Anda di halaman 1dari 26

BORANG

1. Pr, 23 th, 170cm 69kg


Pasien datang dengan keluhan mual dan muntah sudah 2 hari, muntah dirasakan ketika pasien
mau makan. Saat ini pasien merasa lemas dan sedikit pusing. Nafsu makan berkurang. Pasien
sat ini sedang hamil anak pertama dan rutin kontrol di bidan. Tidak ada keluhan dari jalan lahir,
BAB dan BAK tidak ada keluhan

Ku:TD: 100/70 mmhg


N: 98 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.8 C

Kepala: ca-/-, si-/-


Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-
Abdomen: Bu(+), NT (-)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D

Dx: HEG
Terapi:
Inf. Rl 500 ml 15 tpm
Inj ondansentron 4mg
Obserfasi, membaik boleh pulang
Ondansentron 4 mg 2x1 po
Parasetamol 3x 500 mg po k/p
Edukasi kontrol dokter kandungan

2. Pasien datang dengan keluhan habis kelcelakaan lalulintas, pasien menggunakan motor
menabrak anjing di jalan jatur warga jam 23.00, pasien sadar, mual(-), muntah(-), pingsan (-),
pasien mengeluhkan nyeri di kaki kiri, dan bengkak di pipi kanan

Ku: komposmentis
TD: 110/70 mmhg
N: 98 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.6 C

Kepala: ca-/-, si-/-, tampak hematom area pipi kanan uk: 6cm x 5cm darah (-)
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-
Abdomen: Bu(+), NT (-)
Ekstremitas: teraba hangat, crt kurang 2D, tangan dan kaki masih bisa dibgerakakan,
deformitas (-) punggung kaki kanan tampak luka gores, darah (+)

Terpi
Rawat luka
Asam mefenamat 3x500mg
Amoxicilin 3x500mg
Kompres hematom dengan es

3. Pasien datang dengan pusing berputar, pusing dirasakan sejak 1 hati yang lalu, keluhan di
sertai mual dam muntah. Tidak ada keluhan dibtelinga, riwayt trauma disangkal. Bab dan bak
tidak ada keluhan.
Sebelumnyabpasien pernah mengalami hal serupa 1 tahum yang lalu,
Pasien meiliki riwayat makan tidak teratur.
Ku: Kompos mentis
TD: 130/70 mmhg
N: 98 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.8 C

Kepala: ca-/-, si-/-


Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-
Abdomen: Bu(+), NT Epigastrium (+)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D

Terapi:
Inj. Diphenhidramine 1amp
Inj. Ondansentron 4 mg
Observasi membik boleh pulang
Betahistin 6 mg 3x1 po
Ondansentron 4 mg 2x1 po k/p
Omeprazole 20 mg 1x1 po

4. Pasien datang dengan keluhan susah kencing, dan kadang harus mengedan kuat untuk bisa
kencing, saat mau kencing kemaluan menggelembung dan air kencung menetes keluar tidak
lancar, sebelumnya pasien sempat mengeluhkan adanya nyeri saat bak, bab tidak ada keluhan.
Orang tua pasien baru menyadari 1 bulan terakhir
Tidak ada riwayat serupa sebelumnya.

Ku: Kompos mentis


TD: Tidak dilakukan
N: 98 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 37.6C
BB: 20 kg

Kepala: ca-/-, si-/-


Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-
Abdomen: Bu(+), NT Epigastrium (+)
Genital : preputium tidak bisa ditarik kedalam, phimosis (+)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D

Terapi:
Edukasi orang tua untuk sirkumsisi untuk mencegah komplikasi
Inf D51/4 10 tpm
Pamol inj 200mg /8 jam
Konsul dokter bedah

5. LK 30 tahun
pasien datang dengan keluhan kaki kanan tidak bisa di gerakkan, keluhan dirasakan setelah
pasien terjatuh dari motor, pasien terjatuh tertambrak motor dari arah berlawanan, pasien
menggunakan helm. Oleh masyarkat yang melihat kejadian pasien di larikan ke UGD RSI siti
hajar mataram. saat jatuh pasien masih sadar, mual dan muntah disangkal. Tidak ada nyeri
kepala.
Ku: Kompos mentis
TD: 130/90 mmhg
N: 98 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.8C
Kepala: ca-/-, si-/-, relek pupil +/+ (isokor), luka -
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-, jejas -
Abdomen: Bu(+), NT Epigastrium (-)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D
Region kruris (D) 1/3 distal : luka -, edem (+), krepitasi (+), ROM terbatas
DX: close fraktur cruris dextra 1/3 distal
Cek leb lengkap
Ro: cruris dextra

