Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan
perguruan tinggi, yang mencakup bangunan, perabotan, peralatan dan
sistem pengamanan aset di perguruan tinggi. Sesuai dengan visi, misi suatu
perguruan tinggi membutuhkan pengembangan suatu sistem pengelolaan
yang mencakup semua perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan,
pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran semua sarana dan
prasarana. Perguruan ting
gi harus memiliki panduan khusus mengenai kelengkapan, baik itu
dilaboratorium mengenai kecukupan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,
termasuk sistem klasifikasi, inventarisasi dan informasi keberadaannya.
Perguruan tinggi harus memiliki sistem pengelolaan yang menjamin adanya
akses yang lebih luas terutama bagi mahasiswa dan dosen melalui
penerapan model-model resource sharing. Bentuk kepemilikan lain seperti
sewa, pinjam atau hibah harus dinyatakan dalam surat kesepakatan antara
perguruan tinggi dan pihak terkait dengan kepastian hukum yang jelas
(Fauziati, 2009).
Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana
dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasarana yang memadai
tersebut harus memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam
standar operasional prosedur (Fauziati, 2009).
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari praktikum ini adalah, bagaimana
sarana dan prasarana pada laboratorium fitokimia?
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengidentifikasi
sarana dan prasarana pada laboratorium fitokimia.
1.4 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat
mengetahui sarana dan prasarana pada laboratorium fitokimia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam
mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu
yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Bahri,
2012).
Sarana dan prasarana merupakan alat penunjang keberhasilan suatu
proses yang dilakukan dalam pelayanan publik. Apabila sarana dan
prasarana tidak terdapat dalam pelayanan publik tersebut, maka seluruh
kegiatan yang dilakukan tidak akan bisa mencapai hasil yang telah
diharapkan (Bahri, 2012).
Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab
bersama baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang
yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk
mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur
dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu
tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan upaya menjaga
keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan
terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya
bila terjadi kecelakaan (Bahri, 2012).
Kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana di laboratorium fitokimia
ini dilakukan dengan sangat baik, mulai dari kegiatan perencanaan,
perawatan dan penggunaan. Kegiatan perencanaan didasarkan atas
kebutuhan mahasiswa dengan melalui proses analisis kebutuhan yang
panjang agar perencanaan yang dilakukan tepat sesuai dengan kebutuhan
yang dibutuhan. Selain itu kegiatan perawatan yang dilakukan untuk teteap
menjaga eksistensi sarana dan prasarana laboratorium multimedia tidak
hanya dengan melakukan perawatan aktif tetapi juga dengan perawatan
pasif (Bahri, 2012).
Setiap sarana dan prasarana memiliki fungsi yang berbeda-beda,
sesuai dengan lingkup dan penggunaannya. Meskipun berbeda, sarana dan
prasarana mempunyai tujuan yang sama, yakni mencapai hasil yang
diharapkan sesuai dengan rencana (Hadijah, 2016).
2.2 Jenis-jenis sarana Dan Pasarana
2.2.1 Sarana
1. Pintu secara umum berfungsi sebagai akses keluar masuk manusia
menuju/keluar dari ruang di dalam rumah, atau dari luar rumah ke
dalam rumah dan sebaliknya.
2. Jendela berfungsi sebagai fasilitas untuk masuknya sinar matahari dari
luar kedalam
3. Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang
melindungi suatu area. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan
dan menyokong struktur lainnya, membatasi ruang dalam bangunan
menjadi ruangan-ruangan, atau melindungi atau membatasi suatu ruang
di alam terbuka
4. Lantai adalah Sebuah Konstruksi bangunan gedung yang berada diatas
tanah atau yang berfungsi membatasi interior bangunan dengan
permukaan tanah
5. Fungsi lampu sebagai penerangan pada saat malam hari atau di dalam
keadaan gelap.
6.
2.2 Fungsi Utama Sarana Dan Prasarana
1. Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan sehingga mampu
menghemat waktu.
2. Meningkatkan produktivitas baik barang maupun jasa.
3. Hasil kerja lebih berkualitas serta terjamin.
4. Lebih sederhana atau memudahkan dalam gerak para pengguna atau
pelaku.
5. Ketetapan susunan stabilitas pekerja lebih terjamin.
6. Menimbulkan rasa kenyamanan bagi orang-orang yang berkepentingan.
7. Menimbulkan rasa puas pada orang-orang yang berkepentingan yang
mempergunakannya.
2.3 Tujuan dan Manfaat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
1. Tujuan Pemeliharaan
Tujuan pemeliharaan yang utama dapat didefinisikan dengan jelas
sebagai berikut :
a. Untuk memperpanjang usia kegunaan aset, yaitu setiap bagian dari
suatu tempat kerja, bangunan dan isinya;
b. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang
untuk produksi atau jasa;
c. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang
diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu;
d. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan alat
tersebut.
2. Manfaat Pemeliharaan
Pemeliharaan yang baik akan memberikan manfaat yang baik untuk
mahasiswa yang menangani peralatan tersebut. Adapun manfaatnya
sebagai berikut :
a. Jika peralatan terpelihara baik, umurnya akan awet yang berarti tidak
perlu mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat.
b. Pemeliharaan yang baik akan menyebabkan jarang terjadi kerusakan
yang berarti sehingga biaya pembelian dapat ditekan seminim
mungkin.
c. Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol
sehingga menghindari kehilangan.
d. Dengan adanya pemeliharaan yang baik, akan enak dilihat dan
dipandang.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu
Pelaksanaan praktikum Kesehatan dan Keselamatan Kerja tentang
Sarana dan Prasarana di Laboratorium dilaksanakan pada hari Jum’at, 12
Oktober 2018. Tempat pelaksanaan praktikum tentang Hygiene dilaksanakan
di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Mandiri
Gorontalo.
3.2 Alat
Pada Praktikum Kesehatan dan Keselamatan Kerja adapaun alat yang
digunakan dalam pengamatan yaitu alat tulis menulis dan handphone untuk
dokumentasi.
3.3 Prosedur Kerja
Pada praktikum Sarana dan Prasarana di Laboratorium menggunakan
metode pengamatan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Berdasarkan pengamatan terhadap Sarana dan Prasarana di
Laboratorium, hasil yang diperoleh sebagai berikut:
Hasil
No Kategori Item Keterangan
Ya Tidak
1. Sarana Terdapat Pintu di Laboratorium
namun tidak sesuai Standar
Operasional Prosedur, karena
Pintu 
standar pintu yang memenuhi
yaitu pintu yang dapat dibuka
dari dalam dan luar.
Jendela di Laboratorium bisa
dikatakan sesuai Standar
Jendela  Operasional Prosedur karena
dapat menstimulus sirkulasi
udara.
Tidak terdapat Blower di
Blower 
Laboratorium.
Tidak Terdapat Fentilasi di
Fentilasi 
Laboratorium
Terdapat dinding di
Dinding 
Laboratorium
Terdapat lantai yang sesuai
Lantai  Standar Operasional Prosedur di
Laboratorium
Terdapat lampu yang sesuai
Standar Operasional Prosedur di
Lampu 
Laboratorium yang berfungsi
sebagai penerang.
Terdapat Plafon yang sesuai
Plafon  Standar Operasional Prosedur di
Laboratorium
Terdapat AC didalam ruangan
AC  laboratorium namun tidak dapat
berfungsi lagi.
2. Prasarana Jalur Evakuasi tidak terdapat di
dalam ruangan Laboratorium,
namun jalur evakuasinya berada
di luar ruangan. Namun ditinjau
dari Standar Operasinal
Jalur
 Prosedur belum memenuhi
evakuasi
karena jalur evakuasi yang
memenuhi standar yaitu
jalurnya cukup lebar, yang bisa
dilewati agar tidak berdesak-
desakkan.
Tidak terdapat Washtafel di
Washtafel  ruangan Laboratorium.

