Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PSIKOLOGI KEPERAWATAN
TENTANG EMOSI

Disusun Oleh :

Kelompok VII
1. Elsa Yuniar (1814401111)
2. Nasyaila Al Fathia (1814401119)
3. Fathul Muin Amir (1814401138)

Tingkat 1 Reguler 3

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN TANJUNG KARANG
TAHUN AJARAN 2018/2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala berkat dan karunia-
Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini
untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi yang berjudul “Emosi” sehingga mahasiswa
dapat mengetahui tentang reaksi psikologis-fisiologis di dalam tubuh manusia.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan
bimbingan serta dukungannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari
itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat mendidik dan membangun untuk
perkembangan tugas berikutnya.

Bandar Lampung, 29 Januari 2019

Kelompok 7

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ............................................................................................................................. i

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 4

A. Latar Belakang ................................................................................................. 4


B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 4
C. Tujuan ............................................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN TEORI .................................................................................. 6

A. Pengertian Emosi ............................................................................................. 6


B. Bentuk Reaksi Emosi ....................................................................................... 7
C. Keseimbangan Emosi ....................................................................................... 8
D. Pengaruh Emosi Bagi Perilaku ........................................................................ 10

BAB III PENUTUP ........................................................................................................ 13

A. Kesimpulan ...................................................................................................... 13
B. Saran................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering bertemu dengan istilah emosi,
misalnya ketika kita sedang dibuat marah oleh seseorang yang katakanlah si-A
dengan melakukan hal hal yang mengganggu ketenangan kita, pada awalnya kita
masih bisa sabar menghadapinya, namun lama kelamaan kesabaran itu mulai
habis dan rasa marah terpancing untuk keluar. Kemudian teman kita mengatakan “
sudah sudah, jangan dibawa emosi, nggak ada gunanya ngeladenin dia”.

Dari ilustrasi singkat diatas, kita dapat sedikit menggambarkan bahwa


pengertian emosi dalam perkataan seorang teman tersebut identik dengan istilah
amarah atau kemarahan. Tetapi apakah benar bahwa emosi itu adalah kemarahan,
apakah emosi merupakan kata lain dari marah?.

Ada juga yang mengatakan bahwa emosi itu bukan hanya marah saja, akan
tetapi bahagia juga merupakan bagian dari emosi. Emosi terbagi menjadi emosi
positif dan negatif. Marah merupakan salah satu contoh dari emosi negatif,
sedangkan bahagia merupakan salah satu contoh dari emosi positif.

Berdasarkan keragu raguan yang timbul dalam uraian diatas tentang apa
itu emosi, penulis ingin mengulas dan mengetahui lebih lanjut dan mendalam
tentang maksud dari emosi itu sendiri. Sehingga dalam makalah ini akan tersaji
ulasan ulasan tentang emosi yang dijelaskan dengan bahasa penulis sendiri.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, timbul beberapa
pokok permasalahan, diantaranya :
1. Apa yang dimaksud dengan emosi ?
2. Apa saja bentuk reaksi emosi ?
3. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan emosi ?
4. Apa saja pengaruh emosi bagi perilaku ?

4
C. Tujuan
Beberapa maksud atau tujuan penulis dalam pembuatan makalah ini
diantaranya :
1. Mengetahui pengertian emosi
2. Mengetahui bentuk reaksi emosi
3. Mengetahui keseimbangan emosi
4. Mengetahui pengaruh emosi bagi perilaku

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Emosi

Setiap individu pasti pernah mengalami suatu pengalaman yang


menyenangkan maupun menyedihkan. Diwaktu waktu tertentu terkadang kita
menjumpai suatu pengalaman yang menimbulkan suatu perasaan yang kuat, baik
itu rasa gembira, sedih, gelisah atau cemas maupun perasaan perasaan yang lain.
Perasaan perasaan yang muncul itu pasti membawa gejala gejala yang dapat
dirasakan oleh tubuh kita, seperti detak jantung yang bertambah cepat, dan tangan
yang gemetar. Sulit bagi kita untuk mendefinisikan apa itu emosi karena semua
akan memberikan pengertian yang berbeda beda menurut apa yang dirasakan.

