Anda di halaman 1dari 16

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup.

Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas


sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk
hidup. Baik organisme tingkat seluler (Uniseluler) maupun organisme Multiseluler. Sel
pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan
gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar. Gabus merupakan
bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti susunan sarang lebah yang dipisahkan oleh
“diafragma“. Bangunan seperti sarang lebah ini selanjutnya disebut dengan Cell (sel).
Nama sel diambilnya dari bahasa Yunani “Kytos” yang berarti ruang kosong, sedangkan
bahasa latin ruang kosong adalah “cella“.

Perkembangan teori tentang sel dimulai pada tahun 1839 sampai akhir abad XIX.

1. Schleiden dan T. Schwann. Sel sebagai unit struktural terkecil makhluk hidup.
Teori ini menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup disusun atas sel-sel. Sel adalah
bagian terkecil makhluk hidup yang menyusun makhluk hidup.
2. Max Schultze. Sel sebagai unit fungsional terkecil makhluk hidup. Teori ini
menjelaskan bahwa sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang
melakukan fungsi kehidupan. Fungsi-fungsi kehidupan di dalam sel dapat
ditunjukkan dengan adanya metabolisme sel dan pengaturan sel oleh nukleus.
3. Rudolf Virchow. Sel sebagai unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup. Sel
sebagai penyusun terkecil makhluk hidup selain menjalankan suatu fungsi
kehidupan juga mengalami pertumbuhan. sel dapat mengalami perpanjangan
ukuran maupun perbesaran volume sel.
4. Akhir abad XIX. Sel sebagai unit hereditas terkecil makhluk hidup. sel memiliki
struktur yang dinamakan degan nukleus (inti sel). Nukleus memiliki peranan
sebagai pembawa materi genetik (tersimpan sebagai molekul DNA) yang
memiliki sifat diwariskan ke generasi sel selanjutnya.

Sel dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya membran nukleus
(membran inti), yaitu sel prokariot, jenis sel yang tidak dilengkapi dengan membran
inti contohnya bakteri dan ganggang alga biru (Cyanophita); dan sel eukariot, yaitu
jenis sel yang memiliki membran inti contohnya sel hewan, tumbuhan, fungi.

Sel Prokariot
Bakteri sebagai organisme prokariotik yang merupakan organisme uniseluler memiliki
struktur sel yang tidak memiliki membran inti. Struktur sel secara umum yang dimiliki
oleh sel prokariot dapat kita lihat pada sel bakteri.

Nukleoid (Nukleus) atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur sel. seluruh
aktifitas sel diatur oleh nukleus. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi
genetik yaitu kromosom, yang diwariskan ke generasi selanjutnya. Kromosom adalah
struktur yang tersusun oleh molekul DNA dan protein (histon). Nukleus sel bakteri
terpapar atau kontak langsung dengan sitoplasma karena tidak memiliki membran inti.
Cytoplasm (Sitoplasma) adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya
metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).
Ribosome (Ribosom) merupakan struktur berupa butiran-butiran kecil yaang merupakan
tempat sintesis protein. Protein disintesis atau dibuat dengan menggabungkan beberapa
asam amino yang sesuai informasi genetik yang ada di molekul DNA. Ribosom berada
di sitoplasma.
Cytoplasmic membrane (Membran Plasma) adalah lapisan di luar sitoplasma yang
tersusun atas . Fungsi membran plasma adalah sebagai pelindung dan mengatur
transportasi sel. Pengaturan transportasi sel dimasksudkan untuk mengatur keluar
masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga berperan dalam
penerima rangsang yang datang dari luar sel.

Membran sel pada sel prokariot mengalami pelekukan ke arah dalam membentuk struktur
yang disebut mesosome (mesosom). Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya
respirasi sel sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam
sel.

Cell wall (Dinding Sel) adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.

Capsule (Kapsul) adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan
dinding sel.

Pili (Bulu Rambut) berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan
substrat atau benda.

