, integritas dinding kapiler,
pembentukan, metabolisme asam amino, membantu tubuh menyerap zat besi (fe), berperan dalam
pembentukan dan pemeliharaan zat perekat yang menghubungkan sel-sel dengan sel dari berbagai
jaringan. Asam askorbat ini juga berpengaruh dalam pembentukan sel-sel darah dalam susunan
tulang serta dalam pemeliharaan kadar haemoglobin yang normal.

Vitamin C dapat terserap sangat cepat dari alat pencernaan kita masuk ke dalam saluran
darah dan dibagikan ke seluruh jaringan tubuh. Kelenjer adrenalin mengandung vitamin C yang
sangat tinggi. Pada umumnya tubuh menyerap vitamin C sangat sedikit. Kelebihan vitamin C dari
konsumsi makanan akan dibuang melalui air kemih. Karena itu bila seseorang mengkonsumsi
vitamin C dalam jumlah besar (megadose), sebagian besar akan dibuang keluar, terutama bila orang
tersebut biasa mengkonsumsi makanan bergizi tinggi. Tetapi sebaliknya, bila sebelumnya orang
tersebut jelek keadaan gizinya, maka sebagian besar dari jumlah itu dapat ditahan oleh jaringan
tubuh. Sumber vitamin C antara lain buah jeruk, kentang, kubis, brokoli, stroberi, cabe hijau, dll.
 Vitamin B kompleks

Terdiri dari 8 vitamin, antara lain :

1. Vitamin B1 (Tiamin)

Vitamin ini merupakan satu-satunya vitamin yang untuk pertama kalinya ditemukan di
Indonesia (1897) oleh sarjana Belanda yang bernama Eijkman. Berfungsi membantu sel tubuh
menghasilkan energi, kesehatan jantung serta metabolisme karbohidrat. Sumber tiamin yang baik
sebetulnya biji-bijian, seperti beras PK (pecah kulit) atau bekatulnya. tetapi produk tersebut relatif
mahal harganya. Meskipun sayuran dan buah-buahan kadar tiaminnya kecil, tetapi kebiasaan
memakan lalap dalam jumlah besar banyak membantu menyediakan tiamin bagi tubuh.

2. Vitamin B2 (Riboflavin)

Berfungsi melindungi tubuh dari penyakit kanker, mencegah migren serta katarak. Sumber
riboflavin berasal dari hasil ternak. Hati, ginjal, dan jantung mengandung riboflavin dalam jumlah
yang tinggi. Sayuran hijau dan biji-bijian hanya sedikit saja kandungan riboflavinnya. Buah-buahan
dan umbi-umbian juga sangat rendah kandungannya. Susu sapi yang disimpan dalam botol jernih
bila kena sinar matahari langsung akan kehilangan riboflavin sampai 75% dalam waktu 3 jam.
Penyimpanan dalam botol yang berwarna keruh lebih banyak melindungi kandungan riboflavin.

3. Vitamin B3 (Niacin)

Berfungsi untuk melepaskan energi dari zat-zat nutrient, membantu menurunkan kadar
kolesterol, mengurangi depresi dan gangguan pada persendian. Terdapat pada sayur-sayuran,
daging, dan kacang-kacangan.

4. Vitamin B5 (Asam pantotenat)

Berfungsi membantu sisitem syaraf dan metabolisme, mengurangi alergi, kelelahn dan
migren. Penting bagi aktifitas kelenjar adrenal, terutama dalam proses pembentukan hormon. Asam
pantotenat secara komersial ditemukan dalam bentuk garam kalsium, larut dalam air, agakmanis,
dan stabil dalam pemasakan yang normal.

5. Vitamin B6 (Piridoksin)

Berfungsi untuk metabolisme protein dan lemak, membantu produksi sel darah merah dan
meringankan gejala hipertensi, asma serta PMS. Sumber utama vitamin B6 adalah daging, unggas,
ikan, wortel, pisang, telur,madu, kedelai, gandum, kentang, ubi jalar, dan sayursayuran, serta susu
dan biji-bijian. Biji-bijian utuh merupakan sumber yang kaya akan vitamin B6.

