Anda di halaman 1dari 3

SOAL SOCA 1

Seorang remaja laki2 (lupa namanya) berusia 17 tahun datang ke klinik Anda dengan keluhan
demam. Pasien sudah merasa demam sejak 3 hari yg lalu. Pasien berharap agar segera sembuh. Di
sekolahnya (masih SMK) ada teman pasien yang mengalami keluhan yang sama dan sudah selama 1
minggu akan tetapi tidak masuk sekolah selama 4 hari. Oleh sebab itu pasien khawatir apabila
penyakit pasien akan bertambah parah.
Selain itu, pasien mengeluhkan adanya nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, pilek dengan
mengeluarkan sekret berwarna hijau kekuning2an, dan mengeluhkan pusing. Pasien menyangkal
pusing terasa berputar dan batuk (kayaknya ada lagi yg disangkal tp lupa). Walau demikian pasien
masih tetap bersekolah walau dengan mengurangi kegiatannya seperti ekstrakulikuler
Pasien mengakui sering makan es yang dijual di jalan depan sekolahnya.
Pasien tinggal dengan kedua orang tua dan adik perempuannya. Ayah pasien merupakan seorang
guru (klo ga salah) dan memiliki kebiasaan merokok terutama di rumah. Ibunya lupa sori ._. Pasien
dan keluarga tinggal dengan rumah yang berukuran 7x4 (klo ga salah), lalu memiliki ventilasi cukup
baik, lantai ubin, APGAR 5
Sebelumnya pasien sudah meminum obat di warung akan tetapi gejalanya tidak membaik.
Riwayat pasien memiliki alergi obat penicilin
Ibunya tukang jahit

PF
Kalo ga salah semua normal
Hidung = concha edema, hiperemis, sekret mukopurulen kuning kehijauan
Tenggorok = faring hiperemis, granule +, satu lagi lupa
PF tidak ada pembesaran KGB

1. Diagnostik Holistik
a. Aspek Personal
Keluhan Utama : Demam 3 hari yang lalu
Keluhan Penyerta : nyeri tenggorokan, nyeri menelan, pilek, pusing
Idea : ingin berobat
Concern : mengganggu aktivitas, bertambah parah setiap harinya
Anxiety : takut parah seperti temannya yang memiliki keluhan sama
yang tidak masuk sekolah 4 hari
Expected : ingin sembuh
b. Aspek Klinis
Diagnosis : Rhinofaringitis Bakteri
Diagnosis Banding : Rhinofaringitis Virus, Rhinofaringitis influenza,
Rhinofaringitis difteri, Tonsilitis Akut (virus/bakteri), Demam typhoid, Rhinosinusitis,
Demam Rematik Akut (Scarlet Fever), DBD, otitis media
c. Faktor Internal
suka jajan sembarangan
d. Faktor Eksternal
Ayahnya merokok, skor APGAR 5, temannya ada yang sakit (menular)
e. Skala Fungsi Sosial
2 (sudah mengurangi aktivitasnya)
2. Tatalaksana Komprehensif
a. Patient centered
i. Initial Plan
Swab tenggorok (pewarnaah gram/KOH), pemeriksaan darah lengkap, tes
widal, pemeriksaan telinga
ii. Pengobatan
Farmakologi:
1. Paracetamol 500 mg prn
2. Pseudoephedrin 4 x 60 mg
3. Aspirin (NSAID) 3 x 320 mg
4. Eritromisin 4 x 250-500 mg 10 hari
5. Vitamin C 2 x 50 mg
6. Vitamin B Complex 2 x 1 tablet
Non Farmakologi:
1. Istirahat (sampai keluhan membaik)
2. Diet TKTP
3. Minuman Elektrolit
iii. KIE
Edukasi tentang penyakit:
Penyakitnya menular, etiologinya bakteri, cara penularannya lewat airborne,
cara pengobatannya (antibiotik harus habis), faktor risiko (terutama jajan
sembarangan), pakai masker biar ga menular dll.
Edukasi tentang obat:
cara penggunaan obat, efek samping obat.
iv. Monitoring dan Evaluasi
Kontrol setelah obat habis
Evaluasi efektivitas obat
evaluasi efek samping obat
b. Family Focus
i. Pencegahan Faktor Risiko
Ayahnya jangan merokok di rumah, jangan jajan sembarangan, meningatkan
skor APGAR, pakai alat pelindung diri (masker) karena menular, jangan
menggunakan alat-alat makan di rumah bersama.
ii. KIE
Edukasi kaya biasa aja.
iii. Support
Dukungan pengobatan, mengawasi pengobatan.
c. Community Focus
i. Pencegahan Faktor RIsiko
cuci tangan sebelum makan dan setelah BAK/BAB, tidak BAK/BAB
sembarangan, makan-makanan bergizi, jangan jajan sembarangan, jangan
merokok sembarangan, kalo ada orang terdekat sakit langsung jaga
kesehatan, jangan deket deket, pake apd.
ii. KIE
Edukasi tentang penyakit infeksi, cara penularannya, cara mencegahnya

By : 028 | Penguji : dr. Yudhi