Anda di halaman 1dari 145

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN

NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008

TENTANG

PERUBAHAN KELIMA ATAS


PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN
NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI
DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN
SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN
NOMOR KM. 1 TAHUN 2008

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERHUBUNGAN,

Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor


KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Departemen Perhubungan, sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan
Nomor KM. 1 Tahun 2008, telah diatur Organisasi dan
Tata Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

b. bahwa dalam rangka lebih meningkatkan kinerja


Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai
regulator di bidang transportasi udara, perlu menata
kembali Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 1
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut huruf b, perlu
mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005
tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Perhubungan, sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 1
Tahun 2008;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang


Penerbangan (Lembaran Negara tahun 1992 Nomor
53, tambahan lembaran Negara Nomor 3481);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang


Keamanan dan Keselamatan Penerbangan (lembaran
Negara tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4075);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang


Kebandarudaraan (Lembaran Negara Tahun 2001
Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4146);

4. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang


Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia,
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 94 Tahun 2006;

5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit


Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara
Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2007;

6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun


2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Perhubungan, sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
KM. 1 Tahun 2008;

Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur


Negara dalam surat Nomor B/1241/M.PAN/5/2008
tanggal 12 Mei 2008;

KM 20 TAHUN 2008.doc 2
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG


PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN
MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN
2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA
DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA
TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN PERATURAN
MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 1 TAHUN
2008.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan


Nomor KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Departemen Perhubungan yang telah beberapa kali
diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan :

a. Nomor KM. 62 Tahun 2005;

b. Nomor KM. 35 Tahun 2006;

c. Nomor KM. 37 Tahun 2006;

d. Nomor KM. 1 Tahun 2008;

Diubah pada BAB VI dan ketentuan Pasal 368 sampai


dengan Pasal 512 sehingga seluruhnya berbunyi sebagai
berikut :
“ BAB VI

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas Dan Fungsi

Pasal 368

(1) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah unsur


pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen
Perhubungan, yang berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri Perhubungan.
(2) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dipimpin oleh
Direktur Jenderal.

KM 20 TAHUN 2008.doc 3
Pasal 369

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas


merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi
teknis di bidang perhubungan udara.

Pasal 370

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 369, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan Departemen Perhubungan di


bidang angkutan udara, bandar udara, keamanan
penerbangan, navigasi penerbangan, kelaikan udara
dan pengoperasian pesawat udara;

b. pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara,


bandar udara, keamanan penerbangan, navigasi
penerbangan, kelaikan udara dan pengoperasian
pesawat udara;

c. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, sistem


dan prosedur di bidang angkutan udara, bandar udara,
keamanan penerbangan, navigasi penerbangan,
kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara;

d. pelaksanaan sertifikasi dan/atau perijinan di bidang


angkutan udara, bandar udara, keamanan penerbangan,
navigasi penerbangan, kelaikan udara dan
pengoperasian pesawat udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)


terhadap pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan
udara, bandar udara, keamanan penerbangan, navigasi
penerbangan, kelaikan udara dan pengoperasian
pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 4
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan di
bidang angkutan udara, bandar udara, keamanan
penerbangan, navigasi penerbangan, kelaikan udara
dan pengoperasian pesawat udara;

g. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara,
bandar udara, keamanan penerbangan, navigasi
penerbangan, kelaikan udara dan pengoperasian
pesawat udara;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap


pelaksanaan kebijakan di bidang angkutan udara,
bandar udara, keamanan penerbangan, navigasi
penerbangan, kelaikan udara dan pengoperasian
pesawat udara;

i. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal


Perhubungan Udara.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 371

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, terdiri dari :

a. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

b. Direktorat Angkutan Udara;

c. Direktorat Bandar Udara;

d. Direktorat Keamanan Penerbangan;

e. Direktorat Navigasi Penerbangan;

f. Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat


Udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 5
Bagian Ketiga

Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Pasal 372

Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara


mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan teknis
dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di
lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Pasal 373

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 372, Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana,


program dan anggaran, penyiapan bahan perumusan
kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan, organisasi
dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara;

b. pengelolaan urusan tata usaha keuangan, akuntansi,


penerimaan negara bukan pajak dan barang milik
negara di lingkungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara;

c. penyusunan rancangan peraturan perundang-


undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan
hukum, penyuluhan hukum serta kerjasama luar
negeri di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

d. pelaksanaan urusan kepegawaian, tata usaha, rumah


tangga dan hubungan masyarakat serta hubungan
antar lembaga;

e. penelaahan, evaluasi dan koordinasi terhadap


pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan
fungsional dan laporan masyarakat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 6
Pasal 374

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, terdiri


dari :

a. Bagian Perencanaan;

b. Bagian Keuangan;

c. Bagian Hukum;

d. Bagian Kepegawaian dan Umum.

Pasal 375

Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan


penyusunan rencana jangka panjang dan menengah,
penyusunan dan revisi rencana program dan revisi Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), evaluasi kinerja dan
pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan, bimbingan
pelaksanaan program, penataan organisasi dan tata laksana,
akuntabilitas kinerja unit kerja, dan pengelolaan sistem
informasi manajemen di lingkungan Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara.

Pasal 376

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 375, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan pelaksanaan koordinasi, penelaahan,


penyusunan dan tinjau ulang rencana kebijakan
dibidang transportasi udara, tinjau ulang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) / rencana
strategis, cetak biru, pengelolaan sistem informasi
manajemen pemerintahan dan E-goverment,
penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI), standar
pelayanan minimal, standar pelayanan publik serta
penyiapan bahan kebijakan di bidang organisasi dan
tata laksana;

KM 20 TAHUN 2008.doc 7
b. penyiapan pelaksanaan koordinasi, penelaahan,
penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
(DIPA), Rencana Kerja (RENJA), prioritas program
tahunan dan bantuan / pinjaman luar negeri;

c. penyiapan bahan dan pelaksanaan analisis dan


evaluasi kinerja, revisi Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran (DIPA), penyusunan Petunjuk Operasional
Kegiatan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan,
pemberian bimbingan pelaksanaan program dan
anggaran serta evaluasi dan pelaporan hasil
pelaksanaan program.

Pasal 377

Bagian Perencanaan, terdiri dari :

a. Subbagian Rencana;

b. Subbagian Program;

c. Subbagian Analisa dan Evaluasi.

Pasal 378

(1) Subbagian Rencana mempunyai tugas :

a. pengelolaan data dan informasi sebagai bahan


penyusunan rencana dalam rangka penyiapan
pengambilan kebijakan di bidang transportasi
udara, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM), Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) dan Rencana Strategis (Renstra) serta
cetak biru;

b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Standar


Nasional Indonesia (SNI), Standar Pelayanan
Minimal, Standar Pelayanan Publik, studi dan
kajian kebijakan di bidang transportasi udara;

c. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan


sistem informasi manajemen pemerintahan dan
E-goverment;

KM 20 TAHUN 2008.doc 8
d. evaluasi, analisis dan penelaahan serta
penyiapan bahan penyusunan rancangan
penataan kelembagaan dan tata laksana di
lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara.

(2) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan :

a. penyiapan bahan penyusunan rencana


pembangunan jangka pendek/Rencana Kerja
(RENJA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP);

b. penyiapan bahan koordinasi, penyusunan kajian,


penelaahan prioritas program tahunan di
lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

c. penyiapan bahan koordinasi, penelaahan dan


penyusunan daftar usulan Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) di lingkungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara;

d. penyiapan bahan koordinasi penyusunan Daftar


Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan
penyiapan proses pengesahan konsep DIPA;

e. penyiapan bahan koordinasi serta pembahasan


usulan program dan rencana anggaran di tingkat
Departemen Perhubungan;

f. penyiapan bahan koordinasi, penelaahan dan


penyusunan kegiatan program bantuan /
pinjaman luar negeri (green book and blue book)
di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 9
(3) Subbagian Analisa dan Evaluasi mempunyai tugas
melakukan :

a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan


dokumen penetapan kinerja tahunan Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara;

b. penyiapan bahan koordinasi, penelaahan dan


penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP) di lingkungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan


laporan tahunan dan nota keuangan di
lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

d. evaluasi pelaksanaan program terhadap sasaran


program yang telah ditentukan;

e. penyiapan bahan pelaporan dan rapat koordinasi


antar lembaga;

f. penyiapan bahan koordinasi usulan pembahasan


revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
(DIPA);

g. penyiapan bahan koordinasi penyusunan


Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) serta
revisi POK.

Pasal 379

Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan


penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), koordinasi
pelaksanaan tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA),
penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran,
penatausahaan dan penyusunan penggunaan Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP), penatausahaan pelaksanaan
anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,
penyusunan laporan keuangan, evaluasi dan pemantauan
anggaran serta verifikasi keuangan di lingkungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 10
Pasal 380

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 379, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan penatausahaan, pembinaan,


penyusunan laporan keuangan berdasarkan Sistem
Akuntansi Instansi (SAI), evaluasi, pemantauan
pelaksanaan anggaran dan pelaksanaan verifikasi
laporan keuangan, penatausahaan pelaksanaan Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Pusat
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

b. penatausahaan, pemantauan, evaluasi dan penggunaan


Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), koordinasi
tindak lanjut Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR),
penyusunan dan pengusulan pengelola anggaran;

c. penyiapan bahan pembinaan penatausahaan,


inventarisasi, pengelolaan, pemanfaatan dan
penghapusan barang milik negara serta penyusunan
laporan barang milik negara.

Pasal 381

Bagian Keuangan, terdiri dari :

a. Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara;

b. Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan


Pajak dan Laporan Hasil Audit;

c. Subbagian Akuntansi.

KM 20 TAHUN 2008.doc 11
Pasal 382

(1) Subbagian Tata Usaha Barang Milik Negara


mempunyai tugas melakukan :

a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan


Barang Milik Negara (BMN);

b. penatausahaan Barang Milik Negara (BMN);

c. inventarisasi Barang Milik Negara (BMN);

d. penatausahaan pemanfaatan Barang Milik


Negara (BMN);

e. penyiapan bahan pelaksanaan penghapusan


Barang Milik Negara (BMN);

f. penyusunan laporan Barang Milik Negara


(BMN) berdasarkan Sistem Akuntansi Barang
Milik Negara (SABMN);

g. penatausahaan serah terima hasil kegiatan.

(2) Subbagian Tata Usaha Penerimaan Negara Bukan


Pajak dan Laporan Hasil Audit mempunyai tugas
melakukan :

a. penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan


Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

b. penyiapan bahan penyusunan rencana dan


pemantauan penerimaan dan penyetoran
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

c. analisis dan evaluasi pelaksanaan Penerimaan


Negara Bukan Pajak (PNBP);

d. penyiapan bahan koordinasi serta analisis dan


evaluasi penetapan besaran tarif Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP);

KM 20 TAHUN 2008.doc 12
e. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan
penggunaan dana Penerimaan Negara Bukan
Pajak (PNBP);

f. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan


laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP);

g. penyiapan bahan koordinasi tindak lanjut


Laporan Hasil Audit (LHA) dan Tuntutan
Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-
TGR);

h. penyiapan bahan koordinasi dan pengusulan


pengelola anggaran.

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan :

a. penyiapan bahan penatausahaan pelaksanaan


Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

b. pelaksanaan fiatering / penelitian dokumen


keuangan DIPA Kantor Pusat Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara;

c. pelaksanaan pengelolaan gaji pegawai Kantor


Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

d. pemantauan, evaluasi dan verifikasi anggaran


di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

e. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan


laporan realisasi anggaran di lingkungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

f. penyiapan bahan pembinaan dan penatausahaan


laporan keuangan di lingkungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 13
g. penyusunan laporan keuangan di lingkungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

h. rekonsiliasi penyusunan laporan keuangan.

Pasal 383

Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan


telaahan hukum dan penyusunan rancangan peraturan
perundang-undangan, pelaksanaan bantuan dan penyuluhan
hukum, penyelesaian masalah hukum serta koordinasi
pelaksanaan kerjasama luar negeri dan hubungan masyarakat.

Pasal 384

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 383, Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan telaahan hukum dan penyusunan


rancangan peraturan perundang-undangan dan
penyuluhan peraturan perundang-undangan serta
dokumentasi hukum;

b. penyiapan bahan pertimbangan hukum, pembuatan


perjanjian, kontrak serta penyelesaian perselisihan dan
permasalahan hukum serta Rencana Aksi Nasional
Pemberantasan Korupsi (RAN-PK);

c. pemantauan, analisis dan penyiapan bahan penilaian


opini masyarakat, publikasi serta pelaksanaan urusan
kerjasama luar negeri.

Pasal 385

Bagian Hukum, terdiri dari :

a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan;

b. Subbagian Bantuan Hukum;

c. Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar


Negeri.

KM 20 TAHUN 2008.doc 14
Pasal 386

(1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai


tugas melakukan :

a. penyiapan bahan telaahan hukum;

b. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan


peraturan perundang-undangan;

c. dokumentasi hukum dan peraturan perundang-


undangan;

d. sosialisasi peraturan perundang-undangan.

(2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas


melakukan :

a. penyiapan dan penyusunan bahan pertimbangan


hukum;

b. penyiapan naskah perjanjian / kontrak dan


kesepahaman / kesepakatan bersama (MoU);

c. penyiapan bahan pemrosesan dan pemberian


bantuan penyelesaian kasus sengketa tata usaha
negara, kepidanaan, keperdataan di lembaga
peradilan;

d. penyiapan bahan pemantauan dan pelaporan


terhadap pelaksanaan aturan perundang-
undangan dan pelaksanaan naskah perjanjian /
kontrak serta kesepahaman / kesepakatan
bersama (MoU);

e. penyiapan program dan pemantauan rencana


aksi nasional pemberantasan korupsi (RAN-
PK);

f. penyiapan bahan pembinaan Penyidik Pegawai


Negeri Sipil (PPNS) bidang penerbangan sipil.

KM 20 TAHUN 2008.doc 15
(3) Subbagian Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar
Negeri mempunyai tugas melakukan:

a. penyiapan bahan pemantauan, analisis dan


penilaian masyarakat terhadap kebijakan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

b. penyiapan bahan publikasi kegiatan dan


kebijakan Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara;

c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan


materi dan administrasi pelaksanaan kegiatan
kerjasama luar negeri baik bilateral, multilateral
dan lembaga internasional di bidang
penerbangan;

d. penyiapan bahan pendapat hukum (legal


opinion) dan pemantauan pelaksanaan kegiatan
kerjasama luar negeri;

e. penyiapan bahan tanggapan dan koordinasi


perkembangan ketentuan internasional di
bidang penerbangan;

f. penyiapan bahan penyusunan rencana,


penelaahan dan penyiapan materi ratifikasi
konvensi, persetujuan dan perjanjian
internasional di bidang penerbangan.
.
Pasal 387

Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas


melaksanakan urusan administrasi kepegawaian, pengadaan,
pengangkatan, kepangkatan, pengembangan, mutasi,
pemberhentian dan pensiun pegawai serta tata usaha dan
rumah tangga.

KM 20 TAHUN 2008.doc 16
Pasal 388

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 387, Bagian Kepegawaian dan Umum
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan


usulan formasi dan pengadaan pegawai, penyiapan
bahan pengangkatan, kepangkatan, mutasi,
pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

b. penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan


karier dan kesejahteraan pegawai;

c. pelaksanaan tata usaha, kearsipan, pemeliharaan,


pengadaan, analisis kebutuhan, pendistribusian,
pengelolaan barang, dan pengelolaan rumah tangga.

Pasal 389

Bagian Kepegawaian dan Umum, terdiri dari :

a. Subbagian Pengangkatan dan Kepangkatan;

b. Subbagian Pengembangan dan Kesejahteraan;

c. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga.

Pasal 390

(1) Subbagian Pengangkatan dan Kepangkatan


mempunyai tugas :

a. pelaksanaan evaluasi dan analisis terhadap


kebutuhan pegawai;

b. penyiapan bahan formasi pegawai;

c. penyiapan bahan rencana pengadaan dan usulan


pengangkatan calon PNS;

KM 20 TAHUN 2008.doc 17
d. pelaksanaan administrasi kepangkatan bagi
PNS;

e. penyiapan bahan rencana mutasi bagi pejabat


dan PNS;

f. penyiapan bahan pemberhentian dan pensiun


pegawai;

g. pengelolaan data base, sistem dan informasi


kepegawaian.