6. Vitamin B7 (Biotin)

Bermanfaat dalam proses pelepasan energi dari karbohidrat, pembentukan kuku serta
rambut.
7. Vitamin B9 ( Asam folic)

Berfungsi membantu perkembangan janin, pengobatan anemia dan pembentukan


hemoglobin.

8. Vitamin B12 (Cobalamin)

Berfungsi membantu merawat sistem syaraf dan pembentukan sel darah merah. Vitamin ini
terdapat pada daging, hati, limpa, susu, ikan laut, dan ikan kering.

b). Mineral

Sebagian besar bahan makanan, yaitu sekitar 96% terdiri dari bahan organik dan air. Sisanya
terdiri dari unsur-unsur mineral.Sampai saat ini telah diketahui beberapa unsur mineral
yang berbeda jenisnya dan diperlukan manusia agar dapat sehat dan tumbuh dengan baik.

Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah
mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang cukup besar lebih dari 100 mg sehari antara lain
natrium (Na), klorin (Cl), kalium (K), kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg) dan sulfur (S). Fungsi
dari mineral makro berperan dalam keseimbangan cairan tubuh, untuk transmisi saraf dan kontraksi
otot, memberi bentuk (struktur) kepada tulang, dan memegang peranan khusus di dalam tubuh.

Sedangkan mineral mikro dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit kurang dari 100 mg sehari
antara lain zat besi (Fe), iodium (I), mangan (Mn), tembaga (Cu), zink (Zn), kobalt (Co), fluor (F),
kromium (Cr), selenium (Se), molibdenum (Mo), dan boron (Bo). Jumlah mineral mikro dalam tubuh
kurang dari 15 mg.

1). Mineral makro

 Natrium (Na)

Sumber utama natrium adalah garam dapur, ikan asin, kecap, pisang, kentang, sayuran
hijau dan sebagainya. Fungsinya, mengatur kelancaran kerja otot, terutama otot jantung dan
mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Orang yang mengkonsumsi kalori lebih lebih sedikit
memerlukan garam lebih sedikit pula. Kandungan natrium klorida dalam air minum biasanya sangat
sedikit yaitu sekitar 20 mg per liter. Sedangkan kandungan natrium dalam garam secara teoritis kira-
kira 2,8 g per sendok teh.

 Klorin (Cl)
Sumbernya antara lain, garam dapur, keju dan sayuran hijau. Berfungsi untuk membentuk
asam lambung (HCL) dan memelihara keseimbagan cairan dalam tubuh.

 Kalium (K)

Tubuh orang dewasa mengandung kalium (250 g) dua kali lebih banyak dari natrium (110 g).
Namun biasanya konsumsi kalium lebih sedikit daripada natrium. Sumber kalium yang utama dalam
bahan makanan adalah bekatul, molase (madu), khamir, coklat dan kopi. Termasuk juga kacang-
kacangan, hati, ikan dan kerang. Fungsinya, mempengaruhi kerja otot jantung, mengatur tekanan
osmosis dalam sel dan membantu mengantarkan impuls saraf.

 Kalsium (Ca)

Tubuh kita mengandung kalsium yang lebih banyak dibandingkan dengan mineral lain.
Diperkirakan 2% berat badan orang dewasa atau sekitar 1,0-1,4 kg terdiri dari kalsium. Sumber
kalsium antara lain, susu, telur dan buah-buahan.
Peranan kalsium dalam tubuh pada umumnya dapat dibagi dua, yaitu membantu membentuk
tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh. Pada pembentukan tulang, bila tulang
baru dibentuk, maka tulang yang tua dihancurkan secara simultan.

 Fosfor (P)

Seluruh sel-sel mengandung fosfor. Sumber fosfor adalah daging, ikan dan telur. Garam
organik dari fosfor berguna untuk membantu metabolisme energi.

Pada umumnya, kekurangan garam fosfor jarang terjadi. Peran fosfor mirip dengan kalsium
yaitu untuk pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara
ATP dengan ADP), serta mengatur keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Pada umumnya
jumlah fosfor yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 0,7 g per orang dewasa per hari, kira-kira
sama dengan kalsium.

 Magnesium (Mg)

Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai enzim dalam tubuh.
Magnesium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, termasuk
reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohidrat, lemak, protein, dan asam
nukleat. Sumber magnesium adalah sayur-sayuran hijau, kedelai, siput, kacang-kacangan, dan biji-
bijian.

