Anda di halaman 1dari 20

Tugas Mandiri Biodas 2

Nama : Nur Muliani

Prodi/Kelas : D3 Keperawatan Samarinda/1A

NIM : P07220119033

Sistem pengindraan adalah organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan
tertentu. Serabut saraf yang menanganinya merupakan alat perantara yang membawa kesan
rasa (sensory infersion) dari organ indra menuju ke otak dimana perasaan tersebut di
tafsirkan.

1. Indera Penglihatan

(Gambar 1 : Anatomi Mata)

 Lensa mata merupakan benda bening berbentuk cembung yang terdapat di dalam bola
mata dan terletak persis di belakang iris. Lensa mata berfungsi memfokuskan agar
cahaya atau bayangan yang masuk jatuh di retina. Lensa mata dapat memipih dan
mencembung. Kemampuan ini disebut daya akomodasi mata. Mata akan
mencembung jika melihat benda-benda yang dekat dan memipih jika melihat benda
yang letaknya jauh.
 Kornea merupakan selaput luar mata yang tidak berwarna (bening). Kornea berfungsi
melindungi bagian-bagian mata yang berada di dalamnya. Selain itu, juga berfungsi
menerima rangsangan cahaya dan meneruskannya sampai ke mata bagian dalam.
Kornea selalu bersih karena dibasahi oleh air mata yang dihasilkan kelenjar air mata.
 Pupil adalah bagian mata yang berupa sebuah lubang kecil yang berfungsi mengatur
jumlah cahaya yang masuk ke bola mata. Besar kecilnya pupil diatur oleh iris. Ketika
cahaya yang datang terlalu terang, pupil akan mengecil. Sedangkan saat cahaya yang
datang terlalu redup, pupil akan membesar. Mekanisme kerja pupil ini membantu
mata agar dapat menerima cahaya dalam jumlah tepat.
 Iris adalah lapisan di depan lensa yang dapat memberikan warna pada mata. Misalnya,
warna coklat, hitam, hijau, dan biru. Iris berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang
masuk ke mata. Jika cahaya yang masuk mata terlalu terang, iris akan menyipit.
Penyipitan ini menyebabkan pupil mengecil. Akibatnya, cahaya yang masuk mata
sedikit. Jika cahaya terlalu redup, iris akan melebar sehingga pupil akan membesar
dan mengakibatkan cahaya yang masuk mata lebih banyak.
 Retina merupakan lapisan paling dalam dari bola mata. Retina berfungsi menerima
cahaya dan tempat jatuhnya bayangan benda. Retina terdiri atas serangkaian saraf dan
alat penerima (reseptor) yang rumit, dinamakan dengan sel batang (rods) dan sel
kerucut (cones) yang berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik
yang berjalan di sepanjang serabut saraf.
(Gambar 2 : Anatomi Mata)
 Otot Akomodasi atau otot siliar atau otot lensa adalah otot yang menempel pada lensa
mata. Bagian ini berfungsi mengatur kelengkungan lensa mata. Pengaturan
kelengkungan ini diperlukan agar bayangan benda jatuh tepat di retina.
 Aqueous humor merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan cahaya ke
dalam mata.
 Vitreus humor adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk meneruskan
cahaya dari lensa ke retina. Bersama dengan Aqueous humour, vitreous humour
berfungsi memberi bentuk pada mata serta mengukuhkan mata.
 Bintik kuning adalah bagian mata yang paling sensitif terhadap cahaya. Saat bayangan
benda jatuh pada bagian mata ini, benda tersebut akan sangat terlihat jelas, sementara
jika bayangan benda jatuh sebelum atau sesudah bintik kuning, maka benda tersebut
tidak terlihat jelas (lamur).
 Bintik buta atau blind spot adalah bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya.
Jika bayangan benda jatuh tepat pada bagian ini, maka benda tampak tidak jelas/kabur
atau bahkan tidak dapat terlihat oleh mata.
 Saraf Optik adalah bagian mata yang berfungsi meneruskan informasi bayangan
benda yang diterima retina menuju otak. Melalui saraf inilah sebetulnya kita dapat
menentukan bagaimana bentuk suatu benda yang kita lihat. Jika syaraf optik ini rusak,
itu berarti kita tidak dapat melihat alias buta.
 Sklera adalah bagian dinding putih mata. Bagian ini memiliki ketebalan rata-rata
sekitar 1 mm, akan tetapi ia juga dapat menebal hingga 3 mm karena adanya otot
irensi. Sklera berfungsi untuk melindungi bola mata terhadap ganguan luar yang
bersifat mekanis (ex. Benturan) serta berfungsi untuk menjaga bentuk bola mata.
 Koroid merupakan sebuah membran yang terdiri atas pigmen dan pembuluh darah.
Koroid berfungsi untuk memelihara retina dan mencegah terjadinya pemantulan
cahaya di dalam ruang internal mata dengan cara menyerap cahaya yang tidak
diperlukan.
 Konjungtiva adalah lapisan epidermis lanjutan dari kulit. Konjungtiva berfungsi untuk
melindungi kornea mata di bagian depan bola mata terhadap gesekan.
 Fovea sentralis adalah daerah kecil yang terletak di pusat retina mata dengan diameter
0,25 mm. Pada bagian ini terdapat sel-sel fotoreseptor kerucut dengan bentuk hampir
menyerupai sel batang. Fovea sentralis merupakan area yang terspesialisasi untuk
penglihatan warna dan visualisasi bayangan secara mendetail.
 Bulu mata berfungsi untuk menjaga mata dari masuknya benda-benda asing
berukuran kecil seperti debu atau pasir.
 Alis berfungsi menahan air keringat atau air yang jatuh dari kening (dahi) agar tidak
masuk ke dalam mata. Beberapa orang mencukur alisnya, padahal secara logika
mencukur alis sebetulnya tidak baik.
 Kelopak mata berfungsi untuk menjaga bola mata dari masuknya benda asing dari
luar mata seperti debu, goresan, pasir, atau asap. Selain itu, bagian mata ini juga
berfungsi untuk menyapu bola mata dengan cairan dan mengatur jumlah cahaya yang
masuk menuju mata. Fungsi-fungsi dari kelopak mata ini ditunjang oleh mekanisme
buka tutup (berkedip) oleh otot kelopak.
 Kelenjar lakrima atau kelenjar air mata adalah bagian mata yang berfungsi
menghasilkan air mata. Air mata bermanfaat untuk melembabkan mata,
membersihkan mata dari debu, serta mematikan kuman yang masuk ke mata.
 Saluran air mata merupakan tempat mengalirnya air mata yang terjadi ketika kita
mengalami perasaan sedih, menangis, marah dan juga ketika mata kemasukan benda
dari luar serta ketika mata kita sedang lelah.