Terapi
Pasang bidai
Inf RL 20 TPM
Inj. Ketorolac 1 amp
konsul dokter SP. OT
edukasi, kurangi mobilisasi
6. LK 46 thn
pasien datang dengan keluhan kaki kiri tidak bisa di gerakkan, keluhan dirasakan setelah pasien
terjatuh dari sepeda, sekitar 4 hari yang lalau, setelah jatuh kaki kiri pasien tidak bisa di
gerakan. Kemudian oleh keluarga sempat di bawa ke sangkal putung. saat jatuh pasien masih
sadar, mual dan muntah disangkal. Tidak ada nyeri kepala. saat ini pasien mengeluhkan kaki
kiri bengkak dan nyeri. kaki pasien hanya terpasang bidai bambu di kaki kiri pasien sekitar
30cm. tidak ada luka.
Ku: Kompos mentis
TD: 140/90 mmhg
N: 99 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.6C
Kepala: ca-/-, si-/-, relek pupil +/+ (isokor), luka -
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-, jejas -
Abdomen: Bu(+), NT Epigastrium (-)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D
Region kruris (s) 1/3 proksimal : luka -, edem (+), krepitasi (+), ROM terbatas
DX: close fraktur tibia dextra 1/3 proksimal
Terapi
Pasang bidai
Inf RL 20 TPM
Inj. Ketorolac 1 amp
Ro: cruris dextra
Kesan: fraktur tibia sinistra 1/3 proksimal
Cek leb lengkap

7. Pr. 61 thn
Seorang wanita mengeluhkan keluar benjolan dari anus, keluhan dirasakan sudah 2 tahun.
Awaynya benjolan keluar masuk sendiri, sekarang harus di dorong dengan jari baru masuk.
Kadang bab keluar darah. Ketika pasien bab atau batuk benjolannya kadang keluar dan kadang
terasa nyeri. Pasien merasa tidak nyaman denga adanya benjolan tersebut.
Ku: Kompos mentis
TD: 140/90 mmhg
N: 96 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 37.5C
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-,
Abdomen: Bu(+), NT Epigastrium (+)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D
TR: inspeksi : luka -, sekter -
Palpasi : sfinter ani kuet cengram, teraba massa kenyal arah jam 11, nt-,
Saruntangan lendirdarah -, feses (+)
DX: hemoroid interna grade III

Terapi :
Inf rl 20 tpm
Inj. Santagesik 1 amp
Konsul SP.B
Cek lab lengkap

8. Pr 25 th
Mengeluhka badan lemas dan cepat capek 2 hari terakhir, muka terlihat pucat. Pasien sudah 1
minggu nafsu makan berkurang. Keluhan batu pilek disangkal. Pasien mengeluhkan mual mual
tidak sampai muntah. Bab dan bak tidak ada keluhan. Pasien sangat jarang makan sayur
sayuran. Lebih suka makan makanan instan.
Ku: Kompos mentis
TD: 100/60 mmhg
N: 100 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.5C
Kepala: ca+/+, si-/-
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-,
Abdomen: Bu(+), NT (-)
Akral: teraba hangat, crt lebih dari 2D

DX: anemia defisiensi besi


Cek: DL, GDS
HB : 7.1 g/dl
Wbc : 6 103/ul
PLT : 200 103/ul
MCV: 70 fl
MCH: 21 pg
MCHC : 34.1 g/dl

Terapi:
Inf RL 20 tpm
Rawat ruangan
Konsul SP.PD

9. LK 65
Pasien datang dengan keluhan nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 3 jam yang lalu, pasien
mengeluhkan saat menyapu halaman rumah. Dada tersa sesak dan berat. Pusing +, batuk -,
mual muntah -. Pasien kesulitan untuk berdiri dan lebih sering membungkuk. Pasien memiliki
kebiasaan merokok sudah 20 tahun. Dan riwayat hipertensi tapi tidak rutin minum obat.
Ku: Kompos mentis
TD: 170/100 mmhg
N: 110 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.5C
Spo2 : 96
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-,
Abdomen: Bu(+), NT (-)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D, edem -/-