(2) Subbagian Pengembangan dan Kesejahteraan


mempunyai tugas :

a. penyiapan bahan usulan pendidikan dan


pelatihan serta pengembangan pegawai;

b. penyiapan bahan pelaksanaan ujian dinas dan


ujian penyesuaian ijasah;

c. penyiapan bahan pembinaan dan pengelolaan


kesejahteraan pegawai dan pemberian tanda
penghargaan;
d. penyiapan bahan pembinaan disiplin pegawai
dan pencatatan prestasi kerja pegawai;
e. pelaksanaan administrasi dan penyiapan bahan
pembinaan jabatan fungsional;
f. pelaksanaan tata usaha kepegawaian.

(3) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai


tugas :

a. pelaksanaan urusan surat menyurat, kearsipan,


pendistribusian surat dan pengelolaan takah;

b. pengelolaan dan pelaksanaan pemeliharaan


gedung kantor, serta sarana dan prasarana
gedung;

KM 20 TAHUN 2008.doc 18
c. pelaksanaan urusan perjalanan dinas di dalam
dan luar negeri;

d. pelaksanaan kegiatan protokoler;

e. pengelolaan pemeliharaan kendaraan dinas /


antar jemput pegawai;

f. pengelolaan perpustakaan;

g. pelaksanaan keamanan dalam kantor;

h. pelaksanaan kegiatan rapat dinas;

i. analisis kebutuhan, pengadaan barang,


pendistribusian, serta pengelolaan barang /
pergudangan di lingkungan kantor pusat
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

j. pengelolaan administrasi penerimaan,


penyimpanan dan pengeluaran barang di
lingkungan kantor pusat Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara;

Bagian Keempat

Direktorat Angkutan Udara

Pasal 391

Direktorat Angkutan Udara mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standar,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, perizinan,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan dibidang sistem data dan
standarisasi pelayanan angkutan udara, angkutan udara niaga
berjadwal, angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga, kerjasama angkutan udara serta
pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 19
Pasal 392
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 391, Direktorat Angkutan Udara menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang sistem
data dan standarisasi pelayanan angkutan udara,
angkutan udara niaga berjadwal, angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga,
kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan
pembinaan usaha angkutan udara;
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang sistem data dan
standarisasi pelayanan angkutan udara, angkutan udara
niaga berjadwal, angkutan udara niaga tidak berjadwal
dan angkutan udara non niaga, kerjasama angkutan
udara serta pengembangan dan pembinaan usaha
angkutan udara;
c. pelaksanaan pemberian izin di bidang
penyelenggaraan pelayanan angkutan udara;
d. pelaksanaan dan perumusan naskah perjanjian dan
kerja sama bilateral dan multilateral di bidang
angkutan udara;
e. pelaksanaan perjanjian angkutan udara bilateral dan
multilateral serta kerjasama lembaga internasional di
bidang angkutan udara;
f. pelaksanaan penerbitan persetujuan kerjasama
perusahaan angkutan udara;
g. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait untuk
fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional;
h. pelaksanaan pertemuan di bidang fasilitasi pelayanan
angkutan udara internasional;
i. pelaksanaan tanggapan dan masukan terhadap
perubahan annex 9 Organisasi Penerbangan Sipil
Internasional tentang Facilitation
j. pelaksanaan audit kinerja pelayanan angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 20
k. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang
sistem data dan standarisasi pelayanan angkutan udara,
angkutan udara niaga berjadwal, angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga,
kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan
pembinaan usaha angkutan udara;

l. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sistem data dan standarisasi pelayanan
angkutan udara, angkutan udara niaga berjadwal,
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan angkutan
udara non niaga, kerjasama angkutan udara serta
pengembangan dan pembinaan usaha angkutan udara;

m. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


sistem data dan standarisasi pelayanan angkutan udara,
angkutan udara niaga berjadwal, angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga,
kerjasama angkutan udara serta pengembangan dan
pembinaan usaha angkutan udara;

n. pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan


rumah tangga Direktorat.

Pasal 393

Direktorat Angkutan Udara terdiri dari :

a. Subdirektorat Sistem Data dan Standarisasi Pelayanan


Angkutan Udara;

b. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal;

c. Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal


dan Non Niaga;

d. Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara;

e. Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha


Angkutan Udara;

f. Subbagian Tata Usaha.

KM 20 TAHUN 2008.doc 21
Pasal 394

Subdirektorat Sistem Data dan Standarisasi Pelayanan


Angkutan Udara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan, pengendalian,
penegakan hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan
pelaporan di bidang sistem data dan standarisasi pelayanan
angkutan udara.

Pasal 395

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 394, Subdirektorat Sistem Data dan Standarisasi
Pelayanan Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


sistem dan data angkutan udara serta standarisasi
pelayanan angkutan udara;

b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang sistem data dan
informasi angkutan udara serta standarisasi pelayanan
angkutan udara yang meliputi pelayanan angkutan
udara, pelayanan penunjang angkutan udara, pelayanan
pengangkutan kargo dan penumpang, dan pelayanan
jasa penumpang pesawat udara di bandar udara;

c. penyiapan pelaksanaan evaluasi data lalu lintas


angkutan udara dalam rangka pengembangan jaringan
angkutan udara dan pengembangan bandar udara;

d. penyiapan bahan penetapan sistem, rute dan jaringan


penerbangan serta kapasitas angkutan udara dan
bandar udara;

e. penyiapan pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan


penyajian data dan informasi di bidang angkutan
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 22
f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)
berkelanjutan terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang sistem data dan standarisasi
pelayanan angkutan udara;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang sistem data dan standarisasi
pelayanan angkutan udara;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang sistem data dan
standarisasi pelayanan angkutan udara;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


sistem data dan standarisasi pelayanan angkutan udara.

Pasal 396

Subdirektorat Sistem Data dan Standarisasi Pelayanan


Angkutan Udara, terdiri dari :

a. Seksi Sistem dan Data Angkutan Udara;

b. Seksi Standarisasi Pelayanan Angkutan Udara.

Pasal 397

(1) Seksi Sistem dan Data Angkutan Udara mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang sistem, rute,


jaringan penerbangan, kapasitas angkutan
udara, pengumpulan, pengolahan dan penyajian
data dan informasi di bidang angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 23
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang sistem,
rute dan jaringan penerbangan, kapasitas
angkutan udara dan bandar udara,
pengumpulan, pengolahan dan penyajian data
dan informasi di bidang angkutan udara;

c. pelaksanaan evaluasi data lalu lintas angkutan


udara dalam rangka pengembangan jaringan
angkutan udara dan pengembangan bandar
udara;

d. penetapan sistem, rute dan jaringan


penerbangan serta kapasitas angkutan udara dan
bandar udara;

e. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan


penyajian data dan informasi di bidang
angkutan udara;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkelanjutan di bidang sistem, rute
dan jaringan penerbangan, kapasitas angkutan
udara dan bandar udara, pengumpulan,
pengolahan dan penyajian data dan informasi di
bidang angkutan udara;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sistem, rute dan jaringan penerbangan
serta kapasitas angkutan udara dan bandar
udara, pengumpulan, pengolahan serta
penyajian data dan informasi di bidang
angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 24
h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sistem, rute dan jaringan
penerbangan serta kapasitas angkutan udara dan
bandar udara, pengumpulan, pengolahan dan
penyajian data dan informasi di bidang
angkutan udara;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang sistem data angkutan udara.

(2) Seksi Standarisasi Pelayanan Angkutan Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan


angkutan udara, pelayanan penunjang angkutan
udara, on time performance perusahaan
angkutan udara, pelayanan jasa penumpang
pesawat udara di bandar udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pelayanan angkutan udara, pelayanan
penunjang angkutan udara, on time performance
perusahaan angkutan udara, pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian) berkelanjutan di bidang pelayanan
angkutan udara, pelayanan penunjang angkutan
udara, on time performance perusahaan
angkutan udara, pelayanan jasa penumpang
pesawat udara di bandar udara;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pelayanan angkutan udara, pelayanan
penunjang angkutan udara, on time performance
perusahaan angkutan udara, pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 25
e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pelayanan angkutan
udara, pelayanan penunjang angkutan udara, on
time performance perusahaan angkutan udara,
pelayanan jasa penumpang pesawat udara di
bandar udara;

f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang standarisasi pelayanan angkutan udara.

Pasal 398

Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal mempunyai


tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang angkutan
udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri.

Pasal 399

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 398, Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri
dan luar negeri;

b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kegiatan angkutan udara berjadwal dalam negeri dan
luar negeri;

c. penyiapan bahan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan rute dan kapasitas
angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar
negeri;

KM 20 TAHUN 2008.doc 26
d. penerbitan persetujuan rute dan perubahan kapasitas
angkutan udara;

e. pemberian persetujuan terbang (Flight Approval / FA)


dalam negeri dan luar negeri;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)


berkala dan berkelanjutan di bidang kegiatan angkutan
udara niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang angkutan udara niaga berjadwal
dalam negeri dan luar negeri;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang angkutan udara
niaga berjadwal dalam negeri dan luar negeri;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


angkutan udara berjadwal dalam negeri dan luar
negeri.

Pasal 400

Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Berjadwal terdiri dari :

a. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam


Negeri;

b. Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri.

Pasal 401

(1) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan:

a. perumusan kebijakan di bidang angkutan udara


niaga berjadwal dalam negeri;

KM 20 TAHUN 2008.doc 27
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman
kriteria, sistem dan prosedur di bidang
angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri;

c. pelaksanaan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan rute dan kapasitas
angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri;

d. penerbitan persetujuan rute dan perubahan


kapasitas angkutan udara niaga berjadwal dalam
negeri;

e. pelaksanaan pemberian persetujuan terbang


(Flight Approval / FA) angkutan udara niaga
berjadwal dalam negeri;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan berkelanjutan di bidang
angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam
negeri;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang angkutan udara niaga
berjadwal dalam negeri;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang angkutan udara niaga berjadwal dalam
negeri.

KM 20 TAHUN 2008.doc 28
(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang angkutan udara


niaga berjadwal luar negeri;

b. penyusunan norma, pedoman, kriteria, sistem


dan prosedur di bidang angkutan udara niaga
berjadwal luar negeri;

c. evaluasi permintaan jasa angkutan udara untuk


pengembangan rute dan kapasitas angkutan
udara niaga berjadwal luar negeri;

d. penerbitan persetujuan rute dan perubahan


kapasitas angkutan udara niaga berjadwal luar
negeri;

e. pemberian persetujuan terbang (Flight Approval


/ FA) angkutan udara niaga berjadwal luar
negeri;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan berkelanjutan di bidang
angkutan udara niaga berjadwal luar negeri;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang angkutan
udara niaga berjadwal luar negeri;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang angkutan udara niaga berjadwal luar
negeri;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang angkutan udara niaga berjadwal luar
negeri.

KM 20 TAHUN 2008.doc 29
Pasal 402

Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan, pengendalian,
penegakan hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan
pelaporan di bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar negeri.

Pasal 403

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 402, Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak
Berjadwal dan Non Niaga menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal,
angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar
negeri, angkutan udara haji, serta angkutan udara
perintis;

b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kegiatan angkutan udara niaga tidak berjadwal,
angkutan udara non niaga dalam negeri dan luar
negeri, angkutan udara haji, serta angkutan udara
perintis;

c. penyiapan bahan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan kapasitas angkutan udara
niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga
dalam negeri dan luar negeri;

d. penyiapan bahan pemberian persetujuan terbang


(Flight aproval / FA) angkutan udara niaga tidak
berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam negeri
dan luar negeri;

e. penyiapan bahan evaluasi pemanfaatan rute yang tidak


diterbangi oleh angkutan udara niaga berjadwal dan
angkutan udara perintis;

KM 20 TAHUN 2008.doc 30
f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)
berkala dan berkelanjutan di bidang kegiatan angkutan
udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non
niaga dalam negeri dan luar negeri, angkutan udara
haji serta angkutan udara perintis;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang angkutan udara niaga tidak
berjadwal dan non niaga dalam negeri dan luar negeri,
angkutan udara haji serta angkutan udara perintis;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kegiatan
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non niaga
dalam negeri dan luar negeri, angkutan udara haji serta
angkutan udara perintis;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


angkutan udara tidak berjadwal dan non niaga dalam
negeri dan luar negeri, angkutan udara haji serta
angkutan udara perintis.

Pasal 404

Subdirektorat Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga, terdiri dari :

a. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga Dalam Negeri;

b. Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga Luar Negeri.

KM 20 TAHUN 2008.doc 31
Pasal 405

(1) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga Dalam Negeri mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang angkutan udara


niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non
niaga dalam negeri serta angkutan udara
perintis;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non
niaga dalam negeri yang meliputi standarisasi
kegiatan usaha angkutan udara niaga tidak
berjadwal dan angkutan udara non niaga dalam
negeri serta angkutan udara perintis;

c. pelaksanaan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan daerah operasi
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga dalam negeri;

d. pemberian persetujuan terbang (Flight Approval


/ FA) angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga dalam negeri;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan berkelanjutan
pelaksanaan di bidang angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga
dalam negeri serta angkutan udara perintis;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal
dan angkutan udara non niaga dalam negeri
serta angkutan udara perintis;

KM 20 TAHUN 2008.doc 32
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga
dalam negeri serta angkutan udara perintis;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal
dan angkutan udara non niaga dalam negeri
serta angkutan udara perintis.

(2) Seksi Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal dan


Non Niaga Luar Negeri mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang angkutan udara


niaga tidak berjadwal dan angkutan udara non
niaga luar negeri serta angkutan udara haji;

b. penyusunan norma, pedoman, kriteria, sistem


dan prosedur di bidang angkutan udara niaga
tidak berjadwal dan angkutan udara non niaga
luar negeri serta angkutan udara haji;

c. pelaksanaan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan kapasitas angkutan
udara niaga tidak berjadwal luar negeri;

d. pemberian persetujuan pelaksanaan angkutan


udara haji;

e. pemberian persetujuan terbang (Flight Approval


/ FA) angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga luar negeri;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan berkelanjutan di bidang
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan
angkutan udara non niaga luar negeri serta
angkutan udara haji;

KM 20 TAHUN 2008.doc 33
g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang angkutan
udara niaga tidak berjadwal dan angkutan udara
non niaga luar negeri serta angkutan udara haji;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal
dan non niaga luar negeri serta angkutan udara
haji;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang angkutan udara niaga tidak berjadwal
dan non niaga luar negeri serta angkutan udara
haji;

Pasal 406

Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang kerjasama
angkutan udara bilateral, multilateral dan lembaga
internasional serta pelayanan fasilitasi (FAL) untuk
kelancaran penyediaan jasa angkutan udara ke dan dari luar
negeri.

Pasal 407

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 406, Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


kerjasama bilateral, multilateral dan lembaga
internasional di bidang angkutan udara serta kerjasama
perusahaan angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 34
b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kerjasama
bilateral, multilateral dan lembaga internasional di
bidang angkutan udara dan pelayanan fasilitasi (FAL);

c. penyiapan bahan pelaksanaan perjanjian angkutan


udara bilateral dan multilateral serta kerjasama
lembaga internasional di bidang angkutan udara;

d. penyiapan bahan penerbitan persetujuan kerjasama


perusahaan angkutan udara di bidang angkutan udara;

e. penyiapan bahan koordinasi dengan instansi terkait


untuk fasilitasi pelayanan angkutan udara
internasional;

f. penyiapan bahan pertemuan di bidang fasilitasi


pelayanan angkutan udara internasional;

g. penyiapan bahan tanggapan dan masukan terhadap


perubahan annex 9 Organisasi Penerbangan Sipil
Internasional tentang Facilitation;

h. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)


berkala dan berkelanjutan di bidang kerjasama
bilateral, multilateral dan lembaga internasional di
bidang angkutan udara dan fasilitasi serta kerjasama
perusahaan angkutan udara;

i. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang kerjasama bilateral, multilateral,
lembaga internasional di bidang angkutan udara dan
fasilitasi serta kerjasama perusahaan angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 35
j. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kerjasama
bilateral, multilateral, lembaga internasional di
bidang angkutan udara dan fasilitasi serta kerjasama
perusahaan angkutan udara;

k. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


kerjasama angkutan udara dan fasilitasi serta
kerjasama perusahaan angkutan udara.

Pasal 408

Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara, terdiri dari :

a. Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan


Udara;

b. Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga


Internasional.

