Anda di halaman 1dari 10

SKENARIO ROLEPLAY

Moderator :

Narator :

Dokter :

Perawat I :

Perawat II :

Pasien :

Suami Pasien :

Kakak Pasien :

Skenario 1 : Kanker Serviks

Seorang perempuan berusia 40 tahun, sudah menikah, belum mempunyai


anak, bekerja sebagai karyawan swasta, pendidikan SMA, datang ke dokter untuk
memeriksakan kadaannya yang selama ini klien rasakan.

Riwayat Perjalanan Penyakit

Tiga bulan yang lalu pasien mengeluh jika menstruasinya lebih panjang dari
biasanya, hampir satu bulan baru berhenti dan darah yang keluar juga banyak.
Kemudian saat ini muncul bercak darah di luar menstruasi dan terasa sakit di perut
bagian bawah dan panggul. Adapun untuk keputihannya keluar cairan berlebih,
berwarna kuning keruh dan berbau. Klien tidak pernah memeriksakan keadaannya
karena takut dengan hasil pemeriksaan penyakitnya, sehingga baru kemarin klien
memberanikan untuk bercerita dengan kakaknya dan langsung diperiksakan ke
dokter.

Dokter : Selamat pagi, Bu.

Pasien : Selamat pagi, Dok.


Dokter : Perkenalkan saya dokter XXX, kalau boleh tau namanya siapa Bu?

Pasien : Nama saya XXX dok.

Dokter : Umurnya berapa bu?

Pasien : Umur saya 40 tahun.

Dokter : Lalu ibu ini siapanya Ibu XXX ya?

Kakak : Iya dok, saya kakaknya XXX.

Dokter : Bisa diceritakan keluhan yang dirasakan ibu XXX sekarang

bagaimana?

Pasien : Ini dok bulan kemarin menstruasi saya lebih panjang dari
biasanya, hampir satu bulan baru berhenti dan darah yang keluar
juga banyak. Lalu sekarang muncul bercak darah di luar menstruasi
saya dan sakit pada perut bagian bawah dan panggul

Dokter : Biasanya menstruasinya berapa hari, lalu untuk keputihannya

bagaimana?

Pasien : Biasanya 8 hari dan untuk keputihannya juga tidak seperti

biasanya, keluar cairan berlebih, berwana kuning keruh dan

berbau.

Dokter : Oh begitu, ibu XXX saat ini sudah menikah atau belum?

Pasien : Sudah dok, tapi saya belum punya anak.

Dokter : Ibu ikut program KB atau tidak?

Pasien : Saya nggak KB dok.


Dokter : Maaf kalau ini mungkin sedikit privasi, kalau saat hubungan suami
istri itu terasa sakit juga apa nggak?

Pasien : Iya dok, sakit.

Dokter : Ibu minum obat-obatan apa nggak selama ini ?

Pasien : Nggak minum apa-apa dok.

Dokter : Udah lama ibu mengalami keluhan seperti tadi?

Pasien : Sudah sejak 3 bulan yang lalu

Dokter : Apakah ibu sudah periksa sebelumnya?

Pasien : Belum dok

Kakak : Dia takut dok kalau terjadi apa-apa, dia juga baru bercerita pada
saya kemarin.

Dokter : Baik, Bu XXX dirawat disini dulu sambil menunggu hasil


pemeriksaannya terlebih dahulu. Silakan Bu YYY selaku kakaknya
dan penanggungjawab pasien mengurus pendaftaran terlebih
dahulu.

Kakak : Baik dok, terima kasih

Dokter : Iya Bu sama-sama. Nanti akan diperiksa dulu oleh perawatnya

Dokter meninggalkan ruangan dan perawat masuk ke kamar pasien untuk


memeriksanya.

Perawat I : Selamat pagi, Bu..

Kakak : Selamat pagi, Sus..


Perawat I : Perkenalkan saya perawat ZZZ. Saya yang bertugas pagi hari ini
ya Bu. Ini dengan ibu siapa namaya, tanggal lahirnya berapa bu?

Pasien : Ya, Sus. Saya XXX, tanggal lahir saya 15 Juli 1978.

Perawat I : Bagaimana keluhannya hari ini Bu ?

Pasien : Ini masih terasa sakit di perut bagian bawah dan di panggul Sus,
trus menstruasi saya jadi lama sekali dan banyak, keputihannya juga
tidak seperti biasanya, keluar cairan berlebih berwarna kuning keruh
dan berbau.

Perawat I : Oh begitu, Ini saya cek tekanan darahnya dulu ya bu?

Kakak : Berapa tekanan darah adik saya, Sus?

Perawat I : Tekanan darah ibu XXX 120/80 mmHg ya…

Kakak : Itu termasuk normal ya, Sus?