EKG : ST elevasi lid V2,v3,v4


Cek lab

Terapi :
O2 LPM
Inf : RL 15 tpm
Isdn 5 mg
Aspilet 320mg
Clopidogrel 300mg
Rawat ruangan
Konsul SP.JP

10. LK 36 tahun
Pasien mengeluhkan nyeri perut kiri bawah sudah 1 hari yang, nyeri dirsakan setelah bisul di
kaki kiri pecah, mual(+), muntah (-), pusing(+), batuk (-), bab dan bak tidak ada keluhan.
Ketika berjalan kadang pasien mengeluhkan nyeri pada peruk kiri bawah, dan membaik ketika
istirahat.
Ku: cm
Td: 117/80
N: 98
Rr:20
T: 36.8
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak : s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abdomen: bu(+), hepar dan lien tidak teraba
Nt - + -
- - -
- - +
Akral: hangat, crt 2 D, luka pada ibu jari kaki kiri, pus +
Dx: kolic abdomen
Terapi igd:
Inj. Ondansentron 4 mg
Inj. Ketorolac 1 amp
Observasi, membaik pulang
Omeprazole 20mg 2x1 po
Ibuprofen 400mg 3x1
Cefadroxil 500mg 2x1

11. LK 67 thn
Pasien mengeluhkan lemas, pusing, serta mual.Keluhan dirasakan sudah agustus 2019, keluhan
kambuh kambuhan. Pasien jarang berobat. Selama ini aktivitas pasien masih seperti biasa. 1
minggu terakhir pasien sudah merasakan lemas dan cetap capek, nafsu makan berkurang.
Riw. Hipertensi dan DM disangkal
Ku: komposmentis
Td: 98/70
N: 90
Rr: 20
T: 36.7

Kepala: ca+/+, si-/-


Thorak: s1-s2 reg, sv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: bu +, hepar teraba keras, nt-, dan lien teraba schuffner 4, nt(-)
Akral: hangt, crt kurang 2 D

Cek DL lengkap
USG :
Kesan:
Asites
Hepatosplenomegali
DX: Hepatosplenomegali

Terapi
Inf rL 10 tpm
Inj ondansentron
Rawat inap
Konsul SP.PD

12. PR 40 thn
Pasien mengeluhkan pusing berputar sejak 1 jam sebelum ke ugd, di sertai telinga kanan
berdenging, hari ini pasien sudah 2 kali ke igd dengan keluhan serupa, dalam 1 minggu keluhan
kambuh 4 kali. Mual dan muntah (+) 5kali. Tidak ada keluhan saat bab dan bak, pasien tampak
lemas karena banyak muntaah, dan nafsumakan berkurang.
Riw. HT (+)
Ku: cm
Td: 140/90
N: 88
Rr:20
T: 36.8

Kepala: ca-/-, si-/-, rp +/+


Thorak: s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: bu (+), nt epigastrium (+)
Akral: hangat crt kurang 2 D

Cek DL lengkap

Terapi
Inf rl 20 tpm
Inj. Ondansentron 4 mg
Inj. Dipenhidramin 1amp
Rawat inap
Konsul SP.S

13. 13 th, bb 50kg


Pasien mengeluhkan muntah muntah dari kemarin kurang lebih 3 kali, muntah di rasakan ketika
mau makan, nafsu makan berkurang, batuk (+), bab dan bak tidak ada keluhanPasien
sebelumnya belum perhan mengalami hal serupa.
Ku : cm
Td: 114/64
N: 65
Rr:20
T: 35.9
Bb: 50kg

Kepala: ca -/-, si-/-


Thor: s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-,
Abd: bu(+), nt epigastrium (+)
Akral: hangat, crt kurang 2 D

Terapi igd:
Inf rl 20 tpm
Inj. Ondansenron 4 mg
Inj. ketorolac 1amp
Observasi, membaik pulang
Ondansentron 4 mg 2x1 po
Omeprazole 20 2x1

