Anda di halaman 1dari 7

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA PEMBIAYAAN

PROYEK PEKERJAAN
ANTARA
PT.PRIMA JAGAT NUSANTARA
DAN
PT.HILAL AMANAH QOLBU INTERNASIONAL
No.013/SPKP/PJN-HAQI/JKT-I/2020

Pada hari ini, Selasa tanggal 21 (dua puluh satu) Januari 2020 (dua Ribu Dua
Puluh ,Pukul 11.00 WIB (Waktu Indonesia Barat), yang bertanda tangan di bawah
ini:---------------------------------------------------------------

LISMAN ZASLI, yang dalam hal ini bertindak atas nama Direktur PT.PRIMA
JAGAT NUSANTARA yang didirikan berdasarkan akte Notaris No.45 Tanggal 06
Februari 2008 yang dibuat dihadapan Notaris Buntario Tigris,SH. di Jakarta Pusat
yang anggaran dasarnya telah mendapat pengesahan dari Mentri Hukum dan Hak
Asasi Manusia RI dengan Surat Keputusan tanggal 12 Maret 2008 Nomor: AHU-
12348.AH.01.01 Tahun 2008
Selanjutnya disebut sebagai.---------------------------------------------------
---------------------------------Pihak Pertama.-------------------------------

NASRULLOH yang dalam hal ini bertindak atas nama Direktur Utama PT.HILAH
AMANAH QOLBU INTERNASIONAL ,yang anggaran dasarnya tercantum dalam
akte pendirian nomor:02 Tanggal 07 Agustus 2017 yang dibuat dihadapan Notaris
Setia Budi SH yang berkedudukan di Kabupaten Bekasi JAWA BARAT dan telah
memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, Direktorat Jendral Admnistrasi Hukum Umum dengan surat
Keputusan Nomor:AHU-0033970.AH.01.01 TAHUN 2017
selanjutnya disebut sebagai-------------------------------------------------------
--------------------------------- Pihak Kedua.---------------------------------

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA disebut juga sebagai PARA
PIHAK, yang terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut :

1. PIHAK PERTAMA Adalah Perusahaan yang memiliki Dana cashcoll di


BANK MANDIRI CABANG GATOT SUBROTO JAKARTA PUSAT Atas Nama
PIHAK PERTAMA
2. PIHAK KEDUA Adalah Perusahaan yang memiliki Pekerjaan
3. PARA PIHAK Akan membuat Rekening Bersama atau untuk
menampung keluar masuknya Dana Kerjasama PARA PIHAK
4. PARA PIHAK Adalah Perusahaan yang mengadakan perjanjian
kerjasama dalam pembiayaan modal kerja Pekerjaaan dengan Bagi
Hasil 60%-40%
Dengan ini PARA PIHAK Sepakat untuk mengadakan Kerjasama Pembiayaan
berdasarkan ketentuan ketentuan sebagaimana tercantum dalam pasal pasal
dibawah ini :
BAB I
KENTUAN UMUM

Pasal 1
HAK DAN KEWAJIBAN

(1) PIHAK PERTAMA berhak Mengawasi penggunaan Dana dan


memutuskan dana anggaran kerja yang digunakan PIHAK KEDUA
untuk Pekerjaan tersebut Berdasarkan cashflow Dari PIHAK KEDUA
(2) PIHAK PERTAMA Berkewajiban memberikan Bukti Kesiapan Dana
Yang Berada di Bank Mandiri cabang utama gatot subroto untuk Modal
kerja PIHAK KEDUA
(3) PIHAK PERTAMA Berhak mengambil Jaminan Surat Deposito
Berjangka (SDB) dari PIHAK KEDUA Setelah Dana Pembiayaan Masuk
di Rekening Bersama PARA PIHAK
(4) PIHAK KEDUA Berhak Menggunakan Dana Hasil Pencairan Deposito
milik PIHAK PERTAMA sesuai dalam Pasal 1 ayat 2 berdasarkan
kebutuhan modal kerja perkerjaan Yang Disetujui Oleh PIHAK
PERTAMA
(5) PIHAK KEDUA Wajib menyiapkan Dana profisi,administrasi dan
asuransi Sebesar Rp.560,000,000,-( Lima Ratus Enam Puluh Juta Ribu
Rupiah) yang digunakan oleh PIHAK PERTAMA

