Anda di halaman 1dari 13

PEMERINTAH KOTA KUPANG

DINAS KESEHATAN KOTA KUPANG


BLUD PUSKESMAS NAIONI
Jl. Sikib KelurahanNaioni, Kec Alak, Kupang

Email : puskesmasnaioni@yahoo.com Hp. 081245991552


KEPUTUSAN
KEPALA PUKESMAS NAIONI
Nomor : C/7.0.0.0/ SK/PKM-NMF/V/2018

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS PUSKESMAS NAIONI

KEPALA PUSKESMAS NAIONI

Menimbang : a. bahwa pelayanan klinis Puskesmas dilaksanakan berdasarkan


kebutuhan pasien;
b. bahwa pelayanan klinis Puskesmas perlu memperhatikan mutu
dan keselamatan pasien;
c. bahwa untuk menjamin pelayanan klinis dilaksanakan sesuai
kebutuhan pasien, bermutu, dan memperhatikan keselamatan
pasien, maka perlu disusun kebijakan pelayanan klinis di
Puskesmas Naioni.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
tahun 2014, tentang Puskesmas;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
tahun 2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG KEBIJAKAN


PELAYANAN KLINIS PUSKESMAS NAIONI
Kesatu : Kebijakan pelayanan klinis di Puskesmas Naioni
sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari surat keputusan ini;

Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan
perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Naioni
Pada tanggal : 01 Mei 2018

KEPALA UPT PUSKESMAS NAIONI

dr. Panondang N. Panjaitan


NIP. 19680903 199203 1 008
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS NOMOR C/ VII/ SK/ PKM-
NMF/V/2018/I
TENTANG : KEBIJAKAN PELAYANAN
KLINIS PUSKESMAS NAIONI

A. PENDAFTARAN PASIEN
1. Pendaftaran pasien harus dipandu dengan prosedur yang jelas
2. Pendaftaran dilakukan oleh petugas yang kompeten yang memenuhi kriteria
sebagai berikut : Memiliki pendidikan SMA/SMK/ DIII rekam medik
3. Pelaksanaan pendaftaran harus memperhatikan ketepatan identitas pasien
untuk menjamin keselamatan pasien.
4. Identitas pasien harus dipastikan minimal dengan dua cara dari cara
identifikasi sebagai berikut: nama pasien, tanggal lahir pasien, alamat/tempat
tinggal, pekerjaan, dan nomor rekam medis
5. Informasi tentang jenis pelayanan klinis yang tersedia dan informasi lain
yang dibutuhkan masyarakat yang meliputi : jadwal buka loket pendaftaran,
persyaratan pendaftaran, tarif, petugas pemberi pelayanan, ketersediaan
tempat tidur, alut pendaftaran, alur pelayanan, hak dan kewajiban pasien dan
informasi tentang kerjasama dengan fasilitas kesehatan yang lain harus
dapat disediakan di tempat pendaftaran
6. Hak dan kewajiban pasien harus diperhatikan pada keseluruhan proses
pelayanan yang dimulai dari pendaftaran
7. Hak-hak pasien meliputi :
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di
puskesmas.
b. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.
c. Memperoleh informasi tentang pendaftaran yaitu alur pendaftaran, waktu,
tarif, jenis, sarana pelayanan, tenaga kesehatan yang ada, rujukan dan
ketersediaan tempat tidur
d. Memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional, manusiawi, adil, jujur, dan
tanpa diskriminasi
e. Memilih tenaga/profesi kesehatan bila memungkinkan
f. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar
dari kerugian fisik dan materi
g. Meminta konsultasi tentang penyakir yang dideritanya kepada
dokter/dokter ggi lain yang mempunyai surat ijin praktek baik di dalam
maupun di luar Puskesmas
h. Mendapat informasi yang meliputi : diagnosis dan tata cara tindakan
medis, tujuan tindakn media, alternative tindakan, risiko dan komplikasi
yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
serta perkiraan biaya pengobatan
i. Memperoleh informasi sebelum memberikan persetujuan mengenai
tindakan yang akan dilakukan.
j. Memperoleh informasi tentang kesehatan/edukasi, tindak lanjut
pelayanan, efek samping, dan risiko pengobatan, serta alternative
pelayanan dan pengobatan
k. Mendapatakan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk
data-data medisnya

