Anda di halaman 1dari 28

www.amazon.co.

uk

Reflective Practice
By. Kurniaty Ulfah

uul14@yahoo.com
01 Definisi/batasan Refleksi dan Praktik Reflektif

02 Tujuan Refleksi dan Praktik Reflektif


Pokok
Bahasan 03 Jenis-jenis Refleksi

04 Strategi dan Pendekatan Praktik Reflektif


Pendahuluan

Kemampuan refleksi di dalam /saat


praktik dan setelah praktik
merupakan salah satu dimensi
yang penting untuk keberhasilan
praktik profesional dan
pengembangan keahlian.

Reflective practice  strategi pengembangan


profesional yang dimulai dengan praktik
profesional sehari-hari seorang praktisi.
Definisi Refleksi dan
Reflektif Praktis
Definisi Reflection dan Reflective Practice

Reflection Reflective Practice


Proses belajar melalui Suatu upaya penuh
pengalaman sehari-hari. kesadaran untuk berpikir aktif
tentang apa yang dilakukan
Refleksi sering dimulai ketika dalam praktik sehari-hari agar
respon rutin menghasilkan menjadi lebih terampil.
kejutan, hasil yang tidak
terduga, menyenangkan atau
tidak menyenangkan Konteks  praktik kebidanan
Tujuan Membangun
pemahaman yang baik
Pengembangan
profesionalisme untuk
Mendemonstrasikan
kompetensi dalam
terhadap tindakan modifikasi dan praktik terkait lingkup
profesional penyesuaian praktik praktik dan kompetensi
Jenis Refleksi
Anticipatory reflection

Reflection -in-action

Reflection-on-action
Anticipatory Reflection
Juga terjadi dalam situasi
berorientasi tugas tertentu,
misalnya refleksi yang terjadi
ketika merencanakan sesi
asuhan

Dapat terjadi dalam kaitannya dengan


situasi masalah tertentu yang terus
berulang dalam praktik

Terjadi sebelum tindakan dalam


praktik profesional
Reflection-in-Action
Respons rutin dalam Refleksi memunculkan
praktik klinis eksperimen di tempat
1 4
menghasilkan kejutan

Kejutan mengarah pada 2 3 Refleksi-dalam-aksi


refleksi di tengah-tengah menimbulkan
aksi pertanyaan kritis
Reflection-on-Action (Retrospective)
Memberikan kesempatan untuk
Sebagian besar latihan reflektif
yang disengaja memfasilitasi
merefleksikan lebih dalam dan lebih banyak
refleksi retrospektif
domain

Terjadi setelah suatu


peristiwa dan berbeda dari
refleksi-in-action
3 5
1

Dapat digunakan mengikuti suatu 2


peristiwa dalam praktik atau
refleksi-in-action sebagai
4 Dapat memberikan peluang untuk
konsolidasi makna, teori praktik,
evaluasi terhadap apa yang dan pengetahuan dalam praktik
terjadi dalam praktik
Praktik Reflektif Kritis

Praktik reflektif yang terbaik bukanlah hanya seperangkat teknik operasional atau
sekelompok keterampilan akademik, tetapi lebih merupakan sikap kritis.
Praktik reflektif yang baik membawa praktisi melampaui kompetensi menuju
kemauan dan keinginan untuk mengambil tindakan profesional yang diberikan
dengan pengawasan yang serius. (Johnson & Bradley, 1996)
1. Kenapa praktik reflektif penting bagi praktik kesehatan
profesional?
Reflective practice  menggali isu dan
Perlunya peningkatan pemahaman pertanyaan terkait praktik, memeriksa
kompleksitas isu-isu praktik di kalangan kembali pengetahuan praktik apakah masih
praktisi kesehatan profesional sesuai

Mempertahankan kompetensi Reflective Practice  identifikasi


kekuatan dan kelemahan  rencana
pengembangan diri

Sistem pelayanan kesehatan yang cepat Penting memilih informasi untuk


berubah akses informasi yang cepat, praktik klinik
ledakan informasi
2. Mengecek asumsi
Apa yang kita asumsikan tentang diri kita, praktik kita, klien kita dan
individu lain  memiliki dampak yang dahsyat terhadap bagaimana
kita bekerja sebagai
profesional kesehatan.

