Anda di halaman 1dari 11

BAB III

PEMBAHASAN

A. Modul Piutang
A.1. Definisi Modul Piutang
Modul Piutang adalah modul pada SAKTI yang digunakan oleh bendahara tingkat Satuan
Kerja untuk mengelola penerimaan kas yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak
meliputi :
1. Piutang Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP)
Piutang PNBP dalam modul piutang mencakup dari Piutang PNBP Sumber Daya Alam Non
Migas dan Piutang PNBP lainnya
2. Piutang Tagihan Penjualan Angsuran(TPA)
Piutang TPA merupakan piutang yang timbul karena adanya penjualan aset pemerintah secara
angsuran kepada pegawai pemerintah yang mempunyai jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah
tanggal pelaporan. Contoh tagihan penjualan angsuran antara lain adalah penjualan rumah
dinas dan penjualan kendaraan dinas.
3. Piutang Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPR)
Tagihan tuntutan perbendaharaan merupakan suatu proses penagihan yang dilakukan terhadap
bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh
negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan melanggar hukum
yang dilakukan oleh bendahara tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas kewajibannya.
Tagihan tuntutan ganti rugi merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri
bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita
oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan melanggar
hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas
kewajibannya.

A.2. Hubungan Modul Piutang dengan Modul Lain


Modul Piutang memiliki hubungan dengan beberapa modul lainnya dalam penatausahaan
piutang, baik dalam hal penambahan piutang dan pengurangan piutang. Modul yang berhubungan
dengan modul administrasi, modul pembayaran, modul bendahara dan modul GLP.
Gambar 1 Hubungan Modul Piutang dengan Modul Lain
Hubungan Modul Piutang dengan modul lainnya dalam rangka integrasi Sakti adalah:
1. Keterkaitan Modul Piutang dengan Modul Admin
Kaitan dengan modul admin adalah memberikan informasi terkait referensi akun piutang
maupun pendapatan yang digunakan dalam pencatatan piutang pada modul piutang.
2. Keterkaitan Modul Piutang dengan Modul Pembayaran
Salah satu cara pembayaran/pelunasan piutang pada Modul Piutang adalah dengan melakukan
settlement via potongan SPM. Pada menu ini modul pembayaran memberikan informasi
potongan SPM akun PNBP 42XXXX yang telah menjadi SP2D pada satker bersangkutan.
Saat data potongan SPM sudah dilakukan settlement, maka akun yang digunakan untuk
settlement tadi tidak bisa diubah sehingga harus melakukan penghapusan transaksi settlement
terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan/koreksi data potongan SPM tersebut.
3. Keterkaitan Modul Piutang dengan Modul Bendahara
Keterkaitan dengan modul bendahara juga terjadi pada transaksi settlement, yaitu settlement
via data upload yang berasal dari pencatatan upload data simponi pada modul bendahara,
settlement SBS yang berasal dari pencatatan uang masuk oleh bendahara dan settlement SSBP
non SBS yang berasal dari pencatatan SSBP pada modul bendahara.
Semua pencatatan tersebut dapat diambil datanya oleh modul piutang saat melakukan
settlement. Dan apabila data tersebut telah dilakukan settlement, maka setoran yang digunakan
untuk settlement tadi tidak bisa diubah sehingga harus melakukan penghapusan transaksi
settlement terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan/koreksi data setoran tersebut.
4. Keterkaitan Modul Piutang dengan Modul GLP
Keterkaitan dengan modul GLP adalah modul piutang mengirimkan informasi transaksi untuk
terbentuk jurnal pada transaksi- transaksi yang terjadi pada modul piutang sehingga
penambahan maupun pengurangan piutang maupun penyisihan piutang tidak perlu dicatat
menggunakan jurnal manual.

A.3. Alur Proses Modul Piutang


Modul Piutang melakukan proses sebagaimana tergambar dalam gambar 4. Dokumen piutang
yang menjadi sumber pencatatan piutang, diinput dalam modul piutang dengan menggunakan
referensi debitur. Proses input piutang dalam modul piutang menjadi input di modul GLP dengan
membentuk jurnal piutang. Data Piutang yang ada dalam modul piutang dilakukan penatausahaan
dengan melakukan penagihan piutang dan pembentukan penyisihan piutang tak tertagih. Piutang
lunas melalui settlement setoran yang diperoleh dari modul pembayaran dan/atau modul
bendahara. Pada akhir periode piutang dilaporkan dalam laporan piutang.

