Anda di halaman 1dari 64

Amelia Azwar(2016310014)

Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam merencanakan dan membuat suatu alat transportasi yang didalamnya
termasuk alat transportasi laut, selain masalah desain, akomodasi, teknologi,
permesinan, dan sebagainya, seorang perancang dan pembuat kapal harus
memperhatikan dan memperhitungkan masalah keamanan dan keselamatan kapal. Hal
ini harus dilakukan karena menyangkut masalah nyawa penumpang, barang yang
diangkut, dan masalah bisnis, eknomi, dan hukum laut.
Sebuah kapal harus mempunyai fasilitas keselamatan dan keamanan, baik ketika
kapal bersandar (berlabuh) maupun ketika sedang berlayar, dan baik itu di daerah
pelayaran aman maupun sebaliknya. Karena bencana tidak dapat diperhitungkan dan
diperkirakan.
Sekoci dan jangkar merupakan salah satu dari fasilitas keselamatan dan
keamanan kapal yang umum dan standar, dan setiap kapal harus memiliki fasilitas
tersebut. Sekoci digunakan untuk mengantisipasi kecelakaan kapal ketika sedang
berlayar sedangkan jangkar digunakan ketika kapal berlabuh.

1.2 Maksud dan Tujuan


1. Dapat menentukan lokasi ruangan-ruangan yang dibutuhkan pada kapal.
2. Dapat merancang tangki-tangki yang sesuai dengan kebutuhan pada kapal.
3. Mengidentifikasi Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal berdasarkan class
NK
4. Menentukan jenis Sistem Perlengkapan dan keselamatan Kapal Tanker 3750 DWT
berdasarkan Class NK
5. Untuk mengetahui estimasi pada mesin dan perhitungan lainnya

1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui jenis sistem perlengkapan dan keselamatan pada kapal tanker
2. Mengurangi resiko saat berlayar atau pembangunan pada kapal

Product Oil Tanker 3750 DWT 1


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

1.4 Karakteristik Kapal

Kapal Tanker adalah kapal yang mengangkut minyak produk turunannya.


Karena kapal tanker ini termasuk dalam jenis kapal tangki, sehingga syarat-syarat yang
diperlukan oleh suatu kapal laut berlaku pula untuk kapal tangki. Namun demikian
berbeda dengan jenis kapal umum lainnya seperti kapal ikan, kapal barang mempunyai
fungsi operasional yang berbeda. Kapal tanker digunakan untuk mengangkut muatan
berupa minyak ataupun minyak mentah yang kadang-kadang dapat menimbulkan
malapetaka lingkungan akibat tumpahan minyaknya ke laut. Dengan demikian
konstruksi dan desain kapal tanker berbeda dengan konstruksi kapal ikan, kapal cargo,
maupun kapal lainnya. Kecenderungan dari kapal tanker adalah :
1. Ukuran besar, khususnya untuk daerah pelayaran antar negara.
2. Memiliki coeffisien block yang besar.
3. Kecepatan kecil.
4. Memiliki daerah paralell middle body yang panjang, hingga lebih dari panjang
kapal keseluruhan.
5. Lokasi kamar mesin umumnya di belakang.
Sedangkan tipe dari kapal tanker dibedakan menjadi :
1. Crude Oil carriers, tanker pengangkut minyak mentah dari tempat pengeboran
2. Product Oil carriers, dibedakan menjadi
 Clean Product (minyak putih), contohnya : bensin dan avtur
 Dirty Product (minyak hitam), contohnya : aspal dan oli
3. Lightening vessels dan shuttle vessels, tanker pada daerah terpencil
4. Coastal tanker, tanker penyusur pantai
5. Tank barges, tangki yang ditarik kapal tunda.
Pada umumnya dalam kapal tanker terdapat beberapa jenis sistem perpipaan,
yaitu :
1. Rimp Line ( untuk satu jenis muatan product oil )
2. Direct Line ( lebih dari satu jenis muatan )
3. Khusus ( crude Oil ). Pada sistem pipa kapal ini, ada penambahan free flow system
yaitu suatu system yang diatur sedemikian rupa sehingga pada saat bongkar muat
(kapal mengalami trim by stern) aliran minyak dapat mengalir ke belakang dengan
sendirinya.

Product Oil Tanker 3750 DWT 2


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

BAB II

PERHITUNGAN RENCANA UMUM

(GENERAL ARRANGEMENT)

Dalam melakukan tugas ini perlu dengan adanya melakukan perhitungan mengenai
perlenkapan dan keselamatan kapal rancangan dengan beberapa perhitungan kita dapat
menentukan ruang muat,kamar mesin, dan data data lainnya yang di butuhkan. Perhitungan
yang dibutuhkan yaitu ;

2.1 Data Primer


Merupakan data awal yang didapat dari perhitungan dan penelitian dari pada
data kapal rancangan, dimana data ini memiliki nilai pokok yang didapat dari suatu
perhitungan dan sudah ditetapkan .

2.2 Data Kapal Rancangan


Jenis kapal rancangan adalah product oil tanker 3750 DWT, dengan data utama :
 Length Over All ( LOA) : 93,00 m
 Length water Line ( LWL) : 89,00 m
 Length Between Perpendicullar (LPP) : 87,00 m
 Breadth (B) : 16,00 m
 Draft (T) : 5,20 m
 Height (H) : 7,60 m
 Coefficient Block ( Cb ) : 0,750
 Coefficient Midship ( Cm ) : 0.990
 Coefficient Waterline ( Cw ) : 0,826
 Coefficient Prismatic ( Cp ) : 0,760
 Displcement (  ) : 5563,52 ton.
 Volume Displacement (  ) : 5400,875 m3
 Velocity Speed ( Vs ) : 12 Knots.
 Jumlah ABK : 18 Orang

Product Oil Tanker 3750 DWT 3


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.3 Alur Pelayaran


Pelabuhan yang akan disinggahi oleh Kapal Product Oil Tanekr 3750 DWT
adalah Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara) dan Pelabuhan Balikpapan (Kalimantan).
Dengan menempuh jarak ± 1609 mil laut.

2.4 Perhitungan Mesin Penggerak


Perhitungan estimasi tenaga penggerak kapal rancangan ini menggunakan rumus
W. Froude yang terdapat dalam buku Resistance and Propulsion of ship, Harvald)
a. Perkiraan Hambatan Gesek
Menurut W. Froude (Resistance and Propulsion of Ship, Harvald,
1992.Pg.53).
Rf = f x S x V1,825
0,053
Dimana : f = 0,00871 + (LPP+8,8)
0,053
= 0,00871 + [(87,00x 3,28)+8,8)]

= 0,00890
Menurut Mumford, dalam buku “Hambatan Kapal dan Daya Mesin
Penggerak” Karangan Teguh Sastrodiwongso hal.64
S = Lwl x (1,7 𝑥 𝑇 + 𝐶𝑏 𝑥 𝐵)
= 89 x (1,7 x 5,2 + 0,750 x 16,00)
= 1854,76 m2
= 19964,470 ft2

Product Oil Tanker 3750 DWT 4


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Maka : Rf = 0,00890 x 19964,470 x 121,825


= 16563,555 lbs
= 7513,102 kg

b. Perkiraan Hambatan Sisa (Rr)


Vs4
Rr = 12,5 x Cb x ∆ x LPP2
124
= 12,5 x 0,750 x 5564,52x (87,00 x 3,28)2

= 13284,272 lbs
= 6025,644 kg

c. Perkiraan Hambatan Total (Rt)


Rt = Rf + Rr
= 7513,102 kg + 6025,644 kg
= 13538,746 kg

d. Penentuan Besar Tenaga Penggerak (EHP)


𝑅𝑡 𝑥 𝑉𝑠
EHP = 75
13538,746 𝑥 12 𝑥 0.5144
= 75

= 1114,292 HP
e. Penentuan Besar Shaft Horse Power (SHP)
EHP
SHP = PC

Dimana: PC diperkirakan 0,7


1114,292
=
0,7

= 1591,847 HP

Product Oil Tanker 3750 DWT 5


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Gambar. Tenaga Penggerak Kapal

f. Penentuan Besar Tenaga Penggerak (BHP)


Sea Margin berkisar antara 15%~20%
BHP = (15% x SHP) + SHP
= (15% x 1591,847) + 1591,847
= 1830,624 HP
BKW = 1365,096 KW
Faktor MCR : BHPsm / 85%
100
BHPmcr = x 1830,624 HP
85

= 2153,675 HP
BKWmcr = 1605,995 KW

Product Oil Tanker 3750 DWT 6


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.5 Penentuan Mesin Utama dan Mesin Bantu Sementara


1. Mesin Utama
Dengan didapatkan besar daya mesin diatas maka perancangan
menggunakan daya yang sedikit lebih besar dari daya perhitungan diatas sebesar
2238,16 HP (1669KW). Dengan daya mesin yang telah diapatkan, maka perancang
mencari spesifikasi tersebut dikatalog yang ada.