Flagella (Flagel) berfungsi dalam pergerakan sel. Baik flagel dan pili disusun oleh
mikrotubulus

• Beranda
• BioAnimation
• BioDiscovery
• BioExam
• BioGuest
• BioJournal
• BioOnline
• BioPedia
• BioProduct
• AboutBlog

Struktur dan Fungsi Sel


27 Agustus 2009
tags: Sel, Tumbuhan, Membran Plasma, Video, Bakteri, Nukleus, Hewan, Organel,
Struktur sel, Fungsi Sel, Prokariot, Eukariot, Teori sel, kromosom, ribosom, membran
inti, sitoplasma, uniseluler, multiseluler, Robert Hooke, Gabus, Cell, Schleiden, T.
Schwann, Max Schultze, Rudolf Virchow, mesosom, Dinding Sel, Kapsul, Pili, Flagella,
Lisosom, Mitokondria, Aparatus Golgi, RE, Plastida, Vakuola, Mikrotubulus,
Mikrofilamen, Badan Mikro, Sentriol, Sentrosom
oleh wbio

Sel Gabus (Sumber : biology.clc.uc.edu)

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas
sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk
hidup. Baik organisme tingkat seluler (Uniseluler) maupun organisme Multiseluler. Sel
pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan
gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar. Gabus merupakan
bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti susunan sarang lebah yang dipisahkan oleh
“diafragma“. Bangunan seperti sarang lebah ini selanjutnya disebut dengan Cell (sel).
Nama sel diambilnya dari bahasa Yunani “Kytos” yang berarti ruang kosong, sedangkan
bahasa latin ruang kosong adalah “cella“.

Perkembangan teori tentang sel dimulai pada tahun 1839 sampai akhir abad XIX.

1. Schleiden dan T. Schwann. Sel sebagai unit struktural terkecil makhluk hidup.
Teori ini menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup disusun atas sel-sel. Sel adalah
bagian terkecil makhluk hidup yang menyusun makhluk hidup.
2. Max Schultze. Sel sebagai unit fungsional terkecil makhluk hidup. Teori ini
menjelaskan bahwa sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang
melakukan fungsi kehidupan. Fungsi-fungsi kehidupan di dalam sel dapat
ditunjukkan dengan adanya metabolisme sel dan pengaturan sel oleh nukleus.
3. Rudolf Virchow. Sel sebagai unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup. Sel
sebagai penyusun terkecil makhluk hidup selain menjalankan suatu fungsi
kehidupan juga mengalami pertumbuhan. sel dapat mengalami perpanjangan
ukuran maupun perbesaran volume sel.
4. Akhir abad XIX. Sel sebagai unit hereditas terkecil makhluk hidup. sel memiliki
struktur yang dinamakan degan nukleus (inti sel). Nukleus memiliki peranan
sebagai pembawa materi genetik (tersimpan sebagai molekul DNA) yang
memiliki sifat diwariskan ke generasi sel selanjutnya.
Sel dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya membran nukleus
(membran inti), yaitu sel prokariot, jenis sel yang tidak dilengkapi dengan membran
inti contohnya bakteri dan ganggang alga biru (Cyanophita); dan sel eukariot, yaitu
jenis sel yang memiliki membran inti contohnya sel hewan, tumbuhan, fungi.

Sel Prokariot
Bakteri sebagai organisme prokariotik yang merupakan organisme uniseluler memiliki
struktur sel yang tidak memiliki membran inti. Struktur sel secara umum yang dimiliki
oleh sel prokariot dapat kita lihat pada sel bakteri.

Struktur Sel Bakteri

Nukleoid (Nukleus) atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur sel. seluruh
aktifitas sel diatur oleh nukleus. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi
genetik yaitu kromosom, yang diwariskan ke generasi selanjutnya. Kromosom adalah
struktur yang tersusun oleh molekul DNA dan protein (histon). Nukleus sel bakteri
terpapar atau kontak langsung dengan sitoplasma karena tidak memiliki membran inti.
Cytoplasm (Sitoplasma) adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya
metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).
Ribosome (Ribosom) merupakan struktur berupa butiran-butiran kecil yaang merupakan
tempat sintesis protein. Protein disintesis atau dibuat dengan menggabungkan beberapa
asam amino yang sesuai informasi genetik yang ada di molekul DNA. Ribosom berada
di sitoplasma.
Cytoplasmic membrane (Membran Plasma) adalah lapisan di luar sitoplasma yang
tersusun atas . Fungsi membran plasma adalah sebagai pelindung dan mengatur
transportasi sel. Pengaturan transportasi sel dimasksudkan untuk mengatur keluar
masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga berperan dalam
penerima rangsang yang datang dari luar sel.

Membran sel pada sel prokariot mengalami pelekukan ke arah dalam membentuk struktur
yang disebut mesosome (mesosom). Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya
respirasi sel sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam
sel.

