Anda di halaman 1dari 1

Jakarta - Obat asam lambung ranitidin sebelumnya ditarik dari peredaran oleh Badan Pengawas

Obat dan Makanan (BPOM) karena kekhawatiran cemaran zat N-Nitrosodimethylamine (NDMA).
Cemaran ini dalam pemakaian jangka panjang dikaitkan dengan risiko kanker.

Namun demikian dalam surat edaran terbaru tanggal 20 November 2019, BPOM memutuskan untuk
kembali mengizinkan peredaran beberapa obat. Alasannya karena obat-obat ranitidin itu terbukti
tidak tercemar NDMA melebihi ambang batas.

"Dalam rangka kehati-hatian dan perlindungan kepada masyarakat, pada tanggal 11 Oktober 2019
Badan POM telah memerintahkan seluruh industri farmasi pemegang izin edar untuk menghentikan
sementara produksi, distribusi, dan peredaran produk ranitidin," tulis BPOM dalam surat yang
ditujukan untuk asosiasi profesi.

Baca juga: Daftar Lengkap Obat Maag Ranitidin yang Ditarik BPOM Terkait Risiko Kanker

"Produk ranitidin yang tidak tercantum dalam Lampiran, dinyatarakan ditarik (recall) dari peredaran
serta dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, industri
farmasi dapat memproduksi kembali dan mengedarkan produknya setelah memastikan bahwa hasil
produksinya tidak mengandung NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan," lanjut BPOM.

Total ada sekitar 37 obat ranitidin yang dapat diedarkan kembali. Ada produk obat yang seluruh
betsnya dapat langsung diedarkan tapi ada juga produk yang sebagian betsnya harus ditarik dan
dimusnahkan.

"Masyarakat dapat mengetahui informasi terkait produk-produk ranitidin melalui website Badan Pom
atau melalui aplikasi Cek BPOM. Badan Pom akan terus memperbaharui informasi sesuai dengan
daya yang terbaru," tulis surat edaran.

Daftar lengkap obat asam lambung Ranitidin yang sudah dinyatakan aman dan boleh dipakai
lagi,