Pasal 409

(1) Seksi Kerjasama Bilateral dan Perusahaan Angkutan


Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan:

a. perumusan kebijakan di bidang perjanjian


kerja sama bilateral di bidang angkutan udara
dan kerjasama perusahaan angkutan udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
perjanjian kerjasama bilateral dan kerjasama
perusahaan angkutan udara di bidang angkutan
udara;

c. perjanjian angkutan udara bilateral dan


kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang
angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 36
d. penerbitan persetujuan kerjasama perusahaan
angkutan udara di bidang kerjasama bilateral
dan perusahaan angkutan udara di bidang
angkutan udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan pengawasan
berkelanjutan di bidang kerjasama bilateral dan
kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang
angkutan udara;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang kerjasama bilateral dan kerjasama
perusahaan angkutan udara di bidang angkutan
udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang kerjasama bilateral dan
kerjasama perusahaan angkutan udara di bidang
angkutan udara;

h. evaluasi pelaksanaan perjanjian kerjasama


bilateral dan kerjasama perusahaan angkutan
udara di bidang angkutan udara;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang kerjasama bilateral dan perusahaan
angkutan udara di bidang angkutan udara.

(2) Seksi Kerjasama Multilateral dan Lembaga


Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan:

a. perumusan kebijakan prosedur di bidang


perjanjian dan kerjasama multilateral dan
lembaga internasional di bidang angkutan udara
serta pelayanan fasilitasi;

KM 20 TAHUN 2008.doc 37
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang
perjanjian dan kerjasama multilateral dan
lembaga internasional di bidang angkutan udara
serta pelayanan fasilitasi;

c. pelaksanaan perjanjian angkutan udara


multilateral serta kerjasama lembaga
internasional di bidang angkutan udara;

d. penerbitan persetujuan kerjasama perusahaan


angkutan udara di bidang Kerjasama
Multilateral dan Lembaga Internasional di
bidang angkutan udara;

e. koordinasi dengan instansi terkait untuk


fasilitasi pelayanan angkutan udara internasional
di bidang angkutan udara;

f. pertemuan di bidang fasilitasi pelayanan


angkutan udara internasional;

g. tanggapan dan masukan terhadap perubahan


annex 9 Organisasi Penerbangan Sipil
Internasional tentang Facilitation.

h. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) berkala dan berkelanjutan di bidang
perjanjian dan kerjasama multilateral dan
lembaga internasional di bidang angkutan udara
serta pelayanan fasilitasi;

i. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur dibidang
perjanjian dan kerjasama multilateral dan
lembaga internasional di bidang angkutan udara
serta pelayanan fasilitasi;

KM 20 TAHUN 2008.doc 38
j. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
dibidang perjanjian dan kerjasama multilateral
dan lembaga internasional di bidang angkutan
udara serta pelayanan fasilitasi;

k. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dibidang


perjanjian dan kerjasama multilateral dan
lembaga internasional di bidang angkutan udara
serta pelayanan fasilitasi.

Pasal 410

Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha


Angkutan Udara, mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang bimbingan usaha angkutan
udara dan tarif jasa pelayanan angkutan udara.

Pasal 411

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 410, Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan
Usaha Angkutan Udara menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang bimbingan


usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan
angkutan udara serta tarif Pelayanan Jasa Penumpang
Pesawat Udara (PJP2U) di bandar udara dan
penunjang angkutan udara (general sales agent /
GSA);

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang pengembangan rute
baru angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri,
bimbingan usaha angkutan udara, tarif jasa pelayanan
angkutan udara, tarif Pelayanan Jasa Penumpang
Pesawat Udara di bandar udara dan penunjang
angkutan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 39
c. pelaksanaan evaluasi tarif jasa pelayanan angkutan
udara dan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat
Udara di bandar udara;

d. pelaksanaan penetapan tarif jasa pelayanan angkutan


udara dan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat
Udara di bandar udara serta penunjang angkutan
udara;

e. pelaksanaan quality assurance pelayanan angkutan


udara, tarif jasa pelayanan angkutan udara dan tarif
Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara di bandar
udara serta penunjang angkutan udara;

f. pelaksanaan evaluasi ranking pemeringkatan kinerja


pelayanan angkutan udara dan kinerja usaha angkutan
udara;

g. pelaksanaan evaluasi izin usaha dan izin kegiatan


angkutan udara;

h. pelaksanaan evaluasi dan rekomendasi penggunaan


tenaga kerja di bidang penerbangan;

i. pelaksanaan tindak lanjut keluhan dan saran pengguna


jasa angkutan udara;

j. pengawasan (dalam arti pemantauan dan penilaian)


yang berupa audit berkala dan berkelanjutan terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang bimbingan
usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan
angkutan udara serta tarif Pelayanan Jasa Penumpang
Pesawat Udara di bandar udara;

k. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang bimbingan usaha angkutan udara
dan tarif jasa pelayanan angkutan udara serta tarif
Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara di bandar
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 40
l. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang bimbingan
usaha angkutan udara dan tarif jasa pelayanan
angkutan udara serta tarif Pelayanan Jasa Penumpang
Pesawat Udara di bandar udara;

m. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


bimbingan usaha angkutan udara dan tarif jasa
pelayanan angkutan udara serta tarif Pelayanan Jasa
Penumpang Pesawat Udara di bandar udara.

Pasal 412

Subdirektorat Pengembangan dan Pembinaan Usaha


Angkutan Udara terdiri dari :

a. Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara;

b. Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara.

Pasal 413

(1) Seksi Bimbingan Usaha Angkutan Udara mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang bimbingan


usaha angkutan udara dan penunjang angkutan
udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pengembangan rute baru angkutan udara niaga
berjadwal dalam negeri, bimbingan usaha
angkutan udara dan penunjang angkutan udara;

c. pelaksanaan evaluasi permintaan jasa angkutan


udara untuk pengembangan daerah operasi baru
angkutan udara niaga tidak berjadwal dan non
niaga dalam negeri;

KM 20 TAHUN 2008.doc 41
d. pelaksanaan evaluasi terhadap izin usaha dan
izin kegiatan angkutan udara;

e. pelaksanaan evaluasi terhadap pemeringkatan


kinerja usaha perusahaan angkutan udara;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) yang berupa audit berkala dan
berkelanjutan di bidang bimbingan usaha
angkutan udara dan penunjang angkutan udara;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang bimbingan usaha angkutan udara dan
penunjang angkutan udara;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang bimbingan usaha
angkutan udara dan penunjang angkutan udara;

i. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang bimbingan usaha angkutan udara dan
penunjang angkutan udara.

(2) Seksi Tarif Jasa Pelayanan Angkutan Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang tarif jasa


pelayanan angkutan udara dan tarif pelayanan
jasa penumpang pesawat udara di bandar
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 42
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang evaluasi
tarif jasa pelayanan angkutan udara dan tarif
pelayanan jasa penumpang pesawat udara di
bandar udara;

c. pelaksanaan evaluasi tarif jasa pelayanan


angkutan udara dan tarif pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

d. pelaksanaan penetapan tarif jasa pelayanan


angkutan udara dan tarif pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

e. pelaksanaan quality assurance standarisasi


pelayanan jasa angkutan udara;

f. pelaksanaan evaluasi dan rekomendasi


penggunaan tenaga kerja di bidang
penerbangan;

g. pelaksanaan tindak lanjut keluhan dan saran


pengguna jasa angkutan udara;

h. pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) yang berupa audit berkala dan
berkelanjutan di bidang tarif jasa pelayanan
angkutan udara dan tarif pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

i. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara dan
tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara
di bandar udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 43
j. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang tarif jasa pelayanan
angkutan udara dan tarif pelayanan jasa
penumpang pesawat udara di bandar udara;

k. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang tarif jasa pelayanan angkutan udara dan
tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara
di bandar udara.

Pasal 414

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan


tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

Bagian Kelima

Direktorat Bandar Udara

Pasal 415

Direktorat Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan


penyiapan perumusan kebijakan, standar, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur, sertifikasi, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang tatanan kebandarudaraan
dan lingkungan, prasarana bandar udara, peralatan dan utilitas
bandar udara, personil dan operasi bandar udara serta
penyelenggaraan bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 44
Pasal 416

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 415, Direktorat Bandar Udara menyelenggarakan
fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


tatanan kebandarudaraan dan lingkungan, prasarana
bandar udara, peralatan dan utilitas bandar udara,
personil dan operasi bandar udara serta
penyelenggaraan bandar udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar , norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
tatanan kebandarudaraan dan lingkungan, prasarana
bandar udara, peralatan dan utilitas bandar udara,
personil dan operasi bandar udara serta
penyelenggaraan bandar udara;

c. pelaksanaan sertifikasi operasi bandar udara;

d. pengawasan dan pengendalian di bidang tatanan


kebandarudaraan dan lingkungan, prasarana bandar
udara, peralatan dan utilitas bandar udara, personil dan
operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar
udara;

e. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang tatanan
kebandarudaraan dan lingkungan, prasarana bandar
udara, peralatan dan utilitas bandar udara, personil dan
operasi bandar udara serta penyelenggaraan bandar
udara;

f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


tatanan kebandarudaraan dan lingkungan, prasarana
bandar udara, peralatan dan utilitas bandar udara,
personil dan operasi bandar udara serta
penyelenggaraan bandar udara;

g. pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan


rumah tangga Direktorat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 45
Pasal 417

Direktorat Bandar Udara terdiri dari :

a. Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan


Lingkungan;

b. Subdirektorat Prasarana Bandar Udara;

c. Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara;

d. Subdirektorat Personil dan Operasi Bandar Udara;

e. Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara;

f. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 418

Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur, pengawasan, pengendalian, penegakan
hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan pelaporan di
bidang tatanan kebandarudaraan dan lingkungan.

Pasal 419

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 418, Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan
Lingkungan menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tata


bandar udara, tata lingkungan dan kawasan bandar
udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang tata
bandar udara, tata lingkungan dan kawasan bandar
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 46
c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian
atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang tata
bandar udara, tata lingkungan dan kawasan bandar
udara;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang tata bandar udara, tata lingkungan
dan kawasan bandar udara;

e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang tata bandar
udara, tata lingkungan dan kawasan bandar udara;

f. evaluasi dan pelaporan di bidang tata bandar udara,


tata lingkungan dan kawasan bandar udara.

Pasal 420

Subdirektorat Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan


terdiri dari :

a. Seksi Tata Bandar Udara;

b. Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara.

Pasal 421

(1) Seksi Tata Bandar Udara mempunyai tugas melakukan


penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang tata bandar


udara, kelayakan pembangunan dan
pengembangan bandar udara, penetapan lokasi,
rencana induk, serta keterpaduan program
pengembangan antar moda dan lintas sektoral;

KM 20 TAHUN 2008.doc 47
b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang tata bandar udara,
kelayakan pembangunan dan pengembangan
bandar udara, penetapan lokasi, rencana induk,
serta keterpaduan program pengembangan antar
moda dan lintas sektoral;

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang tata bandar udara,
kelayakan pembangunan dan pengembangan
bandar udara, penetapan lokasi, rencana induk,
serta keterpaduan program pengembangan antar
moda dan lintas sektoral;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang tata bandar udara, kelayakan
pembangunan dan pengembangan bandar udara,
penetapan lokasi, rencana induk, serta
keterpaduan program pengembangan antar
moda dan lintas sektoral;

e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang tata bandar udara,
kelayakan pembangunan dan pengembangan
bandar udara, penetapan lokasi, rencana induk,
serta keterpaduan program pengembangan antar
moda dan lintas sektoral;

f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


tata bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 48
(2) Seksi Tata Lingkungan dan Kawasan Bandar Udara
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang Kawasan


Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP),
Batas Kawasan Kebisingan (BKK), Daerah
Lingkungan Kerja (DLKr) dan Eco-Airport;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang Kawasan
Keselamatan Operasi Penerbangan, Batas
Kawasan Kebisingan, Daerah Lingkungan
Kerja dan Eco-Airport;

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang Kawasan Keselamatan
Operasi Penerbangan, Batas Kawasan
Kebisingan, Daerah Lingkungan Kerja dan
Eco-Airport;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang Kawasan Keselamatan Operasi
Penerbangan, Batas Kawasan Kebisingan,
Daerah Lingkungan Kerja dan Eco-Airport;

e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang Kawasan Keselamatan
Operasi Penerbangan, Batas Kawasan
Kebisingan, Daerah Lingkungan Kerja dan
Eco-Airport;

f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


tata lingkungan dan kawasan bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 49
Pasal 422

Subdirektorat Prasarana Bandar Udara mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang prasarana
bandar udara.

Pasal 423

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 422, Subdirektorat Prasarana Bandar Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


program dan standarisasi prasarana bandar udara dan
verifikasi prasarana bandar udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,


pedoman, kriteria dan prosedur di bidang program dan
standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi
prasarana bandar udara;

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
program dan standarisasi prasarana bandar udara dan
verifikasi prasarana bandar udara;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang program dan standarisasi prasarana
bandar udara dan verifikasi prasarana bandar udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 50
e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang program dan
standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi
prasarana bandar udara;

f. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan


standarisasi prasarana bandar udara dan verifikasi
prasarana bandar udara.

Pasal 424

Subdirektorat Prasarana Bandar Udara terdiri dari :

a. Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar


Udara;

b. Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara.

Pasal 425

(1) Seksi Program dan Standarisasi Prasarana Bandar


Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang prasarana


bandar udara dibidang prasarana bangunan /
building facilities yaitu bangunan terminal,
bangunan cargo, bangunan operasi, bangunan
teknik, bangunan umum, parkir, jalan dan
jembatan, interior, pagar dan landscape,
prasarana pergerakan pesawat udara / aircraft
movement area yaitu runway (R/W), taxiway
(T/W), Apron (A/P), shoulder, sistem drainase,
tanggul dan marka, dan fasilitas penunjang
movement area lainnya serta program
pengembangan bandar udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
prasarana bangunan prasarana pergerakan
pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 51
c. pelaksanaan verifikasi design pembangunan
prasarana bandar udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang prasarana bangunan dan
prasarana pergerakan pesawat udara serta
program pengembangan bandar udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang prasarana bangunan dan prasarana
pergerakan pesawat udara serta program
pengembangan bandar udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang prasarana bangunan dan
prasarana pergerakan pesawat udara serta
program pengembangan bandar udara;

g. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan


standarisasi prasarana bandar udara.

(2) Seksi Verifikasi Prasarana Bandar Udara mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang verifikasi


prasarana bandar udara;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang verifikasi
prasarana bandar udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 52
c. pelaksanaan verifikasi prasarana bandar udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang verifikasi prasarana
bandar udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang verifikasi prasarana bandar udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang verifikasi prasarana
bandar udara;

g. evaluasi dan pelaporan di bidang verifikasi


prasarana bandar udara.

Pasal 426

Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
dan prosedur, pengawasan, pengendalian, penegakan
hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan pelaporan di
bidang peralatan dan utilitas bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 53
Pasal 427

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 426, Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar
udara, dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar
udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar
udara, dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar
udara;

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
program dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar
udara, dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar
udara;

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang program dan standarisasi peralatan
dan utilitas bandar udara, dan verifikasi peralatan dan
utilitas bandar udara;

e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur teknis di bidang program
dan standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara,
dan verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara;

f. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan


standarisasi peralatan dan utilitas bandar udara, dan
verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 54
Pasal 428

Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara terdiri dari:

a. Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas


Bandar Udara;

b. Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara.

Pasal 429

(1) Seksi Program dan Standarisasi Peralatan dan Utilitas


Bandar Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang peralatan dan


utilitas bandar udara yaitu airfield lighting
system, sistem catu daya, sistem jaringan
distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang peralatan dan
utilitas bandar udara yaitu airfield lighting
system, sistem catu daya, sistem jaringan
distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

c. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,

KM 20 TAHUN 2008.doc 55
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang peralatan dan utilitas
bandar udara yaitu airfield lighting system,
sistem catu daya, sistem jaringan distribusi
kelistrikan, sistem pengaman kelistrikan, sistem
pengamanan bangunan gedung terhadap
kebakaran, sistem utilitas bangunan, sistem
mekanikal dan elektrikal bangunan serta
penerangan jalan dan halaman parkir, sistem
informasi dan elektronika bandar udara serta
sistem Depot Pengisian Pesawat Udara / DPPU
(fuel farm system);

d. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang peralatan dan utilitas bandar udara yaitu
airfield lighting system, sistem catu daya, sistem
jaringan distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

e. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur teknis di bidang peralatan dan
utilitas bandar udara yaitu airfield lighting
system, sistem catu daya, sistem jaringan
distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

KM 20 TAHUN 2008.doc 56
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
peralatan dan utilitas bandar udara yaitu airfield
lighting system, sistem catu daya, sistem
jaringan distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system).

