Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENELITIAN

PENGARUH KEGIATAN UKM OLAHRAGA DAN NON OLAHRAGA


TERHADAP PENURUNAN TINGKAT OBESITAS MAHASISWA D3
KEPERAWATAN TINGKAT 1 POLTEKKES KEMENKES KALTIM

Disusun Oleh:

Arina An Umillah P07220119006

Auliyah Rachma P0722011907

Nur Muliani P07220119033

Oktavia Rizky P07220119035

Putri Alda Pratiwi P07220119036

Rizky Puspita Andini P07220119041

Suciana Safadina P07220119046

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN KALIMANTAN
TIMUR
PRODI D-III KEPERAWATAN
2019
DAFTAR ISI

BAB 1 ................................................................................................................................................. 3
PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 3
A. Latar Belakang ..................................................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah ................................................................................................................ 5
C. Tujuan Penelitian ................................................................................................................. 6
D. Manfaat Penelitian ............................................................................................................... 6
E. Hipotesis ................................................................................................................................ 7
BAB 2 ................................................................................................................................................. 8
DASAR TEORI................................................................................................................................. 8
BAB 3 ............................................................................................................................................... 11
METODE PENELITIAN............................................................................................................... 11
A. Metode penelitian................................................................................................................ 11
B. Variabel Penelitian ............................................................................................................. 12
C. Langkah Penelitian ............................................................................................................. 13
D. Lokasi dan Sampel Penelitian ........................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................... 16
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan

yang berisiko pada kesehatan. Obesitas juga merupakan kelainan penyakit yang

ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas

adalah merupakan penyakit multifaktorial, diduga bahwa sebagian besar obesitas

disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, meliputi

aktivitas, gaya hidup, sosial ekonomi, dan nutrisional yang berhubungan dengan

perilaku makan.

Untuk menentukan obesitas diperlukan kriteria yang berdasarkan

pengukuran antropometrik dan atau pemeriksaan laboratoris. Pada umumnya

pengukuran berat badan yang dibandingkan tinggi badan seseorang menjadi ukuran

dengan standar berat badan ideal, atau dengan pengukuran lemak subkutan dengan

skinfold thickness atau lipatan kulit.

Obesitas dapat dikenali dengan tanda dan gejala sebagai berikut: dagu

rangkap, panjang leher yang relatif pendek, dada yang menggembung dengan

volume payudara yang membesar karena kandungan lemak berlebihan, perut

membuncit dan dinding perut berlipat-lipat, kedua pangkal paha bagian dalam

saling menempel. Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena terbenam dalam

jaringan lemak suprapubik. (http://www.klikdokter.com/gizi/read/2010/07/05)

Kelebihan berat badan (over weight) merupakan penyebab utama beberapa

penyakit kronis termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker. Sebagian

besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan

lingkungan, aktivitas, gaya hidup, tingkat sosial ekonomi dan nutrisi atau pola
makan. Kriteria berat badan ideal berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT),

menurut Giriwijoyo, 2007: 654 yaitu :

BB Idaman : IMT = 100% Nilai : 21

BB Kurang : IMT < 90% Nilai : < 18,9

BB Normal : IMT = 90-110% Nilai 18,9 – 23,1

BB Lebih : IMT = 110 – 120% Nilai 23,1 – 25,2

Gemuk/obesitas : IMT = > 120% Nilai > 25,2,

Giriwijoyo (2007: 645)

Berdasarkan kriteria tersebut, maka seseorang dinyatakan obesitas bila berat badan

lebih besar dari 120 % berat badan ideal dengan nilai standar lebih besar dari 23,1.

