Anda di halaman 1dari 14

Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No.

2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PADA MATA PELAJARAN PPKN

Muhammad Ridwan1, Sahat Siagian2


Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan
muhammad_ridwan@yahoo.com1

Abstrak: Penelitian dan pengembagan ini bertujuan: (1) mengambangkan bahan ajar mata pelajaran
PPKn; (2) mengetahui efektifitas produk bahan ajar pada mata pelajaran PPKn yang dikembangkan.
Metode penelitian adalah penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) validasi untuk kelayakan isi bahan ajar PPKn adalah baik, (2)
validasi untuk kelayakan penyajian bahan ajar PPKn adalah baik, (3) validasi untuk kelayakan isi
bahan ajar adalah baik, (4) validasi untuk kelayakan penyajian bahan ajar adalah baik, (5) validasi
untuk kelayakan bahasa bahan ajar adalah baik, rentang validasi akhir dari bahan ajar PPKn hasil
pengembangan adalah baik, yang artinya bahan ajar PPKn hasil pengembangan dinyatakan valid.
Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan bahan ajar PPKn hasil pengembangan dengan
hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan buku teks. Hal ini ditunjukkan dengan
hasil pengolahan data dimana diperoleh thitung sebesar 8,666 sedangkan ttabel = 2,042 , pada α = 0,05
dengan dk 98 . Hasil perhitungan dimana thitung > ttabel, thitung yaitu 8,666 > 2,042. Disimpulkan
bahwa jumlah rata-rata nilai postes hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan
menggunakan bahan ajar PPKn hasil pengembangan adalah sebesar 80,667 dan lebih tinggi dari
kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan buku teks, yaitu sebesar 55,333.

Kata Kunci: bahan ajar pada mata pelajaran PPKn

Abstract: Research and pengembagan aims: (1) floating the subjects PPKn instructional materials;
(2) determine the effectiveness of the product instructional materials on subjects PPKn developed.
The research method is a research and development using the Borg and Gall models. The results
showed; (1) validation of the feasibility of the contents of teaching materials PPKn is good, (2)
validation of the feasibility of presenting instructional materials PPKn is good, (3) validation of the
feasibility of the contents of teaching materials is good, (4) validation of the feasibility of the
presentation of teaching materials is good, (5) validation of the feasibility of language teaching
materials is good, the ultimate validation range of teaching materials PPKn result of the development
is good, which means the development of teaching materials PPKn result declared invalid.
Hypothesis testing results prove that there is a significant difference between the learning outcomes
of students that learned to use teaching materials PPKn results with the development of student
learning outcomes that learned to use textbooks. This is indicated by the data processing which
gained tcount of 8.666 while the table = 2.042, at α = 0.05 with 98 hp. The results of calculations
where thitung> ttable, thitung namely 8.666> 2.042. It was concluded that the amount of the average
value group posttest learning outcomes of students that learned to use teaching materials PPKn
development results amounted to 80.667 and was higher than the group of students that learned to
use textbooks, which amounted to 55,333.

Keywords: teaching materials on subjects PPKn

PENDAHULUAN pendidikan yang terpadu tidak hanya dari segi


Pengembangan bahan ajar salah satu kognitif (pengetahuan), akan tetapi dilengkapi
upaya untuk mengatasi kesenjangan antara dengan pendidikan karakter sesuai tuntutan
kondisi ideal dengan kondisi riil yang ada di kurikulum yang berlaku
lapangan. Kondisi ideal yang dimaksud adalah Menurut Holliday (2002), ada lima hal
seperti: ketersediaan model bahan ajar harus yang harus dipertimbangkan dalam buku
sesuai dengan karakteristik konsep bidang mata pelajaran siswa menengah yaitu : isi dari buku
pelajarannya untuk meningkatkan hasil dan informasi terkait, penjelasan buku pelajaran
167
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

yang baik dan masuk akal, menarik dan sebagai manajer pembelajaran dalam kelas..
memotivasi siswa untuk belajar , pertimbangan Guru sebagai manajer pembelajaran yang baik
dihubungkan dengan siswa yang unik, sekolah, dalam proses pembelajaran tentu harus memiliki
komunitas dan materi pendukung yang kreatifitas yang tinggi dalam mengelola
dirancang untuk siswa dan buku yang dihasilkan kelasnya, salah satunya adalah dalam hal
guru dibiayai oleh penerbit yang bereputasi. pemilihan dan penggunaan media dan sumber
Agar buku mempunyai asas manfaat yang tinggi, belajar untuk kepentingan proses pembelajaran.
pengarang juga menyajikan ketajaman dan Implementasi kurikulum 2013
jangkauan informasi yang dapat dipelajari direncanakan dilengkapi dengan buku siswa dan
melalui bukunya. Buku yang baik memuat visi pedoman guru yang disediakan oleh Pemerintah.
(arah), misi (pesan), konteks (kaitan), konten Strategi ini memberikan jaminan terhadap
(isi) dan proses dari suatu informasi (Martono, kualitas isi/bahan ajar dan penyajian buku serta
2005). Buku pelajaran dapat juga menjadi media bahan bagi pelatihan guru dalam keterampilan
pembelajaran yang sangat berarti apabila buku melakukan pembelajaran dan penilaian pada
pelajaran tersebut digunakan sebagai alat proses serta hasil belajar peserta didik. Pada
komunikasi untuk membawa informasi akurat bulan Juli 2013 yaitu pada awal implementasi
dari sumber belajar kepada pembelajar. Kurikulum 2013 buku seharusnya sudah dimiliki
(Silitonga dan Situmorang, 2009). oleh setiap peserta didik dan guru. Namun
Yamin (2009), Buku pelajaran sangat kenyataannya dilapangan pengembangan
efektif sebagai media pembelajaran karena (1) kurikulum tidak sejalan dengan pengembangan
Penyampaian materi pelajaran dapat terhadap sarana prasarana yang dibutuhkan
diseragamkan, (2) Proses pembelajaran menjadi tersebut. Pemerintah sudah melunjurkan
lebih menarik dan interaktif, (3) Jumlah waktu kurikulum 2013 tersebut tetapi buku pedoman
belajar-mengajar dapat dikurangi, (4) Kualitas guru dan pegangan siswa belum mampu
belajar siswa dapat ditingkatkan, (5) Proses terpenuhi.
belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, Buku sebagai salah satu sumber harus
(6) Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran dapat mendukung proses dan pencapaian tujuan
maupun terhadap proses belajar dapat belajar, dapat membangkitkan motivasi dan
ditingkatkan, (7) Peran guru dapat berubah minat belajar siswa. Selain buku teks yang
kearah yang lebih positif dan produktif. kurang sesuai standar kompetensi dan
Melalui buku teks pelajaran peserta kompetensi dasar, kurangnya kemampuan guru
didik diharapkan dapat memperoleh informasi untuk menyediakan bahan ajar sebagai salah satu
yang lebih terjamin keakuratannya karena media dan sumber belajar, kemampuan
informasi tersebut diperoleh dari sumber lain menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai
selain dari guru. Sejalan dengan paradigma dengan karakteristik mata pelajaran terkesan
pendidikan bergeser dari guru sebagai pusat monoton dan tidak diperkaya dengan hal-hal
pem-belajaran (teacher centered) kepada peserta baru yang melibatkan siswa dalam kegiatan
didik sebagai pusat pembelajaran (student pembelajaran,sehingga siswa cenderung hanya
centered), peserta didik perlu didorong dan menerima dan menghapal konsep yang diberikan
diberi peluang untuk mencari informasi dari tanpa mengetahui hubungan antara pengetahuan
berbagai macam sumber, seperti buku teks yang diperoleh dengan penerapannya dalam
pelajaran, secara mandiri. Oleh karena itu, buku kehidupan sehari-hari terutama dalam bertindak,
teks pelajaran sebagai sumber informasi berperilaku dan memecahkan masalah yang ada
seyogjanya memiliki kualitas yang baik, yang disekitarnya (Angelina, 2010). Melihat
memenuhi kriteria standar tertentu. besarnya peranan PPKn dalam kehidupan
Hamalik (2008) menyatakan tiga faktor berbangsa dan berNegara, tuntutan yang muncul
yang memengaruhi keberhasilan suatu untuk guru PPKn adalah bagaimana guru dapat
implementasi kurikulum, yakni dukungan kepala membelajarkan siswa sehingga pembelajaran
sekolah, dukungan rekan sejawat guru, dan PPKn menjadi bermakna dengan didasarkan
dukungn internal dalam kelas. Dari faktor-faktor pada pilar-pilar belajar (learning to know,
tersebut guru merupakan faktor penentu utama learning to do, learning to be, and learning to
dalam keberhasilan implementasi kurikulum, live together) dan pembelajaran yang sesuai
karena guru lah yang berperan sebagai konteksnya dengan kehidupan alam, realistik
implementator utama dalam pembelajaran, yakni