(2) Seksi Verifikasi Peralatan dan Utilitas Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang verifikasi


peralatan dan utilitas bandar udara yaitu airfield
lighting system, sistem catu daya, sistem
jaringan distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang verifikasi
peralatan dan utilitas bandar udara yaitu airfield
lighting system, sistem catu daya, sistem
jaringan distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

KM 20 TAHUN 2008.doc 57
c. pelaksanaan verifikasi peralatan dan utilitas
bandar udara yaitu airfield lighting system,
sistem catu daya, sistem jaringan distribusi
kelistrikan, sistem pengaman kelistrikan, sistem
pengamanan bangunan gedung terhadap
kebakaran, sistem utilitas bangunan, sistem
mekanikal dan elektrikal bangunan serta
penerangan jalan dan halaman parkir, sistem
informasi dan elektronika bandar udara serta
sistem Depot Pengisian Pesawat Udara / DPPU
(fuel farm system);

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang verifikasi peralatan dan
utilitas bandar udara yaitu airfield lighting
system, sistem catu daya, sistem jaringan
distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang verifikasi peralatan dan utilitas bandar
udara yaitu airfield lighting system, sistem catu
daya, sistem jaringan distribusi kelistrikan,
sistem pengaman kelistrikan, sistem
pengamanan bangunan gedung terhadap
kebakaran, sistem utilitas bangunan, sistem
mekanikal dan elektrikal bangunan serta
penerangan jalan dan halaman parkir, sistem
informasi dan elektronika bandar udara serta
sistem Depot Pengisian Pesawat Udara / DPPU
(fuel farm system);

KM 20 TAHUN 2008.doc 58
f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur teknis di bidang verifikasi
peralatan dan utilitas bandar udara yaitu airfield
lighting system, sistem catu daya, sistem
jaringan distribusi kelistrikan, sistem pengaman
kelistrikan, sistem pengamanan bangunan
gedung terhadap kebakaran, sistem utilitas
bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal
bangunan serta penerangan jalan dan halaman
parkir, sistem informasi dan elektronika bandar
udara serta sistem Depot Pengisian Pesawat
Udara / DPPU (fuel farm system);

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


verifikasi peralatan dan utilitas bandar udara
yaitu airfield lighting system, sistem catu daya,
sistem jaringan distribusi kelistrikan, sistem
pengaman kelistrikan, sistem pengamanan
bangunan gedung terhadap kebakaran, sistem
utilitas bangunan, sistem mekanikal dan
elektrikal bangunan serta penerangan jalan dan
halaman parkir, sistem informasi dan
elektronika bandar udara serta sistem Depot
Pengisian Pesawat Udara / DPPU (fuel farm
system).

Pasal 430

Subdirektorat Personil dan Operasi Bandar Udara mempunyai


tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang personil dan
operasi bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 59
Pasal 431

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 430, Subdirektorat Personil dan Operasi Bandar Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


sertifikasi personil dan operasi bandar udara serta
verifikasi personil dan operasi bandar udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
sertifikasi personil dan operasi bandar udara serta
verifikasi personil dan operasi bandar udara;

c. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi (evaluasi,


verifikasi, penerbitan dan perpanjangan) sertifikat di
bidang personil dan operasi bandar udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
personil dan operasi bandar udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang personil dan operasi bandar udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang personil dan
operasi bandar udara;

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang personil


dan operasi bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 60
Pasal 432

Subdirektorat Personil dan Operasi Bandar Udara terdiri dari :

a. Seksi Sertifikasi Personil dan Operasi Bandar Udara;

b. Seksi Verifikasi Personil dan Operasi Bandar Udara.

Pasal 433

(1) Seksi Sertifikasi Personil dan Operasi Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang sertifikasi


personil dan operasi bandar udara;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang sertifikasi
personil dan operasi bandar udara;

c. refreshing dan recurrent teknisi dan inspektur


bandar udara;

d. sertifikasi teknisi dan inspektur bandar udara;

e. penyusunan kompetensi teknisi dan inspektur


bandar udara;

f. penerbitan sertifikat bandar udara (SOB);

g. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikasi personil dan
operasi bandar udara;

h. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikasi personil dan operasi bandar
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 61
i. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur teknis di bidang sertifikasi
personil dan operasi bandar udara;

j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


sertifikasi personil dan operasi bandar udara.

(2) Seksi Verifikasi Personil dan Operasi Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang verifikasi


personil dan operasi bandar udara;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang verifikasi
personil dan operasi bandar udara;

c. pelaksanaan verifikasi personil dan operasi


bandar udara (SOB);

d. audit kinerja operasi bandar udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang verifikasi personil dan
operasi bandar udara;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang verifikasi personil dan operasi bandar
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 62
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur teknis di bidang verifikasi personil
dan operasi bandar udara;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


verifikasi personil dan operasi bandar udara.

Pasal 434

Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara mempunyai


tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang
penyelenggaraan bandar udara.

Pasal 435

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 434, Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar Udara
menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan
verifikasi penyelenggaraan bandar udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan
verifikasi penyelenggaraan bandar udara yang meliputi
pengusahaan bandar udara, pelayanan jasa pendaratan,
Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara
(PJP4U), pelayanan jasa penunjang kegiatan
penerbangan yang terdiri dari penyediaan hanggar
pesawat udara, perbengkelan pesawat udara,
pergudangan, jasa boga pesawat udara dan jasa
pelayanan teknis penanganan pesawat udara di darat,
pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar udara yang
meliputi jasa penyediaan penginapan / hotel, toko dan
restoran, penempatan kendaraan bermotor serta
perawatan pada umumnya.

KM 20 TAHUN 2008.doc 63
c. penyiapan bahan penilaian / penetapan terhadap :

1) tarif pelayanan jasa pendaratan, Penempatan


dan Penyimpanan Pesawat Udara;

2) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan pesawat
udara, pergudangan, jasa boga pesawat udara
dan jasa pelayanan teknis penanganan pesawat
udara di darat;

3) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar


udara yang meliputi jasa penyediaan
penginapan / hotel, toko dan restoran,
penempatan kendaraan bermotor serta
perawatan pada umumnya.

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan
verifikasi penyelenggaraan bandar udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang kerjasama penyelenggaraan bandar
udara dan verifikasi penyelenggaraan bandar udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kerjasama
penyelenggaraan bandar udara dan verifikasi
penyelenggaraan bandar udara;

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


kerjasama penyelenggaraan bandar udara dan
verifikasi penyelenggaraan bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 64
Pasal 436

Subdirektorat Penyelenggaraan Bandar udara terdiri dari :

a. Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara;

b. Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara.

Pasal 437

(1) Seksi Kerjasama Penyelenggaraan Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang :

1) kerjasama penyelenggaraan bandar udara;

2) tarif pelayanan jasa pendaratan,


Penempatan dan Penyimpanan Pesawat
Udara;

3) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara di darat;

4) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


bandar udara yang meliputi jasa
penyediaan penginapan / hotel, toko dan
restoran, penempatan kendaraan bermotor
serta perawatan pada umumnya.

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang :

1) kerjasama penyelenggaraan bandar udara;

2) pelayanan jasa pendaratan, Penempatan


dan Penyimpanan Pesawat Udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 65
3) pelayanan jasa penunjang kegiatan
penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara di darat;

4) pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar


udara yang meliputi jasa penyediaan
penginapan / hotel, toko dan restoran,
penempatan kendaraan bermotor serta
perawatan pada umumnya.

c. penilaian / penetapan :

1) tarif pelayanan jasa pendaratan,


Penempatan dan Penyimpanan Pesawat
Udara;

2) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara di darat;

3) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


bandar udara yang meliputi jasa
penyediaan penginapan / hotel, toko dan
restoran, penempatan kendaraan bermotor
serta perawatan pada umumnya.

d. perijinan penyelenggaraan bandar udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang :

1) kerjasama penyelenggaraan bandar udara;

2) tarif pelayanan jasa pendaratan,


Penempatan dan Penyimpanan Pesawat
Udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 66
3) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan
penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara di darat;

4) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


bandar udara yang meliputi jasa
penyediaan penginapan / hotel, toko dan
restoran, penempatan kendaraan bermotor
serta perawatan pada umumnya.

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang:

1) kerjasama penyelenggaraan bandar udara;

2) tarif pelayanan jasa pendaratan,


Penempatan dan Penyimpanan Pesawat
Udara;

3) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara didarat;

4) tarif pelayanan jasa penunjang kegiatan


bandar udara yang meliputi jasa penyediaan
penginapan / hotel, toko dan restoran,
penempatan kendaraan bermotor serta
perawatan pada umumnya.

KM 20 TAHUN 2008.doc 67
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
teknis di bidang :

1) kerjasama penyelenggaraan bandar udara;

2) pelayanan jasa pendaratan, Penempatan


dan Penyimpanan Pesawat Udara;

3) pelayanan jasa penunjang kegiatan


penerbangan yang terdiri dari penyediaan
hanggar pesawat udara, perbengkelan
pesawat udara, pergudangan, jasa boga
pesawat udara dan jasa pelayanan teknis
penanganan pesawat udara di darat;

4) pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar


udara yang meliputi jasa penyediaan
penginapan / hotel, toko dan restoran,
penempatan kendaraan bermotor serta
perawatan pada umumnya.

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


kerjasama penyelenggaraan bandar udara.

(2) Seksi Verifikasi Penyelenggaraan Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang kelayakan


pengusahaan bandar udara, ijin pengusahaan
bandar udara, pelayanan jasa pendaratan,
Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara,
pelayanan jasa penunjang kegiatan penerbangan,
pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar
udara;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur di bidang kelayakan
pengusahaan bandar udara, ijin pengusahaan
bandar udara, pengusahaan dan pelayanan jasa
pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan

KM 20 TAHUN 2008.doc 68
Pesawat Udara, pelayanan jasa penunjang
kegiatan penerbangan, pelayanan jasa penunjang
kegiatan bandar udara;

c. audit kinerja pengusahaan bandar udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang kelayakan pengusahaan
bandar udara, ijin pengusahaan bandar udara,
pelayanan jasa pendaratan, Penempatan dan
Penyimpanan Pesawat Udara, pelayanan jasa
penunjang kegiatan penerbangan, pelayanan jasa
penunjang kegiatan bandar udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kelayakan pengusahaan bandar udara, ijin
pengusahaan bandar udara, pelayanan jasa
pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan
Pesawat Udara, pelayanan jasa penunjang
kegiatan penerbangan, pelayanan jasa penunjang
kegiatan bandar udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang kelayakan pengusahaan bandar udara,
ijin pengusahaan bandar udara, pelayanan jasa
pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan
Pesawat Udara, pelayanan jasa penunjang
kegiatan penerbangan, pelayanan jasa penunjang
kegiatan bandar udara;

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


verifikasi penyelenggaraan bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 69
Pasal 438

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan


tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

Bagian Keenam

Direktorat Keamanan Penerbangan

Pasal 439

Direktorat Keamanan Penerbangan mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standar, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, sertifikasi, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi dan program
kerjasama keamanan penerbangan, pelayanan darurat,
sertifikasi personil keamanan penerbangan, fasilitas keamanan
penerbangan serta quality control keamanan penerbangan,
barang berbahaya dan kargo.

Pasal 440

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 439, Direktorat Keamanan Penerbangan
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


standarisasi dan program kerjasama keamanan
penerbangan, pelayanan darurat, sertifikasi personil
keamanan penerbangan, fasilitas keamanan
penerbangan serta quality control keamanan
penerbangan, barang berbahaya dan kargo;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, sistem


dan prosedur di bidang standarisasi dan program
kerjasama keamanan penerbangan, pelayanan darurat,
sertifikasi personil keamanan penerbangan, fasilitas
keamanan penerbangan serta quality control keamanan
penerbangan, barang berbahaya dan kargo;

KM 20 TAHUN 2008.doc 70
c. pelaksanaan sertifikasi di bidang personil keamanan
penerbangan dan fasilitas keamanan penerbangan;

d. pelaksanaan investigasi dan pencegahan ancaman


keamanan penerbangan;

e. pelaksanaan kerjasama dan hubungan internasional di


bidang keamaman penerbangan;

f. pengawasan dan pengendalian di bidang standarisasi


dan program kerjasama keamanan penerbangan,
pelayanan darurat, sertifikasi personil keamanan
penerbangan, fasilitas keamanan penerbangan serta
quality control keamanan penerbangan, barang
berbahaya dan kargo;

g. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang standarisasi dan program kerjasama keamanan
penerbangan, pelayanan darurat, sertifikasi personil
keamanan penerbangan, fasilitas keamanan
penerbangan serta quality control keamanan
penerbangan, barang berbahaya dan kargo;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


standarisasi dan program kerjasama keamanan
penerbangan, pelayanan darurat, sertifikasi personil
keamanan penerbangan, fasilitas keamanan
penerbangan serta quality control keamanan
penerbangan, barang berbahaya dan kargo;

i. pelaksanaan tata usaha, kepegawaian dan rumah


tangga Direktorat

KM 20 TAHUN 2008.doc 71
Pasal 441

Direktorat Keamanan Penerbangan terdiri dari :

a. Subdirektorat Standarisasi dan Program Kerjasama


Keamanan Penerbangan;

b. Subdirektorat Pelayanan Darurat;

c. Subdirektorat Sertifikasi Personil Keamanan


Penerbangan;

d. Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan;

e. Subdirektorat Quality Control Pengamanan


Penerbangan, Barang Berbahaya dan Kargo;

f. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 442

Subdirektorat Standarisasi dan Program Kerjasama


Keamanan Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi keamanan
penerbangan dan pengangkutan barang berbahaya dan kargo,
personil dan fasilitas keamanan penerbangan, investigasi dan
pencegahan ancaman keamanan penerbangan serta kerjasama
keamanan penerbangan.

Pasal 443

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 442, Subdirektorat Standarisasi dan Program Kerjasama
Keamanan Penerbangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


standarisasi keamanan penerbangan pengangkutan
barang berbahaya dan kargo;

KM 20 TAHUN 2008.doc 72
b. penyiapan bahan perumusan standar , norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
standarisasi keamanan penerbangan yang meliputi
pengamanan pengangkutan barang berbahaya, senjata
dan kargo, pengamanan penumpang dan barang serta
pos, pengamanan awak pesawat udara, pengamanan
pesawat udara, pengamanan bandar udara,
pengamanan fasilitas / instalasi vital di bandar udara,
pengamanan terhadap petugas yang melaksanakan
kegiatan di darat, personil keamanan penerbangan,
fasilitas keamanan penerbangan, program dan
kerjasama keamanan penerbangan serta investigasi dan
pencegahan ancaman keamanan penerbangan;

c. penyiapan bahan pengesahan program keamanan


penerbangan;

d. penyiapan bahan persetujuan penyelenggaraan


pendidikan dan pelatihan di bidang keamanan
penerbangan;

e. pelaksanaan sekretariat komite nasional pengamanan


penerbangan sipil;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
standarisasi keamanan penerbangan serta program dan
kerjasama keamanan penerbangan;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang standarisasi keamanan penerbangan
serta program dan kerjasama keamanan penerbangan;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang standarisasi
keamanan penerbangan serta program dan kerjasama
keamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 73
i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
standarisasi keamanan penerbangan serta program dan
kerjasama keamanan penerbangan;

j. pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan


rumah tangga direktorat.

Pasal 444

Subdirektorat Standarisasi dan Program Kerjasama


Keamanan Penerbangan terdiri dari :

a. Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan;

b. Seksi Program dan Kerjasama Keamanan


Penerbangan.

Pasal 445

(1) Seksi Standarisasi Keamanan Penerbangan mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang standarisasi


keamanan penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
keamanan penerbangan yang terdiri dari :

1) standarisasi pengamanan bandar udara


yang meliputi :

a) standarisasi pengamanan fasilitas /


instalasi vital di bandar udara;

b) standarisasi pengamanan para


petugas yang melaksanakan tugas di
darat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 74
2) standarisasi pengamanan operator pesawat
udara yang meliputi :

a) standarisasi pengamanan
penumpang dan barang;

b) standarisasi pengamanan kargo dan


pos;

c) standarisasi pengamanan pengang-


kutan barang - barang berbahaya
dan senjata;

d) standarisasi pengamanan awak


pesawat udara;

e) standarisasi pengamanan pesawat


udara.

