Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

ILMU BIOMEDIK DASAR

PRINSIP PRINSIP FISIKA (BIOMEKANIKA, FLUIDA, BIOLISTRIK)

Disusun Oleh :

1. ELSA YUNIAR = 1814401111


2. TAHSYA RIA SHAFIRA = 1814401112
3. NADIAH WINDY AYU APRILIA = 1814401129
4. SYERINA APRILIA = 1814401130

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG

DIII KEPERAWATAN TK 1 REGULER 3

TAHUN AKADEMIK 2018/2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,taufik dan hidayah-
Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmu biomedik dasar ini yang berjudul
“Prinsip Prinsip Fisika (Biomekani, Fluida, Biofisika)”.

Fisika merupakan salah satu cabang ilmu alam yang mendasari perkembangan
teknologi sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam. Fisika juga memberikan pelajaran
yang sangat baik kepada manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Dengan
adanya penyusunan makalah ini kita dapat mengetahui tentang keterkaitannya dengan ilmu
kesehatan dan dalam kehidupan manusia.

Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian makalah ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini kami berharap dapat
menambah wawasan bagi para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah ini kurang
sempurna. Oleh karena itu, dengan senang hati kami menerima kritikan dan saran yang
membangun dari para pembaca. Terima kasih.

Bandar Lampung, 12 Agustus 2018

Kelompok 6

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ....................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................ Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI.............................................................................. Error! Bookmark not defined.i
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
C. Tujuan ................................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 2
A. Biomekanika ...................................................................................................................... 2
B. Fluida ................................................................................................................................. 6
C. Biolistrik ............................................................................................................................ 8
BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 12
A. Kesimpulan...................................................................................................................... 12
B. Saran ................................................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada dasarnya biomekani adalah cabang ilmu yang relatif baru dan sedang berkembang
secara dinamis. Akan tetapi sebenarnya bidang ilmu sudah eksis sejak abad ke-15 masehi
ketika Leonardo Da Vinci (1452-1519) membuat catatan akan siginikansi mekanika dalam
penelitian-penelitian biologi yang dia lakukan.
Fluida meliputi cairan dan gas yang menempati ruang yang mengalir di bawah pengaruh
gravitasi, sehingga fluida cenderung tidak mempertahankan bentuknya. perbedaan fluida dan
zat padat tidak tajam.
Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP
(Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama
mitchondria melalui proses respirasi sel.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi Prinsip Prinsip Fisika (Biomekani, Fluida, Biofisika).
2. Bagaimana penerapan Biomekani, fluida dan biofisika dalam lingkup kesehatan.

C. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui definisi dari Prinsip Fisika (Biomekani, Fluida, Biofisika)
2. Mengetahui Penerapan Biomekani, Fluida dan Biofisika dalam lingkup kesehatan

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Biomekanika
1. Definisi Biomekanika

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari
gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang
disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua cabang ilmu dalam fisika.
Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system
biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara ilmu mekanika terapan dan ilmu biologi
fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup.
Dalam biomekanika prinsip prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis,
disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedokteran.
Biomekanika merupakan ilmu yang membahas aspek aspek mekanika dari gerakan -
gerakan tubuh manusia yang merupakan kombinasi antara keilmuwan mekanika,
antropometri dan dasar ilmu kedokteran.
Pada pendekatan Biomekanika ada beberapa definisi biomekanik yang dapat kita
gunakan. Menurut Hatze, Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi
sistem biologi dengan menggunakan pengetahuan dan metode mekanika. Sedangkan menurut
Hay’s, Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari gaya gaya yang terjadi pada struktur
biologi dan efek yang dihasilkan oleh gaya gaya tertentu.
Jadi dapat disimpulkan, Biomekanika adalah suatu ilmu yang menggunakan hokum -
hukum fisika dan konsep keteknikan untuk mempelajari gerakan yang dialami oleh beberapa
segmen tubuh dan gaya gaya yang terjadi pada bagian tubuh tersebut selama aktivitas normal.

