Anda di halaman 1dari 19

BABI

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU OSEANOGRAFI

Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut atau graphos
yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah
cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara
sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut.
Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi
dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri
adalah bagian dari hidrosfer. Seperti diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang
disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer.
Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup
penghuni planet Bumi dikelompokkan ke dalam biosfer.
Para ahli oseanografi mempelajari berbagai topik, termasuk organisme laut dan
dinamika ekosistem; arus samudera, ombak, dan dinamika fluida geofisika; tektonik
lempeng dan geologi dasar laut; dan aliran berbagai zat kimia dan sifat fisik didalam
samudera dan pada batas-batasnya. Topik beragam ini menunjukkan berbagai disiplin
yang digabungkan oleh ahli oceanografi untuk memperluas pengetahuan mengenai
samudera dan memahami proses di dalamnya: biologi, kimia, geologi, meteorologi, dan
fisika.
Beberapa sumber lain berpendapat bahwa ada perbedaan mendasar yang
membedakan antara oseanografi dan oseanologi. Oseanologi terdiri dari dua kata (dalam
bahasa Yunani) yaitu oceanos (laut) dan logos (ilmu) yang secara sederhana dapat
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang laut. Dalam arti yang lebih lengkap,
oseanologi adalah studi ilmiah mengenai laut dengan cara menerapkan ilmu-ilmu
pengetahuan tradisional seperti fisika, kimia, matematika, dan lain-lain ke dalam segala
aspek mengenai laut.
Oseanografi adalah bagian dari ilmu kebumian atau earth sciences yang
mempelajari laut,samudra beserta isi dan apa yang berada di dalamnya hingga ke kerak
samuderanya. Secara umum, oseanografi dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang
ilmu utama yaitu: geologi oseanografi yang mempelajari lantai samudera atau litosfer di

perikanan.bawah laut. Organisasi oseanografi internasional yang pertama kali didirikan adalah The International Council for the Exploration of the Sea (1901). pasang surut dan temperatur air laut. fisika oseanografi yang mempelajari masalah-masalah fisis laut seperti arus.W. salinitas air dan sebagainya. Thomson (yang berkebangsaan Skotlandia) dan John Murray (yang berkebangsaan Kanada). Oseanografi adalah peta mengenai hal-hal yang terkait dengan air laut seperti temperatur. kabel laut dan studi mengenai iklim akhirnya membawa banyak negara untuk melakukan ekspedisi-ekspedisi berikutnya. kimia oseanografi yang mempelajari masalah-masalah kimiawi di laut. Selanjutnya Murray menjadi pemimpin dalam studi berikutnya mengenai sedimen laut. Studi menyeluruh (komprehensif) mengenai laut dimulai pertama kali dengan dilakukannya ekspedisi Challenger (1872-1876) yang dipimpin oleh naturalis bernama C. dan yang terakhir biologi oseanografi yang mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan flora dan fauna atau biota di laut. . arus. Definisi lain tentang Oseanografi yaitu bahwa Oseanografi adalah satu bidang ilmu yang berkaitan dengan kajian tentang lautan khususnya aspek fizikal lautan. Istilah Oseanografi sendiri digunakan oleh mereka di dalam laporan yang diedit oleh Murray. Keberhasilan dari ekspedisi Challenger dan pentingnya ilmu pengetahuan tentang laut dalam perkapalan/perhubungan laut. gelombang.