Definisi emosi secara umum : Emosi adalah luapan perasaan yang


berkembang sebagai reaksi psikologis-fisiologis dan surut dalam waktu singkat.
Emosi bersifat subyektif. Emosi ada yang bersifat positif dan ada yang negatif.
Para psikolog mengkaji emosi dengan memberi perhatian yang sesuai dengan
urgensinya dalam kehidupan manusia. Emosi punya pengaruh terhadap kesehatan
mental dan fisik manusia, serta pengaruh terhadap perilaku pribadi dan sosial.
Emosi dengan pengertian ini, berpengaruh terhadap segala
aspek kepribadian individu, luar, dan dalam. Emosi dirasakan secara psiko-fisik
karena terkait langsung dengan jiwa dan fisik.

Pengertian emosi menurut para ahli:


a) Menurut George Miller: Emosi adalah pengalaman seseorang tentang
perasaan yang kuat, dan biasanya diiringi dengan perubahan-perubahan
fisik dalam peredaran darah dan pernapasan, biasanya juga dibarengi
dengan tindakan-tindakan pemaksaan.
b) Menurut Angels: Emosi adalah kondisi perasaan yang kompleks, yang
diiringi dengan beberapa gerakan atau aktivitas kelenjar. Atau, perilaku
yang kompleks yang didominasi oleh aktivitas lambung atau organ-organ
intrinsik.
c) Menurut Dr. Muhammad Najaati: Emosi adalah kekacauan hebat yang
meliputi segala aspek individu, dan berpengaruh terhadap perilakunya,

6
perasaannya, dan fungsi vitalnya. Asalnya dia muncul dari faktor
psikologis.
d) Menurut Dr. Abdullah Abdul Hayy Musa: Emosi adalah perubahan tiba-
tiba yang meliputi segala aspek individu, baik psikis maupun fisiknya.

B. Bentuk Reaksi Emosi


Bentuk-bentuk emosi menurut Daniel Goleman, yaitu :

1. Amarah adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa
pahit, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan kebencian patologis.
2. Kesedihan ialah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian,
ditolak, putus asa dan depresi.
3. Rasa takut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali,
sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik dan fobia.
4. Kenikmatan adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga,
kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang,
senang sekali dan mania.
5. Cinta ialah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti,
hormat, kasmaran dan kasih sayang.
6. Terkejut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi terkesiap, takjub dan terpana.
7. Jengkel adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka dan mau muntah.
8. Malu merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib dan hati hancur
lebur.
Dari deretan bentuk-bentuk emosi yang dikemukakan di atas, maka
berdasarkan penelitian dari Paul Ekman ternyata ada bahasa emosi yang dikenal

7
oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia yaitu emosi yang diwujudkan dalam bentuk
ekspresi wajah yang di dalamnya mengandung emosi takut, sedih, marah dan
senang. Ekspresi wajah seperti itu benar-benar dikenali oleh berbagai bangsa di
seluruh dunia meskipun memiliki budaya yang berbeda-beda dan bahkan
termasuk bangsa-bangsa yang buta huruf, tidak terpengaruhi oleh film dan siaran
televisi. Dengan demikian, maka ekspresi wajah sebagai representasi dari emosi
itu memiliki universalitas tentang perasaan emosi tersebut.

C. Keseimbangan Emosi
Keseimbangan emosi merupakan ciri pribadi yang sehat. Keseimbangan
emosi menjadi faktor terpenting bagi efektivitas nalar untuk mampu bekerja
secara baik. Orang yang dapat menjaga emosi sebagai orang yang kuat.Orang kuat
itu adalah bukan orang yang kuat dan hebat bergulat, tapi orang yang kuat adalah
orang yang dapat menjaga keseimbangan emosinya.
Dalam psikologi, keseimbangan emosi disebut dengan emotional stability,
karakteristik seseorang yang memiliki kontrol emosional yang baik. Terkadang
diistilahkan juga dengan emotional maturity (kedewasaan emosional), yaitu satu
keadaan mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional.
Sebaliknya, emosi yang tidak seimbang dapat mengakibatkan kecemasan
(anxiety), kegelisahan (nervous), kekhawatiran yang berlebih dan sikap tak
bertanggung jawab. Kondisi semacam ini bisa menghambat sistem kerja otak
menalar setiap masalah secara optimal sehingga dapat menyebabkan kebimbangan
yang berlarut.
Situasi semacam ini bisa ditimbulkan oleh faktor internal meliputi tingkat
kematangan emosi, pola berpikir, dan kualitas keyakinan .Dapat pula disebabkan
adanya pengaruh kuat dari faktor eksternal (seperti adanya rangsangan dari luar
diri dan menimbulkan egoisme yang berlebihan ). Karena itu, janganlah
mengambil keputusan dalam kondisi emosi tak seimbang ,maka nantinya akan
menciptakan masalah yang lebih rumit.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal
emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola
dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang lain.Emosi

