Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENATALAKSANAAN SLE (SISTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS)


DI RUANG 28 RS DR SAIFUL ANWAR MALANG

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT


RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG
2019
Di Susun Oleh:

1. Poltekkes Kemenkes Malang


1) Dimas Bagus Kurniawan (17212195024)
2) Murtin Ismail (17212195017)
3) Yenne Purnamaning Tyas (17212195047)
2. Universitas Brawijaya Malang
1) Arum Sekarani Cahyaningtias (190070300111037)
2) Azka Qothrunnadaa (190070300111004)
3) Achmad Novan Zubairi (190070300111064)
3. Stikes Banyuwangi
1) I Komang Trihadi Wiradarma (201904031)
2) Iqvina Aulia Rahma (201904035)
3) Ikke Navisah (201904033)
4) Hilda Riva Fadhilla (201904030)
4. Unipdu Jombang
1) Tianda Widariani (7419033)
2) Ikhwan Hamid (7419016)
3) Ulul Azmi (7419040)
5. Stikes Hafshawaty
1) Muhammad Jayadi (14901.06.19022)
2) Nuvia Ayu (14901.06.19029)
3) Devita Sari (14901.06.19003)
4) Ozy Liman Ferdiansyah (14901.06.19030)
LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Penyuluhan ini disusun untuk memenuhi tugas praktek


Keperawatan Medikal Bedah di Ruang 20 RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Pada
hari ini kamis tanggal 12 - 12 - 2019.

Institusi : 1) Poltekkes Kemenkes Malang


2) FIK Unipdu Jombang
3) Universitas Brawijaya Malang
4) Stikes Banyuwangi
5) Stikes Hafshawaty

Ruangan : 28
Judul : SLE (Sistemic Lupus Erythematosus)

Telah dikonsultasikan dan disetujui sebagai laporan praktek profesi.

Malang, ………....……..2019

Ketua Kelompok Pembimbing Ruangan

(…………………………….) (…………………………….)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : SLE ( sistemic lupus erythematosus )


Sub pokok bahasan : Penatalaksanaan SLE
Sasaran : Keluarga asien di ruang 28
Tempat : Ruang 28 RS dr Saiful Anwar Malang
Hari/Tanggal : Kamis, 12 Desember 2019
Waktu : 30 Menit

A. Latar Belakang
Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai
Lupus Erythematosus. Lupus Eritematosus sistemik atau Systemic Lupus
Erythematosus (SLE) adalah penyakit radang multi sistem yang sebabnya belum
diketahui, dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan fulminan atau
kronik remisi dan ekuaserbasi, disertai oleh terdapatnya berbagai macam auto
antibodi dalam tubuh. Dalam keadaan normal, sistem kekebalan berfungsi
mengendalikan pertahanan dalam melawan infeksi. Pada penyakit lupus dan
penyakit auto imun lainnya, sistem pertahanan tubuh ini berbalik melawan tubuh,
dimana antibodi yang dihasilkan menyerang sel tubuhnya sendiri. Lupus bisa
berdampak pada semua organ tubuh dari kulit, paru-paru, jantung, ginjal, saraf,
otak maupun sendi dan menimbulkan kematian. Lupus bisa mengenal siapa saja
dari berbagai usia dan kalangan. Bahkan lupus sama bahayanya dengan kanker,
jantung maupun AIDS. Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan
dan organ yang berbeda. Beratnya penyakit bervariasi mulai dari
penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan,
tergantung dari jumlah dan jenis antibody yang muncul dan organ yang
terkena Penyakit lupus memang belum sepopuler penyakit jantung, kanker, dan
lainnya.
Tidak banyak yang mengetahui apa itu penyakit Lupus. Penyakit ini
memang belum banyak dikenal orang. Penyebab penyakit ini diperkirakan adalah
karena faktor keturunan, selain faktor hormon dan lingkungan (seperti stres, sinar
matahari, infeksi, makanan dan obat-obatan). Namun, kini disimpulkan para ahli
bahwa penyebab dari penyakit Lupus adalah bukan merupakan penyakit
keturunan. Penyakit Lupus tidak diturunkan, hanya 5-10% pasien Lupus yang
diturunkan dalam keluarga. Sebagian besar (90%) pasien Lupus tidak mempunyai
saudara ataupun orangtua yang juga sakit Lupus. Penyakit Lupus menyerang
hampir 90% perempuan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat
jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia dewasa ini mencapai lima juta
orang. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia produktif dan setiap
tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru. Di Indonesia jumlah penderita
Lupus yang tercatat sebagai anggota YLI 789 orang, tetapi bila kita melakukan
pendataan lebih seksama jumlah pasien Lupus di Indonesia akan lebih besar dari
Amerika ( 1.500.000 orang). Selain itu, lupus sering disebut sebagai penyakit
1000 wajah karena penyakit ini menyerupai penyakit lain. Sayangnya, bagi
masyarakat penyakit lupus ini masih sangat awam. Untuk itu penulis tertarik
memberikan penyuluhan tentang SLE dan penatalaksanaannya.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan tentang SLE serta penerapan
penatalaksanaan SLE dengan benar.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang lupus diharapkan
keluarga pasien di ruang 28 dapat:
a. Menyebutkan Pengertian Lupus
b. Menyebutkan Penyebab Lupus
c. Menyebutkan Tanda dan Gejala Penyakit Lupus
d. Menjelaskan Pencegahan Lupus
e. Menyebutkan Pengobatan/Penatalaksanaan Lupus
f. Menerapkan penatalaksanaan Lupus
C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab

D. Media Pembelajaran
1. Power point
2. Leaflet

E. Materi
Terlampir

F. Kegiatan Penyuluhan
No Tahapan dan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Klien dan
Waktu keluarga
1. Pembukaan (5’) 1. Mengucapkan 1. Menjawab
salam
2. Memperkenalkan 2. Mendengarkan
diri
3. Menjelaskan tujuan
umum
2. Kegiatan inti 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan
(10’) pengertian Lupus
2. Penjelasan 2. Memperhatikan
penyebab penyakit 3. Memperhatikan
Lupus
3. Menjelaskan tanda 4. Memperhatikan
gejala lupus
4. Menjelaskan cara
pencegahan 5. memperhatikan
penyakit lupus
5. Menjelaskan cara
penatalaksanaan
penyakit lupus

3. Penutup (5’) 1. Mengajukan 1. Menjawab


beberapa
pertanyaan 2. Memperhatikan
2. Merangkum hasil/
kesimpulan materi 3. Menjawab
3. Salam penutup

G. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
a. Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana.
b. 60 % peserta menghadiri penyuluhan.
c. Tempat, media, dan alat penyuluhan sesuai rencana.
2) Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
b. Waktu yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan.
c. 70 % peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan.
d. 70 % peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan.
3) Evaluasi Hasil
Peserta mampu:
a. Menjelaskan pengertian dari Lupus.dengan bahasa sendiri.
b. Menyebutkan penyebab terjadinya Lupus
c. Menyebutkan klasifikasi Lupus
d. Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya Lupus
e. Menjelaskan patofisiologi Lupus
f. Menjelaskan komplikasi Lupus
g. Menyebutkan penatalaksanaan Lupus
Lampiran materi

SLE ( sistemic lupus erithrmatosus )


A. Pengertian Lupus
Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh
manusia. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit autoimune. Penyakit
terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh
manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari
masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh
pemiliknya. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis
Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus
Erythematosus (SLE) dalam bahasa Inggiris. Lupus jenis ini lebih dikenal dan
sering digunakan untuk menyederhanakanpenyebutan dan pemahaman
tentang penyakit ini di kalangan umum. Selain jenis tersebut, terdapat
beberapa jenis penyakit lupus lainnya, seperti neonatal (lupus yang terjadi
pada bayi), dan; drug inducted lupus (lupus yang disebabkan oleh
penggunaan obat)

B. Tanda Dan Gejala Lupus


Adapun tanda dan gejala penyakit Lupus ialah :
1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan
pencernaan.
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang
berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada
masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi,
mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah
menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan
kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka
wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai
mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh
penyakit LUPUS ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

C. Penyebab Lupus
1. Faktor Genetik : Tidak diketahui gen atau gen – gen apa yang menjadi
penyebab penyakit tersebut, 10% dalam keluarga Lupus mempunyai
keluarga dekat ( orang tua atau kaka adik ) yang juga menderita lupus, 5%
bayi yang dilahirkan dari penderita lupus terkena lupus juga, bila kembar
identik, kemungkinan yang terkena Lupus hanya salah satu dari kembar
tersebut.
2. Faktor lingkungan sangat berperan sebagai pemicu Lupus, misalnya :
infeksi, stress, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan
penisilin), cahaya ultra violet (matahari) dan penggunaan obat – obat
tertentu.
3. Faktor hormon, dapat menjelaskan mengapa kaum perempuan lebih
sering terkena penyakit lupus dibandingkan dengan laki-
laki. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit Lupus sebelum periode
menstruasi atau selama masa kehamilan mendukung keyakinan bahwa
hormon, khususnya ekstrogen menjadi penyebab pencetus penyakit Lupus.
Akan tetapi hingga kini belum diketahui jenis hormon apa yang menjadi
penyebab besarnya prevalensi lupus pada perempuan pada periode tertentu
yang menyebabkan meningkatnya gejala Lupus masih belum diketahui.
4. Faktor sinar matahari adalah salah satu kondisi yang dapat
memperburuk gejala Lupus. Diduga oleh para dokter bahwa sinar matahari
memiliki banyak ekstrogen sehingga mempermudah terjadinya reaksi
autoimmune. Tetapi bukan berarti bahwa penderita hanya bisa keluar pada
malam hari. Pasien Lupus bisa saja keluar rumah sebelum pukul 09.00
atau sesudah pukul 16.00 dan disarankan agar memakai krim pelindung
dari sengatan matahari. Teriknya sinar matahari di negara tropis seperti
Indonesia, merupakan faktor pencetus kekambuhan bagi para pasien yang
peka terhadap sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak
kemerahan di bagian muka.kepekaan terhadap sinar matahari
(photosensitivity) sebagai reaksi kulit yang tidak normal terhadap sinar
matahari.