Cell wall (Dinding Sel) adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.

Capsule (Kapsul) adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan
dinding sel.

Pili (Bulu Rambut) berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan
substrat atau benda.

Flagella (Flagel) berfungsi dalam pergerakan sel. Baik flagel dan pili disusun oleh
mikrotubulus.

Sel Eukariot
Sel Eukariot memiliki struktur yang lebih komplek dibandingkan dengan sel prokariot.
Sel eukariot memiliki membran inti yang memisahkan Nukleus dengan sitoplasma. Sel
ini juga memiliki struktur endomembran yang disebut dengan Organel. Organel-organel
sel eukariot memiliki fungsi-fungsi tertentu yang menunjang kehidupan sel eukariot.
Macam organel yang dimiliki Sel eukariot antara lain :

• Lisosom, Organel yang berperan dalam pencernaan sel. Organel ini mengandung
enzim lisozim yang akan melisis bagain sel yang telah mati, rusak atau sudah tua.

• Mitokondria, Organel yang berperan dalam respirasi sel. Respirasi sel bertujuan
untuk mengahasilkan energi yang akan digunakan dalam aktivitas sel.

• Aparatus Golgi, Oraganel yang berperan dalam sekresi produk, baik protein,
polisakarida maupun lemak.
• Retikulum Endoplasma (RE), organel yang berperan dalam sintesis produk. Ada
dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE yang di bagian permukaannya terdapat butiran
ribosom) dan RE halus (RE yang tidak memiliki ribosom). RE kasar berfungsi
untuk mensintesis protein, sedangkan RE halus berfungsi dalam sintesis lemak
dan sterol.

• Plastida, organel yang mengandung pigmen (warna).

• Vakuola, organel yang berfungsi dalam penyimpanan cadangan makanan,


minyak atsiri dan sisa metabolisme sel.

• Mikrotubulus, organel yang memiliki struktur tabung. contohnya flagela (untuk


pergerakan sel), silia (alat pelekatan sel) dan spindel (untuk pembelahan sel).

• Mikrofilamen, oragnel yang memiliki struktur filamen (benang). berfungsi dalam


pergerakan sitoplasma dan kontraksi otot.

• Badan Mikro, ada dua macam badan mikro, yaitu Peroksisom (mengandung
enzim katalase) dan Glioksisom (mengandung enzim katalase dan oksidase)

• Dinding Sel, struktur selulolitik dan kitin yang berfungsi memberi bentuk sel dan
sebagai pelindung sel.

• Sentriol, organel yang berperan dalam pembelahan sel. Sentriol berfungsi


menarik kromosom ke arah kutub yang berlawanan.

Sel Eukariot dibedakan atas sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan yang mendasar
antara kedua jenis sel tersebut adalah adanya beberapa bagian sel yang hanya dimiliki sel
hewan (Sentrosom dan Lisosom) dan yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan (Plastida
dan Dinding Sel). Berikut ini adalah video animasi yang menjelaskan perbedaan sel
tumbuhan dengan sel hewan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
-

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:


1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).

1. Selaput Plasma (Plasmalemma)Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling
luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau
Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya
adalah:Protein – Lipid – Protein Þ Trilaminer Layer

Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik
(larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi
Permeabel (teori dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.

Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang
satu ke sel yang lain.

Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi
yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).

Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa
tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi
oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lainSelain itu pada
dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada
Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang
fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

2. Sitoplasma dan Organel SelBagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus
untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma), sedang bagian yang
padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.
Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia
serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.Organel sel adalah benda-benda solid
yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi
kehidupan).

Organel Sel tersebut antara lain :

a. Retikulum Endoplasma (RE.)Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara


di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :• RE. Granuler (Rough E.R)• RE. Agranuler (Smooth E.R)
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur
R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Ribosom (Ergastoplasma)Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar
dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter. Ribosom
merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.Struktur ini hanya dapat dilihat
dengan mikroskop elektron.
c. Miitokondria (The Power House)Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua
lapis membran.Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan KristaFungsi
mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP
(energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan “The Power House”.

d. LisosomFungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim
pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)Organel ini dihubungkan dengan fungsi


ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya
biasa.Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi,
misalnya ginjal.

f. Sentrosom (Sentriol)Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel


(Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan
meiosis.Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

g. PlastidaDapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.


Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),terdiri dari:
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan
lemak/minyak).• Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil
dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplasyaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :• Karotin (kuning)•
Fikodanin (biru)• Fikosantin (kuning)• Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel)Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel.


Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola
dengan sitoplasma disebut TonoplasVakuola berisi :• garam-garam organik• glikosida•
tanin (zat penyamak)• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar
Zingiberine pada jahe)• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-
lain)• enzim• butir-butir patiPada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan
vaknola non kontraktil.

i. MikrotubulusBerbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan


bentuk sel dan sebagai “rangka sel”. Contoh organel ini antara lain benang-benang
gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol,
Flagela dan Silia.

j. MikrofilamenSeperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen


utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan
dalam pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan Mikro)Ukurannya sama seperti Lisosom.
Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim
oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus)Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :• Selapue Inti (Karioteka)•
Nukleoplasma (Kariolimfa)• Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti).Berdasarkan
ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :• Sel Prokariotik (sel
yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpaipada bakteri, ganggang biru.• Sel
Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti
sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.

_----------------------------------------------------------------------------------------------------------
a. Membran Plasma
Tersusun atas lemak (lipid) dan protein (lipoprotein).
Fungsi: melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat dan sebagai penerima rangsang
dari luar sel.
2. Sitoplasma
Tersusun atas:
- cairan: sitosol
- padatan: berupa organela-organela
Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
c. Nukleus
Merupakan organel terbesar, berbentuk bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus
terdapat nukleoplasma, yang terdiri atas benang 'kromatin' yang tersusun atas DNA, RNA
dan protein. Selain itu terkadang terbentuk nukleolus
Fungsi: pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa
informasi genetik.
d. Sentriol
Hanya dimiliki sel hewan.
Fungsi: menarik kromosom menuju ke kutub.
e. Retikulum Endoplasma (RE)
Berbentuk benang-benang jala meliputi:
- RE kasar: terdapat ribosom, b'fungsi utk transpor & sintesis protein.
- RE halus: tdk t'dpt ribosom, b'fungsi utk transpor & sintesis lemak & steroid.
f. Ribosom
Tersusun dr protein & RNA, b'bentuk bulat & tdk b'membran.
Fungsi: tempat b'langsungnya sintesis protein.
g. Kompleks Golgi
Terdiri atas membran b'bentuk kantong pipih. Pd sel tumbuhan, kompleks golgi disebut
diktiosom.
Fungsi: sekresi polisakarida, protein & lendir (musin).
h. Lisosom
Merupakan membran b'bentuk kantong kecil b'isi enzim hidrolitik yg b'fungsi dlm
pencernaan intrasel.
Fungsi lain:
- mencerna materi yg diambil secara endositosis.
- menghancurkan organela sel lain yg sudah tdk b'fungsi (autofage).
- menghancurkan selnya sendiri (autolisis).
i. Mitokondria
Memiliki membran rangkap (luar & dlm). Membran dlm berlekuk-lekuk membentuk
krista.
j. Mikrotubulus
Tersusun atas protein tubulin
Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia & flagela.
k. Mikrofilamen
Tersusun atas protein aktin.
Fungsi: dlm gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot & pembelahan sel.
l. Dinding Sel
Tersusun atas protein selulose, hemiselulose, pektin & lignin.
Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dlm, & mengatur transportasi
zat.
m. Badan mikro
Terdiri:
- Peroksisom: mengandung enzim katalase.
- Glioksisom: mengandung enzim katalase & oksidase.
n. Plastida
Organela yg mengandung pigmen, meliputi:
- Kloroplas: plastida yg mengandung pigmen klorofil/hijau.
- Kromoplas: plastida yg mengandung pigmen merah, jingga, kuning.
- Leukoplas: plastida yg tdk mengandung pigmen.
o. Vakuola
Vakuola sel tumbuhan b'sifat menetap.
Fungsi: tmpt menyimpan cadangan mkanan, pigmen, minyak atsiri & sisa metabolisme.

