Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian


Kota Samarinda merupakan daerah yang berada di Provinsi Kalimantan
Timur, dengan total luas wilayah 718 kilometer persegi dan jumlah penduduk
sebanyak 812.597 jiwa pada akhir tahun 2015.

Gambar 3.1 Lokasi penelitian (sumber : Google Map Kota Samarinda)

3.2 Populasi dan Sampel


Pengumpulan Sampel dilakukan dengan melakukan penelitian eksperimen
dimana untuk mendapatkan data-data dan hasil penelitian dengan melakukan
pengujian dan penelitian.

15
3.3 Desain Penelitian
Tahapan pengerjaan penulisan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Mencari curah hujan harian maksimum tahunan dari data 10 tahun
terakhir pada Stasiun Meteorologi Samarinda.
2. Menghitung curah hujan rancangan dengan metode Log Person tipe
III.
3. Menguji kebenaran distribusi frekuensi dengan metode Smirnov
Kolmogorov dan uji Chi-Square.
4. Menentukan intensitas curah hujan.
5. Menentukan luas daerah pengaliran.
6. Menentukan koefisien pengaliran (C) berdasarkan lahan yang ada
di sekitar jalan yang ada pada Gang 1 dan 2.
7. Menghitung debit rancangan kala ulang 2, 5 dan 10 tahun.
8. Menentukan kapasitas saluran drainase rancangan
9. Mengevaluasi kemampuan kapsitas saluran drainase eksisting
dengan debit hujan kala ulang 2, 5 dan 10 tahun, evaluasi penyebab
dan penanggulangan genangan.

3.3.1 Bagan Alir Penelitian (Flow Chart)


Evaluasi dan perencanaan peningkatan kapasitas saluran drainase
jalan P.Antasari melalui beberapa tahapan atau proses. Tahapan-tahapan
tersebut bisa dilihat dari gambar 3.2 berikut ini :

16
Mulai

Data Hidrologi Data Topografi Data Fisik

Analisa Hidrologi Panjang Saluran Koef. Kekasaran


(Data curah Luas Area Bentuk Saluran
hujan) Long Section
Cross Section

Koefisien Kecepatan Aliran


Pengaliran

Debit Saluran
Debit Banjir
Rancangan (Qr)

Tidak
Qr < Qs

Desain Ulang
Saluran

Selesai

Gambar 3.2 Bagan Alur Penelitian

17
3.4 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitan kapasitas sistem jaringan
drainase Jalan Antasari dilakukan sebagai berikut :
1. Untuk data-data yang berkaitan dengan perencanaan non teknis dan
perencanaan teknis didapat secara instasional dan survey atau
peninjauan langsung di lapangan.
2. Asumsi-asumsi pendekatan ditetapkan berdasarkan hasil survey
lapangan.
Menurut cara mendapatkannya, data yang digunakan untuk studi
pengendalian banjir ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

3.4.1 Data Primer


Data primer adalah data yang diperoleh dengan cara mengadakan
peninjauan atau survey lapangan. Peninjauan langsung di lapangan
dilakukan dengan melakukan pengamatan pada hal-hal sebagai berikut:
- Letak dan kondisi bangunan drainase dilokasi
- Batas daerah lahan pada daerah sekitar.
- Data tinggi limpasan di saluran
- Panjang saluran – saluran cabang dan daerah tangkapan.
- Kapasitas masing – masing saluran dan pola aliran pada drainase
yang telah ada.
- Permasalahan – permasaahan yang di hadapi oleh penduduk yang
berada dilokasi penelitian.
3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapatkan dengan
menghubungi instansi- instansi ataupun institusi-institusi yang terkait
dengan rencana proyek.
Data-data sekunder yang diperlukan adalah :
- Peta Topografi
- Data curah hujan
- Data Penduduk

18
3.5 Teknik Analisis Data
Pada tahap ini dilakukan proses pengolahan data yang diperoleh baik itu
data primer ataupun sekunder. Pengolahan data ini terdiri dari beberapa
langkah dengan beberapa masukan ( input ) diantaranya :
- Peninjauan ke lapangan
- Pengumpulan data teknis
Data masukan ( input ) :
- Peta Topografi
- Peta hidrologi daerah aliran sungai.
- Data penunjang.
- Perencanaan Teknis

3.5.1 Analisis data hidrologi


Analisis data hidrologi yang diperlukan meliputi data debit, data
hujan, data kualitas air, daan daataa pasang surut.
- Data aliran
Data aliran sungai atau saluran, khususnya drainase Jalan P. Antasari
saat ini dan perkembangan masa mendatang perlu dipelajari untuk
menentukan usaha – usaha perbaikan sistem drainase. Frekuensi, debit
banjir maksimum, tinggi maksimum, dan durasi banjir pada Jalan
P.Antasari perlu dianalisis, khususnya untuk menentukan debit rencana.
Debit rencana ditentukan berdasarkan analisis frekuensi dari data debit
maksimum tahunan yang telah ada.
- Data hujan
Data debit biasanya pada saluran – saluran kecil yang masuk ke
dalam Jalan P.Antasari biasanya tidak ada, sebagai gantinya diperlukan data
hujan. Untuk mendapatkan data hujan di peroleh dai Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG).
- Data sedimen dan kualitas air

19
Data sedimen meliputi kuantitas, komposisi, dan strukturnya
diperlukan dalam merencanakan saluran drainase Jalan P.Antasari, terutama
dalam penentuan kecepatan minimum, serta biaya operasi dan
pemeliharaan (pengerukan).

3.5.2 Analisis data peta topografi


Data dari peta topografi dan kontur ini dapat digunakan untuk
perencanaan:
- Menentukan batas dan luas aliran drainase.
- Menentukan letak jumlah bangunan yang ada.
- Menentukan kemiringan saluran drainase yang telah ada.
- Menentukan arah aliran air drainase.

3.6 Waktu Penelitian


Adapun rencana waktu penelitian adalah sebagai berikut :
Tabel 3.3 Waktu Penelitian
FEBRUARI
JANUARI 2015 MARET 2015
No NAMA KEGIATAN 2015
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan judul
Analisa data
2
penelitian
3 Penulisan Bab I
4 Penulisan Bab II
5 Penulisan Bab III
Penyelesaian
6
Presentasi

20
3.7 Biaya Penelitian
Tabel 3.4 Biaya Penelitian
no Uraian Kegiatan Volume Harga Satuan Biaya
Pengumpulan dan
1
Analisa Data
- Analisa Data 100.000
- Testing dan
100.000
Implementasi

Bahan dan Peralatan


2
Penelitian
- Biaya Internet 3 Bulan 100.000 300.000

3 Perjalanan
-ongkos transportasi 3 trip 50.000 150.000

4 Administrasi
- Kertas A4 3 rim 40.000 120.000
- Tinta Printer 3 paket 100.000 300.000

5 Biaya Lain-lain
- fotocopy 4 paket 50.000 200.000
- Laporan Penyelesaian 2 bundel 40.000 80.000
Jumlah Biaya 1.250.000

21