Menurut Agus Wibisono Biomekanika diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:

1. General Biomechanic

General Biomechanic adalah bagian dari biomekanika yang berbicara mengenai hukum-
hukum dan konsep-konsep dasar yang mempengaruhi organ tubuh manusia baik dalam posisi
diam maupun bergerak. Dibagi menjadi 2, yaitu:

a) Biostatic adalah bagian dari biomekanika umum yang hanya menganalisis tubuh pada
posisi diam atau bergerak pada garis lurus dengan kecepatan seragam (uniform).

2
b) Biodinamic adalah bagian dari biomekanika umum yang berkaitan dengan gambaran
gerakan-gerakan tubuh tanpa mempertimbangkan gaya yang terjadi (kinematika) dan
gerakan yang disebabkan gaya yang bekerja dalam tubuh (kinetik).
2. Occupational Biomechanic
Didefinisikan sebagai bagian dari biomekanika terapan yang mempelajari interaksi fisik
antara pekerja dengan mesin, material, dan peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan
keluhan pada sistem kerangka otot agar produktifitas kerja dapat meningkat.

2. Penerapan Biomekanika dalam Bidang Kesehatan


Dalam bidang kesehatan biomekanika sangat dibutuhkan, karena dari biomekanika kita
dapat mengetahui gerak dan perubahan yang terjadi sehingga menimbulkan gaya.
a. Bidang Kedokteran
1) Untuk menentukan fungsi tubuh yg meliputi kesehatan dan penyakit yang dikenal
dengan faal fisika.
2) Meliputi pengetahuan tentang benda atau alat yg dipergunakan dalam keperawatan
seperti, alat ultrasonik, laser, radiasi.

b. Bidang Asuhan Keperawatan


1) Pengaturan posisi
a) Pengertian posisi fowler
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk dimana bagian kepala tempat tidur
lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan
memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.
Tujuannya untuk mobilisasi, memberikan perasaan nyaman pada pasien yang sesak napas,
dan memudahkan perawat misal memberi makan.
b) Pengertian Posisi Sims
Posisi sims adalah posisi miring ke kanan atau miring ke kiri. Posisi ini dilakukan untuk
memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus(supositoria).
c) Posisi Dorsal Recumbent
Pasien berbaring telentang dengan kedua lutut ditarik atau direnggangkan di atas tempat
tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan melakukan pemeriksaan genitalia serta proses
persalinan.

3
d) Posisi Litotomi
Posisi berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian
perut. Tujuannya untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan dan pemasangan alat
kontrasepsi.
e) Posisi Trendlenburg
Posisi pasien berbaring ditempat tidur dengan kepala lebih rendah daripada kaki. Tujuannnya
untuk melancarkan peredaran darah ke otak.
f) Posisi Genu Pectoral
Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat
tidur. Tujuannya untuk memeriksa darah rectum dan sigmoid.
g) Posisi Terlentang(Supinasi)
Posisi dimana klien berbaring telentang dengan kepala dan bahu sedikit elevasi menggunakan
bantal. Tujuannya untuk klien post operasi dengan menggunakan anestesi spinal dan
mengatsi masalah yang timbul akibat pemberian posisi pronasi yang tidak tepat.
h) Posisi Telungkup (Pronasi)
Posisi pronasi adalah posisi dimana klien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh
kesamping. Tujuannya untuk memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut,
mencegah fleksi kontaktur dari persendian pinggul dan lutut.
Dalam kegiatan sehari-hari biomekanika berperan untuk:
a. Mengevaluasi pekerjaan, apakah berbahaya atau tidak
b. Merancang kembali pekerjaan yang sudah diterapkan
c. Biomekanika membantu memperkecil atau mencegah cidera yang diakibatkan oleh
gerakan
d. Biomekanika membantu menciptakan teknik-teknik baru dalam menampilkan suatu
keterampilan yang menghasilkan efektivitas yang lebih tinggi. Nilai dari analisa
biomekanika adalah rentang postur atau posisi.

2) Traksi
Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan
atau gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur,
dislokasim atau spasme otot dalam usaha memperbaiki deformitas dan mempercepat
penyembuhan.