Sumber : http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/fungsi-organela-organela-sel.html
1. SEL PROKARIOT
Ukurannya relatif kecil (Ø 0,5-1 μm)
Tidak memiliki membran nukleus (inti)
DNAnya kontak dengan sitoplasmanya secara tidak
langsung
Dalam sitoplasmanya mengandung ribosom
Sel dibungkus oleh plasma membran, dinding luar sel
yang kompleks, pili, kadang-kadang berflagela
JENIS SEL
2. SEL EUKARIOT
Ukurannya relatif besar (Ø 10-100 μm)
Bagian dalam sangat kompleks dengan organel-organel
yang dibatasi membran maupun yang tidak dibatasi
membran
Memiliki inti sejati yang dibatasi membran
Organel lain yang dibatasi membran adalah endoplasmik
retikulum, Golgi aparatus, mitokondria, lisosom, dan
mikrobodies.
Organel yang tidak dibatasi membran adalah ribosom,
mikrotubul, sentriol, flagela, dan sitoskeleton
JENIS SEL
2. SELEUKARIOT
Sel eukariot hewan dibatasi oleh plasma membran saja,
sering juga dengan flagela
Tidak memiliki dinding sel
Sel eukariot tanaman dibatasi plasma membran dan
dinding sel yang kaku
Memiliki vakuola pusat, kloroplast, tidak mempunyai
sentriol, biasanya tidak mempunyai flagella
http://blog.unila.ac.id/repa/files/2010/06/sjarah-sel.pdf

Prinsip umum komunikasi sel

Molekul sinyal ekstraseluler berikatan dengan reseptor yang spesifik. Sebagai contoh,
budding pada khamir Saccharomyces cerevisiae. Sel-sel khamir berkomunikasi dengan
sel lainnya untuk perkawinan dengan mensekresikan beberapa macam peptida kecil.
Molekul sinyal ekstraseluler dapat bertindak pada jarak yang dekat ataupun jauh.

Ada 4 tipe sinyal yaitu paracrine signaling, synaptic signaling, endocrine signaling, dan
autocrine signaling.

• Paracrine signaling; bergantung pada sinyal-sinyal yang dikeluarkan ke dalam


ruang ekstraseluler dan menyebabkan terjadinya suatu proses secara lokal atas sel-
sel tetangga. Pada tipe sinyal ini, molekul-molekul sinyal disekresikan, molekul
sinyal yang disekresikan mungkin dibawa jauh untuk bertindak berdasarkan target
yang jauh, atau mungkin bertindak sebagai perantara lokal yang hanya
mempengaruhi sel-sel dalam lingkungan yang dekat dari pemberian isyarat sel.

• Synaptic signaling; dilakukan dengan neuron yang meneruskan sinyal-sinyal


secara elektrik sepanjang akson dan melepaskan neurotransmiter di sinapsis, yang
seringkali berlokasi jauh sekali dari sel. Sel saraf (neuron) dimana khususnya
menyampaikan proses-proses panjang (akson) memungkinkan sel saraf untuk
kontak dengan sel target yang letaknya jauh sekali. Ketika diaktivasi oleh sinyal-
sinyal dari lingkungan atau dari sel-sel saraf lainnya, neuron mengirimkan impuls
elektrik secara cepat di sepanjang akson; ketika impuls mencapai ujung akson, hal
ini menyebabkan ujung saraf mensekresikan sinyal kimiawi yang disebut
neurotransmiter. Sinyal ini disekresikan ke cell junctions khusus yang disebut
chemical synapses. Synaptic signaling lebih tepat daripada endocrine signaling
dalam hal waktu dan tempat.

• Endocrine signaling; bergantung pada sel-sel endokrin, yang memsekresikan


hormon ke aliran darah yang lalu didistribusikan secara luas di sepanjang tubuh.
Sel-sel endokrin mensekresikan molekul-molekul sinyal yang disebut hormon ke
aliran darah yang membawa sinyal ke sel target yang didistribusikan secara luas
ke seluruh tubuh.

• Autocrine signaling; tipe ini dapat mengkoordinasi keputusan dengan grup-grup


sel serupa. Pada autocrine signaling, sel mensekresikan molekul sinyal yang dapat
berikatan kembali dengan reseptornya sendiri. Autocrine signaling merupakan
tipe paling efektif ketika dilakukan secara serempak dengan sel-sel tetangga yang
tipenya sama. Autocrine signaling dianggap menjadi suatu mekanisme yang
mungkin mendasari "efek komunitas" yang diamati pada perkembangan awal,
selama grup sel-sel serupa dapat menanggapi sinyal yang menginduksi
diferensiasi tapi tidak dapat pada sel tunggal bertipe sama yang terisolir. Sel
kanker seringkali menggunakan autocrine signaling untuk mengatasi kontrol
normal pada perkembangbiakan dan kelangsungan hidup sel.

