Anda di halaman 1dari 2

Practical Thinking Framework for Beginner Investor.

1. mengerti prospek jangka panjang dari suatu produk/jasa. Biasanya produk yang
sederhana lebih mudah diyakini profit jangka panjang-nya…ciri2 produk/jasa yang bagus juga
sering dibutuhkan orang khalayak ramai di masa lalu secara konsisten dan berulang (high
turnover) serta tidak membutuhkan banyak modal awal(capex)..biasanya perusahaan yang
bagus punya biaya depresiasi/amortisasi tidak lebih dari 10% sales/tahun secara rata-rata pada
masa lalu..

perusahaan yang rendah modal awal seperti pakan ternak…produknya mudah dilakukan dan
dibutuhkan hampir setiap saat vs pesawat terbang yang beli pesawat saja mahal dan dalam
dollar…jelas kalau dibandingkan maka bisnis pakan ternak jauh lebih prospektif dan terbukti
dari kinerja perusahaan2 pakan ternak yang jauh lebih bagus dari perusahaan airlines.

tidak penting seberapa banyak industri yang anda ketahui,yang penting adalah mendefinisikan
apa saja industri yang anda ketahui dan tetap berada di dalamnya.hindari hal2 yang
sulit,lakukan hal2 yang mudah.di dunia investasi hal2 yang mudah memberikan reward yang
sama dengan hal2 yang sulit.

2. mengerti kompetisi di industri yang serupa. Bisnis itu seperti kastil waktu jaman perang
dulu..bila kastil anda bagus maka pasti akan ada pihak lain yang berusaha merebut kastil
anda..nah di dunia bisnis juga serupa..ketika bisnis anda bagus (tujuan bisnis hanya 1 cetak
laba tinggi relatif terhadap modal) maka pasti akan ada orang2 yang siap melakukan bisnis
yang serupa dengan anda..secara otomatis maka anda akan kehilangan sebagian atau seluruh
kastil anda bila anda tidak melakukan apa-apa..maka perlu lah perlindungan/moat/barrier
entries ( keunggulan kompetitif) untuk menjaga profitabilitas perusahaan untuk jangka waktu
yang relatif panjang..bisa diibaratkan parit di sekeliling kastil yang harus lebar dan dalam
supaya kuda2 musuh tidak bisa lewat…

Pada dasarnya ada 2 jenis moat yaitu jenis pertama kuantitatif seperti skala produksi,low cost
produksi,akses permodalan,market share (yang bisa dilihat di laporan keuangan) dan jenis
kedua adalah kualitatif seperti merk(consumer mind),keunggulan lokasi,customer
service,manajemen,dan track record operatings.

Ciri2 wonderful business yang punya moat biasanya cash rich (20% annual revenue minimal)
dan minimum loan ( biasanya loan tidak lebih dari 30% ekuitas induk)..serta punya average
ROE > 15% dalam 5 tahun atau lebih…profit margin mulai dari gross margin sampai bottom line
biasanya konsisten bagus..perusahaan2 dengan ciri2 seperti ini adalah low risks high return
investments terutama bila bisa beli dibawah nilai intrinsik.

Bila tidak bisa menemukan wondeful business maka masih ada solusi mencari business yang
masih bagus walau ga wonderful…cash 5-10% reevenue,loan max 30% ekuitas,roe 12%
average..margin second best di industry…
3. mengerti perilaku dan kapasitas manajemen, manajemen adalah tulang punggung suatu
bisnis…bisnis yang sebagus apapun prospeknya bila dikelola oleh orang2 yang tidak punya
kapasistas dan integritas maka cepat/lambat perusahaan itu akan tertimpa masalah yang serius
bisa berakibat sampai kebangkrutan bisnis itu sendiri…

perhatikan direksinya pernah bekerja dimana dan sebagai apa,apakah relevan dengan
posisinya saat ini? Perhatikan kasus2 yang pernah dialami direksi,apakah itu bisa
ditoleransi?perhatikan pemegang kendali apakah mengambil uang perusahaan?perhatikan
transaksi afiliasi apakah merugikan minoritas?perhatikan aksi korporasi apakah merugikan
minoritas?perhatikan pengeluaran manajemen apakah boros membeli barang yang semestinya
tidak perlu? Bila checklist ini bisa dilewati barulah sebaiknya anda berinvestasi di perusahaan
tersebut.

‘kuda yang baik tidak bisa menang bila dipasangkan dengan joki yang buruk,tapi bila harus
memilih maka pilihlah kuda yang baik karena suatu kuda(bisnis) cepat atau lambat akan
dikelola oleh orang inkompeten(manajemen) sehingga faktor kerusakan permanen bisa
diminimalisir’ tentu kita selalu bisa memilih opsi terbaik ‘kuda yang baik disandingkan dengan
joki yang baik’

4.mengerti nilai intrinsik dari suatu bisnis , segala sesuatu didunia ini ada harga wajar yang
make common sense…ingat kata kuncinya ‘common sense’…seberapa bagus pun suatu aset
bukan berarti nilai intrinsiknya tidak terbatas…pasti ada suatu valuasi points yang bisa
menyenangkan pihak owner ataupun investor.

Nilai intrinsik adalah jumlah laba usaha bersih bisnis dari hari ini sampai akhir hayatnya dan
nilainya disekarangkan dengan tingkat diskonto yang bijaksana.

Kita membeli saham ketika harga yang kita bayarkan itu jauh dibawah nilai intrinsik suatu
bisnis...selisih ini disebut margin of safety ( diskon dari nilai intrinsik).nilai intrinsik juga dinamis
berubah sesuai situasi perusahaan biasanya di perbaharui setahun sekali sudah cukup.

Beli lah bisnis/saham yang harganya terdiskon 50%-70% dari nilai intrinsik.