168
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

serta menerapkan penilaian (assesmen) berbasis Menyediakan dan memuat bahan pembelajaran,
kompetensi. serta Menyeleksi atau menyediakan aktivitas
Hal penting dalam merancang bahan pembelajaran. pembelajaran, maka setiap bahan
ajar adalah bahwa organisasi isi bahan ajar harus ajar harus memenuhi komponen-komponen
berpijak pada karakteristik struktur isi mata yang relevan dengan kebutuhan pebelajar.
pelajaran yang sesuai dengan apa yang diamanat Komponen-komponen tersebut juga harus dapat
dalam kurikulum yang berlaku, sehingga dapat memberikan motivasi, mudah dipelajari dan
meningkatkan perolehan belajar dan retensi dipahami pebelajar. Lebih penting lagi adalah
daripada sekedar mengikuti urutan isi buku teks. relevan dengan sifat mata kuliah yang disajikan.
Reigeluth (1992) juga menyarankan sebaiknya Selain itu, bahan ajar juga harus memiliki
rancangan bahan ajar memodifikasi salah satu karakteristik tertentu yang membedakannya
model baku (standard blue print) yang paling dengan buku-buku yang lainnya (Degeng,
sesuai dengan kebutuhan khusus pembelajaran. 1989).Bahan ajar yang dapat memudahkan
Peserta didik yang berhubungan dengan sumber belajar adalah bahan ajar yang memiliki
belajar mempelajari pesan akan melakukan komponen-komponen yang jelas berupa: (1)
internalisasi dan diduga meningkatkan ranah tujuan umum pembelajaran, (2) tujuan khusus
kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. pembelajaran, (3) petunjuk khusus pemakai
Bahan ajar merupakan komponen isi buku ajar, (4) uraian isi pelajaran yang disusun
pesan dalam kurikulum yang harus disampaikan secara sistematis, (5) gambar/ illustrasi untuk
kepada siswa. Komponen ini memiliki bentuk memperjelas isi pelajaran, (6) rangkuman, (7)
pesan yang beragam, ada yang berbentuk fakta, evaluasi formatif, dan tindak lanjut untuk
konsep, prinsip/kaidah, prosedur. Dalam Yaumi, kegiatan belajar berikutnya, (8) daftar bacaan,
M (2013) Pengertian bahan pembelajaran adalah dan (9) kunci jawaban.
seperangkat bentuk yang disusun untuk Dalam Mulyasa (2013) Kurikulum 2013
kebutuhan belajar. Bahan pembelajaran juga dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
disebut learning materials (bahan Ajar) yang (1) mengembangkan keseimbangan antara
mencakup alat bantu visual seperti handout, pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa
slides/overheads, yang terdiri atas teks, diagram, ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan
gambar dan foto, serta media lain seperti audio, kemampuan intelektual dan psikomotorik; (2)
video, dan animasi. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang
Menurut Dick dan Carey (1996) memberikan pengalaman belajar terencana
pengembangan bahan ajar meliputi: (1) dimana peserta didik menerapkan apa yang
mengidentifikasi kebutuhan untuk menetapkan dipelajari di sekolah ke masyarakat dan
tujuan, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) memanfaatkan masyarakat sebagai sumber
mengidentifikasi karakteristik siswa, (4) belajar; mengembangkan sikap, pengetahuan,
merumuskan tujuan performansi, (5) dan keterampilan serta menerapkannya dalam
mengembangkan acuan patokan, (6) berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
mengembangkan startegi pembelajaran, (7) memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan dan memilih materi mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan,
pembelajaran, (8) merencanakan dan melakukan dan keterampilan.
evaluasi sumatif. Kompetensi diartikan sebagai
Dalam Yaumi, M (2013) Bahan ajar pengetahuan, keterampilan dan sikap nilai yang
dapat dibagi tiga jenis, yaitu: Bahan cetak, bahan terwujud dalam kebiasaan berpikir dan
bukan cetak, dan kombinasi cetak-bukan cetak. bertindak. Kompetensi Dasar adalah: sejumlah
Bahan pembelajaran merupakan wujud kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta
pelayanan satuan pendidikan terhadap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai
didik. Pelayanan individu peserta didik dapat rujukan untuk menyusun indikator kompetensi
tercipta dengan baik melalui bahan ajar yang (Mulyasa, 2006). Kompetensi Dasar
dikembangkan secara khusus yang berpedoman dikembangkan dari Kompetensi Inti, sedangkan
terhadap kurikulum yang sedang berlaku saat itu. pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada
Terdapat enam langkah pengembangan bahan Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti merupakan
ajar, yaitu: Mempersiapkan garis-garis besar kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi
bahan pembelajaran, Melakukan penelitian, Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan
Menguji bahan pembelajaran yang tersedia, . pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik

169
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata menarik; (13) Memantapkan nilai-nilai; (14)
pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta Selaras dan tidak bertentangan dengan
didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran Pancasila dan UUD 1945 serta peraturan
dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif. perundang-undangan yang berlaku; dan (15)
Ruang lingkup mata pelajaran Tidak mengandung unsur yang dapat
Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek- menimbulkan gangguan ketertiban yang
aspek sebagai berikut: (1) Persatuan dan berkaitan dengan suku, agama, dan ras
Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam (Mastutiningsih, 2003).
perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan Pada dasarnya, sumber belajar yang
sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, dipakai dalam pendidikan atau pelatihan adalah
Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, suatu sistem yang terdiri dan sekumpulan bahan
Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan
positif terhadap Negara Kesatuan Republik dibuat agar siswa belajar secara individual.
Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan, Menurut Mulyasa (2006), bahwa pada
(2) Norma, hukum dan peraturan, meliputi: hakekatnya tidak ada satupun sumber belajar
Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di yang dapat memenuhi segala macam kebutuhan,
sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, oleh karena itu bicara sumber belajar perlu
Peraturanperaturan daerah, Norma-norma dalam dipandang dalam arti luas, jamak dan beraneka
kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim ragam.
hukum dan peradilan nasional, Hukum dan Menurut Martono (2005), ada beberapa
peradilan internasional, (3) Hak asasi manusia peran sentral bahan ajar dalam memberdayakan
meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan siswa, yaitu : Bahan ajar dapat ditempatkan
kewajiban anggota masyarakat, Instrumen sebagai sumber informasi setelah guru, buku
nasional dan internasional HAM, Pemajuan, dapat menarik minat dan niat siswa untuk
penghormatan dan perlindungan HAM, (4) menguasai informasi dengan motivasi tinggi,
Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong bahan ajar dapat berperan sebagai manejer
royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, dalam kegiatan belajar siswa, bahan ajar dapat
Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan memenuhi tuntutan kurikulum dan memuat
mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan implementasi pesan kurikulum bahkan dapat
bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan melebihinya, bahan ajar dapat digunakan
warga Negara. sebagai wacana untuk melatih daya nalar dan
Menurut Martono (2005), bahan ajar pembentukan sikap siswa untuk menghadai
berperan penting bagi guru dan siswa sebagai perubahan dunia yang relatif cepat., bahan ajar
kenderaan untuk mencapai kompetensi. Bagi dapat memuat informasi yang essensial dan
siswa bahan ajar akan berpengaruh terhadap srtategis, bermanfaat sebagai alat pemecahan
kepribadaiannya, walaupun tidak sama antara masalah dan bahan ajar dapat menyajikan
satu siswa dengan siswa lainnya. Bahan ajar informasi yang komunikatif, menarik dan tidak
berfungsi sebagai masukan instrumental dalam membosankan
proses pembelajaran. Bahan ajar pelajaran merupakan salah
Dengan bahan ajar yang baik, yang satu sumber belajar dan media pembelajaran
isinya mencakup Kompetensi Dasar (KD) yang sangat penting untuk mendukung
sesuai dengan tuntutan standar isi, standar tercapainya kompetensi-kompetensi yang
bahan ajar secara umum (penyajiannya menjadi tujuan pembelajaran. Bahan ajar dapat
menarik, bahasanya baku, illustasi tepat dan menguatkan dan mendukung informasi materi
menarik) maka diharapkan proses yang disampaikan oleh guru dalam pembelajaran
pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa agar berkembang, mudah diingat dan dapat
mencapai hasil yang optimal. Beberapa faktor diulang-ulang agar informasi tersebut tumbuh
yang mempengaruhi kualitas bahan ajar, yaitu: dan berkembang sehingga mencapai kompetensi
(1) Sudut pandang; (2) Kejelasan konsep; (3) yang diinginkan (Metsala dan Glynn, 1996).
Relevan dengan kurikulum; (4) Menarik minat; Bahan ajar dapat juga menjadi media
(5) Membutuhkan motivasi; (6) Mentimulasi pembelajaran yang sangat berarti apabila bahan
aktivitas siswa; (7) Ilustrasi; (8) Bahasanya ajar tersebut digunakan sebagai alat komunikasi
sesuai dengan siswa; (9) Kalimatnya efektif; untuk membawa informasi akurat dari sumber
(10) Bahasa yang sopan, sederhana dan belajar kepada pembelajar. (Silitonga dan

