Anda di halaman 1dari 12

JURNAL VULVA HYGINE

Disusun Oleh:

Grace Rosmawati Purba

NIM: P07524117016

Dosen Pembimbing:

Lusiana Gultom, SST, M.Kes

Poltekkes Kemenkes RI Medan

Tahun Ajaran: 2017/2018


Pelaksanaan Vulva Hygine

Abstrak

Vilva hygiene adalah perawatan diri pada organ


eksternal yang terdiri atas mons veneris, terletak
didepan simpisis pubis, labia mayora yang
merupakan dua lipatan besar yang membentuk
vulva, labia minora dua lipatan kecil diantara atas
labia mayora, klitoris, kemudian juga bagian yang
terkait disekitarnya seperti uretra, vagina,
perineum, dan anus
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kesehatan reproduksi (kespro) merupakan masalah vital dalam pembangunan


kesehatan pada khususnya, karena tidak akan dapat diselesaikan dengan jalan
kuratif saja, namun justru yang lebih penting adalah dengan melakukan upaya
preventif.

Vulva higiene merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengontrol
infeksi, mencegah kerusakan kulit, meningkatkan kenyamanan serta mempertahankan
kebersihan diri (Potter dan Perry, 2000). Pada wanita, perawatan vulva higienedapat
dilakukan dengan membersihkan area genitalia eksternal pada saat mandi maupun
Buang Air Kecil (BAK). Umumnya, wanita lebih suka melakukannya sendiri tanpa
bantuan orang lain apabila mereka masih mampu secara fisik. Dengan kata lain,
semua itu butuh perawatan agar tidak menimbulkan masalah (Mubarakdkk, 2007).
Penelitian yang dilakukan oleh Bohl (2005) di Amerika menunjukkan bahwa dari
160 responden, 100% pernah mengalami Pruritus vulvae. Dimana dari semua responden
sebanyak 90% mengalami Pruritus vulvaesecara akut dan 10% mengalami Pruritus
vulvaesecara kronis. Responden yang mengalami Pruritus vulvaesecara kronis,
44% diantaranya disebabkan karena adanya jamur, bakteri dan virus yang muncul
karena personal higiene dan higienemenstruasi yang kurang, 30% karenaalergi terhadap
suatu produk kewanitaan dan 26% karena adanya kelainan patologik pada vulva.

B. Tujuan penulisan

Untuk mengathaui bagaimana cara merawat vulva higiene.

C. Manfaat penulisan

Manfaat penulisan makalah ini yaitu memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang
apa sebenarnya perawatan perineum atau vulva higiene itu serta bagaimana pencegahan
dan penanggulangannya,khususnya bagi mahasiswa dalam melaksanakan asuhan
keperawatan pada pasien perineum atau vulva higiene.
PEMBAHASAN

A.Pengertian perawatan perineum

Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang
sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.Pasien yang harus istirahat di tempat tidur
(misalnya,karena hipertensi,pemberian infus,section caesarea) harus dimandikan setiap hari
dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu sesudah
selesai membuang hajat.Meskipun ibu yang akan bersalin biasanya masih muda dan sehat,daerah
daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian serta perawatan protektif.

Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari),biasanya daerah perineum dicuci
sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang disediakan khusus untuk
keperluan tersebut.Penggantian tampon harus sering dilakukan,sedikitnya sesudah pencucian
perineum dan setiap kali sehabis ke belakang atau sehabis menggunakan pispot.Payudara harus
mendapatkan perhatian khusus pada saat mandi yang bisa dilakukan dengan memakai spons atau
shower dua kali sehari.Payudara dibasuh dengan menggunakan alat pembasuh muka yang
disediakan khusus untuk keperluan ini.Kemudian masase payudara dilakukan dilakukan dengan
perlahan – lahan dan puting secara hati – hati ditarik keluar.Jangan menggunakan sabun untuk
membersihkan putting.

Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan, yaitu perawatan diri
pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan simpisis pubis, labia mayora
yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva, labia minora, dua lipatan kecil di
antara atas labia mayora, klitoris, sebuah jaringan eriktil yang serupa dengan penis laki-laki,
kemudian juga bagian yang terkait di sekitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus.

B.Tujuan perawatan perineum

Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002),adalah mencegah terjadinya infeksi


sehubungan dengan penyembuhan jaringan.Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001),adalah
pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari setelah
kelahiran anak atau aborsi.

