Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

“Sistem Rangka Dan Sendi”

Disusun Oleh :
Andi Rizky Amalia
Azizah
Eka Sri Wahyuni
Lutfiyatah Fiziah
Mila Arfina
Norma
Muhammad Rifani
Supia Ranti

Dosen Pengajar :

i
Dr Safril

STIKES HUSADA BORNEO


PRODI S1 GIZI

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah, yang berjudul “Sistem Rangka dan
Sendi” Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih.

Banjarbaru, 07 maret 2017

iii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................... i


Daftar Isi ..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
C. Tujuan .................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Rangka Manusia .................................................................... 3
B. Fungsi Rangka Tubuh Manusia ........................................................................... 4
C. Pengertian Tulang ............................................................................................... 4
D. Jenis-Jenis Tulang ...............................................................................................5
E. Fungsi-Fungsi Tulang...........................................................................................7
F. Pengertian Sendi................................................................................................ 10
G. Fungsi Sendi ...................................................................................................... 10
H. Struktur dan Komponen Sendi............................................................................ 11
I. Jenis Sendi......................................................................................................... 13
J. Proses Pergerakan Sendi................................................................................... 16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB I
PENDAHULUAN

Tulang-tulang pada manusia membentuk rangka yang berfungsi untuk


memberikan bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan dan
menegakkan tubuh, tempat pelekatan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan
tempat pembentukan darah. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat menggangu
proses gerakan yang normal. Kelaianan dan gangguan ini dapat terjadi karena
kekurangan vitamin D, penyakit (arthiritis), kecelakaan, atau karena kebiasaan yang
salah dalam waktu yang lama.
Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan
melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem haveres. Matriks
akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi
keras.Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau Osifikasi.
Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan
mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi
tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang
angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan
untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah
gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentuSecara garis
besar, rangka(skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka
apendikuler.
B. Rumusan Masalah
1.Pengertian system rangka manusia?
2.Fungsi Rangka?

v
3.Pengertian Tulang?
4.Jenis-jenis Tulang?
5. Sendi?
C.Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini guna memberikan sedikit penjelasan
secara singkat tentang sistem rangka manusia yang meliputi, kerangka tubuh, tulang
dan persendian yang ada pada manusia.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Rangka Manusia


Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan
mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi
tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang
angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan
untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah
gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu Secara garis
besar, rangka(skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka
apendikuler.
a. Rangka Aksial
Rangka aksial terdiri dari tulang belakang, tulang tengkorak dan tulang rusuk.
Lebih mendalam mengenai tulang-tulang dalam sistem rangka.
b. Rangka Apendikuler
Rangka Apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang
lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum, rangka Apendikuler menyusuun
alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan
rangka bagian bawah.
Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah
tulang.

vi
Susnan Rangka Dalam Tubuh Manusia.

B. Fungsi Rangka Tubuh Manusia


Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang
maupun tulang pendek. Fungsi kerangka bagi manusia diantaranya adalah :
a) Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh.
b) Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya.
c) Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru.
d) Untuk bergerak ketika dikehendaki otot.
e) Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.
Rangka tubuh manusia sebenarnya hanya alat gerak pasif. Alat gerak aktifnya
adalah otot karena tulang baru dapat bergerak jika dikendalikan oleh otot. Tulang
pada rangka tubuh manusia berjumlah 206 buah. Tulang tersebut tersusun atas sel
hidup yyang terbentuk oleh mineral, kalsium, fosfat dan kalogen. Kalogen
merupakan zat lentur berserat pada otot manusia.