4
3) Kesegarisan Tubuh
Kesegarisan tubuh (body alignment) atau postur merupakan istilah yang sama dan
mengacu pada posisi sendi, tendon, ligament, dan otot selama berbaring. Kesegarisan tubuh
yang benar mengurangi ketegangan pada struktur muskusloskeletal, mempertahankan tonus
(ketegangan) otot secara kuat dan menunjang keseimbangan. Dalam mempertahankan
kesegarian tubuh yang tepat dan memindahkan klien dengan aman dari tempat tidur ke kursi
atau dari tempat tidur ke brankar.

4) Mekanika Tubuh
Mekanika tubuh (body mechanic) adalah usaha untuk mengkoordinasi system
musculoskeletal dan saraf, sehingga individu dapat bergerak, mengangkat, membungkuk,
berdiri, duduk, berbaring dan melakukan aktivitas sehari hari dengan sempurna.
Penggunaan mekanika tubuh yang tepat mengurangi resiko cedera system
musculoskeletal. Mekanika tubuh juga tepat memfasilitasi pergerakan tubuh yang
memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energy otot
yang berlebihan. Hal hal tersebut mencakup kesegarisan tubuh (body alignment),
keseimbangan tubuh dan koordinasi gerakan.
Prinip mekanika tubuh :
Mekanika tubuh penting bagi perawat dan kliennya. Hal ini mempengaruhi tingkat
kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat
kesehatan dan mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu
mekanika tubuh juga bertujuan untuk menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan
kenyamanan dan kerjasama. Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagi kelompok otot
untuk setiap aktivitas keperawatan, memberikan obat, mengangkat, dan memindahkan klien
dan menggerakan objek.

5
B. Fluida
1. Definisi Fluida
Mekanika fluida melihat semua bahan hanya terdiri atas dua keadaan saja, yaitu fluida dan
zat padat. Secara teknis perbedaannya terletak pada reaksi kedua zat tersebut terhadap
tegangan geser atau tegangan singgung yang dialaminya. Zat padat dapat menahan tegangan
geser dengan deformasi yang tetap (static),sedangkan fluida, betapapun kecilnya tegangan
geser yang diberikan, akan menyebabkan fluida itu begerak. Fluida itu bergerak dan berubah
bentuk secara terus-menerus selama tegangan geser itu bekerja. Oleh karena itu fluida yang
diam (hydrostatic) berarti dalam keadaan tegangan gesernya nol.

Berdasarkan definisi tersebut di atas, maka fluida dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
zat cair dan zat gas. Perbedaan antara keduanya juga bersifat teknis, yaitu berhubungan
dengan akibat gaya kohesif. Zat cair terdiri atas molekul-molekul tetap dan rapat dengan gaya
kohesif yang relatifkuat, sehingga cenderung mempertahankan volumenya dan akan
membentuk permukaan bebas yang rata dalam medan gravitasi. Sebaliknya gas, karena terdiri
dari molekul-molekul yang tidak rapat dengan gaya kohesif yang cukup kecil (dapat
diabaikan),sehingga volume gas dapat memuai dengan bebas dan terus berubah.

Fluida dapat juga dibedakan berdasarkan kekentalannya, yaitu fluida nyata(viscous fluid )
dan fluida ideal (non viscous fluid ). Fluida nyata adalah fluida yang memiliki kekentalan,
fluida ini dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya air dan udara. Sedangkan
fluida ideal, tidak ada dalam kehidupan sehari-hari dan hanya dipakai dalam teori
dan kondisi-kondisi khusus saja.

2. Penerapan Teori Fluida dalam Bidang Kesehatan


Hidrodinamika adalah ilmu yang mempelajari fluida yang mengalir. Fluida dalah zat yang
dapat mengalir, yang terdiri dari zat cair dan gas. Hidroninamika juga dapat didefinisikan
sebagai penelitian mengenai zat cair yang mengalir meliputi tekanan, kecepatan aliran,
lapisan-lapisan zat yang melakukan gesekan. Bernoulli telah berhasil merumuskan rumus
dengan persyaratan-persyaratan atau pendekatan khusus yaitu :

a. Zat cair tanpa adanya geseran dalam (cairan tidak viskos)


b. Zat cair mengalir secara stasioner (tidak berubah) dalam hal kecepatan,arah maupun
besarnya (selalu konstan).
c. Zat cair mengalir secara steady yaitu mengalir melalui lintasan tertentu.
d. Zat cair tidak termampatkan (incompresible) melalui sebuah pembuluh dan mengalir