Saraf pada mata

Saraf mata adalah semua sel dalam retina, optikus, okulomotorius, troklearis dan saraf
abdusen. Ini juga dikenal sebagai saraf kranial II, III, IV dan VI. Ada banyak jenis neuron
khusus dalam retina, termasuk fotoreseptor dan sel-sel ganglion retina. Bersama dengan saraf
optik, ini adalah dasar dari penglihatan itu. Tiga saraf mata lainnya mengontrol otot-otot yang
menggerakkan bola mata.

(Gambar 3 : Anatomi Mata dan Retina)


Retina adalah ekstensi peka cahaya dari sistem saraf pusat, ke mana cahaya diproyeksikan
oleh lensa mata. Sel-sel fotoreseptor retina, batang dan kerucut, secara khusus saraf yang
beradaptasi berubah secara kimiawi ketika cahaya menyerang mereka. Sel batang
menanggapi perbedaan kecerahan dan yang paling aktif dalam kegelapan, sementara sel
kerucut yang peka terhadap informasi warna, yang mereka berasal dari
panjang gelombang cahaya. Neuron lain pada retina menyandikan perubahan ini menjadi
informasi elektrik yang ditransmisikan oleh sel-sel ganglion di belakang retina. Neuron ini
menjadi saraf optik setelah mereka meninggalkan mata.
(Gambar 4 : Cara Kerja Mata)
Saraf mata berkembang dari jaringan yang berbeda selama kehamilan. Saraf optik berasal
dari bagian yang sama dari embriosebanyak otak, termasuk otak depan dan thalamus. Untuk
alasan ini, itu diklasifikasikan sebagai bagian dari sistem saraf pusat. Sel ganglion retina dan
saraf optik melakukan lebih dari mengirimkan informasi: mereka aktif semacam itu. Seperti
neuron dalam otak, mereka terlibat dan memproses data, dalam hal ini sinyal
mengkategorikan warna datang dari sel-sel kerucut, membagi ke dalam beberapa kelompok,
yang disebut saluran warna-opponency.

