Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Ilmu dan teknologi dibidang Kesehatan semakin maju dan

berkembang maka pilihan penanganan penyakitpun semakin beragam salah

satunya dengan tindakan pembedahan atau operasi. Diperkirakan 11% dari

beban penyakit di dunia berasal dari penyakit atau keadaan yang sebenarnya

bisa ditanggulangi dengan pembedahan (Kemenkes RI 2015).

WHO menyatakan bahwa kasus bedah adalah masalah kesehatan

masyarakat. Berdasarkan Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan

Republik Indonesia Tahun 2009, tindakan bedah menempati ururan ke-11

dari 50 penanganan pola penyakit di rumah sakit se Indonesia (Rahmayati,

2017).

Tindakan operasi atau pembedahan merupakan suatu penanganan

secara invasif yang dilakukan untuk mendiagnosa atau untuk mengobati

penyakit , injuri, atau deformitas tubuh yang akan menciderai jaringan yang

dapat menimbulkan perubahan fisiologis tubuh dan mempengaruhi organ

tubuh lainnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari World Health

Organization ( WHO ) jumlah pasien dengan tindakan operasi mengalami

peningkatan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat di tahun

2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, sedangkan
tahun 2012 data mengalami peningkatan sebesar 148 jiwa, untuk di

Indonesia sendiri pada tahun 2012 mencapai 1,2 juta jiwa (Ningrum 2016).

Di RSUD Banyumas penyakit bedah yang dilakukan tidakan operasi

pada tahun 2017 sebanyak 4041 kasus, di tahun 2018 meningkat sebanyak

4048 kasus. Dari hasil wawancara dengan pasien pre operasi di ruang bedah

RSUD Banyumas, di dapatkan data 6 dari 10 pasien yang akan dilakukan

tindakan operasi mengalami kecemasan.

Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang

samar disertai respon autonomy (sumber seringkali tidak spesifik atau tidak

di ketaui oleh individu), perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi

yang berbahaya. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang

memperingatkan individu untuk bertindak menghadapi ancaman (NANDA-I

Diagnosis Keperawatan, 2018).

Kecemasan selama periode pra operasi adalah masalah yang sering di

jumpai dengan sejumlah komplikasi paska operasi. Secara keseluruhan,

61% pasien memiliki tingkat kecemasan pra operasi yang signifikan. Faktor

yang mempengaruhi tingkat kecemasan pra operasi secara signifikan terkait

dengan seks, tingkat pendidikan, informasi pra operasi, dan pengalaman

bedah sebelumnya. Takut akan komplikasi, kekhawatiran tentang keluarga

dan ketakutan rasa sakit pasca operasi adalah faktor yang paling umum di

temui yang mengakibatkan kegelisahan sebelum operasi (Mulugeta et al.

2018 ). Northwest Ethiopia; April, 2017 prevalenci kecemasan pre operatif

adalah 59,6% dari 178 pasien ( Yopthahe, et al 2017 ).


Spiritualitas adalah konsep yang luas dengan berbagai dimensi dan

perspektif yang ditandai adanya perasaan keterikatan (koneksitas) kepada

sesuatu yang lebih besar dari diri kita, yang disertai dengan usaha pencarian

makna dalam hidup atau dapat dijelaskan sebagai pengalaman yang bersifat

universal dan menyentuh. Beberapa individu menggambarkan spiritualitas

dalam pengalaman hidupnya seperti adanya perasaan

terhubung/transendental yang suci dan menentramkan, sebagaian individu

yang lain merasakan kedamaian saat berada di masjid, gereja, kuil atau

tempat suci lainnya.

Menurut Mario Beauregard and Denyse O’Leary, researchers and

authors of The Spiritual Brain berpendapat bahwa Spiritualitas berarti

pengalaman berpikir untuk membawa mengalaminya ke dalam kontak

dengan Tuhan (dengan kata lain, bukan hanya pengalaman yang terasa

bermakna). Ruth Beckmann Murray dan Judith Proctor menulis bahwa

dimensi spiritual mencoba untuk menjadi selaras dengan alam semesta, dan

berusaha untuk jawaban tentang yang tak terbatas, dan datang ke dalam

fokus ketika seseorang menghadapi stres emosional, penyakit fisik, atau

kematian (Krentzman, 2013). Spiritualitas merupakan sumber motivasi dan

emosi individu yang berkenaan dengan hubungan seseorang kepada Tuhan (

KBBI, 2016 ).

Kondisi spiritual sebagai penyebab kecemasan sudah mulai dibuktikan

oleh beberapa peneliti saat ini. Bahkan spiritualitas menjadi elemen vital
bagi kehidupan manusia, tidak hanya mempengaruhi kecemasan namun juga

mempengaruhi berbagai kondisi psikologis (David H. Barlow, 2002).

Manusia terdiri dari dimensi fisik, emosi, intelektual, sosial dan

spiritual dimana setiap dimensi harus dipenui kebutuhannya. Seringkali

permasalahan yang muncul pada klien ketika mengalami suatu kondisi

dengan penyakit tertentu (misalnya penyakit fisik) mengakibatkan

terjadinya masalah psikososial dan spiritual. Ketika klien mengalami

penyakit, kehilangan dan stress, kekuatan spiritual dapat membantu individu

tersebut menuju penyembuhan dan terpenuhinya tujuan dengan atau melalui

pemenuhan kebutuhan spiritual (Iswari et al. 2016).