170
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Situmorang, 2009). Media adalah segala sesuatu disajikan benar secara keilmuan, mutakhir
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (sesuai dengan hakekat pengetahuan).
dan dapat merangsang pikiran, membangkitkan Porposionalitas dimaksudkan bahwa uraian
semangat, perhatian dan kemauan siswa materinya memenuhi keseimbangan
sehingga dapat mendorong terjadinya proses kelengkapan, kedalaman dan seimbang antara
pembelajaran pada diri siswa. Bahan ajar adalah materi pokok dengan materi pendukungnya., (2)
media komunikasi yang sangat tepat untuk Aspek penyajian. Penyajian harus lengkap,
menginformasikan ilmu, tekhnologi, seni, agama sistematis, kesesuaian sajian dengan tuntutan
dan ide-ide. Bahan ajar sebagai media pembelajaran yang berpusat pada siswa dan cara
pendidikan sangat diperlukan dalam penyajian yang membuat enak dibaca dan
pembelajaran karena akan dapat menjelaskan dipelajari serta menumbuhkan minat dan niat
berbagai fenomena yang sulit, termasuk konsep siswa untuk mempelajarinya, (3) Aspek Bahasa
yang abstrak menjadi pengetahuan yang realistis dan keterbacaan. Bahasa adalah sarana
(Souhwick, 2007). Agar bahan ajar dapat efektif penyampaian dan penyajian bahan, seperti
menunjang pencapaian kompetensi dan kosakata, kalimat, paragraf dan wacana,
bermakna terhadap prestasi belajar, maka bahan sedangkan keterbacaan berkaitan dengan tingkat
ajar harus memenuhi standar mutu. kemudahan bahasa bagi tingkatan siswa, (4)
Yamin (2009), bahan ajar sangat efektif Aspek grafika. Grafika berkenaan dengan fisik
sebagai media pembelajaran karena : buku, yang meliputi ukuran buku, jenis kertas,
penyampaian materi pelajaran dapat cetakan, ukuran huruf, warna dan illustrasi yang
diseragamkan, proses pembelajaran menjadi membuat siswa menyenangi, meminati untuk
lebih menarik dan interaktif, Jumlah waktu membacanya.
belajar-mengajar dapat dikurangi, kualitas Rumusan masalah penelitian dan
belajar siswa dapat ditingkatkan, proses belajar pengembangan ini adalah: (1) Bagaimana urutan
dapat dilakukan dimana dan kapan saja, sikap materi pelajaran PPKn yang layak dan tepat
positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun untuk diajarkan di SMA kelas X agar sistematis
terhadap proses belajar dapat ditingkatkan, peran dan mudah dipahami oleh siswa yang memenuhi
guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar
produktif (KD) sesuai dengan kurikulum 2013?; (2)
Materi pembelajaran (instructional Bagaimana desain bahan ajar PPKn SMA kelas
materials) adalah pengetahuan, keterampilan, X yang efektif agar dapat membantu siswa
dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam dalam mengoptimalkan hasil belajarnya?
rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi METODE
pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, Penelitian ini dilaksanakan di
konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan Kabupaten Aceh Tamiang, dengan memilih
sikap atau nilai (Sudrajat, 2009). SMA Negeri 1 Kejuruan Muda. Populasi
Menurut Wibowo (2005), ada empat merupakan keseluruhan dari unsur-unsur yang
aspek yang harus diperhatikan dalam akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini
pengukuran kualitas buku pelajaran, yaitu : (1) adalah seluruh siswa kelas X. Sampel penelitian
Aspek materi pelajaran. Materi pelajaran diambil secara acak 2 kelas, yang melakukan uji
merupakan bahan pelajaran yang disajikan coba bahan ajar hasil pengembangan. Validator
dalam buku pelajaran yang harus dalam penelitian ini adalah validator ahli (dosen)
memperhatikan relevansi, edukasi, keakuratan dan validator pengguna yaitu guru PPKn SMA,
dan proposionalitas. Isi materi pelajaran harus yang mengajar di kelas X SMA atau guru PPKn
sesuai dan relevan dengan tuntutan kurikulum yang mempunyai pengalaman mengajar SMA di
yang berlaku, dengan kompetensi yang harus kelas X serta memiliki jenjang pendidikan
dimiliki oleh lulusan tingkat pendidikan tertentu, akademis minimal S1 PPKn.
dengan tingkat perkembangan serta karakteristik Penelitian ini merupakan penelitian R &
siswa yang menggunakan bahan ajar tersebut. D (Research and Development) yang merujuk
Kecukupan mengandung arti bahwa muatan pada langkah-langkah penelitian pengembangan
materi harus memadai dalam rangka mencapai model Borg and Gall (1983), pengembangan
kompetensi, tidak kurang dan tidak berlebihan. bahan ajar merujuk pada Dick and Carey. Pada
Keakuratan diartikan bahwa isi materi yang tahap analisis, kegiatan yang dilakukan berupa

171
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

analisis beberapa aspek pembelajaran yang akan Rata – rata Kriteria validasi
dicapai sesuai dengan materi pembelajaran. 3,26 – 4,00 Valid dan tidak perlu revisi
analisis aspek tersebut dibagi menjadi 5 tahap, 2,51 – 3,25 Cukup valid dan tidak perlu
yaitu : melakukan studi pendahuluan, revisi
mengidentifikasi kebutuhan, analisis 1,76 - 2,50 Kurang valid, sebagian isi
pembelajaran, melakukan studi pendahuluan, buku perlu di revisi
mengidentifikasi kebutuhan sesuai acuan 1,00 - 1,75 Tidak valid dan perlu revisi
kurikulum 2013, dan analisis pembelajaran total
sesuai KI dan KD mata pelajaran PPKn SMA
Kelas X, Hasil perhitungan rentang validitas
Tahap berikutnya adalah tahap disesuaikan dengan angka kesepakatan dan
pengembangan bahan ajar. Tujuan dari tahap dapat ditentukan dengan rumus :
pengembangan adalah mengembangkan materi Rata-rata =
 Skor x Jumlah val idator 
pembelajaran berupa rancangan awal bahan ajar,
dengan penyempurnaan berdasarkan
serangkaian kegiatan yang terstruktur dan Jumlah val idator
sistematis, sehingga dihasilkan bahan ajar PPKn Rentangan validasi dari angka tersebut
yang layak digunakan dalam pembelajaran dan sekaligus menarik kesimpulan dari hasil.
PPKn. Pada tahap pengembangan ini terdiri dari Untuk menganalisis data kualitatif dilakukan
beberapa kegiatan, yakni : (1) validasi bahan ajar dengan menggunakan tingkat persentase
oleh dosen (validator ahli) dan pengajar (guru) kesepakatan dalam mengambil kesimpulan,
PPKn SMA dilanjutkan dengan revisi, (3) uji sedangkan untuk melihat efektivitas bahan ajar
coba terbatas pada 64 siswa, (4) analisis data, pembelajaran PPKn dilakukan langkah-langkah
serta (5) penulisan laporan. sebagai berikut:
Angket penilaian dari validator 1. Mentabulasi hasil tes belajar siswa
menggunakan instrument dari BSNP 2. Mencari nilai rata-rata, standar deviasi,
menggunakan skala Likert dengan kategori varians, median, modus, dan membuat
sebagai berikut : distribusi frekwensi data hasil belajar siswa.
Angka 1 berarti sangat tidak setuju ( skor 1 ) Melakukan uji-t untuk melihat signifikansi
Angka 2 berarti tidak setuju ( skor 2 ) perbedaan hasil belajar siswa pada taraf
Angka 3 berarti setuju ( skor 3) signifikansi 5%.
Angka 4 berarti sangat setuju ( skor 4 ) 3. Untuk pengujian hipotesis penelitian ini
Penentuan tentang validitas diketahui dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t
melalui rentang skor tertinggi dikurangi skor
terendah dibagi dengan skor tertinggi. Rentang __ __
kriteria validitas analisis nilai rata-rata yang di x1  x 2
gunakan dapat di lihat pada tabel 3.1. Skala thitung = 𝑆 1 1
√𝑛 +𝑛
penilaian yang digunakan adalah 1 sebagai skor 1 2

terendah dan 4 sebagai skor tertinggi dengan


2 (𝑛1 −1)𝑆12 +(𝑛2 −1)𝑆22
S = 𝑛1 +
Tabel 3.1 Rentang validitas analisis nilai rata-
rata hasil perhitungan berdasarkan penilaian
HASIL DAN PEMBAHASAN
validator terhadap materi pengembangan bahan
Hasil
ajar pelajaran PPKn