3) standarisasi personil termasuk standarisasi


kesehatan personil keamanan
penerbangan;

4) standarisasi fasilitas keamanan


penerbangan;

5) standarisasi pendidikan dan pelatihan


keamanan penerbangan.

c. penyusunan sistem dan prosedur pengamanan


bandar udara yang meliputi :

1) sistem dan prosedur penanggulangan


keadaan darurat / contingency bandar
udara dalam arti terdapat unsur tindakan
melawan hukum yang terdiri dari :

a) tindakan dalam hal pembajakan,


sabotase dan ancaman bom serta
penyanderaan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 75
b) tindakan kekerasan terhadap
seseorang di atas pesawat udara
dalam penerbangan yang
memungkinkan membahayakan
keselamatan pesawat udara;

c) menghancurkan atau merusak


pesawat udara dengan cara apapun
sehingga pesawat udara tersebut
tidak dapat terbang, rusak, hancur
atau membahayakan keselamatan
selama penerbangan;

d) menghancurkan atau merusak atau


mengganggu operasi fasilitas
navigasi penerbangan yang
berakibat membahayakan
keselamatan penerbangan;

e) komunikasi informasi palsu yang


berakibat membahayakan
keselamatan penerbangan;

f) melakukan tindakan melawan


hukum yang disertai dengan
menggunakan peralatan, zat atau
bahan atau senjata.

2) sistem dan prosedur pengamanan para


petugas yang melaksanakan tugas di darat.

3) sistem dan prosedur pengamanan operator


pesawat udara yang meliputi :

a) sistem dan prosedur pengamanan


penumpang dan barang;

b) sistem dan prosedur pengamanan


kargo dan pos;

KM 20 TAHUN 2008.doc 76
c) sistem dan prosedur pengamanan
pengangkutan barang - barang
berbahaya dan senjata;

d) sistem dan prosedur pengamanan


awak pesawat udara;

e) sistem dan prosedur pengamanan


pesawat udara.

d. persetujuan penyelenggaraan pendidikan dan


pelatihan di bidang keamanan penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang standarisasi keamanan
penerbangan;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang standarisasi keamanan penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang
standarisasi keamanan penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi


keamanan penerbangan.

(2) Seksi Program dan Kerjasama Keamanan Penerbangan


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang program


pengamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 77
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang program
pengamanan penerbangan;

c. penyusunan dan penetapan program


pengamanan bandar udara yang meliputi :

1) program pengamanan fasilitas / instalasi


vital di bandar udara;

2) program penanggulangan keadaan


darurat;

3) program pengamanan para petugas yang


melaksanakan tugas di darat.

d. penyusunan dan penetapan program


pengamanan operator pesawat udara yang
meliputi :

1) program pengamanan penumpang dan


barang;

2) program pengamanan kargo dan pos;

3) program pengamanan pengangkutan


barang - barang berbahaya dan senjata;

4) program pengamanan awak pesawat


udara;

5) program pengamanan pesawat udara.

e. penyusunan mekanisme / sistem dan prosedur


kerjasama internasional, regional dan antar
instansi di bidang pengamanan penerbangan;

f. pelaksanaan hubungan internasional dan


kerjasama dengan instansi lain ataupun negara
lain termasuk informasi intelijen dalam
penilaian ancaman dan pencegahan ancaman;

KM 20 TAHUN 2008.doc 78
g. pelaksanaan koordinasi pelayanan dan
penanggulangan keadaan darurat;

h. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang program pengamanan
bandar udara dan program pengamanan
operator pesawat udara;

i. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang program pengamanan bandar udara dan
program pengamanan operator pesawat udara;

j. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang program
pengamanan bandar udara dan program
pengamanan operator pesawat udara;

k. evaluasi dan pelaporan di bidang program dan


kerjasama keamanan penerbangan.

Pasal 446

Subdirektorat Pelayanan Darurat mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan
darurat, sertifikasi personil Pertolongan Kecelakaan Pesawat
dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dan salvage dan
sertifikasi peralatan PKP-PK dan salvage.

KM 20 TAHUN 2008.doc 79
Pasal 447

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 446, Subdirektorat Pelayanan Darurat
menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


pelayanan darurat, sertifikasi personil PKP-PK dan
salvage dan sertifikasi fasilitas PKP-PK dan salvage;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma, pedoman


dan kriteria di bidang pelayanan darurat, sertifikasi
personil PKP-PK dan salvage dan sertifikasi fasilitas
PKP-PK dan salvage;

c. penyiapan bahan penyusunan sistem dan prosedur di


bidang pelayanan darurat, sertifikasi personil PKP-PK
dan salvage dan sertifikasi fasilitas PKP-PK dan
salvage;

d. penyusunan program diklat pengembangan personil


PKP-PK;

e. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi (evaluasi,


verifikasi, penerbitan serta perpanjangan dan
pembaharuan) sertifikat kecakapan personil PKP-PK
dan dan sertifikasi fasilitas PKP-PK dan salvage;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pelayanan darurat, sertifikasi personil PKP-PK dan
salvage dan sertifikasi fasilitas PKP-PK dan salvage;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang pelayanan darurat, sertifikasi
personil PKP-PK dan salvage dan sertifikasi fasilitas
PKP-PK dan salvage;

KM 20 TAHUN 2008.doc 80
h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang pelayanan
darurat, sertifikasi personil PKP-PK dan salvage dan
sertifikasi fasilitas PKP-PK dan salvage;

i. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan darurat,


sertifikasi personil PKP-PK dan salvage dan sertifikasi
fasilitas PKP-PK dan salvage.

Pasal 448

Subdirektorat Pelayanan Darurat terdiri dari :

a. Seksi Personil PKP-PK dan Salvage;

b. Seksi Peralatan PKP-PK dan Salvage.

Pasal 449

(1) Seksi Personil PKP-PK dan Salvage mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan


darurat, sertifikasi personil PKP-PK dan
salvage;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria


di bidang personil PKP-PK dan salvage dan
pelayanan gawat darurat yang meliputi :

1) standar teknis pelayanan pesawat udara


yang mengalami keadaan darurat
penerbangan;

2) standar teknis kebakaran pada pesawat


udara dan bangunan di bandar udara,
water base, helideck, heliport;

3) standar teknis pada waktu terjadi


bencana alam;

4) standarisasi personil PKP-PK dan


salvage.

KM 20 TAHUN 2008.doc 81
c. penyusunan sistem dan prosedur pelayanan
gawat darurat (pemberian pertolongan
kecelakaan pesawat udara dan pemadam
kebakaran dan salvage) yang meliputi :

1) sistem dan prosedur pelayanan pesawat


udara yang mengalami keadaan darurat
penerbangan;

2) sistem dan prosedur kebakaran pada


pesawat udara dan bangunan di bandar
udara, water base, helideck, heliport;

3) sistem dan prosedur pada waktu terjadi


bencana alam.

d. penyusunan program diklat pengembangan


personil PKP-PK;

e. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan serta perpanjangan dan
pembaharuan) sertifikat kecakapan personil
PKP-PK dan Salvage;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pelayanan gawat darurat
(pemberian pertolongan kecelakaan pesawat
udara dan pemadam kebakaran dan salvage);

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pelayanan gawat darurat (pemberian
pertolongan kecelakaan pesawat udara dan
pemadam kebakaran dan salvage);

KM 20 TAHUN 2008.doc 82
h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif(berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pelayanan gawat darurat (pemberian
pertolongan kecelakaan pesawat udara dan
pemadam kebakaran dan salvage);

i. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan


darurat dan PKP-PK dan salvage.

(2) Seksi Peralatan PKP-PK dan Salvage mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang fasilitas PKP-


PK dan salvage;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,


sistem dan prosedur teknis fasilitas pelayanan
gawat darurat (pemberian pertolongan
kecelakaan pesawat udara dan pemadam
kebakaran dan salvage), penyusunan
standarisasi personil PKP-PK dan salvage,

c. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan serta perpanjangan dan
pembaharuan) sertifikat fasilitas PKP-PK dan
salvage;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang operasional pemberian
pertolongan kecelakaan pesawat udara dan
pemadam kebakaran dan salvage / PKP-PK dan
salvage;

KM 20 TAHUN 2008.doc 83
e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pemberian pertolongan kecelakaan
pesawat udara dan pemadam kebakaran dan
salvage / PKP-PK dan salvage;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang fasilitas
pemberian pertolongan kecelakaan pesawat
udara dan pemadam kebakaran dan salvage /
PKP-PK dan salvage;

g. evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas PKP-


PK dan salvage.

Pasal 450

Subdirektorat Sertifikasi Personil Keamanan Penerbangan


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur, pengawasan, pengendalian, penegakan
hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan pelaporan di
bidang sertifikasi personil keamanan penerbangan.

Pasal 451

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 450, Subdirektorat Sertifikasi personil Keamanan
Penerbangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


sertifikasi personil keamanan penerbangan;

b. penyiapan bahan perumusan standarisasi, norma,


pedoman dan kriteria, sistem dan prosedur di bidang
sertifikasi personil keamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 84
c. pelaksanaan sertifikasi personil keamanan
penerbangan.

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
sertifikat personil keamanan penerbangan;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang sertifikat personil keamanan
penerbangan;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang sertifikat
personil keamanan penerbangan;

g. pelaksanaan pelaporan di bidang sertifikasi personil


keamanan penerbangan.

Pasal 452

Subdirektorat Sertifikasi Personil Keamanan Penerbangan


terdiri dari

a. Seksi Sertifikasi Personil Keamanan Bandar Udara;

b. Seksi Sertifikasi Personil Keamanan Operator Pesawat


Udara.

Pasal 453

(1) Seksi Sertifikasi Personil Keamanan Bandar Udara


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang sertifikasi


personil keamanan bandara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 85
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan
kriteria, sistem dan prosedur di bidang
sertifikasi personil keamanan bandar udara;

c. evaluasi dalam rangka sertifikasi personil


keamanan bandar udara;

d. verifikasi dalam rangka sertifikasi personil


keamanan bandar udara;

e. penerbitan sertifikat personil keamanan bandar


udara;

f. perpanjangan dan pembaharuan sertifikat


personil keamanan bandar udara;

g. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikat personil
keamanan bandar udara;

h. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikat personil keamanan bandar
udara;

i. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang sertifikat
personil keamanan bandar udara;

j. pelaksanaan pelaporan di bidang sertifikasi


personil keamanan bandar udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 86
(2) Seksi Sertifikasi Personil Keamanan Operator Pesawat
Udara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang sertifikasi


personil keamanan operator pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan


kriteria di bidang sertifikasi personil keamanan
operator pesawat udara;

c. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan, perpanjangan dan pembaharuan)
sertifikat kecakapan personil keamanan operator
pesawat udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikat personil
keamanan operator pesawat udara;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikat personil keamanan operator
pesawat udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang sertifikat
personil keamanan keamanan operator pesawat
udara;

g. pelaksanaan pelaporan di bidang sertifikasi


personil keamanan operator pesawat udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 87
Pasal 454
Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif
serta evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitas keamanan
penerbangan.

Pasal 455
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
454, Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan
menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitas
keamanan penerbangan dan personil / teknisi fasilitas
keamanan penerbangan;
b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur teknis fasilitas keamanan
penerbangan, personil / teknisi fasilitas keamanan
penerbangan, pengoperasian dan perawatan fasilitas
keamanan penerbangan;
c. pelaksanaan sertifikasi yang meliputi evaluasi, verifikasi,
penerbitan dan perpanjangan serta pembaharuan sertifikat
fasilitas keamanan penerbangan dalam rangka keandalan
fasilitas keamanan penerbangan serta sertifikat teknisi /
personil fasilitas keamanan penerbangan;
d. penyiapan bahan kajian teknologi baru di bidang fasilitas
keamanan penerbangan;
e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian atau
audit berkala atau pengawasan berkelanjutan) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang fasilitas keamanan
penerbangan dan personil / teknisi fasilitas keamanan
penerbangan;
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang fasilitas keamanan penerbangan
dan personil / teknisi fasilitas keamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 88
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang fasilitas
keamanan penerbangan dan personil / teknisi fasilitas
keamanan penerbangan;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


sertifikasi fasilitas keamanan penerbangan dan personil
/ teknisi fasilitas keamanan penerbangan.

Pasal 456

Subdirektorat Fasilitas Keamanan Penerbangan terdiri dari :

a. Seksi Keandalan Fasilitas Keamanan Penerbangan;

b. Seksi Sertifikasi Teknisi Fasilitas Keamanan


Penerbangan.

Pasal 457
(1) Seksi Keandalan Fasilitas Keamanan Penerbangan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :
a. perumusan kebijakan di bidang fasilitas
keamanan penerbangan;
b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur teknis di bidang fasilitas
keamanan penerbangan, pengoperasian dan
perawatan fasilitas keamanan penerbangan;
c. pelaksanaan sertifikasi yang meliputi evaluasi,
verifikasi, penerbitan dan perpanjangan serta
pembaharuan sertifikat fasilitas keamanan
penerbangan.dalam rangka keandalan fasilitas
keamanan penerbangan;
d. kajian teknologi baru di bidang peralatan
keamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 89
e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang pengoperasian fasilitas
keamanan penerbangan;
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang pengoperasian
fasilitas keamanan penerbangan;
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang teknis
pengoperasian fasilitas keamanan penerbangan;
h. evaluasi dan pelaporan di bidang sertifikasi
fasilitas keamanan penerbangan.
(2) Seksi Sertifikasi Teknisi Fasilitas Keamanan
Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan :
a. pelaksanaan evaluasi dalam rangka sertifikasi
teknisi keamanan penerbangan;
b. verifikasi dalam rangka sertifikasi teknisi
keamanan penerbangan;
c. penerbitan sertifikat teknisi fasilitas keamanan
penerbangan;
d. perpanjangan dan pembaharuan sertifikat teknisi
fasilitas keamanan penerbangan;
e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang sertifikat teknisi fasilitas
keamanan penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 90
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikat teknisi fasilitas keamanan
penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan dan/atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang teknis
pengoperasian fasilitas keamanan penerbangan;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


sertifikasi teknisi fasilitas keamanan
penerbangan.

Pasal 458

Subdirektorat Quality Control Pengamanan Penerbangan,


Barang Berbahaya dan Kargo mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang quality
control pengamanan penerbangan, barang berbahaya dan
kargo.

Pasal 459

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 458, Subdirektorat Quality Control Pengamanan
Penerbangan, barang berbahaya dan kargo menyelenggarakan
fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


quality control pengamanan penerbangan dan quality
control pengangkutan barang berbahaya dan kargo;

KM 20 TAHUN 2008.doc 91
b. penyiapan bahan perumusan standar, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
quality control pengamanan penerbangan dan quality
control pengangkutan barang berbahaya dan kargo;

c. pelaksanaan inspeksi pengamanan penerbangan,


barang berbahaya dan kargo;

d. pelaksanaan survei pengamanan penerbangan, barang


berbahaya dan kargo;

e. pengujian / testing pengamanan penerbangan, barang


berbahaya dan kargo;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
quality control pengamanan penerbangan dan quality
control pengangkutan barang berbahaya dan kargo;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang quality control pengamanan
penerbangan dan quality control pengangkutan barang
berbahaya dan kargo;

h. pemberian rekomendasi atas pelaksanaan quality


control di bidang keamanan penerbangan,
pengangkutan barang berbahaya dan kargo;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


quality control pengamanan penerbangan dan quality
control pengangkutan barang berbahaya dan kargo.

KM 20 TAHUN 2008.doc 92
Pasal 460

Subdirektorat Quality Control Pengamanan Penerbangan,


Barang Berbahaya dan Kargo terdiri dari :

a. Seksi Quality Control Pengamanan Penerbangan;

b. Seksi Quality Control Pengangkutan Barang


Berbahaya dan Kargo.

Pasal 461

(1) Seksi Quality Control Pengamanan Penerbangan


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang quality


control pengamanan bandar udara, pengamanan
operator pesawat udara;

b. perumusan standar , norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
quality control pengamanan bandar udara,
pengamanan operator pesawat udara;

c. pelaksanaan survei pengamanan bandar udara


dan pengamanan operator pesawat udara;

d. pengujian / testing pengamanan bandar udara


dan pengamanan operator pesawat udara;

e. pelaksanaan investigasi dan pencegahan


ancaman penerbangan serta penyimpangan
pelaksanaan aturan keamanan bandara dan
keamanan operator pesawat udara.