Pasal 2
MEKANISME PEMBIAYAAN PEKERJAAN

Pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal I, harus dilaksanakan oleh PARA


PIHAK Yang disepakati sebagai berikut :

1.PIHAK PERTAMA Akan memberikan modal kerja kepada PIHAK KEDUA


Tahap pertama Sebesar Rp.10,000,000,000,-(Sepuluh Milyar Rupiah) Di
Rekening Bersama (atau) Para Pihak Setelah 14 Hari Kerja Bank.

2.PIHAK PERTAMA Akan memberikan Modal Kerja PIHAK KEDUA Tahap


Kedua Sebesar Rp.15,000,000,000,-(Lima Belas Milyar Rupiah) Di Rekening
Bersama berdasarkan pengajuan Cashflow PIHAK KEDUA
3.Petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA baik secara lisan dan
tulisan kepada PIHAK KEDUA Berdasarkan pengajuan Modal Kerja Pekerjaan
PIHAK KEDUA Kepada PIHAK PERTAMA

Pasal 3
JANGKA WAKTU

(1) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama terhitung sejak


ditanda tangani Kontrak Perjanjian pembiayaan yang dibuat Notaris yang
disepakati bersama
(2) Waktu penyelesaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, dapat
diubah oleh PARA PIHAK, kecuali adanya keadaan memaksa sebagaimana
telah diatur dalam KESEPAKATAN ini.

Pasal 4
JAMINAN PERJANJIAN

(1) Setelah menandatangani kontrak Perjanjian PIHAK KEDUA diwajibkan


memberikan dana Keseriusan sebesar Rp.560,000,000,-(Lima Ratus Enam
Puluh Juta Rupiah) dan akan dijamin Surat Deposito Berjangka (SDB) milik
PIHAK PERTAMA seri AE No.806322 No.CL:OPS.CO.JPM/528/2019
(2) Jaminan akan dikembalikan PIHAK KEDUA Setelah PIHAK PERTAMA
meberikan Dana Modal Kerja sesuai dengan Pasal 2 ayat 1&2
(3) Jaminan keseriusan menjadi milik PIHAK KEDUA apabila :
a. PIHAK PERTAMA tidak memberikan Dana Modal Kerja selama 21 Hari
Kerja Bank
b. PIHAK PERTAMA mengundurkan diri setelah menandatangani kontrak
Perjanjian Kerjasama yang telah di buat ke dua belah pihak

BAB II
KETENTUAN ADMINISTRASI UMUM

Pasal 6
TEKNIS PELAKSANAAN

(1) PARA PIHAK Sepakat akan mengatur dan mengelola pekerjaan secara
bersama sama dan dapat dipertanggung jawabkan oleh PARA PIHAK.
(2) PARA PIHAK Sepakat membagi keuntungan 60:40 setelah pengembalian
modal kerja sesuai kesepakatan bersama dengan perhitungan berdasarkan
cash flow PIHAK KEDUA
(3) PARA PIHAK SEPAKAT Membuka Rekening Bersama pada Bank yang
ditunjuk PARA PIHAK
(4) PARA PIHAK SEPAKAT Manajemen sepenuhnya diatur dan dikelola oleh
PIHAK KEDUA yang dilaporkan kepada PIHAK PERTAMA Setiap
bulannya

BAB III
KETENTUAN LAINYA

Pasal 7
PEMBATALAN PERJANJIAN

(1) PIHAK PERTAMA berhak membatalkan/memutuskan pekerjaan ini secara


sepihak dengan pemberitahuan tertulis tiga hari sebelumnya, setelah
memberikan peringatan/teguran tiga kali berturut-turut dan PIHAK
KEDUA tidak mengindahkan peringatan tersebut;
(2) Pembatalan/pemutusan perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tersebut dilakukan apabila PIHAK KEDUA melakukan hal-hal sebagai
berikut :
Memberikan keterangan tidak benar yang merugikan atau dapat
merugikan PIHAK PERTAMA;
Tidak dapat melaksanakan/melanjutan pekerjaan;
Memborongkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada PIHAK KETIGA
tanpa persetujuan PIHAK PERTAMA;
(3) Jika terjadi pembatalan/pemutusan kesepakatan secara sepihak oleh
PIHAK PERTAMA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersebut di atas,
maka PIHAK PERTAMA dapat menunjuk PIHAK LAIN untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut dan PIHAK KEDUA harus menyerahkan kepada PIHAK
PERTAMA segala dokumen yang berhubungan dengan Perjanjian ini.