14. lk. 45thn


Pasien mengeluhkan pusing pandangan kebur sejak kemarin, mual(+), muntah (+), serta nyeri
kepala (+). Pasien juga mengeluhkan sering kencing, sering minum dan banyak pipis. Pasien
mengatakan ada darah tinggi tapi jarang minum obat.
Td: 210/130
N:110
Rr: 20
T: 36.8
Spo2: 97

Kepla: ca-/-, si-/-


Thor: s1-s2 reg, sdv+/-, wh-/-, rh-/-
Abd: bu(+), nt - + -
- - -
- - -
Eks: hangat, crt lebih 2 D

GDS stik : 290 mg/dl


Cek: leb lengkap

DX: HT urgensi, DM tipe 2


Terpi
Inf rl 15 tpm
Inj. Ketorolac
Inj difenhidramin
Captopril 25 mg sublingual

15. lk 45 thn
Pasien mengeluhkan badan lemas dan tidak kuat jalan sejak tadi pagi jam 10 an, dan bicara
tidak jelas, mual muntah (-), nyeri kepala (-). Awalnya pasien merasa lemas ketika bangun
tidur. Tapi lama kelamaan badan tersa lemas dan tidak kuat untuk beraktivitas, anggota gerak
kanan terasa lemah.
Riw: DM(+),
Ku: cm
Gcs: E: 4, V:5 M: 6
Td: 140/90
N:98
Rr: 20
T:36.8
Spo2: 96%
Kepala: ca-/-,si-/-, rp+/+ (isokort)
Thorak: s1- s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd:bu(+), nt(-)
Akral: hangat, crt kurang 2D
Kekuatn otot : 3 / 5
3 / 5
Reflek fisiologi:
- bisep trisep +/+
- brakioradialis +/+
- patela +/+
- archiles +/+
Patologis
Hofman tromner -/-
Babinski -/-
Lab lengkap
Radiologi : ct scan kepala
Terapi igd
02 2lpm
Inf rl 15 tpm
Inj citicolin 250mg
Rawat inap
Konsul dokter SP.S

16.
Pasien wanita hamil usia kandungan 34 minggu, hamil anak pertama mengeluhkan nyeri saat
buang air kecil sudah 3 hari, darah(-), keputihan (+), mual mual tidak sampai muntah. pasien
merasa lemas dan nafsu makan berkurang, gerak janin masih terasa. Keluhan kencang kencang
atau keluar lender darah di sangkal.
Ku: komposmentis
Jam : 13:30
Td: 98/55
N: 130
Rr: 20
T: 37,5

Kepala: ca-/-, si-/-


Thorak: s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abdomen: supel, nt (-)
Akral: hangat, crt kurang 2 D
DX: GIP0A0 dengan isk
Cek DL, UL
Terapi igd
Inf RL 15 tpm
Inf pamol 500mg / 8 jam
Inj, ondansentron 4mg

17. pr. 40 thn


Pasien mengeluhkan sesak Sejak td pagi, sesak mendadak dan membuat pasien sulit bernapas
dan sulit bicara. Pasien juga mengelihkan batuk sudah 3 minggu, mual muntah (-), pusimg (+),
pasien ke igd di antar keluarga dan tidak kuat berjalan. Sebelumnya pasien sering sesak dan
membaik dengan di uap.
Riw. HT(+), Dm(+), asma (+)
Td: 180/90 mmhg
N: 130 x/m
Rr: 30 x/m
T: 36,7 c
Spo2 : 95%
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak: s1-s2, sdv+/+, wh+/+, rh-/-
Abd: supel, bu(+), nt(-)
Akrah: hangat crt kurang 2 D
DX: asma brongkhial

Terapi igd:
02 3lpm
Nebu lasal
Inf rl 15 tpm
Oservasi membaik pulang
Salbutamol 4 mg 3x1 po
Metilprednisolon 4 mg 3x1 po
Edukasi terkait penyakit dan menghindari pencetus

18. lk. 65 thn


Pasien mengeluhkan mual dan muntah setiap mau makan sejak kemarin, serta mengeluhkan
nyeri uluhati, pasien mengatakan beberapa kali pernah mengealami hal serupa tapi membaik
sendiri. Sebelum mengeluhkan sakit pasien dan anaknya makan rujak manga yang di buat oleh
anaknya di rumah. Bab dan bak tidak ada keluhan