Gap junctions membolehkan informasi sinyal untuk dibagi dengan sel-sel tetangga.
Saluran-saluran gap junctions membolehkan pertukaran molekul-molekul sinyal
intraseluler kecil (perantara intraseluler), seperti Ca2+ dan cyclic AMP, tetapi bukan
makromolekul, seperti protein atau asam nukleat. Sel-sel yang terhubung dengan gap
junctions dapat berkomunikasi dengan sel lainnya secara langsung.

Ada 2 tipe reseptor yaitu reseptor intraseluler dan reseptor permukaan sel. Reseptor
intraseluler ada yang lambat (mengubah ekspresi gen) dan cepat (mengubah fungsi
protein). Contoh reseptor intraseluler yang cepat adalah sinyal gas nitrat oksida yang
berikatan secara langsung dengan enzim dibagian dalam sel target.

3 kelas terbesar pada protein reseptor permukaan sel adalah ion-channel-linked, G-


protein-linked, dan enzyme-linked receptors.

• Ion-channel-linked receptors juga dikenal sebagai transmitter-gated ion channels


atau ionotropic receptors. Membuka atau menutup secara singkat sebagai jawaban
atas pengikatan suatu neurotransmiter.

• G-protein-linked receptors: memerantarai respon terhadap berbagai macam


molekul sinyal,meliputi hormon, neurotransmiter, dan perantara lokal. Semua G-
protein-linked receptors termasuk famili besar homolog, 7-pass transmembrane
proteins. Protein reseptor ini dapat mengaktivasi atau inaktivasi enzim yang
terikat pada membran plasma atau ion channel melewati protein G secara tidak
langsung.

• Enzyme-linked receptors memiliki 6 subfamili yaitu receptor tyrosine kinase,


tyrosine-kinase associated-receptors, receptorlike tyrosine phosphatases, receptor
serine/threonine kinases,receptor guanylyl cyclases, dan histidine-kinase-
associated receptors. Protein reseptor ini merupakan protein transmembran
dengan domain pengikatan ligan pada permukaan luar membran plasma. Contoh:
kemotaksis bakteri yang diperantarai oleh histidine-kinase-associated chemotaxis
receptors.

3 tahap proses cell signaling yaitu:

• Reception; agak mirip dengan pengenalan enzim dengan substratnya (kompleks


enzim-substrat), sama dengan hipotesis kunci dan gembok dari pengenalan enzim
dan substrat. Molekul ligan (biasanya larut dalam air) dikenal oleh hanya 1
protein reseptor yang berikatan dengan membran sel.

• Transduksi; menimbulkan perubahan konformasi pada reseptor. Perubahan


konformasi ini menyebabkan reseptor berinteraksi dengan molekul intraseluler
lainnya. Transduksi mungkin menyebabkan banyak perubahan
konformasi/struktural pada protein seluler lainnya. Enzim yang tidak aktif
menjadi aktif;

• Respon; biasanya aktivitas seluler, sebagai katalisis enzim atau penyusunan


kembali sitoskeleton atau aktivitas gen yang spesifik.

http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_Sel_dan_Lingkungannya

MEMBRAN SEL
Pertukaran air,zat terlarut,nutrisi,oksigen,karbondioksida dari satu bagian kebagian lain
atau dari satu jaringan kejariran lain melalui memran sel atau membran kapiler. Lapisan
membran sel terdiri dari lapisan lipid ganda dan lapisan protein,dan juga sedikit
karbohidrat (dalam materi ini tidak di bicarakan).
Lapisan lipid ganda sukar dilalui oleh cairan ekstraseluler dan cairan intraseluler.
Olehnya lapisan lipid ganda dapat berfungsi sebagai sawar bagi pergerakan molekul air
dan zat terlarut antara ruang ekstraseluler dan ruang intraseluler. Ada beberapa zat yang
dapat menembus masuk maupun keluar melalui lapisan lipid ganda ini,dengan berjalan
langsung melalui bahan lipid itu sendiri,hal ini terjadi bagi zat terlarut lipid.
Protein ini menyelinap di antara susunan lapisan lipid ganda sehinga menimbulkan jalur
alternatif yang melalui membran sel.Beberapa protein mempuyai ruangan licin yang
dapat dilalui oleh meolekul dan memungkinkan ion-ion atau molekul tertentu untuk
bergerak bebas,protein ini disebut protein kanal. Yang lainya disebut protein pembawa.
Protein kanal dan protein pembawa seringkali sangat selektif sehingga hanya ion atau
molekul tertentu saja yang dapat melalui membran.
Perpindahan zat terlarut dan air melalui membran sel melibatkan mekanisme Tranaportasi
Pasif dan Transportasi aktif,transportasi pasif sering disebut dengan difusi. Transportasi
pasif tidak membutuhkan energi dan transportasi aktif dibutuhkan energi ( ATP) karena
transportasi ini melawan gradien energi