Kira-kira 1 juta neuron dari saraf optik berjalan dari otak ke sel-sel ganglion retina. Setengah
dari serat saraf dari masing-masing retina menyeberang ke sisi lain pada kiasma optikus, yang
terletak di dekat kelenjar hipofisis di sepanjang jalan ke otak. Dari sini serat disebut saluran
optik dan melewati thalamus sebelum mencapai korteks visual lobus parietal, di mana
informasi cahaya dari retina diproses. Saraf mata berhenti dalam berbagai korteks visual.

(Gambar 5 : Gerak Mata)

Gerakan mata dikendalikan oleh saraf kranial III, IV dan VI. Yang pertama, saraf
okulomotorius, mengontrol kelopak mata, penyempitan pupil dan banyak dari jangkauan
gerakan mata. Ini troklearis saraf lebih kecil dan mengendalikan hanya satu otot mata,
oblikus superior, yang memungkinkan bergulir dan persimpangan dari mata. Hal ini terutama
rentan terhadap trauma tengkorak karena tentu saja yang panjang melalui otak dan
kerapuhan. Ini saraf abducens mengontrol hanya ipsilateral lateralis otot rektus, yang
mengubah bola mata langsung ke samping.
2. Indera Pendengaran

(Gambar 6 : Anatomi Telinga)

(Gambar 7 : Anatomi Telinga)


A. Telinga bagian luar

Telinga manusia bagian luar berfungsi seperti corong yang menangkap getaran suara dan
menyalurkannya hingga ke gendang telinga. Telinga bagian luar terdiri dari dua bagian.
Kedua bagian itu adalah daun telinga dan liang telinga.

Berikut ini adalah bagian yang ada di telinga luar:

 Daun telinga

Daun telinga atau pinna merupakan bagian dari telinga luar yang paling menonjol dan mudah
terlihat. Setiap manusia normalnya memiliki dua daun telinga yang terletak pada dua sisi
yaitu sisi kanan dan sisi kiri. Daun telinga terbentuk dari tulang rawan.

Fungsi daun telinga adalah untuk mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke
liang atau saluran telinga. Selain itu, fungsi dari daun telinga adalah untuk melakukan
lokalisasi suara yakni dengan merasakan daun telinga pada sisi mana yang lebih dekat dengan
suara.

 Liang telinga/ saluran telinga

Bagian selanjutnya dari telinga luar setelah daun telinga adalah liang atau saluran telinga.
Saluran telinga orang dewasa memiliki panjang sekitar 3 cm. Bentuk lubang telinga ini
menyerupai huruf S. Pada bagian awal saluran/ lubang telinga tersusun dari tulang rawan dan
pada bagian selanjutnya tersusun dari tulang keras. Fungsi lubang atau liang telinga adalah
untuk menyalurkan getaran suara menuju telinga bagian tengah.

B. Telinga bagian tengah

Telinga bagian tengah terletak di antara telinga bagian luar dan telinga bagian dalam. Batas
telinga tengah dengan telinga luar ditandai dengan membran timpani atau gendang telinga.
Bentuk dari telinga tengah menyerupai kubah dengan enam sisi. Fungsi telinga tengah adalah
untuk memindahkan getaran suara dari gendang telinga menuju cairan telinga yang ada di
telinga bagian dalam. Ada beberapa bagian pada telinga bagian tengah yang mendukung
pemindahan getaran suara. Berikut ini adalah beberapa bagian yang ada di telinga tengah.
Berikut ini adalah beberapa bagian yang ada di telinga tengah:

 Membran timpani (gendang telinga)

Membran timpani merupakan sebuah selaput yang memisahkan saluran/ lubang telinga luar
dengan telinga tengah. Membran timpani sering juga disebut dengan gendang telinga. Hal ini
dikarenakan bentuk dari membran timpani memang menyerupai gendang. Gendang telinga
atau membran timpani memiliki diameter berukuran 1 cm dan berbentuk cekung. Pada bagian
gendang telinga terdapat saraf sehingga membuatnya adanya rasa sakit apabila menyentuh
bagian membran timpani. Fungsi gendang telinga adalah untuk merespon suara yang ditandai
dengan adanya getaran pada gendang telinga.

