Anda di halaman 1dari 1

PELUMASAN

Pelumasan adalah suatu cara untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang
saling bergesekan dengan menambahkan suatu zat pelumas diantara permukaan tersebut.
Maksud dari gesekan itu sendiri adalah suatu bentuk gaya yang berlawanan dengan arah
gerak benda yang besarnya tergantung pada kondisi atau kekasaran permukaan dan beban
normal. Adanya gesekan (friction) akan mengakibatkan kehilangan energi dan mempercepat
keausan benda.

Tujuan Pelumasan

 Tujuan diadakan pelumasan adalah sebagai berikut:


 Mengurangi semaksimal mungkin gesekan yang terjadi diantara bagian-bagian yang
bergerak
 Mengusahakan agar keausan terjadi seminimal mungkin
 Mendinginkan bagian-bagian mesin yang panas akibat gesekan
 Menghalangi masuknya debu
 Mencegah terjadinya korosi

Bentuk Pelumas

Menurut Higgins dan Morrow (1995: hal 9.17) bahwa bentuk pelumas terbagi menjadi 4
yaitu:

1. Pelumas cair (oli)


Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, multigrade, tidak mudah terbakar,
tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling.
2. Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan pengental,
dengan kandungan oli 70% sampai 90%. Keuntungan dari penggunaan pelumas setengah
padat adalah merupakan penutup yang baik, biasanya lebih tahan terhadap suhu tinggi,
tidak tercecer dan penggantian tidak perlu sering. Sedangkan kerugiannya adalah
pendinginan kurang baik, friksi lebih besar, penanganan dan pengaplikasian lebih rumit
dan perlindungan yang kurang merata.
3. Pelumas padat
Kelebihan pelumas padat ini adalah dapat bekerja pada suhu operasi 2500C – 3000C dan
dibawah – 600C. Pada suhu tersebut pemakaian oli atau gemuk tidak memungkinkan lagi.
Pelumas padat dalam bentuk bedak, partikelnya berukuran 0,5 µm hingga beberapa µm.
Jenis pelumas padat ada dua, yaitu: graphite dan molybdenum disulphide.
4. Pelumas gas
Jenis pelumas gas digunakan untuk melumasi tempat-tempat yang tidak mungkin
dilumasi, karena mempunyai putaran kurang lebih 100.000 rpm. Biasanya diaplikasikan
pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi turbin gas.