1
l. Menolak atau tidak melanjutkan pengobatan setelah mendapatkan
penjelasan yang diperlukan
m. Memilih sarana pelayanan rujukan yang diinginkan
n. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan
8. Kewajiban pasien meliputi :
a. Mematuhi peraturan yang berlaku di Puskesmas.
b. Menggunakan fasilitas Puskesmas secara bertanggungjawab
c. Menghormati hak-hak pasien lain, pengunjung, dan hak Kesehatan serta
petugas lainnya yang bekerja di Puskesmas.
d. Memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan akurat sesuai
kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya.
e. Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan
kesehatan yang dimilikinya.
f. Mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh Tenaga
Kesehatan di Puskesmas dan disetujui oleh Pasien yang bersangkutan
setelah mendapatkan penjelasan sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan.\
g. Menerima segala konsekuensi atas segala keputusan pribadinya untuk
menilak rencana terapi yang direkomendasikan oleh Tenaga Kesehatan
dan/ atau tidak mematuhi petunjuk yang diberikan oleh Tenaga
Kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit atau masalah
kesehatannya.
h. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

9. Kendala fisik, bahasa, dan budaya serta penghalang lain wajib diidentifikasi
dan ditindak lanjuti

B. PENGKAJIAN, KEPUTUSAN, DAN RENCANA LAYANAN


1. Kajian awal dilakukan secara paripurna dilakukan oleh tenaga yang
kompeten melakukan pengkajian
2. Kajian awal meliputi kajian medis, kajian keperawatan, kajian kebidanan, dan
kajian lain oleh tenaga profesi kesehatan sesuai dengan kebutuhan
3. Proses kajian dilakukan mengacu standar profesi dan standar asuhan
4. Proses kajian dilakukan dengan memperhatikan tidak terjadinya
pengulangan yang tidak perlu
5. Informasi kajian baik medis, keperawatan, kebidanan, dan profesi kesehatan
lain wajib diidentifikasi dan dicatat dalam rekam medis
6. Proses kajian dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SOAP
7. Koordinasi dan komunikai antar praktisi klinis harus dilakukan untuk
menjamin perolehan dan pemanfaatan informasi tersebut secara tepat waktu
8. Pasien dengan kondisi gawat atau darurat harus diprioritaskan dalam
pelayanan
9. Kajian dan perencanaan asuhan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan
profesional yang kompeten
10. Jika dilakukan penanganan secara tim, wajib dibentuk tim kesehatan antar
profesi
11. Pendelegasian wewenang baik dalam kajian maupun keputusan layanan
harus dilakukan melalui proses pendelegasian wewenang
12. Pendelegasian wewenang diberikan kepada tenaga kesehatan profesional
yang memenuhi persyaratan
13. Proses kajian, perencanaan, dan pelaksanaan layanan dilakukan dengan
peralatan dan tempat yang memadai
14. Peralatan dan tempat pelayanan wajib menjamin keamanan pasien dan
petugas

2
15. Rencana layanan dan pelaksanaan layanan dipandu oleh prosedur klinis
yang dibakukan
16. Jika dibutuhkan rencana layanan terpadu, maka kajian awal, rencana
layanan, dan pelaksanaan layanan disusun secara kolaboratif dalam tim
layanan yang terpadu
17. Rencana layanan disusun untuk tiap pasien, dan melibatkan pasien
18. Penyusunan rencana layanan mempertimbangkan kebutuhan biologis,
psikologis, sosial, spiritual dan memperhatikan tata nilai budaya pasien
19. Rencana layanan disusun dengan hasil dan waktu yang jelas dengan
meperhatikan efisiensi sumber daya
20. Risiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan layanan harus diidentifikasi.
21. Efek samping dan risiko pelaksanaan layanan dan pengobatan harus
diinformasikan kepada pasien
22. Rencana layanan terpadu harus dicatat dalam rekam medis
23. Rencana layanan harus memuat pendidikan/penyuluhan pasien