6
sejumlah cairan yang sama besarnya (continuitas)

1) Hukum Fisika yang berhubungan dengan tekanan pada tubuh manusia yaitu:
a) Hukum Boyle
Untuk setiap gas pada suhu tetap, volume berbanding terbalik dengan tekanan. P1 x V1 =
P2 x V2

b) Hukum Charles
Tekanan berbanding terbalik dengan suhu. Pada manusia hukum ini dipakai pada
mekanisme bernafas dan respirasi.

c) Hukum Dalton (Hukum Tekanan Parsial)


Tekanan gas sebanding dengan presentase campuran gas-gas yaitu tekanan parsial satu gas
adalah jumlah gaya pada dinding yang mengelilinginya.

d) Hukum Henry
Berat gas terlarut dalam volume cairan tetap pada suhu tertentu sebanding dengan tekanan.
Pada penyelam, bertambah dalam menyelam bertambah besar tekanannya, penurunan
yang tiba-tiba yaitu bila penyelam naik ke permukaan dengan cepat menimbulkan
gelembung gas dalam darah yang dapat menyumbat kapiler.

e) Prinsip Pascal
Tekanan yang diberikan pada semua zat cair dalam bejana tertutup diteruskan kesemua
arah dengan besar yang sama contohnya pada vesca urinaria, begitu juga pada benda yang
terletak dalam cairan, mempunyai tekanan yang sama pada seluruh permukaan. Contohnya
janin di dalam cairam amnion, ia terlindung dalam cairan yang mengelilinginya yang
meneruskan dengan tekanan sama tidak menjadi masalah walaupun orangnya aktif.

2). Alat-alat yang digunakan dalam kesehatan berhubungan dengan hidroninamika, yaitu :

a) Sphygmomanometer (Tensimeter)
Digunakan untuk mengukur tekanan darah tubuh, berapa angka sistol (pada waktu jantung
kuncup) dan berapa angka diastol (pada waktu jantung mengembang kembali).
b) Tonometer
Digunakan untuk pemeriksaan untuk mengetahui TIO (Tekanan Intra Okuler) pada mata.
c) Sistometer
Digunakan untuk mengukur tekanan kandung kemih.

7
C. Biolistrik
1. Definisi Biolistrik
Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP
(Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama
mitchondria melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel
mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada
permukaan luar dan lapisan tipis muatan negative pada permukaan dalam bidang
batas/membran. Kemampuan sel syaraf (neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat
penting.
Transmisi sinyal biolistrik (TSB) mempunyai sebuah alat yang dinamakan Dendries yang
berfungsi mentransmsikan isyarat dari sensor ke neuron. Stimulus untuk mentringer neuron
dapat berupa tekanan, perubahaan temperature, dan isyarat listrik dari neuron lain. Aktifitasi
bolistrik pada suatu otot dapat menyebar ke seluruh tubuh seperti gelombang pada permukaan
air.
Pengamatan pulsa listrik tersebut dapat dilakukan dengan memasang beberapa elektroda pada
permukaan kulit. Hasil rekaman isyarat listrik dari jantung (Electrocardiogran-ECG) diganti
untuk diagnosa kesehatan. Seperti halnya pada ECG, aktivitasi otak dapat dimonitor dengan
memasang beberapa elektroda pada posisi tertentu. Isyarat listrik yang dihasilkan dapat untuk
mendiagnosa gejala epilepsy, tumor, geger otak dan kelainan otak lainya.