 Bentuk Luka Perineum

Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :

1. Rupture

Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah
karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk rupture
biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).
2. Episotomi

Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina yang
dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).Episiotomi,suatu tindakan
yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang.Tindakan ini
dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin,harus dilakukan
infiltrasi perineum dengan anestasi lokal,kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual.Insisi
episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral.Insisi garis tengah mempunyai
keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih
mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).

Tipe episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu :

1. Episiotomi medial

2. Episiotomi mediolateral

Sedangkan rupture meliputi

1. Tuberositas ischii

2. Arteri pudenda interna

3. Arteri rektalis inferior

 Lingkup Perawatan

Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ reproduksi yang
disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva yang terbuka atau akibat
dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).

Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah

1. Mencegah kontaminasi dari rektum

2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma

3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.


 Waktu Perawatan

Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah

1. Saat mandi

Pada saat mandi,ibu post partum pasti melepas pembalut,setelah terbuka maka ada kemungkinan
terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada pembalut,untuk itu maka perlu
dilakukan penggantian pembalut,demikian pula pada perineum ibu,untuk itu diperlukan
pembersihan perineum.

2. Setelah buang air kecil

Pada saat buang air kecil,pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi air
seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.

3. Setelah buang air besar.

Pada saat buang air besar,diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus,untuk
mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang letaknya bersebelahan
maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara keseluruhan.

 Indikasi dan kontra indikasi

Indikasi : Dikhususkan pada area genital yang terkena edema

Kontra indikasi : berikan perhatian pada wanita yang mengalami menstruasi


 Persiapan alat

Alat dan bahan :

 Kapas sublimat atau desinfektan

 Pinset

 Bengkok
 Pispot

 Tempat cebok yang berisi larutan


 Desinfektan sesuai dengan kebutuhan
 Pengalas
 Sarung tangan

 Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Berikan penjelasan/ informasi yang tepat pada pasien

1. Jelaskan alasan dilakukannya prosedur


2. Jelaskan frekuensi dilakukannya prosedur dan berapa lamanya
3. Jelaskan tahap-tahap dari prosedur dan rasionalisasinya secara garis besar dari tiap-tiap
bagian
4. Jaga privacy, kenyamanan, keamanan klien selama prosedur
5. Ajarkan untuk dapat merawat/Vulva higiene pada waktu dirumah (Home Care)
 Prosedur

 Jelaskan prosedur pada klien


 Cuci tangan

 Atur posisi pasien (manusia coba) dengan dorsal recumbent

 Pasang pengalas dan pispot diletakkan pada bokong pasien


 Gunakan sarung tangan
 Lakukan tindakan hygiene vulva dengan tangan kiri membuka vulva memakai kapas
sublimat dan tangan kanan menyiram vulva dengan larutan desinfektan. Membersihkan
vulva harus secara searah dari atas kebawah dan tidak boleh dibolak balik.
 Kemudian ambil kapas sublimat dengan pnset lalu bersihkan vulva dari atas atau ke
bawah dan kapas kotor dibuang ke bengkok. Lakukan hingga bersih
 Setelah selesai,ambl pispot dan atur posisi pasien
 Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

 Dampak Dari Perawatan Luka Perinium

Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini:

1. Infeksi

Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan
bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.

2. Komplikasi

Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada
jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun
infeksi pada jalan lahir.

3. Kematian ibu post partum

Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu post
partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).
PENUTUP

A. Kesimpulan

Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan,yaitu perawatan diri
pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris,terletak didepan simpisis pubis,labia mayora
yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva,labia minora,dua lipatan kecil di
antara atas labia mayora,klitoris, \sebuah jaringan eriktil yang serupa dengan penis laki-
laki,kemudian juga bagian yang terkait di sekitarnya seperti uretra,vagina,perineum,dan anus.

B. Saran

Saran penulis semoga materi tentang perawatan perineum atau vulva higiene dapat menambah
wawasan bagi mahasiswa yang belum memahami bagaimana cara merawat perieneum.
DAFTAR PUSTAKA

NANDA. 2005-2006. Panduan Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Prima Medika

Mubarak, Wahit Iqbal. 2007. Buku ajar kebutuhan dasar manusia : Teori & Aplikasi dalam
praktek. Jakarta: EGC.

Willkinson. Judith M. 2007. Diagnosa Keperawatan.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Kozier.


Fundamental of Nursing

Tarwanto, Wartonah. 2006. Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan edisi 3.
Salemba:Medika.

Carperito, Lynda Juall. 2000. Diagnosa Keperawatan edisi 8, EGC: Jakarta

Alimul, Azis. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba Medika: Jakarta
Diposkan oleh ReYni Teen di 13.5