C. PELAKSANAAN LAYANAN
1. Pelaksanaan layanan dipandu dengan pedoman dan prosedur pelayanan
klinis
2. Pedoman dan prosedur layanan klinis meliputi: pelayanan medis,
keperawatan, kebidanan, dan pelayanan profesi kesehatan yang lain
3. Pelaksanaan layanan dilakukan sesuai rencana layanan
4. Pelaksanaan layanan dan perkembangan pasien harus dicatat dalam rekam
medis
5. Jika dilakukan perubahan rencana layanan harus dicatat dalam rekam medis
6. Tindakan medis/pengobatan yang berisiko wajib diinformasikan pada pasien
sebelum mendapatkan persetujuan
7. Pemberian informasi dan persetujuan pasien (informed consent) wajib
didokumentasikan
8. Pelaksanaan layanan klinis harus dimonitor, dievaluasi, dan ditindak lanjut
9. Evaluasi harus dilakukan terhadap evaluasi dan tindak lanjut
10. Kasus-kasus gawat darurat harus diprioritaskan dan dilaksanakan sesuai
prosedur pelayanan pasien gawat darurat
11. Kasus-kasus berisiko tinggi harus ditangani sesuai dengan prosedur
pelayanan kasus berisiko tinggi
12. Kasus-kasus yang perlu kewaspadaan universal terhadap terjadinya infeksi
harus ditangani dengan memperhatikan prosedur pencegahan
(kewaspadaan universal)
13. Pemberian obat/cairan intravena harus dilaksanakan dengan prosedur
pemberian obat/cairan intravena yang baku dan mengikuti prosedur aseptik.
14. Kinerja pelayanan klinis harus dimonitor dan dievaluasi dengan indikator
yang jelas
15. Hak dan kebutuhan pasien harus diperhatikan pada saat pemberian layanan.
16. Keluhan pasien/keluarga wajib diidentifikasi, didokumentasikan dan ditindak
lanjuti
17. Penulisan lengkap dalam rekam medis semua pemeriksaan penunjang
diagnostik tindakan dan pengobatan yang diberikan kepada pasien harus
dilakukan untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu dalam
pelaksanaan pelayanan.
18. Perawat dan petugas kesehatan lain wajib mengingatkan kepada dokter jika
terjadi pengulangan yang tidak perlu.
19. Pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang, perencanaan layanan, pelaksanaan layanan, pemberian

3
obat/tindakan, sampai dengan pasien pulang atau dirujuk harus dijamin
kesinambungannya
20. Pasien berhak untuk menolak pengobatan
21. Pasien berhak untuk menolak jika dirujuk ke sarana kesehatan lain
22. Penolakan untuk melanjutkan pengobatan maupun untuk rujukan dipandu
oleh prosedur yang baku.
23. Jika pasien menolak untuk pengobatan atau rujukan, wajib diberikan
informasi tentang hak pasien untuk membuat keputusan, akibat dari
keputusan, dan tanggung jawab mereka berkenaan dengan keputusan
tersebut
24. Pelayanan anestesi lokal dan sedasi harus dipandu dengan prosedur yang
baku
25. Pelayanan anestesi dan pembedahan harus dilaksanakan oleh petugas yang
kompeten
26. Sebelum melakukan anestesi dan pembedahan harus mendapatkan
informed consent
27. Status fisiologis pasien wajib dimonitor selama pemberian anestesi loka dan
sedasi
28. Pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada pasien dilaksanakan sesuai
dengan rencana layanan

D. RENCANA RUJUKAN DAN PEMULANGAN


1. Pemulangan pasien rawat inap dipandu oleh prosedur yang baku
2. Dokter yang menangani bertanggung jawab untuk melaksanakan proses
pemulangan/rujukan
3. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindak lanjuti oleh dokter yang
menangani
4. Jika pasien tidak mungkin dirujuk, puskesmas wajib memberikan alternatif
pelayanan
5. Informasi yang dibutuhkan mengenai tindak lanjut layanan pada saat
pemulangan atau rujukan diberikan oleh petugas kepada pasien atau
keluarga pasien pada saat pemulangan atau jika dilakukan rujukan ke sarana
kesehatan yang lain.
6.
7. Rujukan pasien harus disertai dengan resume klinis
8. Resume klinis meliputi: nama pasien, kondisi klinis, prosedur/tindakan yang
telah dilakukan, dan kebutuhan akan tindak lanjut
9. Pasien diberi informasi tentang hak untuk memilih tempat rujukan
10. Pasien dengan kebutuhan khusus perlu didampingi oleh petugas yang
kompeten
11. Kriteria merujuk pasien meliputi :
a. Time
Jika perjalanan penyakit dapat digolongkan kepada kondisi kronis atau
melewati Golden Time Standard
b. Age
Jika usia pasien masuk dalam kategori yang dikhawatirkan meningkatkan
risiko komplikasi serta risiko kondisi penyakit lebih berat
c. Complication
Jika komplikasi yang ditemui dapat mempengaruhi kondisi pasien
d. Comorbidity
Jika terdapat keluhan atau gejala penyakit lain yang memperberat kondisi
pasien

4
12. Pada saat pemulangan, pasien/keluarga pasien harus diberi informasi
tentang tindak lanjut layanan