Obesitas pada remaja saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata, semakin

banyaknya remaja yang mengalami obesitas menjadi indikasi masalah kesehatan

yang akan terus berkembang. Sebuah langkah sangat penting untuk mengenal

obesitas pada remaja secara lebih mendalam, mengingat obesitas sering

menimbulkan risiko kesehatan lain yang lebih serius. Begitu pentingnya

penampilan fisik menurut remaja setidaknya membuat mereka harus mengetahui

sejauh mana gangguan penampilan fisik akibat kegemukan. Hal ini penting agar

gangguan kelebihan berat badan (overweight) tidak berlanjut. Jika tidak segera

ditanggulangi bisa menggangu penampilan bahkan menimbulkan penyakit yang

lebih sulit untuk disembuhkan. (http://remajasehat.com/blog Mar/19 th, 2009)

Obesitas juga menyebabkan gangguan ortopedik yang disebabkan kelebihan

berat badan sehingga menyebabkan tergelincirnya epifisis kaput femoris yang

menimbulkan nyeri panggul. Selain itu obesitas juga menyebabkan pseudomotor

serebri akibat peningkatan tekanan intraknial pada obesitas yang menyebabkan


gangguan jantung dan paru, peningkatan kadar CO2 dan memberikan gejala sakit

kepala, pupil oedema, diplopia, kehilangan lapangan pandang perifer dan

iritabilitas.

Melihat begitu besarnya resiko yang timbul akibat obesitas maka diperlukan

suatu upaya untuk menurunkan resiko tersebut pada anak, mengingat penyebab

obesitas bersifat multi faktor maka upaya-upaya untuk menurunkan obesitas pun

seharusnya dilaksanakan secara multi disiplin. Prinsip dari tatalaksana obesitas

adalah mengurangi asupan energi dan meningkatkan keluaran energi, dengan cara

peningkatan aktivitas fisik dan mengubah atau memodifikasi pola hidup.

B. Rumusan Masalah

Dengan melihat uraian latar belakang di atas, maka peneliti mencoba

mengangkat beberapa kondisi yang terjadi pada remaja usia sekolah dan menjadi

suatu permasalahan. Kondisi tersebut diantaranya adalah: 1) Adanya kecenderungan

malnutrisi pada pelaku aktivitas fisik atau bergerak pada usia anak dan remaja, 2)

Kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan dapat menimbulkan berbagai penyakit

kardiovaskuler obesitas, 3) Obesitas merupakan salah satu faktor atau pemicu yang

dapat menimbulkan terjadinya berbagai penyakit, 4) Program Kegiatan UKM

olahraga maupun non olahraga di kampus merupakan kegiatan yang penting dan

sangat bermanfaat bagi kesehatan remaja, karena merupakan aktivitas fisik meskipun

dengan kebutuhan energi yang berberberbeda.

Dengan memperhatikan latar belakang penelitian yang diungkapkan, maka

penulis merumuskan permasalahan yaitu:

1. Apakah terdapat pengaruh kegiatan ekstrakurikuler olahraga terhadap

penurunan tingkat obesitas (BMI) Mahasiswa D3 keperawatan tingkat 1

Poltekkes Kemenkes Kaltim.


2. Apakah terdapat pengaruh kegiatan UKM non olahraga terhadap

penurunan tingkat obesitas (BMI) Mahasiswa D3 keperawatan tingkat 1

Poltekkes Kemenkes Kaltim.

3. Apakah terdapat perbedaaan pengaruh kegiatan UKM olahraga dan non

olahraga terhadap penurunan tingkat obesitas (BMI) Mahasiswa D3

keperawatan tingkat 1 Poltekkes Kemenkes Kaltim.

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan UKM olahraga di Poltekkes

Kemenkes Kaltim, terhadap penurunan tingkat obesitas.

2. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan UKM non olahraga di Poltekkes

Kemenkes Kaltim, terhadap penurunan tingkat obesitas.

3. Untuk perbedaaan pengaruh kegiatan UKM olahraga dan non olahraga

terhadap penurunan tingkat obesitas di Poltekkes Kemenkes Kaltim.

D. Manfaat Penelitian

1. Secara teoritis.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan

(kontribusi) terhadap teori-teori yang menerangkan manfaat kegiatan

ekstra kurikuler terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak secara

keseluruhan.

