Anda di halaman 1dari 10

Metode Elemen Hingga Kelompok 11

Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil


Universitas Jenderal Achmad Yani

A. Pendahuluan
1. Penjelasan
Persoalan perancangan dapat diselesaikan dengan cara matematis dan
numeris. Untuk benda-benda yang mempunyai bentuk yang tidak teratur (elemen
isoparametrik), penyelesaiannya akan sulit menggunakan cara matematis.
Sehingga perlu digunakan cara numerik, yangdalam perkembangannya disebut
sebagai Metode Elemen Hingga (Finite Elements Method).
Bila suatu kontinu dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil
(subregion) maka bagian-bagian kecil ini disebut elemen hingga. Proses
pembagian suatu kontinu menjadi elemen hingga ini dikenal sebagai proses
pembagian (deskritisasi), sehingga elemen hingga merupakan pendekatan bagian
demi bagian dengan menggunakan polinomial yang mana masing-masing
terdefinisi pada daerah (elemen) yang kecil dan dinyatakan dalam harga-harga
titik simpul dari fungsi tersebut (Robert D.Cook, 1990).
Seiring dengan perkembangan hardware computer yang sangat cepat,
memungkinkan perkembangan software berbasis metode elemen hingga. Saat ini
sudah banyak software komersial berbasis metode elemen hingga dipasarkan.
Sebagai contoh adalah ABAQUS, CATIA Elfini, Patran, Nastran, Ansys dan lain-
lain yang dapat menimbulkan pengaruh besar pada perhitungan analisa statis dan
dinamik untuk pelat. Fenomena ini akan menyederhanakan persoalan dalam
mengatasi masalah kalkulasi dan beberapa iterasi yang panjang.

2. Software Abaqus 6.13


Software Abaqus 6.13 Abaqus 6.13 merupakan salah satu software yang
digunakan untuk melakukan Analisis Metode Hingga atau Finite Element
Analysis (FEA). Perangkat lunak ini dapat melakukan simulasi linear dari mulai
dari analisis yang paling sederhana hingga analisis non-linear yang memiliki
kondisi kontak yang kompleks dan rumit. Dalam software ini kita dapat mengatur
segala kondisi yang dimiliki oleh material maupun indenter sehingga nantinya
reaksi yang dihasilkan dari pemodelan yang telah dibuat dapat menghasilkan
reaksi yang benar-benar sesuai dengan keadaan aslinya.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Software ini memiliki beberapa fasilitas salah satu fasilitas untuk yang dapat
memfungsikan software ini menjadi program analisis elastis dan plastis.
Kemampuan analisa multiphysics yang dimiliki Abaqus dapat digunakan dalam
berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selain itu kita dapat
melakukan tes dengan memasukan data secara manual dalam input file.
Pengembangan bahasa program dalam Abaqus memungkinkan para
desainer lebih mudah dalam memilih metode yang digunakan dalam melakukan
proses simulasi dan analisis (Abaqus CAE User Manual, 2003).

3. Material properti Abaqus


Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai pengertian dari parameter-
parameter yang digunakan untuk proses simulasi pada Abaqus 6.13.
Parameter yang akan dijelaskan antara lain mass density, young’s modulus
dan von misses stress. Adapun beberapa propertinya, yaitu :
a. Mass Density
Mass Density atau massa jenis merupakan pengukuran massa setiap satuan
volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar
pula massa setiap volumenya. Massa jenis dilambangkan menggunakan
tanda ρ (rho). Persamaan matematis yang dimiliki oleh massa jenis.
b. Deformasi dan Modulus Elastisitas (Young’s Modulus)
Deformasi dan Modulus Elastisitas (Young’s Modulus) Deformasi
merupakan suatu perubahan yang terjadi karena disebabkan oleh suatu gaya
yang menekan benda tersebut sehingga benda mengalami perubahan bentuk.
Deformasi dibagi menjadi 2 yaitu deformasi plastis dan deformasi elastis.
Deformasi plastis adalah perubahan bentuk yang terjadi pada suatu benda
dan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Hal ini dikarenakan tekanan
yang terjadi melebihi yield point sehingga bentuk tidak kembali ke bentuk
semula. Sementara deformasi elastis adalah perubahan bentuk karena suatu
tekanan tetapi dapat kembali ke bentuk semula. Ini disebabkan karena
tekanan tidak melebihi yield point suatu benda.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 2


