Anda di halaman 1dari 10

PANDUAN PENYUSUNAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Disusun oleh:
Tim Penyusun RPP
PENGAWAS SMP KABUPATEN BOGOR

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR


DINAS PENDIDIKAN
2020
A. Rasional
Rencana Pelakasanan Pembelajaran atau RPP menurut Permendikbud
Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu
pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi
Dasar (KD). Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran
untuksetiap bahan kajian mata pelajaran. Untuk menyusun RPP perlu
diperhatikan komponen penyusunannya yang terdiri atas;

a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;


b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,
dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian
kompetensi;
i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar,
atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan
penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.
Terdapat dua (2) Permendikbud yang mengatur RPP, yaitu Permendikbud
Nomor 22 Tahun 2016 dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Kedua
Permendikbud ini memiliki perbedaan terkait dengan rumusan format atau
sistematika. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 hanya mencantumkan 13
komponen yang ada dalam RPP, tanpa mencantumkan rumusan format atau
sistematikanya. Permendikbud Nomor 103 2014 mencantumkan 13 komponen
yang ada di RPP beserta rumusan format atau sistematikanya.

Sebenarnya format atau sistematika penyusunan RPP tidak diikat dalam


Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 sehingga guru memiliki kebebasan
untuk merumuskan sistematika RPP selama komponen-komponennya
dituliskan. Namun demikian, dalam konsep pengembangan RPP, sistematika
disarankan untuk mengacu pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Di
dalam perjalanannya, sebagian guru merasa keberatan atau terbebani
dengan rumusan format atau sistematika yang ada. Untuk menjawab
keresahan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Surat Edaran tersebut tidak membatalkan rumusan atau sistematika RPP


yang sudah ada melainkan memberikan alternatif kepada guru untuk
menyederhanakan penyusunan RPP dengan memuat 3 komponen inti
yaitu; tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan penilaian
pembelajaran. Dengan adanya Surat Edaran ini, guru memiliki kebebasan
untuk menggunakan format RPP yang sudah ada atau menyusun sendiri
RPP dengan mencatumkan komponen inti dimaksud.

B. Perumusan Format RPP Jenjang SMP


Konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran disusun
berdasarkan pertemuan untuk menyelesaikan per pasang IPK (Indikator
Pencapaian Kompetensi) yaitu IPK KD 3 dan IPK KD 4. Penyelesaian IPK per
pasang (IPK KD 3 dan IPK KD 4) dapat ditempuh dalam satu pertemuan atau
lebih. Pemahaman ini didasari bahwa IPK merupakan satu kemampuan
mendasar yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk
mencapai keutuhan tujuan yaitu Kompetensi Dasar. Keberadaan IPK tidak
bisa dipisah-pisah antara IPK KD 3 Pengetahuan dan IPK KD 4 Keterampilan
sebagaimana konsep KD yang mesti harus berpasangan antara KD 3
Pengetahuan dan KD 4 Keterampilan. Sementara sikap yang dimaksud dalam
pencapaian kemampuan dasar adalah sikap yang dibutuhkan untuk
mendukung kemampuan tersebut yang tersirat dalam aktivitas pembelajaran.
Hal ini sebangun dengan konsep kompetensi yang diterapkan di dalam SKKNI
di mana sebuah kompetensi terdiri dari beberapa elemen kompetensi (setara
IPK) dan setiap elemen kompetensi ditempuh atau dibuktikan melalui
pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Berdasarkan perumusan konsep IPK berpasangan di atas, maka alokasi waktu


yang dibutuhkan merupakan alokasi waktu untuk pencapaian IPK (per pasang)
sehingga tidak berkaitan langsung dengan alokasi waktu per pertemuan. Hal
ini dikarenakan pencapaian IPK membutuhkan satu kesatuan waktu yang
belum tentu dan tidak harus diselesaikan dalam 1 pertemuan.

Berdasarkan pada ketentuan bahwa di dalam 1 Kompetensi Dasar terdapat


minimal 2 IPK, maka jumlah lembar/halaman RPP untuk 1 pasang KD adalah
sama dengan jumlah IPK (per pasang) yang mesti ditempuh. Kalkulasi ini
dihasilkan dari konsep 1 RPP sama dengan 1 lembar/halaman. Selanjutnya,
yang perlu diperhatikan adalah bahwa di dalam RPP tersebut harus memuat 3
komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, dan penilaian
pembelajaran (asesmen) seperti yang termaktub di dalam Surat Edaran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 14 Tahun 2019 Tentang
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