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang quality control
pengamanan bandar udara dan pengamanan
operator pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 93
g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang quality control pengamanan bandar
udara dan pengamanan operator pesawat udara;

h. pemberian rekomendasi atas pelaksanaan


quality control (dalam arti pengawasan dan
pengendalian) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pengamanan bandar
udara dan pengamanan operator pesawat udara;

i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang quality control pengamanan
penerbangan.

(2) Seksi Quality Control Pengangkutan Barang


Berbahaya dan Kargo mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang quality


control pengangkutan barang berbahaya dan
kargo;

b. penyusunan standar, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
quality control pengangkutan barang berbahaya
dan kargo;

c. pelaksanaan survei pengangkutan barang


berbahaya dan kargo;

KM 20 TAHUN 2008.doc 94
d. pelaksanaan investigasi terhadap penyimpangan
pelaksanaan aturan pengangkutan barang
berbahaya dan kargo;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang quality control
pengangkutan barang berbahaya dan kargo;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang quality control pengangkutan barang
berbahaya dan kargo;

g. pemberian rekomendasi atas pelaksanaan


quality control (dalam arti pengawasan dan
pengendalian) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pengangkutan barang
berbahaya dan kargo;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di


bidang quality control pengangkutan barang
berbahaya dan kargo.

Pasal 462

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan


tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 95
Bagian Ketujuh

Direktorat Navigasi Penerbangan

Pasal 463

Direktorat Navigasi Penerbangan mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standar,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, sertifikasi,
pengawasan, pengendalian penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen
lalu lintas penerbangan (AirTraffic Management/ ATM),
informasi aeronautika, komunikasi penerbangan, fasilitas
bantu navigasi dan pengamatan penerbangan serta
standarisasi dan sertifikasi navigasi penerbangan.

Pasal 464

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 463, Direktorat Navigasi Penerbangan
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang manajemen


lalu lintas penerbangan, informasi aeronautika,
komunikasi penerbangan, fasilitas bantu navigasi dan
pengamatan penerbangan serta standarisasi dan
sertifikasi navigasi penerbangan;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, sistem


dan prosedur di bidang manajemen lalu lintas
penerbangan, informasi aeronautika, komunikasi
penerbangan, fasilitas bantu navigasi, pengamatan
penerbangan, standarisasi dan sertifikasi navigasi
penerbangan serta organisasi pendidikan dan pelatihan
navigasi penerbangan;

c. pelaksanaan sertifikasi di bidang ATM, informasi


aeronautika, komunikasi penerbangan, fasilitas bantu
navigasi dan pengamatan penerbangan serta organisasi
pendidikan dan pelatihan navigasi penerbangan yang
meliputi evaluasi, verifikasi, penerbitan dan
perpanjangan serta pembaharuan sertifikat personil,
fasilitas serta sistem dan prosedur navigasi
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 96
d. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang
manajemen lalu lintas penerbangan, informasi
aeronautika, komunikasi penerbangan, fasilitas bantu
navigasi dan pengamatan penerbangan, standarisasi
dan sertifikasi navigasi penerbangan serta organisasi
pendidikan dan pelatihan navigasi penerbangan;

e. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang manajemen
lalu lintas penerbangan, informasi aeronautika,
komunikasi penerbangan, fasilitas bantu navigasi dan
pengamatan penerbangan, standarisasi dan sertifikasi
navigasi penerbangan serta organisasi pendidikan dan
pelatihan navigasi penerbangan;

f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


manajemen lalu lintas penerbangan, informasi
aeronautika, komunikasi penerbangan, fasilitas bantu
navigasi dan pengamatan penerbangan, standarisasi
dan sertifikasi navigasi penerbangan serta organisasi
pendidikan dan pelatihan navigasi penerbangan;

g. pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan


rumah tangga direktorat.

Pasal 465

Direktorat Navigasi Penerbangan terdiri dari :

a. Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan;

b. Subdirektorat Informasi Aeronautika;

c. Subdirektorat Komunikasi Penerbangan;

d. Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan


Pengamatan Penerbangan;

e. Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi


Penerbangan;

f. Subbagian Tata Usaha.

KM 20 TAHUN 2008.doc 97
Pasal 466

Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur, pengawasan, pengendalian, penegakan
hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan pelaporan di
bidang manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas
penerbangan.

Pasal 467

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 466, Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas
Penerbangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas
penerbangan;

b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang manajemen
ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan,
personil pelayanan lalu lintas penerbangan, otomasi
manajemen lalu lintas penerbangan dan manajemen
otomasi pengendalian lalu lintas penerbangan,
kontingensi pelayanan lalu lintas udara dan manajemen
ruang udara;

c. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di bidang


manajemen lalu lintas penerbangan;

d. perjanjian / hubungan internasional di bidang


manajemen lalu lintas penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 98
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang manajemen ruang udara dan
pelayanan lalu lintas penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang manajemen
ruang udara dan pelayanan lalu lintas penerbangan,
personil, pendidikan dan pelatihan manajemen lalu
lintas penerbangan;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


manajemen ruang udara dan pelayanan lalu lintas
penerbangan personil, pendidikan dan pelatihan
manajemen lalu lintas penerbangan.

Pasal 468

Subdirektorat Manajemen Lalu Lintas Penerbangan terdiri


dari:

a. Seksi Manajemen Ruang Udara;

b. Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan.

Pasal 469

(1) Seksi Manajemen Ruang Udara mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan manajemen ruang udara


dan manajemen Arus Lalu Lintas Penerbangan
(Air Traffic Flow Management/ ATFM),
prosedur pencegatan pesawat sipil asing;

KM 20 TAHUN 2008.doc 99
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang ATFM
serta otomasi manajemen ruang udara,
kontingensi pelayanan lalu lintas udara dan
manajemen ruang udara;

c. penetapan struktur ruang udara;

d. penetapan klasifikasi penggunaan ruang udara;

e. perjanjian antar Air Traffic Services/ATS Unit


dan dengan ATS Unit negara lain mengenai
penggunaan ruang udara dan pengaturan lalu
lintas penerbangan;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang penggunaan ruang
udara;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang penggunaan ruang udara;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang penggunaan ruang
udara;

i. evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen


ruang udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 100


(2) Seksi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang pelayanan lalu


lintas penerbangan dan program pendidikan
dan pelatihan bagi personil pelayanan lalu lintas
penerbangan;
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan
kriteria, sistem dan prosedur di bidang lalu
lintas penerbangan yang terdiri dari pelayanan
pemanduan lalu lintas penerbangan, pelayanan
informasi penerbangan dan pelayanan kesiagaan
dan standarisasi personil pelayanan lalu lintas
penerbangan, otomasi pengendalian lalu lintas
penerbangan (otomasi Air Traffic Control/
ATC);.
c. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,
penerbitan, perpanjangan dan pembaharuan)
sertifikat personil pelayanan lalu lintas
penerbangan;
d. pelaksanaan investigasi dan evaluasi insiden
atau keluhan terhadap pelayanan lalu lintas
penerbangan yang tidak sesuai standard dan
prosedur ATS;
e. pemberian rekomendasi kebutuhan penempatan
personil, peralatan/fasilitas, ruang udara dan
kondisi operasional ATS;

f. pemberian rekomendasi terhadap evaluasi,


pengembangan dan penelitian sistim serta
fasilitas pelayanan lalu lintas penerbangan;
g. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pelayanan lalu lintas
penerbangan, sertifikat kecakapan (license dan
rating) personil pelayanan lalu lintas
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 101


h. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pelayanan dan personil lalu lintas
penerbangan;

i. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang pelayanan dan personil
lalu lintas penerbangan;

j. evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan lalu


lintas penerbangan.

Pasal 470

Subdirektorat Informasi Aeronautika mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang kartografi
penerbangan, publikasi informasi aeronautika dan informasi
meteorologi penerbangan serta personil dan organisasi
pendidikan dan pelatihan pelayanan informasi aeronautika.

Pasal 471

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 470, Subdirektorat Informasi Aeronautika
menyelenggarakan tugas :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


kartografi penerbangan, publikasi informasi
aeronautika dan informasi meteorologi penerbangan
serta personil dan organisasi pendidikan dan pelatihan
pelayanan informasi aeronautika;

KM 20 TAHUN 2008.doc 102


b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kartografi
penerbangan, publikasi informasi aeronautika dan
informasi meteorologi penerbangan serta personil dan
organisasi pendidikan dan pelatihan pelayanan
informasi aeronautika;

c. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di bidang


pelayanan informasi aeronautika;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kartografi penerbangan, publikasi informasi
aeronautika dan informasi meteorologi penerbangan
serta personil dan organisasi pendidikan dan pelatihan
pelayanan informasi aeronautika;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang kartografi penerbangan, publikasi
informasi aeronautika dan informasi meteorologi
penerbangan serta personil dan organisasi pendidikan
dan pelatihan pelayanan informasi aeronautika;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang kartografi
penerbangan, publikasi informasi aeronautika dan
informasi meteorologi penerbangan serta personil dan
organisasi pendidikan dan pelatihan pelayanan
informasi aeronautika;

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang


kartografi penerbangan, publikasi informasi
aeronautika dan informasi meteorologi penerbangan
serta personil dan organisasi pendidikan dan pelatihan
pelayanan informasi aeronautika;

KM 20 TAHUN 2008.doc 103


Pasal 472

Subdirektorat Informasi Aeronautika terdiri dari:

a. Seksi Kartografi Penerbangan;

b. Seksi Publikasi Informasi Aeronautika.

Pasal 473

(1) Seksi Kartografi Penerbangan mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang kartografi


penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
kartografi penerbangan;

c. pelaksanaan analisis data aeronautika;

d. pembuatan peta-peta penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang penggunaan peta-peta
penerbangan;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang penggunaan peta-peta penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang penggunaan peta-peta
penerbangan;

h. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di


bidang kartografi penerbangan.

KM 20 TAHUN 2008.doc 104


(2) Seksi Publikasi Infomasi Aeronautika mempunyai
tugas melakukan penyiapan bahan :
a. perumusan kebijakan di bidang publikasi
informasi aeronautika;
b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang publikasi
informasi aeronautika, informasi meteorologi
penerbangan, personil dan organisasi
pendidikan dan pelatihan pelayanan informasi
aeronautika;
c. penyusunan sistem dan prosedur publikasi
informasi aeronautika, yang meliputi
Aeronautical Information Publication/ AIP,
AIP Amandement, AIP Suplement,
Aeronautical Information Centre/ AIC, Notice
To Airman (NOTAM), ASHTAM dan Monthly
NOTAM Summary, informasi meteorologi
penerbangan serta personil dan organisasi
pendidikan dan pelatihan pelayanan informasi
aeronautika;
d. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,
penerbitan, perpanjangan, pembaharuan)
sertifikat personil dan organisasi pendidikan
dan pelatihan pelayanan informasi aeronautika;
e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang publikasi informasi
aeronautika, sertifikat personil dan organisasi
pendidikan dan pelatihan pelayanan informasi
aeronautika;
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang publikasi informasi aeronautika,
sertifikat personil dan organisasi pendidikan
dan pelatihan pelayanan informasi aeronautika;

KM 20 TAHUN 2008.doc 105


g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang publikasi informasi
aeronautika, sertifikat personil dan organisasi
pendidikan dan pelatihan pelayanan informasi
aeronautika;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang publikasi informasi aeronautika,
sertifikat personil dan organisasi pendidikan
dan pelatihan pelayanan informasi aeronautika.

Pasal 474

Subdirektorat Komunikasi Penerbangan mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen
frekuensi radio penerbangan serta operasi, jaringan dan
fasilitas komunikasi penerbangan.

Pasal 475

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 474, Subdirektorat Komunikasi Penerbangan
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


manajemen frekuensi radio penerbangan serta operasi,
jaringan dan fasilitas komunikasi penerbangan;

b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
manajemen frekuensi radio penerbangan serta operasi,
jaringan dan fasilitas komunikasi penerbangan,
personil di bidang manajemen frekuensi radio
penerbangan serta personil operasi, jaringan dan
fasilitas komunikasi penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 106


c. penyiapan bahan kajian terhadap teknologi baru di
bidang komunikasi penerbangan;

d. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di bidang


peralatan komunikasi penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
manajemen frekuensi radio penerbangan serta operasi,
jaringan dan fasilitas komunikasi penerbangan;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang manajemen frekuensi radio
penerbangan serta operasi, jaringan dan fasilitas
komunikasi penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang manajemen
frekuensi radio penerbangan serta operasi, jaringan dan
fasilitas komunikasi penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang


manajemen frekuensi radio penerbangan serta operasi,
jaringan dan fasilitas komunikasi penerbangan.

Pasal 476

Subdirektorat Komunikasi Penerbangan terdiri dari :

a. Seksi Manajemen Frekuensi Radio Penerbangan;

b. Seksi Operasi, Jaringan dan Peralatan Komunikasi


Penerbangan.

KM 20 TAHUN 2008.doc 107


Pasal 477

(1) Seksi Manajemen Frekuensi Radio Penerbangan


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang manajemen


frekuensi radio penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
manajemen frekuensi radio penerbangan dan
personil;

c. hasil kajian teknologi baru;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang manajemen frekuensi
radio penerbangan;

e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang manajemen frekuensi radio
penerbangan;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang manajemen frekuensi
radio penerbangan;

g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang manajemen frekuensi radio
penerbangan.

KM 20 TAHUN 2008.doc 108


(2) Seksi Operasi, Jaringan dan Peralatan Komunikasi
Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang operasi,


jaringan dan peralatan komunikasi
penerbangan serta peralatan meteorologi
penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang operasi,
jaringan dan peralatan komunikasi penerbangan
baik komunikasi antar stasiun penerbangan
(aeronautical fixed service) maupun komunikasi
lalu lintas penerbangan (aeronautical mobile
service) serta peralatan meteorologi
penerbangan dan personil;

c. kajian teknologi baru di bidang peralatan


komunikasi penerbangan;

d. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan, perpanjangan dan pembaharuan)
sertifikat personil pelayanan komunikasi
penerbangan dan teknisi peralatan komunikasi
penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang operasi, jaringan dan
peralatan komunikasi penerbangan serta
peralatan meteorologi penerbangan dan
sertifikat personil pelayanan komunikasi
penerbangan dan teknisi peralatan komunikasi
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 109


f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang operasi, jaringan dan peralatan
komunikasi penerbangan serta peralatan
meteorologi penerbangan dan sertifikat personil
pelayanan komunikasi penerbangan dan teknisi
peralatan komunikasi penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang operasi, jaringan dan
peralatan komunikasi penerbangan serta
peralatan meteorologi penerbangan dan
sertifikat personil pelayanan komunikasi
penerbangan dan teknisi peralatan komunikasi
penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang di bidang operasi, jaringan dan peralatan
komunikasi penerbangan serta peralatan
meteorologi penerbangan.

Pasal 478

Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan


Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan, pengendalian,
penegakan hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan
pelaporan di bidang fasilitas bantu navigasi dan pengamatan
penerbangan.

KM 20 TAHUN 2008.doc 110


Pasal 479

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 478, Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan
Pengamatan Penerbangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


peralatan bantu navigasi penerbangan dan peralatan
pengamatan penerbangan;

b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang peralatan bantu
navigasi penerbangan dan peralatan pengamatan
penerbangan serta personil di bidang peralatan bantu
navigasi penerbangan dan peralatan pengamatan
penerbangan;

c. penyiapan bahan kajian teknologi baru di bidang


peralatan bantu navigasi dan pengamatan penerbangan;

d. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di bidang


peralatan bantu navigasi dan pengamatan penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
peralatan bantu navigasi penerbangan dan peralatan
pengamatan penerbangan;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang peralatan bantu navigasi
penerbangan dan peralatan pengamatan penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang peralatan bantu
navigasi penerbangan dan peralatan pengamatan
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 111


h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang
peralatan bantu navigasi penerbangan dan peralatan
pengamatan penerbangan.

Pasal 480

Subdirektorat Fasilitas Bantu Navigasi dan Pengamatan


Penerbangan terdiri dari :

a. Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan;

b. Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan.