vii
C. Pengertian Tulang
Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan
(Kartilago) dan tulang keras ( tulang/osteon). Tulang rawan bersifat lentur, tersusun
atas sel-sel tulang rawan (Kondrosit) yang mensekresikan matriks (Kondrin) berupa
hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan
kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih
banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (Perikondrium) yang banyak
mengandung Kondroblas (pembentuk kondrosit). Rawan pada dewasa antara lain
terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Pembentukan tulang
keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang
akan terisi oleh Ostoeblas (sel-sel pembentuk tulang).
Tulang-tulang pada manusia membentuk rangka yang berfungsi untuk memberikan
bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan dan menegakkan tubuh,
tempat pelekatan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan tempat pembentukan
darah. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat menggangu proses gerakan yang
normal. Kelaianan dan gangguan ini dapat terjadi karena kekurangan vitamin D,
penyakit (arthiritis), kecelakaan, atau karena kebiasaan yang salah dalam waktu
yang lama.
Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan
melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem haveres. Matriks
akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi
keras.Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau Osifikasi. Jenis osifikasi
adalah desmal dan kondral. Kondral meliputi perikondraldan enkondral.

D. Jenis-Jenis Tulang
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tulang disebut sebagai alat gerak pasif
yang digerakkan oleh otot. Akan tetapi, tulang tetap mempunyai peranan penting
karena gerak tidak akan terajadi tanpa tulang. Ada dua macam tulang berdasarkan
jaringan penyusunnya dan sifat fisisknya yaitu :
1. Tulang Rawan
Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan

viii
banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.Tulang rawan
banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat
pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas
tulang belakang. Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat
menyambung kembali? Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki
tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan
tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
2. Tulang Keras
Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang
keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras. Zat kapur
tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 ) dan kalsium fosfat ( Ca( PO4 )2)
yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Dalam tulang keras terdapat saluran havers
yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel
tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.

Contoh tulang keras:


a) tulang paha
b) tulang lengan
c) tulang betis
d) tulang selangka
Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu:
a. Tulang pipa
Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Diujung tulang pipa
terjadi perluasan yang berfungsu untuk berhubungan dengan tulang lain. Contoh
tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Tulang pipa terbagi
menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah disebut diaifis, bagian ujung disebut epifisis,
dan antara apifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis
berupa kartilago yang mengandung osteoblas, dan pada orang dewasa yang sudah
bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblas menempati rongga
yang disebut sumsum tulang. Bentuknya bulat, panjangdan tengahnya berongga

ix
Contohnya : tulang paha, tulang lengan atas, tulang jari tangan Berfungsi sebagai
tempat pembentukan sel darah merah.
b. Tulang pipih
Tulang pipih tersususn atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons yang
didalamnya terdapat tulang sumsum. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding
rongga, sehingga sering rongga berfungsi sebagai pelindung atau untuk
memperkuat. Contoh tulang rusuk, tulang ikat, dan tulang tengkorak.Bentuknya pipih
( gepeng ) Contohnya: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk Berfungsi sebagai
tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
c. Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal
lengan, dan ruas-ruas tulang belakang. Bentuknya pendek dan bulat Contohnya:
ruas ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan tulang pergelangan kaki
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
Bagian Jenis Tulang
. Berdasarkan Susunan Rangka
Berdasaran susunan rangkanya, tulang dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
• Rangka tengkorak, yaitu susunan tulang yang membentuk tengkorak kepala.
Termasuk dalam susunan tulang ini adalah seluruh tulang yang ada pada rangaka
kepala manusia
• Rangka badan, yaitu susunan tulang yang membentuk badan. Contohnya
adalah tulang dada, tulang belakang, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang
panggul.
• Rangka alat gerak, terdiri atas tulang bagian kaki dan tangan

Nama-nama tulang pada tubuh


1. Cranium (tengkorak)
2. Mandibula (tulang rahang)
3. Clavicula (tulang selangka)
4. Scapula (tulang belikat)
5. Sternum (tulang dada)

x
6. Rib (tulang rusuk)
7. Humerus (tulang pangkal lengan)
8. Vertebra (tulang punggung)
9. Radius (tulang lengan)
10. Ulna (tulang hasta)
11. Carpal (tulang pergelangan tangan)
12. Metacarpal (tulang telapak tangan)
13. Phalanges (ruas jari tangan dan jari kaki)
14. Pelvis (tulang panggul)
15. Femur (tulang paha)
16. Patella (tulang lutut)
17. Tibia (tulang kering)
18. Fibula (tulang betis)
19. Tarsal (tulang pergelangan kaki)
20. Metatarsal (tulang telapak kaki)