Ditetapkan di Naioni
Pada tanggal : 01 Mei 2018

KEPALA UPT PUSKESMAS NAIONI

dr. Panondang N. Panjaitan


NIP. 19680903 199203 1 008

5
SURAT PENDELEGASIAN WEWENANG
DOKTER UMUM/DOKTER GIGI
NO : C/ VII/ SK/ PKM-NMF/VII/2017/I

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama : drg. Ingelende Klau Nahak
NRPTT : 24.01.0003
Pangkat/Golongan : -
Jabatan : Dokter Gigi Puskesmas Naioni

2. Nama : dr. Maria Krishanta Manek


NRPTT : 24.01.0009
Pangkat/Golongan :-
Jabatan : Dokter Puskesmas Naioni

3. Nama : dr. Julyanti Hale Kehik


NIP : 24.01.0020
Pangkat/Golongan :-
Jabatan : Dokter Puskesmas Naioni

Memberikan pendelegasian wewenang kepada perawat/bidan yang tercantum di bawah


ini :
N NAMA JABATAN
O
1 Salomon Fahik Asa Perawat
2 Petrus Mite Perawat
3 Urbanus Mali Mau Perawat
4 Theodora G.C.M Leto Perawat
5 Agustina Hoar Letok Perawat
6 Joao Da Cruz Sequeira Perawat
7 Aquilina Goreti Perawat
8 Dominikus Un Asa, Amd.Kep, SKM Perawat
9 Maria Dolorosa Tey Seran, AMdKep Perawat
10 Yunoriana Manek, AMdKep Perawat
11 Maria Yanarista Seran Perawat
12 Joakim Mendonca Perawat
13 Yustina Naba Hale, Amd.Keb Bidan
14 Margareta Lesa Koli, Amd.Keb Bidan
15 Maria Getrudis Bui Bidan
16 Sikunlina Fetok Mau, Amd.Keb Bidan
17 Maximeliana Hoar Bidan
18 Ester Maya, AMdKeb Bidan
19 Romana Luruk, AMdKeb Bidan
20 Gertrudis Bui, AMdKeb Bidan
21 Frida Nae Luan, AMdKeb Bidan
22 Aquilina Bete, Amd.Keb Bidan
23 Adriana Abuk Bria, Amd.Keb Bidan
24 Marisa Tey Seran, Amd.Keb Bidan
25 Bernadete De Araujo, Amd.Keb Bidan
26 Catarina Amaral, Amd.Keb Bidan

1. Untuk menjalankan tugas kedokteran umum/kedokteran gigi di unit pelayanan


Puskesmas, Pustu, Pusling, Poskesdes atau di wilayah kerja/desa Puskesmas
Naioni selama dokter/dokter gigi tidak berada di tempat. Tugas dan wewenang
yang dilimpahkan meliputi:
a. Memeriksa pasien
b. Menentukan diagnosa

6
c. Memberi tindakan sederhana
d. Menuliskan resep
e. Membuat terapi pengobatan
f. Membuat rujukan jika diperlukan
g. Membuat visum et repertum
2. Khusus untuk pelayanan di Pustu, Pusling, Poskesdes pendelegasian di batasi
dengan diagnosa yang tertulis pada lampiran.
3. Dalam menjalankan pendelegasian wewenang harus sesuai dengan SOP
Pelayanan Klinis yang telah ditentukan atau buku pedoman pengobatan di
Puskesmas dan atau berkonsultasi kepada dokter/dokter gigi yang bersangkutan
4. Dalam menuliskan obat, petugas penerima pendelegasian wewenang hanya
boleh menulis obat generik, non psikotropika dan tanpa resep luar dan dalam
bentuk permohonan obat.
5. Semua resiko yang terjadi akibat pendelegasian wewenang merupakan
tanggung jawab dokter/dokter gigi yang memberikan pendelegasian wewenang
apoteker mendelegasikan kepada seluruh perawat/bidan/perawat gigi untuk
memberikan obat dengan lembar permohonan obat kepada pasien
Naioni, 03 Juli 2017
Mengetahui,
Kepala Puskesmas Naioni Yang memberikan pendelegasian
wewenang/ pelimpahan tugas
1.

dr. Panondang N. Panjaitan


NIP. 19680903 199203 1 008

drg. Ingelende Klau Nahak


NRPTT:24.01.0003
2.

dr. Maria Krishanta Manek


NRPTT: 24.01.0009

3.