Ku: komposmentis
Td: 130/100 mmhg
N: 90 x/m
rr: 20 x/m
T: 36,8 c
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak : s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: supel, nt epigastrium (+)
Akral: hangt crt kurang 2D
Tarapi igd
Inj omeprazoler 1 amp
Inj ondane 1amp
Observasi, membaik pulang
Omeprazole 20 mg 2x1 po
Edukasi terkait penyebab keluhan, seperti menghindari makanan yangg kecut, pedas, kopi
Atur pola makan dengan baik

19. Ny riza febriana 26 thn dgn G2p1A0 uk 40 minggu dengan riw sc 4 tahun lalu

Pasien hamil anak ke dua mengeluhkan keluar lendir dari jalan lahir sekitar jam 01.00, darah
(-), diikitu dengan keluhan kencang kencang. Mual muntah (-), usia kehamilan sudah 9 bulan,
sudah rutin control ke dokter kanduungan, tidak ada riwayat darah tinggi atauoun gula.
Riw kehamilan:
1. Laki laki 4 tahun sc ( lintang ) di RSI mataram
2. Ini

KU: CM
Td: 105/65 mmhg
N: 90 x/m
rr: 20 x/m
T: 36.6 x/m
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak : s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-,rh-/-
Abd: bu(+), nt(-), gerak janin (+)
Akrah: hangat, cr kurang 2 D, edem -/-

His 10 menit 2 kali


Lama kontraksi 30 detik
DX : G2p1A0 uk 40 minggu dengan riw sc 4 tahun lalu
Cek leb lengkap
Terapi:
Rawat inap
Konsul dokter SP.OG

20. Tn nardi 59 thn dengan tebris hari ke 6 susp typhoid


Pasien mengeluhkan deman 8 hari, demam naik turun mual (+), muntah(-), nyeri kepala (+),
badan teraga pegal pegal. Pasien sempat berobat di puskeman dan di berikan obat penurun
panas tapi keluhan belum membaik. Bab dan bak tika ada keluhan.

Ku: komposmentis
Td: 120/70 mmhg
N: 80 x/m
Rr: 20 x/m
T: 37,9 x/m

Kepla: ca-/-, si-/-


Thor: S1-s2 rrg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: supel, nt epigastrium(+)
Akral: hangat crt kurang 2 D

Cek lab :
DL :
Widal : salmonella thipy O 1/320
Terapi igd
Inf rl 20 tpm
Inj. Santagesik 1amp
Inj difenhidramin 1 amp
Rawat inap
Konsul dokter SP.PD
21. Ny siti zaitun 45 tahun dengn HT urgensi

Pasien mengeluhkan nyeri kepala sejak 3 hari yg lalu, mual (+), muntah (-), dada terasa
berdebar debar (+), sesak (-). Awanya pasieng merasakan keluhaan ketika duduk sambil minum
kopi di depan rumah. Karena semakin lama makin pusimg pasien ke UGD. Bab dan bak tidak
ada keluhan. Pasien jarang konsusm si obat darah tinggi dari puskesmas.
Riw. HT (+), DM (-)

Ku: komposmentis
Td: 200/110 mmhg
N: 105 x/m
Rr: 20 x/m
T: 36,8 x/m

Kepla: ca-/-, si-/-


Thorak: s1-s2 reg, sdv+/+, wh-/-,rh-/-
Abd: bu(+), nt epigastriun (+)
Akral: hangat crt kurang 2 D

Terapi :
Inf rl 15 tpm
Inj ondansentron 4 mg
Inj difenhidramin 1 amp
Amlodipine 10 mg sublingual
Rawat inap
Konsul dokter SP.PD

22. LK 62 thn
Seorang laki laki mengeluhkan susah bak sudah 1 hari, saat bak pasien sering mengedan, dan
terasa perih, dan susah keluar. Sebelumya pasien sempat mengeluhkan hal serupa beberapa
bulan lalu namun membaik sendiri. Tidak ada keluhan susah bab.
Ku: komposmentis
Td: 120/70 mmhg
N: 80 x/m
Rr: 20 x/m
T: 37,9 x/m

Kepla: ca-/-, si-/-


Thor: S1-s2 rrg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: supel, nt epigastrium(+)
Akral: hangat crt kurang 2 D
Nyeri ketok kostovetebra -/-

Cek lab
Usg abdomen
DX: retensi urin
Terapi
Pasang kateter
Inj. Ketorolac 1 amp
Rawat inap
Konsup dokter SP. U