E. Fungsi-Fungsi Tulang
Tulang-tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi
lain, yaitu ;
a. Memberi bentuk tubuh.
b. Melindungi alat tubuh yang vital.
c. Menahan dan menegakkan tubuh.
d. Tempat perlekatan otot.
e. Tempat menyimpan mineral.
f. Tempat pembenukan sel darah.
g. Tempat menyimpan energi, yaitu simpana lemak yang ada disumsum kuning.
Tulang dalam tubuh berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antar
tulang disebut artikulasi. Untuk dapat bergerak diperlikan struktur yang khusus
(sendi) yang terdapat pada artikulasi. Terbentuknya sendi dapat dimulai dari
kartilago didaerah sendi. Mula-mula kartilago lalu kedua ujungnya akan diliputi jaring
ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi

xi
sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang
disebut minyak sinovial.
Didalam system rangka manusia terdapat tiga jenis hubungan antar tulang, yaitu :
a. Sinartrosis
Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak memilki celah sendi.
Hubungan antartulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga
sama sekali tidak bisa digerakkan. Ada dua tipe utama sinatrosis, yaitu suture dan
sinkandrosis. Suture adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan dengan
jaringan ikat serabut padat. Contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah
hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Contohnya hubungan
antara apifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
b. Amfiartrosis
Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga
memungkinkan untuk sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu simfisis
dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang
pipih, contohnya pada sendi intervertebral dan simfisis pubik. Pada sindesmosis,
sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya sendi
antartulang betis dan tulang kering.
c. Diartrosis
Diartrosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan
oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan. Diartrosis disebut juga hubungan
sinovial yang dicirikan oleh keleluasaannya dalam bergerak dan fleksibel. Sendi ada
yang dapat bergerak satu arah dan ada pula yang bergerak kebeberapa arah.
Diartrosis dicirikan memiliki permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul
jaringan ikat fibrous. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat yang
disebut membran sinovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi
gesekan. Kapsul fibrous ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada yang tidak.
Didalam kapsul biasa terdapat bantalan kartilago serabut.
Ciri-Ciri diartosis adalah sebagai berikut :
1. Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous
2. Bagian dalam dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang

xii
disebutmembrane sinovial yang menghasilkan cairan sinovial untuk mengurangi
kesekan.
3. Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak
4. Didalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.
Hubungan antartulang yang bersifat diartrosis contohnya adalah sebagai berikut :
1. Sendi Peluru
Kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan
yang lebih bebas dan dapat berporos tiga, misalnya sendi pada gelang bahu dan
gelang panggul.
2. Sendi Engsel
Kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu, misalnya pada siku, lutut,
mata kaki, dan ruas antar jari.
3. Sendi Putar
Ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini
memungkinkan untuk gerak rotasi dengan satu poros, misalnya antara tulang hasta
dan tulsng pengumpil., dan antara tulang atlas dengan tulsng tengkorak.
4. Sendi Ovoid
Sendi in memungkinkan gerakan dua dengan gerak kiri dan kanan, dan muka
belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk elip. Misalnya antara tulang pengumpil
dan tulang pergelangan tangan.
5. Sendi Pelana atau Sela
Kedua ujung tulang membentuk sendi yang berbentuk pelana dan berporos dua,
tetapi dapat bergerak lebih bebas, seperti orang naik kuda. Misalnya sendi antara
tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan pada ibu jari.
6. Sendi Luncur
Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak
berporos. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan, antartulang
pergelangan kaki, antartulang selangka, dan tulang belikat.