Tabel 1. Penilaian bahan ajar PPKn berdasarkan Kelayakan Isi oleh validator ahli
Kelayakan Isi Komponen Tanggapan Rentang
1 2 3 4 Validasi
Cakupan Materi Kelengkapan kompetensi - - - √
Keluasan materi - - - √ 3,75
Kedalaman materi - - √ -
Penjelasan kompetensi inti - - - √
Akurasi fakta - - - √ 3,80

172
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Akurasi Akurasi konsep - - - √


Materi Akurasi prinsip/hukum - - - √
Akurasi prosedur/metode - - - √
Akurasi teori - - √ -
Kesesuaian dengan perkembangan ilmu - - - √
3,67
Kemuktahiran Keterkinian/ketermasaan fitur (contoh-contoh) - - √
Kutipan termasa (up to date) - - √ -
Menumbuhkan sikap spritual - - - √
Menumbuhkan etos kerja - - - √
Wawasan Menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, - - - √
Produktivitas 3,80
dan berpikir kritis
Menumbuhkan sikap sosial - - - √
Menumbuhkan daya saing - - √ -
Menumbuhkan rasa ingin tahu - - - √
4,00
Keingintahuan Memberi tantangan untuk belajar lebih jauh - - - √
Mengembangkan kecakapan personal - - - √
Kecakapan Mengembangkan kecakapan social - - - √
4,00
Hidup Mengembangkan kecakapan akademik - - - √
(life skills) Mengembangkan kecakapan vokasional - - - √
Wawasan Apresiasi terhadap kekayaan potensi Indonesia - - - √
keindonesian dan Menyajikan contoh-contoh konkret dari - - √ -
3,5
Kontekstual lingkungan lokal, nasional, regional, dan
internasional.
Kontektualisasi Menyajikan struktur sosial dalam berbagai - - - √
pengembangan kehidupan masyarakat
3,5
wawasan Mengembangkan nilai keadi;lan SARA - - √ -
kompetensi
Rata-rata 3,75

Rentang validasi bahan ajar PPKn hasil pengembangan berdasarkan standar kelayakan
penyajian menurut validator ahli disajikan pada tabel 2.

Tabel 2. Penilaian bahan ajar PPKn berdasarkan Kelayakan Penyajian oleh validator ahli
Kelayakan Komponen Tanggapan Rentang
Penyajian 1 2 3 4 Validasi
Konsistensi sistematika sajian dalam bab - - - √
Kelogisan penyajian - - - √
Hubungan antar fakta, antar konsep dan antar - - √ -
prinsip serta antar teori
Teknik Keseimbangan antar bab dan keseimbangan - - - √
Penyajian substansi antar subbab dalam bab
3,63
Kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam - - √ -
bab
Penyajian tabel, gambar dan lampiran harus disertai - - - √
dengan rujukan termasa
Identitas tabel, gambar dan lampiran - - √ -
Pengantar - - - √
Glosarium - - - √
Pendukung Daftar pustaka - - √ -
3,50
penyajian Indeks - - - √
Materi Kunci jawaban setiap akhir bab - √ - -
Ringkasan setiap akhir bab - - - √

173
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Berpusat pada peserta didik - - √ - 3,67


Keterlibatan peserta didik - - √ -
Keterjalinan komunikasi interaktif - - √ -
Penyajian
Kesesuaian dengan karakteristik mata pelajaran - - - √
pembelajara
Kemampuan merangsang kedalaman berpikir - - √ -
n 3,17
peserta didik
Kemampuan memunculkan umpan balik untuk - - √ -
evaluasi diri

Deskripsi data hasil validasi Menurut Pengguna (Guru)


Pada penelitian ini, bahan ajar pelajaran PPKn yang telah dikembangkan, dinilai oleh
pengguna (guru). responden guru yang dimaksud adalah enam orang guru PPKn sebagai pemakai
produk yang mengajar di kelas X. Penilaian standar kelayakan isi dimulai dari cakupan materi,
akurasi materi, kemutakhiran, wawasan produktivitas, keingintahuan, kecakapan hidup,
mengembangkan wawasan keindonesian dan kontektual, serta kontekstualisasi pengembangan
wawasan kompetensi.

Tabel 3. Penilaian Bahan ajar PPKn Berdasarkan Kelayakan Isi BSNP Menurut Responden Guru.
Kelayakan Isi Komponen Tanggapan Rentang
1 2 3 4 Validasi
Cakupan Materi Kelengkapan Kompetensi - - 1 5 3,8
Keluasan materi - - 1 5 3,8
Kedalaman materi 1 5 3,8
Akurasi fakta - - - 6 4,0
Akurasi konsep - - 3 3 3,5
Akurasi Akurasi prinsip/hukum - - 2 4 3,6
Materi Akurasi prosedur/metode - - 1 5 3,8
Akurasi teori - - 2 4 3,6
Kesesuaian dengan perkembangan ilmu - - 2 4 3,6
Keterkinian/ketermasaan fitur (contoh- - - 2 4 3,6
Kemuktahiran contoh)
Kutipan termasa (up to date) - - 3 3 3,5
Menumbuhkan semangat kewirausahaan - - 4 2 3,3
Wawasan Menumbuhkan etos kerja - - 2 4 3,6
Produktivitas Menumbuhkan semangat inovasi, kreativitas, - - 1 5 3,8
dan berpikir kritis
Menumbuhkan daya saing - - 2 4 3,6
Menumbuhkan rasa ingin tahu - - 3 3 3,5
Keingintahuan Memberi tantangan untuk belajar lebih jauh - - 2 4 3,6
Mengembangkan kecakapan personal - - 4 2 3,3
Kecakapan Mengembangkan kecakapan social - - 2 4 3,6
Hidup Mengembangkan kecakapan akademik - - 2 4 3,6
(life skills) Mengembangkan kecakapan vokasional - - 4 2 3,3
Apresiasi terhadap kekayaan potensi - 1 3 2 3,1
Indonesia
Kontekstual Menyajikan contoh-contoh konkret dari - 1 4 1 3,0
lingkungan lokal, nasional, regional, dan
internasional.
Menumbuhkan struktur sosial dalam berbagai - - 2 4 3,6
kehidupan masyarakat
Mengembangkan nilai keadilan dan SARA - - 2 4 3,6
Rata-rata 3,59