23. an. Lk 6 tahun BB. 15 kg


Pasien meneluhkan keluar darah di dagu, darak luar saat pasien terjatuh dah dagu terkena
pinggiran lantai, keluhan dialami 10 sebelum ke ugd. Saat kejadian pasien masih sadar, mual
muntah dan pusing disangkal.
Td: 120/70 mmhg
N: 80 x/m
Rr: 20 x/m
T: 37,9 x/m

Kepla: ca-/-, si-/-, rp +/+,


Region dagu : tampak luka ukuran 4x3x3 cm, tampak bersih, tepi luka rata, darah (+)
Thor: S1-s2 rrg, sdv+/+, wh-/-, rh-/-
Abd: supel, nt epigastrium(+)
Akral: hangat crt kurang 2 D

DX: vulnus laseratum


Terapi:
Hecting luka
Observasi perdarahan post heacting, darah terkontrol pulang
Amoxicin syr 3 x 2 cth po
Parasetamol syr 3 x 1 ½ cth po
Edukasi: luka jangan terkena air terlebih dahulu, control untuk mengganti perban luka.

24. PR 55
Pasien datang dengan keluhan nyeri dada menjalar ke lengan kiri sejak 2 jam yang lalu, pa.
Dada tersa sesak dan berat. Pusing +, batuk -, mual muntah -. Pasien kesulitan untuk berjalan
karena sesak.. Dan riwayat hipertensi tapi tidak rutin minum obat. Riwayat DM (+)
Ku: Kompos mentis
TD: 160/90 mmhg
N: 115 x/ menit
RR: 20x/menit
T: 36.5C
Spo2 : 95
Kepala: ca-/-, si-/-
Thorak: S1-S2 reg, SDV +/+, Wh-/-, Rh-/-,
Abdomen: Bu(+), NT (-)
Akral: teraba hangat, crt kurang 2D, edem -/-
EKG : ST elevasi lid V2,v3
Cek lab

Terapi :
O2 LPM
Inf : RL 15 tpm
Isdn 5 mg
Aspilet 320mg
Clopidogrel 300mg
Rawat ruangan
Konsul SP.JP

25. Anamnesis :
pasien datang dengan keluhan nyeri uluhati sejak tadi pagi. keluhan dirasakan setelah pasien
makam rujak dengan sambal yang pedas. selain itu pasien merasa mual- mual tidak sampai
muntah. saat ini pasien tidak nafsu makan. keluhan pusing disangkal pasien. BAB dan BAK
tidak ada gangguan. sebelumnya pasien pernah mengalami hal serupa dikarenakan sering telat
makan.
ku: komposmentis
vital sign :
TD : 120/80 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 80 x/menit T: 36.6 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : DBN
Abdomen : BU (+), NT epigastrium (+)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D
Dx : dyspepsia
Tatalaksana :
injeksi omeprazole 40mg iv
injeksi ondansentron 4 mg
obserfasi membaik boleh pulang
omeprazole 20 mg 1x1 po

26. PR 7 tahun 20 kg
Pasien datang dengan keluhan binti bintik merah di badan. Bintik merah mulai muncul sejak
tadi malam dan menyebar di bagian badan beberapa di daerah wajah. Bintik merah terasa gatal
dan kadang pasien menggaruknya. beberapa ada yang berisi cairan dan pecah berubah
kehitaman. Sebelumnya pasien merasa demam 1 haru yang lalu dan pusing. Ibu pasien
mengalami keluhan serupa 1 minggu yang lalu. Sebelumnya pasien belum pernah mengalamimi
hal serupa. Status imunisasi teratur sesuai jadwal di puskesmas.

ku: komposmentis
vital sign :
TD : 110/70 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 80 x/menit T: 37.8 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : DBN
Abdomen : BU (+), NT (-)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D
Status lokalis : region badan dan wajah terdapat papul dan vesikel dengan dasar eritem
menyebar, serta terdapat krusta
DX: varisela
Terapi:
Parasetamol 500mg 3X 1/2 tab po
Aciklovir 4 x 400 mg
Cetirizine 10mg 1x1 po
Rawat jalan
Edukasi penyakit pasien menular
Menyarankan agar tidak menggunakan pakaian atau handuk bersamaan anggota keluarga lain
Jangan menggaruk vesikel