TRANSPORTASI PASIF
.
Transportasi pasif (difusi) melalui membran sel di bagi atas dua sub tipe yang disebut
dengan difusi sederhana dan difusi dipermudah

Difusi sederhana

Difusi sederhana berarti bahwa gerakan kinetik molekuler dari molekul ataupun ion
terjadi melalui celah membran atau ruang intermolekuler tanpa perlu berikatan dengan
protein pembawa pada membran. Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang
tersedia,kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel. Difusi sederhana
ini dapat terjadi melalui dua cara:
1. Melalui celah pada lapisan lipid ganda,khususnya jika bahan berdifusi terlarut lipid
2. Melalui saluran licin pada beberapa protein transpor.

Difisi melalui lapisan lipid ganda


Salah satu faktor paling penting yang menentukan kecepatan suatu zat melalui lapisan
lipid ganda ialah kelarutan lipid dan zat terlarut. Seperti misalnya kelarutan
oksigen,nitrogen, karbon dioksida dan alkohol dalam lipid sangat tinggi,sehingga semua
zat ini langsung larut dalam lapisan lipid ganda dan berdifusi melalui membran sel sama
seperti halnya dengan difusi yang teradi dalam cairan. Kecepatan zat-zat ini berdifusi
melalui membran berbanding langsung dengan sifat kelarutan lipidnya.

Difusi melalui saluran protein


Air tidak dapat menembus lapisan lipid ganda,air dapat menembus membran sel dengan
mudah ,molekul ini berjalan melalui saluran protein. Molekul lain yang bersifat tidak
larut dalam lipid dapat berjalan melalui saluran pori protein dengan cara yang sama
seperti molekul air jika ukuran molekulnya cukup kecil. Semakin besar
ukurannya,kemampuan penetrasinya menurun secara cepat. Saluran protein dibedakan
atas dua sifat khas :
1. Saluran ini bersifat permeabel selektif terhadap zat.
2. Saluran ini dapat dibuka dan ditutup oleh gerbang.
Permeabel selektif. Sebagian besar saluran protein bersifat sangaet selektif untuk
melakukan transpor satu atau lebih ion atau molekul spesifik. Ini akibat dari ciri khas
saluran itu sendiri seprti diameternya,bentuknya dan jenis muatan listrik di sepanjang
permukaan dalamnya. Salah satu contoh saluran yang paling penting yaitu saluran
natrium,permukaan dalam saluran ini bermutan negatif kuat. Muatan negatif ini menarik
ion natrium kedalam saluran kemudian ion natrium ini berdifuisi kedalam sel. Saluran
natrium ini secara spesifik bersifat selektif untuk jalannya ion-ion natrium. Sebaliknya
terdapat serangkian saluran protein yang bersifat untuk transpor kalium. Saluran ini
berukuran lebih kecil dari pada saluran natrium dan tidak bermuatan negatif,sehingga
tidak mempunyai daya tarik kuat untuk menarik ion-ion agar masuk kedalam saluran.
Karena ukurannya yang kecil hanya dapat dilalui oleh ion kalium,sehingga ion kalium
dengan mudah berdifusi keluar sel.

Gerbang saluran protein. Tujan gerbang saluran protein ini untuk mengtur permeabitas
saluran. Dalam hal saluran natrium ,pembukaan dan penutupan ini terjadi pada bagian
luar saluran dari membran sel. Sedangkan pada saluran kalium, terjadi pada bagian dalam
ujung saluran. Pembukaan dan penutupan gerbang diatur dalam dua cara:
1. Voltase gerbang. Pada saat terdapat muatan negatif kuat pada bagian dalam membran
sel,gerbang natrium dibagian luar akan tertutup rapat, sebaliknya bila bagian dalam
membran keilangan muatan negatifnya,gerbang ini akan akan terbuka secara tiba-tiba
sehingga memungkinkan sejumlah besar ion natrium mengalir masuk melalui pori-pori
natrium. Pada gerbang kalium akan membuaka bila bagian dalam membran sel menjadi
bermuatan positif.
2. Gerbang kimiawi. Gerbang saluran protein akan terbuka karena mengikat molekul lain
dengan protein,hal ini akan menyebabkan perubahan pada molekul protein sehingga
gerbang akan terbuka atau tertutup. Contohnya efek saluran asetilkolin.(di bicarakan pada
sistem saraf)