2. Secara praktis

Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, kepala sekolah dan

orang tua untuk dapat memberikan keleluasaan gerak atau kebebasan

gerak untuk melakukan aktivitas jasmani melalui kegiatan

ekstrakurikuler olahraga maupun non olahraga secara maksimal pada

anak, selain untuk itu penelitian ini juga berguna untuk perubahan
paradigma berfikir tentang pentingnya pembelajaran melalui pendidikan

jasmani di sekolah

E. Hipotesis

Berdasarkan rumusan asumsi dasar di atas, maka dapat diajukan hipotesis yang

dapat memberi arah penelitian yang dilakukan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh yang signifikan kegiatan UKM olahraga terhadap

penurunan obesitas mahasiswa D3 keperawatan tingkat 1 Poltekkes

Kemenkes Kaltim.

2. Terdapat pengaruh yang signifikan kegiatan UKM olahraga terhadap

penurunan obesitas mahasiswa D3 keperawatan tingkat 1 Poltekkes

Kemenkes Kaltim.

3. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kegiatan UKM

olahraga dan non-olahraga terhadap penurunan obesitas mahasiswa D3

keperawatan tingkat 1 Poltekkes Kemenkes Kaltim.


BAB 2

DASAR TEORI

A. Obesitas

Obesitas adalah peningkatan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas disebabkan adanya

keseimbangan energi positif, sebagai akibat ketidak seimbangan antara asupan energi dengan

keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan

lemak. Obesitas merupakan penyakit multifaktorial yang diduga sebagian besar disebabkan

interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktivitas fisik, gaya hidup,

sosial ekonomi dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu

dini pada bayi (Nugraha, 2009).

Kelebihan berat badan (obesitas) juga merupakan suatu kondisi dimana perbandingan

berat badan dan tinggi badan melebihi standar yang ditentukan. Obesitas bisa berupa kondisi

kelebihan lemak, baik di seluruh tubuh atau terlokalisasi pada bagian-bagian tertentu.

Peningkatan total lemak tubuh diketahui apabila ditemukan kelebihan berat badan >20%

pada pria dan >25% pada wanita (Ganong, 2008)

Tipe obesitas menurut pola distribusi lemak tubuh dapat dibedakan menjadi obesitas

tubuh bagian atas (upper body obesity) dan obesitas tubuh bagian bawah (lower body

obesity). Obesitas tubuh bagian atas merupakan dominansi penimbunan lemak tubuh di

trunkal. Terdapat beberapa kompartemen jaringan lemak pada trunkal, yaitu trunkal

subkutaneus yang merupakan kompartemen paling umum, intraperitoneal (abdominal), dan

retroperitoneal. Obesitas tubuh bagian atas lebih banyak didapatkan pada pria, oleh karena

itu tipe obesitas ini lebih dikenal sebagai “android obesity”. Tipe obesitas ini berhubungan

lebih kuat dengan diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskuler daripada obesitas pada

tubuh bagian bawah. Obesitas tubuh bagian bawah merupakan suatu keadaan tingginya

akumulasi lemak tubuh pada regio gluteofemoral. Tipe obesitas ini lebih banyak terjadi pada
wanita sehingga sering disebut “gynoid obesity” dan berhubungan erat dengan gangguan

menstruasi pada wanita (David, 2004).

Pada obesitas terjadi kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak

dan dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan, sedangkan keluaran energi

yang rendah disebabkan oleh rendahnya metabolisme tubuh, aktivitas fisik, dan efek

termogenesis makanan. Sebagian besar gangguan hemostasis ini disebabkan oleh faktor

idiopatik (pada obesitas primer atau nutrisional) sedangkan faktor endogen (pada obesitas

sekunder atau non nutrisional, yang disebabkan oleh kelainan sindrom atau defek genetik)

hanya mencakup kurang dari 10%. Obesitas idiopatik terjadi akibat interaksi multifaktorial.