 Sulfur (S)

Fungsi sulfur antara lain membantu menjaga keseimbangan oksigen untuk fungsi otak. Selain
itu sulfur bersama-sama dengan vitamin B kompleks membantu memperlancar metabolisme dalam
tubuh dan membantu melawan infeksi akibat bakteri. Buah dan sayuran yang mengandung
Sulfur yaitu kacang-kacangan, bawang putih, bawang bombay, dan kubis-kubisan.
2). Mineral mikro

 Zat besi (Fe)

Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel darah
merah. Hemaglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paru-paru ke keseluruh
jaringan tubuh. Zat besi juga berperan dalam metabolisme energi, termasuk sintesis DNA oleh
beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan tubuh. Sumbernya yaitu susu, hati, kuning telur dan
sayur-sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, kangkung, daun singkong, dan daun pepaya.

 Iodium (I)

Iodium adalah suatu bahan yang digunakan untuk membuat hormon tiroksin oleh kelenjar
gondok, yang memstimulasikan proses-proses oksidasi dalam tubuh. Fungsi yodium adalah untuk
pertumbuhan normal, membakar kelebihan lemak tubuh, serta menjaga kesehatan rambut, kuku,
kulit, dan gigi. Sumber iodium yaitu garam dapur, bawang merah atau tanaman lain yang ditanam di
daerah dekat pantai.

 Mangan (Mn)

Mangan berperan sebagai kofaktur berbagai enzim yang membantu bermacam proses
metabolisme. Enzim yang berkaitan dengan mangan berperan dalam sintesis ureum, pembentukan
jaringan ikat dan tulang, serta mencegah peroksidasi lemak oleh radikal bebas. Mangan juga
berperan dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, fungsi hormon tiroid, fungsi otak,
dan untuk pengontrolan neurotransmiter. Buah dan sayuran yang mengandung mangan antara
lain kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, bit, dan gandum.

 Tembaga (Cu)

Tembaga diserap dari usus kecil ke dalam saluran darah dan berfungsi untuk membantu
pembentukan hemoglobin. Kebutuhan tubuh manusia akan tembaga telah ditetapkan sejak tahun
1974. Dari penelitian diperoleh bahwa sesungguhnya manusia sudah cukup menerima tembaga dari
bahan makanannya sehari-hari.

 Zink (Zn)

Zink berperan dalam proses kekebalan tubuh, memelihara kesehatan mata, menghambat
virus, mengurangi risiko kanker, menjaga kesehatan organ vital laki-laki, dan mempercepat proses
penyembuhan luka. Buah dan sayuran yang mengandung zink yaitu kacang-kacangan, biji-bijian, dan
gandum. Namun, zink dalam protein nabati kurang tersedia dan lebih sulit digunakan tubuh manusia
dari pada zink yang terdapat dalam protein hewani. Daging, unggas, ikan laut, keju, susu, serta pecel
(peanut butter), merupakan sumber zink yang baik.

 Kobalt (Co)
Kobalt merupakan bagian dari molekul vitamin B12. Bahan makanan hasil fermentasi banyak
mengandung kobalt, seperti tempe dan oncom. Namun, kobalt pada bahan makanan tersebut
terkandung dalam vitamin B12 pada bahan makanan tersebut.

 Fluor (F)

Telah diketahui bahwa flour penting dalam pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi
agar memiliki daya tahan terhadap penyakit (memperkuat gigi). Fluor terdapat dalam tanaman,
ikan, kuning telur, susu, dan makanan hasil ternak.

 Kromium (Cr)

Kromium berperan dalam glucose tolerance pada manusia. Glucose tolerance adalah waktu
yang diperlukan oleh gula dalam darah untuk kembali pada kadar normal. Hal ini sering terjadi pada
orang yang sedang berpuasa.

Kromium dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Bersama-sama dengan


insulin, kromium berfungsi untuk memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel.

Buah dan sayuran yang mengandung Kromium antara lain kentang, cabai hijau, apel, pisang,
bayam, wortel, dan jeruk.