2. Rumus dalam Biolistrik


Ada beberapa rumus atau hukum yang berkaitan dengan biolistrik antara lain :

a. Hukum Ohm
Perbedaan potensial antara ujung konduktor berbanding langsung dengan arus yang
melewati, berbanding berbalik dengan tahanan dari konduktor. Hukum ini dapat dinyatakan
dengan rumus:
R= VI
Keterangan : R = Dalam Ohm
I = Arus (Ampere)
V = Tegangan (Volt)

b.Hukum Joule
Arus listrik melewati konduktor dengan perbedaan tegangan (V) dalam waktu tertentu akan
menimbulkan panas. Hukum ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

8
Keterangan : V = Tegangan dalam Voltage
I = Arus dalam Ampere
T = Waktu dalam detik
J = Joule = 0.239 Kal

3. Macam-macam Gelombang Arus Listrik


a. Arus bolak-balik/sinusoidal
b. Arus setengah gelombang ( telah diserahkan)
c. Arus searah penuh tapi masih mangandung ripple/desir
d. Arus searah murni
e. Faradik
f. Surged Faradic/sentakan sinusoidal
g. Surged sinusoidal/sentakan sinusoidal
h. Galvanik yang interuptus
i. Arus gigi gergaji

4.Kelistrikan dan Kemagnetan dalam Tubuh

1. Sistem syaraf dan neuron


Sistem syaraf dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem syaraf pusat dan otonom.Sistem syaraf
pusat terdiri diantaranya otak, medulla spinalis dan perifer. Saraf perifer ini adalah saraf-saraf
yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke medulla spinalis disebut saraf afferen
sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi dari otak atau medula spinalis ke otot
serta kelenjar disebut sistem saraf efferen sedangkan sistem saraf otonom mengatur organ
dalam tubuh seperti jantung usus dan kelenjar-kelenjar sehingga pengontrolan sistem ini
dilakukan dengan tidak sadar yakni bekerja secara sendiri-sendiri.

2. Konsentrasi ion di dalam dan di luar sel


Ini merupakan suatu model potensial istirahat pada waktu = 0 dimana ion K akan melakukan
difusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sehingga pada saat tertentu akan terjadi
membran dipole atau membran dua kutub di mana larutan dengan konsentrasi yang tadinya
rendah akan kelebihan ion positif, kebalikan dengan larutan yang konsenrasi tinggi akan
mengalam kekurangan ion sehingga menjadi lebih negatif.

9
3. Kelistrikan saraf
Dalam bidang Neuroatomi akan dibicarakan kecepatan impuls serat saraf, serat saraf yang
berdiameter yang besar mempunyai kemampuan menghantarkan impuls lebih cepat daripada
serat saraf yang mempunyai diameter yang kecil. Serat dapat dikelompokkan menjadi tiga
bagian diantaranya A,B dan C.
Dengan menggunakan mikroskop elektron , serat saraf di bagi dalam dua tipe serta saraf yang
bermyelin dan tidak bermyelin.

4. Perambatan Potensial Aksi


Potensial aksi dapat terjadi apabila suatu daerah membran saraf atau otot mendapat
rangsangan mencapai nilai ambang.Potensial aksi itu sendiri mempunyai kemampuan untuk
merangsang daearah sekitar sel membran untuk mencapai nilsi ambang. Dengan demikian
dapat terjadi perambatan potensial aksi ke segala jurusan sel membran, ,keadaan ini disebut
peramabatan potensial aksi atau gelombang depolarisasi.
Setelah timbul potensial aksi, sel membran akan mengalami repolarisasi. Proses repolarisasi
sel membran disebut sebagai suatu tingkat refrakter. Tingkat refrakter ada dua fase yaitu
periode refrakter absolut yakni selama periode ini tidak ada rangsangan, tidak ada unsur
kekuatan nntuk menghasilkan potensial aksi yang lan sedangkan periode refrakter relaktif
yakni setelah membran mendekati repolarisasi seluruhnya maka dari periode refrakter
terabsolut akan menjadi periode refrakter refraktif dan apabila stimulus yang kuat secara
normal akan menghasilkan potensial aksi yang baru.

5. Kelistrikan Pada Sinapsis dan Neuronyal Junction


Hubungan antara dua buah syaraf disebut sinapsis; berakhirnya syaraf pada sel otot/hubungan
syaraf otot disebur Neuromyal Junction.
Baik sinapsis maupun neuromyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang
depolarisasi dengam cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya. Gelombang
depolarisasi ini penting pada sel membrane otot, oleh karena pada waktu terjadi depolarisasi,
zat kimia yang terdapat pada otot akan trigger/bergetar/berdenyut menyebabkan kontraksi
otot dan setelah itu akan terjadi repolarisasi sel otot hal mana otot akan mengalami relaksasi.