8
adalah perasaan yang dialami individu sebagai reaksi terhadap rangsang yang
berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Emosi tersebut beragam,
namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti; marah, takut, sedih,
gembira, kasih sayang dan takjub.
1. Kecerdasan Emosi meliputi hal hal sebagai berikut:
a. Kemampuan mengenal emosi diri adalah kemampuan menyadari
perasaan sendiri pada saat perasaan itu muncul dari saat-kesaat
sehingga mampu memahami dirinya, dan mengendalikan dirinya, dan
mampu membuat keputusan yang bijaksana sehingga tidak
‘diperbudak’ oleh emosinya.
b. Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan menyelaraskan
perasaan (emosi) dengan lingkungannnya sehingga dapat memelihara
harmoni kehidupan individunya dengan lingkungannya/orang lain.
c. Kemampuan mengenal emosi orang lain yaitu kemampuan memahami
emosi orang lain (empaty) serta mampu mengkomunikasikan
pemahaman tersebut kepada orang lain yang dimaksud.
d. Kemampuan memotivasi diri merupakan kemampuan mendorong dan
mengarahkan segala daya upaya dirinya bagi pencapaian tujuan,
keinginan dan cita-citanya. Peran memotivasi diri yang terdiri atas
antusiasme dan keyakinan pada diri seseorang akan sangat produktif
dan efektif dalam segala aktifitasnya
e. Kemampuan mengembangkan hubungan adalah kemampuan
mengelola emosi orang lain atau emosi diri yang timbul akibat
rangsang dari luar dirinya. Kemampuan ini akan membantu individu
dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara memuaskan dan
mampu berfikir secara rasional (IQ) serta mampu keluar dari tekanan
(stress).
Manusia dengan Kecerdasan Emosi( EQ )yang baik, mampu
menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan, mudah
bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada
komitmen.mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik.

9
Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan dan memahami
untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yang memiliki kecerdasan
emosi yang baik, dapat memahami perasaan orang lain, dapat membaca yang
tersurat dan yang tersirat, dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal. Semua
pemahaman tersebut akan menuntunnya agar bersikap sesuai dengan kebutuhan
dan tuntutan lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yang memiliki
kecerdasan emosi yang baik, sekaligus kehidupan sosialnya juga baik. Tidak lain
karena orang tersebut dapat merespon tuntutan lingkungannya dengan tepat .
Di samping itu, kecerdasan emosional mengajarkan tentang integritas
kejujuran komitmen, visi, kreatifitas, ketahanan mental kebijaksanaan dan
penguasaan diri. Oleh karena itu kecerdasan emosi mengajarkan bagaimana
manusia bersikap terhadap dirinya (intra personal) seperti self awamess (percaya
diri), self motivation (memotivasi diri), self regulation (mengatur diri), dan
terhadap orang lain (interpersonal) seperti empathy, kemampuan memahami orang
lain dan social skill yang memungkinkan setiap orang dapat mengelola konflik
dengan orang lain secara baik .
Dalam bahasa agama , Kecerdasan Emosi adalah kepiawaian menjalin
"Hablun minan naas". Pusat dari Kecerdasan Emosi adalah "Qalbu" . Hati
mengaktifkan nilai-nilai yang paling dalam, mengubah sesuatu yang dipikirkan
menjadi sesuatu yang dijalani. Hati dapat mengetahui hal-hal yang tidak dapat
diketahui oleh otak. Hati adalah sumber keberanian dan semangat , integritas dan
komitmen. Hati merupakan sumber energi dan perasaan terdalam yang memberi
dorongan untuk belajar, menciptakan kerja sama, memimpin dan melayani.

D. Pengaruh Emosi Bagi Perilaku


Pengaruh Emosi Terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik
Dibawah ini adalah beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap
perilaku individu di antaranya sebagai berikut:
a. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil
yang telah dicapai.
b. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan
sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi)

10
c. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang
mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup
(nervous) dan gagap dalam berbicara.
d. Terganggu penyesuaian social, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
e. Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya
akan mempengarui sikapnya dikemudian hari, baik terhadap dirinya
sendiri maupun terhadap orang lain. (Yusuf, 2004 : 115).