Difusi dipermudah

Disebut juga dengan difusi diperantarai pembawa,artinya pembawa akan mempermudah


difusi zat ke sisi lain. Zat –zat paling penting yang melintasi proses difusi yang
dipermudah ialah glukose dan sebagian besar asam-asan amino. Molekul pembawa akan
mentraspor glukose atau monosakarida lainya ke dalam sel. Insulin dapat meningkatkan
kecepatan proses difusi ini sebesar 10 sampai 20 kali lipat. Ini adalah mekanisme dasar
yang digunakan insulin untuk mengatur pemakian glukose dalam tubuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi


1. Permeabilitas membran
2. Perbedaan konsentrasi
3. Potensial listrik
4. Perbedaan tekanan.

TRANSPORTASI AKTIF

Pada saat membran sel menggerakan molekul atau ion mendaki melawan gradien
konsentrasi, proses ini disebut dengan transpotasi aktif. Transportasi aktif energi secara
langsung berlangsung dari pemecahan adenosin trifospat (ATP).
Makanisme trasportasi aktif yang telah dipelajari secara rinci adalah pompa natrium
kalium. Pompa natrium kalium yaitu suatu proses transport yang memompa ion natrium
keluar melalui membran sel pada saat bersamaan memompa ion kalium ke dalam sel.
Pemompaan ini akan memompa tiga ion natrium ke luar sel setiap terjadi pemasukan dua
ion kalium. Salah satu pungsi terpenting dari pompa natrium kalium ialah untuk
mengatur volume sel.Tanpa fungsi pompa ini,kebanyakan sel tubuh akan membengkak
sampai kemudian pecah (lisis).

Potensial membran

Konsentrasi ion kalium di dalam sel sangt tinggi sedangkan dibagian luar sangat rendah
,ion kalium bermuatan positif keluar sel sehingga membuat keadaan menjadi positif
diluar sel dan suasana nigatif di dalam sel akibat anion-anion tidak menyertai ion kalium
berdifusi keluar sel,demikain juga halnya dengan ion natrium.Ion natrium berdifusi
kedalam sel sehingga suasana diluar sel menjadi negatif dan didalam sel menjadi
positif,perbedaan suasna muatan negatif baru di kedua sisi membran disebut potensial
membrane
http://ekajayaartikel.blogspot.com/2009/10/membran-sel.html

Potensial membran adalah tegangan melintasi suatu membran sel yang berkisar dari
sekitar -50 hingga -200 milivolt (tanda minus menunjukkan bahwa di dalam sel bersifat
negatif dibandingkan dengan di luarnya).[1] Semua sel memiliki tegangan melintasi
membran plasmanya, di mana tegangan ialah energi potensial listrik-pemisahan muatan
yang berlawanan.[1] Sitoplasma sel bermuatan negatif dibandingkan dengan fluida
ekstraseluler disebabkan oleh distribusi anion dan kation pada sisi membran yang
berlawanan yang tidak sama.[1] Potensial membran bertindak seperti baterai, suatu sumber
energi yang mempengaruhi lalulintas semua substansi bermuatan yang melintasi
membran.[1] Karena di dalam sel itu negatif dibandingkan dengan di luarnya, potensial
membran ni mendukung transpor pasif kation ke dalam sel dan anion ke luar sel.[1]
Dengan demikian, dua gaya menggerakkan difusi ion melintasi suatu membran: gaya
kimiawi (gradien konsntrasi ion) dan gaya listrik (pengaruh potensial membran pada
pergerakan ion).[1] Kombinasi kedua gaya yang bekerja pada satu ion ini disebut gradien
elektrokimiawi.[1] Perubahan lingkungan dapat mempengaruhi potensial membran dan sel
itu sendiri, sebagai conthnya, depolarisasi dari membran plasma diduga memicu
apoptosis (kematian sel yang terprogram)[2]

http://id.wikipedia.org/wiki/Potensial_membran

===============================================================