D. Jenis-Jenis Lupus
Jenis-jenis penyakit Lupus ada 3 yaitu :
1. Discoid Lupus – organ tubuh yang terkena hanya bagian kulit!
Dapat dikenali dari ruam yang muncul dimuka, leher dan kulit kepala,
ruam di sekujur tubuh, berwarna kemerahan, bersisik, kadang gatal. Pada
Lupus jenis ini dapat didiagnosa dengan menguji biopsi dari ruam. Pada
discoid lupus hasil biopsi akan terlihat ketidak normalan yang ditemukan
pada kulit tanpa ruam. Dan, jenis ini pada umumnya tidak melibatkan organ-
organ tubuh bagian dalam. Oleh karena itu, tes ANA (pemeriksaan darah
yang digunakan untuk mengetahui keberadaan sistemik lupus – hasilnya bisa
saja bersifat negatif pada pasien pengidap discoid lupus. Akan tetapi pada
sebagian besar pasien dengan jenis discoid lupus – hasil pemeriksaan ANA-
nya positif, tetapi masih dalam tingkatan atau titer yang rendah. 10% pasien
Discoid dapat menjadi SLE.
2. Drug-Induced Lupus – lupus yang timbul akibat efek samping obat.
Pada lupus jenis ini baru muncul setelah odapus menggunakan jenis
obat tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Ada 38 jenis obat yang dapat
menyebabkan Drug Induced. Salah satu contoh faktor yang mempengaruhi
DIL adalah akibat penggunaan obat-obatan hydralazine( untuk mengobati
darah tinggi ) dan procainamide ( untuk mengobati detak jantung yang tidak
teratur ). Tapi tidak semua penderita yang menggunakan obat-obatan ini akan
berkembang menjadi drug induced Lupus, hanya sekitar 4% orang-orang
yang menggunakan obat-obatan tersebut yang akan berkembang menjadi drug
induced dan gejala akan mereda apabila obat-obatan tersebut
dihentikan.Gejala dari drug-induced lupus (DIL) serupa dengan sistemik
lupus. Umumnya gejala akan hilang dalam jangka waktu 6 bulan setelah obat
dihentikan. Pemeriksaan Tes AntiNuclear Antibody ( ANA ) dapat tetap
positif.
a. Sistemic Lupus Erythematosus.
Lupus ini lebih berat dibandingkan dengan discoid lupus – karena
gejalanya menyerang banyak organ tubuh atau sistim tubuh pasien
Lupus. Pada sebagian orang hanya kulit dan sendinya saja yang terkena ,
akan tetapi pada sebagian pasien lupus lainnya menyerang organ vital
organ: Jantung – Paru, Ginjal, Syaraf, Otak.

E. Cara Pencegahan Lupus


Karena penyakit ini menyerang bagian kulit sebaiknya hindari terpaan
sinar matahari secara langung dan berkelebihan. Selain itu anda juga harus
berganti pola hidup anda dengan pola hidup sehat seperti olah raga yang
teratur mengganti menu makanan anda dengan di banyaki sayuran dan buah-
buahan. Dalam makanan sendiri anda juga harus memperhatikan
kandungannya, untuk lebih baiknya sebaiknya konsumsi makanan yang
mengandung banyak vitamin D dan protein. Selain itu waspadai juga
penyakit yang menyerang bagian pencernaan, namun karena penyakit ini
termasuk penyakit genetik sehingga ada juga yang di sebabkan oleh
keturunan. Secara ringkas, dapat disebutkan cara pencegahan penyakit Lupus
ialah :
1. Menghindari stress
2. Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
3. mengurangi beban kerja yang berlebihan
4. menghindari pemakaian obat tertentu.

