Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PENGGANTIAN KOMPRESOR DI WORKSHOP


DI PT. DAIKIN AIR CONDITIONING INDONESIA

PAKET KEAHLIAN : TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA

OLEH:

NAMA : I GUSTI NGURAH DARMA SAPUTRA


NIS : 23787
KELAS : XI TP

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 DENPASAR


2015-2016
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Hari : Senin
Tanggal : 23 Mei 2016

Pembimbing Sekolah, Pembimbing Industri,

I Nyoman Mawa, S.Pd, M.Pd Nyoman Agus Surya Atmaja


NIP. 1963 0901 1986 031 028

Koordinator Praktik Kerja Lapangan, Ketua Paket Keahlian,

Drs. I Wayan Candra, M.Pd Drs. Haryono


NIP. 196308271 198803 1 015 NIP. 1962 0626 1989 031 015

ii
KATA PENGANTAR

“Om Swastyastu”

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Ida
Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) karena berkat rahmat beliau,
saya dapat menyelesaikan Laporan Prakter Kerja Lapangan dengan tepat waktu.
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak I Ketut Suparsa, ST, MT. sebagai Kepala SMK Negeri 1 Denpasar.
2. Bapak Drs. I Wayan Candra, M.Pd. sebagai Koordinator Praktik Kerja
Lapangan.
3. Bapak Drs. Haryono selaku Ketua Kompetensi Keahlian.
4. Bapak Agus Surya Atmaja selaku Direktur PT. DAIKIN
AIRCONDITIONING INDONESIA
5. Bapak Bayu Andi Suganda selaku pembimbing di Industri.
6. Bapak I Nyoman Mawa, S.Pd, M.Pd. selaku pembimbing di Sekolah.
7. Semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan.

Saya menyadari bahwa Laporan yang telah saya buat tidaklah sempurna.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
memperbaiki Laporan saya ini. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

“Om Çantih Çantih Çantih Om”

Denpasar, 23 Mei 2016

I G N DARMA SAPUTRA

iii
DAFTAR ISI

Halaman
JUDUL ……………………………………………………………………. i
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ………………………….... ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………….... iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………... iv
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………….. v

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………... 1


1.1. Latar Belakang ……………………………………………. 1
1.2. Tujuan Pembuatan Laporan ………………………………. 2
1.3. Pembatasan Ruang Lingkup …………………………….... 2

BAB II KAJIAN TEORITIS ………………………………………..... 4


2.1. Tinjauan Umum …………………….……………………... 4
2.2. Konstruksi / Model ………………….…………………...... 7
2.3. Nama Bagian dan Fungsi ….…………….……………….... 10
2.4. Cara Kerja ………………….…………………………….... 12
2.5. Gangguan Gangguan ……….……………………………... 17
2.6. Keselamatan Kerja …………………………………..……. 18

BAB III PELAPORAN ……………………………………………….. 20


3.1. Pemeriksaan ……….……………………………………..... 20
3.2. Pengukuran .……………………………………………...... 23
3.3. Kesimpulan Gangguan ……………………………………. 23
3.4. Memasang dan Menyetel ………………………………..... 24

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………... 25


4.1. Kesimpulan ………………………………….…………..... 25
4.2. Saran ……………………………………….……………... 26

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………........ 27

iv
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Tinjauan Umum
Gambar 2.1 Siklus Kompresi Uap ………………………………………… 4
Konstruksi / Model
Gambar 2.2.1 Swing Compressor ................................................................. 7
Gambar 2.2.2 Rotary Compresor ………………………………………………. 7
Gambar 2.2.3 Valve Pada Outdoor ……………………………………….. 8
Gambar 2.2.4 Siklus Accumulator ………………………………………... 9
Cara Kerja
Gambar 2.4.1 AC Daikin Tipe Standar …………………………………… 12
Gambar 2.4.2 Pemasangan Modul Kelistrikan di Kompresor …………… 15
Gambar 2.4.3 Pemasangan Kabel Sumber ………………………………. 15
Pemeriksaan
Gambar 3.1.1 Pemasangan Pipa …………………………………………. 21
Gambar 3.1.2 Pemasangan Kabel ……………………………………….. 22

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Siswa sebagai insan akademis yang mempelajari ilmu-ilmu dasar dan
perekayasaan sebatas pada teori saja sangat kurang memahami dan
mengetahui secara mendalam aktualitas dilapangan. Sedangkan dalam dunia
kerja memerlukan pengalaman dan pengetahuan yang menyeluruh dan
kompleks.
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang bertujuan
untuk memperkenalkan secara nyata akan dunia kerja, sesuai dengan bidang
yang ditekuni, sehingga diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan
pengetahuan. Hal ini dapat dicapai dengan dikenalkannya segala
kelengkapan pada dunia kerja disertai dengan permasalahan yang ada di
dalamnya. Saya memilih PT. DAIKIN AIR CONDITIONING
INDONESIA untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dikarenakan
perusahaan ini merupakan salah satu cabang perusahaan mesin pendingin
ruangan.
PT. Daikin Air Conditioning Indonesiaa merupakan perusahaan
dalam bidang pendingin yang hanya mengkhusus kepada Air Conditioner.
Perusahaan cabang ini bertugas sebagai customer service dan sparepart
untuk para pelanggan produk AC komersial DAIKIN di wilayah Pulau Bali.
PT. Daikin Air Conditioning Indonesia ini hanya ada satu cabang di Bali
yaitu tepatnya di Jl. Buluh Indah 51 X Denpasar, Pemecutan-Kaja, Bali.
Saya memilih PT. Daikin Air Conditioning Indonesia menjadi Industri
tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan salah satunya karena
lokasinya dekat dari sekolah. Sehingga sangat memudahkan jika akan
melakukan kegiatan lain di sekolah sepulang PKL.
Selain itu, saya memilih PT. Daikin Air Conditioning Indonesia
sebagai tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan karena mendapat
rekomendasi dari guru pembimbing dan kakak kelas yang terdahulu. Mereka
mengatakan PT. Daikin Air Conditioning Indonesia cocok untuk pemula