Sumber : Katalog Mesin Niigata

Gambar. Mesin Utama

 Merk : NIIGATA
 Type : 6M34BT
 Daya : 1669 KW
 Cylinders : 6L
 Stroke : 620 mm
Cylinder bore : 340 mm
 Speed : 310 mm
 SFOC : 175 g/KWh
 PxLxT : 4701 mm x 1440 mm x 3520 mm

Product Oil Tanker 3750 DWT 7


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2. Mesin Bantu
Untuk membantu pengoperasian pada kapal selama kapal tersebut berlayar,
seperti menghidupkan mesin-mesin geladak, pompa-pompa hidrolik, lampu-lampu,
Air Condition, navigasi dan lain sebagainya diperlukannya listrik.
PAE = 10 - 15 % x BHP
Dimana : PAE = Daya mesin bantu kapal rancangan
BHP = Daya mesin utama kapal rancangan = 2238,166 HP
Maka : PAE = 10 % x 2153,675 = 223,8166 HP

Sumber : Katalog Mesin Caterpillar

Gambar 2.11. Mesin Bantu Sementara


Untuk kapal rancangan ini menggunakan 2 Mesin Bantu dengan spesifikasi
sebagai berikut :
 Merk : Caterpillar
 Type : C9
 Daya : 243 KW
 Cylinders :4
 Stroke : 149 mm
 Cylinder bore : 112 mm
 Speed : 2200 rpm
 SFOC : 190 g/KWh
 PxLxT : 1128 mm x 1052 mm x 892 mm

Product Oil Tanker 3750 DWT 8


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.6 Penentuan Jumlah dan Susunan Anak Buah Kapal (ABK)


1. Jumlah ABK dapat dihitung dengan rumus HB Tord

1 1
𝐵𝐻𝑃
ZC = Cst {Cdeck (𝐶𝑁/1000) 6 } + C eng ( 1000 )3

Dimana : ZC = Jumlah ABK


Cst = Coefisient ABK Catering Departement (1,2 - 1,33) diambil
1,25
Cdek = Coefisient ABK Deck Departement (11,5 - 14,5) diambil 12
Ceng = Coefisient ABK EngineringDepartement (8.5 - 11) diambil 8,5
BHP = tenaga mesin (HP) = 2153
CN = (L.B.H)/1000
= (87,00 x 16 x 7,6)/1000) = 10,5792

Maka jumlah ABK kapal rancangan adalah :


1 1
𝐵𝐻𝑃
Jadi : ZC = Cst {Cdeck (𝐶𝑁/1000) 6 } + C eng ( )3
1000
1 1
2153
= 1,25 {12 (10,5792 /1000) } + 8,5 (
6 )3 }
1000

= 7,028 + 10,975
= 18,003
Diambil 18 orang

Product Oil Tanker 3750 DWT 9


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2. Susunan Anak Buah Kapal

No. Jabatan Jumlah Crew

1 Captain 1
2 Chief Officer 1
3 Second Officer 1
4 Third Officer 1
5 Chief Engineer 1
6 Second Engineer 1
7 Third Engineer 1
8 Bosun 1
9 Pumpman 1
10 Chef 1
11 Pelayan 1
12 Oiller 3
13 Juru Mudi 3
14 Mandor 1
Jumlah 18

3. Tugas dan Tanggung Jawab Crew Kapal


1. Captain : bertanggung jawab atas semua yang di kapal
2. Chief Officer : membantu captain atas muatan di atas kapal
3. Second Officer : membantu kapten dan chief officer dan pergerakan kapal
4. Third Officer : membantu captain,chief officer second officer dan
menjaga fungsi alat- alat kerja di deck
5. Chief Engineer : bertanggung jawab semua mesin diatas kapal
6. Second Engineer : membantu chief engineer merawat dan menjaga main
engine
7. Third Engineer : membantu chief engineer menjaga,merawat generator
dan perawatan kapal

Product Oil Tanker 3750 DWT 10


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

8. Bosun : membantu chief officer menjaga muatan dan perawatan


kapal
9. Pumpman : bertanggung jawab mengiprasikan pompa-pompa yang
berada di ppump room
10. Chef : memasak makanan untuk crew kapal
11. Pelayan : membantu chef memasak dan menjaga kebersihan kapal
12. Oiller : membantu perwira engineer dan menjaga kebersihan
engine room
13. Juru Mudi : membantu perwira di deck dan menjaga kebersihan di
deck
14. Mandor : memantau kegiatan di ruang mesin

2.7 Perhitungan Berat Kapal (LWT& DWT)


Displacement kapal adalah berat kapal dalam keadaan kosong ditambah daya
angkut dari kapal tersebut. Perhitungan Berat Kapal Kosong (LWT) Menurut buku Mr.
D. L Smith dengan judul Marin Design halaman 29, bahwa Light Weight Ton terdiri dari
:
A. Berat Baja Kapal (WST)
B. Berat Permesinan Kapal (WME)
C. Berat Perkayuan dan Outfitting (WWO)
D. Margin

1. Perhitungan Berat Baja Kapal (Wst)


Untuk menentukan Berat Baja Kapal rancangan ini digunakan formula yang
terdapat dalam buku Practical Ship Design halaman 85, yaitu :
WST = K x E1,36
Dimana :
WST = Berat Baja Kapal
K = untuk tanker 0,032 ton/m2
E = Hull Numeral (m2) untuk tanker (1500-40000)

Product Oil Tanker 3750 DWT 11


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Maka : WST = 0,032 x 27201,36


= 1500,250 ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga WST = 1500,250 ton

2. Berat Permesinan Kapal (WME)


Untuk menentukan berat permesinan kapal rancangan ini digunakan rumus
pendekatan yang terdapat dalam buku D. G. M. Watson dengan judul Practical
Ship Design halaman 110, yaitu :
WME = K x (MCR)0,7
Dimana : WME = Berat permesinan kapal
K = 0,72 untuk tanker
MCR = Maximum Countinus Rating kapal rancangan (KW)
= 1669 KW
Maka : WME = 0,72 x (1669)0,7
= 129,733 ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan WME = 129,733 ton

3. Berat Perkayuan dan Outfitting (WWO)


Untuk menentukan berat perkayuan dan outfitting kapal rancangan ini digunakan
rumus pendekatan yang terdapat dalam buku H. Scneekluth and V. Betram dalam
judul Ship Design for Efficiency in Economy dalam second edition halaman 168,
yaitu :
WWO = K x L x B

Dimana : WWO = Berat perkayuan dan outfitting kapal rancangan


K = 0,28 ton/m2 untuk tanker
L = Panjang kapal rancangan = 87,00 m
B = Lebar kapal rancangan = 16,00 m
Maka: WWO = 0,28 x 87,00 x 16,00
= 389,76 ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan WWO = 389,76 ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 12


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Menentukan Margin Light Weight Ton (LWT)


Untuk menentukan Margin dari LWT kapal rancangan ini menggunakan rumus
pendekatan sebagai berikut :
Margin = [WST + WME + WWO] x 2%
Dimana : WST = Berat baja kapal rancangan = 1500,250 ton
WME = Berat permesinan kapal = 129,733 ton
WWO = Berat perkayuan dan outfitting kapal rancangan
= 389,76 ton
Maka : Margin = [1500,250 + 129,733 + 389,76] x 2%
= 40,39 ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga Margin LWT = 40,39 ton
TOTAL BERAT LIGHT WEIGHT (LWT) KAPAL :
1) Berat Baja Kapal (WST ) = 1500,250 Ton
2) Berat Permesinan Kapal (WME ) = 129,733 Ton
3) Berat Perkayuan & Outfitting (W𝑊𝑂 ) = 389,76 Ton
4) Margin LWT = 40,39 Ton
+
Berat Kapal Kosong (LWT) = 2060,133 Ton

Koreksi LWT
- LWT1 = Δ – DWT
= 5563,52 – 3750
= 1813,52 Ton

- LWT2 = 2060,133 Ton


LWT1 −LWT2
| | x 100% ≤ 0,5%
LWT2
1813,52 −2060,133
| | x 100% = 0,11% ≤ 0,5% (memenuhi)
2060,133

Product Oil Tanker 3750 DWT 13


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.8 Perhitungan Bobot Mati Kapal (DWT)


Menurut Harald Poehls, 1979.
Bahan Bakar Mesin Induk
Penggunaan bahan bakar pada kapal sangatlah bergantung pada lamanya mesin
menyala. Hal ini dapat kita estimasikan dengan :

