Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelayanan kesehatan yang optimal merupakan salah satu penunjang
tercapainya derajat kesehatan yang baik bagi masyarakat tidak terkecuali dalam
hal kesehatan gigi dan mulut, dan demi keberhasilan sebuah pelayanan kesehatan
dibutuhkan ketersediaan alat dan bahan yang lengkap agar pelayanan tersebut
dapat berjalan secara optimal.
Alat dan bahan medis memiliki peranan penting dalam
menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Alat dan bahan
medis merupakan investasi yang besar di dalam fasilitas pelayanan kesehatan dan
memerlukan perhatian berkala untuk memastikan agar tetap beroperasi dengan
baik dan aman. Oleh sebab itu, penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam
pengelolaan terencana untuk menjaga alat dan bahan medis agar aman, bermutu,
dan layak pakai. Pengelolaan alat dan bahan medis yang baik dan terfokus serta
dijalankan secara terencana, terorganisir, dan teraktualisasi secara sistematis
sesuai dengan prosedur yang dibuat .
Kurang baiknya pengelolaan alat dan bahan medis sering kali berakibat
pada pendeknya masa pakai alat dan bahan tersebut, dan berdampak pada
meningkatnya tambahan biaya yang diperlukan. Berkurangnya inventaris alat dan
bahan medis yang dapat digunakan meningkatkan biaya pelayanan.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu pelayanan yang
tidak bisa lepas dari alat dan bahan dalam proses memberikan pelayanan.Alat
utama berupa Dental Unit dan alat diagnostik set.Selain itu, ada alat pendukung
dari peralatan standar sesuai dengan spesialisasi dokter gigi operator seperti alat
Prostodonsi, Konservasi, Periodonsi, Bedah, dan Ortodonsi.

1.2 Rumusan Masalah


1.Apa yang dimaksud dengan inventarisasi?

1
2.Bagaimana pelaksanaan inventarisasi?

3.Perencanaan alat dan bahan?

4.Penyimpanan peralatan kesehatan?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui maksud dari inventarisasi
2. Untuk mengetahui pelaksanaan inventarisasi
3. Untuk mengetahui alat dan bahan (Inventarisasi)
4. Untuk mengetahui tentang penyimpanan peralatan kesehatan

1.4 Manfaat Makalah


1.Menjadi sumber informasi mengenai inventarisasi

2.Mendapatkan pengetahuan tentang pelaksanaan inventarisasi

3.Mendapatkan informasi tentang perencanaan alat dan bahan (Inventarisasi)

4.Mendapatkan pengetahuan tentang penyimpanan peralatan kesehtan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Inventarisasi
Inventarisasi berasal dari kata “inventaris” yang berarti daftar barang-
barang. Jadi inventarisasi adalah kegiatan untuk mencatat dan menyusun
barang-barang/ bahan yang ada secara benar menurut ketentuan yang berlaku.

Invetarisasi ini dilakukan dalam rangka penyempurnaan pengurusan dan


pengawasan yang efektif terhadap barang-barang milik negara (atau swasta).
Inventarisasi juga memberikan masukan yang sangat berharga bagi efektifitas
pengeolaan sarana dan prasarana.

Untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah barang dan nilai barang
milik/kekayaan negara baik yang berbentuk barang tidak bergerak (barang
tetap) maupun barang bergerak dilingkungan Departemen Kesehatan, perlu
adanya peningkatan dalam ketatalaksanaan dan perangkat Penatausahaannya.

Dengan peningkatan tersebut diharapkan dapat tercipta langkah-langkah


yang lebih serasi dan terarah guna menopang pelaksanaan tugas.

Sebagaimana dimaklumi bahwa kekayaan negara tersebut sangat besar


nilainya dan merupakan suatu kenyataan bahwa baik jumlah maupun jenisnya
setiap tahun selalu bertambah. Oleh karena itu, pengurusan barang-barang
milik/kekayaan negara perlu perhatian dan penertiban yang sungguh-sungguh,
sehingga dapat diperoleh data yang benar, lengkap dan mutakhir yang dapat
dipertanggung jawabkan.

3
1. Keputusan Presiden R.I. Nomor 29 Tahun 198 pasal 34 ayat (3), (4), (5)

1.1 Kepala kantor, Satuan Kerja, Pemimpin Proyek, dan orang atau
badan yang menerima/menguasai barang kekayaan/milik
negara wajib menyelenggarakan pembukuan.