Pasal 8
BEA MATERAI DAN PAJAK-PAJAK

Bea materai dan pajak-pajak yang timbul akibat dari Surat Kesepakatan
Kerjasama Pembiayaan ini seluruhnya dibebankan kepada PIHAK KEDUA,
dilunasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

BAB IV
PERSELISIHAN DAN PENYELESIAN PERSELISIHAN
Pasal 9
a. Kedua Belah Pihak sepakat apabila terjadi perselisihan dan masalah
yang disebabkan dengan kegiatan pelaksanaan pembiayaan ini maka
akan dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak untuk diselesaikan
secara mufakat.
b. Apabila penyelesaian masalah secara mufakat tidak ditemukan,maka
kedua belah pihak sepakat akan menempuh melalui proses hukum
Badan Arbitrase Nasional sesuai dengan Undang-undang dan mediasi
atau Alternatif penyelesaian sengketa ini mengikat kedua belah pihak,
dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama yang sama
besar

Pasal 10
RESIKO

(1) Jika pada waktu pelaksanaan terjadi kemacetan-kemacetan akibat tidak


tersedianya bahan dan alat- alat karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka
segala resiko akibat kemacetan pekerjaan tersebut menjadi tanggung
jawab PIHAK KEDUA.
(2) Apabila selama PIHAK KEDUA melaksanakan pekerjaan ini menimbulkan
kerugian PIHAK KETIGA (baik badan usaha maupun perorangan yang tidak
ada sangkut paut dengan kontrak ini) akibat kelalaian PIHAK KEDUA,
maka segala kerugian ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

Pasal 11
PENYELESAIAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN PENYELESAIAN

(1) Surat Kesepakatan kerjasama Pembiayaan ini dibuat dengan pengertian


tidak diharapkan timbulnya perselisihan, namun apabila terjadi
perselisihan pendapat tentang pelaksanaan, langkah pertama adalah
berupaya melakukan penyelesaian secara musyawarah oleh PIHAK
PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
(2) Apabila musyawarah telah dilakukan oleh kedua belah pihak, namun
ternyata tidak berhasil mencapai suatu kemufakatan maka Para Pihak
sepakat bahwa semua sengketa yang timbul dari kesepakatan ini akan
diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional sesuai dengan Undang-
undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan mediasi atau
Alternatif penyelesaian sengketa ini mengikat kedua pihak, dan biaya
penyelesaian perselisihan ditanggung bersama yang sama besarnya.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP
PASAL 12

(1) Dengan telah ditanda tangani Surat Kesepakatan Kerjasama Pembiayaan


ini oleh kedua belah pihak pada hari dan tanggal sebagaimana tersebut
diatas, maka seluruh ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal dan
lampiran-lampiran perjajian ini mempunyai kekuatan hukum mengikat
kedua belah pihak sebagaimana ketentuan dalam Pasal 1601 ayat (b) Kitab
Undang-undang Hukum Perdata.
(2) Surat Kesepakatan Kerjasama Pembiyaan Ini dibuat dalam rangkap 2
(Dua) bermaterai cukup masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA serta masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang
sama dan dinyatakan berlaku sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai
Kerja.

Demikian Surat Perjanjian Kerjasama Pembiayaan ini dibuat dalam keadaan


Sehat walafiat dan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

JAKARTA,21 JANUARI 2020

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


PT.PRIMA JAGAT NUSANTARA PT. HILAL AMANAH INTERNASIONAL

LISMAN ZASLI NASRULLOH


Direktur Utama Direktur Utama

SAKSI-SAKSI

1.AHMAD SUBECHI APRIYANTO

2.WURI ANJONO,SE