1
seperti saya. Karena dalam pelaksanaan PKL, para siswa yang mengalami
masalah dalam memahami mengenai bagian-bagian dari AC itu sendiri dan
cara menyelesaikan masalah yang sering dijumpai di lapangan yang akan
dibantu dengan sukarela oleh pembimbing PKL dari PT. Daikin Air
Conditioning Indonesia. Dengan demikian, siswa akan mendapatkan
pengetahuan lebih dan mendapatkan pengalaman baru.
Sedangkan latar belakang pembuatan laporan ini adalah sebagai
sarana penyampaian seluk beluk dari proses pembelajaran secara nyata
mengenai AC berdasarkan pengalaman yang saya jumpai ketika PKL di PT.
Daikin Air Conditioning Indonesia. Laporan ini dapat menjadi gambaran
singkat mengenai apa saja yang telah saya pelajari. Dengan demikian para
Bapak / Ibu guru dapat mengukur kemampuan siswa setelah melakukan
Praktik Kerja Lapangan.

1.2 Tujuan Pembuatan Laporan


Dari pembuatan laporan ini, saya berharap agar tujuan baik dari awal dapat
tercapai. Tujuan pembuatan laporan ini antara lain :
1. Meningkatkan Kompetensi siswa dalam pembuatan laporan.
2. Meningkatkan ketelitian siswa dalam melaporkan aspek yang dibahas.
3. Menumbuhkan dan melatih siswa dalam membuat karya tulis.
4. Memperoleh pengalaman belajar dalam karya tulis.
5. Meningkatkan etos kerja.
6. Memperoleh pengalaman kerja sesuai standar industri.
7. Bukti secara tertulis telah melaksanakan praktik di Industri.
8. Untuk mendapatkan nilai praktik Industri.

1.3 Pembatasan Ruang Lingkup


Dari sekian banyak topik pekerjaan, topik yang akan saya sampaikan
pada laporan ini adalah pengerjaan penggantian kompresor. Batasan ruang
lingkup dari laporan yang dapat saya sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Laporan difokuskan pada pengecekan unit outdoor dari kemungkinan
mengalami gangguan pada kompresor.

2
2. Laporan hanya membahas mengenai prosedur kerja yang mencakup
aspek pemeriksaan kondisi unit, langkah dalam bekerja, dan keselamatan
kerja.
3. Unit outdoor yang dicek adalah unit outdoor AC split DAIKIN satu fasa
dan berskala kecil.

3
BAB II
KAJIAN TEORITIS

2.1 Tinjauan Umum


Untuk mendapatkan efek pendinginan pada unit tata udara
diperlukan sebuah sistem refrigerasi. Sistem Kompresi Uap merupakan
mesin refrigerasi yang menggunakan fluida penukar kalor (refrigerant) yang
bersikulasi terus-menerus. Selama bersikulasi refrigerant tersebut akan
selalu mengalami perubahan wujud, karena adanya efek dari kompresi,
kondensasi, ekspansi, dan evaporasi refrigerant.

Gambar 2.1 Siklus Kompresi Uap

Sesuai dengan proses yang terjadi didalam siklus refrigerasi, sistem


refrigerasi kompresi uap mempunyai 4 komponen yang saling berinteraksi
satu sama lain. Komponen tersebut terdiri dari :
1. Evaporator untuk proses evaporasi liquid refrigerant.
2. Kompresor untuk meningkatkan tekanan gas refrigerant dari sisi
tekanan rendah kompresor (kompresi).
3. Kondensor untuk proses kondensasi gas refrigerant.

4
4. Pipa Kapiler untuk menurunkan tekanan liquid refrigerant yang
akan masuk ke evaporator.
Sesuai dengan isi laporan yang dibahas, kompresor dalam Sistem
Refrigerasi Tata Udara sangat penting untuk jalannya siklus refrigerasi.
Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigerant) agar
tetap bersirkulasi di dalam sistem. Fungsi dari kompresor adalah untuk
menaikan tekanan dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor
lebih tinggi dari evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari
refrigeran. Kompresor dirancang dan diproduksi untuk dapat dipakai dalam
jangka waktu yang lama, karena kompresor merupakan jantung utama dari
sistem refrigerasi kompresi uap dan juga kapasitas refrigerasi.
Penggantian kompresor dapat dilakukan apabila kompresor tersebut
telah dilakukan pengecekan dan divonis macet, tidak adanya kompresi, dan
shortbody. Pada halaman selanjutnya akan dijelaskan mengenai pemicu
kerusakan pada kompresor.

Pemicu Kerusakan Pada Kompresor


Sebelum memulai pekerjaan perbaikan maka diperlukan investigasi
yang menyeluruh dan teliti. Banyak factor yang menyebabkan/ memicu
kerusakan kompresor adalah sebagai berikut :
1. Kelebihan Beban
Kelebihan beban terjadi karena adanya gas yang telalu banyak
untuk dipompa oleh kompresor sehingga kompresor tidak mampu
memompa lagi mengakibatkan putaran rotor berhenti/pelan dan arus
sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan kompresor rusak.
2. Kehabisan Oli.
Kehabisan oli terjadi karena adanya kebocoran pada sistem
refrigran sehingga oli keluar dari sistem refrigran yang mengakibatkan
mesin berputar tanpa pelumas dan mengakibatkan panas yang berlebih,
panas yang sangat tinggi mengakibatkan kumparan terbakar dan
overload rusak.
3. Arus dan Tegangan
Arus dan tegangan sangat menentukan kerusakan yang terjadi pada
kompresor, walau pun kompresor baru kalau arus dan tegangan tidak