6. Kelistrikan Otot Jantung


Sel membran otot jantung sangat berbeda dengan saraf dan otot bergaris, pada saraf maupun
otot bergaris dalam keadaan potensial membran istirahat dilakukan rangsangan maka ion-ion

10
Na+ akan masuk kedalam sel dan setelah mencapai nilai ambang akan timbul depolrisasi
sedangkan pada sel sel otot jantung ion Na+ mudah terjadi kebocoran sehingga terjadi
repolarisasi komplit, ion Na+ perlahan-lahan akan masuk kembali ke dalam sel dengan akibat
gterjadi gejala depolarisasi secara spontan sampai mencapai nilai ambang dan terjadi
potensial aksi tanpa memerlukan rangsangan dari luar.
Dapat diketahui membrane sel otot jantung tanpa rangsangan dari luar akan mencapai nilai
ambang dan menghasilkan potensial aksi pada suatu rate/kecepatan yang teratur.
Rate/kecepatan ini disebut Natural Rate/kecepatan dasar membrane sel otot jantung.
Mengalirnya aliran listrik akan menimbulkan medan magnet. Medan magnet sekitar jantung
disebabkan adanya aliran listrik jantung yang mengalami depolarisasi dan repolarisasi.
Pencatatan medan magnet disebut magnetoksdiogram. Besar medan magnet sekita jantung
adalah sekitar 5 x 10 pangkat -11 T( Testa) atau sekitar 10 x 10 pangkat 8 medan megnet
bumi.

7. Elektroda
Untuk mengukur potensial aksi secara baik dipergunakan elektroda.Kegunaan dari elektroda
untuk memindahkan transmisi ion kepenyalur electron.Bahan yang dipakai sebagai elektroda
adalah perak dan tembaga. Apabila sebuah eletroda tembaga dan sebuah elektroda perak
dicelupkan kedalam larutan, misalnya larutan eletrolit seimbang cairan badan/tubuh maka
akan terjadi perbedaan potensial antara kedua elektroda itu. Perbedaan potensial ini kira-kira
samadengan perbedaan potensial antara kedua elektroda itu. Perbedaan potensial ini kira-kira
sama dengan perbedaan antara potensial kontak kedua logam tersebut disebut potensial offset
elektroda.
Apabila ada elektroda tembaga dan elektroda tembaga dan elektroda perak ditempatkan
dalam bak berisi elektrolit akan terdapat perbedaan potensial sebesar 0,80-0,30=0,46 V.
Macam-macam bentuk elektroda :
1) Elektroda jarum (Mikro Elektroda)
2) Elektroda Mikropipet
3) Elektroda Permukaan kulit
a. Bentuk plat
b. Bentuk Suction cup
c. Bentuk Floating
d. Bentuk ear Clip
e. Bentuk Batang

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Prinsip fisika sangatlah berpengaruh dalam dunia keperawatan,salah satunya yaitu prinsip
kerja pada tensimeter, tensimeter raksa yang merupakan terapan dari ilmu fisika fluida yaitu
mengalirnya zat cair atau raksa dalam sebuah tabung dengan besar tekanan tertentu. Pada
prinsip fisika tentang biolistrik membahas listrik yang terdapat pada makhluk hidup yang
sangat berpengaruh pada sistem saraf. Selain itu pada biomekanika berperan dalam
membahas aspek aspek mekanika dari gerakan gerakan tubuh manusia yang merupakan
kombinasi antara keilmuwan mekanika, antropometri dan dasar ilmu kedokteran..

B. Saran
Penulis menyadari, dalam penyusunan makalah ini belums sepenuhnya sempurna. Untuk
itu dapat kiranya Memberikan kritik dan saran mengenai makalah ini.
Walaupun demikian kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://aneka-wacana.blogspot.com/2012/03/konsep-biomekanika-dala-keperawatan.
https://www.scribd.com/doc/94861402/aplikasi-fisika-dalam-
keperawatanhttps://dien84.wordpress.com/2010/01/05/biolistrik/

13

Anda mungkin juga menyukai