C. Langkah-Langkah Penyusunan RPP:


1. Identitas a. Mata Pelajaran
b. Kelas/Semester
c. Alokasi Waktu
2. Tujuan a. Dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan
Pembelajaran kata kerja operasionalyang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
b. Dituangkan dalam bentuk deskripsi, memuat
kompetensi yang hendak dicapai oleh peserta didik
c. Memberikan gambaran proses pembelajaran
d. Memberikan gambaran pencapaian hasil pembelajaran
3. Langkah a. Terintegrasi:
Pembelajaran 1) Kompetensi dasar mata pelajaraan lain
a) 4C (kemampuan berkomunikasi, kemampuan
berinteraksi, kemampuan berpikir lebih luas
dari HOTS):
 Critical thinking (berpikir kritik): proses
konseptualisasi, menerapkan,
menganalisis, dan mengevaluasi melalui
berpikir deduktif dan induktif (sintesis dari
Scriven dan Paul, 1984; Facione, dkk.,
1995; Scheffer dan Rubenfield, 2000).
 CREATIVITY (kreativitas):
kemampuan mengembangkan solusi,
ide, konsep, teori, prosedur, produk
inovasi adalah bentuk kreativitas
(sintesis antara Fullan, 2013 dan
OECD, 2014)
 COLLABORATION (kerjasama) :
kemampuan kerjasama dalam kelompok
baik tatap muka atau melalui komunikasi
duia maya untuk memecahkan masalah,
menyeleaikan konflik, membuat
keputusan, dan negosiasi untuk mencapai
tujuan tertentu (sinteis antara Lai, 2011
dan Dede, 2010)
 COMMUNICATION (berkomunikasi):
kemampuan mengemukakan pikiran atau
pandangan dan hasil lain dalam bentuk
lisan, tulisan, menggunakan IT, dan
kemampuan mendengar, kemampuan
memahami (revisi dari Fullan, 2013,
Canada, 2014)
b) HOTs (High Order Thingking Skill),
penge,bangan pembelajaran berorientasi
pada keterampilan berpikir tingkat tinggi.
c) Literasi antara lain: Baca Tulis, Numerasi,
Sains, Finansial, Digital, dan Budaya dan
Kewargaan
d) Heutagogy (Self Determine Learning), yaitu
pembelajaran yang ditentukan oleh diri sendiri,
menghindari dominasi guru dalam
pembejalaran (student centered)
e) Menumbuhkan nilai-nilai karakter
f) Pembelajaran yang memfasilitasi kecerdasan
majemuk peserta didik.
b. Pembelajaran dirancang: interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi
pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik
c. Dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan
penutup
1) Kegiatan Pendahuluan:
menyiapkan peserta didik secara psikis
dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
memberi motivasi belajar peserta didik secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan
internasional, serta disesuaikan dengan
karakteristik dan jenjang peserta didik;
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari;
menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2) Kegiatan Inti (pertemuan ke-1, kedua, dst):
menggunakan model pembelajaran,
metode pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar yang
disesuaikan dengan karakteristik peserta
didik dan mata pelajaran.
Menggunakan pendekatan saintifik atau
pendekatan lain yang relevan dengan
karakteristik materi dan mata pelajaran.
Mengembangkan sikap melalui proses
afeksi mulai dari menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, hingga
mengamalkan (seluruh aktivitas
pembelajaran berorientasi pada tahapan
kompetensi yang mendorong peserta
didik untuk melakukan aktivitas tersebut)
Mengembangkan pengetahuan melalui
aktivitas mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi, hingga mencipta.
Mengembangkan keterampilan melalui
kegiatan mengamati, menanya, mencoba,
menalar, menyaji, dan mencipta.
Seluruh isi materi mata pelajaran yang
diturunkan dari keterampilan harus
mendorong peserta didik untuk
melakukan proses pengamatan hingga
penciptaan.
3) Kegiatan Penutup
 guru bersama peserta didik baik secara
individual maupun kelompok melakukan
refleksi untuk mengevaluasi hal-hal berikut.
 seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan
hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya
secara bersama menemukan manfaat
langsung maupun tidak langsung dari hasil
pembelajaran yang telah berlangsung;
 memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran;
 melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pemberian tugas, baik tugas individual maupun
kelompok; dan
 menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan

Penilaian Hasil 1. Sesuai dengan kompetensi (IPK dan atau KD)