174
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Penilaian Bahan Ajar PPKn Berdasarkan Standar Kelayakan Bahasa


Penilaian berdasarkan standar kelayakan bahasa dilakukan dengan memberikan tanda
checklist (√) pada setiap skor. Skor urutan penilaian adalah 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju,
3 = setuju, 4 = sangat setuju. Penilaian bahan ajar berdasarkan kelayakan bahasa terdiri beberapa
sub komponen penilaian, yaitu kesesuaian dengan perkembangan peserta didik, komunikatif, dialog
dan interaktif, lugas, koherensi dan keruntutan alur pikir, kesesuaian dengan kaidah Bahasa
Indonesia yang benar dan penggunaan istilah dan simbol/lambang.

Tabel 4. Penilaian bahan ajar pelajaran PPKn Berdasarkan Kelayakan Bahasa menurut guru.
Kelayakan Komponen Tanggapan Rentang
Bahasa 1 2 3 4 Validasi
Kesesuaian dengan Kesesuaian dengan tingkat perkembangan
perkembangan berpikir peserta didik - - 2 4 3,6
peserta didik
Kesesuaian dengan tingkat perkembangan
emosional peserta didik - - 1 5 3,8
Komunikatif Keterpahaman peserta didik terhadap pesan - - 2 4 3,6
Kesesuaian ilustrasi dengan substansi pesan - 1 2 3 3,3
Kemampuan memotivasi peserta didik
- - 2 4 3,6
Dialog dan untuk merespon pesan
interaktif Dorongan berpikir kritis - 1 1 4 3,5
Lugas Ketepatan struktur kalimat - - 2 4 3,6
Kebakuan istilah - 1 1 4 3,5
Ketepatan antar bab, antar sub bab dan antar
Koherensi dan sub bab dalam bab, dan antar alinea dalam - - 3 3 3,5
keruntutan alur sub bab
pikir Keterkaitan antar kalimat dalam satu alinea - - - 6 4,0
Keutuhan makna dalam bab, dalam sub bab
dan makna dalam satu alinea - - 1 5 3,8
Kesesuaian dengan Ketepatan tata bahasa - - 2 4 3,6
kaidah Bahasa Ketepatan ejaan
- - 3 3 3,5
Indonesia
Penggunaan istilah Konsistensi penggunaan istilah - - 1 5 3,8
simbol/lambang Konsistensi penggunaan simbol / lambang - - 3 3 3,5
Rata-rata 3,6

Penilaian Bahan Ajar Pelajaran PPKn Berdasarkan Standar Kelayakan Penyajian


Penilaian berdasarkan standar kelayakan penyajian dilakukan dengan memberikan tanda
checklist (√) pada setiap skor. Skor urutan penilaian adalah 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju,
3 = setuju, 4 = sangat setuju. Penilaian buku berdasarkan kelayakan penyajian terdiri beberapa sub
komponen penilaian, yaitu teknik penyajian, pendukung penyajian materi, penyajian pembelajaran.
Pada sub komponen teknik penyajian terdapat butir-butir penilaian antara lain: konsistensi
sistematika sajian dalam bab; kelogisan penyajian; keruntutan konsep; hubungan antar fakta, antar
konsep, antar prinsip serta antar teori; keseimbangan antar bab dan keseimbangan substansi antar
sub bab dalam bab; kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam bab; penyajian tabel,
gambar, dan lampiran harus disertai dengan rujukan termasa; identitas tabel, gambar, dan lampiran.

Tabel 5. Penilaian bahan ajar pelajaran PPKn berdasarkan Standar Komponen Kelayakan
Penyajian BSNP menurut responden guru
Kelayakan Komponen Tanggapan Validasi
Penyajian 1 2 3 4
Konsistensi sistematika sajian - 6 4,0
Kelogisan penyajian 2 4 3,6

175
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Keruntutan konsep 2 4 3,6


Hubungan antara fakta, antar konsep dan antar 1 1 4 3,5
prinsip, serta antar teori
Teknik Keseimbangan antar bab dan keseimbangan 3 3 3,5
Penyajian substansi antar sub bab dalam bab
Kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi 2 4 3,6
dalam bab
Penyajian tabel, gambar, dan lampiran harus 2 1 3 3,2
disertai dengan rujukan termasa
Identitas tabel, gambar, dan lampiran 1 1 4 3,5
Pengantar 2 4 3,6
Pendukung Lampiran: Glosarium 1 - 5 3,6
Penyajian Lampiran: Daftar pustaka 1 5 3,8
Materi Lampiran: Indeks 2 4 3,6
Lampiran: Kunci jawaban di setiap akhir bab 1 2 2 1 2,5
Ringkasan di setiap akhir bab 2 4 3,6
Berpusat pada peserta didik 2 4 3,6
Keterlibatan peserta didik 1 5 3,8
Penyajian Keterjalinan komunikasi interaktif 2 4 3,6
Pembelajara Kesesuaian dengan karakteristik mata pelajaran 2 4 3,6
n Kemampuan merangsang kedalaman berpikir 2 4 3,6
peserta didik
Kemampuan memunculkan umpan balik untuk 2 4 3,6
evaluasi diri
Ringkasan di setiap akhir bab 1 5 3,8
Rata-rata 3,56

Rentang validasi secara keseluruhan yang diperoleh untuk bahan ajar PPKn SMA kelas X
sesuai kurikulum 2013 ini berarti berada pada kisaran rata-rata 3,26-4,00 yang berarti bahan ajar
PPKn yang dikembangkan dinyatakan valid dan tidak perlu revisi.