Pergerakan benua itu menuju khatulistiwa dan juga ke arah barat. Tidaklah mungkin gaya vertikal ini mampu menyebabkan benua yang besar tersebut pecah. Wegener mengumpulkan bukti lainnya berupa kesamaan garis pantai. tetap saja usaha Wegener sia- sia karena Wagener tidak mampu menjelaskan dan meyakinkan para ahli bahwa gaya utama yang bekerja adalah gaya lateral bukan gaya vertikal. . 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil yang kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini. benua tersusun dari batuan sial yang terapung pada batuan sima yang lebih besar berat jenisnya. Pemahaman para ilmuwan pengkritik adalah bahwa gaya yang bekerja pada bumi adalah gaya vertikal. Pada masa itu belum dijumpai bukti-bukti yang meyakinkan. Selanjutnya. Namun. struktur dan batuan. persamaaan fosil. BAB II PROSES TERBENTUKNYA LAUTAN DI DUNIA Hipotesis Pergeseran Benua (bahasa Inggris: continental drift) merupakan gagasan yang dituangkan Alfred L. Beberapa ilmuwan dapat menerima konsep ini namun sebagian besar lainnya tidak dapat membayangkan bagaimana satu massa benua yang besar dapat mengapung di atas bumi yang padat dan mengapa ini terjadi. Wegener pada hipotesisnya yang dituangkan dalam buku berjudul The Origin of Continent and Oceans (1912). Hipotesis utamanya adalah di bumi pernah ada satu benua raksasa yang disebut Pangaea (artinya "semua daratan") yang dikelilingi oleh Panthalassa ("semua lautan"). Isinya.

konvergen . Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi.1 Tektonika lempeng Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Lebih dalam lagi. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Teori Tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti- bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan.2. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an. melainkan tekanan yang tinggi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin. baik divergen (menjauh).

karena sebelumnya perkiraan didapatkan dari laju pendinginannya dan dengan asumsi permukaan bumi beradiasi seperti benda hitam. Penemuan radium dan sifat-sifat pemanasnya pada tahun 1896 mendorong pengkajian ulang umur bumi. ataupun transform (menyamping). tetapi semuanya menemui jalan buntu karena asumsi bahwa bumi adalah sepenuhnya padat menyulitkan penemuan penjelasan yang sesuai. pembentukan gunung. 2. telah diamati bahwa pantai Samudera Atlantik yang berhadap-hadapan antara benua Afrika dan Eropa dengan Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki kemiripan bentuk dan nampaknya pernah menjadi satu. Ketepatan ini akan semakin jelas jika kita melihat tepi-tepi dari paparan benua di sana.(bertumbukan).2 Perkembangan Teori Peta dengan detail yang menunjukkan lempeng-lempeng tektonik dan arah vektor gerakannya Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Dari . aktivitas vulkanik. Gempa bumi. geolog berasumsi bahwa kenampakan- kenampakan utama bumi berkedudukan tetap. Kebanyakan kenampakan geologis seperti pegunungan bisa dijelaskan dengan pergerakan vertikal kerak seperti dijelaskan dalam teori geosinklin. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50- 100 mm/a. Sejak tahun 1596. Sejak saat itu banyak teori telah dikemukakan untuk menjelaskan hal ini.

Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912. suhu Bumi akan menurun menjadi seperti sekarang dalam beberapa puluh juta tahun. dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi [11] bumi . teori ini dipinggirkan. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya. dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. dan sesar translasi (translation fault). Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara seafloor spreading dan balikan medan magnet bumi . Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya.perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahkan jika pada awalnya bumi adalah sebuah benda yang merah-pijar. Mula-mula. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat. namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan pemekaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan. Namun. Dengan adanya sumber panas yang baru ditemukan ini maka para ilmuwan menganggap masuk akal bahwa Bumi sebenarnya jauh lebih tua dan intinya masih cukup panas untuk berada dalam keadaan cair. Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan. tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan. tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone). Di kemudian hari. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair.