Gambar 2 Alur Proses Modul Piutang

A.4. Prosedur Pengelolaan Piutang


Prosedur Pengelolaan Piutang dari proses penginputan piutang sampai dengan proses
settlement piutang tergambar dari gambar 5. Proses penatausahaan piutang juga tergambar dari
menu – menu di modul piutang yakni :
1. Perekaman Referensi Debitur Piutang
2. Pencatatan Piutang/ Tagihan
3. Pencatatan Pembayaran / Settlement Piutang
a. Settlement SBS
b. Settlement SSBP Non SBS
c. Settlement Data Pot SPM
d. Settlement Data Upload
4. Koreksi Piutang
5. Restrukturisasi Piutang
6. Surat Peringatan (SP Piutang)
7. Penyisihan Piutang
8. TKTM Piutang
9. Penghapusan Piutang
Gambar 3 Prosedur Pengelolaan Piutang

1. Perekaman Referensi Debitur Piutang


Perekaman Referensi Debitur Piutang berada di sub menu Transaksi Perekaman Referensi
Debitur Piutang ini yang merupakan sub menu yang digunakan untuk merekam data referensi
debitur piutang. Dokumen input yang dibutuhkan adalah daftar debitur untuk mendapatkan
output berupa daftar refrensi debitur. Ketika proses perekaman referensi debitur, modul piutang
melakukan validasi berupa memastikan kolom wajib berupa nama, NPWP, nomor identitas,
nomor telepon dan alamat diisi oleh operator sebagaimana tercantum dalam gambar 4.
Gambar 4 Menu Rekam Referensi Debitur Piutang

2. Pencatatan Piutang/ Tagihan


Sub menu Transaksi Pencatatan Piutang/Tagihan ini adalah sub menu yang digunakan untuk
merekam data yang bersumber dari piutang baru, saldo awal piutang, dan piutang dari hapus
buku sebagaimana tercamtum dalam gambar 5.
a. Piutang baru
Digunakan untuk mencatat piutang yang baru ditetapkan pada periode berjalan
b. Saldo awal piutang
Digunakan untuk mencatat piutang tahun-tahun sebelumnya yang belum dicatat di aplikasi
SAKTI. Menu ini juga yang digunakan untuk pencatatan data piutang saat pertama kali
menggunakan aplikasi SAKTI.
c. Piutang dari hapus buku
Digunakan untuk mencatat piutang yang setelah dihapusbukukan terjadi pembayaran oleh
debitur atas piutang tersebut
Gambar 5 Submenu Pencatatan Piutang

Dokumen sumber yang dijadikan input pencatatan piutang oleh operator dalam modul
piutang adalah SK Penetapan Piutang dan/atau Surat Penagihan Piutang. Atas pencatatan
piutang tersebut, dihasilkan output berupa laporan – laporan piutang. Dalam proses pencatatan
piutang, dilakukan validasi perihal :
 tanggal buku harus lebih dari sama dengan tanggal mulai dan tanggal SK, dan
 piutang baru dan piutang dari hapus buku memilik tanggal SK pada periode tahun berjalan
Apabila terdapat kesalahan perekaman, menu ubah dan hapus masih bisa digunakan apabila
belum tutup buku atau belum ada transaksi lanjutan, sedangkan apabila sudah tutup buku atau
ada transaksi lanjutan perbaikannya melalui menu koreksi. Penginputan piutang dalam modul
piutang merupakan input bagi modul GL untuk membuat jurnal. Berikut ini contoh jurnal
pencatatan piutang baru, saldo awal piutang dan piutang dari hapus.
Jurnal Akrual atas Pencatatan Piutang/Tagihan
a. Piutang Baru atas pendapatan TGR PNS Non Bendahara (425791) sebesar Rp 50.000.000,-
(D) 152111 Rp 50.000.000,-
(K) 425791 Rp 50.000.000,-
b. Saldo Awal Piutang
Terdapat piutang atas Pendapatan Gas Bumi (421211) TAYL yang belum dicatat sebesar Rp
70.000.000,- dengan status Kurang Lancar (Penyusutan 10%= Rp 7.000.000,-)
(D) 115211 Rp 70.000.000,-
(K) 391111 Rp 70.000.000,-