Pasal 481

(1) Seksi Fasilitas Bantu Navigasi Penerbangan


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang peralatan bantu


navigasi penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman dan


kriteria, sistem dan prosedur teknis dan
pengoperasian di bidang sistem peralatan yang
meliputi peralatan bantu navigasi dan
pendaratan berbasis frekuensi, peralatan bantu
navigasi dan pendaratan berbasis satelit berikut
augmentasinya dan personil;

c. pelaksanaan sertifikasi personil di bidang


peralatan bantu navigasi penerbangan;

d. kajian teknologi baru di bidang peralatan bantu


navigasi penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang peralatan bantu navigasi
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 112


f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang peralatan bantu navigasi penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang peralatan bantu navigasi
penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang peralatan bantu navigasi penerbangan.

(2) Seksi Fasilitas Pengamatan Penerbangan mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang peralatan


pengamatan penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang peralatan
bantu navigasi penerbangan, peralatan
pengamatan penerbangan;

c. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di


bidang peralatan pengamatan penerbangan;

d. penyiapan bahan kajian teknologi baru di


bidang peralatan pengamatan penerbangan;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang peralatan pengamatan
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 113


f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,
petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang peralatan pengamatan penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang peralatan pengamatan
penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang fasilitas peralatan pengamatan
penerbangan.

Pasal 482

Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi


Penerbangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan, pengendalian,
penegakan hukum/ tindakan korektif serta evaluasi dan
pelaporan di bidang standarisasi prosedur navigasi
penerbangan dan sertifikasi peralatan fasilitas navigasi
penerbangan.

Pasal 483

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 482, Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi
Penerbangan menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


prosedur navigasi penerbangan dan sertifikasi sistem
dan peralatan navigasi penerbangan;

b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
prosedur penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 114


c. penyiapan pelaksanaan sertifikasi personil di bidang
prosedur navigasi penerbangan serta sistem peralatan
navigasi penerbangan;

d. penyiapan evaluasi / penilaian tarif pelayanan jasa


penerbangan (PJP);

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau audit berkala atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
navigasi penerbangan dan sertifikat sistem peralatan
navigasi penerbangan;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang navigasi penerbangan dan sertifikat
sistem peralatan navigasi penerbangan;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang prosedur
navigasi penerbangan dan sertifikasi sistem dan
peralatan navigasi penerbangan;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang


prosedur navigasi penerbangan dan sertifikasi sistem
dan peralatan navigasi penerbangan.

Pasal 484

Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Navigasi


Penerbangan terdiri dari:

a. Seksi Standarisasi Prosedur Navigasi Penerbangan;

b. Seksi Sertifikasi Sistem dan Peralatan Navigasi


Penerbangan.

KM 20 TAHUN 2008.doc 115


Pasal 485

(1) Seksi Standarisasi Prosedur Navigasi Penerbangan


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan:

a. perumusan kebijakan di bidang prosedur


navigasi penerbangan;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang prosedur
navigasi penerbangan yang meliputi
pengumpulan data koordinat datum WGS-84,
navigasi penerbangan visual dan instrumen,
personil prosedur navigasi penerbangan;

c. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan, perpanjangan dan pembaharuan)
sertifikat personil navigasi penerbangan;

d. pelaksanaan sertifikasi (evaluasi, verifikasi,


penerbitan, perpanjangan dan pembaharuan)
hasil/produk prosedur navigasi penerbangan;

e. pengumpulan, pengolahan dan pemeliharaan


data-data penerbangan (alat bantu navigasi
penerbangan, obstacle);

f. penyusunan harga satuan (unit rate) pelayanan


jasa penerbangan;

g. kajian konsep baru di bidang prosedur navigasi


penerbangan;

h. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang navigasi penerbangan;

i. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang navigasi penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 116


j. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang navigasi penerbangan;

k. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang prosedur navigasi penerbangan.

(2) Seksi Sertifikasi Sistem dan Peralatan Navigasi


Penerbangan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan :

a. perumusan kebijakan sertifikasi sistem dan


peralatan navigasi penerbangan;

b. pelaksanaan evaluasi dalam rangka sertifikasi


sistem dan peralatan navigasi penerbangan;

c. pelaksanaan verifikasi dalam rangka sertifikasi


sistem dan peralatan navigasi penerbangan ;

d. pelaksanaan penerbitan sertifikat sistem dan


peralatan navigasi penerbangan;

e. pelaksanaan perpanjangan sertifikat sistem dan


peralatan navigasi penerbangan;

f. pelaksanaan pembaharuan sertifikat sistem dan


peralatan navigasi penerbangan;

g. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikat sistem dan
peralatan navigasi penerbangan;

h. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikat sistem dan peralatan navigasi
penerbangan;

KM 20 TAHUN 2008.doc 117


i. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikat sistem dan
peralatan navigasi penerbangan;

j. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang sertifikasi sistem dan peralatan navigasi
penerbangan.

Pasal 486

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan


tata usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

Bagian Kedelapan

Direktorat Kelaikan Udara dan


Pengoperasian Pesawat Udara

Pasal 487

Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara


mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan
kebijakan, standar, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur, sertifikasi, pengawasan, pengendalian, penegakan
hukum/tindakan korektif serta evaluasi dan pelaporan di
bidang standarisasi, rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan, dan personil pesawat udara.

Pasal 488

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 487, Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian
Pesawat Udara menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang standarisasi,


rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan, dan personil pesawat
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 118


b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang standarisasi, rekayasa,
pabrikasi, produk aeronautika, pengoperasian,
perawatan dan personil pesawat udara serta organisasi
pendidikan dan pelatihan personil pesawat udara;

c. pelaksanaan sertifikasi di bidang rekayasa, pabrikasi,


produk aeronautika, pengoperasian, perawatan dan
personil pesawat udara serta organisasi pendidikan dan
pelatihan personil pesawat udara;

d. pelaksanaan program pencegahan insiden dan


kecelakaan pesawat udara;

e. pelaksanaan hubungan internasional di bidang


standarisasi, rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan dan personil pesawat udara;

f. pelaksanaan pengawasan (dalam arti pemantauan dan


penilaian) yang berupa audit berkala dan pengawasan
berkelanjutan dan pengendalian di bidang standarisasi,
rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan dan personil pesawat udara;

g. penegakan hukum / tindakan korektif terhadap


pelanggaran pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang standarisasi,
rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan dan personil pesawat udara;

h. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi,


rekayasa, pabrikasi, produk aeronautika,
pengoperasian, perawatan dan personil pesawat udara;

i. pelaksanaan urusan tata usaha, kepegawaian dan


rumah tangga Direktorat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 119


Pasal 489

Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara


terdiri dari :

a. Subdirektorat Standarisasi;

b. Subdirektorat Rekayasa;

c. Subdirektorat Produk Aeronautika;

d. Subdirektorat Operasi Pesawat Udara;

e. Subdirektorat Perawatan;

f. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 490

Subdirektorat Standarisasi mempunyai tugas melaksanakan


penyiapan bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi, rekayasa,
pabrikasi, produk aeronautika, pengoperasian, perawatan,
personil pesawat udara, program pencegahan insiden dan
kecelakaan pesawat udara serta organisasi pendidikan dan
pelatihan personil pesawat udara.

Pasal 491

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 490, Subdirektorat Standarisasi menyelenggarakan
fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


standarisasi, rekayasa dan pabrikasi, personil
penerbangan, operasi penerbangan dan perawatan
penerbangan serta organisasi pendidikan dan pelatihan
personil pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 120


b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang standarisasi,
rekayasa dan pabrikasi, personil penerbangan, operasi
penerbangan dan perawatan penerbangan serta
organisasi pendidikan dan pelatihan personil pesawat
udara;
c. pelaksanaan program pencegahan insiden dan
kecelakaan pesawat udara;
d. penyiapan bahan hubungan internasional di bidang
sertifikasi kelaikan dan pengoperasian pesawat udara
serta personil pesawat udara;
e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian
atau audit berkala) terhadap pelaksanaan kebijakan di
bidang standarisasi dan sertifikasi organisasi rekayasa,
pabrikasi, operator penerbangan, organisasi perawatan
pesawat udara, distributor produk aeronautika,
organisasi pendidikan dan pelatihan personil pesawat
udara, mutu kelaikan udara serta pengoperasian
pesawat udara;
f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan di
bidang standarisasi dan sertifikasi organisasi rekayasa,
pabrikasi, operator penerbangan, organisasi perawatan
pesawat udara, distributor produk aeronautika serta
organisasi pendidikan dan pelatihan personil pesawat
udara;
g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
yang dilakukan oleh organisasi rekayasa, pabrikasi,
operator penerbangan, organisasi perawatan pesawat
udara, distributor produk aeronautika, personil pesawat
udara serta organisasi pendidikan dan pelatihan
personil pesawat udara;
h. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi dan
sertifikasi organisasi rekayasa, pabrikasi, operator
penerbangan, organisasi perawatan pesawat udara,
distributor produk aeronautika, personil pesawat udara
serta organisasi pendidikan dan pelatihan personil
pesawat udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 121


Pasal 492

Subdirektorat Standarisasi, terdiri dari :

a. Seksi Standarisasi Teknik;

b. Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan.

Pasal 493

(1) Seksi Standarisasi Teknik mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang standarisasi


teknik kelaikan udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang rekayasa,
pabrikasi, perawatan pesawat udara, kelaikan
udara dan pelaksanaan hubungan internasional
standarisasi kelaikan udara;

c. pelaksanaan sertifikasi terhadap organisasi


rekayasa, pabrik pesawat udara, operator
pesawat udara (bidang teknik), bengkel pesawat
udara, distributor, organisasi pendidikan dan
pelatihan teknisi pesawat udara;

d. pelaksanaan hubungan internasional


standarisasi kelaikan udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala) terhadap organisasi
rekayasa, pabrik pesawat udara, operator
pesawat udara (bidang teknik), bengkel pesawat
udara, distributor, organisasi pendidikan dan
pelatihan teknisi pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 122


f. pengendalian yang meliputi pemberian arahan
dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur teknik
organisasi rekayasa, pabrik pesawat udara,
operator pesawat udara (bidang teknik), bengkel
pesawat udara, distributor, organisasi
pendidikan dan pelatihan teknisi pesawat udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan atau sertifikat) terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur teknik yang dilakukan oleh
organisasi rekayasa, pabrik pesawat udara,
operator pesawat udara (bidang teknik), bengkel
pesawat udara, distributor, organisasi
pendidikan dan pelatihan teknisi pesawat udara;

h. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi


teknik organisasi rekayasa, pabrik pesawat
udara, operator pesawat udara (bidang teknik),
bengkel pesawat udara, distributor, organisasi
pendidikan dan pelatihan teknisi pesawat udara.

(2) Seksi Standarisasi Operasi Penerbangan mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang standarisasi


pengoperasian pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pengoperasian pesawat udara, pencegahan
insiden kecelakaan pesawat udara dan
pelaksanaan hubungan internasional di bidang
standarisasi pengoperasian pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 123


c. pelaksanaan sertifikasi terhadap organisasi
operator pesawat udara, organisasi pendidikan
dan pelatihan awak pesawat udara, dan
peralatan simulator pesawat udara;

d. pelaksanaan hubungan internasional di bidang


standarisasi pengoperasian pesawat udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala) terhadap organisasi
operator pesawat udara, organisasi pendidikan
dan pelatihan awak pesawat udara, peralatan
simulator pesawat udara serta pencegahan
insiden dan/atau kecelakaan pesawat udara;

f. pengendalian yang meliputi pemberian arahan


dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, peraturan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
terhadap organisasi operator pesawat udara,
organisasi pendidikan dan pelatihan awak
pesawat udara, peralatan simulator pesawat
udara serta pencegahan insiden dan/atau
kecelakaan pesawat udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan atau sertifikat) terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur pengoperasian pesawat udara yang
dilakukan oleh organisasi operator pesawat
udara, organisasi pendidikan dan pelatihan
awak pesawat udara, pengelola peralatan
simulator pesawat udara;

h. evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi


pengoperasian pesawat udara, organisasi
pendidikan dan pelatihan awak pesawat udara,
dan peralatan simulator pesawat udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 124


Pasal 494

Subdirektorat Rekayasa mempunyai tugas melaksanakan


penyiapan bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang pengawasan proses
rekayasa, penyiapan penerbitan persetujuan rekayasa,
penerbitan perintah kelaikan udara dan penyiapan
pendelegasian kewenangan terbatas di bidang rekayasa
serta uji terbang dan kemampuan pesawat udara.

Pasal 495

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 494, Subdirektorat Rekayasa menyelenggarakan
fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


pengawasan proses rekayasa dan uji terbang
kemampuan pesawat udara, bimbingan dan
pengawasan teknis mutu rekayasa pesawat udara
termasuk mesin, baling-baling, dan komponennya;

b. penyiapan bahan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang pengawasan
proses rekayasa dan uji terbang kemampuan
pesawat udara, bimbingan dan pengawasan teknis
mutu rekayasa pesawat udara termasuk mesin, baling-
baling, dan komponennya;

c. penyiapan pelaksanaan uji terbang;

d. penyiapan pendelegasian kewenangan terbatas di


bidang rekayasa;

e. penyiapan bahan penerbitan persetujuan rekayasa dan


penerbitan perintah kelaikan udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 125


f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian
atau pengawasan berkelanjutan) terhadap pelaksanaan
kebijakan di bidang proses rekayasa dan uji terbang
kemampuan pesawat udara, bimbingan dan teknis
mutu rekayasa pesawat udara termasuk mesin, baling-
baling, dan komponennya;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk


bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan di
bidang proses rekayasa dan uji terbang kemampuan
pesawat udara, bimbingan dan teknis mutu rekayasa
pesawat udara termasuk mesin, baling-baling, dan
komponennya;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
yang dilakukan di bidang proses rekayasa dan uji
terbang kemampuan pesawat udara, mutu rekayasa
pesawat udara termasuk mesin, baling-baling, dan
komponennya;

i. evaluasi dan pelaporan di bidang proses rekayasa


dan uji terbang kemampuan pesawat udara dan
penerbitan persetujuan rekayasa dan penerbitan
perintah kelaikan udara.

Pasal 496

Subdirektorat Rekayasa terdiri dari :

a. Seksi Pengawasan Proses Rekayasa;

b. Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 126


Pasal 497

(1) Seksi Pengawasan Proses Rekayasa mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan dibidang teknis rekayasa


pesawat udara dan komponennya;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang teknis
rekayasa pesawat udara dan komponennya;

c. penerbitan perintah kelaikan udara;

d. pelimpahan wewenang terbatas di bidang


rekayasa pesawat udara;

e. untuk evaluasi laporan kerusakan;

f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang teknis rekayasa pesawat udara dan
komponennya;

g. pengendalian yang meliputi pemberian arahan


dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang teknis rekayasa pesawat udara dan
komponennya;

KM 20 TAHUN 2008.doc 127


h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat) terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur teknik di
bidang teknis rekayasa pesawat udara dan
komponennya;

i. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang rekayasa pesawat udara dan
komponennya serta evaluasi pelimpahan
wewenang terbatas di bidang rekayasa.

(2) Seksi Uji Terbang dan Kemampuan Pesawat Udara


mempunyai tugas melakukan tugas penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang uji terbang dan


kemampuan pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang standar
teknis uji terbang pesawat udara, standar teknis
kemampuan pesawat udara, pendelegasian
kewewenangan terbatas di bidang uji terbang
dan kemampuan pesawat udara;

c. pelaksanaan pendelegasian kewenangan terbatas


di bidang uji terbang dan kemampuan pesawat
udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang uji terbang dan kemampuan pesawat
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 128


e. pengendalian yang meliputi pemberian arahan
dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang uji terbang dan kemampuan pesawat
udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat) terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur dan
pendelegasian di bidang uji terbang dan
kemampuan pesawat udara;

g. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang uji terbang dan kemampuan pesawat
udara serta pendelegasian kewenangan terbatas
bidang uji terbang dan kemampuan pesawat
udara.

Pasal 498

Subdirektorat Produk Aeronautika mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang teknis
pabrikasi pesawat udara serta komponennya, penyiapan bahan
penerbitan sertifikat kelaikan udara awal dan sertifikat
pendaftaran pesawat udara, sertifikat kelaikan udara untuk
ekspor, dan bahan pendelegasian kewenangan terbatas produk
aeronautika.