Sedangkan perubahan emosi terhadap perubahan fisik (jasmani) antara lain


sebagai berikut :
a. Reaksi elektris pada kulit: meningkat bila terpesona,
b. Peredaran darah: bertambah cepat bila marah,
c. Denyut jantung: bertambah cepat bila terkejut,
d. Pernapasan: bernapas panjang kalau kecewa,
e. Pupil mata: membesar mata bila marah,
f. Liur: mengering kalau takut atau tegang,
g. Bulu roma: berdiri kalau takut,
h. Pencernaan: mencret-mencret kalau tegang,
i. Otot: ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot menegang atau bergetar
(tremor),
j. Komposisi darah: komposisi darah akan ikut berubah karena emosional
yang menyebabkan kelenjar-kelenjar lebih aktif. (Sunarto, 2002:150).

Rasa marah, kesal, sedih atau gembira adalah hal yang wajar yang
tentunya sering dialami remaja meskipun tidak setiap saat. Pengungkapan emosi
itu ada juga aturannya. Supaya bisa mengekspresikan emosi secara tepat, remaja
perlu pengendalian emosi. Akan tetapi, pengendalian emosi ini bukan merupakan
upaya untuk menekan atau menghilangkan emosi melainkan:
a. Belajar menghadapi situasi dengan sikap rasional
b. Belajar mengenali emosi dan menghindari dari penafsiran yang berlebihan
terhadap situasi yang dapat menimbulkan respon emosional. Untuk dapat
menanfsirkan yang obyektif, coba tanya pendapat beberapa orang tentang
situasi tersebut.

11
c. Bagaimana memberikan respon terhadap situasi tersebut dengan pikiran
maupun emosi yang tidak berlebihan atau proporsional, sesuai dengan
situasinya, serta dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan social.
d. Belajar mengenal, menerima, dan mengekspresikan emosi positif (senang,
sayang, atau bahagia dan negative (khawatir, sedih, atau marah).

Kegagalan pengendalian emosi biasanya terjadi karena remaja kurang mau


bersusah payah menilai sesuatu dengan kepala dingin. Bawaannya main perasaan.
Kegagalan mengekspresikan emosi juga karena kurang mengenal perasaan dan
emosi sendiri sehingga jadi “salah kaprah” dalam mengekspresikannya.
Karena itu, keterampilan mengelola emosi sangatlah perlu agar dalam proses
kehidupan remaja bisa lebih sehat secara emosional. Keterampilan mengelola
emosi misalnya sebagai berikut:
a. Mampu mengenali perasaan yang muncul
b. Mampu mengemukakan perasaan dan dapat menilai kadar perasaan
c. Mampu mengelola perasaan
d. Mampu mengendalikan diri sendiri
e. Mampu mengurangi stress.

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-
perubahan fisik. Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari
dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah
laku yang tampak. Sejumlah penelitian tentang emosi remaja menunjukkan bahwa
perkembangan emosi mereka bergantung kepada faktor kematangan dan faktor
belajar. Suasana emosional yang penuh tekanan di dalam keluarga berdampak
negatif terhadap perkembangan remaja. Sebaliknya suasana penuh kasih sayang,
ramah, dan bersahabat amat mendukung pertumbuhan remaja menjadi manusia
yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Dengan meningkatnya usia anak,
semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka telah mempelajari
reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu
berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya.
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan, guru dapat melakukan
beberapa upaya dalam pengembangan emosi remaja misalnya: konsisten dalam
pengelolaan kelas, mendorong anak bersaing dengan diri sendiri, pengelolaan
diskusi kelas yang baik, mencoba memahami remaja, dan membantu siswa untuk
berprestasi.

B. Saran
Mata kuliah ini, merupakan salah satu mata kuliah yang sangat penting
dan wajib dipelajari oleh semua mahasiswa, untuk itu harapan kita kedepan
supaya mata kuliah ini dapat dipahami lebih dalam oleh seluruh mahasiswa.
Semoga makalah ini dapat berguna dan bisa menjadi bahan bacaan bagi
kita kedapan yang mungkin dapat menambah wawasan kita, terutama dalam
pemahaman, pengendalian emosi dan juga pengembangan emosi yang bisa
menguntungkan bagi diri sendiri dan juga orang lain.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anda Juanda, 2006, Pengembangan Nilai-Nilai Afektif pada Remaja melalui


Pendidikan Keluarga
Hurlock, E. (2002). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Sunarto dan Agung, Hartono, 2002, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Yusuf, Syamsu, 2004, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung,
Remaja Rosda Karya.
Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika, 2005, Landasan Bimbingan dan
Konseling. Bandung : Remaja Rosdakarya.

14