(D) 391111 Rp 7.000.000,-


(K) 116211 Rp 7.000.000,-
c. Piutang dari Hapus Buku
Pembayaran piutang sebesar Rp. 1.000.000,- atas piutang yang telah dihapus bukukan sebesar Rp
5.000.000,-
(D) 115211 Rp 1.000.000,-
(K) 594211 Rp 1.000.000,-

3. Pencatatan Pembayaran / Settlement Piutang


Sub menu Transaksi Pembayaran / Settlement Piutang ini adalah sub menu yang digunakan
untuk mencatat transaksi pembayaran/pelunasan piutang dengan mengambil data dari 3 sumber
data setoran sebagai berikut :
a. Settlement SBS
Pencatatan ini dilakukan atas setoran pembayaran piutang melalui bendahara satuan kerja
yang sudah dicatat pada modul bendahara pada menu mencatat uang masuk bendahara. Saat
melakukan Settlement harus memilih Nomor Piutang yang dijadikan dasar pembayarannya.
Selanjutnya memilih data setoran yang dijadikan dasar pembayaran piutangnya lalu mengisi
nilainya.
b. Settlement SSBP Non SBS
Pencatatan ini dilakukan atas setoran pembayaran piutang yang dicatat pada modul
bendahara pada menu Setoran UP/TUP/PNBP Bendahara. Saat melakukan Settlement harus
memilih Nomor Piutang yang dijadikan dasar pembayarannya. Selanjutnya memilih data
setoran yang dijadikan dasar pembayaran piutangnya lalu mengisi nilainya.
c. Settlement via Potongan SPM dan Upload
Submenu ini digunakan untuk mencatat pembayaran piutang yang berasal dari potongan
SPM dan/atau perekaman setoran menggunakan ADK upload simponi pada modul bendahara.
Saat melakukan Settlement harus memilih Nomor Piutang yang dijadikan dasar
pembayarannya. Selanjutnya memilih data potongan SPM (yang sudah menjadi SP2D) atau
data upload yang digunakan sebagai pembayar piutang. Akun potongan SPM/data Upload dapat
berbeda dengan akun pendapatan yang menghasilkan piutang sebagai antisipasi apabila terdapat
perubahan akun.
Dokumen input pembayaran dalam modul piutang berupa Potongan SPM, SSBP, Billing,
SBS yang diinput oleh operator menghasilkan output berupa laporan – laporan piutang. Validasi
terkait settlement dalam modul piutang berupa validasi tanggal buku harus lebih dari sama
dengan tanggal setoran serta validasi Jumlah Settlement harus lebih kecil sama dengan saldo
piutang dan saldo sisa matching setorannya. Kemudian atas pembayaran dan/atau pelunasan
piutang tersebut, terbentuk Jurnal Akrual berupa
(D) 42xxxx………………….xxxxxx
(K) Piutang…………………………..xxxxxx

4. Koreksi Piutang
Sub menu Transaksi Koreksi Piutang ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan pencatatan perbaikan atas kesalahan pencatatan piutang yang telah tutup buku atau
sudah ada transaksi lanjutannya. Sub menu ini juga bisa digunakan untuk melakukan koreksi
nilai piutang atas adanya pembayaran tahun sebelumnya yang belum dilakukan settle piutang.
Menu koreksi dapat digunakan juga untuk melakukan koreksi kualitas piutang dan koreksi
penyishan piutang untuk piutang yang berasal dari Saldo Awal. Untuk melakukan koreksi,
pertama harus memilih No Piutang yang akan dikoreksi. Setelah itu melakukan pengisian Nilai
Koreksi Piutang dengan isian nilai piutang yang seharusnya. Jurnal atas koreksi piutang pada
modul GL adalah:
a. Koreksi yang menyebabkan piutang berkurang
(D) Ekuitas/42xxxx……………xxxxx
(K) Piutang…………………………..xxxxx
b. Koreksi yang menyebabkan piutang bertambah
(D) Piutang……………………..xxxxx
(K) Ekuitas/42xxxx………………….xxxxx

