Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Perkembangan Pendidikan Keperawatan
Dalam Negeri dengan baik. Dalam penyusunan makalah mungkin ada sedikit hambatan.
Namun berkat bantuan dukungan dari temen-temen serta bimbingan dari dosen pembimbing.
Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan
dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan, dukungan, dan doanya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah ini
dan dapat mengetahui tentang Perkembangan Pendidikan Keperawatan Dalam Negeri.
Makalah ini mungkin kurang sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran untuk
penyempurnaan makalah ini.

Cilacap, 01 Desember 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakan ................................................................................................................... 1
BAB II..................................................................................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................................................... 2
2.1 Pengertian Konjungtivitis ................................................................................................. 2
2.2 Jenis-jenis Konjungtivitis ................................................................................................. 2
2.2.1 Konjungtivitis Bakteri ............................................................................................................. 2
2.2.2 Konjungtivitis Virus ............................................................................................................... 2
2.2.3 Konjungtivitis Alergi .............................................................................................................. 2
2.3 Cara Pengobatan ............................................................................................................... 3
2.4 Upaya Pencegahan ............................................................................................................ 3
BAB III ......................................................................................................................................... 4
PENUTUP ................................................................................................................................................. 4
3.1 Kesimpulan......................................................................................................................... 4
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................... 5

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakan

Mata adalah organ pengelihatan. Suatu struktur yang sangat kompleks, menerima dan
mengirimkan data ke korteks serebral. Seluruh lubos otak, lubos oksipital, ditujukan khusus
untuk menterjemahkan citra visual. Selain itu, ada tujuh syaraf kranial yang memiliki
hubungan dengan mata dan hubungan batang otak memungkinkan koordinasi gerakan mata.

Konjungtiva merupakan membrane mucus yang tipis dan transparan. Permukaan


dalam kelopak mata disebut konjungtiva palpebra,merupakan lapisan mukosa. Bagian yang
membelok dan kemudian melekat pada bola mata disebut konjungtiva bulbi. Pada
konjungtiva inibanyak sekali kelenjar kelenjar limfe dan pembuluh darah. Peradangan
konjungtiva disebut konjungtivitis.

Konjungtivitis atau peradangan konjungtiva, disebabkan oleh infeksi bakteri atau


virus, alergi, atau reaksi zat kimiawi. Konjungtivitis bacterial atau virus sangat menular tetapi
menjadi self-limiting (bisa sembuh tanpa banyak interfensi) setelah 2 minggu. Konjugtivitis
kronis bisa mengakibatkan perubahan degeneratif pada kelopak mata.

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Konjungtivitis


Konjuntivitis adalah mata merah kibat peradangan pada selaput yang melapisi
permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam (konjugtiva mata). Selain mata merah,
konjungtivitis dapat disertai dengan rasa gatal pada mata dan mata berair.

Konjungtiva mengandung pembulu darah yang akan melebar saat terjadi


konjungtivitis. Pelrbaran pembulu darah tersebutlah yang menyebabkan gejala mata merah.
Konjungtivitis ini sering menyebabkan mata merah pada bayi, sakit mata pada anak-anak,
maupun orang dewasa.

2.2 Jenis-jenis Konjungtivitis

2.2.1 Konjungtivitis Bakteri

Konjungtivitis bakteri adalah inflamasi konjungtiva yang disebabkan oleh


bakteri. Pada konjungtivitis ini biasanya pasien datang dengan keluhan mata merah,
sekret pada mata dan iritasi mata (James, 2005).

2.2.2 Konjungtivitis Virus

Konjungtivitis virus adalah penyakit umum yang dapat disebabkan oleh


berbagai jenis virus, dan berkisar antara penyakit berat yang dapat menimbulkan cacat
hingga infeksi ringan yang dapat sembuh sendiri dan dapat berlangsung lebih lama
daripada konjungtivitis bakteri (Vaughan, 2010).

2.2.3 Konjungtivitis Alergi

Konjungtivitis alergi adalah bentuk alergi pada mata yang paing sering dan
disebabkan oleh reaksi inflamasi pada konjungtiva yang diperantarai oleh Universitas

2
Sumatera Utara sistem imun (Cuvillo et al, 2009). Reaksi hipersensitivitas yang
paling sering terlibat pada alergi di konjungtiva adalah reaksi hipersensitivitas tipe 1
(Majmudar, 2010).

2.3 Cara Pengobatan


Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksi, sebagai contoh :

1. Pada kasus konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus tidak memerlukan
pengobatan dengan antibiotik dan dapat sembuh sendiri dengan tetap menjaga
kebersihan mata. Akan tetapi konjunctivitis berat yang disebabkan oleh virus Herpes
simplex harus diobati dengan tepat menggunakan obat tetes mata yang
mengandung antivirus.
2. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diterapi dengan obat tetes mata
atau salep yang mengandung antibiotik.
3. Pada mata yang terken paparan terhadap bahan kimia (alergi), harus segera dibilas
dengan air bersih yang mengalir agar bahan kimia tersebut hilang dari mata. Keluhan
biasanya membaik setelah beberapa jam, apabila keluhan masih terus berlanjut harus
segera mengunjungi dokter.

2.4 Upaya Pencegahan


Upaya pencegahan tersebut, antara lain:

1. Sering cuci tangan dengan menggunakan sabun agar terhindar dari virus dan
bakteri.
2. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk membersihkan kotoran mata.
3. Gunakan handuk dan bantal yang terpisah dari orang lain.
4. Hindari penyebab alergi, seperti debu dan bulu hewan peliharaan.
5. Buang kosmetik yang sudah kedaluwarsa dan jangan berbagi kosmetik untuk mata
dengan orang lain.
6. Jangan gunakan lensa kontak sampai sakit kamu sembuh.
7. Jangan sentuh area yang terinfeksi dengan mata.

3
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Agar terhindar dari penyakit konjungtivitis, ada beberapa langkah yang bisa bisa
dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit konjungtivitis, seperti:
1. Rajin mencuci tangan menjadi salah satu cara yang paling efektif mencegah penularan
penyakit konjungtivitis
2. Kurangi kebiasaan menyentuh wajah karena virus ini bisa masuk melelui mata,
hidung ataupun mulut.terlalu sering menyentuh wajah nyatanya juga kurang baik
karena akan berdampak buruk pada kesehatan kulit wajah.
3. Kurangi penggunaan lensa kontak. Terlalu sering menggunakan lensa kontak
nyatanya dapat menyebabkan iritasi pada mata. Jika memungkinkan sebaiknya
menggunakan kacamata.
4. Bagi wanita sebaiknya hindari penggunaan kosmetikyang berhubungan dengan mata
secara bersamaan. Seperti pensil mata ataau maaskara.

4
DAFTAR PUSTAKA

scribd.com, ( 2012, 1 September)¸ makalah konjungtivitias, diakses pada 1 desember 2019


dari https://www.scribd.com/doc/101718082/MAKALAH-KONJUNGTIVITIS

alodokter.com, (2019, 26 Juli), pengertian konjungtivitis, diakses pada 1 desember 2019,


dari https://www.alodokter.com/konjungtivitis

honestdocs.id, (2017, 5 April), konjungtivitis – gejala, cara menangani, dan obat, diakses
pada 1 desember 2019, dari https://www.honestdocs.id/konjungtivitis