 Rongga timpani

Setelah selaput atau membran timpani, bagian selanjutnya dari telinga tengah adalah rongga
timpani. Rongga timpani terdiri dari tiga buah tulang pendengaran dan dua otot pendengaran.

 Tulang pendengaran

Fungsi tulang pendengaran atau disebut juga osikel pendengaran adalah untuk
menghubungkan membran timpani dengan telinga dalam. Berikut ini adalah tulang-tulang
pendengaran:

1. Maleus (martil)

Tulang pendengaran maleus merupakan tulang pendengaran yang menempel pada membran
timpani. Maleus memiliki bentuk tulang seperti martil. Fungsi tulang maleus atau tulang
martil adalah meneruskan getaran dari membran timpani.

2. Incus (landasan)

Tulang pendengaran incus terletak di dekat tulang maleus atau tulang martil. Incus atau
disebut juga tulang landasan dengan ukuran kecil dan berbentuk seperti sebuah landasan
pesawat. Fungsi tulang incus adalah untuk memberikan respons tulang maleus.
3. Stapes (sanggurdi)

Tulang pendengaran yang ketiga adalah tulang stapes atau dikenal dengan tulang sanggurdi.
Bentuk dari tulang sanggurdi seperti sanggurdi kuda yang memiliki bagian yang
melengkung. Fungsi tulang stapes adalah memberikan respons dari getaran yang diteruskan
oleh tulang stapes dan mengalirkan gelombang suara ke telinga dalam.

Getaran suara yang direspon oleh getaran membran timpani akan menggerakan tulang-tulang
pendengaran dengan gerakan yang memiliki frekuensi sama. Gerakan dari ketiga tulang
pendengaran akan menghasilkan tekanan yang menyerupai gelombang. Gelombang tersebut
pun akan membuat gerakan yang mirip dengan gerakan cairan telinga dalam

 Otot pendengaran

Selain tulang pendengaran, pada bagian telinga tengah terdapat dua otot pendengaran. Kedua
otot pendengaran tersebut adalah tensor timpani dan stapedius. Otot tensor timpani adalah
otot telinga yang ada di tulang maleus, sedangkan otot stapedius adalah otot telinga yang ada
di tulang stapes.

Fungsi otot tensor timpani adalah untuk menarik gendang telinga ke dalam dan membuatnya
tegang. Pada saat yang sama, fungsi otot stapedius yaitu untuk melindungi telinga dari suara
keras muncul sebagai refleks timpani. Otot stapedius akan mengurangi pergerakan tulang
stapes.

C. Telinga bagian dalam

Bagian selanjutnya adalah telinga dalam. Melalui namanya, kamu pun sudah tahu bahwa
bagian telinga ini merupakan bagian telinga yang paling dalam. Telinga dalam terletak di
tulang labirin.

Tulang labirin berbentuk seperti labirin yang dilapisi dengan membran labirin. Ada bagian
yang terletak di antara tulang labirin dengan membran labirin, yaitu perilimph. Membran
labirin memiliki cairan sendiri yang bernama endolimph.

Berikut ini adalah beberapa bagian yang ada di telinga dalam:


 Koklea merupakan bagian dari telinga dalam yang berbentuk spiral seperti rumah
siput. Fungsi koklea adalah mengubah getaran suara menjadi persepsi pendengaran.

 Ruang koklea. Di dalam koklea terdapat tiga ruang yang berisi cairan perilimph.
Ketiga ruang koklea tersebut adalah ruang atas, ruang depan, dan ruang bawah. Hanya
ada satu ruang yang diisi dengan endolimph, yaitu ruang tengah atau disebut juga
dengan saluran koklea. Fungsi ruang koklea adalah untuk menampung cairan
koklea.

