Anda di halaman 1dari 2

GAMBARAN KASUS / RINGKASAN KASUS

Informasi Umum : Tn. A.B, umur 37 thn, Jenis kelamin Laki-laki, Agama Islam, Pendidikan SMU,
Alamat Desa Tungtung. NRM 14.18.92, dirawat di ruang HCU Non Infeksius. MRS tanggal 23 Desember
2019 Pukul 10.00 WITA. Dirawat di ruang HCU Non Infeksius tanggal 23 Desember 2019 Pukul 13.00.
Keluhan Utama : Klien mengeluh sesak napas. Riwayat keluhan utama : Pada saat dilakukan pengkajian
tanggal 8 Januari 2020 Pukul 08.00 WITA, klien mengeluh sesak napas sejak 3 hari sebelum masuk
rumah sakit, disertai dengan pusing. Klien mengatakan 2 minggu sebelum masuk rumah sakit klien
mengalami bengkak di seluruh tubuhnya.

Diagnosa Medis : CHF NYHA III - IV, DM Tipe II, AKI, TB Paru, Hipoalbuminemia, Psoriasis
Vulgaris, Hydrocel.

Pengkajian
1. Oksigenasi (Sirkulasi dan Pernafasan) : RR 32 x/menit, TD 110/70 mmhg, Denyut Nadi 108
x/menit, Suhu Badan 36,50C. Akral dingin.
(Pemerikasaan Darah Rutin, Rontgen, Echo, EKG, CT Scan). Hb 16,9 g%, Leukosit 8.100 /Ul,
Trombosit 169.000/Ul, Hematokrit 37,6%.. EKG : sinus Takikardi + RVH (Right Ventricular
Hypertropi), Rontgen Foto Thorax : TB Paru aktif lesi luas dengan sekunder infeksi, Efusi pleura
dextra, elevasi diafragma dextra proses intrahepatik?), Cardiomegaly. USG Abdomen : Ascites,
Multiple cholelith disertai cholecystisis ringan, Cystitis chronic. Hasil Echocardiraphy : Fungsi
sistolik LV baik, EF 79 %, Efusi Pericard.
2. Nutrisi Cairan dan Elektrolit : Klien makan bubur diet jantung 3x1 dihabiskan, klien minum 600
cc/hari. Balance cairan -500cc/hari.
(Pemeriksaan Darah, Kimia Klinik, Fungsi Hati, USG, Rontgen Abdomen) : Glukosa darah sewaktu
(02-01-2020) 309 mg/dl, Glukosa darah sewaktu (06-01-2020) 211 mg/dl, HbA1c 9,2 %. Faal
hati/jantung : Protein Total : 4,9 g/l, Albumin 3,1 g/l. Elektrolit Natrium/Na 118 mEg/l, Kalium/K
3,4 mEg/l, Chlorida/Cl 103 mEg/l.
3. Eliminasi : Klien BAK 7-8 x/hari. Klien BAB 1 kali/hari
(Pemeriksaan Darah Rutin, Fungsi Ginjal, USG) : Ureum 44 mg/dl, Kreatinin 1,0 mg/dl.
4. Aktivitas dan Latihan : Klien hanya terbaring di tempat tidur karena mengalami merasa lemah dan
sesak napas.Kesadaran compos mentis. Skrinning risiko jatuh Morse 35 Risiko sedang.
5. Neurosensori dan Kognitif : klien mengalami gangguan pendengaran, penurunan pendengaran
6. Keamanan/Proteksi : Adaptif
7. Neurolosis (CT Scan, Rontgen) : Rontgen Foto Thorax : TB Paru aktif lesi luas dengan sekunder
infeksi, Efusi pleura dextra, elevasi diafragma dextra 9proses intrahepatik?), Cardiomegaly.
8. Endokrin (GDS, Pemeriksaan Fungsi Tiroid) : Glukosa sewaktu 309 mg/dl
9. Pola Nilai Kepercayaan & Spiritual : Klien beragama islam dan belum dapat melakukan ibadah
sholat selama dirawat. Nilai kepercayaan dan spiritual baik tentang penyakit ini adalah cobaan dari
Allah. Klien sering berdzikir di tempat tidur.
10. Interaksi Sosial : Sangat kooperatif antara keluarga dan petugas kesehatan lainnya