5
sesuai dapat mengakibatkan kerusakan, sebab kumparan motor sangat
peka dengan arus dan tegangan.
4. Kapasitor Mati
Kapasitor adalah alat yang digunakan untuk menggeser fasa
sehingga kutub bantu mempunyai kecendrungan ke kanan atau ke kiri
karena itulah kapasitor sangat berperan penting pada motor kapasitor,
sehingga kalau kapasitor mati rotor tidak dapat berputar karena tidak
mempunyai kecendrungan yang mengakibatkan lilitan terbakar karena
terjadi arus pendek pada lilitan.
5. Buntu
Kebuntuan yang terjadi pada sirkulasi refrigran dapat
menyebabkan kompresor bekerja sangat keras sebab pada pipa tekan,
tekanan menjadi sangat tinggi dan pada pipa hisap menjadi sangat
rendah, hal ini menyebabkan kompresor overload karena kelebihan
beban. Kebuntuan dapat terjadi pada semua bagian sirkulasi refrigran
namun yang paling sering terjadi kebuntuan adalah pada expansi sebab
expansi adalah bagian yang paling kecil jalurnya dibanding yang lain.
Kebuntuan dapat diatasi dengan flasing atau mengganti bagian yang
buntu.
6. Salah Pengisian
Kesalahan pengisian refrigran atau oli dapat menyebabkan
kerusakan pada kompresor, ini karena kompresor dirancang sedemikian
rupa oleh pabrik untuk diisi dengan refrigran dan oli tertentu saja, jika
kompresor diisi dengan refrigran dan oli yang tidak ada pada ketentuan
dapat mengakibatkan komponen-komponen yang ada kompresor
menjadi rusak karena tidak cocok dengan refrigran dan oli.
7. Aus dan Karat
Keadaan kompresor yang sudah tua sering menimbulkan keausan
dan karat hal ini adalah wajar jika kompresor sudah berusia 5-10 tahun.
Keausan yang terjadi pada kompresor biasanya pada piston ini ditandai
dengan tidak dinginnya evaporator, arus kecil, tekanan freon pada pipa
tekan dan pipa hisap tidak jauh berbeda. Karat dapat terjadi pada body
kompresor dan dapat menimbukan bocor pada kompresor. Kompresor yg
telah aus atau berkarat sebaiknya diganti.

6
2.2 Konstruksi / Model
Pt. Daikin Air Conditioning Indonesia menggunakan jenis Swing
Compressor dan Rotary Compressor untuk pendinginan rumah tinggal.
Swing Compressor biasanya terdapat pada unit AC Daikin Model baru, yaitu
unit AC Inverter Daikin. Sedangkan Rotary Compressor terdapat pada unit
AC Standar Daikin.

Pipa Hisap Pipa Tekan

Motor Connector

Accumulator

Gambar 2.2.1 Swing Compressor Gambar 2.2.2 Rotary Compresor

Konstruksi Kompresor
Konstruksi dari kedua kompresor diatas sama saja. Pada gambar
2.2.1 dan gambar 2.2.2, pipa tekan pada kompresor terhubungkan pada
kondensor, dari kondensor terhubung dengan filter dryer, dari filter dryer
terhubung dengan pipa kapiler. Kondensor, filter dryer, dan pipa kapiler
terletak pada bagian dalam unit outdoor. Dari pipa kapiler terhubung dengan
evaporator yang melewati valve kecil yang terletak pada bagian luar sisi
outdoor. Sedangkan evaporator terletak dibagian dalam unit indoor. Dari
evaporator kembali terhubung ke kompresor yaitu pada pipa hisap di
kompresor, dari evaporator ke kompresor melewati valve besar yang

7
terketak dibagian luar sisi outdor yang berdekatan dengan velve kecil.
Berikut adalah gambar dari valve tersebut.

Pada gambar 2.2.3 diatas, valve kecil memiliki


3 2 koneksi yaitu pada
5
angka 1 dan 2, angka 1 menunjukkan pipa yang terkoneksi ke pipa kapiler
Gambar 2.2.3 Valve Pada Outdoor
menggunakan las, dan angka 2 adalah valve yang koneksinya menggunakan
flaring yang terkoneksi ke evaporator.
Sedangkan pada valve besar memiliki 3 koneksi, yaitu 3, 4, dan 5.
Angka 3 merupakan pipa yang terkoneksi ke kompresor tepatnya di bagian
pipa hisap kompresor yang cara koneksinya dilas, angka 4 adalah valve yang
terkoneksi ke pipa yang dari evaporator yang koneksinya menggunakan
flaring, dan angka 5 adalah biasa disebut pentil adalah tempat memvacuum
dan atau pengisian gas refrigerant.
Dan yang terakhir adalah angka 6, yakni switch valve-nya. Switch
ini mengatur jalur keluar masuknya fluida dan menggunakan kunci L untuk
mengaturnya.
Selain yang tertera diatas, terdapat juga accumulator. Accumulator
berfungsi untuk mencegah ikut terbawanya partikel refrigeran cair yang
tidak menguap sempurna ke dalam ruang kompresor. Prinsip kerjanya
adalah dengan memisahkan antara partikel cair dengan partikel uap
refrigeran.