Tabel 6. Rentang Validasi Akhir bahan ajar PPKn


Komponen Penilaian Rata-Rata Rentang Validasi
Buku Pelajaran Komponen
Kelayakan Isi 3,59
Kelayakan Bahasa 3,60
Kelayakan Penyajian 3,56
Rata-rata 3,58

Hasil Uji Coba Tahap IV/ Uji Coba Lapangan


Hasil uji coba lapangan akan dijadikan data untuk mengukur kelayakan Isi dari produk yang
dikembangkan, sekaligus untuk mengetahui sampai sejauh mana manfaat produk tersebut bagi
peserta didik dalam proses belajar mengajar. Hasil evaluasi terhadap bahan ajar pada aspek kualitas
materi pembelajaran sesuai kriteria kelayakan dari BSNP berdasarkan ujicoba lapangan dapat dilihat
pada tabel pada tabel 7.

Tabel 7. Penilaian bahan ajar pelajaran PPKn Berdasarkan Standar Komponen Kelayakan Isi
BSNP pada Ujicoba Lapangan.
Kelayak Komponen Tanggapan Rentang
an Isi 1 2 3 4 Validasi
Cakupan Kelengkapan Kompetensi - - 3 29 3,9
Materi Keluasan materi 2 5 20 5 2,9

176
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Kedalaman materi - - 25 7 3,3


Akurasi fakta - 6 18 8 3,1
Akurasi konsep - - 2 30 3,9
Akurasi Akurasi prinsip/hukum - - 16 16 3,5
Materi Akurasi prosedur/metode - 1 30 1 3,0
Akurasi teori - - 2 30 3,9
Kesesuaian dengan perkembangan ilmu - 2 2 28 3,8
Keterkinian/ketermasaan fitur (contoh- - 13 14 5 3,75
Kemutah contoh)
iran Kutipan termasa (up to date) - - 11 21 3,66
Menumbuhkan semangat kewirausahaan - 12 18 2 2,7
Wawas Menumbuhkan etos kerja - 15 9 8 2,8
an Menumbuhkan semangat inovasi, - 10 20 2 2,75
Produkti kreativitas, dan berpikir kritis
vitas Menumbuhkan daya saing - - 11 21 3,66
Menumbuhkan rasa ingin tahu - - 3 29 3,9
Keingin Memberi tantangan untuk belajar lebih - - 1 31 3,97
tahuan jauh
Kecakap Mengembangkan kecakapan personal - - 12 20 3,6
an Hidup Mengembangkan kecakapan social - - 12 20 3,6
(life Mengembangkan kecakapan akademik - 3 12 15 3,2
skills) Mengembangkan kecakapan vokasional - - - 32 4,0
Apresiasi terhadap kekayaan potensi - - 30 2 3,06
Indonesia
Kontekst Menyajikan contoh-contoh konkret dari - - 30 2 3,06
ual lingkungan lokal, nasional, regional, dan
internasional.
Menumbuhkan struktur sosial dalam - - 25 7 3,2
berbagai kehidupan masyarakat
Mengembangkan nilai keadilan dan - - 6 26 3,8
SARA
Rata-rata 3,40

Efektifitas Bahan Ajar PPKn SMA Hasil pengujian normalitas dan homogenitas test. Uji
Pengembangan Normalitas test terhadap kelas kontrol dan
Bahan ajar PPKn yang telah eksperimen dengan menggunakan program
dikembangkan dan divalidasi oleh validator ahli SPSS (Kolmogorove-Smirnove).
dan guru, berdasarkan hasil ujicoba perorangan, Berdasarkan hasil uji normalitas,
ujicoba kelompok kecil dan ujicoba lapangan homogenitas tersebut diperoleh bahwa kedua
dengan hasil bahan ajar tersebut telah valid dan kelompok yaitu kelompok eksperimen dan
tidak perlu revisi, maka selanjutnya dipilih satu kelompok kontrol berdistribusi normal dan
bab dari bahan ajar PPKn untuk melihat memiliki varians yang homogen (sama) maka
keefektifitasan dari bajan ajar PPKn tersebut. untuk mengetahui signifikansi perbedaan rata-
Dari sebelas kelas yang ada di sekolah yang rata kedua kelompok data itu dihitung dengan
menjadi tempat sampel, maka diambil dua kelas uji t pada taraf signifikansi  = 0,05 dengan
untuk dijadikan kelas kontrol dan kelas kriteria pengujian: Kriteria pengujiannya adalah
eksperimen untuk mengetahui efektifitas dari tolak H0 jika ttabel  thitung dan terima H0 untuk
bahan ajar PPKn. Dalam hal ini, keefektifitasan
dilihat dari nilai pretest dan postest kelas yang kondisi lainnya dengan taraf signifikansi yang
dijadikan sampel untuk perlakuan. Dari hasil telah ditentukan
evalusi yang telah diperoleh, dilakukan

177
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Tabel 8. Group Statistics


Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Postes Eksperimen 30 80.67 10.681 1.950
Kontrol 30 55.33 11.929 2.178

Independent Samples Test


Levene's Test
for Equality
of Variances t-test for Equality of Means
95% Confidence
Interval of the
Difference
Sig.
(2- Mean Std. Error
F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper
Equal .649 .424 8.666 58 .000 25.333 2.923 19.481 31.185
variances
Pos assumed
tes Equal 8.666 57.3 .000 25.333 2.923 19.480 31.187
variances not 06
assumed

Berdasarkan rata-rata prestasi belajar yang melalui tahapan-tahapan, yaitu:


