Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu

suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat

gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang datanya

disajikan dengan menggunakan angka-angka. Penelitian ini dilakukan

dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu pendekatan penelitian dimana

variabel-variabel yang termasuk faktor risiko dan variabel-variabel yang

termasuk efek diteliti sekaligus pada waktu yang sama (Notoatmodjo,

2010). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan masalah penelitian

yang terjadi berdasarkan prevalensi menggigil atau shivering pada pasien

post operasi serta karakteristiknya berdasarkan umur, jenis kelamin, IMT,

jenis anestesi, jenis tindakan pembedahan, dan lama durante operasi melalui

observasi lansung kepada pasien yang menjalani operasi dan telah dilakukan

anestesi.

B. Lokasi Dan Waktu Penilitian

Penelitian ini akan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah

Ajibarang , Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah pada November

2018 sampai Mei 2019.


C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi merupakan seluruh subjek atau objek dengan karakteristik

yang memenuhi dengan kriteria yang ditetapkan (Nursalam, 2013)

Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam

wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian

populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau

studi sensus (Arikunto, 2010). Menurut (Saryono., 2011), populasi

merupakan sumber data yang diperlukan dalam suatu penelitian.

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani

tindakan operasi di IBS RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas,

Provinsi Jawa Tengah periode November 2019 sampai dengan Juni

2019.

2. Sampel

Sampel dihitung menggunakan rumus Sastroasmoro (2008) dengan

proporsi menggigil (shivering) sebesar 65 % ( berdasarkan (Sarrim B.

& Budiono U., 2011). Perhitungan besar sampel tersebut adalah

sebagai berikut :

𝑍𝛼 2 (𝑃1. 𝑄1 + 𝑃2. 𝑄2)


𝑛=
𝑑2
Keterangan :

n : Jumlah sampel

P1 : Proprorsi pada kelompok shivering (0.65)


P2 : Proporsi pada kelompok non shivering (0.35)

d : Ketepatan (0.20)

α : Tingkat kemaknaan (1.96)

P =1/2 (P1+P2)

=1/2 (0.65+0.35)=0.5

Q =1 – P

=1 – 0.5 =0.5

Q1=1 – P1

=1 – 0.65= 0.35

Q2=1 – P2

=1 – 0.35=0.65.

1,962 [0,65.0,35 + 0,35.0,65]


𝑛=
0.202

1,962 [0,65.0,35 + 0,35.0,65]


𝑛=
0.202

3,8416[0,455]
𝑛=
0,04

𝑛 = 43,56

𝑛 = 44

Sampel terdiri atas bagian populasi terjangkau yang dapat

dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui smpling. Sedangkan

sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat

mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2013). Pegambilan sampel

dalam penelitian ini menggunakan aksidental sampling. Accidental


sampling yaitu pengambilan sampel secara aksidental (accidental)

dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau

tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian

(Notoatmodjo, 2010) Sampel penelitian adalah bagian dari populasi

yang memenuhi kriteria inklusi

a. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel adalah aksidental sampling, yaitu

pengambilan sampel secara aksidental (accidental) dengan

mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau

tersedia di IBS RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas,

Provinsi Jawa Tengah periode Maret 2019 sampai dengan

April 2019 yang memenuhi kriteria inklusi.

b. Kriteria Inklusi

1) Pasien operasi di IBS RSUD Ajibarang pada periode

Maret 2019 sampai dengan April 2019 dan telah

menandatangani infromed concent.

2) Pasien yang menjalani operasi dengan anestesi :

general anstesi dan Regional anestesi Spinal.

c. Kriteria Eksklusi

1) Pasien yang menjalani operasi dengan lokal anestesi

infiltrasi.

2) Pasien yang menolak menandatangani informed

concent.
D. Variabel Penelitian

Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu

kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain

(Notoatmodjo, 2010). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah

menggigil atau shivering sedangkan variabel independennya adalah umur,

jenis kelamin, IMT, jenis operasi, jenis anestesi dan lama durante operasi.

E. Definisi Operasional

Definisi Operasional merupakan variabel operasional yang

dilakukan penelitian berdasarkan karakteristik yang diamati. Definisi

operasional ditentukan berdasarkan parameter ukuran dalam penelitian.

Definisi operasional mengungkapkan variabel dari skala pengukuran

masing-masing variabel tersebut (Donsu, 2016).