Belajar 2. Sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dalam
pembelajaran
3. Sesuai materi pembelajaran
4. Memuat soal HOTS dan soal-soal keterampilan
khusus mata pelajaran (misalnya Agama, Seni
Budaya, Bahasa, dll)
5. Memuat:
a) Lingkup penilaian: sikap, pengetahuan,
keterampilan
b) Teknik penilaian
1) Sikap: observasi, jurnal, penilaian diri, penilaian
antar teman
2) Pengetahuan: tes tulis, tes lisan, penugasan
3) Keterampilan: praktik, proyek, portofolio
c) Bentuk instrument
1) Lembar observasi, lembar penilaian diri, lembar
penilaian antar teman
2) Soal pilihan ganda, soal esai, isian singkat, dll
(mengembangkan soal HOTS/tingkat berpikir
tinggi dari suatu kemampuan kognitif)
3) Rubrik praktik/unjuk kerja, rubric proyek, rubrik
portofolio
Lampiran Hal-hal yang mendukung
1. uraian materi yang memang diperlukan
2. instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman
penskoran, dll

D. Contoh Rumusan Format RPP


Perhatikan tabel Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
berikut:
KD 3 KD 4
3.1 Memahami konsep, teknik dan 4.1 Memeragakan adegan fragmen

prosedur dasar seni peran untuk sesuai konsep, teknik dan prosedur

pementasan fragmen seni peran

IPK 3 IPK 4

3.1.1 Mendeskripsikan konsep seni


peran dalam adegan fragmen 4.1.1 Menuliskan jabaran adegan

fragmen berdasar konsep seni

Peran

3.1.2 Mendeskripsikan teknik dan 4.1.2 Memeragakan adegan fragmen

prosedur dasar seni peran untuk sesuai teknik dan prosedur dasar

pementasan fragmen seni peran

Di dalam tabel terdapat 2 pasang IPK yaitu IPK 3.1.1 dan 4.1.1 serta IPK
3.1.2 dan 4.1.2. yang dikembangkan dari KD 3.1 dan KD 4.1. Dengan
demikian RPP disusun menjadi 2 lembar/halaman sesuai jumlah pasang IPK
untuk mencapai pemenuhan Kompetensi Dasar seperti terjabar di bawah.

RPP untuk IPK 3.1.1 dan 4.1.1

Mata Pelajaran Seni Budaya – Seni Teater


Kelas/Semester VII/Gasal
Alokasi Waktu 3 JP
Tujuan KD 3 KD 4
Pembelajaran: 3.1 Memahami konsep, 3.1 Memeragakan adegan
teknik dan prosedur fragmen sesuai konsep,
Peserta didik dapat dasar seni peran untuk teknik dan prosedur seni
mendeskripsikan pementasan fragmen Peran
konsep seni peran
dalam pragmen, dan IPK 3 IPK 4
menuliskan jabaran 3.1.1 Mendeskripsikan 4.1.1 Menuliskan jabaran
adegan pragmen konsep seni peran adegan fragmen
berdasar konsep seni dalam adegan berdasar konsep
peran melalui fragmen seni Peran
penerapan model
pembelajaran
discovery learning
dengan benar dan
teliti.

Materi Jabaran adegan fragmen berdasar konsep seni peran


Pembelajaran
Model: Langkah Pembelajaran:
Discovery Learning 1. Merumuskan pertanyaan:
(guided) Guru menayangkan video fragmen dan menjelaskan
konsep adegan dan pemeranan dalam fragmen dan
Produk: memberikan video fragmen lainnya untuk dikaji serta
Tabel adegan format tabel adegan yang harus diisi.
dalam fragmen Peserta didik dalam kelompok mengobservai video
yang diberikan

Deskripsi: 2. Merencanakan penyelidikan:


Peserta didik
Peserta didik merencanakan dan membagi pekerjaan
secara kolaboratif
untuk mengkaji adegan dan konsep pemeranan
membuat tabel
dengan bimbingan Guru
yang berisi jabaran
adegan dalam
3. Mengumpulkan dan menganalisis data:
sebuah fragmen
Peserta didik mencari informasi atas arahan Guru,
Alat, Bahan, dan menganalisis jabaran adegan sesuai konsep
Media: pemeranan dalam fragmen berdasar video dan
Video fragmen menyusunnya dalam tabel yang telah diberikan, dan
Buku pelajaran mempresentasikannya.
Literatur
mengenai teater 4. Menarik simpulan:
Format tabel Peserta didik menarik simpulan dalam bentuk deskripsi
adegan fragmen dari tabel yang telah dibuat dengan bimbingan Guru.
Alat tulis
5. Aplikasi dan tindak lanjut:
Guru memilihkan salah satu adegan sesuai tabel dan
meminta peserta didik menirukannya secara
berkelompok

Peserta didik mempresentasikan peniruan adegan


secara berkelompok.
Asesmen:

Tes tertulis: konsep dasar seni peran (aksi-reaksi, kolaborasi, dan bahasa
tubuh dalam komunikasi), adegan, dan fragmen.

Portofolio: kesesuaian format dan keterbacaan tabel adegan disertai


keterangan pemeran, latar, pesan adegan, dan keterangan konsep dasar
pemeranan.