siswa diperoleh bahwa pembelajaran validasi pengguna (guru), validasi ahli, uji
menggunakan bahan ajar PPKn hasil coba terhadap calon pengguna bahan ajar
pengembangan dapat meningkatkan prestasi dan dikembangkan berdasarkan hasil uji
belajar siswa, yaitu dapat dilihat dari rata-rata coba dan saran-saran perbaikan serta hasil
nilai postest pada kelas eksperimen temuan-temuan dilapangan. Oleh karena itu
dibandingkan dengan kelas kontrol. Jumlah produk pengembangan bahan ajar yang
rata-rata keseluruhan pada kelas eksperimen dihasilkan merupakan hasil perbaikan dan
diperoleh 80,667 dan rata-rata kelas kontrol pengembangan sesuai dengan kurikulum
55,333. Hasil ini menyatakan bahwa 2013 berdasarkan standar kelayakan dari
penggunaan bahan ajar PPKn hasil BSNP dan kebutuhan pengguna dalam hal
pengembangan efektif untuk meningkatkan ini para peserta didik dan guru.
hasil belajar siswa pada pengajaran PPKn. 2. Rentang validasi yang diperoleh pada usulan
materi PPKn adalah 3,5 berarti usulan materi
PENUTUP dari bahan ajar PPKn yang diajukan layak
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan, digunakan dalam pengembangan bahan ajar
hasil dan pembahasan penelitian pengembangan pelajaran PPKn berbasis kurikulum 2013
bahan ajar mata pelajaran PPKn SMA kelas X 3. Penilaian bahan ajar pelajaran PPKn
berbasis kurikulum 2013 yang dikemukakan berdasarkan empat kelayakan dari BSNP
sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai diperoleh rata-rata rentang validasi 3,54 Ini
berikut: berarti bahwa, bahan ajar pelajaran PPKn
1. Penelitian pengembangan ini mengacu pada berdasarkan standar kelayakan isi, bahasa,
model pengembangan Dick & Carey (2005) penyajian dn kegrafikan telah valid dan tidak
dan untuk model pengembangan bahan ajar perlu direvisi kembali.
digunakan model pengembangan produk 4. Penggunaan bahan ajar pelajaran PPKn hasil
Borg & Gall (2005). Oleh karena itu proses pengembangan berbasis kurikulum 2013,
dan prosedur yang dilakukan dalam efektif untuk meningkatkan hasil belajar
penelitian ini merupakan langkah dan proses siswa pada pengajaran PPKn. Hal ini dapat
177
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

dilihat dari hasil perolehan rata-rata Mangal, S.K., (2002), Advanced Education
efektifitas pada kelas eksperimen yang Psychology, New Delhi; Prentice-Hall of
menggunakan bahan ajar pelajaran PPKn India.
hasil pengembangan, yaitu 80,667 lebih Martono, K., (2005.), Peranan Buku Dalam
tinggi dibandingkan dengan rata-rata Proses Belajar Mengajar, (on line),
efektifitas pada kelas kontrol tanpa bahan hhtp//www:ganeca.blokspirit.com/archiv
ajar hasil pengembangan, yaitu 55,333. e. Diakses 20 Desember 2011.
Metsala, J.L., dan Glynn, S., (1996), Teaching
DAFTAR PUSTAKA with Analogies, Building on the science
Afrida, EY., (2012), Analisis Dan Standarisasi textbook, The Reading Teacher 49(6):
Buku Pelajaran Kimia Kelas XI SMK 490.
Sesuai KTSP Tesis. Medan; Program Mulyasa, E., (2006), Kurikulum Berbasis
Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Kompetensi. Konsep, Karakteristik, dan
Akker J.V (1999). Principles and Methods of Implementasi. Bandung; Remaja
Development Research. Pada J. van den Rosdakarya.
Akker, R.Branch, K. Gustafson, Nieven, Mulyasa, E., (2013), Pengembangan dan
dan T. Plomp (eds), Design Approaches Implementasi Kurikulum 2013. Bandung;
and Tools in Education and Training (pp. Remaja Rosdakarya.
1-14). Dortrech: Kluwer Academic Napitupulu, S., (2007), Berbagai Pendekatan
Publishers. Dalam Belajar Mengajar, Jakarta; Bumi
Angelina. (2010). Pengaruh Strategi Aksara
Pembelajaran dan Gaya Belajar Roestiyah. N. K., (1989), Strategi Belajar
Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Mengajar, Jakarta; Bina Aksara.
Swasta Gajah Mada Medan. Thesis. Reigeluth. (1992). Instructional Design
Medan: Program Pascasarjana Unimed. Strategies and Tacties. Educational
Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983). Technology Publications. New Jersey:
Educational Research: An Introduction, Englewood Cliffs.
Fifth Edition. New York: Longman. Sanjaya, W., (2008), Strategi Pembelajaran
Boyce, L.N., Van Tassel, J., Burrus, J.D., Sher, Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
B.T., dan Jhonson, D.T., (1997), A Ed. 1 Cet. 4, Jakarta; Kencana.
Problem-Based Curriculum: Parallel Santyasa, I Wayan. (2009). Metode Penelitian
Learning Opportunities for Student and Pengembangan dan Teori Pengembangan
Teacher, Journal of the Education of the Modul. Makalah disajikan dalam
Gifted 20: 363-366. Pelatihan Bagi Para Guru TK, SD, SMP,
Dick, W. dan Carey, L. (1996). The Systematics SMA, dan SMK, Bali 12-14 Januari 2009.
Design Of Instruction. New York : Singaraja: Universitas Pendidikan
Longman Ganesha.
Emzir., (2008), Metodologi Penelitian Silitonga, L.L., dan Situmorang, M., (2009),
Pendidikan, Jakarta; PT. Raja Grafindo. Efektifitas Media Audiovisual Terhadap
Gay, L.R. (1991). Educational Evaluation and Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada
Measurement: Com-petencies for Pengajaran Sistem Koloid. Jurnal
Analysis and Application. Second edition. Pendidikan Kimia. 1 (1): 45-51.
New York: Macmillan Publishing Sitepu, B.P., (2005), Memilih Buku Pelajaran,
Compan. Jurnal Pendidikan Penabur. No.04/Th
Holliday, W.G., (2002), Selecting a Science IV/Juli: 120.
Textbook, Science Scope 25 (4): 16-20. Southwick, F.S., (2007), Theodore E.
Mastutiningsih, T. (2003). Keefektifan Kalimat Woodward Award: Spare Me the
Pada Wacana Buku Pelajaran Bahasa Powerpoint and Bring Back the Medical
Indonesia Untuk Kelas I SLTP Terbitan Textbook, Trans Am Clin Climatol Assoc.
Swasta (Studi Kasus Buku Pelajaran 118: 116.
Bahasa Indonesia Terbitan Yudistira dan Supriadi, D., (2000), Anatomi Buku Sekolah Di
Erlangga). Skripsi. Semarang: Unnes Indonesia, Yogyakarta; adicita.

179
Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan, Vol. 3, No. 2, Desember 2016, p-ISSn: 2355-4983; e-ISSN: 2407-7488

Suriani, R., (2011), Analisis Dan Standarisasi Yamin, M., (2009), Desain Pembelajaran
Buku Pelajaran Kimia SMA kelas XI Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan,
Semester 1 berdasarkan Kurikulum Jakarta; Gaung P.
Tingkat Satuan Pendidikan, Tesis tidak Yaumi, M., (2013), Prinsip-prinsip Desain
diterbitkan, Medan; PPs Universitas Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada
Negeri Medan Media Group.

180