1.2 Departemen/Lembaga menyelenggarakan penatausahaan


barang dan kekayaan/milik negara yang ada dalam
pengurusannya.

1.3 Departemen/Lembaga, Kantor, Satuan Kerja, atau Proyek


menyimpan secara teratur dokumen yang menyangkut
keuangan negara/barang milik negara terutama mengenai
pelaksanaan pekerjaan pemborongan/pembelian dan
sebagainya.

2. Pasal 35 ayat (2) dan (3)

2.1 Kantor,Satuan Kerja, atau Proyek menyampaikan bahan


keterangan/laporan mengenai barang milik negara (daftar
inventaris) secara tertib dan teratur kepada
Departemen/Lembaga yang membawahkan Kantor, Satuan
Kerja, atau Proyek yang bersangkutan.

2.2 Menteri/Ketua lembaga yang menguasai suatu Bagian


Anggaran menyampaikan bahan perhitungan anggaran dan
penyusun neraca kekayaan negara secara tertib dan teratur
kepada Menteri Keuangan.

Sesuai dengan Instruksi Presiden R.I. Nomor 3 tahun 1971 jo Surat


Keputusan Menteri Keuangan R.I. nomor KEP-225/MK/V/19971, maka

4
Departemen Kesehatan berkewajiban melaksanakan inventarisasi barang
milik/kekayaan negara secara tertib dan teratur.

Untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut dilingkungan


Departemen Kesehatan telah diterbitkan Keputusan Menteri Kesehatan R.I.
Nomor 362/Menkes/SK/VII/1981 tanggal 4 Juli 1981 tentang berlakunya
Buku Petunjuk Tata Cara Pelaksanaan Inventarisasi dan Registrasi Barang
Milik/Kekayaan Negara Departemen Kesehatan.

Didalam pelaksanaan Keputusan Menteri Kesehatan tersebut masih


dianggap perlu menyempurnakan sistem penatausahaan barang milik/kekayaan
negara, yang mengacu surat keputusan Menteri Keuangan Nomor
195/KMK.01/1982 tanggal 25 Maret 1982, tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik Negara/Kekayaan Negara.
Sehubungan dengan itu dibentuk tim kerjasama antara Departemen Kesehatan
dengan Departemen Keuangan melalui surat Keputusan Menteri Kesehatan
nomor 0444/SJ/B.Perl/V/1989 tanggal 18 Mei 1989 tentang Penunjukan Tim
Revisi Buku Petunjuk Tata Cara Pelaksanaan Inventarisasi dan Registrasi
Barang-barang Milik/Kekayaan Negara dan Tim Penyusun Buku Petunjuk
Tata Cara Pelaksanaan Penghapusan Barang milik Negara Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.

Kerjasama tersebut dalam bentuk :

1. Menyusun dan menyempurnakan buku petunjuk penatausahaan barang


milik negara/kekayaan negara Departemen Kesehatan.
2. Menyusun buku petunjuk tata cara pelaksanaan penghapusan barang
milik/kekayaan negara Departemen Kesehatan.
3. Pembinaan penatausahaan barang milik/kekayaan negara Departemen
Kesehatan.

5
2.2 Pelaksanaan Inventarisasi
Dalam rangka usaha peningkatan dan pengawasan tata usaha keuangan negara
serta untuk tercapainnya pengawasan dan efektif terhadap keuangan dan
kekayaan negara, maka dalam mewujudkan tertib administrasi barang perlu
diawali dengan mengadakan inventarisasi terhadap barang-barang tang dimiliki
negara secara menyeluruh.

Inventarisasi merupakan kegiatan opname fisik terhadap barang-barang yang


meliputi kegiatan pengecekan, pengidentifikasian, penghitungan, penilaian
kondisi dan harga perolehan serta mencatat hasil kegiatan tersebut. Karena
Inventarisasi dimaksud untuk mengetahui eksistensi barang/kenyataan negara
berdasarkan kenyataan, maka inventarisasi perlu dilaksanakan secara
bertanggung jawab sehingga seluruh barang milik/kekayaan negara akan tercatat
dalam buku inventaris.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan inventarisasi :

1. Kepala Kantor/Satuan Kerja/Proyek melaksanakan innventarisasi


dilingkungan unit kerja masing-masing, bilamana perlu dengan membentuk
Tim Inventarisasi.
2. Sebelum inventarisasi dilaksanakan perlu terlebih dahulu dihimpun semua
catatan mengenai barang-barang yang pernah diadakan untuk mengetahui
barang-barang yang telah dicatat sebagai kekayaan negara. Catatan-catatan
tersebut berguna untuk meneliti kelengkapan inventaris.
3. Hasil inventarisasi dituangkan dalam laporan inventaris yang ditandatangani
oleh Kepala Kantor/Tim Inventarisasi, berbentuk Laporan Opname Fisik
Barang Inventaris (LOFBI).
4. Laporan inventarisasi perlu dikaji dan ditelilti lebih lanjut untuk memastikan :

6
a. Barang-barang mana yang dicatat dalam Buku Inventaris dan secara
simultan dibukukan dalam Kartu Inventaris Ruangan, Kartu Inventaris
Barang, atau Buku Memori.
b. Barang-barang mana yang akan diusulkan untuk dihapus mengingat
kondisi secara teknisi maupun ekonomis tidak dapat dipakai atau
diperbaiki lagi.
c. Barang-barang yang tidak ditemukan pada saat inventarisasi.
5. Karena pencatatan dalam buku invetaris diperlukan harga perolehan barang-
barang, maka diusahakan agar harga tersebut dapat diketahui/diperoleh, baik
dari catatan-catatan yang ada maupun dari bukti-bukti yang dapat ditemukan.

2.3 Peralatan dan Bahan


Perencanaan peralatan untuk masing-masing kegiatan adalah :

1. BP Gigi :
a. Alat-alat :
1) Dental Unit
2) Alat Penambalan Gigi
3) Alat Pencabutan Gigi
4) Alat untuk plak control dan pembersihan karang gigi
b. Bahan-bahan :
1) Bahan untuk penambalan gigi
2) Bahan untuk pencabutan gigi
3) Bahan untuk plak control dan pembersihan karang gigi
4) Obat-obatan untuk penanggulangan rasa sakit dan peradangan
gigi
2. Di Usaha Kesehatan Gigi Sekolah
a. Alat-alat :
1) Dental Unit/UKGS Kit
2) Alat penambalan sederhana

7
3) Alat pencabutan sederhana
4) Alat pembersihan karang gigi dan plak control
5) Alat peraga
b. Bahan-bahan :

Sama dengan untuk di BP Gigi ditambah obat-obatan untuk


fluor aplikasi.

c. Jenis Kegiatan di UKGMD yaitu :


1) Konservasi dengan menggunakan bahan :
 Amalgam
 Silikat
 Eugenol
 Fletcher
 Alkohol
 TKF
 CHKM
 Cresophene
 Putrex
 Cement
2) Ekstraksi Menggunakan :
 opikal anestesi
 Infiltrasi anestesi
3) Bahan yang digunakan :
 Cloraethyl
 Obat anestesi
 Disphosible syringe 2 ½ cc
 Kapas
 Betadine

8
4) Penyuluhan
 Alat peraga
 Karton spidol dan alat untuk mewarnai
5) Menyikat gigi bersama:
 Bahan yang digunakan
 Pasta gigi
 Sikat gigi
 Discloing solution
 Cermin
d. Menyusun Permintaan dan Kebutuhan Rutin
1) Permintaan bahan dan obat, sebaiknya diajukan sebulan
sebelumnya
2) Jumlah permintaan dihimpun dari kebutuhan di Balai
Pengobatan Gigi, UKGS
3) Melihat data penerimaan, pengeluaran bahan dan obat
tahun yang lalu serta memperhitungkan kemungkinan-
kemungkinan adanya peningkatan pelayanan kesehatan
UKGS/kegiatan Puskesmas yang lain
4) Mengajukan permintaan bahan/obat disusun pada formulir
yang telah disediakan
Misal :
 Amalgam
 Hg
 Silikat
 Cement
 Fletcher
 Eugenol
 TKF

9
 CHKM
 Chloraethyl

3. Di UKGMD :
a. Alat-alat :
1) Diagnostik set/UKGMD kit
2) Scalers
3) Alat-alat plak kontrol
b. Bahan-bahan
1) Disclosing solution
2) Betadine
3) Obat-obat penangkal sakit
4) Alkohol

2.4 Penyimpanan Peralatan Kesehatan


Setelah bahan dan obat kita terima, maka harus disimpan. Ada dua jenis
penggolongan materi peralatan yang dikenal yaitu materi yang habis pakai dan
materi yang tidak habis pakai

Peralatan yang tidak habis pakai adalah peralatan yang dapat dipakai untuk
beberapa tahu. Untuk barang-barang inilah diperlukan perawatan dan
pemeliharaan misalnya Dental Unit, contra angle, hand instrument, dan lain-lain.

1. Penyimpanan Peralatan
Ada dua cara penyimpanan peralatan yaitu :
a. Peralatan disimpan di tempat penyimpan utama atau tempat
penyimpanan sementara.
b. Peralatan disimpan di Balai Pengobatan gigi.

10
Penyimpanan perlatan di ruangan Balai Pengobatan gigi untuk
peralatan yang besar, alat tersebut dapat diatur di dalam ruangan tersebut.
Untuk peralatan yang kecil dapat disimpan di dalam lemari dan diatur
perkelompok. Setiap penerimaan/pengeluaran barang, dilakukan pencatatan
pada buku besar persediaan barang.

Untuk pengeluaran barang selain bisa dicatat di dalam buku besar


dapat juga dengan pembuatan bon atau mencatat pada daftar inventarisasi.
Seluruh barang yang ada di ruangan/tempat pekerjaan harus tetap dilakukan
pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab petugas yang bekerja di ruangan
tersebut.

2. Menyimpan Obat

Salah satu aspek pelayanan kesehatan adalah pemberian obat


sebagai tenaga kesehatan, salah satu tanggung jawabnya adalah mengelola
obat-obat yang dipesan kemudian mencatatnya di buku besar persediaan
obat.

Bila obat tidak dikelola dengan benar, akhirnya adalah :

a. Persediaan obat habis sebelum waktunya


b. Beberapa penderita tidak dapat diobati
c. Membahayakan pasien karena :
1) Obat menjadi kadaluarsa
2) Salah memberikan obat bila pencantuman label tidak benar
3) Obat berubah bentuk
3. Cara-cara Menyimpan Obat :
a. Obat disimpan dalam keadaan kering dan jauh dari cahaya
b. Lemari adalah yang paling baik untuk menyimpan obat
c. Tablet dalam kaleng yang kedap udara

11
d. Label harus ditempel pada kaleng dan botol
e. Cantumkanlah tanda bintang merah atau tanda yang sama pada kaleng
atau botol obat yang mendekati kadaluarsa
f. Gunakan obat pada kesempatan pertama

12
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Inventarisasi merupakan kegiatan opname fisik terhadap
barang-barang yang meliputi kegiatan pengecekan, pengidentifikasian,
penghitungan, penilaian kondisi dan harga perolehan serta mencatat
hasil kegiatan tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan


inventarisasi yaitu kepala kantor/satuan kerja/proyek melaksanakan
innventarisasi dilingkungan unit kerja masing-masing, bilamana perlu
dengan membentuk tim inventarisasi, sebelum inventarisasi
dilaksanakan perlu terlebih dahulu dihimpun semua catatan mengenai
barang-barang yang pernah diadakan, hasil inventarisasi dituangkan
dalam laporan inventaris, laporan inventarisasi dikaji dan ditelilti lebih
lanjut, dan terakhir pencatatan inventarisasi disertakan dengan harga
perolehan barang dengan catatan dan bukti yang ada.

Perencanaan peralatan dan bahan dalam masing-masing


kegiatan pada BP gigi alatnya terdiri dari dental unit,alat penambalan,
alat pencabutan, dan alat plak control serta pembersihan karang gigi,
bahannya terdiri dari bahan penambalan,pencabutan, plak control dan
pembersihan karang gigi, serta obat-obatan. Pada usaha kegiatan gigi
sekolah alatnya terdiri dari dental unit/UKGS kit, alat penambalan
sederhana, pencabutan sederhana, pembersihan karang gigi dan plak
control, serta alat peraga, bahannya sama pada BP gigi ditambah obat-
obatan, jenis kegiatannya terdiri atas konservasi, ekstraksi,
penyuluhan, dan menyikat gigi bersama. Pada UKGMD alatnya terdiri
dari diagnostik set/UKGMD set, scalers, dan alat plak control,
sedangkan bahannya disclosing solution, betadine, obat penangkal
sakit, dan alcohol.

Penyimpanan peralatan kesehatan terdiri dari dua jenis yaitu


disimpan di tempat penyimpanan utama atau sementara dan disimpan
di balai pengobatan gigi.

13
3.2 Saran

14