27. Laki 50 tanhun


Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah, nyeri perut dirasakan sejak 1 hari yang
lalu, awalnya pasien mengeluhkan nyeri perut dibagian tengah kemudian lama kelamaan nyeri
menjalar sampai ke perut kanan bawah.
Selain mengeluhkan nyeri perut pasien juga mengeluhkan mual dan muntah, nafsu makan
berkurang, sedangkan untuk BAB dan BAK tidak ada keluhan.
ku: komposmentis
vital sign :
TD : 120/70 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 80 x/menit T: 37.8 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : s1-s2 reg, SDV +/+, Wh-/-, RH-/-
Abdomen : BU (+), mc burnei (+)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D
Spesifik pemeriksaan :
Psoas sign +
Obturator sign +
Rovsign sign +

Cek lab:
DL, UL
Radiologi :
USG abdomen
Kesan : appendicitis akut

medikamentosa
- IVFD Ringer Laktat 15 tetes / menit
- Ondancentron 4 mg i.v
- Inj ketorolac 1 amp iv
- Konsul dokter spesialis bedah
Non-medikamentosa
- Puasa

28. Perempuan
Mengeluhkan demam naik turun , demam dirasakan sudah 8 hari, disertai pusing, mual muntah
kadang dirasakan tidak terus menerus, batuk pilek (-), pasien juga mengeluhkan nyeri otot dan
pegal pegal padhal tidak melakukan aktivitas visik yang berat, BAK dan BAK tidak ada keluhan.
Pasien memiliki kebiasaan makan jajanan di luar rumah. Pasien seorang mahasiswi dan tinggal
nge kos.
ku: komposmentis
vital sign :
TD : 120/70 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 80 x/menit T: 37.6 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : s1-s2 reg, SDV +/+, Wh-/-, RH-/-
Abdomen : BU (+), mc burnei (+)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D
Cek Lab :
DL:
Widal :
WBC : 4.55 103/UL
Neut : 74%
HBG: 14 g/dl
PLT : 400 103/UL

Widal :
Salmonella typhi O positif 1/320
medikamentosa
- IVFD Ringer Laktat 15 tetes / menit
- Ondancentron 4 mg i.v
- Inj santagesik 1 amp iv
Rawat inap
Konsul dokter Sp.PD
29. Perempuan
Mengeluhkan pusing berputar, dirasakan 1 jam sebelum ke UGD, pasien juga mengeluhkan mual
dan muntah, pasien merasa lemas dan jalan sempoyongan. Keluhan dirasakan mendadak saat
pasien lagi kerja. Sebelumnya pasien pernah mengeluhkan hal yang serupa dan membaik sendiri.
ku: komposmentis
vital sign :
TD : 120/70 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 80 x/menit T: 36.4 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : s1-s2 reg, SDV +/+, Wh-/-, RH-/-
Abdomen : BU (+), mc burnei (+)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D

Nistagmus tes (+)


medikamentosa
- Ondancentron 4 mg i.v
- Inj difenhidramin 1 amp i.v
- Observasi
- Membaik pasien pulang
Betahistin 6 mg 3x1 po
Flunarizin 5 mg 1x1 po

30. Mengeluhkan bab cair lebih dari 6 kali sejak kemarin, BAB cair terakhir 1 jam sebelum
ke UGD, pasien juga mengeluhkan mual dan muntah setiap kali mau makan, batuk pilek (-), tadi
malam pasien merasa badan panas. Konsistensi bab cair, darah (-), ampas (+). Pasien juga
mengeluhkan nafsu makan menurun dan lemas.

ku: komposmentis
vital sign :
TD : 110/70 mmhg RR: 20 x/ menit
N: 105 x/menit T: 37.6 C
kepala : CA-/-, SI-/-
leher : DBN
thorak : s1-s2 reg, SDV +/+, Wh-/-, RH-/-
Abdomen : BU (+), NT epigastrium (+)
Akral : teraba hangat, CRT < 2 D
medikamentosa
- IVFD Ringer Laktat 20 tetes / menit
- Ondancentron 4 mg i.v
- Inj santagesik 1 amp iv
New diatab 2 tab tiap kali diare
Rawat inap
Konsul dokter Sp.PD