Dimana : PbME = M/E = 1669 Kw


bME = Koefisien pemakaian BBM = 175 g/kWh
S = Radius Pelayaran 1609 mil laut
Vs = 12 knots
(1,3~1,5) = nilai koefisien diambil 1,4

1. Bahan Bakar Mesin Utama & Mesin Bantu


Menyala selama 162,5 jam / trip yang artinya
𝐒
WDO 1 = [(𝐏𝐛𝐌𝐄 ∗ 𝐛𝐌𝐄 ) + (𝐏𝐛𝐀𝐄 ∗ 𝐛𝐌𝐄 )] ∗ ∗ 𝟏𝟎−𝟔 ∗ ζ
𝐕𝐬

WDO 1 = [1669 ∗ 175 ) + (166,900 ∗ 175 )] ∗ 162,5 𝑗𝑎𝑚 ∗ 10−6 ∗ 1,3


= 67,870 ton BBm
WDo 1 = 52244 Ton
ζDo 1 = 0,8 Ton/m3

Maka dibutuhkan BBM sebanyak :


V=M/ζ
= 67,870 Ton / 0.8 Ton/m3
= 84,8375 m3

2. Berat Minyak Pelumas (Weight Of Lubricating Oil (𝐖𝐋𝐎 ))


S
WLO = [(PbME x bLO )]x Vs x 10−6 x (1,3~1,5)

Dimana : BLO= 1,2 – 1,6


Maka :
1609
WLO = [1669 x 1,5]x x 10−6 x (1,5)
12

= 0,503 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 14


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Dari perhitungan diatas ditetapkan harga 𝐖𝐋𝐎 = 0.503 Ton


3. Berat Air Bersih dan tawar (Weight Of Fresh Water (𝐖𝐅𝐖 )
Dimana :
 Jumlah penumpang ABK Z = 18 Orang
 Drinking Water DW = 10 kg/org/hari
 Washing water + Bathing RoomWW BR = 70 kg/org/hari
 Boilet Feed Water BFW = 0,14 kg/Kwh
 Addition For Tank Volume Add = 3% - 4%

1609 1
WFW =[((DW + (WW + BR))x Z) + (BFW x (PbME + PbAE )x 24)] x x +Add
12 24
1609 1
= [((10 + 70)x 18) + (0,14 x (1669 + 166,900)x 24)] x 12
x 24 + 4%

= 42.507,902 kg + 1.700,316
= 44.208,218 kg
= 44,208 Ton
Diasumsikan kebutuhan Washing Water dan Bathing Room diambil dari air laut
menggunakan alat destilasi air .
Maka :
= (44,208 – 2,52) Ton
= 41, 688 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga 𝐖𝐅𝐖 = 41, 688 Ton

4. Berat Makanan (Weight Of Provision (𝐖𝐏𝐑𝐎𝐕 )


1609 1
WPROV = Cp x Z x x
12 24

Dimana : Cp = 2 – 5 kg/org/hari
Z = 18 Orang
Maka :
1609 1
WPROV = 5 x 18 x x
12 24

= 502,8125 kg
= 0,5028 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga 𝐖𝐏𝐑𝐎𝐕 = 0,5028 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 15


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

5. Erat Awak Kapal, Penumpang Dan Barang Bawaan (Weight Of Person and
Luggage (𝐖𝐏+𝐥 ))
WP+l = Z x (P + L)

Dimana : P = Berat rata-rata ABK 75 kg/orang


L = Berat barang bawaan ABK 70 kg/ orang
Z = Jumlah ABK = 18 Orang
Maka :
WP+l = 18 x (75 + 70)
= 2610 kg
= 2,610 Ton
Dari perhitungan di atas ditetapkan harga 𝐖𝐏+𝐥 = 2,610 Ton

6. Berat Air Ballast (WWB)


Ballast = (30-50)% x Δ
Dimana : Δ = 5563,52 Ton
Maka :
Ballast = 0,3 x 5563,52 Ton
= 1669,056 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga WWB = 1669 Ton

7. Berat Muatan (Pay Load)


WPL = DWT – (WFO + WDO + WLO + WFW + WPROV + Wp+l )
Dimana : WFO & FB = 67,870 Ton
: WLO = 0,503 Ton
: WFW = 41, 688 Ton
: WPROV = 0,5028 Ton
: Wp+l = 2,610 Ton
Maka :
WPL = 3750 –113,1738 = 3636,8262 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 16


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Dari perhitungan diatas ditetapkan harga WPL = 3636,8262 Ton

TOTAL BERAT DEAD WEIGHT TONNAGE SHIP (DWT)


1) Berat Bahan BakarWFO & Wdo = 67,870 Ton
2) Berat Minyak Pelumas (WLO ) = 0,503 Ton
3) Berat Air Bersih dan Tawar (WFW ) = 41,688 Ton
4) Berat Makanan (WPROV ) = 0,5028 Ton
5) Berat Awak Kapal dan Barang (Wp+l ) = 2,610 Ton
6) Berat Muatan (WPL) = 3636,8262 Ton
+
TOTAL PERHITUNGAN DWT = 3750 Ton

2.9 Koreksi Berat Kapal


Displacement menurut Hukum Archimedes (∆₁), yaitu :
∆₁ = LBP x B x T x Cb x γ
= 87,00x 16 x 5,2 x 0,75 x 1,025
= 5564,52 Ton
∆₁−∆₂
Koreksi = | | x 100% ………..< 0,5 %
∆₁

Dimana : ∆₂ = LWT + DWT


= 2060,133 Ton + 3750 Ton
= 5810,133 Ton
5564,52−5810,133
Maka Koreksi = | | x 100% ………..< 0,5 %
5564,52
= 0,04 % ………….< 0,5 ( memenuhi)

Product Oil Tanker 3750 DWT 17


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Tabel. Data Consumable

NO Item Berat (Ton) Density (Ton/m3) Volume ( m3)


1 Bahan Bakar M/E & A/E 67,870 0,850 57,689
2 Berat Air Bersih dan Tawar 43,5470 1,000 41,688
3 Berat Air Ballast 667,6224 1,025 684,312
4 Berat Minyak Pelumas 0,503 0,880 0,4426
5 Muatan 3634,276 0,760 2762,049
Sumber : Perhitungan Pribadi

2.10 Penentuan Ruang Muat


Penentuan ruang utama ini ditentukan menurut perhitungan Class NIPPON
KAIJI KYOKAI (ClassNK)

1. Luas Penampang Tengah Kapal


Am = B x T x Cm
= 16,00 m x 5,2 m x 0,990
= 82,368 m2

2. Jarak Gading Normal (a0)


• Transverse Frame Spacing (Chapter 7.2.1 Hal. 64) Standard spacing of
transverse frames :
Fs = 450 + 2L (mm)
= 450 + 2 (87 m)
= 624 mm  600 mm
= 0.6 m.

Product Oil Tanker 3750 DWT 18


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

• Longitudinal Frame Spacing (Chapter 7.2.2 Hal. 64) Standard spacing of


longitudinal frames :
Fs = 550 + 2L (mm)

= 550 + 2 (87 m)

= 724 mm  700 mm

= 0.7 m.

 Jarak bingkai melintang antara 0.2L dari ujung depan dan sekat tabrakan
tidak melebihi 700 mm (Chapter 7.2.1 Hal. 64)
 Jarak gading besar (Web Frame) direncanakaan tiap 3 jarak gading

normal, dimana jarak gading normal (0,6 m).


Jarak gading besar :
= 3 x 0,6 m
= 2,4 m

3. Penempatan Sekat Kedap Air


 After Peak Bulkhead (sekat ceruk buritan)
Sekat ceruk buritan dipasang pada 8 jarak gading, jarak sekat ceruk buritan
dari AP direncanakan 6 gading dari AP sampai gading no. 6

 Sekat melintang kedap air dari kamar mesin


Perencanaan panjang kamar mesin disesuaikan dengan kebutuhan yang ada
pada kamar mesin dan dihitung dari kebutuhan ruang muat. Panjang Kamar
Mesin
Lkm = (17 − 20)% x Lpp
= 20% x 87 m
= 17,4 m
kebutuhan Ruang Muat
Direncanakan sekat kedap air melintang pada kamar mesin 29 jarak gading
ditempatkan pada gading no. 35 ( gading no. 6 - 35 ).