Tabel 3.1 Definisi Operasional Penelitian


No Variabel Definisi Alat Ukur Kategori Skala
Operasional Ukur
1. Menggigil Gerakan Bedside 0. Tidak Nominal
atau shivering involunter Shivering menggigil
satu otot Assesment 1. Ringan
rangka atau Scala 2. Sedang
lebih yang 3. Parah
biasanya
terjadi pada :Check list
masa awal observasi
pemulihan
pascaanestesi
2. Umur Umur Umur diukur 0-80 tahun Rasio
merupakan dalam satuan
selisih tahun tahun. Cara
kedatangan ukur dengan
pasien mencatat
berobat variabel umur
dengan tahun sesuai yang
kelahiran tercantum
pasien pada rekam
medik
3. Jenis Kelamin karakteristik cara ukur 1. Laki-laki Nominal
biologis dilakukan 2. Permpuan
seksual dari dengan
lahir yang mencatat
bersifat variabel jenis
permanen kelamin
sesuai yang
tercantum
pada rekam
medik
4. IMT indikator menghitung 𝑘𝑔/𝑚2 Rasio
(Indeks Masa status gizi langsung
Tubuh) subjek dataTinggi
penelitian badan dan
untuk berat badan
mengetahui dari rekam
derajat medis
kegemukan kedalam
rumus
IMT=BB/TB2

5. Jenis Pembagian cara ukur 1. Bedah Nominal


Tindakan tindakan dilakukan Urologi
Operasi operasi dengan 2. Bedah
sesuai area berdasarkan mencatat Digestif
bagian tubuh variabel jenis 3. Bedah
tindakan Orthopaed
operasi sesuai i
yang 4. Bedah
tercantum Obsgyn
pada rekam
medik
6. Jenis tidakan Pembagian cara ukur 1. Mayor Nominal
operasi tindakan dilakukan 2. Minor
berdasrkan operasi dengan
keseriusannya berdasarkan mencatat
tingkat variabel jenis
keseriusannya tindakan
tau resiko operasi sesuai
yang
tercantum
pada rekam
medik
7. Jenis Jenis cara ukur 1. General Nominal
Tindakan pemberian dilakukan anestesi
Anestesi obat anestesi dengan 2. Regional
sesuai mencatat Anestesi :
indikasi yang variabel jenis spinal
ada pada anestesi
pasien sesuai yang
tercantum
pada rekam
medik
(Laporan
anestesi)
8. Lama durante Lama waktu cara ukur menit Rasio
operasi pelaksanaan dilakukan
operasi dari dengan
awal operasi mencatat
sampai akhir variabel lama
operasi durante
dihitung operasi sesuai
dalam menit yang
tercantum
pada rekam
medik
Tabel 3.1 Definisi Operasional

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk

mengumpulkan data, instrumen penelitian ini dapat berupa kuesioner,

formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan

data dan sebagainya (Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini menggunakan

lembar ceklist Observasi. Observasi adalah pengamatan secara langsung

terhadap suatu objek yang terdapat di lingkungan baik yang sedang

berlangsung saat itu atau masih berjalan yang meliputi berbagai aktifitas

perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan pengindraan.

Tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau sadar dan sesuai urutan

(Arikunto, 2010).

Menurut (Mary Pat Aust, RN, 2011) shivering (menggigil) dapat diukur

dengan menggunakan Bedside Shivering Assessment Scale (BSAS) :

0. Tidak ada: Tidak Menggigil


1. Ringan: Menggigil terlokalisasi pada leher / dada, hanya dapat dilihat

sebagai artefak pada EKG atau dirasakan oleh rabaan

2. Sedang: Keterlibatan intermiten dari ekstremitas atas +/- toraks

3. Parah: Menggigil secara umum atau menggigil ekstremitas atas /

bawah yang berkelanjutan.

Menurut (Olson et al., 2013) Bedside Shivering Assessment Scale

(BSAS) dikembangkan untuk menstandarisasi skor penilaian menggigil.

BSAS mengharuskan penilai untuk mengamati pasien selama 2 menit; ini

termasuk inspeksi visual serta meraba leher, dada, lengan, dan kaki. BSAS

memiliki keandalan antar penilai yang memadai (interrater reliability)

untuk dipertimbangkan untuk digunakan di antara beragam kelompok

praktisi.

G. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis Data

Data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber data yaitu :

a) Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh

perorangan/ suatu organisasi secara langsung dari objek yang

diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang

dapat berupa interview dan observasi (Nursalam, 2013). Data

primer dalam penelitian ini adalah data hasil observasi kejadian

menggigil atau shivering pada pasien operasi yang telah

diberikan anestesi general maupun regional.


b) Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh / dikumpulkan dan

disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh

intansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data

dokumwntasi dan arsip-arsip resmi (Nursalam, 2013).Data

sekunder dalam penelitian ini adalah data tentang Umur, jenis

kelamin, jenis anestesi, jenis tindakan operasi dan lama durante

operasi yang didapatkan dari data rekam medik.

2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada

subjek dan proses pengumpulan karakteristik yang diperluka dalam

suatu penelitian (Nursalam, 2013). Teknik yang digunakan untuk

pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan observasi kepada

pasien operasi yang telah dilakukan anestesi.