Mason menunjukkan dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru. tektonik lempeng menjadi diterima secara luas. Seiring dengan diterimanya anomali magnetik bumi yang ditunjukkan dengan lajur-lajur sejajar yang simetris dengan magnetisasi yang sama di dasar laut pada kedua sisi mid-oceanic ridge. Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda. Penelitian tentang dasar laut dalam. tergantung dari suhu. Litosfer lebih dingin dan kaku. tekanan. Pembagian ini sangat berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti. Sejalan dengan itu. Kemajuan pesat dalam teknik pencitraan seismik mula-mula di dalam dan sekitar zona Wadati-Benioff dan beragam observasi geologis lainnya tak lama kemudian mengukuhkan tektonik lempeng sebagai teori yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam segi penjelasan dan prediksi. teori tektonik lempeng juga dikembangkan pada akhir 1960- an dan telah diterima secara cukup universal di semua disiplin ilmu. Selain itu. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda.(geomagnetic reversal) oleh geolog Harry Hammond Hess dan oseanograf Ron G. litosfer kehilangan panasnya melalui proses konduksi. mantel.3 Prinsip-prinsip Utama Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel. sekaligus juga membaharui dunia ilmu bumi dengan memberi penjelasan bagi berbagai macam fenomena geologis dan juga implikasinya di dalam bidang lain seperti paleogeografi dan paleobiologi 2. sebuah cabang geologi kelautan yang berkembang pesat pada tahun 1960-an memegang peranan penting dalam pengembangan teori ini. dan kerak. dan kekuatan gesernya. Lempeng ini bergerak . sedangkan astenosfer lebih panas dan secara mekanik lemah. sedangkan astenosfer juga memindahkan panas melalui konveksi dan memiliki gradien suhu yang hampir adiabatik.

khususnya silikon. gunung berapi. Pergerakan lempeng biasanya bisa mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan kuku jari) seperti di Mid-Atlantic Ridge. Yang pertama adalah kerak samudera atau yang sering disebut dengan "sima". Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen.menumpang di atas astenosfer yang mempunyai viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng. seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas. sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut. Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut "sial". Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia.[16][17] Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak.[18] Maka. . Misalnya. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudera. Dalam hal ini. yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung. kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik. tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. gabungan dari silikon dan magnesium. kerak samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang felsik. Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary). mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi. ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan rambut) seperti di Lempeng Nazca. dan palung samudera. gabungan dari silikon dan aluminium. Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km.

atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi.2. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain. di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air). sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. 2. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen 3. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah: 1. Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California. Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan.4 Jenis-jenis Batas Lempeng Tiga jenis batas lempeng (plate boundary). Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Contoh kasus .

mineral (dari variasi struktur mineral). Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik) menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen secara lateral di seluruh mantel. Pandangan yang disetujui sekarang. tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan penebalan. juga lempeng Eurasia yang bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. yaitu friksi dan gravitasi. ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc). litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya. adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempeng. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng untuk bergerak [19] secara mudah menuju ke arah zona subduksi Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak pergerakan lempeng. atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). 2. Variasi dalam kepadatan ini bisa bersifat material (dari kimia batuan). meskipun masih cukup diperdebatkan. Dengan satu atau lain cara. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan tektonik lempeng. Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah konveksi mantel dari gaya apung (buoyancy forces). . energi ini harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara.5 Kekuatan Penggerak Pergerakan Lempeng Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Sumber penggerak ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan penggerak pergerakan lempeng. Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Pada waktu pembentukannya di mid ocean ridge.

2 Gravitasi Runtuhan gravitasi: Pergerakan lempeng terjadi karena lebih tingginya lempeng di oceanic ridge.2. proses ini sering disebut sebagai sebuah doronga. Litosfer samudera yang dingin menjadi lebih padat daripada mantel panas yang merupakan sumbernya. pembengkakan litosfer sebelum ia turun ke bawah lempeng yang bersebelahan menghasilkan kenampakan yang bisa mempengaruhi topografi. :Dalam teks-teks geologi pada pendidikan dasar. Namun. atas dan bawah 2. sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer. Beberapa model awal Tektonik Lempeng menggambarkan bahwa lempeng- . mantel plume yang menekan sisi bawah lempeng tektonik bisa juga mengubah topografi dasar samudera.5. sebenarnya sebutan yang lebih tepat adalah runtuhan karena topografi sebuah lempeng bisa jadi sangat berbeda-beda dan topografi pematang (ridge) yang melakukan pemekaran hanyalah fitur yang paling dominan. Pergerakan ke atas materi di mid-oceanic ridge mungkin sekali adalah bagian dari konveksi ini.[21] Ada bukti yang cukup banyak bahwa konveksi juga terjadi di mantel dengan skala cukup besar. Sebagai contoh. Slab suction Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. Slab-pull (tarikan lempengan) Pergerakan lempeng sebagian disebabkan juga oleh berat lempeng yang dingin dan padat yang turun ke mantel di palung samudera. menghasilkan sedikit inklinasi lateral proporsional dengan jarak dari sumbu ini. maka dengan ketebalan yang semakin meningkat lempeng ini tenggelam ke dalam mantel untuk mengkompensasikan beratnya. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel. Lalu.5. meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan.1 Gaya Gesek Basal drag Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer.