Mengecek asumsi adalah bagian


integral dari sebuah refleksi
3. Menggali dan memeriksa
pengalaman

Bagaimana
kepribadian
dan
pengalaman
profesional
memengaruhi
praktik anda?
Belajar dari pengalaman
Experiential Learning Cycle (David Kolb, 1984)
0 4. Anticipatory
Reflection

Berpikir tentang klien


dan isu-isu yang
diperlukan dalam
mengatasi masalah klien
Berhenti sebentar untuk refleksi

Artikulasi Aksi/
tujuan Tindakan

1 2 3 4 5

Adanya Analisis Evaluasi


pemicu kesenjangan
Mempelajari insiden kritis
Kesempatan untuk belajar Pengalaman luar biasa atau biasa

Kejadian positif atau Kejadian yang


negatif, sangat baik berlangsung dengan
atau buruk baik
Karakteristik Apa saja?
Pemahaman nilai,
Kejadian yg tidak
kepercayaan;
sesuai rencana
identifikasi isu etik

Membantu eksplorasi Kejadian yang berkontribusi


asumsi  kualifikasi dan belajar
Get a modern PowerPoint
Presentation that is beautifully
designed.

Belajar dari kejadian


yang baik atau
menyenangkan
Belajar dari kejadian yang
buruk atau menyedihkan
Refleksi Rekaman Kasus
D. Implementasi strategi:
• Apa tindakan yang akan diambil
untuk mencapai tujuan D. Hasil:
• Apakah tujuan tercapai
• Apa yang terjadi dari hasil
C. Pertimbangan alternatif: tindakan
• Apa alternatif solusi

B. Tujuan yang diharapkan:


• Apa yang anda dan orang lain
harapkan Case
Record

E. Penilaian:
A. Dilema/kejutan dalam praktik: • Apakah tujuan anda adalah yang terbaik
• Siapa yang terlibat • Apakah rencana anda berjalan sesuai keinginan
• Apa informasi latar belakang • Apa kejadian kritis, keputusan, situasi, pengaruh hasil
• Apa peran anda • Apa yang akan anda lakukan selanjutnya, jika ada
Integrasi strategi reflektif dalam
praktik profesional

Langkah 1

Menyadari adanya kesempatan belajar dalam


praktik profesional anda

Langkah 2

Membuat dan menyimpan jurnal refleksi 


rekaman penting wawasan, pelajaran, dan
perubahan dalam pandangan atau filosofi praktik
Tujuan/Manfaat Membuat Jurnal Reflektif

Your Text Here

• Merekam pengalaman

• Mengembangkan pembelajaran

• Memperdalam mutu belajar berpikir kritis dan sikap kritis

• Memungkinkan pemahaman terhadap proses belajar diri sendiri

• Memfasilitasi belajar dari pengalaman

• Meningkatkan keterlibatan aktif dan belajar


Tujuan/Manfaat Membuat Jurnal Reflektif

Your Text Here

• Meningkatkan kemampuan refleksi dan memperbaiki kualitas belajar

• Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

• Sebagai sarana penilaian dalam pendidikan formal

• Meningkatkan praktik profesional atau individu profesional

• Untuk eksplorasidiri, konstruksi makna diri dan pemahaman pandangan seseorang

• Meningkatkan nilai individu terkait pemberdayaan diri


Tujuan/Manfaat Membuat Jurnal Reflektif

Your Text Here

• Untuk tujuan terapeutik  mengubah perilaku

• Sebagai sarana ’memperlambat’ belajar  dengan mempertimbangkan situasi dengan


lebih cermat

• Meningkatkan kreativitas

• Terbiasa menulis bebas dan mengembangkan cara berpikir

• Memberikan alternatif ’suara’ untuk mengekspresikan diri

• Mendorong perkembangan refleksi dan interaksi kretif dalam suatu kelompok


Bossers, A, et al. 2007. Preceptor
Education Program for Health
Professionals and Students (PEP).
01 University of Western Ontario:
Canada. www.preceptor.ca

Bassot, B. 2013. The Reflective


Reference
02 Journal. Palgrave Macmillan

Bolton, G and Delderfield, R. 2018.


03 Reflective Practice, Writing and
professional development. 5th
edtion. UK: Sage Publishing
Get the ’Pearl’ from your own practice

Thank You