F. Pengertian Sendi

xiii
Kerangka tubuh manusia mempunyai kurang lebih 206 tulang yang dihubungkan
oleh sekitar 230 sendi. Hubungan antar tulang itu disebut artikulasi. Atau dalam
pengertian jelasnya, Sendi atau artikulasio adalah tempat dimana dua tulang atau
lebih saling berhubungan, Dimana di antara tulang-tulang ini dapat terjadi
pergerakan atau tidak. Sendi memberikan adanya segmentasi pada rangka manusia
dan memberikan kemungkinan variasi pergerakan diantara segmen-segmen serta
kemungkinan variasi pertumbuhan. Sebagian besar sendi kita adalah sendi
synovial. Sendi juga diikat oleh ligamen untuk mencegah perpindahan sendi tulang.
Sendi menghasilkan cairan synovial yang mnjadi pelumas dalam pergerakan sendi.
Bidang ilmu yang khusus mempelajari hal ini disebut artrologi.

G. Fungsi Sendi
Secara umum, fungsi dari sendi untuk melakukan gerakan pada tubuh. Untuk
lebih jelasnya, mari simak poin-poin berikut:

xiv
 Menghubungkan antara dua tulang sehingga membentuk rangka
 Memungkinkan rangka tubuh bergerak bebas dan leluasa sesuai batas
 Menanggung berat badan
H. Struktur dan Komponen Sendi
Kapsul sendi terdiri dari suatu selaput penutup fibrosa padat, suatu lapisan
dalam yang terbentuk dari jaringan penghubung berpembuluh darah banyak dan
sinovium yang membentuk kantung yang melapisi keseluruhan sendi dan
membungkus tendon-tendon yang melintasi sendi. Sinovium tidak meluas hingga
melampaui permukaan sendi, tetapi terlipat sehingga memungkinkan gerakan sendi
secara penuh. Lapisan bursa diseluruh persendian membentuk sinovium.
Periosreum tidak melewati kapsul.

Sinovium menghasilkan cairan yang sangat kental yang membasahi permukaan


sendi. Cairan ini normalnya bening, tidak membeku dan tidak berwarna. Jmlah yang
ditemukan pada tiap-tiap sendi relative kecil. Sel darah putih pada cairan ini
normalnya kurang dari 200 sel/ml dan terutama adalah sel-sel mononuclear. Asam
hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas cairan
synovial dan disintesis oleh sel-sel pembungkus synovial. Bagian cair dari cairan
synovial diperkirakan berasal dari transudat plasma. Cairan ini juga berfungsi
sebagai sumber nutrisi tulang rawan sendi.

Tulang rawan memegang peran penting dalam membagi beban tubuh yang tersusun
dari sedikt sel dan sebagian besar substansi dasar. Substansi dasar terdiri dari
kalogen tipe II dan proteoglikan yang berasal dari sel-sel tulang rawan. Proteoglikan
yang ditemukan dalam sendi sangat hidrofilik sehingga memungkinkan tulang rawan
menerima beban yang berat.
Tulang rawan sendi dan tulang-tulang pembentuk sendi biasanya terpisah selama
gerakan selaput cairan ini juga tidak akan aus meskipun terlalu banyak dipakai.

Saraf-saraf otonom dan sensorik tersebar luas pada ligamen, kapsul sendi, dan
sinovium. Saraf ini berfungsi untuk memberikan sensitivitas pada struktur ini

xv
terhadap posisi dan pergerakan. Ujung-ujung saraf pada kapsul, ligamen, dan
adventisia pembuluh darah sangat sensitive terhadap peregangan dan perputaran.

BAGIAN DAN STRUKTUR SENDI


Gambar 1 dan 2 telah ditunjukkan secara jelas bagian bagiannya dan struktur letak
dari sendi. Sendi ada disetiap bagian-bagian rangka yang berkesinambungan. Bisa
dikatakan sendi juga termasuk bagain yang paling penting dalam proses sistem
gerak manusia.