 Selenium (Se)

Selenium bekerja sama dengan vitamin E berberan sebagai antioksidan dalam sistem
enzim. Di samping itu, selenium juga berperan mencegah terjadinya serangan radikal bebas,
melindungi membran dari kerusakan oksidatif, membantu reaksi oksigen dan hidrogen pada tahap
akhir rantai metabolisme, serta membantu sintesi immunoglobulin sebagai kekebalan tubuh. Buah
dan sayuran yang mengandung selenium antara lain bawang, tomat, brokoli, kubis dan gandum.

 Molibdenum (Mo)

Molibdenum bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim, mengkatalis reaksi oksidasi-reduksi,


penawar racun, metabolisme sulfur, dan mencegah anemia. Buah dan sayuran yang
mengandung molibdenum antara lain kembang kol, kacang polong, bayam, bawang putih, jagung,
kentang, bawang bombay, kacang tanah, semangka, wortel, dan kubis.

 Boron (Bo)
Boron mempunyai efek positif terhadap pencegahan osteoprosis dan osteoartritis dengan
cara meningkatkan penggunaan kalsium dan magnesium. Fungsi boron tersebut bersifat sinergis
dengan vitamin D dalam memperkuat tulang. Boron juga diduga dapat membantu memelihara
fungsi saraf. Selain itu, boron juga mempunyai mekanisme kerja yang berhubungan dengan fungsi
membran sel sarat serta terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi (antiperadangan). Aktivitasnya
sangat signitifkan, terutama untuk pencegahan penyakit peradangan, seperti rematoid, artritis, dan
asma. Buah dan sayuran yang mengandung Boron antara lain jamur, kacang-kacangan dan
asparagus.

C. Penyakit Akibat Kekurangan dan Kelebihan Gizi Makro dan Gizi Mikro

Penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan akibat dari kelebihan atau


kekurangan zat gizi dan yang telah merupakan masalah kesehatan masyarakat, khususnya di
Indonesia, antara lain sebagai berikut :

1. Penyakit Kurang Kalori dan Protein (KKP)

Penyakit ini terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan
protein dengan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi atau defisit energi dan protein. Pada
umumnya anak Balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan
gizi. Apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori maka akan terjadi
defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein).

Jenis KKP atau PCM di kenal dalam 3 bentuk yaitu :

 Kwashiorkor

Kata “kwashiorkor” berasal dari bahasa Ghana-Afrika yang berati “anak yang kekurangan
kasih sayang ibu”. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan
oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi.

 Marasmus

Marasmus adalah berasal dari kata Yunani yang berarti kurus-kering. Sebaliknya walau
asupan protein sangat kurang, tetapi si anak masih menerima asupan hidrat arang (misalnya nasi
ataupun sumber energi lainnya). Marasmus disebabkan karena kurang kalori yang berlebihan,
sehingga membuat cadangan makanan yang tersimpan dalam tubuh terpaksa dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhan yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup.

Penderita marasmus yaitu penderita kwashiorkor yang mengalami kekurangan protein,


namun dalam batas tertentu ia masih menerima “zat gizi sumber energi” (sumber kalori) seperti
nasi, jagung, singkong, dan lain-lain. Apabila baik zat pembentuk tubuh (protein) maupun zat gizi
sumber energi kedua-duanya kurang, maka gejala yang terjadi adalah timbulnya penyakit KEP lain
yang disebut marasmus.
 Marasmus-Kwashiorkor

Gambaran dua jenis gambaran penyakit gizi yang sangat penting. Dimana ada sejumlah anak
yang menunjukkan keadaan mirip dengan marasmus yang di tandai dengan adanya odema,
menurunnya kadar protein (Albumin dalam darah), kulit mongering dan kusam serta otot menjadi
lemah.

2. Busung Lapar

Busung lapar atau bengkak lapar dikenal juga dengan istilah Honger Oedeem (HO) adalah
kwarshiorkor pada orang dewasa. Busung lapar disebabkan karena kekurangan makanan, terutama
protein dalam waktu yang lama secara berturut-turut. Pada busung lapar terjadi penimbunan cairan
dirongga perut yang menyebabkan perut menjadi busung (oleh karenanya disebut busung lapar).

Penderita busung lapar biasanya menderita penyakit penyerta. Misalnya dari 12 anak balita
di Kabupaten Cirebon, tiga di antaranya menderita tuberkulosis, satu hydrocephalus (kepala besar),
dan satu meningitis (radang selaput otak).