 Organ korti dilapisi oleh membran yang disebut dengan membran basilar. Besar organ
korti seperti ukuran kacang polong. Fungsi organ korti adalah untuk mengubah
gelombang menjadi impuls saraf. Ada beberapa komponen penting pada organ corti di
antaranya adalah sel rambut dalam, sel rambut luar, sel penunjang Deiters, Hensen’s,
Claudiu’s, membran tektoria dan lamina
retikularis. Komponen-komponen inilah yang menyampaikan persepsi suara ke otak
dan sistem saraf pusat sehingga manusia bisa mendengar dan memberikan respon.

3. Indera Penciuman

Hidung memiliki 2 buah lubang terpisah yang dibatasi oleh tulang rawan yang disebut
dengan septum. Udara akan masuk melalui lubang hidung atau atau disebut juga nostril.
Nostril adalah pintu masuk yang akan membawa udara masuk lebih dalam ke rongga hidung.
Dari sini, ada berbagai anatomi hidung yang dilewati udara hingga akhirnya sampai di paru-
paru.
(Gambar 8 : Anatomi Hidung)
 Nasal Vestibule

Sesudah udara memasuki nostril udara akan masuk ke dalam ruangan yang bernama nasal
vestibule. Nasal vestibule adalah ruangan yang terdapat dibalik tulang fleksibel hidung Anda.
Nasal vestibule ini dilapisi oleh jaringan epitel yang memiliki bulu-bulu kasar. Bulu ini
disebut juga dengan bulu hidung. Bulu hidung terdapat banyak dalam ruangan ini.

Ketika ada partikel udara yang besar, seperti pasir, serbuk-serbuk, bahkan serangga yang
masuk ke dalam nostril akan terperangkap di rambut-rambut ini. Bulu-bulu hidung berfungsi
menghadang benda asing selain udara masuk lebih dalam ke rongga hidung.

 Conchae

Setelah melewati nasal vestibule dan lolos dari bulu-bulu hidung, selanjutnya udara akan
masuk ke rongga hidung melalui bagian bernama conchae.
Conchae ini memiliki 3 bagian, bagian superior (atas), bagian tengah, dan bagian inferior
(bawah). Ketika udara masuk, udara akan berputar di bagian coanche ini dan menyentuh
lendir yang melapisi rongga hidung.

Di bagian hidung ini, udara akan diproses dan diubah suhunya sesuai dengan temperatur
tubuh. Arus udara yang berputar dalam bagian conchae juga akan memberikan rangsangan
pada saraf penciuman yang berada dalam rongga hidung bahwa ada suatu bau yang
terdeteksi. Rangsangan ini yang kemudian disampaikan ke otak, hingga akhirnya otak
menyimpulkan bau apa yang sedang dicium saat itu.

Setelah udara melewati cochae, maka udara akan diteruskan masuk ke arah nasofaring, yakni
ruangan yang menghubungkan antara hidung dan rongga mulut. Selanjutnya udara akan
masuk ke dalam organ lainnya di luar rongga hidung yakni laring, trakea, hingga diproses
menuju ke paru-paru.

Bagian lain pada hidung dilihat dari sisi luar


Batas antara rongga mulut dan rongga hidung:

(Gambar 9 : Anatomi Hidung)


Jika dilihat (gambar di atas), rongga hidung terlihat di bagian atas dan rongga mulut berada di
bawahnya. Keduanya ini dipisahkan oleh tulang palatine (palate). Tulang ini terbentuk dari
bagian depan hingga ke belakang. Sepanjang tulang palatine ini bertekstur keras dan semakin
ke dalam, tulang ini bertekstur lentur yang disebut juga dengan soft palatine (soft palate).

Soft palatine memanjang hingga ke bagian nasofaring (nasopharynx) hampir memasuki


bagian orofaring (Oropharynx). Soft palatine ini memisahkan rongga mulut dengan rongga
hidung hingga ke belakang agar tidak ada makanan yang bisa masuk ke dalam rongga
hidung, melainkan diteruskan ke arah kerongkongan.