8
Gambar 2.2.4 Siklus Accumulator

Gambar di atas memaparkan cara kerja dari accumulator secara


umum. Pada kompresor swing unit AC split, accumulator tampak menyatu
dengan kompresor dan seolah olah satu kesatuan (lihat gambar 2.2.1 dan
gambar 2.2.2). Namun, prinsip kerjanya sama seperti skema pada gambar
2.2.4. Berikut adalah penjelasan singkatnya.
Ketika tidak terjadi penguapan sempurna di evaporator, fluida dari
evaporator akan berbentuk uap refrigeran dan refrigeran cair. Fluida yang
berbentuk cair akan diendapkan di accumulator. Sementara fluida uap akan
diteruskan menuju ke kompresor. Semua pemisahan ini didasarkan pada
sifat zat cair yang berat dan cenderung merembes ke tempat yang lebih
rendah dan zat gas bersifat ringan.
Selain accumulator bagian yang dapat diamati dari bagian kompresor
yang terakhir adalah motor connector. Kompresor adalah motor induksi
yang mengonsumsi arus listrik. Tentu saja terdapat terminal untuk
menghubungkan gulungan kompresor dengan arus listrik. Untuk kompresor
satu fasa, terdapat berbagai model terminal yang pada dasarnya sama, yakni
terdiri atas terminal common (C), terminal starting (S), dan terminal running
(R).

9
2.3 Nama Bagian dan Fungsi
Sebelum memulai penggantian kompresor hal pertama yang harus
dilakukan adalah mengecek semua kelengkapan alat dan bahan yang akan
diperlukan. Pada bagian ini, saya menjelaskan apa saja alat dan bahan
beserta fungsinya yang digunakan dalam melakukan proses penggantian
kompresor.

1. Alat-alat
No Nama Alat Gambar Fungsi
Untuk membuka baut yang
berbentuk pipih dan bisa
digunakan untuk
1 Obeng -
mencongkel sesuatu yang
sulit dibuka menggunakan
tangan.
Untuk melepas atau
mengencangkan baut atau
2 Obeng + skrup yang berbentuk
seperti bentuk tambah (+)
Untuk mengecek atau
mengetahui ada tidaknya
suatu tegangan listrik. Bila
LED tespen menyala saat
ditempelkan pada salah
3 Tespen
satu terminal, maka bagian
dari terminal tersebut
berarus (fasa), bila tidak
menyala, bagian terminal
tersebut adalah N (netral).
Untuk memotong, menjepit
atau memegang, sekaligus
Tang
4 mengencangkan baut.
Kombinasi
Dapat diatur sesuai
kebutuhan.
Untuk memotong kawat
Tang dan kabel.
5
Potong

10
Untuk membuat
sambungan mata ayam dan
Tang bisa juga digunakan untuk
6
Cucut memegang benda yang
sulit dipegang
menggunakan tangan.
Untuk melepas dan
Kunci memasang mur/ baut dan
7
Inggris nappel yang ukurannya
tidak standar.
Untuk membuka dan
8 Kunci L menutup keran/ valve pada
unit dibagian outdoor.

Berguna untuk mengukur


sifat besarnya arus listrik
Tang
9 dalam konduktor.
Ampere

Berguna untuk mengukur


tegangan AC dan DC,
mengukur kuat arus DC,
10 Multimeter mengukur nilai hambatan
sebuah resistor, dan
mengecek hubung singkat /
koneksi.
Untuk mengetahui
Gauge besarnya tekanan gas
11 refrigeran yang terdapat
Manifold
dalam sistem pendingin.
Untuk mengosongkan
refrigeran dari sistem
pendingin sehingga dapat
menghilangkan gas-gas
Vacuum
12 yang tidak terkondensasi
Pump
seperti udara dan uap air.
Hal ini dilakukan agar tidak
mengganggu kerja mesin
refrigerasi.
Untuk menambal,
menyambung atau melepas
13 Alat Las
sambungan pipa pada
sistem pendingin AC.

11
Flaring berfungsi untuk
mengembangkan ujung
pipa agar dapat disambung
dengan sambungan berulir.
Alat
Sedangkan Swaging
Flaring
14 berfungsi untuk
dan
membesarkan ujung pipa,
Swaging
agar 2 pipa yang
diameternya sama dapat
disambung dengan cara
mengelas.
Digunakan untuk
Tubing memotong pipa.
15
Cutter

2. Bahan
Nama
No Gambar Fungsi
Bahan
Berfungsi sebagai fluida
1 Gas Freon yang bersikulasi di seluruh
sistem pendingin (AC).

Berfungsi untuk mengecek


kebocoran pada sambungan
2 Air Sabun
yang dilas maupun yang
menggunakan flaring.

2.4 Cara Kerja Penggantian Kompresor

Gambar 2.4.1 AC Daikin Tipe Standar

12
Sesuai dengan apa yang saya pelajari di tempat saya melakukan
Praktik Kerja Lapangan (PKL). Berikut saya akan menjelaskan hal-hal apa
saja yang dilakukan dalam penggantian kompresor di workshop / bengkel
tempat saya PKL. Unit yang akan saya jelaskan adalah unit outdoor Daikin
tipe standar. Sebelum proses penggantian kompresor dilakukan siapkan
terlebih dahulu alat-alat dan bahan yang akan digunakan pada saat
melakukan peenggantian kompresor seperti yang telah dijelaskan pada
bagian Nama Bagian dan Fungsi diatas, dan jangan lupa mempergunakan
kelengkapan K3. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum
memulai proses penggantian kompresor.

1. Mengecek Keadaan Unit Kompresor


Sebelum memulai kegiatan penggantian kompresor, hal yang
dilakukan adalah mengecek motor connector pada kompresor, apakah
pada motor connector / terminal C, S , dan R dengan body kompresor
terdapat hubung singkat atau sering dikenal dengan sebutan short body.
Adanya Short Body dapat diukur dengan cara menggunakan multimeter.
Hal pertama ketika akan mengecek Short Body pada kompresor
adalah bongkar terlebih dahulu cover/ tutup outdoor. Lepas modul
kelistrikannya, dan mulailah mengukur Short Body pada kompresor.
Cara mengukur adanya hubung singkat dengan menggunakan multimeter
adalah atur terlebih dahulu selector pada multimeter, arahkan pada
volume pendeteksi. Ukur terlebih dahulu terminal antara C dengan S, C
dengan R, dan S dengan R menggunakan tes lead dari multimeter untuk
mengetahui terminal tersebut masih aktif atau tidak berfungsi, pada saat
mengukur tersebut terdapat bunyi seperti “ttiiiitttt” pada multimeter
berarti terminal tersebut dalam keadaan normal. Selanjunya untuk
pengecekan Short Body tempelkan salah satu tes lead ke terminal C dan
tes lead yang satunya tempelkan ke body kompresor, jika terdapat bunyi
pada multimeter itu menandakan antara terminal C dengan Body
Kompresor Short Body. Lakukan hal yang sama seperti penjelasan diatas
terhadap terminal S dan R.

13
Unit AC yang kompresornya Short Body harus dilakukan
penggantian kompresor karena kompresor yang Short Body divonis
rusak. Apabila motor connector dalam keadaan normal, adapun tahap
pengecekan selanjutnya adalah seperti yang tertera dibawah ini.

2. Mengecek Kinerja Kompresor


Setelah pengecekan Short Body dilakukan tahap selanjutnya
adalah mengecek kinerja dari kompresor. Untuk pengecekan kinerja
kompresor, pertama kompresor harus terlepas dari outdoor dengan
menggunakan alat las. Sebelum melepas kompresor perhatikan terlebih
dahulu apakah didalam unit outdoor/ kompresor masih ada gas freon
atau tidak. Adanya freon yang sebelumnya di pump down didalam unit
dapat diketahui dengan cara melihat kedua valve, jika kedua valve
tertutup bisa saja didalam unit masih terdapat gas freon. Jika masih
terdapat gas freon didalamnya, buang gas tersebut secara perlahan,
dengan cara membuka valve menggunakan kunci L secara perlahan.

a. Melepas Kompresor
Setelah gas selesai dibuang, baru kita dapat melepas kompresor
dari unitnya. Sebelum mulai mengelas perhatikan terlebih dahulu
keadaan disekeliling, setelah aman baru bisa dimulai proses
pengelasan. Siapkan alat las dan tang sebagai alat pembantu terlebih
dahulu, nyalakan api las, selanjutnya lepas sambungan pipa hisap
dan pipa tekan dengan melelehkan tembaga las dan cabut pipa yang
disambung menggunakan tang. Setelah semua sambungan terlepas,
keluarkan kompresor dari dalam unit.

b. Pengecekan Kinerja Kompresor


Pada saat kompresor sudah terlepas, mulailah mengecek kinerja
kompresor, hal pertama yang dilakukan adalah memasang kembali
modul kelistrikan pada terminal C, S, dan R tersebut sesuai dengan

14
wirring diagram yang tertera pada outdoor tanpa memasang
hubungan kabel ke van motor.

Gambar 2.4.2 Pemasangan Modul Kelistrikan di Kompresor

Apabila modul telah terpasang pada kompresor, berikut adalah


pemasangan kabel dari sumber.

Gambar 2.4.3 Pemasangan Kabel Sumber

15
Pada saat akan pengecekan kinerja kompresor, pengecekan
kinerja kompresor tentu perlu menggunakan sumber listrik, pada
gambar Pemasangan Kabel Sumber diatas mungkin ada sedikit yang
kurang, sekarang saya akan menjelaskan pemasangan kabel sumber
ketika pengecekan kinerja kompresor. Pertama, pasang kabel fasa
pada terminal L pada modul, dan pasang kabel nol pada terminal N,
dan juga pasang kabel jumper dari terminal 1 ke terminal 2, seperti
pada gambar Pemasangan Kabel Sumber diatas.
Setelah kabel untuk kesumber terpasang, pasang tang ampere
pada fasa dari sumber dan hudupkan tang ampere, kemudian
colokkan steker ke kontak-kontak / sumber tegangan. Pada
pengecekan ini terdapat 2 jenis kerusakan yaitu Kompresor Macet
dan Tidak terdapatnya Kompresi pada Kompresor.
1. Kompresor Macet ini ditandakan pada saat sumber tegangan
tersambung, hidupnya kompresor mengeluarkan suara yang
berisik dan sangat mengganggu dan juga ditandakan ampere
kompresor tinggi melebihi ampere normal kompresor. Unit yang
kompresornya macet harus dilakukan penggantian kompresor
yang baru, karena divonis rusak.
2. Tidak Terdapatnya Kompresi pada Kompresor ditandakan
dengan pada saat sumber tegangan tersambung, ampere
kompresor normal namun pada pipa tekan tidak terdapat
hebusan angina yang kuat. Sama juga pada pipa hisap, pada pipa
hisap sama sekali tidak terdapat hisapan. Unit yang
kompresornya tidak terdapat kompresi harus dilakukan
penggantian kompresor yang baru, karena divonis rusak.

Jika kedua pernyataan diatas tidak terjadi pada saat pengecekan


kinerja kompresor berarti kompresor tersebut dalam keadaan normal
dan maka dari itu tindakan selanjutnya adalah mengganti oli
kompresor, karena kemungkinan besar oli kompresornya kotor. Dan
jika tidak terdapat kerusakan pada kompresor pasti salah satu dari

16
komponen yang lain yang rusak, seperti kondensor bocor atau
modulnya bermasalah.

3. Pemasangan Kompresor Baru


Proses penggantian kompresor dengan yang baru dilakukan
apabila terdapat salah satu kerusakan dari kompresor lama/asli seperti
Kompresor Macet, Short Body, dan tidak terdapatnya kompresi pada
kompresor. Hal pertama yang dilakukan pada saat memasang kompresor
baru adalah mengecek kelengkapan kompresor baru tersebut.
Selanjutnya letakkan kompresor pada tempat semula dan pasang kembali
mur pada setiap kaki kompresor dan kencangkan menggunakan kunci
inggris. Selanjutnya pasang kembali pipa seperti semula, pasang pipa
hisap kompresor dengan pipa besar yang terhubung dengan valve dan
pasang pipa tekan dengan pipa ke kondensor, pemasangan pipa tersebut
menggunakan alat las. Sesudahnya mengelas, dinginkan sambungan
tersebut menggunakan lap basah. Pasang kembali modul kelistrikannya
seperti semula, dan rakit kembali seperti memasang kembali covernya
seperti semula. Dan unit siap dilakukan pengetesan, proses pengetesan
unit akan dijelaskan pada Bab selanjutnya.

2.5 Gangguan-gangguan
Pada proses penggantian kompresor ada beberapa gangguan yang
sering saya jumpai ditempat saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.
Gangguan pertama yang saya jumpai adalah saat proses pembuatan api las,
pada saat saya membuat api las sering kali api yang saya buat tidak
sempurna seperti yang diperlihatkan oleh tenisi yang membimbing saya
disana. Tetapi sedikit demi sedikit hal tersebut bisa saya lakukan hampir
dengan baik karena teknisi yang selalu mengajari saya dengan baik.
Kedua, gangguan yang saya alami juga mengenai pengelasan,
sebelum saya diajari mengelas, mengelas adalah hal yang tersulit bagi saya
karena pernah satu kali saat saya mengelas dan membuat lubang di pipa
yang saya las, dan sekarang mungkin mengelas tidak lagi menjadi kendala /

17
gangguan bagi saya, karena teknisi disana yang mengajari saya, dan telah
lama saya PKL disana menjadi sudah terlalu sering bagi saya mengelas.
Ketiga, selain mengelas gangguan-gangguan yang pernah saya
jumpai di workshop adalah kurangnya peralatan-peralatan kerja, karena
dibawa oleh teknisi lain yang bertugas keluar dan gas freon yang terbatas.
Itu menyebabkan tertundanya pekerjaan yang ada di bagian workshop.
Dan yang terakhir, dalam penyusunan laporan ini terdapat langkah-
langkah yang tidak saya mengerti, terutama dalam menuliskan apa-apa saja
yang harus dicamtumkan dalam laporan. Tetapi dengan bimbingan kakak-
kakak kelas dan teman yang memberikan saya gambaran-gambaran, saya
akhirnya dapat menyelesaikan laporan ini meski masih banyak terdapatnya
kekurangan.

2.6 Keselamatan Kerja


Prinsip keselamatan kerja yang saya terapkan dalam proses
penggantian kompresor adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Untuk menerapkan prinsip K3 dalam melakukan pekerjaan apapun saya
selalu melakukannya dengan serius dan berhati-hati, menjaga tempat kerja
terlihat bersih dan terbebas dari gangguan-gangguan saat bekerja, dan
memakai seragam kerja.
Selain itu, saya juga selalu memperhatikan teknisi yang bekerja
sebelum saya mengambil pekerjaan. Dan juga selalu memperhatikan dan
melaksanakan ajaran dari teknisi, karena teknisi pasti sudah tau dan
mengenal bagaimana cara mengatasi permasalahan keselamatan dalam
bekerja.
Bukan hanya itu saja, pada saat melakukan pekerjaan yang
berhubungan dengan listrik juga sangat membahayakan bagi keselamatan
kerja, maka dari itu sangat perlu bimbingan/ pengawasan dari teknisi atau
guru yang bersangkutan, karena saya belum sepenuhnya mengenal berbagai
kelistrikan seperti modul dan PCB pada unit AC.
Maka dari itu, marilah kita bersama-sama menjaga Keselamatan dan
Kesehatan Kerja didalam maupun diluar diri kita, walaupun mengerjakan

18
pekerjaan yang sangat sepele bukan berarti pekerjaan itu aman bagi kita,
jadi Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus sangat diperhatikan, agar
semua pekerjaan atau diluar pekerjaan berjalan dengan kondusif dan sesuai
rencana.

19
BAB III
PELAPORAN

Pada bagian pelaporan ini, saya akan melaporkan mengenai hasil dari
proses penggantian kompresor yang baru tersebut. Setelah kompresor selesai
diganti, maka harus dilanjutkan dengan proses pengujian / pengetesan unit
tersebut.

3.1 Pemeriksaan
Yang dilakukan setelah proses penggantian selesai adalah tahap
pemeriksaan unit. Pemeriksaan unit dilakukan bertujuan untuk memastikan
apakah unit bila telah selesai penggantian kompresor / telah selesainya
proses perbaikan, unit telah kembali dengan normal atau belum.
Diketahui terlebih dahulu unit yang dibawa ke bagian workshop oleh
konsumen adalah unit outdoornya saja, karena hanya pada bagian
outdoornya yang bermasalah seperti pada laporan yang saya bahas kali ini,
komponen yang bermasalah / rusak adalah kompresornya. Maka dari itu
untuk memeriksa / mengetes unit yang telah selesai perbaikan tersebut
adalah menggunakan unit indoor daikin yang memang fungsinya sebagai
pengetesan unit outdoor yang rusak.
Berikut akan dijelaskan tahap-tahap pemeriksaan unit pada tempat saya
melaksanakan Praktik Kerja Industri.
Pertama mulailah dengan memasang instalasi pemipaannya, sebelum
memulai pemasangan lihat terlebih dahulu kondisi dari pipa (memang telah
disediakan khusus untuk penyambungan indoor – outdoor) yang akan
dipasang, seperti flaringnya dan ada bengkok yang serius. Jika tidak ada
masalah, pasang kedua pipa yang terhubung langsung ke unit indoor. Pasang
pipa hisap lebih dulu untuk memudahkan mengatur pemasangan pipa
selanjutnya, yaitu pipa kecil. Penyambungan pipa dilakukan dengan cara
flaring kemudian yang dikencangkan menggunakan kunci inggris.

20
Gambar 3.1.1 Pemasangan Pipa

Kedua, vacuum seluruh sistem instalasi unit tersebut, dengan


memasang manifold : selang yang ditengah-tengah disambung ke vacuum
dan selang yang sebelah kiri / yang berwarna biru sambung ke valve/ keran
pengisian dan pengosongan. Setelah terpasang nyalakan vacuum dan tunggu
selama kurang lebih 15 menit.
Selanjutnya, sambil menunggu proses vacuum selesai, agar tidak
membuang-buang waktu, lakukan pemasangan kabel sumber dan kabel
kiriman dari indoor, saat pemasangan kabel ini perhatikan terlebih dahulu
MCB-nya agar pada saat pemasangan kabel tidak terdapat aliran arus listrik
yang membahayakan keselamatan. Pada saat pemasangan kabel kiriman dari
indoor, pemasangan ini berbeda dari aslinya unit outdoor dan indoor berbeda
tipenya. Unit outdoor yang di-cek adalah tipe standart menggunakan freon
R410a sedangkan unit indoor yang disediakan di Perusahaan Daikin/ tempat
saya melakukan praktik hanya indoor yang tipe Inverter.

21
Gambar 3.1.2 Pemasangan Kabel

Kabel kiriman dari indoor ada 3 kabel, yaitu 1 (fasa) kabel berwarna
coklat, 2 (nol) digunakan kabel yang berwarna kuning, 3 (kiriman ke
outdoor) digunakan kabel warna biru. Karena tipe dari indoor dan outdoor
berbeda. Kabel kiriman atau 3 dari indoor tidak dipasang ke outdoor, kabel 1
(fasa) kabel yang berwarna coklat dipasang dengan fasa dari sumber yaitu ke
terminal L di outdoor/ bisa juga dipasang ke terminal 1 di outdoor, dan kabel
2 (nol) kabel kuning dari indoor dipasang dengan kabel nol yaitu ke terminal
N di outdoor/ juga dapat dipasang ke terminal 3 di outdoor. Sedangkan
terminal 1 dan terminal 2 pada outdoor dipansang kabel jumper supaya
terdapat fasa di terminal 2.
Setelah pemasangan kabel dan vacuum selesai, lakukan pengisian gas
freon, freon atau gas refrigeran yang digunakan adalah R410a. untuk
pengisian gas tutup terlebihdahulu keran pada manifold dan matikan
vacuum. Dan pindahkan sambungan selang dari vacuum pump ke tabung
gas. Pengisian gas R410a pada saat pengisian tabung harus dibalik supaya
tidak hanya gas yang masuk kedalam sistem. Cara pengisian gas, pertama
buka keran pada tabung gas, sebelum membuka keran pada manifold buang
sedikit gas terlebih dahulu dengan cara mengendorkan sedikit sambungan

22
pada selang dimanipold yang ditengah-tengah. Setelah itu balik tabung
refrigeran dan buka keran pada manifold agar gas sudah sedikit masuk
kedalam sistem.
Selanjutnya saat gas sedikit masuk kedalam sistem, pasang tang
ampere pada kabel fasa dari sumber. Kemudian hidupkan MCB. Isi gas
secara perlahan. Karena menggunakan R410a isi gas sampai dengan tekanan
mencapai pada 140-150 psi, dan tidak boleh lebih dari itu. Untuk arusnya
lihat pada nameplate di outdoor, arus yang ditunjukkan oleh tang ampere
harus sesuai dengan arus yang ditetapkan yang tertulis di bagian nameplate
outdoor.
Apabila pipa tekan / pipa kecil membeku itu artinya gas didalam
sistem masih kurang, jika pipa besar dipegang dan sudah terasa dingin dan
indoor sudah terasa sejuk dan dingin, itu diartika unit telah kembali normal.
Dan tahap pemeriksaan / pengecekan telah selesai. Biarkan unit dalam
keadaan pengecekan sementara waktu untuk memastikan keadaan unit
benar-benar normal. Ketika pengecekan unit terasa sudah mencukupi,
pumpdown unit tersebut. karena unit akan dikembalikan kepada sang
pemilik karena telah selesai diperbaiki dan unit kembali normal.

3.2 Pengukuran
Hal yang dapat diukur saat melakukan pengecekan / pemeriksaan
diatas adalah pada saat proses pengisian gas refrigerant ketika pada pipa
kecil terdapat seperti es membeku itu dapat dipastikan karena didalam
sistem masih kekurangan gas refrigerant, dan dengan hanya mengecek pipa
besar kida dapat mengetahui apakah pada indoor telah dingin atau belum,
dengan cara hanya memegan dan merasakan apakan pipa besar dingin atau
tidak pada saat melakukan pengecekan / pemeriksaan unit.

3.3 Kesimpulan Gangguan


Pada hal ini tidak banyak gangguan-gangguan yang saya jumpai,
hanya saja pada saat pemasangan instalasi pemipaan sering kali dapat
menghambat pekerjaan bagi saya, tetapi dengan arahan-arahan dari

23
pembimbing ditempat saya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan,
pemasangan instalasi pemipaan dapat saya lakukan dengan baik.

3.4 Memasang dan Menyetel


Setelah dilakukannya proses tahap pemeriksaan / pengecekan unit dan
unit telah kembali normal, tahap selanjutnya adalah pemasangan dan
penyetelan unit ditempat konsumen atau tempat semula unit tersebut
dipasang atau juga pengembalian unit kepada sang pemilik, tetapi PT.
Daikin Air Conditioning Indonesia di Bali atau tempat dimana saya
melaksanakan PKL tidak / jarang melayani penanganan pemasangan unit,
karena PT. Daikin Air Conditioning Indonesia di Bali hanya mengkhusus
pada service dan sparepart AC. Biasanya yang melakukan proses memasang
dan menyetel adalah teknisi yang diluar Daikin.
Memasang dan menyetel pada dasarnya sama halnya seperti pada
proses pemeriksaan / pengecekan unit tersebut, tetapi yang membedakannya
adalah tempat pemasangan dan dipasang dengan unit indoor yang asli /
pasangan dari unit outdoor tersebut, dan memastikan kembali sudah atau
belumnya unit dengan keadaan normal apabila telah selesai pemasangan dan
penyetelan unit.