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

c. Von Mises Stress


Von Mises Stress Tegangan atau dalam istilah lain stress, adalah besaran
pengukuran intensitas gaya atau reaksi yang timbul per satuan luas.
Tegangan dapat dibagi menjadi 2 yaitu Engineering Stress dan True Stress.
Satuan untuk pengukuran ini adalah Newton/mm2 (Mpa). Jika benda
dikenakan suatu beban maka terjadi pertambahan panjang suatu nilai
tertentu. Teori yang dikembangkan oleh Richard Elder von Mises
menyatakan bahwa sebuah benda pejal yang elastis (ductile) akan terdistorsi
secara permanen atau luluh ketika kepadatan energi distorsi mencapai titik
nilai kritis untuk material penyusun dari benda tersebut. Titik tersebut
disebut Yield Point atau batas luluh.

Langkah dasar dalam metode elemen hingga :


1. Processing Phase
a. Membuat dan menentukan daerah yang akan diselesaikan
menggunakan elemen hingga, kemudian menguraikan masalah
menjadi nodal-nodal dan elemen-elemen.
b. Mengasumsikan bentuk fungsi untuk menggambarkan sifat fisik dari
sebuah elemen, yang merupakan pendekatan fungsi kontinyu yang
diasumsikan untuk menggambarkan solusi dari sebuah elemen.
c. Menyelesaikan persamaan untuk sebuah elemen
d. Menyatukan elemen-elemen untuk menghadirkan keseluruhan
masalah. Membentuk matrik kekakuan global discretize.
e. Terapkan kondisi batas, kondisi awal dan pembebanan.

2. Solution Phase
Memecahkan satu set persamaan aljabar linier atau non linier secara cepat
untuk mendapatkan hasil nodal seperti nilai perpindahan pada nodal-nodal
yang berbeda atau nilai temperatur pada nodal-nodal yang berbeda dalam
masalah perpindahan panas.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 3


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

3. Postprocesssing Phase
Pada sesi ini kita akan mendapatkan informasi penting lainnya. Seperti nilai
tegangan (stress) dalam analisa statik, distribusi kecepatan meknika fluida,
distribusi temperatur dan lain-lain.

Pada analisis ini menggunakan Abaqus, Software yang digunakan untuk


permodelan dan analisis komponen mekanik. Selain itu produk jenis ini juga
digunakan untuk pre-processing dan menampilkan hasil analisis elemen
hingga. Abaqus merupakan salah satu software yang diguanakan untuk
Computer Aided Engineering (CAE). Saat ini Abaqus sering disebut Abaqus
FEA karena Abaqus merupakan software yang digunakan untuk
menganalisis suatu desain dengan menggunakan metode Finite Element
Analysis.

B. Struktur Tinjauan
 Soal
Paket tubes mantap ABAQUS cantilever steel beam loaded at the free end
 Sifat Mekanis
Untuk material yang dipakai adalah baja dengan bentuk H-welded Steel
untuk dimensi girder disesuaikan dengan kelompoknya yaitu kelompok 11
dengan ukuran H 600 x 350
Standard Sectional Dimension of H-welded Steel and Its Sectional
Area, Unit Weight and Sectional Characteristic

Note :

*) Material : JIS G 3101 - SS 400


Fy = 2500 kg/cm² if tf [ 16 mm
Fy = 2400 kg/cm² if 16 mm < tf [ 40 mm
Fy = 2200 kg/cm² if tf > 40 mm