Product Oil Tanker 3750 DWT 19


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Fore Peak Bulkhead (sekat tubrukan) (Chapter 13.1.1 Hal. 98)


Spasi bingkai melintang di puncak atau buritan cruiser tidak melebihi 610
mm (Chapter 7.2.1 Hal. 64)
Jarak minimum sekat tubrukan dari FP :
= 0,05 x LPP
= 0,05 x 87 m
= 4,35 m

Jarak maksimum sekat tubrukan dari FP :


= 0,08 x LPP
= 0,08 x 87 m
= 6,96 m
Diambil 4,8 m Dari FP
Sekat tubrukan ditempatkan pada gd. 137 - FP dengan jarak gading 0,6 m.

 Ruang Muat ditempatkan pada gd. 41 - gd. 137 dengan jarak gading 0,6 m
dan dengan jumlah 96 gading.

4. Pembagian sekat ditunjukkan sebagai berikut :


1. Jarak = AP – gd. 6 = 0,6 x 6 = 3,6 m (After Peak
bulkhead)
2. Jarak = gd. 6– gd. 35 = 0,6 x 29 = 17,4 m (engine room)
3. Jarak = gd. 35 – gd.41 = 0,6 x 6 = 3,6 m (Slop Tank)
4. Jarak = gd. 41 – gd.57 = 0,6 x 16 = 9,6 m (Ruang Muat 6)
5. Jarak = gd. 57 – gd. 73 = 0,6 x 16 = 9,6 m ( Ruang Muat 5)
6. Jarak = gd. 73 – gd. 89 = 0,6 x 16 = 9,6 m (Ruang Muat 4)
7. Jarak = gd 89 – gd. 105 = 0,6 x 16 = 9,6 m (Ruang Muat 3)
8. Jarak = gd 105 – gd. 121 = 0,6 x 16 = 9,6 m (Ruang Muat 2)
9. Jarak = gd. 121 – gd. 137 = 0,6 x 16 = 9,6 m (Ruang Muat 1)
11. Jarak = gd. 137 – FP = 0,6 x 8 = 4,8 m (Fore peak
bulkhead)
Total = 87 m

Product Oil Tanker 3750 DWT 20


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

5. Tinggi Double Bottom (Chapter 13.1.1 Hal. 98)


B
Hdb = (m)
20
16
= (m)
20

= 0,8 m
Ditetapkan menjadi 1 m.

6. Panjang Ruang Muat


Lrm = Lpp − (Sh + Sb + Lkm)
= 87,00 m − (4,35 m + 2,496 m + 17,4 m )
= 62,754 m
7. Luas Ruang Muat pada Midship
Arm = B x H x Cm
= 16 m x 7,6 m x 0,990
= 120,384 m2
8. Luas Double Bottom pada Misdhip
Adbm = B x Hdb x Cm
= 16 m x 1,00 m x 0,990
= 15,84 m2
9. Volume Ruang Muat Rencana
Berat Muatan
Vrm = Massa Jenis Muatan
3370,3154 ton
= 0,76 ton/𝑚3

= 4434,625 m3

2.11 Volume Ruang Muat Perhitungan


Ruang Muat 6
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 41 94,4277 1 94,4277
2 49 96,9002 4 387,6008
3 52 97,6411 1 97,6411

∑= 579,6696

Product Oil Tanker 3750 DWT 21


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 579,6696
= 927,4714 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 927,4714 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 834,724 Ton

Ruang Muat 5
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 52 97,6411 1 97,6411
2 65 97,6536 4 390,6144
3 73 97,6536 1 97,6536
∑= 585,9091

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 585,9091
= 937,4546 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 937,4546 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 843,7091 Ton

Ruang Muat 4
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 73 97,6536 1 97,6536
2 81 97,6536 4 390,6144
3 89 97,6536 1 97,6536
∑= 585,9216

Product Oil Tanker 3750 DWT 22


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 585,9216
= 937,4746 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 937,4746 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 843,7271 Ton

Ruang Muat 3
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 89 97,6536 1 97,6536
2 97 97,6536 4 390,6144
3 105 97,313 1 97,313
∑= 585,581

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 585,581
= 936,9296 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 936,9296 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 843,2366 Ton

Ruang Muat 2
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 105 97,313 1 97,313
2 113 93,7844 4 375,1376
3 121 83,8458 1 83,8458
∑= 556,2964

Product Oil Tanker 3750 DWT 23


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 556,2964
= 890,0742 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 890,0740 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 801,0666 Ton

Ruang Muat 1
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 121 83,8458 1 83,8458
2 129 66,4388 4 265,7552
3 137 41,6007 1 41,6007
∑= 391,2017

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 391,2017
= 625,9227 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 625,9227 𝑚3 x 0,9 ton/𝑚3
= 563,330 Ton

Volume total ruang muat menurut perhitungan

RM Total = V RM 1 + V RM 2 + V RM 3 + V RM 4 + V RM 5

= 5255,327 𝑚3

= 4729,7943 Ton

Ruang Muat Perhitungan > V Ruang Muat Rencana

5255,327 𝑚3 > 4434,625 m3

Product Oil Tanker 3750 DWT 24


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.12 Perhitungan Water Ballast Tank

Water Ballast Tank 6


No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 41 20,656 1 20,656
2 49 22,2662 4 89,0648
3 52 23,3032 1 23,3032
∑= 133,024

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 133,024
= 212,8384 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 212,8384 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
= 218,1593 Ton

Water Ballast Tank 5


No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 52 23,3032 1 23,3032
2 65 23,1147 4 92,4588
3 73 23,1147 1 23,1147
∑= 138,8767

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 138,8767
= 222,2027 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 222,2027 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
= 227,7577 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 25


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Water Ballast Tank 4


No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 73 23,1147 1 23,1147
2 81 23,1147 4 92,4588
3 89 23,1147 1 23,1147
∑= 138,6882

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 138,6882
= 221,9011 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 221,9011 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
= 227,4486 Ton

Water Ballast Tank 3


No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 89 23,1147 1 23,1147
2 97 23,1147 4 92,4588
3 105 23,0582 1 23,0582
∑= 138,6317

V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 138,6317
= 221,8107 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 221,8107 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
= 227,3559 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 26


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Water Ballast Tank2


No No Frame Luasan Simpson Jumlah
1 105 23,0582 1 23,0582
2 113 21,7577 4 87,0308
3 121 18,6466 1 18,6466
∑= 128,7356

V
V = 1/3 . h . ∑
= 1/3 x4,8 x 128,7356
= = 205,9770 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


1
= 205,9770 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
/
= 211,1264 Ton
3

.
Water Ballast Tank 1
No No Frame Luasan Simpson Jumlah
h 1 121 18,6466 1 18,6466
2 129 15,7381 4 62,9524
. 3 137 12,1028 1 12,1028
∑= 93,7018

= 1/3 x4,8 x 93,7018
= 149,9229 𝑚3

Vton = V x Masa Jenis Muatan


= 149,9229 𝑚3 x 1,025 ton/𝑚3
= 153,6709 Ton

Product Oil Tanker 3750 DWT 27


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Volume Total Water Balast tank menurut perhitungan

RM Total = V WBT 1 + V WBT 2 + V WBT 3 + V WBT 4 + V WBT 5 + V WBT


6

= 1234,653 𝑚3

= 1265,519 Ton

2.13 Sketsa General Arrangement

Product Oil Tanker 3750 DWT 28


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.1 Perlengkapan Alat Labuh Kapal


1. Jangkar (Anchor) dan Peralatannya
a. Jangkar
Untuk menentukan ukuran jangkar yang digunakan, haruslah menggunakan
Equipment Number (EN). Dalam peraturan klasifikasi dan konstruksi kapal buku
classNK Part C Chapter 27 Hal.195 adalah:
2
𝑊 3 + 2.0 h B + 0.1 A

Dimana:
D = Displacement full load = 5563,52 Ton
h = adalah nilai yang diperoleh dari rumus berikut: f + h
f : Jarak vertikal (m), di midship, dari garis beban maksimum yang dirancang ke
atas yang paling atas balok geladak terus menerus di samping
h’ : Tinggi (m) dari geladak atas yang paling atas ke puncak superstruktur atau
dek tertinggi memiliki lebar lebih besar dari B / 4 dalam perhitungan h, belaka
dan trim dapat diabaikan. Di mana dekhouse memiliki lebarnya lebih besar dari
B / 4 adalah Terletak di atas dekhouse dengan luas B / 4 atau kurang, dekhouse
sempit dapat diabaikan.
A = adalah nilai yang diperoleh dari rumus berikut: f x L1 + ∑h”l
f: Nilai yang ditentukan dalam (1)
L1: Panjang (m) dari kapal yang ditentukan dalam 15.2.1-1
∑h”l : Jumlah produk dari ketinggian h’’ (m) dan panjang l (m) superstruktur,
dek atau batang yang terletak di atas dek terus menerus paling dalam L1 dan
juga memiliki luas lebih besar dari B / 4 dan tinggi lebih dari 1,5 m

