Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTEK KLINIK

OBSTETRI - GINEKOLOGI (KESEHATAN WANITA)


Nomor Dokumen : Revisi : Halaman :
167/Yanmed-Rajal/XI/2018 0/0 1/3

TGL TERBIT : Ditetapkan Oleh


Kepala Rumah Sakit

Dr. Mirta Widia,MARS.MHKes

Preeklampsia ICD 10: O14

KEWENANGAN KLINIS / 3A, 4


TINGKAT KOMPETENSI

A. Pengertian Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi pada kehamilan lebih dari 20
(Definisi) mgg, dengan minimal satu dari proteinuria ≥ 30 mg/ 24 jam, serum
keatinin > 1,1 mgdl,edema paru, peningkatan fungsi liver,trombosit
<100.000,nyeri kepala, gangguan penglihatan dan nyeri eigastrium

B. Anamnesis 1. Usia kehamilan > 20 minggu


2. Tidak ada riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil
3. Sakit kepala
4. Mata kabur
5. Nyeri ulu hati
6. Mual muntah
Kardiovaskuler : Evaluasi tekanan darah, suara jantung
C. Pemeriksaan Fisik
pulsasi perifer
Paru :Auskultasi paru untuk mendiagnosa edema
paru
Abdomen : Palpasi untuk menentukan adanya nyeri pada
hepar. Evaluasi keadaan rahim dan janinnya.
Refleks : Adanya klonus

D. Kriteria Diagnosis 1. Usia kehamilan > 20 minggu


2. TD ≥ 140/ 90 mm Hg
3. Proteinuria ≥ 300 mg/ 24 jam/ + 1
4. Trombosit < 100.000/ mm3
5. Peningkatan LDH
6. Peningkatan SGOT/SGPT
7. Tanda impending eklampsia (Sakit kepala, Mata
kabur,Nyeri ulu hati, Mual muntah)

Preeklampsia
E. Diagnosis
1. Hipertensi gestasional
F. Diagnosis Banding
2. Hipertensi kronis superimposed preeklampsia
1. DL
G. Pemeriksaan
2. UL
Penunjang
3. LFT
4.CTG
5.USG
Pengelolaan secara Rawat Jalan (Ambulatoir)uk <34 mg tanpa
H. Terapi
maternal/lfetal distres
Tidak mutlak harus Tirah Baring, dianjurkan ambulasi sesuai keinginan-nya.
Diet Reguler : tidak perlu diet khusus (Tinggi Protein, Rendah Karbo Hidrat)
Vitamin Prenatal
Tidak perlu restriksi konsumsi Garam
Pemberian antihipertensi jika diperlukan
Aspirin dosis rendah sehari 1 X 87,5 mg
Kunjungan ke Rumah Sakit tiap 2mg

1. Perawatan Konservatif
Indikasi : Kehamilan < 37 minggu tanpa komplikasi
i. Tirah Baring/ tidur miring ke kiri
ii. Infus RD5 60-125 cc/ jam
iii. SM terapi : loading 10 mg MgSO4 40% drip dalam
6 jam
iv. Maintenance 5 gr MgSO4 40% drip dalam 6 jam
v. Maturasi paru : betametason 1x24 mg IM atau
Deksametason 4x6 mg IV
vi. Antihipertensi : NIfedipin atau metyldopa jika
diperlukan
vii. Diet : rendah KH/ tinggi protein
viii. Pasang Douer Cateter
ix. Monitor TD, N, RR, produksi urin, dank el subyektif
x. KOnservatif gagal jika :
2. Impending eklampsia
3. Hellps Syndrome
4. Tekanan darah tidak terkontrol dengan antihipertensi
5. FWB jelek
6. Kelainan fungsi ginjal
7. Pertumbuhan janin terhambat
a. Perawatan Aktif
i. Infus RD5 60-125 cc/ jam
ii. SM terapi :
loading MgSO4 20% 4 gr IV
loading MgSO4 40% 6 gr drip dalam 6 jam
iii. Maintenance 6 gr MgSO4 40% drip dalam 6 jam
iv. Antibiotik : Ampicillin 3x1 gr IV
v. Antihipertensi : Nifedipin 3x
vi. Pemeriksaan FWB
vii. Bila Inpartu :
8. Fase latent, lakukan amniotomi dan oksitosin drip
9. Fase aktif, lakukan amniotomi
i. Terminasi kehamilan bila syarat pervaginam
terpenuhi, evaluasi PS
10. Bila PS< 5, lakukan ripening dengan misoprostol 25 ugr/6 jam (2
kali)
11. Bila PS> 5, lakukan oksitosin drip
12. Bila dalam 12 jam setelah oksitosin drip tidak masuk fase aktif,
lakukan SC

1. batasi intake cairan


I. Edukasi
2. Edukasi tentang penyakit yang diderita dan komplikasi yang mungkin
akan dihadapi.

Baik apabila tidak ada komplikasi


J. Prognosis
IV
K. Tingkat Evidens
C
L. Tingkat
Rekomendasi

M. Penelaah Kritis
Outcome ibu dan bayi baik
N. Indikator Medis

O. Kepustakaan  Moeloek FA et al, editors. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan


Ginekologi POGI. Jakarta: POGI; 2003.
 Bailis A, Hypertensive Disorders of Pregnancy, The John Hopkins
Manual of Gynecology and Obstetrics, Lippincott William & Wilkins,
Philadelphia; 2007.

Jakarta, 19 Desember 2014

Disetujui Oleh : Dibuat Oleh :

Ketua Komite Medik Ketua SMF Kebidanan dan


Penyakit Kandungan