Bagian hidung terlihat dari depan

(Gambar 10 : Anterior View)

Anatomi hidung jika dilihat dari luar akan terbagi menjadi bagian-bagian berikut:

 Root: ini adalah bagian melekatnya bagian tulang hidung atas ke tulang frontal (tulang
dahi) (1)
 Apex: bagian ujung hidung (2)
 Jembatan: rangka tulang hidung (3)
 Eksternal naris: lubang hidung bagian luar (4)

4. Indera Pengecapan
Pada lidah manusia dibagi menjadi dua bagian, yakni bagian anterior serta bagian posterior.

(Gambar 11 : Anatomi Lidah)

 Papilla

Papilla lidah mempunyai tekstur sebab terdapat beberapa tonjolan yang bernama papilla.
Terdapat 3 jenis papilla lidah, diantaranya :

 Papilla filiformis, terletak di dorsum linguae dan berbentuk mirip benang halus.
 Papilla sirkumvalata, bentuknya bulat dan menyusun huruf V pada bagian belakang.
 Papilla fungiformis, bentuknya mirip jamur dan ada di depan lidah.

Ada satu jenis papilla yang tidak dipunya manusia, yakni papilla folliatas. Papilla ini dapat
dijumpai di hewan pengerat. Ia dapat membantu kita untuk mengidentifikasi rasa berbeda-
beda di makanan. Ketika mengunya makanan, terdapat bagian makanan yang melarut di
dalam air liur.

 Sulcus Terminalis

Sulcus terminal berbentuk huruf V dan termasuk bagian lidah yang memisahkan posterior
dan anterior. Permukaan anterior ada di ujung lidah, sementara posterior diatasnya lidah.
 Tonsil

Tonsil adalah serangkaian jaringan getah bening di dalam rongga mulut. Fungsinya
menyaring bakteri dan kuman yang masuk di tubuh lewat udara dan alat pernapasan/
makanan. Ada 3 jenis tonsil, yakni :

 Tonsi palatine, atau amandel terletak di kanan dan kiri rongga mulut
 Tonsil faringers, atau adenoid terletak di dinding belakang nesofaring
 Tonsil lingulis, di pintu masuk saluran pernapasan serta pencernaan.

 Frenulum Linguae

Frenulum linguae ialah selaput lendir yang memanjang di lantai mulut sampai garis tengah
bawah lidah. Fungsi utama bagian ini untuk menghubungkan lidah dan lantai mulut serta
menjaga lidah tetap di dalam mulut.

 Otot-Otot Lidah

Otot-otot pembentuk lidah dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya :

 Otot ekstrinsik, untuk mengubah posisi lidah menjulur/ gerakan lainnya


 Otot genioglossus, yakni muncul di mandibular serta memuat lidah menjulur
 Otot hyoglossus, untuk menekankan serta meretraksi lidah
 Otot styloglosuss, untuk memanjangkan serta menarik lidah menjulur kebelakang
 Otot palatlogussus, untuk mengangkut lidah posterior serta membantu proses inisiasi
menelan
 Otot instrinsik, yakni mempengaruhi bentuknya lidah serta memanjangkan,
menggulung, memperpendek dan meluruskan lidah
 Otot longitudinal superior, menarik lidah dan membelokkan
 Otot longitudinal inferior, menggabungkan dengan otot styloglosis
 Otot vertical, bergabung dengan otot inferior dan longitudinal superior
 Otot tranversi
Syaraf-Saraf Pada Lidah

Persyarafan pada lidah terbagi dari serabut syaraf motorik dan sensorik. Syaraf motoric guna
otot instrinsik serta ekstrinsik lidah yang akan mensuplay serabut syaraf motorik yang berasal
dari syaraf shypoglossal.

Untuk persyarafan sensasi dan rasa dibagi menjadi :

 Persyarafan lidah anterior, yakni percabangan syaraf wajah pada serabut syaraf
(afferens visceral) khusus.

 Persyarafan lidah posterior, yakni dikendalikan syaraf glossopharyngeal melalui


perpaduan serabut syarat (afferens visceral) umum dan khusus.

Peta Lidah

Peta lidah merupakan konsep yang menunjukkan bagian lidah khusus yang bisa mengecap
rasa dasar. Berikut pemetaan lidah pada empat rasa dasar, diantaranya:

(Gambar 12 : Peta Lidah)

 Rasa manis diujung lidah


 Rasa asin di tepi lidah kiri dan kanan
 Rasa asam di tepi lidah kiri dan kanan
 Rasa pahit di pangkal lidah

5. Indera Peraba

 Epidermis

(Gambar 13 : Epidermis)

Epidermis adalah lapisan kulit pertama dan yang terluar, satu-satunya lapisan kulit yang bisa
dilihat oleh mata telanjang. Anatomi kulit epidermis sebagian besar dibentuk oleh lapisan
keratinosit, yang memproduksi keratin.