2
EN =𝑊 3 + 2.0 h B + 0.1 A
2
=(5993,733 3 ) + (2.0 x 12,7 x 15,8) + (0.1 x 410,486)
= 1456,106 + 176 + 93,22004
= 772,331

Product Oil Tanker 3750 DWT 29


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Untuk menentukan itu semua dengan menggunakan tabel C 27.1 dari buku Rules
classNK Part C Chapter 27 Hal.196, dimana Z = 772,331 maka keterangan jangkarnya
adalah sebagai berikut :
Untuk EN (Equipment No.) : 780-840
Jumlah jangkar : 2 buah
Berat tiap jangkar : 2460 kg
Jenis : Stockless

b. Rantai Jangkar
Untuk menentukan panjang rantai jangkar yang dipasang pada kapal rancangan
ini digunakan tabel C 27.1 dari buku Rules classNK Part C Chapter 27 Hal.196,
dimana Z = 772,331
Diameter jangkar : 50 mm dengan Grade 1
Panjang Rantai jangkar : 190 m = 7 Segel

Product Oil Tanker 3750 DWT 30


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2. Bak Penyimpanan Rantai Jangkar


Dalam buku Class BKI Section 18 – E.1, perhitungan volume chain locker adalah
sebagai berikut:
𝑙
𝑆 = 1.1 . 𝑑 2 .
105
Dimana:
d = diameter rantai dalam = 50 mm
l = panjang total = 190 m
Maka :
190
𝑆 = 1,1 𝑥 502 𝑥
105
𝑆 = 5,255 𝑚3

Penambahan Volume Untuk Cadangan ± 10 % , Maka Volume Menjadi


V = 5.255+ (5,255 x 10 % )
= 5.780 m2

Jadi ditetapkan bahwa dimensi chain locker adalah : P x L x T = 2 m x 2 m x 4 m

3. Hawse Pipe
Untuk Diameter Rantai Jangkar yang berkisar antara angka 25mm – 100 mm
setelah dilihat dari grafik Fig. 343 pada Pratical Ship Building Design Vol B hal 148
didapat data-data sbb:
- Tebal bagian bawah (Bahan besi tuang ) = 40 mm
- Tebal bagian atas (bahan besi tuang) = 29 mm
- Diameter Dalam = 400 mm
- Tebal Hawse Pipe (Bahan Open hearth furnace) = 16 mm
- Tabel chafing plate (bahan open hearth) = 10 mm
- Diameter hawse pipe dі bagian bawahnya dibuat lebih besar (antara 3~4 cm)

Product Oil Tanker 3750 DWT 31


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Windlass Jangkar

Maka Windlass yang digunakan adalah sebagai berikut


Type : Symetrical Hy-combined windlass moring winch
DWG No : 226 RAT 880-00
Chain cable Dim : 68 mm
Nom. Pull : 196,5 kN
Ancor ring depth : 82,5 m
Nom. Speed : > 9 m/min
Drum load : 125 kN
Nom. Speed : 12 m/min
Rope dim : 66 mm
Kapasiti : 160 m
W.E load : 125 kN
Hydro motor type : 3.15/1.6 LJM 100-40 /20
Rated pressure : 20 Mpa
Speed range : 3175 r/min
Dimensi : A = 4475 mm, B = 1520 mm, C = 1240 mm, D = 1715 mm,
E = 1715 mm, F = 1200 mm, G = 2920 mm.

Product Oil Tanker 3750 DWT 32


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

5. Tali Tambat
Berdasarkan tabel C 27.1 dari buku Rules classNK Part C Chapter 27 Hal.196,
dimana Z = 1725
Panjang = 190 m
Beban putus = 353 kN
Jumlah = 5 buah

Product Oil Tanker 3750 DWT 33


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

6. Mesin Tambat

Jumlah Drum penggulung tali : 4 buah (2 haluan, 2 buritan). Tiap Drum penggulung harus
dilengkapi dengan kopling dan rem (Hand brake) yang dioperasikan dengan tangan.

7. Tow Line
Berdasarkan tabel C 27.1 dari buku Rules classNK Part C Chapter 27 Hal.196,
dimana Z = 1670-1790
Panjang = 220 m
Beban putus = 1024 kN
Jumlah =2
Untuk Tow line disediakan 1 dihaluan kapal dan 1 di buritan kapal.

Product Oil Tanker 3750 DWT 34


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

8. Fairlead
Type : Marine fairlead
Material : Stainless steel-AISI316 AISI304 ,alloy casting and carbon steel
Breaking Load(MP) : 15,5
Weight(kg) : 25

Jumlah yang digunakan di atas kapal yaitu 8

9. Bollard

Dimensions(mm) : D = 114
H= 150
B = 165
L= 445
Max.B.L. of Rope ( Ton) = 3
Weight (kg) = 19

Product Oil Tanker 3750 DWT 35


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.2 Alat Bongkar Muat


1. Loading Arm
Loading arm adalah suatu lengan silinder berukuran besar yang digunakan untuk
menyalurkan minyak dari kilang penyimpanan ke kapal tanker.

2. Manifold
Manifold di kapal tanker berfungsi untuk menyambung selang atau loading arm
antara darat dan kapal di saat bongkar/muat.Manifold inilah tempat lewat nya muatan.

3. Provision Crane
Type : Fixed Boom Crane
Model No : FCRN 100-2T 10M
Lifting capacity : 2T x 10 m
Min Length : 3,4 m
Max Length : 10 m
Pedestal Dia. OD : 1270 mm
Pedestal Height H : 1500 mm
Est. Power : 37 kw

Product Oil Tanker 3750 DWT 36


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Pompa ruang muat

Type : 350CWS-6A
Kapasitas : 1100 𝑚3 /h
Speed : 1450 r/min
Weight : 1420 kg
Shaft Power : 373,5 kw

2.3 Alat-Alat Keselamata pelayaran


1. Pelampung Penolong (Life Buoy)

Tipe : Marine Life Buoy


Outer diameter : 800 mm
Inner diameter : 400 mm
Weight : 2,5 kg

Product Oil Tanker 3750 DWT 37


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2. Life Raft

Tipe : HSE-L-20
Panjang : 3780 mm
Lebar : 3780 mm
Tinggi : 2100 mm
Berat : 185 kg
Jumlah : 1 unit
Kapasitas : maksimal 20 Orang.
3. Jaket Penolong (Life Jacket)

Ukuran : Panjang 56 cm x lebar 50 cm x Tebal 6 cm

Product Oil Tanker 3750 DWT 38


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Life Boat

2.4 Alat-Alat Pemadam Kebakaran

Alat-alat pemadam kebakaran merupakan alat yang berfungsi untuk memadamkan


kebakaran.
Secara umum sistim pemadam kebakaran harus dilengkapi sebagai berikut:
1. Ruang muat
Sistim pemadam dengan CO2, sistim pemadam dengan air laut dan sistim deteksi asap.
2. Ruang mesin
Sistim pemadam dengan, sistim pemadam dengan air laut, pemadam kebakaran
jinjing dan sistem deteksi asap.
3. Ruang akomodasi dan gudang
Sistim pemadam dengan air laut, pemadam kebakaran jinjing dan sistim deteksi
asap untuk koridor, anak tangga dan lorong-lorong.

Product Oil Tanker 3750 DWT 39


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Di atas sistem pemadam kebakaran harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan


lain sesuai persyaratan pemadam kebakaran.
 Fire Hose Box
Fire hose box adalah tempat untuk menaruh fire hose dan selang kebakaran agar dapat
dengan mudah dilayani dan selain itu agar tidak mengganggu kerja dikapal.
.

 Fire Hose
Fire hose adalah selang kebakaran yang materialnya terbuat antara lain terpal,
karet dan nylon. Kapal Tanker tentunya harus siap dengan segala kondisi yang
ada saat berlayar. Hal ini pun mempengaruhi perlengkapan pemadam dimana
sering terjadi musibah kebakaran di laut.

 Springkler System
Alat ini termasuk alat pemadam kebakaran dengan menggunakan air.
Keuntungan dari pada spinkler sistem adalah :
1. Kebakaran setempat dapat diredam secara otomatis sebelum api menjalar
2. Hingga air yang dibutuhkan untuk pemadaman sedikit
3. Kerusakan yang ditimbulkan oleh air juga kecil
.