Perawat I : Iya masih normal bu. Bu XXX ini saya pasang infus dan ambil
darahnya sekalian untuk di cek lab.ya?

Pasien : Iya, Sus.

Perawat : Sebelumnya dari keluarga pernah menderita sakit apa ?

Kakak : Nggak ada, Sus.

Perawat I : Oh begitu..sudah pernah periksa ke dokter sebelumnya, Bu ?

Pasien : Belum pernah Sus, baru kali ini.

Perawat I : Ini nanti akan dilakukan pemeriksaan dulu ya, Bu. Pemeriksaan ini
nanti untuk mengetahui apakah terdapat pertumbuhan sel yang
abnormal pada rahim ibu dan nanti apabila terajdi ketidaknormalan
pada pemeriksaan tersebut maka akan dilakukan pemeriksaan
selanjutnya.
Pasien : Iya, Sus.

Kakak : Sus, adik saya nggak kenapa-kenapa kan?

Perawat I : Ini kita tunggu hasil pemeriksaannya terlebih dahulu ya Bu, baru
bisa diketahui penyakitnya apa. Sekarang kita antar ke ruangan lain
dulu ya Bu untuk dilakukan biopsi.

Pasien : Apa itu biopsi, Sus?

Perawat I : Nanti akan diambil sedikit jaringan di leher rahim Ibu. Untuk
mengetahui apakah ada kemungkinan penyakit yang ibu alami yang berhubungan
dengan leher rahim.

Pasien : Baik kalau begitu, Sus.

Keesokan harinya, hasil pemeriksaan sudah jadi. Kemudian dokter dan


perawat mendatangi klien dan keluarga klien untuk menjelaskan tentang
penyakitnya. Suami klien juga telah berada di RS untuk mendampingi istrinya.

Perawat II : Selamat pagi, Bu.

Pasien : Selamat pagi, Sus.

Perawat II : Ibu XXX, ini hasil pemeriksaannya sudah jadi, ya. Nanti hasilnya
akan disampaikan oleh dokter yang berwenang.

Pasien : Iya, Sus. Ini suami saya juga sudah disini untuk mendampingi saya.

Suami : Bagaimana hasilnya, Dok?

Perawat II : Tapi Ibu, sebelum dokter menjelaskan hasil pemeriksaannya, kami


harapkan ibu tabah dan menerima apapun hasil dari pemeriksaan ini,
baik hasil itu sesuai dengan harapan ibu atau tidak, saya harapkan
ibu dan keluarga tetap bisa menerimanya.

Pasien : Iya, Sus.


Dokter : Dengan gejala-gejala yang ibu rasakan selama ini, menurut ibu
penyakit apa yang mungkin terjadi?

Pasien : Emmm….saya tidak tau dok, soalnya keluarga saya selama ini juga
baik-baik saja.

Dokter : Jika kondisi ini mengarah pada suatu hal yang serius, apakah ibu
XXX ingin mengetahui lebih lanjut?

Pasien : Iya dok, tidak apa-apa.

Dokter : Baik…hasil pemeriksaan laboratorium sudah saya dapatkan, dan


ternyata ini tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hasil
menunjukkan ibu ini menderita kanker servik stadium 2.

Pasien : Apa dok ??

Suami : Kanker serviks itu apa dok?

Dokter : Saya dapat merasakan bahwa ini merupakan situasi yang sulit bagi
ibu dan keluarga. Jadi kanker servik itu adalah kanker yang muncul
pada leher rahim wanita. Salah satu penyebab utama penyakit
kanker serviks adalah infeksi virus yang bernama Human Papilloma
Virus (HPV). Memang umumnya kanker serviks tidak menunjukkan
gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai
menyebar.

Pasien : Pak, apa yang dikatakan dokter itu bohong kan…Aku nggak
mungkin punya penyakit kaya gitu …

Perawat : Bu, kami mengerti bahwa kenyataan ini sulit untuk bisa diterima
oleh ibu, memang perlu waktu untuk menerimanya.

Pasien : Kenapa harus terjadi sama Ibu, Pak?


Perawat II : Sabar Bu… Setiap manusia itu diberikan ujian oleh Allah…
Mungkin Allah memberikan semua ini pada ibu karena Allah
memiliki rencana lain dibalik musibah yang ibu rasakan saat ini…

Suami : Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengobati istri saya dok?

Dokter : Saya menyarankan untuk dilakukan kemoterapi dan operasi


pengangkatan rahim agar sel kanker tidak menyebar lebih luas lagi.

Pasien : Apa itu artinya saya tidak bisa punya anak dok ?