Pasien yang mempunyai skor pengetahuan agama dan kepribadian

religius yang baik cenderung tidak mengalami depresi dan kecemasan,

pasien yang mempunyai kepribadian religius yang buruk cenderung

mengalami peningkatan depresi ( Basri, et al, 2015).

Daftar kunjungan pasien bedah di RSUD Banyumas, mayoritas

beragama Islam (muslim). Berdasarkan data di atas, maka penulis tertarik

untuk meneliti tentang hubungan tingkat spiritual dengan kecemasan pada

pasien pre operasi. Penulis mengkususkan penelitian ini pada pasien pre

operasi yang beragama Islam (muslim).


B. RUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan sebelumnya, peneliti

merumuskan masalah sebagai berikut : ‘‘Apakah ada hubungan tingkat

spiritual dengan kecemasan pada pasien pre operasi ?’’

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan umum

Mengetahui adakah hubungan antara tingkat spiritual dengan

kecemasan pada pasien pre operasi.

2. Tujuan khusus

a. Mengetahui tingkat spiritual pada pasien pre operasi di Ruang

Bedah RSUD Banyumas.

b. Mengetahui tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Ruang

Bedah RSUD Banyumas.

c. Mengetahui hubungan antara tingkat spiritual dengan

kecemasan pada pasien pre operasi.

D. MANFAAT PENELITIAN

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat

sebagai berikut:

1. Manfaat teoritis

Menjadi wacana baru untuk memperkaya teori dan ilmu pengetahuan


khususnya tentang hubungan antara tingkat spiritual dengan

kecemasan pada pasien pre operasi.

2. Manfaat praktis

a. Institusi Rumah Sakit

Dapat dijadikan masukan dan pertimbangan dalam

meningkatkan pelayanan spiritual dengan masalah kecemasan

pasien pre operasi.

b. Pelaksana Lapangan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi, khususnya dalam

memberikan pelayanan spiritual pada pasien pre operasi.

E. KEASLIAN PENELITIAN

Menurut peneliti, sejauh ini belum ada yang meneliti tentang hubungan

tingkat spiritual dengan kecemasan pada pasien pre operasi di Ruang Bedah

RSUD Banyumas.Tetapi ada beberapa penelitian terdahulu yang mirip

dengan penelitian ini, yaitu :

Tabel 1.1 Keaslian penelitian

Nama Judul Tahun Metode hasil Persamaan Perbedaan


penelitian penelitian
H. Austa A cross- 2018 cross-sectional Lefel kecemasan Pada penelitian
sectional study single-center pada pasien pre tersebut meneliti
on preoperative survey operasi tingkat
anxiety in adults kecemasan pada
pasien pre
operasi dengan
anestesi.
Pada penelitian
ini melibatkan
tingkat spiritual.
El Rahmayati Pengaruh 2018 Quasi Salah satu Pada penelitian
Dukungan Eksperiment variabel tersebut meneliti
Spiritual dengan desain penelitian pengaruh
terhadap Tingkat penelitian one kecemasan pada dukungan
kecemasan pada group pretest – pasien pre spiritual
Pasien Pre post test. operasi. terhadap tingkat
Operasi kecemasan pada
pasien pre
operasi.
Pada penelitian
ini melibatkan
tingkat
spiritualitas.
Henox Mulugeta Preoperative 2018 Cros sectional Variable Pada penelitian
anxiety and dengan tehnik penelitiannya tersebut meneliti
associated random kecemasan pada Kecemasan
factors among sampling. pasien pre sebelum operasi
adult surgical operatif. dan faktor-faktor
patients in Debre terkait
Markos and di antara pasien
Felege Hiwot bedah dewasa di
referral Debre
hospitals, Rumah sakit
Northwest rujukan Markos
Ethiopia. dan Felege
Hiwot.
Pada penelitian
ini melibatkan
tingkat
spiritualitas.
Hernawaty, Taty, Rizqy Ita Ramdhani, and Tetti Solehati. 2013. “Gambaran

Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Serviks Di RSUP Dr. Hasan Sadikin

Bandung.”

Iswari, Miranti Florencia, Hanik Endang Nihayati, Fanni Okviasanti, and Ah

Yusuf. 2016. “Kebutuhan Spiritual Konsep Dan Aplikasi Dalam Keperawatan.”

(May):1–20.

Kemenkes RI. 2015. “Pembedahan Tanggulangi 11% Penyakit Di Dunia.” Pusat

Komunikasi Publik, Kementrian Kesehatan RI (46):1–2. Retrieved

(http://www.depkes.go.id/article/view/15082800002/pembedahan-tanggulangi-11-

penyakit-di-dunia.html).

Lubis, PY, E. Widianti, and AA Amrullah. 2014. “Tingkat Kecemasan Orangtua

Dengan Anak Yang Akan Dioperasi.” Jurnal Keperawatan Padjadjaran 2:154–60.

Mulugeta, Henok, Mulatu Ayana, Mezinew Sintayehu, Getenet Dessie, and Tesfu

Zewdu. 2018. “Preoperative Anxiety and Associated Factors among Adult

Surgical Patients in Debre Markos and Felege Hiwot Referral Hospitals,

Northwest Ethiopia.” BMC Anesthesiology 18(1):155.

Ningrum, Tita Puspita. 2016. “Gambaran Karakteristik Pasien Wound Dehiscence

Menurut Variabel Roterdam Di RSUD Kota Bandung.” Jurnal Iilmu Keperawatan

IV(2):111–15.

NANDA-I Diagnosis Keperawatan. (2018). JAKARTA: EGC.