3. Penyakit kegemukan (Obesitas)

Penyakit ini terjadi ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, yakni
konsumsi kalori terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi. Akibat dari
penyakit obesitas ini, para penderitanya cenderung menderita penyakit-penyakit kardiovaskuler,
hipertensi, dan diabetes melitus. (Anonymous,2008)

4. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Beberapa akibat defisiensi (kekurangan) iodium antara lain :

 Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).

 Kreatin yaitu kekurangan iodium berlanjut ditandai ukuran tubuh pendek, kulit kasar berwarna
kekuningan, raut muka seperti orang bodoh, mulut terbuka dan hidung besar.

 Myxdema ditandai dengan pertumbuhan tulang yang terhambat sehingga pendek, perut buncit, kulit
kering dan rambut rontok dan banyak lemak yang tertimbun pada kulit.

 Abortus (Kematian ibu dan Anak).

5. Xerophthalmia (buta senja)

Penyakit ini disebabkan karena kekurangan konsumsi vitamin A (defisiensi vitamin


A) didalam tubuh. Gejala-gejala penyakit ini adalah kekeringan epitel biji mata dan kornea karena
glandula lakrimalis menurun. Terlihat selaput bola mata keriput dan kusam bila biji mata bergerak.

6. Osteoporosis.
Para peneliti menduga, kelebihan vitamin A memicu aktivitas osteoclast, yakni sel
yang menguraikan tulang. Juga diperkirakan, kelebihan vitamin A memicu korelasi timbal balik
dengan vitamin D, yang memainkan peranan penting dalam pembentukan tulang. Akibatnya terjadi
osteoporosis.

7. Beri-beri

Penyakit ini disebabkan karena kekurangan theamin (vitamin B1) yang ditandai
dengan kurangnya sesuatu yang dapat dirasakan atau gatal pada ibu jari kaki serta telapak kaki, lutut
terasa seakan-akan kaku dan refleknya tidak ada, nyeri, kejang, sulit berjalan yang dapat
menimbulkan kelumpuhan kaki dengan atrofi otot kaki.

8. Pellegra

Pellegra disebabkan karena defisiensi vitamin B3 yang ditandai dengan gejala bengkak, kulit
merekah atau pecah, mulut dan lidah bengkak, gangguan mental, pening, sakit kepala, lemah otot,
dan rendah gula dalam darah.

9. Rakhitis

Penyakit ini disebabkan karena defisiensi kalsium dan vitamin D yang

dapat menyebabkan tulang panjang akan membengkok pada bagian yang menderita beban
tubuh, lutut gemetar dan kaki bengkak.

10. Anemia

Penyakit ini dapat disebabkan karena defisiensi besi (kekurangan zat besi), dan defisiensi
vitamin B12 yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang
matang.

D. Contoh Kasus Kekurangan Gizi di Indonesia

Padang Ekspres (Sabtu, 01/09/2012 12:07 WIB) ZIKRINIATI ZN – Pariaman

PARIAMAN, 31/8 - BOCAH MARASMUS. Alisya Prima Siska (6), bocah penderita marasmus
terbaring lemah di bangsal anak, RSUD Pariaman, Sumbar, Kamis (30/8) malam. Alisya yang memiliki
berat hanya 7 kg itu divonis dokter menderita marasmus komplikasi dengan penyakit lain, yakni TBC,
anemia, penyakit kulit, cacingan dan mal-nutrisi, hal tersebut terjadi akibat kondisi ekonomi orang
tuanya lemah. FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra/ed/Spt/12
Ayahnya Adar Arifin (35) dan sang nenek tidak dapat berbuat banyak, keterbatasan hidup
membuat bocah kecil itu tak terperhatikan gizinya.

Usianya sudah 6 tahun namun berat tubuhnya 7 kilogram saja, memprihatinkan. Tak ayal
jika tubuhnya terlihat kulit pembalut tulang saja. Saat Padang Ekspres mengunjunginya di ruang
rawat inap khusus anak RSUD Pariaman, putri pasangan Adar Arifin, 35, dan almarhum Marni, 27,
tergolek lemah. Sesekali tubuh kurus kering yang penuh bentol bekas penyakit kulit itu menggeliat,
meringis, meskipun matanya tetap terpejam, tidur.