Dokter : Iya Bu memang resiko terburuk seperti itu, ini untuk kebaikan ibu
juga agar kanker tidak bertambah menyebar dan memperburuk
kondisi ibu. Kami disini akan mendukung dan membantu ibu agar
bisa sehat kembali.

Suami : Kalau begitu boleh kami pertimbangkan dulu dengan keluarga dok
?

Dokter : Iya memang sebaiknya didiskusikan dulu dengan keluarga. Kami


permisi terlebih dahulu, jika ada apa-apa keluarga bisa menghubungi
kami di ruangan Selamat pagi.

Suami : Iya dok..terima kasih informasinya.

Keesokan harinya, dokter didampingi perawat kembali memeriksa klien, klien


tampak sudah lebih tenang.

Perawat II : Selamat pagi, Bu.

Pasien : Pagi, Sus.

Perawat II : Bagaimana keadaannya hari ini?

Pasien : Sudah agak mendingan, Sus…Saya sudah lebih tenang.


Dokter : Lalu bagaimana keputusan dari pihak keluarga tentang operasi ibu?

Pasien : Ya saya sudah bisa menerima itu semua…mungkin ini ujian yang
Allah berikan pada saya…lakukan yang terbaik untuk
saya…meskipun saya harus kehilangan rahim saya…saya ikhlas
dok..

Suami : Iya kami dan keluarga sudah setuju untuk dilakukan operasi
pengangkatan rahim itu dok

Dokter : Baiklah kalau begitu, sebelum itu dilakukan ibu harus mengisi
informed consent terlebih dahulu sebagai bentuk persetujuan akan
dilakukan tindakan operasi. Mohon tanda tangan disini ya, Bu..

Suami : Iya dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya ya dok…

Dokter : Iya kami akan mengusahakan yang terbaik untuk ibu XXX… kalau
begitu kami permisi terlebih dahulu, nanti untuk pendaftaran operasi
dan persiapannya akan dilakukan oleh perawat yang jaga ya, Bu..

Pasien : Iya dok. Terima kasih

Dokter : Sama-sama, Bu..

Dokter meninggalkan ruangan klien. Akhirnya klien bisa menerima


keadaannya dan mau untuk dioperasi demi kesembuhan dirinya.
Penyakit yang diderita ibu ini tidak hanya dapat diobati melalui pengobatan
dan terapi-terapi yang diberikan di Rumah sakit tetapi juga dapat dilakukan dengan
menerapkan perilaku hidup bersih. Perawat pun memberikan KIE kepada keluarga
pasien meengenai PHBS.

Perawat : Pak istrinya kan sudah dioperasi, dan diberikan pengobatan jadi system
imun ibu nya tidak seperti dulu karena pengobatan kanker dapat
melemahkan system imun jadi rentan terkena infeksi.

Suami : iya sus.. lalu bagaimana solusinya?

Perawat : jadi begini pak perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan untuk
mengurangi resiko infeksi dan mempercepat penyembuhan ibunya.

Suami : oiya sus bisa dijelaskan perilaku hidup bersih dan sehat yang bagaimana?

Perawat : iya pak.. PHBS dapat dilakukan dari hal kecil seperti cuci tangan, cuci
tangan itu ada 6 langkah yaitu :

1. Tuang cairan handrub/sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak


tangan secara lembut dengan arah memutar
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

Bagaimana pak apakah sudah mengerti?? Mungkin bisa mengulangi dan


mempraktikkan yang saya jelasakan barusan?

Suami : baik sus..

Perawat : Bagus sekali pak.. sudah dapat mempraktikkan dengan baik dengan satu
kali penjelasan. Oiya pak tidak hanya 6 langkah cuci tangan saja namun
juga ada 5 momen cuci tangan yaitu : sebelum kontak dengan pasien,
sebelum tindakan antiseptic, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah
kontak dengan pasien, dan setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien.
Bagaimana bapak ibu ada yang perlu ditanyakan?

Keluarga Pasien : Tidak ada sus saya sudah mengerti..

Perawat : Iya baik pak …

Kakak : Apakah hanya itu sus tidak ada hal lain lagi?

Perawat I : Ada bu jadi harus tetap makan sayur dan buah ini berlaku untuk
semuanya yaa tidak hanya untuk orang yang sakit agar mempunyai tubuh
yang sehat dan system imun yang kuat

Perawat II : jadi bapak ibu PHBS kanker tidak hanya 6 langkah dan 5 momen cuci
tangan melainkan ada hal lain yang perlu diperhatikan seperti, makan
sayur dan buah, tetap bergerak, kebersihan kulit, perlindungan dari zat
kemoterapi, mual muntah, dan perawatan pakaian.

Keluarga Pasien : iya sus terimakasih banyak atas informasinya..

Perawat : iya sama-sama