F. Penatalaksanaan Lupus
Sampai saat ini SLE belum dapat disembuhkan dengan sempurna namun
pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang
mungkin terjadi .Dalam garis besar penatalaksanaan sle dibagi menjadi 2
yaitu :
1. Non farmakologis
a. Istirahat
Kegiatan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan kekambuhan
pada Lupus. Tidur malam 8 sampai 10 jam sehari, sangat dianjurkan,
ditambah dengan tidur sore sebentar dan istirahat sejenak diwaktu siang
hari. Pada lupus yang sedang fit, dianjurkan melakukan olahraga, tapi yang
tidak terlalu berat.
b. Menghindari Stress emosional
Ternyata stres psikis dapat menyebabkan Lupus kambuh. Hal ini
harus pula diketahui orang-orang terdekat odapus. Jika Lupus sedang
mempunyai beban pikiran, sebaiknya dibicarakan dengan orang terdekat,
atau dengan dokter yang merawat. Curhat akan sedikit banyak mengurangi
beban pikiran. Bergabunglah dengan perkumpulan pasien lupus di kota
anda, sehingga anda dapat banyak bertemu dengan sesama Lupus dan akan
saling meringankan beban masing-masing. Misalnya di Jakarta, ada
Yayasan Lupus Indonesia, di Bandung ada Yayasan Syamsi Dhuha, di
Yogyakarta ada Warung Lupus, di Malang ada Perhimpunan PARAHITA,
di Surabaya ada Yayasan Lupus Indonesia Cabang Surabaya.
c. menghindari kontak dan dengan matahari dan perubahan cuaca .
Lupus akan mudah kambuh jika terpapar cukup lama dengan sinar
UV dari matahari, sehingga mereka harus menghindarinya terutama dari
jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Bagaimana caranya? Pakailah baju panjang
yang menutupi tubuh, topi, payung, krim sunblock dengan SPF minimal
15 (namun paling baik dengan SPF 30)
d. diet
Tidak ada makanan yang secara khusus dilarang apa Lupus, namun
adalah bijaksana jika tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung
bahan pengawet atau pewarna yang bukan untuk makanan. Juga jika ada
masalah dengan ginjal, jantung, dll, maka akan ada pembatasan cairan
yang diminum, garam, lemak dll, yang harus dibicarakan lebih lanjut
dengan dokter atau ahli gizi. Lupus juga rentan untuk terjadinya
osteoporosis, karena salah satu obat Lupus adalah golongan steroid
(prednison, methyl prednisolon, deksametason) yang salah satu efek
sampingnya adalah osteoporosis
2. Farmakologis
a. Obat ains digunakan untuk kelainan muskoloskeletal berupa atralgia,
arthritis ,dan mialgia serta kelainan sistemik seperti demam dan serositis
b. Obat anti malaria
Untuk mengatasi kelainan kulit dan atrithis hidroklorokuin dosis 2-3×100
mg/hari membaik dalam beberapa minggu tetapi terdapat efeksamping
terutama pada mata infiltrasi kornea (reversible)dan retinopaty berifat
(ireversible)disertai dengan kebuataan sehingga dianjurkan pemeriksaan
mata setiap 3 bulan sekali
c. kortikosteroid
Mempunyai khasiat untuk anti inflamasi yang kuat dan mampu mencegah
radang tetapi memiliki efek samping seperti
1) Dosis tinggi > cushing sindrome, peningkatan berat badan, penyembuha
luka terganggu, osteoporosis, risiko infeksi meningkat, katarak
2) Ekserbasi oleh terapi> hipertensi,intoleransi glukosa
3) Kadang-kadang> perlemakan hati nekrosis
4) Keadaan dimana memerlukan > gejala susunan saraf pusat ,perikarditis
,miokarditis anemia hemolitik
d. Obat imunosupressif
Indikasi utama nefritis lupus yang dikombinasikan dengan kortikosteroid.
Jenis yang sering dipakai azatioprin dan siklofosfamid. Efek samping yang
ditimbulkan obat : penekanan sumsum tulang dan peningkatan keganasan
DAFTAR PUSTAKA

Dongoes M. E. et all, 1989, Nursing Care Plans, Guidelines for Planning Patient
Care, Second Ed, F. A. Davis, Philadelpia.

Harsono (ED), 1996, Kapita Selekta Neurologi , Second Ed, Gajah Mada
University Press, Yogyakarta.

Hudack. M. C. R and Gallo B. M, 1997, Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik


(Terjemahan), Edisi VI, EGC, Jakarta Indonesia.

Kariasa Made, 1997, Asuhan Keperawatan Klien Epilepsi, FIK-UI, Jakarta.