Product Oil Tanker 3750 DWT 40


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Fireman Outfit
Fireman outfit adalah perlengkapan yang dipergunakan oleh ABK untuk
memadamkan kebakaran yang terjadi pada kapal.. Fireman outfit harus disimpan
ditempat yang telah ditentukan dan harus dengan cepat dan mudah digunakan.
Spesifikasi Seragam Pemadam Kebakaran (Baju + Celana):
1. Bahan dari NOMEX IIIA (4.5 Oz dan 6.0 Oz), FLAME RETARDANT dan
COTTON 100%
2. Baju + Celana Pemadam Kebakaran lengkap dengan Scothlite 3M, Biasa
(Silver/Abu abu) dan Tripletrim dalam 2 warna (Silver - Orange) dan (Hijau -
Silver kombinasi)
3. Baju Pemadam Kebakaran yang terdiri dari 3 lapis

Product Oil Tanker 3750 DWT 41


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Internasional Shore Conection

 Fire Extinguisher
Fire extinguisher adalah alat pemadam kebakaran yang kecil atau yang berbentuk
tabung yang dapat dibawa. Jenis dari pada fire extingusher ini berbeda-beda sesuai
dengan bahan yang di isi dalan tabung tersebut.

 Hydrant
Hydrant adalah alat pemadam kebakaran yang terhubung dari beberapa saluran air
yang mencukupi. Tiap hydrant memiliki satu atau lebih penghubung selang kebakaran.

Product Oil Tanker 3750 DWT 42


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Foam Extinguisher
Bahan pemadam busa ini efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B
(minyak, solar dan cairnya), untuk memadamkan kebakaran benda padat (Kelas A)
kurang baik seperti diketahui bahwa pemadam kebakaran dengan bahan busa
adalah dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalam proses
kebakaran (api), dengan menutup/menyelimuti permukaan benda yang terbakar
sehingga api tidak mengalir.

Menurut proses pembuatannya terdapat dua jenis busa yaitu:


a. Buka Kimia (Chemis)
b. Busa Mekanis
Busa ukuran sesuai untuk disemprotkan pada permukaan cairan yang mudah
bercampur dengan air (alkohol, spiritus) karena busa mudah larut dalam air.
 Powder Dry Chemical
Yaitu bahan pemadam berbentuk bubuk/tepung dengan bahan kimia kering
berguna sebagai berikut:
1. Dry Chemical dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran;
2. Tidak berbahaya bagi manusia/binatang karena tidak beracun;
Product Oil Tanker 3750 DWT 43
Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

3. Bahan dry chemical disebut sebagai bahan pemadam kebakaran yang berfungsi
ganda (multi purpose extinguisher);
4. Tidak menghantarkan listrik;
5. Powder berfungsi mengikat oksigen (isolasi) dan juga dapat mengikat gas-gas
lain yang membahayakan;
6. Dapat menurunkan suhu;
7. Mudah dibersihkan dan tidak merusak alat-alat.
Cara penggunaan dry chemical hampir sama dengan gas CO2 yaitu sebagai
berikut:
1. Pertama harus diperhatikan adanya arah angin, jika angin bertiup terlalu kuat
maka penggunaan dry chemical tidak efisien;
2. Arahkan pancaran pemotong nyala api dan usahakan dapat terbentuk semacam
awan/asap untuk menutup nyala api tersebut.

2.18 Peralatan Navigasi


1. Peta

Peta merupakan perlengkapan utama dalam pelayaran kapal bentuk dua dimensi
(pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan
dengan perbandingan/skala tertentu.Perangkat peta terdiri atas peta pelayaran, jalur
perairan dunia, peta ikhtisar, peta cuaca, petunjuk pelayaran/buku kepanduan bahari,
daftar suar, daftar pasang surut, daftar stasiun radio, tabel navigasi, chronometer,
clinometers, stopwatch, jangka, penggaris paralel /mistar jajar, segitiga, pensil, karet
penghapus, pemberat kertas, tabel logaritma, berita pelaut Indonesia/NTM, tabel arus,
daftar peta, daftar koreksi peta.
 Peta-peta yang digunakan untuk navigasi biasanya berupa peta mercatorial/lintang
bertumbuh, peta “proyeksi lingkaran besar/genomonis”
 Kertas yang digunakan untuk peta harus memiliki susut minimal sehingga jarak
antar titik tidak melebar atau menyempit akibat suhu.
 Peta harus dimutakhirkan dengan informasi resmi, misalnya informasi dari radio,
berita pelaut Indonesia (edisi mingguan)/notice to mariners .

Product Oil Tanker 3750 DWT 44


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Peta-peta navigasi, jalur perairan dunia, peta cuaca, petunjuk pelayaran, daftar
lampu penerangan, daftar pasang surut, daftar sinyal radio, tabel navigasi, berita
pelaut Indonesia, dan daftar arus harus diterbitkan secara berkala oleh organisasi
pelayaran resmi untuk tujuan navigasi.
 Chronometer harus diuji dan dikalibrasi oleh layanan metrologi dan harus
disesuaikan atau dicatat oleh nahkoda kapal setiap hari.
 Peta harus dipisahkan menurut skala menjadi peta rencana, peta samudera, peta
pesisir, kanal, dan pelabuhan.

2. Kompas Magnetik

Kompas magnetik terbagi atas kompas magnetik kemudi, kompas magnetik standar
dan lain-lain sesuai penempatannya. Kompas magnet yang digunakan sebagai kompas
standar harus memiliki sebuah pod di kaca kompas untuk menempatkan alat penyangga
dan Kompas magnet standar yang juga digunakan sebagai kompas kemudi juga harus
dipasang dengan prisma sehingga ujung kapal dapat membaca di ruang kemudi.

3. Pedoman Gyro

Pedoman gyro adalah suatu alat gyroscope yang digunakan untuk menentukan dan
menampilkan arah Utara sejati dengan alat non-magnetik dan mengirimkan informasi arah
kepada pengguna. Master gyro harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak terpengaruh
oleh getaran kapal. Arah Master Gyro ditransmisikan ke beberapa repeater di lokasi yang
sesuai untuk bearing, steering dan kadang-kadang dihubungkan ke mesin kemudi.

Product Oil Tanker 3750 DWT 45


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Radar

Radar yang digunakan untuk navigasi di atas kapal berupa radar gerak relatif yang
terdiri atas radar 9 GHz dan radar 3 GHz. 5.9.2. Radar dapat ditambah dengan Automatic
Radar Plotting Aid (ARPA) seperti yang dipersyaratkan oleh Otoritas yang berwenang.

5. Perekam Data Pelayaran (VDR)

Adalah sebuah alat perekam (recorder ) yang dipasang di kapal untuk membantu
Otoritas yang berwenang dalam menyelidiki penyebab kecelakaan. VDR harus memenuhi
persyaratan konvensi dan hukum internasional termasuk perubahannya dan disetujui oleh
Otoritas yang berwenang.

6. Sistem identifkasi otomatis (AIS)

adalah jarak pendek sistem pelacakan pesisir digunakan pada kapal dan dengan
Lalu Lintas Kapal Jasa ( VTS ) untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal oleh
elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya dan stasiun VTS . Informasi
seperti identifikasi yang unik , posisi , arah dan kecepatan dapat ditampilkan pada layar
atau ECDIS . AIS dimaksudkan untuk membantu petugas watchstanding kapal dan
memungkinkan pihak berwenang maritim untuk melacak dan memantau pergerakan kapal

Product Oil Tanker 3750 DWT 46


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

, dan mengintegrasikan VHF sistem transceiver standar seperti penerima LORAN - C atau
Global Positioning System , dengan sensor navigasi elektronik lainnya , seperti
gyrocompass atau tingkat indikator gilirannya.

7. Identifkasi jarak jauh dan lintasan kapal (LRIT)

Adalah signal yang dipancarkan oleh kapal untuk mengetahui keberadaan kapal.
Signal dipancarkan melalui provider.

8. Echo Sounder

Alat ini digunakan untuk mengukur kedalaman air di bawah bagian bawah kapal
menggunakan gelombang suara .

9. Lampu navigasi dan lampu isyarat


 Lampu Tiang (Masthead Light)
Lampu berwarna putih yang ditempatkan di atas sumbu tengah
muka dan belakang kapal yang memperlihatkan cahaya yang tidak terputus
meliputi busur cakrawala 225o dipasang sedemikian rupa sehingga
memperlihatkan cahaya dari lurus ke muka sampai 22,5o lebih ke belakang
dari arah melintang pada setiap sisi kapal. Daya tampak dari lampu tiang
harus dapat dilihat pada jarak minimum 6 mil. Berjumlah 2 buah.