Tidak terdapat Kran Air di


Kran Air 
ruangan Laboratorium
Tidak terdapat APAR di dalam
ruangan Laboratorium, karena
APAR 
APAR diletakkan pada titik
tertentu.
Spring Tidak terdapat Spring Clear di

Clear ruangan Laboratorium.
Tidak terdapat CCTV di ruangan
CCTV 
Laboratorium.
Stop Terdapat Stop kontak dan
Kontak 
Saklar.
dan Saklar
Tidak terdapat Buku Kontrol di
Laboratorium, tetapi buku
Buku kontrol untuk peminjaman alat

Kontrol disediakan namun yang
menyediakan dari staf
laboratorium.
Meja dan Terdapat Meja dan Kursi
kursi praktikan dan dosen di ruangan

praktikan Laboratorium.
dan dosen
Kipas Terdapat Kipas Angin yang

Angin berfungsi di ruangan
Laboratorium
Terdapat LCD di ruangan
Layar LCD 
Laboratorium.
Terdapat Rak Obat di ruangan
Rak Obat 
Laboratorium.
Tabel 4.1 Hasil Praktikum
4.2 Pembahasan
Observasi Laboratorium dilakukan pada pukul 11.00 – selesai WITA
tanggal 19 Oktober 2018 di Laboratorium Fitokimia STIKES Bina Mandiri
Gorontalo. Prosedur observasi ini adalah dengan melakukan observasi
langsung mengenai Sarana dan Prasaran laboratorium apakah sudah
memenuhi Standar Operasional Prosedur ataupun tidak. Dari segi Sarana
dan Prasarana dapat ditinjau dari dua aspek umum yakni fasilitas
laboratorium dan alat-alat laboratorium yang menunjang praktikum.
Kemudian jika dilihat dari segi fasilitas sarananya yaitu pintu, jendela,
blower, fentilasi, plafon, dinding, lantai, lampu, dan AC. Sedangkan fasilitas
prasarananya yaitu jalur evakuasi, washtafel, kran air, APAR, Spring Clear,
CCTV, stop kontak dan saklar, buku kontrol, meja dan kursi praktikan dan
dosen, kipas angin, layar LCD, Rak obat. Namun dari sarana dan prasarana
tersebut ada yang belum tersedia dan lainnya dalam keadaan rusak.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil dari pengamatan kami tentang
sarana dan prasarana di Laboratorium Fitokimia STIKES Bina Mandiri
Gorontalo belum memenuhi Standar Operasional Prosedur karena masih
banyak yang kurang dalam kelengkapan di dalam Laboratorium.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat di simpulkan, bahwa hasil dari
pengamatan kami tentang sarana dan prasarana di Laboratorium Fitokimia
STIKES Bina Mandiri Gorontalo belum memenuhi Standar Operasional
Prosedur karena masih banyak yang kurang dalam kelengkapan di dalam
Laboratorium.
5.2 Saran
Saran praktikan yaitu diharapkan kepada pengelola dan pengguna
laboratorium, kita wajib menjaga dan merawat laboratorium itu sendiri agar
semua kegiatan di dalam laboratorium dapat berjalan dengan lancar.