5. Restrukturisasi Piutang
Sub menu Transaksi Restrukturisasi Piutang ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan pencatatan perubahan kualitas Piutang sesuai dengan dokumen penetapan
restrukturisasi piutang. Perubahan status piutang dengan cara Restrukturisasi yakni:
a. Piutang Macet dapat direstrukturisasi menjadi Ragu-Ragu atau Kurang Lancar
b. Piutang Ragu-Ragu dapat direstrukturisasi menjadi Kurang Lancar
6. Surat Peringatan (SP Piutang)
Sub menu Transaksi Surat Peringatan ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan pencatatan transaksi atas surat peringatan yang diterbitkan satker kepada debitur
piutang yang selanjutnya dapat mempengaruhi kualitas piutang saat proses penyisihan
semesteran. Surat peringatan dibuat setelah tanggal jatuh tempo dan belum melakukan
pembayaran. Surat peringatan dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :
- Surat Peringatan 1 (SP1) diterbitkan > 30 hari setelah tanggal jatuh tempo
- Surat Peringatan 2 (SP2) diterbitkan > 30 hari setelah SP1
- Surat Peringatan 3 (SP3) diterbitkan > 30 hari setelah SP2

7. Penyisihan Piutang
Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar
persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. Sedangkan
kualitas piutang adalah hampiran atas ketertagihan piutang yang diukur berdasarkan kepatuhan
membayar kewajiban oleh debitor. Kualitas Piutang ditetapkan dalam 4 (empat) golongan, yaitu
kualitas lancar, kualitas kurang lancar, kualitas diragukan, dan kualitas macet. Penentuan
Kualitas Piutang dilakukan berdasarkan kondisi Piutang pada tanggal laporan keuangan atau
umur Piutang pada tanggal laporan keuangan. Penentuan Kualitas Piutang dengan ketentuan:
a. kualitas lancar apabila belum dilakukan pelunasan sampai dengan tanggal jatuh tempo
yang ditetapkan;
b. kualitas kurang lancar apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal
Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan;
c. kualitas diragukan apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan; dan
d. kualitas macet apabila dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal Surat
Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan
Sub menu Transaksi Penyisihan Piutang ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan transaksi penyisihan piutang setiap semesteran dengan terlebih dahulu menutup
buku piutang sampai dengan sebelum bulan dilakukan penyisihan (penyisihan semester I
minimal harus sudah tutup buku bulan 5, sedangkan penyisihan semester II minimal harus sudah
tutup buku bulan 11). Saat proses penyisihan system menentukan kualitas piutang berdasarkan
transaksi yang dilakukan (contoh: piutang yang memiliki kualitas “macet” terdapat pembayaran
cicilan pada bulan 4 dan setelah itu dilakukan penyisihan pada bulan 6 maka kualitas piutangnya
menjadi “Lancar”). Proses penyisihan piutang dalam modul piutang melibatkan modul GL
dalam pembuatan jurnal. Jurnal yang dibentuk saat penyisihan piutang yaitu:
D) Beban Penyisihan Piutang………………….xxxxxx
(K) Akumulasi Penyisihan Piutang………………….xxxxxx

8. Transfer Keluar dan Transfer Masuk Piutang (TKTM Piutang)


Sub menu Transaksi Transfer Keluar Piutang ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan pencatatan transaksi transfer keluar piutang oleh satker pemberi. Sedangkan Sub
menu Transaksi Transfer Masuk ini adalah sub menu yang digunakan untuk melakukan
pencatatan transaksi transfer masuk piutang oleh satker penerima. Transfer piutang dilakukan
secara online tanpa ADK. Perekaman pada Transfer Keluar harus mengisi satker tujuan.
Selanjutnya satker penerima baru dapat melakukan perekaman setelah satker pemberi selesai
melakukan perekaman transfer keluarnya. Kemudian perekaman transfer masuk dilakukan
dengan memilih data transfer keluar yang sudah ada pada form hasil rekam transfer keluar.
Dokumen yang menjadi input dalam proses ini adalah BAST Transfer yangmana diinput oleh
operator. Ketentuan TKTM adalah tanggal transfer masuk harus lebih besar sama dengan
transfer keluar dan periode semester Transfer masuk harus sama dengan transfer keluar.
Sehingga sistem memvalidasi apabila periode semester TK berbeda dengan TM. Jurnal yang
tercatat dalam modul GL terkait TKTM adalah :
a. Satker pemberi
(D) TK…………………………….xxxxx
(K) Piutang………………………………..xxxxx