Sosok kecil itu tergolek lemah tanpa baju di ruang rawat inap khusus anak RSUD Pariaman.
Tubuh bocah itu tampak lusuh dan kurus kering. Kulitnya tampak penuh bentolan bekas penyakit
kulit. Sesekali bocah itu menggeliat dari lelap kemudian meringis kesakitan.

Dokter menvonis warga Koto Hilalang, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam,
Padangpariaman menderita penyakit marasmus atau lebih terkenal dengan sebutan busung lapar
dan komplikasi penyakit lain. Bagaimana tidak, normalnya berat badan anak seusia itu diatas 20
kilogram, sedangkan ia hanya 7 kilogram.

Adar Arifin ayahnya menceritakan nasib malang yang dialami Alisya ini berawal saat istrinya
Alm. Marni (27), meninggal dunia 20 bulan lalu. Karena tak ingin berpisah dengan buah hatinya, Adar
meminta izin kepada keluarga istrinya untuk merawat Alisya. Sejak saat itu, entah karena memang
nasib hidupnya menjadi sangat sulit. Pekerjaan sebagai tukang ojek belumlah mampu menghidupi
anaknya dengan layak. Sementara ibunya pun juga hidup sangat pas-pasan, bekerja serabutan.

Dengan penghasilan yang tak menentu dari tukang ojek, Adar mengaku tak sempat me-
mikirkan makanan bergizi untuk anaknya. Bagi dia bisa saja mendapatkan uang untuk makan sudah
syukur. Ibunya (nenek Alisya) pun begitu, bekerja hanya serabutan. Penghasilan tak menentu pula.

Adar menuturkan, selama ini ekonomi keluarga dibantu oleh sang istri, sehingga kehidupan
mereka sedikt lebih baik. Namun apa daya almarhum istrinya sendiri meninggal dunia karena
penyakit stroke.

Dalam himpitan ekonomi, ibu Adar lah yang sehari-hari mengasuh dan membesarkan putri
kesayangannya itu. Adar mengatakan, sejak anaknya mengalami sakit dan badannya kurus kering,
bidan nagari maupun pihak Puskesmas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi anaknya
Alisya. Bahkan, anaknya bisa masuk RSUD Pariaman itu juga atas rujukan pihak Puskesmas Kampung
Dalam.
Sementara, dr. Robert SpA yang menangani pasien busung lapar Alisya saat dikonfirmasi me-
ngungkapkan, Alisya sebenarnya sudah dua kali masuk RSUD Pariaman. Pertama beberapa bulan
silam. Saat itu kondisinya sangat kritis. Setelah ditangani, kondisi kesehatannya mulai pulih.

Setelah dirasa agak sehat, pihak rumah sakit mempersilahkan keluarga membawa Alisya pu-
lang dan dilakukan rawat jalan. Namun, setelah dikembalikan kepada keluarga, kondisi kesehatan
Alisya yang menderita busung lapar kembali memburuk. Kamis pekan lalu, Alisya kembali dirujuk ke
RSUD Pariaman.

”Dulu saat masuk ke rumah sakit yang pertama, kondisi kesehatan Alisya sangat mempri-
hatinkan. Tubuhnya kurus kering, penuh bentol-bentol karena penyakit kulit. Bahkan, mulutnya
hancur dan membusuk. Setelah beberapa minggu ditangani, kondisinya pulih dan dikembalikan
kepada keluarga,” kata Robert.

Dijelaskan, hasil pemeriksaan medis dan laboratorium yang dilakukan pihak rumah sakit me-
nunjukkan kalau Alisya bukan saja menderita marasmus atau busung lapar. Tapi juga mengidap
sejumlah penyakit lain, antara lain, TBC, anemia, penyakit kulit, cacingan dan mal-nutrisi
(kekurangan nutrisi).

Disebutkan, untuk penanganan pihaknya menyarankan kepada keluarga agar Alisya dirawat
dulu di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar pulih. Sebab, kalau separoh pengobatan
dibolehkan pulang, dikhawatirkan kondisi kesehatannya kembali memburuk. Jika dirawat di rumah
sakit, minimal makanan dan asupan gizi Alisya bisa dikontrol dan terjamin kualitasnya. Jika dikemba-
likan kepada keluarga, dipastikan asupan gizi tak akan terperhatikan mengingat kehidupan keluarga
yang ekonominya pas-pasan.