Beberapa juga mengemukakan ide kontroversial bahwa hasil ini mungkin juga menjelaskan mengapa Venus dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik. Alfred Wegener. Model yang lebih baru juga memberi peranan yang penting pada penyerotan (suction) di palung. Banyak lempeng juga bergerak ke utara dan barat. Namun.5. dan kemudian ditentang fisikawan Harold Jeffreys yang menghitung bahwa besarnya gaya gesek oasang yang diperlukan akan dengan cepat membawa rotasi bumi untuk berhenti sejak waktu lama. sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan pasang bulan yang mengikutinya.3 Gaya dari luar Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari buletin Geological Society of America Bulletin.[22] Pemikiran ini sendiri sebetulnya tidaklah baru. Hal ini sendiri aslinya dikemukakan oleh bapak dari hipotesis ini sendiri. Dikatakan juga bahwa relatif dengan mantel bawah. kebanyakan ilmuwan sekarang percaya bahwa astenosfer tidaklah cukup kuat untuk secara langsung menyebabkan pergerakan oleh gesekan gaya-gaya itu. dan Antarktika. Eurasia. gravitasi bulan meskipun sangat kecil menarik lapisan permuikaan bumi kembali ke barat. tetapi lempeng seperti Lempeng Amerika Utara tidak mengalami subduksi di manapun juga. lempeng ini menumpang di atas sel-sel seperti ban berjalan. yaitu karena ketiadaan bulan di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti pasang di bumi. Slab pull sendiri sangat mungkin menjadi gaya terbesar yang bekerja pada lempeng. Kekuatan penggerak utama untuk pergerakan lempeng dan sumber energinya itu sendiri masih menjadi bahan riset yang sedang berlangsung 2. tetapi juga mengalami pergerakan seperti juga Lempeng Afrika. bahkan banyaknya pergerakan ke barat dasar Samudera Pasifik adalah jika dilihat dari sudut pandang pusat pemekaran (spreading) di Samudera Pasifik yang mengarah ke timur. ada sedikit komponen yang mengarah ke barat pada pergerakan semua lempeng . Mereka berkata karena Bumi berputar ke timur di bawah bulan.

Maka. Lempeng Pasifik dikelilingi zona subduksi (Ring of Fire) sehingga bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng di Atlantik yang lengket pada benua yang berdekatan dan bukan lempeng tersubduksi. gaya yang berhubungkan dengan lempeng yang bergerak ke bawah (slab pull dan slab suction) adalah kekuatan penggerak yang menentukan pergerakan lempeng kecuali untuk lempeng yang tidak disubduksikan. kekuatan penggerak pergerakan lempeng itu sendiri masih menjadi bahan perdebatan dan riset para ilmuwan . masalahnya adalah seberapa besar setiap proses ambil bagian dalam pergerakan setiap lempeng Keragaman kondisi geodinamik dan sifat setiap lempeng seharusnya menghasilkan perbedaan dalam seberapa proses-proses tersebut secara aktif menggerakkan lempeng. Namun. Vektor di sini menunjukkan arah dan magnitudo gerakan.2. Vektor yang sebenarnya pada pergerakan sebuah planet harusnya menjadi fungsi semua gaya yang bekerja pada lempeng itu. Salah satu hubungan terpenting yang ditemukan adalah bahwa lempeng litosferik yang lengket pada lempeng yang tersubduksi bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng yang tidak. satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melihat laju di mana setiap lempeng bergerak dan mempertimbangkan bukti yang ada untuk setiap kekuatan penggerak dari lempeng ini sejauh mungkin. Walau bagaimanapun juga.6 Signifikansi relatif masing-masing mekanisme Pergerakan lempeng berdasar pada data satelit GPS NASA JPL. Misalnya.