Sectional Dimension Sectional Properties


Geometrical Radius of Modulus of Compact *) *)
Sec.of Unit Moment of Gyration of Section Section rT d/Af Lc Lu
d x bf tw tf LL Area Weight Inertia (cm4) Area (cm) (cm3) Criteria (cm) 1/cm (cm) (cm)
mm mm mm mm mm cm² kg/m Ix Iy ix iy Sx Sy bf/2tf d/tw
H 600 x 300 12.0 25.0 8.4 217.41 170.67 141745.6 11259 25.53 7.20 4724.9 750.6 6.00 50.00 8.09 0.80 390.3 732.5
H 600 x 350 12.0 25.0 8.4 242.41 190.29 162422.7 17814 25.88 8.59 5414.1 1021.3 7.00 50.00 9.52 0.69 455.3 854.6
Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 4
Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Panjang Girder = 2000 mm


Mesh = 30 mm
Dimensi plat (menyeseuaikan = 600 x 350 mm
Tebal Flange)

Gambar 1 Penampang girder dibuat di ABAQUS

Gambar 2 Penampang girder sepanjang 2000 mm

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 5


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Gambar 3 Penampang Pelat 350 x 350 dengan tebal 10 mm


 Beban
Beban di plat ujung batang = beban 10 Ton + (nomor kelompok (ton)
= 10 Ton + 11
= 21 Ton
= 210000 N
Magintude = 210000 N / 10000 𝑚𝑚2
= 21 N/mm2

Gambar 4 magnitude yang bekerja pada profil baja


 Other Variable (Variabel lain)
Berat isi = 7.9E-09 t/𝑚𝑚3 = 0,00000000785 t/𝑚𝑚3
Young mod , Es = 200000 Mpa
Poison ratio = 0,3

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 6


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Yield stress, fy = 240 Mpa


Tebal Pelat diujung = 10 mm
bentang girder

Gambar 5 Penampang dengan ukuran mesh 30 mm

C. Hasil Analisa/Output
Yang memperlihatkan vilsualisasi pada penampang girder terebut
mengalami perubahan bentuk diujung pelat yang mengalami tekuk sebagai
karena ada beban sebesear 21 ton.

Hasil output S misses dalam perubahannya penampang yang terjadi seperti


diatas.
Gambar 6 Hasil output S mises
Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 7
Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Dengan Loading frame selector 5 dan total time 0,250000 dari output S11
Gambar 7 Hasil output S11

Dengan Loading frame selector 5 dan total time 0,250000 dari output U2
Gambar 8 Hasil output U, U2

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 8


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

Dengan Loading frame selector 5 dan total time 0,250000 dari output U2
Gambar 9 Hasil output setengah bentang

Gambar diatas adalah penampang yang dibuat setengah bentangnya


memeperlihatkan bagian atas penampang mengalami tekuk, sementara
bagian bawah tidak terlalu memperlihatkan tekuk.

Countur plot batas limit pada penampang di inputkan max 300 dan min 240
Gambar 9 Hasil output setengah bentang

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 9


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)
Metode Elemen Hingga Kelompok 11
Sebagai Bentuk Tugas Besar Untuk UAS 2019 Semester 7 Ganjil
Universitas Jenderal Achmad Yani

D. Kesimpulan
Untuk secara teori metode badan keseluruhannya dengan perakitan
persamaan elemen-elemen dalam sistem koordinat struktur, sedemikian rupa
sehingga terpenuhi kontinuitas perpindahan dititik-titik nodal. Dari syarat-syarat
batas sistem struktur/badan yang harus terpenuhi, maka di peroleh perpindahan
yang terjadi di titik-titik nodal elemen. Dari hasil analisis abaqus untuk profil baja
H-welded Steel dengan dimensi 600 x 350 mm, visualisasi yang digambarkan
adalah gaya tekan kebawah diujung penampang girder yang mengalami
perubahan bentuk kareana ada beban seluasan pelat magnitude sebesar 21 N/mm2
sehingga menyebabkan pelat mengalami tekuk.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 10


Zulfikar Pranagia (2411161017)
M. Aziz Bahrul Alam (2411161026)