Faktor-faktor yang berperan tersebut dikelompokkan menjadi faktor genetik dan faktor

lingkungan. Faktor genetik telah diketahui mempunyai peranan kuat yaitu parental fatness,

anak yang obesitas biasanya berasal dari keluarga obesitas. Bila salah satu orang tua obesitas,

prevalensi kejadian menjadi 40% dan bila kedua orang tidak obesitas maka prevalensi turun

menjadi 14%. Peningkatan risiko menjadi obesitas tersebut kemungkinan disebabkan oleh

pengaruh gen atau faktor lingkungan dalam keluarga. Kral (2001) membagi faktor

lingkungan yang berperan sebagai penyebab terjadinya obesitas menjadi lima, yaitu

nutrisional (perilaku makan), aktivitas fisik, trauma (neurologis dan psikologis),

medikamentosa (steroid), dan sosial ekonomi.

B. Aktivitas Fisik

Pelatihan fisik memulai respon fisiologis dan biokimia yang kompleks. Setiap gerakan

otot yang cepat dimulai dengan metabolisme anaerobik. Tenaganya berasal dari pemecahan

Adenosin Triphosphate (ATP) dengan hasil Adenosin Diphosphate (ADP) dan berlangsung

di mitokondria. Pelepasan energi disertai dengan meningkatnya aliran elektron dalam

rangkaian respirasi mitokondria sehingga terbentuk oksigen reaktif superoksida (O2-),

hydrogen peroksida (H2O2) dan upaya membentukan ATP. Pelatihan cenderung


mengosongkan ATP dan meningkatkan jumlah ADP yang tentunya merangsang ADP untuk

katabolisme dan mengkonversi Xanthine dehydrogenase menjadi Xanthene oxidase.

Xanthene oxidase inilah yang akan membentuk radikal bebas (O2-). Terbentuknya radikal

bebas menyebabkan ketidakseimbangan yang disebut sebagai stress oksidatif dengan hasil

akhir rusaknya lemak, protein dan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Olahraga dengan

intesitas tinggi dan durasi lama terbukti dapat menimbulkan kerusakan sel (Sutarina &

Edward, 2004).

Latihan aerobik adalah suatu bentuk latihan yang dilakukan secara berulang-ulang,

terus-menerus (ritmis), melibatkan kelompok otot-otot besar tubuh, dan dilakukan atau dapat

dipertahankan selama 20 sampai 30 menit. Jenis-jenis aktivitas fisik antara lain bersepeda,

berenang, jalan cepat, berlari, aerobik, bela diri, dan lain-lain (Nurmalina, 2011). Takaran

latihan aerobik yang dapat dilaksanakan yaitu meliputi frekuensi 3-5 kali/minggu, secara

umum intensitas 65% - 75% dari detak jantung maksimal sesuai dengan kondisi dan tingkat

keterlatihan. Orang yang baru memulai latihan atau berusia lanjut, mulailah berlatih pada

intensitas yang rendah dahulu, misalnya 60%, terus ditingkatkan secara bertahap hingga

mencapai intensitas latihan yang semestinya. Waktu atau durasi yang dilakukan adalah

selama 20 - 60 menit setiap latihan (Djoko Pekik, 2004).


BAB 3
METODE PENELITIAN

A. Metode penelitian

Penggunaan sebuah metode tentunya harus disesuaikan dengan permasalahan

yang hendak diungkap, tidak semua metode dapat digunakan untuk menyelesaikan

suatu masalah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

adalah dengan metode eksperimen. Riduwan (2010:50) mengemukakan bahwa,

“Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha

mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang

terkontrol secara ketat.” Dengan pendapat tersebut penulis menganggap bahwa

metode eksperimen merupakan cara yang cocok untuk digunakan dalam

mengungkapkan permasalahan yang ada.

Sugiyono (2009:72) membagi jenis penelitian eksperimen berdasarkan

desain menjadi empat jenis, yaitu Pre-experimental design, True-experimental

Design, Factorial Design, dan Quasi Experimental Design. Dari ke empat jenis

desain penelitian tersebut, peneliti menggunakan jenis pendekatan berdasarkan

desain True Experimental Design. Adapun metode eksperimental yang penulis

gunakan adalah Pre eksperimental design dengan istilah weak experimental design.