Perbedaannya ada pada pengeroposan / pengapuran tulang rawan pada sendi atau
biasa disebut osteoarthritis. Hal inilah yang menyebabkan rasa sakit pada sendi.
Pengapuran sendi banyak terjadi pada orang gemuk dari pada yang bertubuh kurus
maupun ideal. Juga orang yang terlalu banyak berolah raga, serta orang yang
terlalu sering jongkok, berdiri maupun duduk. Gangguan sendi ini tidak dapat
dihindari karena bagain dari proses penuaan tubuh dan sering terjadi pada tulang
belakang, lutut, tangan dan kaki.

xvi
Sendi pada tubuh manusia memiliki komponen dengan fungsinya sendiri yaitu :
 Ligamen, jaringan berbentuk pita yang tersusun dari serabut-serabut liat
yang menghubungkan tulang agar menyatu dengan sendi dan mencegah
terjadinya dislokasi sendi dan tulang saat bergerak.
 Kapsula Sendi, lapisan berserabut yang melapisi sendi juga berfungsi
sebagi penghubung dua tulang pada sendi.
 Tulang Rawan, jaringan tulang yang menutupi kedua ujung tulang berfungsi
untuk menjaga tulang dari benturan maupun gesekan saat bergerak.
 Selaput Sinovial, menjaga cairan synovial tetap pada tempatnya.
 Cairan Sinovial, berfungsi sebagi peredam kejut (shock absorber) dan
pelumas yang memungkinkan sendi untuk bergerak secara bebas dalam
arah yang tepat.

KOMPONEN SENDI

xvii
I. Jenis Sendi
Sendi secara umum terbagi atas 3, tetapi dalam ketiga bagian itu, terdapat jenis
lain yang termasuk kedalamnya. Berikut pembagian jenis sendi :
1. Sendi Fibrosa (sendi mati) (Synarthrosis)
Sendi Fibrosa merupakan persendian dimana permukaan tulang yang bersendi
dihubungkan oleh selapis jaringan fibrosa, sehingga kemungkinan geraknya sangat
sedikit. Contoh bagian sendi ini adalah Sutura yang menghubungkan tengkorak dan
art. Tibio fibularis inferior.
Berdasarkan komponen penghubung antar tulang, dapat dibedakan menjadi :
1. Sinartrosis sinfibrosis, dihubungkan oleh serabut jaringan ikat, misalnya pada
hubungan antar tulang tengkorak.
2. Sinkordosis, dihubungkan tulang rawan misal, hubungan antara tulang rusuk
dengan ruas tulang dada.
3. Gomposis, sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk ke dalam kantong
tulang . contohnya gigi yang tertanam pada alveoli tulang rahang.
2. Sendi Kartilagenosa (sendi dengan pergerakan terbatas) (Amphiarthrosis)
Sendi ini tidak memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago.
Pergerakannya cukup terbatas karena tulang-tulangnya dihubungkan oleh tulang
rawan hialin.
Sendi ini terbagi atas :
1. Sendi Kartilaginosa primer yang merupakan suatu persendian yang tulang-
tulangnya disatukan oleh suatu lempeng atau potongan rawan hyaline. Pada
persendian ini tidak terdapat pergerakan yang mungkin dilakukan. Contohnya
persatuan antara epifise dan diafase juga antara iga I dan manubrium sterni.
2. Sendi Kartilaginoso sekunder yang merupakan persendian dimana tulang-
tulangnya disatukan oleh suatu lempeng rawan fibrosa dan permukaan sendi
ini diliputi oleh lapisan rawan hialin yang tipis. Pergerakan pada sendi ini
mungkin dilakukan, tetapi tergantung pada sifat fisik rawan fibrosa.
Contohnya Art. Intervertebralis juga Symphisis osis pubis.
3. Sendi Sinovial (sendi dengan pergerakan bebas) (Diarthrosis)

xviii
Sendi synovial adalah persendian yang mempunyai kemungkinan untuk banyak
bergerak, karena pada sendi ini terdapat diskontinuitet diantara tulang-tulang yang
bersendi (adanya rongga sendi). Ciri-ciri sendi ini adalah :
 Ujung tulang bersendinya dibedakan atas caput artilacularis dan cavitas
glenoidales
 Memiliki cavum articularis yang merupakan rongga yang terdapat diantara
ujung-ujung tulang
 Rongga sendi dibatasi oleh membrane synovial yang berjalan dari
permukaan sendi yang satu ke yang lainnya
 Disebelah luar membrane synovial dilindungi oleh kapsula sendi (articularis)
 Permukaan sendi dilimasi oleh cairan kental yaitu cairan synovial.
 Memiliki alat-alat khusus yang membantu seperti discus/meniscus articularis,
bantalan lemak, bursa mukosa, selubung synovial, dan ligamen
Terdapat enam jenis dari pembagian diartrosis, yaitu :
a. Sendi datar atau geser (gliding, atrhrodial)
Berupa pergeseran pada tulang. Dua permukaan datar dari tulang saling meluncur
satu atas lainnya. Pergerakan terbatas, sedikit miring dan rotasi. misalnya karpus
dan tarsus.