3. Cara Pengumpulan Data

Langkah pengumpulan data dalam penelitian ini dimulai dengan

permohoan surat izin penelitian ke pihak rumah sakit, setelah

mendapatkan izin penelitian. Kemudian peneliti menemui kepala IBS

untuk meminta izin dilakukannya penelitian. Setelah itu peneliti

melihat rekam medik responden untuk melihat diagnosa responden.

kemudian peneliti melakukan pengukuran dengan melakukan

observasi dari pasien mendapatkan anestesi sampai dengan 30 menit

di ruang pulih sadar atau recovery room. Sebelum observasi dilakukan


peneliti memberikan informed consent sebagai tanda persetujuan

sebagai responden.

H. Analisis Data

1. Pengolahan Data

Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan

perhitungan statistic dengan cara pengolahan data dan analisis

dilakukan dengan bantuan alat computer dengan cara (Notoatmodjo,

2010), sebagai berikut :

a) Editing

Yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang

diperoleh atau dikumpulkan. Peneliti melakukan pemeriksaan

ulang hasil observasi ditempat pengumpulan data apakah data

sudah terisi lengkap dan tepat.

b) Scoring

Pada penelitian ini menggigil (shivering) dilakukan scoring

dengan menggunakan Bedside Shivering Assessment Scala

(Mary Pat Aust, RN, 2011) :

1) Tidak Menggigil diberikan score : 0

2) Ringan diberikan score : 1

3) Sedang diberikan score : 2

4) Parah diberikan score : 3


c) Coding

Kegiatan mengubah data berbentuk huruf menjadi data

berbentuk angka atau bilangan untuk mempermudah pada saat

menganalisa data dan mempercepat memasukan data. Dalam

penelitian ini kode yang diberikan adalah:

1) Jenis kelamin

(a) Laki-laki diberikan kode :1

(b) Perempuan diberikan kode : 2

2) Jenis tindakan operasi berdasarkan area

(a) Bedah Urologi diberikan kode : 1

(b) Bedah Digestif diberikan kode : 2

(c) Bedah Orthophaedi diberikan kode : 3

(d) Bedah Obstetri dan gynekologi diberikan kode : 4

3) Jenis tindakan operasi berdasarkan tingkat keseriusanya

atau resikonya

(a) Mayor diberikan kode : 1

(b) Minor diberikan kode : 2

4) Jenis tindakan anestesi

(a) General Anestesi diberikan kode : 1

(b) Regional Anestesi : spinal diberikan kode : 2

d) Processing

Data entry adalah kegiatan memasukan data yang telah

dikumpulkan kedalam daftar tabel atau data base komputer


kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan

kegiatan memulai tabel kontinensi. Dalam penelitian ini data

responden dimasukan ke dalam data base komputer kemudian

membuat data distribusi frekuensi dari data responden tersebut.

e) Cleaning

Setelah entry data selesai dan sudah benar-benar bebas dari

kesalahan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan

data.

2. Analisa Data

a) Analisis Univariate

Analisis univariate dilakukan terhadap semua variabel

penelitian. Pada umumnya analisis ini menghasilkan distribusi

dan presentase dari setiap variabel (Notoatmodjo, 2010).

b) Analisis Bivariat

Analisis bivariate adalah analisis yang digunakan untuk

mrngetahui interaksi dua variabel, baik berupa komparatif,

asosiatif maupun korelasi untuk mengetahui adanya hubungan,

dilakukan uji parametric dan non parametric pada analisis

bivariate (Saryono., 2011).

I. Etika Penelitian

Prinsip-prinsip etika dalam melakukan penelitian menurut Notoatmodjom

(2012) sebagai berikut :


1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human

dignity)

2. Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek penelitian untuk

mendapatkan informasi tentang tujuan peneliti melakukan penelitian

tersebut.

3. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for

privacy dan confidentiality)

4. Peneliti tidak akan menampilkan informasi mnegenai identitas dan

kerahasiaan identitas subjek. Peneliti seyogianya cukup menggunakan

coding sebagai pengganti identitas responden.

5. Keadilan dan inklusvitas/keterbukaan (respect for justice an

inclusiveness)

6. Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan

kejujuran, keterbukaan, dan kehati-hatian. Untuk itu, lingkungan

penelitian perlu dikondisikan sehingga memenuhi prinsip

keterbukaan, yakni dengan menjelaskan prosedur penelitian.

7. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing

harms and benefits)

Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat semaksimal mungkin

bagi masyarakat pada umumnya, pada subjek penelitian pada khususnya.

Peneliti telah berusaha meminimalisasi dampak yang merugikan bagi

subjek. Oleh sebab itu, pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah atau
paling tidak mengurangi rasa sakit, cedera, stress, maupun kematian subjek

penelitian.