Product Oil Tanker 3750 DWT 47


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Lampu Lambung (Side Light)


Lampu hijau di lambung kanan dan merah di lambung kiri masing-
masing memperlihatkan cahaya yang tidak terputus meliputi busur
cakrawala sebesar 112,5o dan dipasang sedemikian rupa sehingga
memperlihatkan cahaya dari lurus ke muka 22,5o lebih ke belakang dari
arah melintang pada sisi masing-masing. Daya tampak dari lampu lambung
harus dapat dilihat pada jarak minimum 3 mil dan

 Lampu Buritan (Stern Light)


Lampu yang ditempatkan sedekat mungkin yang dapat dilaksanakan
di buritan memperlihatkan cahaya yang tidak terputus meliputi busur
cakrawala dari 135o dan dipasang sedemikian rupa hingga memperlihatkan
cahaya 67,5o dari lurus ke belakang pada masing-masing sisi kapal. Daya
tampak dari lampu buritan harus dapat dilihat pada jarak minimum 3 mil.
Warna = Putih.
Jumlah = 1 buah.
Jangkauan = 3 mil.
Tinggi = 3,5 meter.
Letak = Buritan.

Product Oil Tanker 3750 DWT 48


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Lampu Keliling
Sebuah lampu yang memperlihatkan cahaya yang tidak terputus-
putus meliputi busur cakrawala dari 360o. Daya tampak dari lampu keliling
harus dapat dilihat pada jarak minimum 3 mil.

 Lampu Jangkar (Anchor Light)


Sebuah lampu yang nampak jelas pada seluruh bidang Horizontal
dengan sudut 360˚dengan warna putih, dengan jarak pandang minimum 3
mil laut, pada ketinggian minimal 6 meter dari geladak utama, sedangkan
pada siang hari fungsi lampu digantikan dengan sosok benda bola hitam
pada tiang lampu jangkar dan lampu jangkar buritan diletakan diburitan
kapal pada tinggi tidak kurang 4,5 meter dibawah lampu jangkar haluan.

 Lampu Kelip (Flashing Light)


Adalah Lampu yang berkelap-kelip dengan selang waktu yang
teratur pada frekuensi 120 kelipan per menit.

 Lampu Morse (Morse Signal Light)


Adalah Lampu yang dipergunakan untuk mengirim isyarat morse
dan harus dapat dipakai baik malam atau siang hari.
Warna = Putih.
 Lampu Sorot (Search Light)
Adalah lampu yang dipasang dan dilengkapi dengan Reflector yang
dipasang pada anjungan kapal yang dipergunakan untuk menerangi suatu
objek pada jarak yang jauh dari kapal.

Product Oil Tanker 3750 DWT 49


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

 Lampu Geladak / Sekoci


Adalah sebuah lampu yang dipergunakan untuk penerangan geladak
sekoci pada waktu malam hari, jika terjadi kejadian darurat pada kapal.

10. VHF Radio Telephone


Dipasang sebuah VHF Tranciever 25 watt output dan 55 Channel, Direct Control
Synthesized, duplex duel watch dengan kontrol yang dekat dengan kedua kaki kemudi,
suplai tenaga diambil dari baterai untuk komunikasi.

11. SSB Radio Telepone


Dipasang sebuah SSB radio Telephone dengan suatu daerah
frekuensi 1.6 MHz sampai 1.8 MHz, Output 150 Watt .

12. GPS (Global Positioning System)


GPS adalah suatu alat penerima signal dari satelit untuk menentukan posisi sesuai
dengan posisi kapal itu berada. Kegunaan utama GPS diatas kapal adalah :
 untuk menentukan posisi lintang dan bujur kapal
 untuk menentukan kecepatan kapal
 untuk menentukan jarak tempuh kapal
 untuk memperkirakan jarak waktu tiba (ETA) di pelabuhan tujuan
 untuk menentukan sisa waktu tempuh
 untuk menyimpan posisi khusus yang diinginkan
 untuk menentukan jejak pelayaran dalam bentuk peta
 untuk membuat bagan paduan bernavigasi

Product Oil Tanker 3750 DWT 50


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

13. Lain-lain
a. Stopwatch
b. Jangka peta terdiri dari jangka semat dan jangka lukis.
c. Obeng yang terdiri atas obeng kembang dan obeng biasa dan terbuat dari logam
yang mengandung magnet
d. Penghapus adalah jenis yang lunak sehingga tidak merusak peta
e. Termometer
f. Barometer (barograph)
g. Tali pengukur lengas (Sling psychrometer)
h. Clinometer
i. Mistar jajar
j. Segitiga (graded)
k. Pemberat kertas
l. Tabel logaritma
m. Meja peta dan laci peta
n. Daftar peta
o. Berita pelaut
p. Tabel arus
q. Tabel pasang surut

Product Oil Tanker 3750 DWT 51


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.19 Perlengkapan Medis


Seluruh perlengkapan medis dan obat haruslah disetujui dan dilegalisasi oleh pihak
Otoritas yang berwenang

Product Oil Tanker 3750 DWT 52


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Product Oil Tanker 3750 DWT 53


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Product Oil Tanker 3750 DWT 54


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.20 Peralatan Pencegahan Pencemaran Kapal

1. Alat Pemisah Air yang Mengandung Minyak ( Oil Water Separator )


Sesuai dengan persyaratan seluruh kapal dengan GRT diatas atau sama dengan 400 ton
harus dipasang peralatan Oily Water Separator (OWS)

• OWS ini harus dapat memisahkan kandungan minyak yang tercampur dalam air dengan
menghasilkan air yang memiliki kadar minyak maksimum 15 ppm (sebelum adanya
peraturan tambahan, kandungan minyak ada yang mencapai 100
• OWS ditempatkan dikamar mesin pada setiap kapal dengan dilengkapi instalasi pipa
untuk penghisapan dari bilga kamar mesin dan pipa pembuangan keluar kapal atau
kedalam tanki sludge.

2. Oil Discharge Monitoring And Control System


Sesuai dengan persyaratan untuk kapal yang dipasang peralatan Oily Water Separator
(OWS) dengan penyaringa sampai 100 ppm harus dilengkapi dengan peralatan tambahan
yang disebut Oil Discharge Monitoring and control system (ODM)

• ODM dapat mendeteksi kadar kandungan minyak sampai memenuhi persyaratan bahwa
air yang dihasilkan memiliki kadar minyak maksimum 15 ppm
• Peralatan untuk mendeteksi kadar minyak pada ODM disebut oil content meter. Apabila
kadar minyak melebihi 15 ppm maka alarm system pada Oil content meter akan berbunyi
atau menyala sebagai peringatan.
• Sistim kerja ODM adalah memberikan peringatan sebelum pembuangan air kelaut
apabila kandungan minyak melebihi 15 ppm dan selanjutnya air akan disaring/difilter
ulang.

3. Pembuangan Sisa-Sisa Minyak/ Disposal of Oil Residues


Sesuai dengan persyaratan, di kapal harus dilengkapi dengan fasilitas untuk pembuangan
sisa sisa minyak. Peralatan ini juga harus disesuaikan dengan jumlah sisa minyak yang
dihasilkan

Product Oil Tanker 3750 DWT 55


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

• Incenerator, adalah suatu alat khusus untuk membakar sisa minyak kotor yang dihasilkan
dari OWS yang sudah tidak dapat dipakai lagi.
• Boiler, jenis ketel bantu yang dapat membakar sisa minyak.
• Tanki khusus yang dapat mencampur sisa minyak dengan bahan bakar yang lain. Tanki
khusus untuk menampung minyak kotor yang kemudian akan dibuang kedarat.

• Tanki untuk menampung minyak kotor disebut sludge tank, tanki ini merupakan tanki
khusus yang tersedia dikapal. Tanki ini harus secara jelas dan tepat penempatannya (pada
umumnya disekitar kamar mesin) serta memiliki kapasitas yang mencukupi dan tercatat
isinya setiap saat.
• Tanki harus memiliki instalasi pipa pembuangan secara khusus, pipa pembuangan ini
dihubungkan dengan flens pembuangan khusus yang mempunyai ukuran standard
international. (Standard Discharge Connection)

4. Pemisahan Antara Sistim Bahan Bakar Dan Air Balas ( Segregation Between Fo And
Water Ballast Systems)
Instalasi pipa pipa dikapal harus dipastikan benar-benar terpisah antara instalasi pipa
bahan bakar dan instalasi air balas, apabila tidak maka harus ada sistim isolasi seperti flens
mati ataupun tanda peringatan yang dapat terbaca jelas.