b. Sendi peluru (globaidea)


Dimana sebuah ujung bulat tepat masuk di dalam sebuah rongga cawan tulang lain,
yang mengizinkan gerakan ke segala arah, seperti bola dalam lubang berbentuk
vawan, mislanya sendi panggul dan sendi bahu. Jenis sendi ini digolongkan kedalam
sendi bersumbu tiga.

c. Sendi engsel (gynglysum)


Di dalam jenis ini satu permukaan bundar diterima oleh yang lain sedemikian rupa
sehingga hanya mungkin gerakan dalam satu bidang seperti gerakan engsel pintu.
Contohnya sendi siku, lutut, dan mata kaki.

d. Sendi berporos (trokoidea)

xix
Hanya memungkinkan perputaran seperti pada gerakan kepala, dimana atlas yang
berbentuk cincin berputar sekitar prosesus yang berbentu paku dari sumbu. Cntoh
lain ialah gerakan radius sekitas ulna waktu pronasi (putas ke depan) dan supinasi
(putar ke belakang dari lengan bawah

e. Sendi kondiloid
Mirip sendi engsel, tetapi dapat bergerak dalam dua bidang, lateral, ke belakang dan
kedepan, sehingga flexi dan ekstensi dan abduksi dan adduksi (ke samping dan
ketengah) dan sedikit sirkumduksi, seperti pergelangan tangan tetapi bukan
rotasi(perputaran).

f. Sendi pelana (sellaris)


Sendi yang timbale-balik menerima, misal sendi antara trapezium (multagulum
mayus) dan tulang metacarpal pertama dari ibu jari, memberikan banyak kebebasan
bergerak, memungkinkan ibu jari berhadapan dengan jari-jari lainnya.

xx
J. Proses Pergerakan Sendi
Pergerakan sendi merupakan hasil kerja otot rangka yang melekat pada tulang
yang membentuk artikulais dengan cara memberikan tenaga juga saraf untuk
memberikan sensitivitas pada struktur anggota gerak terhadap posisi dan
pergerakan. Tulang hanya berfungsi sebagai pengungkit dan sendi sebagi penumpu.
Kita telah mengetahui bahwa otot melekat pada tulang dan dapat berkontraksi. Lalu
menarik tulang yang dibantu oleh sendi sehingga dapat bergerak seperti kemauan
kita. Saraf yang berkesinambungan dalam tubuh kita juga mengambil andil yang
besar dalam pergerakan ini.

Tetapi pergerakan sendi ada batasnya, dalam banyak hal disebabkan oleh bentuk
permukaan persendian, misalnya pelurusan siku dibatasi oleh prosesus olekranon
dari ulna yang membentur pada humerus. Dalam hal lain, gerakan sendi dibatasi
oleh simpai-simpai kuat dari ligamen seperti dalam ligamenilio-femoral di depan
sendi panggul yang membatasi pelurusan paha. Flexi dari siku dan dari tungkai di
atas paha dibatasi oleh bagian lunak yang tersentuh.

xxi
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan
mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi
tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang
angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan
untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah
gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu Secara garis
besar, rangka(skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka
apendikuler.

xxii
DAFTAR PUSTAKA

Irianto, K. 2004 Struktur dan Fngsi Tubuh Manusia. Jakarta. Yrama Widya
Pratiwi. D. A. 2006 Biologi SMA XI. Jakarta. Erlangga

xxiii