Epidermis itu sendiri kemudian dibagi lagi menjadi 5 lapisan, yaitu:

 Stratum basal: tempat produksi keratinosit yang utama


 Stratum spinosum: keratinosit yang terbentuk kemudian berikatan dengan sambungan
interseluler yang disebut desmosom
 Stratum granulosum: tempat sel-sel kulit menghasilkan lemak dan molekul lainnya
 Stratum lucidum: berfungsi untuk memproduksi keratin yang lebih banyak
 Stratum korneum: lapisan epidermis teratas, yang tetap memproduksi keratin
 Keratinosit biasanya membutuhkan waktu antara 30 sampai 40 hari untuk melakukan
perjalanan dari stratum basale ke stratum korneum.

 Ada juga 3 lapisan sel non-keratinosit yang menghuni epidermis, yaitu:

 Melanosit: bertanggung jawab dalam memproduksi melanin (pigmen pemberi warna


kulit). Semakin banyak melanin yang diproduksi, warna kulit akan semakin gelap.
Produksi melanin dipengaruhi oleh genetik Anda.
 Sel langerhans: berfungsi sebagai sel penghubung dan sistem pertahanan kulit
 Sel merkel: fungsinya sebagai salah satu reseptor kulit

 Dermis

Dermis adalah lapisan kulit kedua setelah epidermis. Dermis berfungsi sebagai pelindung
dalam tubuh. Strukturnya lebih tebal daripada dermis, meski hanya terdiri dari dua
lapisan — lapisan papiler superfisial dan lapisan retikuler.

Lapisan retikuler jauh lebih tebal daripada lapisan papiler dan memiliki kumpulan serat
kolagen.

Beberapa struktur sel yang dapat ditemukan di dermis, yaitu:

 Fibroblas: berfungsi untuk memproduksi kolagen dan elastin


 Sel mast: sel ini mengandung histamin granul yang berasal dari sistem kekebalan tubuh
 Pelengkap kulit: tempat berkumpulnya folikel rambut, kelenjar sebasea (kelenjar
minyak), dan kelenjar keringat. Pertumbuhan kuku juga dimulai di sini.

 Subkutan (hipodermis)

Lapisan hipodermis adalah lapisan kulit paling terdalam, yang juga sering disebut dengan
lapisan subkutan atau subkutis. Lapisan subkutan mengandung lemak paling banyak untuk
melindungi tubuh serta membantu tubuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu luar.
Hipodermis juga berperan sebagai pengikat kulit ke otot dan berbagai jaringan yang ada di
bawahnya.

Namun jangan khawatir, lemak yang terdapat dalam lapisan ini tidak sama dengan lemak
viseral yang jahat akibat gaya hidup yang buruk. Lapisan lemak dalam lapisan subkutan akan
selalu berada di bawah kulit. Jumlahnya pun bisa bervariasi pada setiap individu tergantung
dari komposisi lemak dalam tubuh. Selain mengandung lemak, di lapisan ini juga
terdapat banyak pembuluh darah.

Saraf pada Kulit

Manusia dapat merasakan hal tersebut karena manusia memiliki suatu indra perasa yang
terdapat pada kulitatau sering disebut indra perasa. Indra perasa menanggapi rangsang berupa
panas, dingin, tekanan, sentuhan, dan rasa nyeri. Reseptor di kulit yang menerima kelima
rangsang tersebut disebut turgo reseptor.

Macam-macam Turgo Reseptor:


1. Korpuskula paccini, merupakan saraf perasa tekanan kuat.
2. Ujung saraf sekeliling rambut, merupakan saraf peraba.
3. Korpuskula ruffini, merupakan saraf perasa panas.
4. Ujung saraf crausse, merupakan saraf perasa dingin.
5. Korpuskula meissner, merupakan saraf perasa nyeri.
6. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan saraf perasa nyeri.
7. Lempeng merkel, merupakan saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.
Reseptor-reseptor ini terdapat di dermis kulit.