5. Buku Catatan Minyak (Oil Record Book)


• Untuk melengkapi pengoperasian peralatan dan sistim pencegahan pencemaran minyak
dilaut, maka dikapal harus tersedia buku petunjuk penggunaan peralatan MARPOL dan
Buku Catatan Minyak (Oil Record Book)
• Buku catatan minyak harus diisi setiap saat ada kegiatan dikapal yang berkaitan dengan
pengisian Bahan Bakar, Pembuangan air bilga dari kamar Mesin, Pemindaha Minyak dari
satu tangki ke tanki lain. Waktu, tanggal, tempat dan jumlah fluida yang dipindahkan harus
tercatat dengan benar.

Product Oil Tanker 3750 DWT 56


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.21Alat Pelindung Diri

1. Topi Pelindung (Safety Helmet)

Helmet atau Topi Pelindung digunakan untuk melindungi Kepala dari paparan bahaya seperti
kejatuhan benda ataupun paparan bahaya aliran listrik. Pemakaian Topi Pelindung (Safety
Helmet) harus sesuai dengan lingkar kepala sehingga nyaman dan efektif melindungi
pemakainya.

2. Kacamata Pelindung (Safety Glass)

Kacamata Pelindung adalah alat yang digunakan untuk melindungi mata dari bahaya loncatan
benda tajam, debu, partikel-partikel kecil, mengurangi sinar yang menyilaukan serta percikan
bahan kimia.

3. Penyumbat Telinga (Ear Plug)

Penyumbat Telinga atau Ear Plug digunakan untuk melindungi alat pendengaran yaitu telinga
dari Intensitas Suara yang tinggi. Dengan menggunakan Ear Plug, Intensitas Suara dapat
dikurangi hingga 10 ~ 15 dB. Ear Plug biasanya digunakan oleh Pekerja yang bekerja di
daerah produksi yang memiliki suara mesin tinggi seperti SMT (Surface Mount Technology)
ataupun Mesin Produksi lainnya.

Product Oil Tanker 3750 DWT 57


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

4. Penutup Telinga (Ear Muff)

Penutup Telinga atau Ear Muff adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat
pendengaran dari Intensitas Suara yang tinggi. Ear Muff dapat mengurangi intensitas suara
hingga 20 ~ 30dB. Ear Muff terdiri dari Head Band dan Ear Cup yang terbuat dari bantalan
busa sehingga dapat melindungi bagian luar telinga (daun telinga). Ear Muff sering digunakan
oleh Teknisi Mesin dan Generator (Genset).

5. Masker

Masker adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan seperti Hidung dan
Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, debu dan bau bahan kimia yang ringan. Masker
biasanya terbuat dari Kain atau Kertas. Masker umumnya dipakai di proses menyolder.

6. Respirator

Respirator adalah alat yang digunakan untuk melindungi alat-alat pernafasan seperti Hidung
dan Mulut dari resiko bahaya seperti asap solder, bau bahan kimia, debu, Uap, Gas serta
Partikel Mist dan Partikel Fume. Respirator sering dipakai oleh Teknisi Mesin Solder, Operator
Pengecatan (Painting) dan Proses bahan Kimia lainnya.

Product Oil Tanker 3750 DWT 58


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

7. Sarung Tangan (Hand Glove)

Sarung Tangan adalah perlengkapan yang digunkan untuk melindungi tangan dari kontak
bahan kimia, tergores atau lukanya tangan akibat sentuhan dengan benda runcing dan tajam.
Sarung Tangan biasanya dipakai pada proses persiapan bahan kimia, pemasangan
komponen yang agak tajam, proses pemanasan dan lain sebagainya.

8. Sepatu Pelindung (Safety Shoes)

Sepatu Pelindung atau Safety Shoes adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi
kaki dari kejatuhan benda, benda-benda tajam seperti kaca ataupun potongan baja, larutan
kimia dan aliran listrik. Sepatu Pelindung terdiri dari baja diujungnya dengan dibalut oleh karet
yang tidak dapat menghantarkan listrik.

9. Wearpack

wearpack yaitu membuat perlindungan badan atau pakaian pekerja dari tempat yang kotor,
percikan logam panas, dsb. Oleh karenanya kita harus memakai baju kerja (wearpack) yang
standard.

Product Oil Tanker 3750 DWT 59


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.3.Watertight Door
Sesuai dengan peraturan Class NIPPON KAIJI KYOKAI (ClassNK) Part C Chapter 13.3 hal.
104 Tahun 2017, Semua bukaan di bulkheads kedap air dan bagian dari dek yang membentuk
langkah dari bulkheads harus ditutup dengan peralatan penutup kedap air (disebut sebagai pintu
kedap air dalam bab ini) sesuai dengan persyaratan dalam 13.3.2 hingga 13.3.5.

Maka pada kapal rancangan diberikan pintu kedap air sesuai dengan aturan yang berlaku
dengan spesifikasi sebagai berikut :

Type : Hydraulic Sliding Watertight Door

Dimensi : B = 800 mm L2 = 2080 mm B2 = 2120 mm B1 = 1000 mm

Berat : 1020 Kg

2.4.Rectanggular Windows
Sesuai dengan peraturan Class NIPPON KAIJI KYOKAI (ClassNK) Part C
Chapter 23.5.6 hal. 187 Tahun 2017, Tidak ada jendela persegi panjang yang akan
disediakan untuk ruang di bawah dek freeboard, lapisan pertama superstruktur, dan
tingkat pertama dari deckhouses dianggap apung dalam perhitungan stabilitas atau yang
melindungi bukaan dek mengarah keruang di bawah dek freeboard di dalam.
Maka dalam hal ini disediakan jendelah persegi Panjang (Rectanggular Windows)
pada deck pertama sampai deck navigasi dengan spesifikasi sebagai berikut :

Type : Recanggular Window


PXL : 450 mm x 630 mm

Product Oil Tanker 3750 DWT 60


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

2.5.Door
Sesuai dengan peraturan Class NIPPON KAIJI KYOKAI (ClassNK) Part C Chapter 23.4.
hal. 181 Tahun 2017, Aturan-aturan ini memberikan persyaratan untuk pengaturan, kekuatan
dan mengamankan pintu-pintu shell samping, di atas tabrakan sekat, dan pintu buritan
(selanjutnya secara kolektif disebut sebagai pintu) yang mengarah ke ruang tertutup.
Maka pada kapal rancangan diberikan pintu bukaan deck dan ruangan-ruangan selain
ruangan publick room dengan ukuran sebagai berikut :

Type : B0 Fire Door


PxL : 2000 mm x 800 mm

Product Oil Tanker 3750 DWT 61


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

Dan untuk ukuran pintu pada public room dengan ukuran spesifikasi sebagai berikut :
Type : Double – Leaft BO Fire Door
PxL : 2000 mm x 1600 mm

2.6.Accommodation Ladder
Sesuai dengan peraturan Class NIPPON KAIJI KYOKAI (ClassNK) Part C
Chapter 35. hal. 343 Tahun 2017, tank Peak, tank dalam, cofferdams, tangki minyak
kargo, kargo dengan tangki hopper lambung yang relatif tinggi, dan lainnya
ruang tertutup yang serupa harus dilengkapi dengan sarana akses, yaitu, tahapan, tangga,
langkah atau fasilitas serupa lainnya untuk pemeriksaan internal dengan aman. Namun,
cara-cara seperti itu tidak diperlukan dalam tanki buritan belakang dan tank dalam yang
secara eksklusif diisi dengan minyak bakar atau minyak pelumas.
Meskipun -1 di atas, ruang yang ditentukan dalam 35.2 harus memenuhi persyaratan 35.2.
Maka diberikan tangga dengan ukuran :
Type : Marine Alumunium Accommodation Ladder
PxL : 17290 mm x 700 mm
Steps : 52
Max. Height : 13800 mm

Product Oil Tanker 3750 DWT 62


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

BAB III
PENUTUP

masalah dan pengambilan keputusan sehigga perlu dikembangkan lebih


lanjut,makalah ini untuk melengkapi tugas mata kuliah Sistem Perlengkapan & keselamatan
pada kapal. Tentunya dalam tugas ini masih memiliki banyak sekali kekurangan yang harus
dilengkapi. Maka dari itu saya sangat mengharapkan lebih banyak bimbingan dalam pembuatan
ataupun perancangan desain – desain kapal yang sesungguhnya, sehingga kapal hasil rancangan
saya kelak dapat berfungsi dengan lebih baik dan sebagaimana mestinya .

Product Oil Tanker 3750 DWT 63


Amelia Azwar(2016310014)
Sistem Perlengkapan dan Keselamatan Kapal

DAFTAR PUSTAKA

NK, Class. 2017. Part C


Irvana, Rizky,2017, Perancangan Kapal Tanker, Jakarta
Sastrodiwongso, Teguh. 1989. Perancangan Kapal I. Jakarta. UNSADA
Catalog Mesin Niigata

Product Oil Tanker 3750 DWT 64