dr. Julyanti Hale Kehik


NRPTT: 24.01.0020

Tembusan :
1. Dinas Kesehatan Kota Kupang
2. IDI Kota Kupang

7
3. PDGI Provinsi NTT
4. PPNI Kota Kupang
5. IBI Kota Kupang
6. Yang bersangkutan
7. Arsip

8
SURAT PENDELEGASIAN WEWENANG
PENYEDIAAN OBAT
NO : C/ VII/ SK/ PKM-NMF/VII/2017/B.11.1

Yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama : drg. Ingelende Klau Nahak
NRPTT : 24.01.0003
Pangkat/Golongan : -
Jabatan : Dokter Gigi Puskesmas Naioni

2. Nama : dr. Maria Krishanta Manek


NRPTT : 24.01.0009
Pangkat/Golongan :-
Jabatan : Dokter Puskesmas Naioni

3. Nama : dr. Julyanti Hale Kehik


NIP : 24.01.0020
Pangkat/Golongan :-
Jabatan : Dokter Puskesmas Naioni

Memberikan pendelegasian wewenang kepada:


1. Administrator Manajemen Farmasi di bawah ini:

N NAMA JABATAN
O
1 Ferdinandus Klau Bauk Pengelola Obat
2 Natersia Da Silva Petugas Ruang Obat
3 Yohanes Nahak Petugas Ruang Obat

2. Perawat/ Bidan yang tercantum di bawah ini:

N NAMA JABATAN
O
1 Salomon Fahik Asa Perawat/ Kepala
Puskesmas
2 Petrus Mite Perawat
3 Urbanus Mali Mau Perawat
4 Theodora G.C.M Leto Perawat
5 Agustina Hoar Letok Perawat
6 Joao Da Cruz Sequeira Perawat
7 Aquilina Goreti Perawat
8 Dominikus Un Asa, Amd.Kep, SKM Perawat
9 Maria Dolorosa Tey Seran, S.Kep Perawat
10 Yunoriana Manek, AmdKep Perawat
11 Maria Yanarista Seran Perawat
12 Joakim Mendonca Perawat
13 Aquilina Bete, Amd.Kep Perawat
Beatriks Maya Perawat
14 Yustina Naba Hale, Amd.Keb Bidan
15 Margareta Lesa Koli, Amd.Keb Bidan
16 Maria Getrudis Bui Bidan
17 Sikunlina Fetok Mau, Amd.Keb Bidan
18 Maximeliana Hoar Bidan
19 Ester Maya Bidan
20 Romana Luruk Bidan
21 Gertrudis Bui, AMdKeb Bidan
22 Frida Nae Luan, Amd.Keb Bidan
23 Adriana Abuk Bria, Amd.Keb Bidan
24 Marisa Tey Seran, Amd.Keb Bidan

9
25 Bernadete De Araujo, Amd.Keb Bidan
26 Catarina Amaral, Amd.Keb Bidan
27 Maria Elvira Pakae, Amd.Keb Bidan

1. Untuk menjalankan tugas pelayanan obat di unit pelayanan Puskesmas, Pustu,


Polindes, Pusling, atau di wilayah kerja/desa Puskesmas Naioni selama belum
ada apoteker/ asisten apoteker. Tugas dan wewenang yang dilimpahkan meliputi:
a. Menerima resep dari pasien
b. Menyiapkan obat sesuai dengan resep yang ditulis oleh dokter
c. Membuat obat puyer
d. Menyerahkan obat kepada pasien dengan memberitahukan aturan pakai
2. Dalam menjalankan pendelegasian wewenang harus sesuai dengan SOP
Pelayanan Klinis yang telah ditentukan atau berkonsultasi kepada dokter/ dokter
gigi/ pengelola obat/ petugas ruang obat.
3. Semua resiko yang terjadi akibat pendelegasian wewenang merupakan
tanggung jawab dokter/ dokter gigi yang memberikan pendelegasian wewenang

Naioni, 03 Juli 2017


Mengetahui,
Kepala Puskesmas Naioni Yang memberikan pendelegasian
wewenang/ pelimpahan tugas
1.

Salomon Fahik Asa


NIP. 19680903 199203 1 008 drg. Ingelende Klau Nahak
NRPTT:24.01.0003

2.

dr. Maria Krishanta Manek


NRPTT: 24.01.0009

3.

dr. Julyanti Hale Kehik


NRPTT: 24.01.0020

Tembusan :
1. Dinas Kesehatan Kota Kupang
2. IDI Kabupaten Belu
3. PDGI Provinsi NTT
4. PPNI Kota Kupang
5. IBI Kota Kupang
6. Yang bersangkutan

10
7. Arsip

11