Medical Management.
1. IV line Nacl 0,9 % 16 tetes/menit 7. Ambroxol 30 mg 3x1 per oral
2. Ceftriaxone 1 gr 2x1 iv 8. Clindamicin 300 mg 3x1 per oral
3. Levofloxacin 1x750 mg iv 9. Dorner 20 mg 2x1 per oral
4. Ranitidine 150 mg 2x1 iv 10. Digoxin 0,25 mg 1x1 per oral
5. Sansulin 1x10 unit sc 11. Vip Albumin 500 mg 3x2 peroral
6. Novorapid 3x6 unit sc 12. Salep kulit oles 2x1
Furosemide 0,7 cc/jam syringe pump iv
Diagnosa Keperawatan
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload dan perubahan prekuensi jantung
Nyeri akut berhubungan dengan spasme pembuluh darah
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus kapiler
3. Hipervolemia berhubungan dengan gangguan aliran balik vena
4. Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteri dan vena
5. Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin
6. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
Rencana Keperawatan
1. Dx. 1 : Perawatan jantung
2. Dx. 2 : Pemantauan Respirasi
3. Dx. 3 : Manajemen hipervolemia
4. Dx. 4 : Manajemen Syok Kardiogenik
5. Dx. 5 : Manajemen hiperglikemia
6. Dx. 6 : Manajemen Energi
Implementasi Keperawatan
1. Dx. 1 : Mengidentifiksi tanda dan gejala primer penurunan curah jantung, Memonitor tekanan darah
Memonitor intake dan output, Memonitor saturasi oksigen, Memonitor keluhan nyeri dada,
Memposisikan pasien semi fowler, Memberikan diet jantung yang sesuai, Menganjurkan beraktivitas
fisik secara bertahap, Mengajarkan pasien dan keluarga mengukur intake dan output harian,
Melakukan kolaborasikan pemberian antiaritmia (Digoxin 0,25 mg 1x1 per oral)
2. Dx. 2 : Memonitor frekuensi,irama, kedalaman dan upaya nafas, Memonitor pola nafas , Memonitor
adanya sputum, melakukan auskultasi bunyi nafas, Memonitor saturasi oksigen, Melakukan
dokumentasikan hasil pemantauan, Menjelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
3. Dx. 3 : Memeriksa tanda dan gejala hipervolemi, Mengidentifikasi penyebab hipervolemi, Memonitor
status hemodinamik, Memonitor intake dan output cairan, Memonitor kecepatan infuse secara ketat,
Memonitor efek samping diuretik Membatasi asupan cairan dan garam, meninggikan kepala tempat
tidur 30-40°, Mengajarkan cara mengukur dan mencatat asupan dan haluaran cairan, Melakukan
kolaborasi pemberian diuretic (Furosemide 0,7 cc/jam via syringe pump intravena).
4. Dx. 4 : Memonitor status kardiopulmonal, Memonitor status oksigenasi, Memonitor status cairan,
Memonitor rontgen dada, Mempertahankan jalan nafas paten, Memberikan oksigen untuk
mempertahankan saturasi oksigen > 94%
5. Dx. 5 : Mengidentifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemi, Memonitor kadar glukosa, Memonitor
tanda dan gejala hiperglikemia, Memonitor intake dan output cairan, Memberikan asupan cairan oral,
Mengajarkan pengelolaan diabetes, Melakukan kolaborasi pemberian insulin jika perlu, Melakukan
kolaborasi pemberian cairan IV jika perlu
6. Dx. 6 : Mengidentifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan, Memonitor kelelahan
fisik & emosional, Memonitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas,
Menganjurkan tirah baring, Menganjurkan melakukan aktivitas secara bertahap, Melakukan kolaborasi
pemberian antiaritmia(Digoxin 0,25 mg 1x1 per oral)
Evaluasi :
S : Klien mengatakan masih sesak napas, klien mengatakan pusing, klien mengatakan mempunyai riwayat
penyakit DM, klien mengatakan cepat lelah jika beraktivitas
O : klien tampak sesak napas, akral teraba dingin, tampak distensi JVP, terdengar suara napas tambahan
ronkhi, tampak edema seluruh badan (kaki, tangan, perut), terpasang oksigen 4 liter/menit binasal canul,
TD : 110/80, HR : 106 x/menit, RR : 31 x/menit, SB : 360C, Spo2 98 %, posisi klien semi fowler.
A : Penurunan curah jantung, nyeri akut, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, perfusi perifer tidak
efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah dan intoleransi aktivitas belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi
DEPARTEMEN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO