Anda di halaman 1dari 7

SAP

Satuan Acara Penyuluhan Keluarga
Pokok Bahasan : Kenali Demam
Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian Demam
2. Mekanisme Demam
3. Etiologi
4. Patofisiologi
5. Tipe Demam
6. Manifestasi klinis
7. Fase-fase Terjadinya Demam
8. Penatalaksanaan anak demam

Sasaran : An. H dan keluarga
Waktu : 20 menit
Tempat : Ruang Perawatan wanita dan anak
RS. Marinir Gunung Sari Surabaya
Hari / Tanggal : Kamis, 18 Januari 2010
Tujuan Penyuluhan :
a. Tujuan Istruksional Umum (TIU)
Setelah mangikuti penyuluhan selama 20 menit diharapkan keluarga dari An.H
dapat mengerti serta memahami tentang Demam.
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan An.H dan keluarga mampu :
• Mengerti tentang pengertian dan penyebab demam
• Mengetahui berbagai macam tipe demam
• Memahami cara mengatasi demam
Kegiatan :

No Langkah - langkah Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran
10’ · Memberi salam.
· Memperkenalkan diri. Menjawab salam
1 Pendahuluan · Menjelaskan maksud dan dan menjawab
tujuan. pertanyaan
· Memberikan pretest.
2 Penyajian · Menjelaskan tentang Mendengarkan
pengertian dan penyebab dengan seksama
demam

1

. Pertanyaan 1.. · Menyebutkan macam tipe demam · Menjelaskan tentang cara cara mengatasi demam · Tanya jawab 3 Evaluasi 5’ · Menayakan kembali Partisipasi aktif · Post test · Meminta atau memberi Memberikan pesan 4 Penutup 5’ pesan dan kesan dan kesan serta · Memberi salam menjawab salam Metode : Ceramah dan Tanya jawab Media : Leaflet Materi : Terlampir Evaluasi : a. 2 .H dan keluarga menjelaskan tentang pengertian dari demam 2. b. Evaluasi Proses · Sasaran hadir tepat waktu · Sasaran aktif dalam bertanya · Sasaran mampu menjawab pertanyaan yang di berikan dengan tepat c. Jawaban 1. bagaimana cara anda untuk mengatasi demam? b. apakah demam itu? 2. tolong anda sebutkan macam – macam tipe demam yang anda ketahui? 3. Evaluasi Struktur Rencana kegiatan dipersiapkan 3 hari sebelum kegiatan di lakukan. An. An.H dan keluarga menyebutkan macam – macam tipe demam 3.H dan keluarga mengetahui cara mengatasi demam Rencana Evaluasi Kegiatan a. An.. Evaluasi Hasil · Sasaran mampu menjelaskan tentang pengertian dan penyebab demam · Sasaran mampu menyebutkan macam tipe demam · Sasaran mampu mengetahui cara mengatasi demam Lampiran Materi.

Demam (pireksia) merupakan keadaan suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal. Etiologi Gangguan otak atau akibat zat yang menimbulkan demam (pirogen) yang menyebabkan perubahan “set point”. limfosit. Terdapat perbedaan pengukuran suhu di oral. 3 . Proses ini melepaskan sitokin. Pirogen akan diopsonisasi (harfiah=siap dimakan) komplemen dan difagosit leukosit darah. Demam terjadi jika suhu >37. KENALI DEMAM 1. diantaranya pirogen endogen interleukin 1α (IL-1α). aksila. terutama kompleks lipopolisakarida (endotoksin) bakteri gram (-) yang dilepas bakteri toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu. dan 11. Zat pirogen ini bisa berupa protein. Patofisiologi Ketika tubuh bereaksi adanya pirogen atau patogen.5 ˚C. Apabila suhu tubuh mencapai ±40°C disebut hipertermi. makrofag (sel kupffer di hati).2 ˚C. 6. Pirogen eksogen merupakan bagian dari patogen. 8. dan rectal sekitar 0. suhu rectal > suhu oral > suhu aksila. IL-1β. pecahan protein.2 ˚C.5˚C. Hiperpireksia merupakan suhu ≥41. 4. Suhu subnormal yaitu <36. hipotermia merupakan suhu <35 ˚C.5-37. macrophage inflammatory protein MIP1. Tumor nekrosis factor TNFα (kahektin) dan TNFβ (limfotoksin). dan zat lain (terutama kompleks lipopolisakarida atau pirogen hasil dari degenerasi jaringan tubuh yang menyebabkan demam selama keadaan sakit).2 ˚C. 3. 2. Pengertian Suhu normal tubuh manusia berkisar antara 36. interferon α2 dan γ. Mekanisme Demam Tujuan dari pengaturan suhu adalah mempertahankan suhu inti tubuh sebenarnya pada set level 37˚C.

Pada proses ini. Suhu badan naik ke tingkat tinggi sekali pada malam hari. Namun konsekuensi demam secara umum timbul segera setelah pembangkitan demam (peningkatan suhu). tembaga. Konsentrasi logam dasar di plasma (seng. juga dimusnahkan sehinga replikasi virus dihambat. Pada mekanisme tubuh alamiah. Keadaan ini berlangsung terus sampai nilai sebenarnya mendekati set level normal (suhu normal). demam bermanfaat sebagai proses imun. peningkatan frekuensi denyut jantung (8-12 menit¹/˚C) dan metabolisme energi.Sitokin ini diduga mencapai organ sirkumventrikular otak yang tidak memiliki sawar darah otak. lalu suhu turun (masih) di atas normal pada pagi hari pada pagi hari. Perubahan anatomis kulit dan metabolisme menimbulkan konsekuensi berupa gangguan keseimbangan cairan tubuh. Suhu tinggi (demam) juga berfungsi meningkatkan keaktifan sel T dan B terhadap organisme patogen. Selanjutnya. Tipe Demam Demam Septik. produksi panas juga meningkat karena menggigil (termor). Ketika demam meningkat (karena nilai sebenarnya menyimpang dari set level yang tiba-tiba meningkat). pada keadaan tertentu demam menimbulkan gangguan kesadaran dan persepsi (delirium karena demam) serta kejang. aliran darah ke kulit meningkat sehingga orang tersebut akan merasa kepanasan dan mengeluarkan keringat yang banyak. berkeringat Demam Hektik. terjadi pelepasan IL-1 yang akan mengaktifkan sel T. sel yang rusak karena virus. 5. juga peningkatan kadar sisa metabolism. Sering terdapat menggigil. besi) yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri dikurangi. Bila demam turun. Sehingga terjadi demam pada organ ini atau yang berdekatan dengan area preoptik dan organ vaskulosa lamina terminalis (OVLT) (daerah hipotalamus) melalui pembentukan prostaglandin PGE. peningkatan gelombang tidur yang lambat (berperan dalam perbaikan fungsi otak). 4 . peningkatan metabolisme. Hal ini menimbulkan rasa lemah. pengeluaran panas akan dikurangi melalui kulit sehingga kulit menjadi dingin (perasaan dingin). nyeri sendi dan sakit kepala.

keganasan. mungkin diakibatkan virus. obat. Demam Intermiten. Variasi suhu badan yang meningkat sepanjang hari dan tidak berbeda lebih dari 1 ˚C.Suhu badan naik ke tingkat tinggi sekali pada malam hari. Demam Kontinyu. tak nafsu makan. keluhan serta gejala lain demam. 5 . kemudian diikuti periode bebas demam selama beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula. kadang idopatik. Bila demam terjadi tiap dua hari sekali disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas diantara dua serangan demam disebut kuartana. Manifestasi klinis Demam kadang dihubungkan pada suatu penyakit. rasa lemas. dan gangguan pusat pengatur suhu sentral (heat stroke. tinggi demam. Demam Remiten. tidak sebesar penurunan pada demam septik. mungkin pilek. Bila demam disertai dengan sakit otot. batuk dan sakit tenggorok biasanya digolongkan sebagai influenza (common cold). juga bisa akibat toksemia. Demam Siklik. sifat. Kausa demam selain infeksi. misal abses. perdarahan otak. koma) Hal-hal khusus yang diperhatikan pada demam seperti cara timbul. lama demam. Jika sampai pada tingkat yang lebih tinggi disebut hiperpireksi. 6. lalu suhu turun sampai normal pada pagi hari pada pagi hari. infeksi saluran kencing atau malaria. Suhu badan dapat turun beberapa jam dalam 1 hari. Demam ditandai dengan kenaikan suhu selama beberapa hari. Demam yang tiba-tiba tinggi. pneumonia. namun selisih tak pernah sampai >2 ˚C. Suhu badan dapat turun setiap hari namun tidak pernah sampai suhu badan normal.

Fase-fase Terjadinya Demam Fase I: awal (dingin atau menggigil) • Peningkatan denyut jantung • Peningkatan laju dan kedalaman pernafasan • Menggigil akibat tegangan dan kontraksi otot • Kulit pucat dan dingin karena vasokontriksi • Merasakan sensasi dingin • Dasar kuku mengalami sianosis karena vasokontriksi • Rambut kulit berdiri • Pengeluaran keringat berlebihan • Peningkatan suhu tubuh Fase II: proses demam • Proses menggigil lenyap • Kulit terasa hangat / panas • Merasa tidak panas atau dingin • Peningkatan nadi dan laju pernafasan • Peningkatan rasa haus • Dehidrasi ringan hingga berat • Mengantuk. delirium. atau kejang akibat iritasi sel saraf • Lesi mulut herpetik 6 .Demam Belum Terdiagnosis merupakan keadaan seseorang yang mengalami demam terus-menerus selama 3 minggu dengan suhu badan >38. Demam Dibuat-Buat (Factitius Fever) merupakan demam yang dibuat seseorang dengan sengaja dengan berbagai cara agar suhu badannya melebihi suhu badan sebenarnya.3 ˚C dan tetap belum ditemukan penyebabnya walaupun telah diteliti selama seminggu secara intensif dengan menggunakan laboratorium dan penunjang medis lainnya. 7.

c. agar produksi panas yang di produksi tubuh seminimal mungkin d. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC 7 . Kenakan pakaian yang tipis pada anak dan hanya gunakan seprai atau selimut tipis pada tempat tidur. 2008. Beri anak banyak istirahat. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Anak – anak lebih mudah mengalami dehidrasi pada waktu menderita panas. dkk. Hall J. C. Minum air membuat mereka merasa lebih baik dan mencegah dehidrasi. dan nyeri ringan pada otot akibat katabolisme protein Fase III: pemulihan • Kulit tampak merah dan hangat • Berkeringat • Menggigil ringan • Kemungkinan mengalami dehidrasi 8. Pakaian dan selimut yang berlapis – lapis hanya akan menyebabkan panas terperangkap serta dapat menyebabkan suhu badan naik. Bila anak mengalami demam yang dapat kita lakukan adalah a. Beri anak banyak minum. Beri obat penurun panas seperti parasetamol Referensi Guyton A. lipatan paha. b. • Kehilangan nafsu makan ( jika demam memanjang ) • Kelemahan. E. 2007. Buku Ajar – Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV . keletihan. W. Sudoyo A. leher belakang e. Beri kompres dibeberapa bagian tubuh seperti ketiak.