Desain penelitian yang digunakan adalah The Static Group Pretest- Posttest

Design, merupakan salah satu desain weak experimental design. Desain ini

dianggap tepat untuk mencari pengaruh dari dua jenis perlakuan, yaitu kegiatan

UKM olah raga dan kegiatan UKM non olahraga. Adapun bentuk dari desain ini

adalah pada gambar berikut (Gambar 1.1) :


O X1 O

O X2 O

(Gambar 1.1)

Keterangan :

O = Pretest indek masa tubuh (BMI) pada kelompok siswa yang mengikuti

ekstra kurukuler olah raga.

O = Pretest indek masa tubuh (BMI) pada kelompok siswa yang mengikuti

ekstra kurikuler non olahraga.

X1 = Posttest indek masa tubuh (BMI) pada kelompok siswa yang mengikuti

ekstra kurikuler olahraga.

X2 = Posttest indek masa tubuh (BMI) pada kelompok siswa yang mengikuti

ekstra kurikuler non olahraga.

Sugiyono (2010:74) menjelaskan dalam desain ini terdapat dua kelompok

yang dipilih kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adalah

perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

B. Variabel Penelitian

Variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari

(Kerlinger, 1973: Sugiyono, 2007:38). Dengan kata lain variable penelitian pada

dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut ,

kemudian disimpulkan (Sugiyono, 2007:38). Variabel-variabel yang akan dikaji

perlu diberi batasan-batasan terhadap kemungkinan terjadinya penafsiran suatu

istilah yang menyebabkan kekeliruan pendapat dan dapat mengaburkan (menjadi


bias) akan pengertian yang sebenarnya.

Variabel-variabel tersebut terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat.

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahannya dan timbulnya variabel terikat (dependent). Pada penelitian ini yang

menjadi variabel terikatnya adalah penurunan tingkat obesitas atau Indeks Masa

Tubuh (BMI) pada mahasiswa D3 keperawatan tingkat 1 Poltekkes Kemenkes

Kaltim. Secara rinci dapat diidentifikasikan variabel-variabel dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

a. Variabel bebas (independent)

Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya adalah aktivitas fisik

berupa kegiatan UKM olahraga dan aktivitas fisik kegiatan UKM non-

olahraga di Poltekkes Kemenkes Kaltim.

b. Variabel terikat (dependent)

Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah penurunan tingkat

obesitas dan Indek Masa Tubuh (BMI) mahasiswa yang mengalami

kelebihan di Poltekkes Kemenkes Kaltim.

C. Langkah Penelitian
Langkah penelitian merupakan garis besar mengenai tahapan pelaksanaa

penelitian, hal ini diperlukan agar memberikan kemudahan mengenai apa-apa yang

harus dilakukan. Langkah tersebut digambarkan pada tabel 1.1 berikut :

Populasi

Kel. UKM Kel. UKM NON


OLAHRAGA Sampel OLAHRAGA

Tes Awal Tes Awal

Tretment A. Tretment B.

Tes Akhir Tes Akhir

Pengolahan & Analisis


Data

Kesimpulan
D. Lokasi dan Sampel Penelitian

Lokasi penelitian adalah Poltekkes Kemenkes Kaltim yang terletak di jalan

Wolter Monginsidi no 38. Adapun populasi dan sampelnya adalah mahasiswa D3

keperawatan tingkat 1 Poltekkes Kemenkes Kaltim angkatan 2019 yang merupakan

anggota kelompok unit kegitan mahasiswa olahraga dan non olahraga. Sampel dipilih

sesuai dengan kebutuhan penelitian, terutama pada mahasiswa yang termasuk pada

kriteria obesitas dan memiliki kelebihan berat badan (overweight).


DAFTAR PUSTAKA