24
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
PT. Daikin Air Conditioning Indonesiaa merupakan perusahaan
dalam bidang pendingin yang hanya mengkhusus kepada Air Conditioner.
Perusahaan cabang ini bertugas sebagai customer service dan sparepart
untuk para pelanggan produk AC komersial DAIKIN di wilayah Pulau Bali.
Saya memilih PT. Daikin Air Conditioning Indonesia menjadi Industri
tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan salah satunya karena
lokasinya dekat dari sekolah. Sehingga sangat memudahkan jika akan
melakukan kegiatan lain di sekolah sepulang PKL. Untuk tujuan pembuatan
laporan ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam pembuatan
laporan, meningkatkan ketelitian siswa dalam melaporkan aspek yang
dibahas, menumbuhkan dan melatih siswa dalam membuat karya tulis,
memperoleh pengalaman belajar dalam karya tulis, dan untuk mendapatkan
nilai praktik Industri. Sedangkan batasan ruang lingkup dari laporan ini
adalah aporan difokuskan pada pengecekan unit outdoor dari kemungkinan
mengalami gangguan pada kompresor, laporan hanya membahas mengenai
prosedur kerja yang mencakup aspek pemeriksaan kondisi unit, langkah
dalam bekerja, dan keselamatan kerja, unit outdoor yang dicek adalah unit
outdoor AC split DAIKIN satu fasa dan berskala kecil.
Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin
(refrigerant) agar tetap bersirkulasi di dalam sistem. Kompresor dirancang
dan diproduksi untuk dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, karena
kompresor merupakan jantung utama dari sistem refrigerasi kompresi uap
dan juga kapasitas refrigerasi. Pt. Daikin Air Conditioning Indonesia
menggunakan jenis Swing Compressor dan Rotary Compressor untuk
pendinginan rumah tinggal. Swing Compressor biasanya terdapat pada unit
AC Daikin Model baru, yaitu unit AC Inverter Daikin. Sedangkan Rotary
Compressor terdapat pada unit AC Standar Daikin. Pada proses penggantian
kompresor alat-alat dan bahan yang perlu disiapkan adalah obeng -, obeng +,

25
tespen, tang kombinasi, tang potong, tang cucut, kunci inggris, kunci L, tang
ampere, multimeter, gauge manifold, vacuum pump, alat las, alat flaring dan
swaging, tubing cutter, gas freon, dan air sabun. Untuk proses atau cara kerja
penggantian kompresor adalah meliputi mengecek keadaan unit kompresor,
mengecek kinerja kompresor, dan pemasangan kompresor baru. Pada
pengecekan kinerja kompresor ada dua jenis kerusakan pada kompresor
yaitu kompresor macet dan kompresor tidak berkompresi. Salah satu
gangguan yang saya alami pada saat proses penggantian kompresor adalah
pada saat melepas atau menyambung pipa menggunakan api las, pernah
sekali saya membuat suatu kesalahan yaitu terlalu lamanya saya
memanaskan pipa yang akan disambung tersebut dan pada akhirnya menjadi
bolong. Keselamatan kerja yang saya terapkan pada pelaksanaan
penggantian kompresor adalah menggunakan prinsip-prinsip dari K3.
Untuk melaporkan hasil dari proses penggantian kompresor adapun
tahap-tahap yang dilakukan untuk mengetahui setelah dilakukan proses
perbaikan, unit tersebut telah kembali normal atau belum yaitu pengecekan
unit yang baru dilakukan perbaikan tersebut. Diketahui terlebih dahulu
bahwa pada tempat saya melaksanakan PKL dilakukan menggunakan unit
yang telah tersedia di Perusahaan. Tahap-tahap pengecekan yaitu terdiri dari
pertama pemasangan instalasi pemipaan, pemvacuuman seluruh sistem
instalasi, pemasangan kabel sumber, dan penambahan gas freon. Dari
melakukan hal tersebut didapatlah hasil dari keadaan unit tersebut, apakah
telah normal atau belum.

4.2 Saran
Bagi angkatan selanjutnya sebelum memasuki dan merencanakan
pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sekolah setidaknya terlebih
dahulu memberikan bekal yang mantap, jangan memberikan bekal dengan
waktu yang relatif singkat mengenai dunia kerja kepada siswa-siswi sebelum
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Guru pembimbing meluangkan waktu lebih banyak untuk
mengontrol siswa yang Praktik Kerja Lapangan (PKL). Karena biasanya

26
siswa mendapatkan kesulitan dalam hal beradaptasi dengan lingkungan yang
baru, sehingga kehadiran pembimbing dari sekolah sangat diharapkan untuk
membangun komunikasi yang baik.
Saran yang terakhir adalah saat nantinya melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan (PKL), bagi para siswa harus disiplin terhadap waktu, disiplin
kerja, teliti dalam melakukan pekerjaan apapun dan kekompakan harus
ditingkatkan guna mencapai kesuksesan kerja agar memperoleh hasil seperti
yang diinginkan, serta menerapkan prinsip dari Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) dimanapun berada.

27
DAFTAR PUSTAKA

Buku Perangkat dan Petunjuk Teknis Praktik Kerja Lapangan SMK Negeri 1
Denpasar.
http://rizkynurul7.blogspot.co.id/2012/11/contoh-laporan-akhir-teknik-
pendingin.html

28

Anda mungkin juga menyukai