Robert menyarankan kepada pihak pemerintahan nagari agar memberikan perhatian serius
kepada Alisya. Minimal diupayakan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan asupan gizinya. Selain itu,
pihak bidan maupun Puskesmas disarankan agar mengontrol kesehatan pasien Alisya secara
berkala. Sebab katanya, sumber penyakit marasmus atau busung lapar adalah rendahnya kualitas
asupan gizi dan makanan yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Bagaimana pun penanganan medis
dilakukan sampai pasien pulih, jika sedikit saja asupan gizi tak memadai, penyakit akan kembali
kambuh. (***)
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Zat gizi (nutrient) merupakan unsur – unsur yang terdapat dalam makanan dan diperlukan
oleh tubuh untuk berbagai keperluan seperti menghasilkan energi, dan mengganti jaringan rusak,
memproduksi subtansi tertentu misalnya enzim, hormon dan antibodi. Menurut banyaknya
konsumsi yang kita lakukan, zat gizi dibagi menjadi gizi makro dan gizi mikro. Gizi makro adalah zat
gizi yang paling besar di perlukan oleh tubuh kita, terdiri dari karbohidrat, lemak, dan
protein. Sedangkan, gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, terdiri
dari mineral dan vitamin.

Dalam melaksanakan fungsinya di dalam tubuh, zat-zat gizi saling berhubungan erat sekali,
sehingga terdapat saling ketergantungan. Gangguan atau hambatan pada metabolisme sesuatu zat
gizi akan memberikan pula gangguan atau hambatan pada metabolisme zat gizi lainnya (Achmad,
2010). Kekurangan dan kelebihan zat gizi dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam
penyakit. Apapun bentuk zat gizi, bila dalam jumlah cukup dan seimbang, tentu akan bermanfaat.
Gizi baik akan dicapai dengan memberi makanan yang seimbang dengan tubuh menurut kebutuhan.

Masalah kekurangan gizi merupakan masalah yang terus meningkat di Indonesia. Banyaknya
kasus kekurangan gizi yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kekurangan
pangan akibat masalah ekonomi, penyakit infeksi seperti cacingan, lingkungan yang kurang bersih
serta penyebab tidak langsung lainnya seperti pola asuh orang tua.

B. Saran

Zat gizi yang terdapat dalam berbagai bahan pangan (makanan dan minuman) yang
dikonsumsi sehari-hari, baik gizi makro maupun gizi mikro harus dipenuhi secara cukup dan
seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Hal tersebut harus diperhatikan agar tubuh tidak kekurangan dan
kelebihan salah satu zat gizi. Untuk memenuhi gizi yang cukup dan seimbang
tersebut maka, manusia tidak boleh bergantung pada satu jenis pangan saja, tapi harus
mengkonsumsi makanan yang beragam jenisnya karena konsumsi gizi makanan pada seseorang
dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan. Hal itu tidak terlepas dari peran pemerintah,
petugas kesehatan maupun masyarakat agar selalu memperhatikan tingkat pemenuhan gizi setiap
individu sehingga, kasus masalah gizi yang terjadi dapat berkurang dan teratasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/04/zat-zat-gizi-yang-dibutuhkan-tubuh.html/6 April
2014

http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/04/fungsi-zat-gizi-dan-sumbernya-dalam.html/6 April
2014

http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/04/fungsi-zat-gizi-dan-sumbernya-dalam.html/6 April
2014

http://id.shvoong.com/exact-sciences/1998456-macam-macam-mineral-sumber-dan/6 April 2014


http://www.indonesian-publichealth.com/2012/12/masalah-gizi-kurang-dan-gizi-buruk.html/10
April 2014

http://rizalensyamada.blogspot.com/2013/01/makalah-ilmu-gizi.html/10 April 2014

http://apmbengkulu.blogspot.com/2013/11/makalah-kimia-karbonhidrat-lemak-
dan.html#.U0ZA991KNBQ/10 April 2014

http://infobundakita.blogspot.com/2010/06/penyakit-yang-timbul-akibat.html/12 April 2014

http://massofa.wordpress.com/2009/01/13/ilmu-gizi/12 April 2014

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=34027/12 April 2014

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1346380552/bocah-marasmus/12 April 2014