Lempeng Cocos.Lempeng benua • Lempeng Eurasia. meliputi Antarktika . Lempeng Nazca.Lempeng benua • Lempeng Australia.Lempeng samudera Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India.Lempeng benua • Lempeng Amerika Utara. Superkontinen Rodinia diperkirakan terbentuk 1 miliar tahun yang lalu dan mencakup hampir semua atau semua benua di Bumi dan terpecah menjadi delapan benua sekitar 600 juta tahun yang lalu. Lempeng Filipina. Lempeng Karibia. Delapan benua ini selanjutnya .Lempeng benua • Lempeng Pasifik. Lempeng Arabia. Pergerakan lempeng telah menyebabkan pembentukan dan pemecahan benua seiring berjalannya waktu. meliputi Afrika . Lempeng Juan de Fuca.2. meliputi Samudera Pasifik . dan Lempeng Scotia.Lempeng benua • Lempeng Antarktika. meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu). termasuk juga pembentukan superkontinen yang mencakup hampir semua atau semua benua. meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua • Lempeng Amerika Selatan. meliputi Asia dan Eropa .7 Lempeng-lempeng utama Peta lempeng-lempeng tektonik Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu: • Lempeng Afrika. meliputi Amerika Selatan .

Di tahun 1796. Kant juga berpendapat bahwa nebula suram yang terlihat di antariksa adalah galaksi tersendiri seperti galaksi Bima Sakti kita. maka ia akan berputar lebih cepat lagi. Kant percaya bahwa planet-planet tumbuh dari sebuah cakram materi di sekeliling Matahari. Kant.tersusun kembali menjadi superkontinen lain yang disebut Pangaea yang pada akhirnya juga terpecah menjadi Laurasia (yang menjadi Amerika Utara dan Eurasia).1 Sejarah singkat penemu teori laplace .8.2 Pembahasan . tetapi pada pokoknya tidak berbeda dengan teori-teori modern mengenai awal-mula terjadinya tata surya. Marquis de (1749-1827) . dan menyebabkan sebagian dari bahan yang berasal dari matahari tersebut terlempar. Gaya ini akhirnya akan melampaui tarikan dari gayaberatnya. Bahwa bumi berasal dari suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa bersuhu tidak terlalu panas dan penyebarannya terpencar dalam kondisi berputar dan dikenal sebagai awal-mula dari matahari. Sebagai akibat dari proses pengkerutan tersebut. Menurut teori laplace . Bahan-bahan yang terlempar ini kemudian dalam . Akibat perputaran tersebut menyebabkan matahari ini kehilangan daya energinya dan akhirnya mengkerut. yang semula berfungsi sebagai penyeimbang. Pendapat tersebut kini telah terbukti kebenarannya. dan Gondwana (yang menjadi benua sisanya) 2. Perincian teori tersebut telah ditinjau kembali. Pierre Simon. Immanuel (1724-1804) . Dalam keadaan seperti ini.Seorang filsuf Jerman yang pada tahun 1755 mengajukan cikal-bakal teori modern tentang tata surya.Seorang ahli matematika Prancis yang mengembangkan teori asal mula tata surya yang digagas oleh Immanuel Kant.8 Proses Pembentukan Laut Berdasarkan Teori Laplace 2. sebuah gagasan yang kemudian dikembangkan oleh Marquis de Laplace. Laplace. 2. maka pada bagian ekuator kecepatannya akan semakin meningkat dan menimbulkan terjadinya gaya sentrifugal. Laplace melukiskan bagaimana cincin-cincin materi yang terlempar dari Matahari dapat memadat menjadi planet-planet.8.

bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut. Para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Akibat adanya gaya gravitasi. dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. tata surya kita yang bernama Bima Sakti.4 milyar tahun yang lalu. embrio bumi tumbuh semakin besar. Bumi dilahirkan 4. gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Akibatnya.perjalanannya juga berputar mengikut i induknya. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan. Dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar besaran pula. Salah satu versi yang di angkat kali ini adalah bahwa pada saat itu. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut. salah satunya adalah planit bumi. .5 milyar tahun yang lalu. Pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias ‘luar biasa’ tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi. juga akan mengkerut dan membentuk sejumlah planit-planit. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan. terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini.

Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan. planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. . Kehidupan di bumi. Akibatnya. langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering.2 s. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.8 milyar tahun yang lalu. masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3. Secara perlahan-lahan.d. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada. Namun demikian. menurut para ahli. berawal dari lautan (life begin in the ocean). Pada 3. jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. menyebabkan air laut semakin asin.

potongan-potongan kulit (shell) serta sisa rangka dari organisme laut. mica. Ketebalan lapisan sedimen yang terdapat di banyak bagian laut berbeda-beda. dari sekitar 600meter di Samudra Pasifik. apobol dan mineral berat lainnya. a) Tipe Calcareous (Ooze/selut gampingan) 1. contohnya adalah Globigerina Oozedan Pteropod Ooze . Batuan beku atau batuan sediment telah mengalami proses desintegrasi (proses ecahnya batuan secara mekanis menjadi batuan yang lebih kecil).klasifikasi sedimen laut berdasarkan sumbernya yaitu: 1. Sedimen Biogenous (sisa-sisa organisme) Sisa-sisa rangka dari oraganisme hidup juga akan membentuk endapan partikel- partikel halus yang dinamakan ooze yang biasanya mengendap pada daerah-daerah yang letaknya jauh dari pantai. maupun proses decomosisi (proses perubahan susunan kimiawi dari batuan sehingga lauk akibat penerjangan air maupun udara). hidroksida besi yang bebas dan lain-lain. Sedangkan dari hasil decomposisi adalah clay. 2. 500-1000 meter di Samudra Atlantik. Golongan binatang yang mengandung kapur. pyroxenes. Partikel-partikel dari hasil proses desintegrasi mauun proses decomposisi itu diangkut. Sedangkan ada laut-laut dangkal didominasi oleh jenis-jenis artikel yang berukuran besar. BABIII JENIS-JENIS DASAR LAUT Seluruh permukaan dasar lautan yang ditutupi oleh partikel-partikel sedimen yang telah diendapkan secara perlahan-lahan dalam jangka berjuta-juta tahun. Sedimen terutama terdiri dari partikrl-partikel yang berasal dari hasil pecahan- pecahan batuan. Contoh bahan sedimen dari proses desintegrasi adalah mineral kwarsa. Sbagian besar laut yang dalam ditutupi oleh jenis artikel-artikel yang berukuran kecil. 4000meter di Arctic. feldspar. Sedimen Lithogenous (Sedimen Terigin) jenis sedimen ini berasal dari hasil pengikisan batuan di darat. baik oleh air sungai maupun angin ke laut.

Algae. . terutama hidu subur di erairan hangat. Ooze yang terbentuk menutupi 9% dari ermukaan dasar laut dan banyak dijumpai di daerah yang lebih dingin dengan salinitas rendah seerti di Samudra Hindia bagian selatan. 2. Plankton yang bersel satu yang termasuk cocolitsh. Red Clay Ooze. 3. yaitu ganggang yang mengandung kapur. b) Tipe Siliceous 1. Sedimen asal Vulkanisme daat dilihat dari sifat-sifat fisik maupun susunan kimiawinya. Sedimen Hidrogenous (hsil reaksi kimia dalam air laut) a) Mengandung Nodules (Bongkahan mangan) barasal dari endapan Oksida dan Hidroksida Besi dan Mangan b) Jenis Logam-logam lainnya. seperti cobal dan nekel. . 3. yaitu .Ooze ini mempunyai kandungan yang tinggi dan banyak dijumpai di bagian timur Samudra Hindia. Robdolit yang tersebar di laut-laut terbuka. 2. Golongan tumbuhan yang mengandung kapur. Radiolaria Ooze adalah golongan rotozoa bersel satu menutupi 1-2% dari permukaan laut. adalah golongan tumbuhan yang bersel tunggal yang mempunyai kulit mengandung silica. Sedimen Marine a). Diatom Ooze. . 4.