KM 20 TAHUN 2008.doc 129


Pasal 499
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 498, Subdirektorat Produk Aeronautika
menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis
pabrikasi pesawat udara serta komponennya,
penyiapan bahan penerbitan sertifikat kelaikan udara
awal dan sertifikat pendaftaran pesawat udara,
sertifikat kelaikan udara untuk ekspor, dan bahan
pendelegasian kewenangan terbatas produk
aeronautika;
b. penyiapan bahan penyusunan standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
teknis pabrikasi pesawat udara serta komponennya,
penyiapan bahan penerbitan sertifikat kelaikan udara
awal dan sertifikat pendaftaran pesawat udara,
sertifikat kelaikan udara untuk ekspor, dan bahan
pendelegasian kewenangan terbatas produk
aeronautika;
c. penyiapan penerbitan dan penghapusan surat tanda
pendaftaran pesawat udara;
d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian
atau pengawasan berkelanjutan) terhadap pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang teknis pabrikasi pesawat
udara serta komponennya, penyiapan bahan penerbitan
sertifikat kelaikan udara awal dan sertifikat
pendaftaran pesawat udara, sertifikat kelaikan udara
untuk ekspor, dan bahan pendelegasian kewenangan
terbatas produk aeronautika;
e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang teknis pabrikasi pesawat udara serta
komponennya, penyiapan bahan penerbitan sertifikat
kelaikan udara awal dan sertifikat pendaftaran
pesawat udara, sertifikat kelaikan udara untuk ekspor,
dan bahan pendelegasian kewenangan terbatas produk
aeronautika;

KM 20 TAHUN 2008.doc 130


f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur dibidang teknis pabrikasi
pesawat udara serta komponennya, penyiapan bahan
penerbitan sertifikat kelaikan udara awal dan sertifikat
pendaftaran pesawat udara, sertifikat kelaikan udara
untuk ekspor, dan bahan pendelegasian kewenangan
terbatas produk aeronautika;

g. evaluasi dan pelaporan di bidang pabrikasi pesawat


udara serta komponennya, penyiapan bahan penerbitan
sertifikat kelaikan udara awal dan sertifikat
pendaftaran pesawat udara, sertifikat kelaikan udara
untuk ekspor, dan bahan pendelegasian kewenangan
terbatas produk aeronautika.

Pasal 500

Subdirektorat Produk Aeronautika terdiri dari :

a. Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi;

b. Seksi Pengesahan Produksi.

Pasal 501

(1) Seksi Pengawasan Mutu dan Proses Produksi


mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan dibidang teknis produksi


pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur teknis di bidang
produksi pesawat udara dan standar teknis
pengawasan terhadap mutu produksi pesawat
udara;

c. pendelegasian kewenangan terbatas di bidang


produksi pesawat udara;

d. evaluasi untuk pengadaan pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 131


e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang produksi pesawat udara;

f. pengendalian yang meliputi pemberian arahan


dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, peraturan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang produksi pesawat udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang produksi
pesawat udara pendelegasian kewenangan
terbatas produk aeronautika;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang produksi pesawat udara pendelegasian
kewenangan terbatas produk aeronautika.

(2) Seksi Pengesahan Produksi mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang teknis


pemeriksaan kelaikan udara awal, ekspor dan
eksperimental;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang standar
teknis pemeriksaan kelaikan udara awal, ekspor
dan eksperimental;

c. penerbitan dan penghapusan sertifikat


pendaftaran pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 132


d. penyusunan dan pemutakhiran data untuk daftar
pesawat udara (aircraft register);

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang teknis pemeriksaan kelaikan udara
awal, ekspor dan eksperimental;

f. pengendalian yang meliputi pemberian arahan


dan petunjuk serta bimbingan teknis terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang teknis pemeriksaan kelaikan udara awal,
ekspor dan eksperimental;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
sertifikat) terhadap pelanggaran pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur di bidang teknis
pemeriksaan kelaikan udara awal, ekspor dan
eksperimental;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang pemeriksaan kelaikan udara awal,
ekspor dan eksperimental.

Pasal 502

Subdirektorat Operasi Pesawat Udara mempunyai tugas


melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur,
pengawasan, pengendalian, penegakan hukum/tindakan
korektif serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengoperasian
pesawat udara, program pendidikan dan pelatihan personil
pengoperasian pesawat udara, persyaratan pengoperasian,
pengujian kecakapan personil pengoperasian pesawat udara,
serta bahan pendelegasian kewenangan terbatas di bidang
pengoperasian pesawat udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 133


Pasal 503

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 502, Subdirektorat Operasi Pesawat Udara
menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang


pengoperasian pesawat udara, program pendidikan dan
pelatihan personil pengoperasian pesawat udara,
persyaratan pengoperasian, pengujian kecakapan
personil pengoperasian pesawat udara, serta bahan
pendelegasian kewenangan terbatas di bidang
pengoperasian pesawat udara;

b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,


pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di bidang
teknis pengoperasian pesawat udara, program
pendidikan dan pelatihan personil pengoperasian
pesawat udara, persyaratan pengoperasian, pengujian
kecakapan personil pesawat udara, serta bahan
pendelegasian kewenangan terbatas di bidang
pengoperasian pesawat udara;

c. penyiapan bahan pengujian dan sertifikasi kecakapan


personil pengoperasian pesawat udara;

d. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian


atau pengawasan berkelanjutan) terhadap pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang pengoperasian pesawat
udara, program pendidikan dan pelatihan personil
pengoperasian pesawat udara, persyaratan
pengoperasian, pengujian kecakapan personil
pengoperasian pesawat udara, serta pendelegasian
kewenangan terbatas di bidang pengoperasian pesawat
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 134


e. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang pengoperasian pesawat udara,
program pendidikan dan pelatihan personil
pengoperasian pesawat udara, persyaratan
pengoperasian, pengujian kecakapan personil pesawat
udara, serta pendelegasian kewenangan terbatas di
bidang pengoperasian pesawat udara;

f. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa peringatan,
pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat/lisensi) terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma, pedoman,
kriteria, sistem dan prosedur teknis pengoperasian
pesawat udara, program pendidikan dan pelatihan
personil pengoperasian pesawat udara, persyaratan
pengoperasian, pengujian kecakapan personil pesawat
udara, serta pendelegasian kewenangan terbatas di
bidang pengoperasian pesawat udara;

g. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang teknis


pengoperasian pesawat udara, program pendidikan dan
pelatihan personil pengoperasian pesawat udara,
persyaratan pengoperasian, pengujian kecakapan
personil pengoperasian pesawat udara, serta bahan
pendelegasian kewenangan terbatas di bidang
pengoperasian pesawat udara.

Pasal 504

Subdirektorat Operasi Pesawat Udara terdiri dari :

a. Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara;

b. Seksi Personil Operasi Pesawat Udara.

KM 20 TAHUN 2008.doc 135


Pasal 505

(1) Seksi Pengawasan Operasi Pesawat Udara mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang pengawasan


pengoperasian pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria, sistem dan prosedur di bidang
pengoperasian pesawat udara dan pengawasan
pengoperasian pesawat udara;

c. pendelegasian kewenangan terbatas di bidang


pengoperasian pesawat udara;

d. evaluasi persyaratan pengoperasian pesawat


udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang pengoperasian pesawat udara;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pengoperasian pesawat udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat) terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang pengoperasian pesawat udara dan
pendelegasian kewenangan terbatas
pengoperasian pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 136


h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di
bidang pengoperasian pesawat udara,
persyaratan pengoperasian dan pendelegasian
kewenangan terbatas pengoperasian pesawat
udara.

(2) Seksi Personil Operasi Pesawat Udara mempunyai


tugas melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang personil


pengoperasian pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi personil pengoperasian


pesawat udara;

c. program pendidikan dan pelatihan bagi personil


pengoperasian pesawat udara;

d. pelaksanaan sertifikasi kecakapan personil


pengoperasian pesawat udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
sertifikasi personil pengoperasian pesawat udara
dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan
personil pengoperasian pesawat udara;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang sertifikasi personil pengoperasian
pesawat udara dan pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan personil pengoperasian pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 137


g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat/lisensi) terhadap
pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang sertifikasi personil
pengoperasian pesawat udara dan pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan personil
pengoperasian pesawat udara;
h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di
bidang personil pengoperasian pesawat udara
dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan
personil pengoperasian pesawat udara.

Pasal 506
Subdirektorat Perawatan mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur, pengawasan,
pengendalian, penegakan hukum/tindakan korektif serta
evaluasi dan pelaporan di bidang perawatan pesawat udara,
program pendidikan dan pelatihan personil perawatan
pesawat udara dan sistem pelaporan kerusakan pesawat udara,
pengujian personil perawatan pesawat udara, penerapan
sanksi administratif serta penyiapan bahan pendelegasian
kewenangan terbatas di bidang perawatan pesawat udara.

Pasal 507
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 506, Subdirektorat Perawatan menyelenggarakan
fungsi :
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang
perawatan pesawat udara, program pendidikan dan
pelatihan personil perawatan pesawat udara,
pemeriksaan berkala kelaikan udara, evaluasi
persyaratan perawatan dan sistem pelaporan kerusakan
pesawat udara, pengujian personil perawatan pesawat
udara, serta penyiapan bahan pendelegasian
kewenangan terbatas di bidang perawatan pesawat
udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 138


b. penyiapan bahan penyusunan standar, norma,
pedoman, kriteria dan prosedur di bidang perawatan
pesawat udara, program pendidikan dan pelatihan
personil perawatan pesawat udara, pemeriksaan
berkala kelaikan udara, evaluasi persyaratan perawatan
dan sistem pelaporan kerusakan pesawat udara,
pengujian personil perawatan pesawat udara, serta
penyiapan bahan pendelegasian kewenangan terbatas
di bidang perawatan pesawat udara;
c. penyiapan bahan evaluasi persyaratan perawatan dan
sistem pelaporan kerusakan pesawat udara;
d. penyiapan bahan pelaksanaan sertifikasi personil
perawatan pesawat udara;
e. penyiapan bahan pendelegasian kewenangan terbatas
di bidang perawatan pesawat udara;
f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau penilaian
atau pengawasan berkelanjutan) terhadap pelaksanaan
kebijakan, standarisasi, norma, pedoman, kriteria,
sistem dan prosedur di bidang perawatan pesawat
udara, program pendidikan dan pelatihan personil
perawatan pesawat udara dan pemeriksaan berkala
kelaikan udara;
g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan, petunjuk
bimbingan teknis) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang perawatan pesawat udara, program
pendidikan dan pelatihan personil perawatan pesawat
udara dan pemeriksaan berkala kelaikan udara;
h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan
penerapan sanksi administratif (berupa peringatan,
pembekuan atau pencabutan persetujuan, sertifikat atau
lisensi) terhadap pelanggaran pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem dan
prosedur di bidang perawatan pesawat udara, program
pendidikan dan pelatihan personil perawatan pesawat
udara, sistem pelaporan kerusakan pesawat udara dan
pemeriksaan berkala kelaikan udara serta personil
perawatan pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 139


i. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
perawatan pesawat udara, program pendidikan dan
pelatihan personil perawatan pesawat udara,
pemeriksaan berkala kelaikan udara, evaluasi
persyaratan perawatan dan sistem pelaporan kerusakan
pesawat udara, pengujian personil perawatan pesawat
udara, serta penyiapan bahan pendelegasian
kewenangan terbatas di bidang perawatan pesawat
udara.

Pasal 508

Subdirektorat Perawatan terdiri dari :

a. Seksi Perawatan Pesawat Udara;

b. Seksi Personil Teknik Perawatan.

Pasal 509

(1) Seksi Perawatan Pesawat Udara mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang perawatan


pesawat udara;

b. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria


sistem dan prosedur di bidang perawatan
pesawat udara serta pendelegasian kewenangan
terbatas bidang perawatan pesawat udara;

c. pelaksanaan pemeriksaan berkala kelaikan


udara;

d. petunjuk operasional / staff instruction


pelaksanaan pemeriksaan berkala kelaikan
udara;

e. pendelegasian kewenangan terbatas di bidang


perawatan pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 140


f. pengawasan (dalam arti pemantauan atau
penilaian atau pengawasan berkelanjutan)
terhadap pelaksanaan kebijakan, standarisasi,
norma, pedoman, kriteria, sistem dan prosedur
di bidang perawatan pesawat udara;

g. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang perawatan pesawat udara;

h. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan/sertifikat) terhadap pelanggaran
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang perawatan pesawat udara, sertifikasi
kelaikan udara pesawat udara dan pendelegasian
kewenangan terbatas di bidang perawatan
pesawat udara;

i. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang perawatan pesawat udara dan sistem
pelaporan kerusakan pesawat udara dan
kegiatan pemeriksaan berkala kelaikan udara
serta pendelegasian terbatas di bidang
perawatan pesawat udara.

(2) Seksi Personil Teknik Perawatan mempunyai tugas


melakukan penyiapan bahan :

a. perumusan kebijakan di bidang personil teknik


perawatan pesawat udara;

b. penyusunan standarisasi, norma, pedoman,


kriteria sistem dan prosedur personil teknik
perawatan pesawat udara;

c. pelaksanaan sertifikasi personil teknik


perawatan pesawat udara;

KM 20 TAHUN 2008.doc 141


d. program pendidikan dan pelatihan bagi personil
teknik perawatan pesawat udara;

e. pengawasan (dalam arti pemantauan atau


penilaian atau audit berkala atau pengawasan
berkelanjutan) terhadap pelaksanaan kebijakan,
standarisasi, norma, pedoman, kriteria, sistem
dan prosedur di bidang personil teknik
perawatan pesawat udara dan pelaksanaan
program pendidikan dan pelatihan personil
teknik perawatan pesawat udara;

f. pengendalian (dalam arti pemberian arahan,


petunjuk bimbingan teknis) terhadap
pelaksanaan kebijakan, standarisasi, norma,
pedoman, kriteria, sistem dan prosedur di
bidang personil teknik perawatan pesawat
udara dan pelaksanaan program pendidikan dan
pelatihan personil teknik perawatan pesawat
udara;

g. penegakan hukum berupa tindakan korektif dan


penerapan sanksi administratif (berupa
peringatan, pembekuan atau pencabutan
persetujuan, sertifikat atau lisensi) sistem dan
prosedur personil teknik perawatan pesawat
udara dan pelaksanaan program pendidikan dan
pelatihan personil teknik perawatan pesawat
udara;

h. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di


bidang personil teknik perawatan pesawat udara
dan pelaksanaan program pendidikan dan
pelatihan personil teknik perawatan pesawat
udara.

Pasal 510

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata


usaha, kepegawaian dan rumah tangga Direktorat.

KM 20 TAHUN 2008.doc 142


Bagian Kesembilan
Kelompok Jabatan Fungsional

Pasal 511

Kelompok Jabatan Fungsional pada Sekretariat Direktorat


Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat di lingkungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mempunyai tugas
melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsioanl masing-
masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

Pasal 512

(1) Kelompok Jabatan Fungsioanl terdiri dari sejumlah


jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai
kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang
keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional


sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior
yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara, dan masing-masing Direktur.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud


dalam ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan dan
beban kerja.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana


dimaksud dalam ayat (1), diatur berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.”

KM 20 TAHUN 2008.doc 143


Pasal II

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal : 30 Mei 2008

MENTERI PERHUBUNGAN

ttd.

Ir. JUSMAN SYAFII DJAMAL

SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada:


1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara;
3. Menteri Keuangan;
4. Kepala Badan Kepegawaian Negara;
5. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, para Direktur Jenderal, para Kepala
Badan di lingkungan Departemen Perhubungan, dan para Staf Ahli Menteri
Perhubungan;
6. Para Kepala Biro, Sekretaris Inspektorat Jenderal, para Sekretaris Direktorat
Jenderal, dan para Sekretaris Badan di lingkungan Departemen Perhubungan.

Salinan resmi sesuai dengan aslinya


Kepala Biro Hukum dan KSLN

HERU PRASETYO, SH
NIP. 120138360

KM 20 TAHUN 2008.doc 144


No PROSES NAMA JABATAN TANGGAL PARAF
1. Disiapkan Agung Prasetyo Kabag ORTALA
Karo Kepegawaian dan
2. Diperiksa Soesilo Hadi
Organisasi
3. Diperiksa Heru Prasetyo Karo Hukum dan KSLN
Sesditjen Perhubungan
4. Diperiksa Nyoman Suanda Santra
Udara
Direktur Jenderal
5. Disetujui Budhi M. Suyitno
Perhubungan Udara
6. Disetujui H. Harijogi Sekretaris Jenderal

KM 20 TAHUN 2008.doc 145