(D) Akum Penyisihan Piutang…….xxxxx


(K) TK……………………………………..xxxxx

b. Satker Penerima
(D) Piutang ………………………..xxxxx
(K) TM…………………………………….xxxxx

(D) TM…………………………….xxxxx
(K) Akum Penyisihan Piutang…………….xxxxx

9. Penghapusan Piutang
Sub menu Transaksi Penghapusan Piutang ini adalah sub menu yang digunakan untuk
melakukan pencatatan penghapusan Piutang dengan syarat:
- Piutang Macet dan belum ada pembayarannya
- Piutang yang sudah mendapatkan SP3 dan belum ada lanjutan transaksi pembayaran (karena
kualitas berubah macet hanya saat dilakukan penyisihan)
Penghapusan piutang dibagi menjadi dua yaitu hapus buku dan hapus tagih. Piutang yang bisa
dihapus buku adalah piutang yang memiliki kualitas macet atau sudah mendapatkan SP3 selama
30 hari dan piutang yang bisa dihapus tagih adalah piutang yang sudah dihapus buku. Input
yang digunakan dalam penghapusan piutang adalah dokumen penghapusan piutang yang
nantinya tercermin dalam laporan piutang. Dalam modul penghapusan piutang, dilakukan
validasi atas. Penghapusan piutang berhubungan dengan modul GL yang melakukan pencatatan
penghapusan piutang (hapus buku) dengan jurnal sebagai berikut :
(D) Akumulasi Penyisihan Piutang……………..xxxxxx
(K) Piutang…………………………………………….xxxxx

A.5. Hal-hal yang perlu diperhatikan


1. Bagian Lancar Piutang
Pencatatan saldo bagian lancar piutang tidak disediakan dalam modul piutang, sehingga
harus dicatat melalui jurnal pada modul GLP sesuai dengan perhitungan yang sudah
dilakukan.
Misal, Piutang TGR memiliki kualitas Lancar sebesar Rp 50.000.000 sudah dicatat pada
modul piutang, maka otomatis sudah terbentuk nilai saldo sebagai berikut:
Saldo Piutang TGR (D) Rp 50.000.000
Saldo Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih - TGR (D) Rp 250.000
Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih - TGR (K) Rp 250.000

Ditentukan bahwa bagian lancarnya adalah Rp 10.000.000


Maka, harus dilakukan jurnal sebagai berikut:
(D) Bagian Lancar Tagihan TGR……………………………………..Rp 10.000.000
(K) Piutang TGR……………………………………………………………Rp 10.000.000

(D) Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Bagian Lancar TGR…....Rp 50.000
(K) Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih –TGR………………………….Rp 50.000

(D) Penyisihan Piutang Tak Tertagih – TGR…………………………….Rp 50.000


(K) Penyisihan Piutang Tak Tertagih – Bagian Lancar TGR ………………….Rp 50.000

2. Piutang Valas
Modul Piutang belum memiliki menu untuk mencatat piutang valas dengan nilai valasnya.
Terhadap Piutang valas dicatat menggunakan modul Piutang dengan nilai rupiah hasil
konversi nilai valas sesuai dengan kursnya.

3. Tutup Buku
Tutup buku ada dalam salah satu menu di modul piutang yakni tutup periode. Menu
tersebut digunakan untuk melakukan tutup buku pada modul piutang. Tutup Buku bulan 6
dan 12 harus sudah mencatat transaski penyisihan terlebih dahulu

4. Laporan Piutang SAKTI


Modul piutang menghasilkan output berupa laporan – laporan piutang yang tercantum
dalam Tabel 1.
Tabel 1 Laporan piutang